[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 7

Author: ANGELAFT RACTA

Genre: Romance-Friendship

Casts: SHINee, Sora (OC), super junior, etc.

Buat yang baru nangkring di blog ini, chapter 1-nya bisa di cek disini atau cek index untuk memilih chapter yang akan dibaca

————————————————————————————————————————————————————–

(Sora POV)

Tadi sesaat setelah aku keluar, iseng aku ingin mengecek apa yang akan mereka lakukan tanpa aku. Jadi aku masuk lagi untuk mengecek. Benar saja, Key sedang mencoba-coba masuk kekamarku yang tentunya untuk mencari petunjuk tentang siapa diriku. Key Babo! Sudah jelas aku akan selalu mengunci kamarku dan kuncinya aku jadikan bandul kalung.

Buat para pembaca sekalian, pada POV diriku aku tidak mencantumkan kata panggilan seperti ‘hyung’, ‘oppa’, ‘dongsaeng’, dll. Bukan berarti aku lebih tua dari mereka, tapi lebih kepada alasan kepraktisan. Aku masih ingin membuat para pembaca semua penasaran dengan usiaku jadi aku tidak akan mengungkapkannya dalam waktu dekat.

Dan ah, aku lupa mengatakan kalau tadi siang aku sudah mendaftar di salah satu universitas di Korea. Jurusan Bussiness management. Aku bosan dengan teknologi, mesin, dan pemograman komputer. Aku ada di jurusan Teknik informatika di kampusku sebelumnya (sebelum aku pindah ke Korea). Aku mendaftar di jurusan management karena aku ingin mencoba sesuatu yang baru.

Mampir ke sekolah Taemin hanya akal-akalanku saja. Yah, supaya mereka berpikir kalau aku memang mendaftar ke SMA. Tentunya mereka akan kaget nanti jika sebenarnya aku mendaftar ke kampus. Jadi nanti setelah lewat libur musim panas aku akan mulai bersekolah dan kuliah. Hehehe, aku akan melakukan kedua-duanya agar mereka tidak mendapatkan petunjuk sama sekali tentang berapa usiaku.

Oh tentu saja, aku mendaftar ke kampus dan sekolah dengan nama asliku. Rencananya juga aku akan pergi ke sekolah dan kampus tidak sebagai diriku. Mau mencari ke database manapun tidak akan kau temukan nama ‘Sora’ yang baru datang dan pindah sekolah/kampus ke Korea. Sungguh, aku ini jenius sekali!

Aku bermaksud naik lift yang paling dekat dengan pintu apartmen kami (aku dan SHINee). Pintu lift sudah akan tertutup, jadi aku berlari untuk menahan pintu itu. Berhasil!

Orang yang berada dalam lift itu melihatku. Hanya ada satu orang (selain aku) didalam lift itu. Aku kenal dia, oh kurang tepat, mungkin sebaiknya kubilang aku ‘tahu’ siapa dia. Aku sudah melihat fotonya dan sudah melakukan riset kecil-kecilan tentangnya.

Dia adalah… Kim Kibum, salah satu anggota Super Junior.

***********

(Kibum POV)

“Jangan lupa jadwal besok, Bumie.” Teukie (Leteuk) hyung daritadi terus mengingatknku tentang jadwal latihan yang kerap kali aku lupakan. Hey, aku kan baru kembali dari Amerika! Kembali ke Korea membuat jadwalku semakin padat. Terbiasa bersantai di Amerika, kembali ke Korea membuatku sering melupakan jadwal-jadwal yang harus kupenuhi. Teukie hyung sampai harus mengingatkanku berkali-kali baik melalui sms maupun telpon. Bahkan dia menulis di akunme2day-nya hanya untuk mengingatkanku! Itu berlebihan Teukie hyung! (catatan penulis: me2day adalah web milik korea, hampir mirip twitter, tapi lebih lengkap dari twitter tetapi fiturnya masih kurang dari facebook. Hampir semua artis korea punya akun me2day).

“Aku mengerti.” Ucapan aku mengerti disana ada dua maksudnya. Yang pertama, aku mengerti bahwa aku harus datang tepat waktu untuk latihan besok. Yang kedua, aku mengerti kenapa Teukie hyung bersikap seperti itu. Dia leader kami dan dialah yang bertanggung jawab terhadap semua anggota super junior

“Hati-hati dijalan, Bumie!” Ah, Teukie hyung ini masih terus memanggilku dengan seenaknya. ‘Bumie’ sungguh terdengar seperti nama anak kecil.

“Baik, hyung!”

“Aku serius bumie, berhati-hatilah dijalan. Sudah cukup aku merasakan perasaan itu sekali!”

Aku sangat mengerti perasaan yang dimaksud oleh Leteuk hyung. Pada tahun 2007, pernah terjadi kecelakaan diantara anggota super junior diantaranya Leuteuk hyung, Shindong hyung, dan Kyuhyun. Pada saat itu Kyuhyun bisa dibilang nyaris mati. Enam hari di ICU dan 78 hari rawat inap. Saat merasa bahwa harapannya kecil sekali untuk Kyuhyun tetap hidup, kami semua anggota super junior merasakan frustasi yang tidak bisa dijelaskan hanya dengan kata-kata.

“Baik hyung.”

Keluar dari dorm mereka, langsung terasa sepi diluar dorm. Kira-kira satu jam yang lalu, seluruh anggota super junior (kecuali Kangin-hyung yang masih mengikuti wajib militer) berkumpul di dorm lantai 12. Lima belas menit kemudian Siwon pulang ke rumahnya. Setengah jam yang lalu anggota super junior yang kamarnya ada di lantai 11 kembali ke dorm mereka. Dan akulah yang terakhir meninggalkan dorm lantai 12 meninggalkan para penghuni asli dorm lantai 12 (Leuteuk-hyung, Yesung-hyung, Shindong-hyung, Zhou Mi, dan Henry).

Aku sudah berada di lift saat aku sedang berpikir betapa beruntungnya aku dan Siwon-hyung. Kami berdua tidak tinggal di dorm karena rumah kami sendiri tidak terlalu jauh dari SM building. Beruntungnya, setidaknya kami berdua tidak diributkan dengan tetek bengek seperti masalah laundry.

Laundry? Baru saja aku terpikir tentang laundry, aku melihat seseorang dengan laundry bag besar di kanan dan kiri tangannya.

“Ah!” Dia melihat kearah lift, berlari, dan berhasil mencegah pintu lift tertutup.

Sepertinya tujuannya sama denganku, lantai dasar. Karena kulihat dia tidak menekan tombol apapun begitu dia melihat tombol yang menunjukkan lantai dasar sudah menyala. Tentu saja, laundry kan berada di lantai dasar.

“Hai!” Aku menyapanya duluan mencoba memecah kesunyian didalam lift ini. Siapa dia? Aku belum pernah melihatnya sebelumnya. Tapi ini SM building. Bukan sembarang orang yang bisa tinggal ataupun masuk kesini. Lagipula dia membawa laundry bag. Apa itu berarti dia tinggal disini?

Orang itu (tidak jelas apakah dia cewek atau cowok. Aku tidak bisa melihat ada atau tidaknya jakunnya karena dia mengenakan sesuatu untuk menutupi lehernya) tidak menyahut dan hanya menatapku tajam. Tatapan tajamnya, lebih tajam daripada tatapan Teukie hyung saat dia marah. Wajahnya cukup menarik, tampak seperti orang Asia Timur lainnya.

“Kau tinggal disini?”

I’m sorry, I didn’t get you. I can’t speak Korean” (Maaf, aku tidak mengerti ucapanmu. Aku tidak bisa berbicara Bahasa Korea.)

Aku kaget ketika mendengar dia berbicara dalam Bahasa Inggris. Apalagi dalam Bahasa Inggris yang fasih. Mengerti fasih menurutku? Sama sekali tidak terdengar seperti orang Korea yang berbicara Bahasa Inggris.

Ok, I have no prob with English. My name is Kibum, what’s yours?” (Baiklah, aku tidak bermasalah dengan Bahasa Inggris. Namaku Kibum, siapa namamu?)

Sora.”

Japanese? Aku pernah mendengar bahwa ‘Sora’ berarti ‘langit’ dalam Bahasa Jepang.” (catatan penulis: biar praktis dan nggak perlu nulis Inggris – Indonesia, jadi tulisan yang dicetak miring berarti diucapkan dalam bahasa Inggris).

No, I’m not a Japanese.

Then?”

       “Secret.” (Rahasia)

Dibilang rahasia aku jadi tambah penasaran, “Bagiku kamu tampak seperti orang Korea, Cina, Taiwan, atau Jepang mungkin. Yang jelas tampak seperti orang Asia Timur.”

       “Whatever.” Sesaat anak yang bernama Sora ini terdiam. “Tapi aku berani bersumpah demi kepalaku kalau aku bukan berasal dari Asia Timur. Potong telingaku kalau aku berbohong.”

       Sepertinya tipe anak yang tidak suka didebat. Jadi aku diam saja begitu dia selesai berbicara

Sebenarnya masih banyak yang ingin kutanyakan pada orang asing ini tapi lift sudah sampai di lantai dasar, tujuan kami. Sora cepat-cepat keluar dari lift tapi aku buru-buru mengejarnya.

Hey! Tunggu.”

Berhasil, Sora berbalik, “Ya?”

“Sepertinya buru-buru sekali.  Kau mau kemana?”

Bukankah sudah jelas? Laundry!” Sora mengangkat laundry bag-nya. Aish, ada apa dengan anak ini? Jutek sekali. Padahal siapa sih yang tidak akan menjadi ramah bila sudah bertemu dengan Kim Kibum ini. Senyum mautku bisa menaklukan hati orang baik cowok maupun cewek bukan?

“Kenapa terlalu terburu-buru?”

       “Laundry tutup jam sembilan. Tinggal lima menit waktu yang tersedia.” Sora segera berlari sambil menenteng laundry bag-nya.

Hoop! Aku berinisiatif untuk membantunya mengangkat laundry bag yang satu dan berlari bersamanya. Larinya cepat juga. Sampai akhirnya kami berdua sampai di laundry yang sudah mau tutup.

“Tunggu!” Lagi-lagi Sora harus berlari mengejar sesuatu yang hampir pergi. Sedikit kaget ketika dia mengucapkannya dalam Bahasa Korea.

Sora mengatur nafasnya yang masih terengah-engah. Ketika berhasil sudah terkumpul, baru Sora mulai bernafas, “Lantai 12.. hosh… hosh… nomor 9.”

Cewek penjaga laundry itu sedikit kesal pada mulanya. Tapi begitu melihat sosokku yang juga membawa laundry bag dia langsung tersenyum. Tuh kan, masa’ senyum mautku yang berlaku untuk siapa saja ini tidak berlaku untuk Sora!

“Sama. Ini juga punya dia.” Aku menyerahkan satu laundry bag yang tadi kupegang.

“Lantai 12 nomor 9.” Penjaga laundry mengecek kembali daftar pelanggannya. “Dorm SHINee? Ada apa dengan mereka? Setiap hari laundry selalu saja kejadiannya seperti ini. Hampir lupa. Parah sekali. Kalau mereka tidak tampan, sudah pasti aku tidak akan menunggu pakaian mereka dan sudah tutup daritadi!”

Miyane.” Kata Sora kemudian. Hey, tadi dia bilang dia tidak bisa berbahasa Korea. Sekarang dia bisa mengerti yang dikatakan cewek laundry ini. Padahal kecepatan berbicara cewek yang sedang mengomel tentu sudah bukan rahasia lagi. Terlalu cepat!

Lantai 12 nomor 9? Benarkah? Dorm SHINee? Tidak salah lagi, berbeda 2 nomor dari dorm Teukie hyung yang bernomor 7. Sora membawa laundry bag milik SHINee? Bagaimana bisa? Apakah Sora merupakan salah satu anggota ‘Shawol’ (fan group SHINee)? Tapi kalau dia hanya ‘shawol’, tak mungkin membawa laundry bag bukan?

“Oke, selesai. Kembalilah dua hari lagi. Kalau kau mengantarkannya pagi tadi, kau bisa mengambilnya besok. Tolong ingatan mereka untuk mengantarkan pakaian kotor mereka di pagi hari.”

“Baik.”

Sora pergi tanpa mengucapkan terimakasih kepadaku. Sedikit sebal sebenernya, tapi aku masih penasaran dengan anak ini. Jadi begitu dia naik lift, aku tetap mengikutinya. Awalnya aku berpikir dia akan bertanya mengenai kedatanganku atau setidaknya heran kenapa aku tetap mengikutinya. Tapi sepertinya dia tidak terlalu peduli dengan kehadiranku.

“Kau bilang tadi tidak bisa Berbahasa Korea.” Aku berbicara sambil memperhatikannya memencet tombol nomor 12.

“Cuma sedang malas berbicara saja. Bahasa Inggris orang Korea tidak bagus, jadi kubilang saja aku tidak bisa berbahasa Korea.”

Aku jadi teringat Eunhyuk-hyung yang bahasa Inggrisnya benar-benar parah. Dia hanya tau ‘I love you’ dan ‘You are so gorgeous’, “Kalau begitu kau salah menduga. Bertahun-tahun aku tinggal di Amerika jadi Bahasa Inggrisku cukup bagus.”

“Aku tahu.” Barulah Sora menatapku sebentar. “Tapi tadi aku lupa untuk sesaat. Dan bodohnya aku menggunakan alasan ‘tidak-bisa-berbahasa-Korea’ untuk membuatmu berhenti bicara.”

“Kau tahu? Kau tahu siapa aku?”

“Ya, aku bahkan melakukan riset sedikit tentang super junior. Kau Kim Kibum, salah satu anggota super junior yang baru kembali dari Amerika. Lahir di Seoul 21 Agustus 1987. Aku benar kan?”

“Lalu kenapa kau bersikap seperti itu kepadaku?”

Sora berhenti berjalan dan berbalik kearahku dengan pandangan super tajam, “Lalu kau ingin aku bersikap seperti apa?”

Ditanya seperti itu aku justru tidak bisa berkata apa-apa. Terpaku untuk sesaat sampai akhirnya Sora lelah menunggu dan akhirnya melanjutkan perjalanannya keluar lift.

“Hey, tunggu!”

Sora tidak menghiraukan panggilanku dan langsung masuk ke pintu nomor 9. Dorm SHINee. Kenapa dia bisa masuk seenaknya kedalam dorm SHINee? Siapa dia? Kerabat salah satu anggota SHINee kah?

Entah apa yang ada didalam pikiranku, aku mengetuk pintu kamar nomor 9 itu. Masih penasaran dengan orang yang aneh itu.

“Ya?” Key yang membukakan pintu itu. Aku mengenal Key sejak dia masih dalam masa trainee. Sedikit akrab sebenarnya, mungkin karena nama asli kami sama. Key adalah nama panggungnya. Nama aslinya ‘Kim Kibum’. Hahaha, sama persis bukan? “Oh, Kibum hyung? Ada apa?”

Aku melongo kedalam dorm mereka dan hanya menemukan Key, Onew, Jonghyun, Minho, dan Taemin disana. Dimana anak tadi? “Tidak, tidak ada apa-apa. Maaf mengganggu kalian.”

Aneh sekali. Padahal aku yakin kalau anak tadi masuk kedalam dorm SHINee. Lalu kemana perginya sekarang? Ah, mungkin aku terlalu sibuk syuting sehingga ada yang tidak beres dengan mata dan otakku. Sudahlah, lebih baik aku segera pulang dan tidur.

Tak lupa aku mengupdate status twitter dari iphone-ku. Setidaknya 128760 followers-ku setia menungguku meng-update status. Akun twitter-ku @ikmubmik , silahkan apabila pembaca sekalian ingin mem-follow-ku.

Bertemu anak aneh di lift, tapi tiba-tiba saja anak itu menghilang. Apakah dia benar-benar manusia? Atau memang ada yang tidak beres dengan mata dan otakku?’

Sedetik kemudian banyak sekali yang meng-komen status-ku tersebut. Ah sudahlah, nanti saja apabila sudah sampai dirumah baru aku akan membalas beberapa mention yang masuk. Sekarang, ayo pulang!!

**********

(Sora POV)

 

Aish, ada apa dengan otak ber-IQ 145 milikku ini? Bisa-bisanya aku melupakan fakta kalau Bahasa Inggris Kibum jauh lebih baik dibandingkan rata-rata orang Korea. Padahal aku sudah berkali-kali menghapal data-data mereka.

Padahal aku tadi sudah sengaja berura-pura tidak bisa berbahasa Korea karena aku sedang malas berbicara. Semakin sedikit yang mengenalku akan semakin baik. Peluang identitasku akan ketahuan akan semakin kecil. Bukankah itu yang kuharapkan?

Seseorang mengetuk pintu. Ah, itu pasti dia, Kibum! Aku bisa merasakan tatapan mata penuh rasa penasaran saat dia melihatku. Shit! Aku langsung buru-buru masuk kamar dan menguncinya.

Key yang membukakan pintunya. Dan sayup-sayup aku mendengar Key berbicara, “Oh, Kibum hyung. Ada apa?”

Selanjutnya aku mendengar suara Kibum, “Tidak, tidak ada apa-apa. Maaf mengganggu kalian.”

Ah, leganya. Setidaknya dia tidak nekat masuk dan menggeledah dorm ini. Aku benar-benar malas berhubungan dengan orang baru dan ditanya-tanya tentang diriku.

Tok.. tok… Seseorang mengetuk pintuku, “Sora?”

Suara Onew memanggilku, “Ne oppa?”

“Kau baik-baik saja?”

Ne. Oppa tidak usah khawatir.” Ah, mereka terlalu mengkhawatirkanku.

**********

(bersambung) klik disini untuk membaca SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 8

Jangan lupa like fanpage kita di facebook juga follow twitter. gomawoyo😀

One response to “[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 7

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 6 « Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s