[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 6

Baca sebelumnya disini

Buat yang baru nangkring di blog ini, baca chapter satu-nya disini atau buka index buat milih chapter yang akan dibaca

———————————————————————

(Jonghyun POV)

Sungguh melelahkan hari ini. Setelah pulang kuliah dan latihan, atas perintah Onew hyung kami membereskan ‘gudang bersih’ kami untuk dijadikan kamar Sora. Sora juga ikut membantu untuk mengeluarkan barang-barang di ‘gudang bersih’ untuk ditata kembali di ruangan yang tersisa. Isi gudang bersih ini tidak banyak, hanya benda-benda yang menurut kami berharga (piala, piagam, golden disk, dll), dan juga benda-benda dari fans. Kemudian ada beberapa rak besar untuk menata benda-benda itu (Sora yang mengeluarkan rak-nya! Aku yakin dia namja! Hanya namja yang punya tenaga sebesar itu!). Rencananya setelah dikeluarkan kami akan menata benda-benda itu di ruang tengah.

Khamsa hamnida, oppa (Terima kasih, oppa).” Mendadak Sora bertingkah seperti yeoja. Bahasa yang dia gunakan resmi sekali. Kami cuma mengangguk menanggapinya kecuali Taemin. Taemin langsung mengeluarkan ke-aegyo-annya dan berkata, “Ne noona!”

Akhirnya semua barang berhasil dikeluarkan. Kami semua berhenti sebentar untuk beristirahat.

Baru saja kami duduk, Sora sudah berkata, “Hyung, kenapa tidak sekalian saja kalian membantuku memasukkan barang-barangku.”

Setelah itu kami beramai-ramai menghajar Sora sambil berteriak-teriak ‘Babo!’. Key memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya. Key terlebih dahulu memusatkan tenaga pada tangannya kemudian menghajar Sora.  Pada akhirnya sih kami juga yang memasukkan barang-barangnya sementara dia pergi mengambil minuman untuk kami. Ah ya, dia masih juga menggunakan mug kucing kesayangan Key tapi sepertinya Key sudah tidak terlalu ambil pusing soal hal itu.

Intinya, kami dan Sora sedikit-sedikit mulai menjadi akrab. Sora juga mengalahkan Minho dalam bermain winning eleven (kalah telak) setelah gagal mengalahkan Minho pada sesi pertama. Kukira Minho akan bersika kekanak-kanakan dengan marah pada Sora seperti yang dilakukan Key. Tapi ternyata tidak, Minho justru senang ada yang berhasil mengalahkannya selain Kyuhyun hyung anggota super junior.

“Sebenarnya ini pertama kalinya buatku untuk bermain winning eleven.” Begitulah pengakuan Sora. “Makanya pada babak pertama aku kalah karena aku masih menyesuaikan diri dengan stik PS dan koordinasi tanganku.”

JINJJA???? (Benarkah?) Aku sudah berlatih bertahun-tahun untuk mengalahkan Minho tapi tetap saja tidak bisa.”

Ne! Aku berani bersumpah untuk itu.”

Sementara Key, Minho, Taemin, dan Onew hyung masih asik berbincang-bincang dengan Sora, aku menuju kamar mandi karena ingin buang air kecil.

Suasana kamar mandi sedikit berubah sejak kedatangan Sora. Biasanya hanya ada lima sikat gigi, kini bertambah menjadi enam. Biasanya hanya ada satu sahmpo dan satu sabun (kami memakai shampoo dan sabun yang sama), kini bertambah menjadi tiga shampoo dan tiga sabun (Sora punya dua shampo dan dua sabun, sabun khusus pria dan sabun khusus wanita, dua-duanya dia pakai secara bergantian). Begitu juga barang-barang lainnya. Biasanya hanya ada satu pasta gigi tapi sekarang menjadi…. Aku melirik kearah gelas yang berisi pasta gigi, EMPAT?

Aku membuka pintu kamar mandi yang tidak jauh dari tempat anggota lainnya bermain PS, “Ada yang membeli pasta gigi baru?”

“Tidak!”

“Tidak!”

“Tidak!”

“Tidak!”

“Aku!” Lalu pandangan kami semua teralih pada Sora.

“Tiga pasta gigi sekali pakai?” Tanyaku heran. YA, yang satunya lagi adalah pasta gigi yang biasanya kami pakai.

Ne! Yang warna biru itu pasta gigi penyegar nafas untuk dipakai di pagi hari. Yang hijau pasta gigi dengan flouride anti gigi keropos untuk dipakai siang hari. Yang warna coklat pasta gigi daun sirih anti sariawan dan bau mulut untuk dipakai malam hari.”

Mwo?

“Apa perlu sebanyak itu?”

“Apa perlu sesering itu menyikat gigimu?”

“Memangnya kau mau gigimu ompong kalau sudah tua nanti, hyung? Kalau kalian mau silahkan, aku sih tidak mau.”

Hh, lagi-lagi pertengkaran dimulai. Lebih baik biarkan saja mereka bertengkar. Aku mau melanjutkan acara buang air kecil dulu aah. Srr.. Ah, lega.. Tapi ngomong-ngomong kamar mandi ini berantakkan sekali ya? Pakaian kotor berserakan dimana-mana. Mesti cepat-cepat ke laundry nih. Tunggu! Laundry? INI KAN HARI LAUNDRY!!!1!

BRAKK!! Saking terburu-burunya aku sampai menggebrak pintu saking terkejutnya, “HARI LAUNDRY!!! Aish, kenapa tidak ada yang mengingatkan sih? Cepat kumpulkan semua kain kotor.”

Ne!” Serempak mereka (Onew hyung, Key, Minho, Taemin) bangkit dan bergegas mengumpulkan semua pakaian kotor mereka.

Mungkin pembaca semua heran mengapa kami sepanik ini. Biar aku jelaskan sambil aku mengumpulkan pakaian-pakaian milikku. Ada satu laundry di SME building dan kami menggunakannya bergantian dengan para penghuni SME building ini. Maka dari itu penggunaan laundry dijatah. Masing-masing kamar mendapat jatah sekali dalam empat hari. Artinya apa bila kami melewatkan satu hari laundry, maka kami harus menunggu empat hari lagi untuk mencuci pakaian-pakaian kami yang berarti juga persediaan baju bersih kami menipis. Laundry akan tutup jam 9 malam. Sekarang sudah jam 8.40. Berarti kami harus cepat mengantar pakaian-pakaian kotor kami untuk dicucikan.

“Baiklah, aku absen dulu. Onew hyung!”

“Hadir!” Kata Onew hyung sambil menunjukkan plastik bening yang berisi pakaian kotornya yang sudah ditumpuk selama empat hari.

“Jonghyun?” Kataku kepada diriku sendiri. “Hadir.” Aku juga menjawab sendiri dengan melempar plastik beningku ke kantong plastik besar.

“Key-umma?”

“Siap!”

“Minho?” Minho tidak menjawab hanya menaruh plastik pakaiannya ke kantong plastik besar.

“Taemin?”

Taemin kebibungan melihat plastik pakaian kotornya yang hanya berisi sedikit pakaian. Dia tidak percaya kalau dia hanya sedikit menggunakan baju dalam empat hari belakangan. Padahal setau kami Taeminlah yang paling sering mengganti baju.

“Ada disini Taemin! Makanya kumpulkan baju kotormu setiap kali mengganti baju! Lihat saja pakaian kotormu berada dimana-mana! Di ruang tengah, kolong kasur, kamar mandi, hh. Susah memiliki anak sepertimu, Taemin!” Mulai kambuh sifat Key-umma yang cerewet lengkap dengan pakaian kotor milik Taemin di tangan kanan dan kirinya.

“Kyaa!! Key-umma! Saranghae (aku cinta padamu)! Kupikir bajuku hilang dicuri orang. Baik Jjong-hyung, pakaianku juga hadir!”

“Terakhir.. Sora?”

Sora yang sedang asik memutar-mutar rubix cube menjawab, “Tidak perlu, aku tidak butuh orang lain untuk mencucikan pakaianku. Ngomong-ngomong Taemin, bisakah kau sedikit becus untuk mengacak rubix ini? Lihat, aku hanya perlu waktu 50 detik untuk menyelesaikannya.”

Bukan Taemin yang menghampiri Sora melainkan Minho. Minho memutar-mutar rubix itu asal-asalan kemudian menyuruh Sora menyelesaikannya. Cukup 5 detik Sora melihat susunan rubix itu kemudian menyusunnya kembali hanya dalam waktu 30 detik.

Onew hyung menatapku seakan-akan berbicara dengan matanya, ‘Kau tentu tau maksud Sora, bukan begitu?’

Ya! Aku tau dengan pasti, kalau dipikir-pikir dia pasti harus menyembunyikan identitasnya. Pakaian dalam perempuan dan laki-laki tentu sangat berbeda. Kalaupun dia membeli dua-duanya (seperti yang dia sering lakukan) tentu akan jelas terlihat mana yang sering dipakai dan mana yang tidak. Dan barang-barang pribadi tersebut sama sekali tidak bisa dipakai bergantian. Tak mungkin kan cowok memakai pakaian dalam cewek, begitupun sebaliknya. Kalau dipikir-pikir dia juga akan mengambil alih tugas membuang sampah. Mungkin terkadang dia harus membuang barang-barang yang harus dia sembunyikan seperti barang-barang yang menunjukkan identitasnya. Ha! Cerdas sekali! Apa memang benar dia menyembunyikan dirinya begitu rapat sampai harus seperti itu?

“Aku bosan main rubix. Jjong hyung, biar aku yang antar pakaian itu ke laundry. Aku sudah tau dimana letak laundry. Lantai dasar bukan?”

Belum sempat aku mengatakan apapun, Sora sudah langsung pergi dengan kantong plastik besar barusan. Leganya, setidaknya berkurang satu tugasku hari ini (Kami membagi tugas dengan jadwal piket dan tugasku adalah membawa laundry hari ini).

“Ini saatnya!” Key tiba-tiba menjadi girang dan menuju pintu kamar Sora. Baru saja dia mau membukanya tapi… “Aah, sial! Dikunci!”

Braakk, pintu depan dibanting, “Dan jangan pernah coba-coba masuk kamarku. Aku sudah menguncinya dan aku mengalungkan kuncinya. Aku pergi dulu! Baik-baik dengan pintu kamarku ya!”

Sora ternyata sudah mengantisipasi kejadian seperti ini. Sementara mata Key memancarkan kekecewaan, mata Onew hyung memancarkan ketidaksetujuan.

“Kan sudah kubilang, tidak ada yang boleh dengan sengaja mencari tau identitas Sora! Mengerti?”

Arrasou.” Tenang Key, masih ada lain kali.

************

(BERSAMBUNG)

Jangan lupa like fanpage kita di facebook juga follow twitter. gomawoyo😀

Gimana FF-nya chingu?? Silahkan di komen dan like-nya (mohon banget malahan)🙂

Klik disini untuk membaca SHINee-ing as Bright as the SKY chapter 7

One response to “[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 6

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 5 « Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s