Heavenly Love (Yun Hae Ra + Cho Kyuhyun) – part 3 (END)

Baca part 1 disini

Baca part 2 disini

——————————————————————————————————————–

(Kyuhyun POV)

Hmm… bau bunga lily ini benar-benar harum. Kata pedagang bunga, lily sangatlah cocok untuk menyatakan perasaan. Karena bunga lily melambangkan cinta yang tulus. Ya Haera, hari ini aku akan langsung berkata padamu. Aku akan bilang ‘Anyyeong, namaku Cho Kyuhyun dan aku mencintai Yun Hae Ra.’

Sebentar lagi.. sebentar lagi aku akan sampai di kamarmu, Haera. Tunggulah….

Baru saja aku akan masuk ke pintu kamar Haera, tiba-tiba terlihat dokter dan beberapa suster yang terburu-buru keluar dari kamar itu sambil mendorong sebuah tempat tidur yang berisikan sosok yang kukenal tertidur diatasnya.

Haera!!

**********

(Kyuhyun POV)

Haera… kini sosokmu terbaring di ruang ICU dengan kondisi yang semakin melemah setiap harinya. Sudah seminggu sejak hari saat aku melihat tubuhnya dibawa ke ruang ICU. Dan selama seminggu itu pula tidak ada perkembangan sama sekali dari Haera.

Kebetulan sekali aku melihat suster Taemin berjalan mendekatiku, “Bagaimana keadaannya, suster?”

Suster Taemin menggigit bibirnya, “Berdoalah dan berharap semoga Tuhan menjawab doamu.”

Bibirmu mungkin menyuruhku untuk berharap, tetapi kenapa raut mukamu mengatakan ‘tidak ada harapan lagi’? Yang mana yang harus kupercaya, suster Taemin? Bibirmu atau raut wajahmu?

Seakan-akan untuk mengalihkan perhatianku, suster Taemin mengajakku beranjak dari sana. Kami berdua berjalan menuju kamar Haera. Suster Taemin memintaku untuk membantunya menge-pack barang-barang Haera dan memasukkannya kedalam sebuah tas.

“Orang tuanya yang meminta. Haera akan dipindahkan ke rumah sakit di Italia tempat tinggal orang tuanya. Mungkin mereka ingin memberikan hari-hari terbaik untuk hari-hari terakhir Haera.” Suster Taemin, kenapa berkata seperti itu? Bukankah kau sendiri yang menyuruhku untuk berharap pada keajaiban Tuhan? Kyuhyun-ssi, bisa kau susun buku-buku ini kedalam kardus? Sepertinya ada perawat yang membutuhkan bantuanku.

Aku mengangguk dan setelahnya suster Taemin meninggalkanku sendiri di ruangan Haera. Aku memasukkan novel-novel koleksi Haera kedalam kardus. Ternyata koleksinya ada lebih banyak daripada yang kuduga. Bahkan didalam lemari pakaiannyapun masih terdapat novel-novel itu. Dari mulai buku cerita anak-anak yang sepertinya dikirim oleh orang tua Haera di tahun-tahun pertama Haera ‘terkurung’ di rumah sakit, sampai novel-novel roman yang biasa dibacanya.

Novel breaking dawn, novel terakhir yang selesai dibacanya sebelum dia masuk ke ruang ICU. Entah kenapa novel itu seperti memanggil-manggilku untuk membuka halamannya. Baiklah, awalnya aku sama sekali tidak tertarik tapi akhirnya kubuka juga sampul buku itu dan mulai memperhatiakan halaman awal.

Di halaman awal itu tertulis sesuatu yang sepertinya bukan tulisan yang tertulis sejak di penerbit. Tulisan itu berupa guratan halus yang diguratkan dengan pensil…

Yun Hae Ra – Cho Kyuhyun’

Begitulah yang tertulis disana. Omo, apakah tulisan ini ditulis oleh Haera? Kubalikkan lagi ke halaman selanjutnya. Masih ada guratan dengan menggunakan pensil di sudut kanan atas halaman itu..

Miss you, mummy Kyu

Begitu juga dengan halaman-halaman selanjutnya yang kubuka, selalu ada tulisan-tulisan semacam iu seperti boggoshippo, Kyu oppa, aku merindukanmu oppa, dll. Semakin jauh aku membuka halaman novel itu, semakin banyak lagi kata yang kutemukan. Di akhir-akhir halaman aku melihat guratan-guratan yag ditulis dengan pensil yang membentuk kata-kata keputusasaan.

Kyu, apa kau akan datang?

Kyu, apakah aku bisa bersamamu lagi?

Mumi, apakah aku bisa melihat wajahmu?

Mumi, ternyata kau tampan sekali.. Ah, aku berharap bisa memanggilmu Kyu oppa..

 

Akhirnya sampailah aku di halaman terakhir novel breaking dawn dimana ada adegan saat Bella dan Edward saling bercanda ria dan mengatakan akan hidup bahagia selamanya. Guratan dengan pensil itu tidak berada di sudut kanan atas melainkan di sudut bawah sebelah kiri. Guratan itu tampak lebih berantakkan jika dibandingkan dengan guratan yang lain.

Kyuhyun, saranghae….

 

Mataku tiba-tiba terasa sejuk, basah oleh air mata. Air mata itu semakin lama semakin menumpuk di mata sehingga kemudian menetes ke pipi dan dagu, kemudian jatuh menetes pada novel dengan tulisan saranghae diatasnya.

Aku tidak mau seperti ini. Haera. Aku tidak mau hanya melihat tulisan ini. Aku ingin kau yang menyebut kata ini langsung ke telingaku. Haera, nado saranghae

Draapp.. draaapp.. drapp.. sayup-sayup terdengar langkah kaki seseroang yang sepertinya sedang terburu-buru. Kemudian langkah itu berhenti setelah terdengar dia membuka pintu ruangan ini. Suster Taemin??

“Kyuhyun! Palli! (Cepat!) Haera……..”

Ada apa dengan Haera, suster? Tidak, kumohon Haera, aku ingin mendengarmu mengatakan kau mencintaiku!

**********

(Kyuhyun POV)

“Kyu…. Kyu… Kyu…” Haera masih terbaring lemah di ICU tetapi bibirnya tak berhenti bergetar, menggetarkan namaku. Suster Taemin memanggilku kesini karena dia ingin aku melihat betapa Haera sangat merindukanku bahkan sampai terbawa kealam bawah sadarnya. Aku disini Haera, disampingmu! Tak usah bersusah payah memanggilku karena aku ada disini. Ingin rasanya aku mengguncang tubuhnya agar dia terbangun dan membuka mata.

“Aku disini, Haera dan akan selalu disini.”

“Kyu.. Kyu.. Kyu..” Lagi-lagi air mata menetes dari mataku. Saat mendengarnya. Suaranya mulai terdengar semakin kecil. Haera, bangunlah dan lihat, aku berada disini, berdiri disampingmu.

“Haera….” Napasku tersengal karena isakan tangis. “Saranghae….”

Perlahan mata pucat itu membuka kelopaknya. Air mataku semakin deras mengalir tatakala kelopak mata itu membuka seluruhnya. Wajah itu awalnya tampak linglung namun pada akhirnya mata itu hanya terfokus pada wajahku. Tangannya yang mungil dan lemah itu berusaha menggapai wajahku.

Kudekatkan wajahku kepadanya agar dia bisa melihatku dengan jelas. Bibirnya yang pucat menyunggikan senyum tatakala tangannya berhasil menyentuh wajahku, pipiku, hidungku, dan daguku. “Kyu….”

“Ya, ini aku. Namaku Cho Kyuhyun dan aku mencintai Yun Hae Ra.”

Jari-jari pucat dan dingin itu kini terasa menggelitik pipiku yang basah oleh air mata. Perlahan dia menghapus air mataku dengan tangan malaikatnya. “Sudahlah Kyu, jangan menangis lagi…”

**********

(Kyuhyun POV)

Keadaan Haera sebenarnya masih sangat tidak baik tetapi dia bersikeras untuk dipindahkan dari ruang ICU. Dia lebih memilih untuk dirawat di ruangannya yang biasa. Di ruangan dimana dia memiliki lemari, rak buku, serta perkakas yang berwarna-warni itu. Tempat dimana kami pernah menghabiskan waktu berdua.

Aku duduk disamping Haera yang hanya terbaring. Dia bahkan tidak bisa mendudukkan tubuhnya. Kugenggam tangannya, kubelai rambutnya, dan kubisikkan kata-kata cinta. Haera hanya tersenyum dan sesekali menitikan air mata. Apabila ada air mata di matanya yang indah itu, maka aku akan selalu siap untuk mengelapnya dengan tanganku sendiri.

Kau tahu apa yang dokter katakan begitu Haera bersikeras ingin keluar dari ruang ICU? Dokter bilang, ‘Maaf, tetapi tidak ada lagi yang bisa kami lakukan. Biarkan dia melakukan apapun yang ingin dilakukannya di hari-hari terakhirnya.’

“Kyu….” Bahkan suaranya sudah hampir tak terdengar lagi sekarang. “Kyuhyun oppa.”

“Ya, Haera Jagi.”

“Oppa, apa kau percaya surga?”

Lagi-lagi pertanyaan yang tiba-tiba seperti ini. “Ya, aku percaya Haera. Surga tempat kita bisa saling mencintai selama-lamanya.”

Haera menggeleng, “Bagiku, oppa, kau berada disampingku sekarang, menggenggam tanganku, membelai rambutku, dan berkali-kali mengucapkan ‘saranghae’, bagiku ini sudah seperti di surga. Aku tidak butuh surga yang lain. Tempat dimana aku bisa mencintaimu, itulah surgaku.”

Lagi-lagi air mataku menetes. Haera, dirimu adalah surgaku. Akupun sama sepertimu, aku tidak butuh surga yang lain selain dirimu. Tetaplah disisiku, Haera.

“Jangan menangis Kyu oppa. Aku ingin melihat senyummu.” Haera berusaha mengelap air mataku lagi seperti waktu di ruang ICU, tetapi tangannya terlalu lemah untuk itu. Jadi aku mengambil tangannya dan menggenggamnya di pipiku. “Oppa, kau ingat waktu aku bilang aku ingin menikahimu?”

“Ya, aku ingat jagi. Ingat sekali.”

“Oppa, apa kau percaya reinkarnasi?” Tidak, aku tidak mau menjawab pertanyaan seperti itu. Haera, kumohon hentikan ini. “Aku akan bilang pada Tuhan kalau aku tidak ingin pergi ke surganya. Aku ingin tetap berada disisimu apapun bentuknya. Aku akan minta untuk dilahirkan kembali sebagai anakmu yang sehat dan tidak sakit-sakitan. Tidak perlu menjadi istrimu untuk bisa merasakan surgaku. Cukup dengan berada disisimu sebagai anakmu dan bisa mengucapkan ‘saranghae’ setiap hari padamu maka bagiku itulah surgaku. Itulah caraku mencintaimu. Kaulah cinta pertama dan terakhirku di hidupku yang sekarang tetapi di kehidupan yang akan datang tentu aku akan mendapatkan lebih banyak cinta darimu bukan?”

“Haera…. Jagiya…”

“Oppa, apa aku boleh meminta sesuatu?”

Aku mendekatkan kepalaku padanya untuk bisa mendengarkan permintaannya. Mataku tetap terfokus pada matanya yang kelopaknya seperti sudah tidak kuat lagi untuk membuka. “Apapun yang kau minta, jagiya.”

Haera, senyumnya terlihat semakin lemah, “Kalau kau punya anak perempuan nanti tolong beri nama ‘Haera’. Sayangi dia, istrimu, dan saudara-saudara ‘Haera’ yang lain. Cintailah keluargamu nanti dengan sepenuh hati agar rumah ‘Haera’ selalu dipenuhi dengan cinta dan tidak ada yang merasa kesepian.”

Aku meraih tubuhnya dan memeluknya. Haera tolong jangan katakan kalau ini adalah wasiat terakhirmu. Setidaknya berikan aku waktu untuk membahagiakanmu. Biarkan aku menebus segala kepedihan yang kubuat selama aku menghilang.

“Kyuhyun oppa…” Suara itu berbisik di telingaku. “Apa aku boleh mendapatkan ciuman pertamaku sekarang?”

Aku menatap matanya lembut, “Tidak Haera, ini bukan ciuman pertamamu. Aku pernah menciummu sebelumnya.”

“Kalau begitu biarkan aku menerima ciumanmu sekali lagi, oppa. Aku ingin merasakannya. Ciuman manis yang sering dideskripsikan di novel-novel cinta.”

Maka dengan segera aku mendekatkan bibirku pada bibirnya yang pucat sambil tetap memeluknya erat. Ciuman yang lembut untuk Haera yang lembut hatinya. Ciuman itu terasa dingin dan basah oleh air mata. Tuhan, tolong jangan jadikan ini ciuman terakhirnya.

“Kyuhyun oppa…” Haera melepaskan ciumannya lebih dahulu. “Jeongmal jeongmal sarang hamnida…”

Bunyi mesin yang tadinya terdengar putus-putus kini yang terdengar adalah bunyi panjang yang memekakkan teligaku. Itu, bunyi yang paling tidak ingin kudengar. Tubuh peri kecil yang sedang kupeluk tiba-tiba lemas sehingga tidak bisa menopang tubuhnya sendiri. Kelopak matanyapun tidak akan pernah membukakan dirinya kembali.

“ANDWEEEEEEEE!!!!!!!!”

**********

(EPILOG)

Lima belas tahun kemudian

“Haera-ya! Hati-hati jangan sampai jatuh!” Teriakku pada seorang anak perempuan berumur empat tahun (umur Korea) yang menggunakan gaun indah dan sedang bermain-main di taman belakang rumahku. Menyenangkan sekali memperhatikannya bermain sambil duduk di kursi santai yang juga berada di halaman belakangku. Kemudian dia hanya melambai kearahku sambil berkata ‘Ne, Appa!’

Dialah, malaikat kecilku Cho Hae Ra. Anakku satu-satunya hasil buah cintaku dengan istriku. Anak perempuan yang manis dan sangat mudah mengambil hati orang-orang disekitarnya. Persis seperti Haera yang dulu kukenal.

Yeobbo (sayang)..” Seseorang menyentuh pundakku lembut. Sedikit kaget tapi tak lama kemudian aku dapat mengontrol kekagetanku. Ah, hanya istriku ternyata. Istri yang kucintai yang akan menjadi teman hidupku sampai maut memisahkan kami sesuai dengan sumpah yang kami ucapkan didepan banyak orang. “Kau sedang apa?”

Aku menunjuk Haera yang sedang bermain dengan anjing kami. “Melihat Haera bermain. Bukankah dia manis sekali?”

“Tentu saja.” Jawab istriku. “Mukanya mirip sekali denganmu. Ah yeobbo, kalau boleh aku bertanya. Waktu Haera lahir, kenapa kau bersikeras ingin menamainya Haera?”

“Karena itu nama tercantik yang kutemukan.” Istriku tersenyum kecut. Aih, dia cemburu, lucu sekali. “Selain namamu tentunya. Namamu adalah nama yang setiap kali mendengarnya maka semangatku akan bangkit kembali.”

Kemudian aku menerima cubitan mesra di lenganku, “Yak! Evil Kyu! Dasar kau ini. Yeobbo, aku akan menyiapkan sarapan dulu.”

Aku mengangguk dan membiarkannya pergi. Setelah itu aku kembali memperhatikan Haera yang sedang berlari kearahku sambil membawa beberapa tangkai bunga. Omo, dia terjatuh tetapi dia tidak menangis dan menyerah. Sesegera mungkin dia bangkit dan melanjutkan berlari kearahku. “Appa!!!”

Aku menyambutnya dan langsung mengangkat tubuhnya tinggi-tinggi begitu dia sampai ke pelukanku. Haera hanya tertawa-tawa begitu dia sadar kalau tubuhnya sudah berada di tempat yang tinggi.

Begitu dia kuturunkan, Haera memberiku bunga-bunga yang barusan dipetiknya. “Untukka Haera?”

Ne, Appa.” Katanya sambil tersenyum malu-malu. Aih, lucunya anakku.

Aku menusap kepalanya dan dia kembali tertawa setiap kali tanganku menyentuhnya. Haera, kau adalah segalanya untuk Appa. Selain ibumu tentunya. Aku akan melimpahimu dan ibumu dengan cinta yang kupunya. Bukankah itu janjiku padamu di kehidupan yang lalu.

“Haera, apa kau senang?” Tanyaku.

Jeongmal jeongmal Hangbokkhe (benar-benar senang), Appa.” Baguslah Haera, Aku senang apabila kau juga senang. “Appa,saranghae…”

Hihihi, Saranghae adalah kata favorit Haera. Setiap hari tak lupa dia menyebutkan saranghae padaku dan pada ibunya yang tak lain adalah istriku. Kau ini benar-benar orang yang paling mudah disukai seseorang, Haera. Kau menggemaskan ^^ siapa dulu ayahnya, hehehe (narcist).

Aku jongkok berusaha mensejajarkan wajahku dengan wajahnya, “Appa popo (cium Appa)!”

“Muuuuuaaaaaccchhhhh…”

**********

(TAMAT)

26 responses to “Heavenly Love (Yun Hae Ra + Cho Kyuhyun) – part 3 (END)

  1. Ping-balik: Heavenly Love (Yun Hae Ra + Cho Kyuhyun) – part 2 « Korea FanFict Request·

  2. Ping-balik: Heavenly Love – part 2 « SpecialKpopFanfiction·

    • Gomawoyo🙂 boleh aja.. tapi nunggu trip 3 dibuka ya😀 gomawo udah mampir.. ayo terus komen dan like.. yang paling sering ngomen ama nge-like bakal kepilih untuk trip 3🙂

  3. eonni aq ampe nangis baca’nya*lap ingus*
    palagi pas bagian detik2 terakhir haera..
    Oh ya eonni apa bener reinkarnasi itu nyata??

    • Minta tisu gih ama Kyuhyunnie.. kekekeke… Hmm.. kalau di cerita ini, aku nggak mau bilang apa-apa.. biarlah pembaca yang ngira-ngira kira-kira itu beneran reinkarnasi haera atau bukan.. reinkarnasi itu nyata?? Beberapa agama ama kepercayaan (kayak kepercayaan orang Korea yang atheis) mereka percaya reinkarnasi itu nyata. Makanya banyak orang Korea yang ngerasa gampang buat bunuh diri karena mikir toh ntar juga bakalan balik lagi ke dunia. Tapi beberapa agama lain nggak (dan nggak boleh) percaya reinkarnasi. Kamu sendiri percaya atau ngga?

  4. Happy ending!! Aw, ceritanya mengharukan tapi bahagia yaaaa. Jadi senyum2 sendiri baca endingnya nih ^^ istrinya Kyu itu siapa author? Aku ya? HAHAHA #digebukinSparKyu

  5. duuh ceritanya bikin terharu…aq mw dunk dibuatin ff..mian br nongol aq br tw dan br mampir blog ini..#telat banget ya…hehehehe

  6. Ping-balik: Heavenly Love (Yun Hae Ra + Cho Kyuhyun) – part 2 « Asian Fan Fiction Story·

  7. daebakk~~~~
    two thumbs up :’)
    ceritanya keren chingu, bikin nangis bombay T.T
    tapi lain kali bikin yg happy ending ya.. :’D

  8. Kerenn…..
    Mengharukan (º̩̩́Дº̩̩̀) …..
    Ak ng’fans tp jg envy sm sosok yun hae ra ,,, dy bs mengiklaskan org yang dia cintai buat ttp bahagia wlpn tnp dy (º̩̩́Дº̩̩̀) ,,,,
    Daebak deh thor pokok’ny ,, ditunggu cerita” yang lain🙂

  9. terharu thor, sampai aku nangis, #tisu-tisu,
    tp akhirNya Happy. . Uhhuuey,
    ohy, kenapa g dibilang Sich kalau akhirNya istrinya Kyu tu aku.. . #Ngarep.com

    mo baca cerita yg lain yach. . .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s