[FREELANCE] Jeongmal Miyanhae – Yesung, Donghae Super Junior, Seohyun SNSD

TITLE: Jeongmal Mianhae

Author: Sariidesriani (facebok: click here , twitter: @aiai2512 )

Casts: Yesung (Super Junior), Seohyun (SNSD), Donghae (Super Junior)

Genre: Romance

—————————————————————————————————————————-

 

To : J YeSung oppa J 

 jangan lupa mkan siangmu.

 saranghaeyo oppa..

 sending…

 drrt..drrt..

 1 new message

From : J YeSung oppa J 

 Ne..

Seohyun menghela nafas berat membaca balasan pesan dari kekasihnya itu. Belakangan Seohyun merasa bahwa Yesung sudah tidak peduli lagi padanya. Sudah beberapa hari ini mereka tidak ada bertemu. Menurut Seohyun, Yesung terlalu sibuk dengan teman-temannya, sehingga ia lupa bahwa ia punya Seohyun, kekasihnya. Komunikasi mereka memang sedang tidak baik belakangan ini. Jika bukan Seohyun yang mengirim pesan terlebih dahulu, Yesungpun tidak akan memulai. Seohyun sadar akan sifat kekanak-kanakan dan cuek Yesung, tapi menurutnya ini sudah kelewatan.

Seohyun menghela nafas berat sekali lagi. Perang fikiran yang sedang terjadi membuatnya jenuh dan letih. Disatu sisi dia tak ingin meninggalkan Yesung, tapi disisi lain dia merasa sangat capek.

“Seohyun-ssi?” sapa seseorang dari arah belakang.

Seohyun yang sedang melamun terkejut dibuatnya, dan langsung menoleh ke sumber suara, “Ah, Donghae. Kau rupanya.” serunya saat mendapati Donghae telah berdiri dibelakangnya.

“Apa yg kau lakukan ditaman ini sendiri?” tanya Donghae seraya duduk di ayunan kosong disebelah Seohyun.

Aniyoo..” jawab Seohyun lemas dan menatap kosong ke depan.

“Kenapa lagi si kepala besar itu, he?” tanya Donghae yang sepertinya sudah hafal dengan suasana seperti ini.

Seohyun hanya diam. Selama ini memang hanya Donghae yang tau masalah antara Yesung dan dirinya. Donghae adalah sahabat dekat Yesung, jadi Donghae sudah mengenal Yesung seperti mengenal dirinya sendiri. Dan setiap ada pertengkaran di antara mereka, Seohyun selalu mengadu kepada Donghae. Bahkan Seohyun sudah meganggap Donghae sebagai saudaranya sendiri.

“Menurutmu, berapa lama aku akan bertahan dengannya?” tanya Seohyun tiba-tiba sambil tetap memandang kosong ke depan.

Donghae menatap Seohyun seketika, “Mwo?” suara Donghae terdengar sangat terkejut, “Ada apa denganmu? Tidak biasanya kau berbicara seperti itu.”

Seohyun hanya menggeleng, “Aku hanya merasa capek.”

“Aish..” Donghae terdengar kesal, “Apa lagi yang dilakukannya?”

Lagi-lagi Seohyun hanya diam. Menurutnya masalah ini biarlah hanya dia yang tau. Walaupun selama ini Donghae selalu membantunya. Tiba-tiba ponsel Seohyun bergetar. Umma’s calling tertera dilayarnya.

Yobosseoyo? Ne, aku akan segera kesana.” Seohyeonpun menutup ponselnya dan beranjak dari ayunan.

Miann, Donghae. Aku harus segera pergi.”

Gwaenchana, Seohyun-ssi. Apa perlu aku mengantarmu?” tanya Donghae.

“Ah gomawo, tapi tidak perlu. Aku bisa pulang sendiri. Annyeong.” pamit Seohyun seraya sedikit membungkuk.

Annyeong,” balas Donghae.

***************

“Hyung..” panggil Donghae.

Yesung yang saat itu sedang bermain game diponselnya tidak menghiraukan panggilan itu, dia tetap saja asyik dengan gamenya.

“Hyung!” panggil Donghae sekali lagi, kali ini ia sudah duduk disis kiri Yesung.

“Omo! Omo! Aish…” ucap Yesung bersemangat dan tetap tidak menghiraukan Donghae. Sepertinya ia sedang asyik sekali.

Tiba-tiba Donghae merebut ponsel Yesung, “Hya! Apa-apaan kau ini? Apa kau tidak lihat aku sedang bermain? Aish..” Yesung terlihat sangat kesal, “Kembalikan ponselku!” pintanya kemudian.

Tapi bukannya mengembalikan ponsel Yesung, Donghae malah langsung mematikan ponsel Yesung dan meletakkannya di atas lemari kecil di samping tempat tidur Yesung. “Kita perlu bicara!” seru Donghae kemudian.

“Bicara apa?” tanya Yesung kesal seraya memanyun-manyunkan bibir mungilnya.

“Apa yang sedang terjadi antara kau dan Seohyun?” tanya Donghae seraya menatap serius ke arah Yesung.

Mwo?” Yesung terlihat kaget dengan pertanyaan Donghae, “Maksudmu?”

Donghae menghela nafas, “Tadi siang aku bertemu dengannya di taman bermain, sedang duduk sendiri dan terlihat kusut sekali. Apa kalian sedang ada masalah?”

Yesung terlihat berfikir sejenak, “Aniyoo..

“Benarkah?”

Kali ini Yesung hanya menjawab dengan anggukan, “Kami baik-baik saja.”

“Tapi kenapa dia bertanya seperti itu kepadaku?”

“Bo? Bertanya apa?” tanya Yesung tak mengerti

“Ah, tidak. Lupakan!” kata Donghae kemudian, “Apa kau tidak menghiraukannya lagi?”

Donghae tahu betul, masalah ini yang selalu membuat mereka tidak akur. Seohyun merasa Yesung tidak memerhatikannya, tapi Yesung tidak merasa begitu dan menganggap dirinya biasa saja. Sifat keras kepala Yesung yang satu ini yang sulit dihilangkan. Dia memang masih kekanak-kanakan walaupun umurnya jauh lebih tua daripada Donghae.

“Aish.. aku tidak pernah tidak menghiraukannya. Dia saja yang terlalu merasa begitu.”

Donghae kemudian memegang pundak Yesung dan berkata, “Hyung, coba sekali-sekali untuk tidak mendahulukan egomu itu. Mungkin selama ini kau merasa kau memang biasa saja, tapi yang menilaimu orang lain. Mungkin Seohyun memang benar.” dan kemudian beranjak keluar dari kamar Yesung.

“Aish! Apa sih maksudnya?” gerutu Yesung.

Tapi Yesung tidak memperdulikan omongan Donghae. Kemudian dia meraih ponselnya dan kembali bermain game yang tadi sempat tertunda.

*******************

“Mianhae.. tapi aku sungguh tak sanggup kalau kau seperti ini terus. Lebih baik kita akhiri saja semuanya.” Ucap Seohyun siang itu.

Saat ini Seohyun dan Yesung sedang duduk berdua di taman tempat mereka biasa bertemu. Sejak kejadian 3 hari yang lalu, Seohyun selalu memikirkan apa yang harusnya dia lakukan. Setelah berfikir panjang, akhirnya Seohyun mengambil keputusan itu, walaupun dia tidak yakin dengan keputusannya sendiri.

“Jadi maksudmu kau ingin putus denganku?” tanya Yesung tak percaya.

Seohyun menghela nafas sedikit panjang, “Ne. Gomawo selama ini kau sudah mau menjadi namjachingu-ku dan menemani hari-hariku.”

Mata Seohyun kini terasa mulai panas, dia sadar sebentar lagi air mata pasti akan tejatuh dari mata coklatnya. Segera saja dia menarik nafas dalam-dalam untuk menahan desakan air mata itu.

Yesung hanya bisa tertunduk mendengar ucapan Seohyun. “Ada apa denganmu?” tanyanya kemudian dan menatap heran ke arah Seohyun.

Aniyoo.. tapi aku rasa inilah yang terbaik untuk kita. Sekali lagi gomawo..”

Kurae, jika itu maumu. Semoga kau bahagia.”

Yesung pun beranjak dan meninggalkan Seohyun sendiri di taman itu. Air mata yang sedari tadi di tahan Seohyun pun akhirnya mengalir dengan sendirinya. Seohyun kini merasa benar-benar kehilangan Yesung, mungkin untuk selamanya. Tapi ini sudah menjadi pilihannya. Dan semoga saja dia tidak salah langkah. Biarlah hanya dia dan Tuhan yang tahu betapa dia masih sangat mencintai Yesung.

Saranghae oppa..” ucapnya lirih di antara tangisnya

********

Hari berikutnya terasa sedikit berbeda bagi Seohyun. Biasanya setiap pagi dan jam makan, Seohyun selalu mengirim pesan kepada Yesung, walaupun pesan itu hanya sekedar menyapa atau mengingatkan Yesung untuk makan. Tapi kini dia tak perlu lagi melakukannya. Dia merasa begitu sepi sekarang, tapi apa Yesung merasakan hal yang sama terhadapnya? Dan seminggu lagi hubungan mereka genap setahun. Apa Yesung mengingatnya? Seohyun cepat-cepat menepis fikiran-fikiran yang dianggapnya mustahil ini. Tak mungkin seorang Yesung yang cuek mengingatnya, apalagi hari jadi mereka. Mungkin saja sekarang dia sedang bersama wanita lain.

“Eonni..” panggil Hyuna, adik Seohyun

Seohyun menoleh kearahnya, “Bo?”

Hyuna pun berjalan mendekati Seohyun yang sedang duduk dibawah sebuah pohon rindang dirumah mereka.

“Ada apa denganmu, Eonni? Kau terlihat tidak sehat.” Tanya Hyuna saat setelah duduk persis disebelah kanan Seohyun.

Seohyun menghela nafas, “Aku putus dengan Yesung.”

“Jinjha?” tanya Hyuna kaget, “Kau putus dengan Yesung-oppa?”

Seohyun hanya mengangguk lemah. Bibirnya seperti tidak sanggup untuk digerakkan meskipun hanya untuk mengatakan “Ne

“Waeyo? Bukannya kalian baik-baik saja?” tanya Hyuna heran.

“Mungkin memang sudah saatnya.”

Hyuna hanya mengangguk, tak ingin bertanya apa-apa lagi. Karena dia tahu kalau eonni-nya sudah seperti ini, paling benci dilempari banyak pertanyaan. Kemudian dia mencoba menghibur Seohyun dengan lelucon-leluconnya. Seohyun merasa sedikit terhibur dibuatnya.

*******

“Bagaimana hubunganmu dengan Seohyun, Hyung?” tanya Donghae.

Pagi itu mereka sedang sarapan bersama diruang makan asrama bersama member lainnya.

“Sudah berakhir.” Jawab Yesung cuek seraya menyuap sesendok sereal kedalam mulutnya.

Eunhyuk yang sedang minum menjadi tersedak mendengar ucapan Yesung barusan, “Jinjha??” tanyanya tak percaya.

Yesung hanya mengangguk dan menyuap sereal sekali lagi.

“Aigoo.. kenapa bisa begitu?” tanya Donghae kemudian.

“Dia yang memintanya.”

“Lalu kau iyakan saja permintaannya itu?” tanya Donghae lagi.

Yesung mngangguk lagi seraya menenggak habis susu dalam gelasnya.

Aish.. Jeongmal paboniya! Kenapa kau sia-siakan dia? Apa kau tidak menyayanginya lagi?” Donghae terlihat kesal melihat tingkah polos Hyungnya yang satu ini.

“Tentu saja aku masih menyayanginya.” Tukas Yesung

“Kau ini memang benar-benar seperti anak kecil, Hyung. Semoga saja kau tidak menyesal.” Donghaepun beranjak dari meja makan.

Kenapa aku yang harus menyesal? Bathin Yesung. Sampai saat ini Yesung tidak mengerti jalan fikiran Donghae seperti apa. Dia selalu mengatakan Yesung seperti anak kecil, padahal dialah seharusnya yang dikatakan Yesung sebagai anak kecil, karena umurnya jauh lebih muda dibandingkan Yesung.

Sebenarnya sejak kejadian kemarin, Yesung merasa sedikit kesepian karena saat dia terbangun tidak ada lagi pesan dari Seohyun masuk dalam ponselnya yang selalu mengingatkannya untuk sarapan pagi. Mungkin ini hanya sementara, fikir Yesung. Jadi dia tidak terlalu ambil pusing. Dan dia juga tidak merasa bersalah sedikitpun atas kejadian kemarin.

“Hyung, benar kau putus dengan Seohyun?” tanya Eunhyuk yang masih tidak percaya.

“Ne.. untuk apa aku berbohong!” jawab Yesung pasti.

“Tapi kenapa kau biasa saja?”

Dahi Yesung berkerut, “Jadi aku harus bagaimana? Apa aku harus menangis dan mengurung diri dikamar seharian?”

“Anniyoo.. setidaknya kau terlihat sedih. Tapi kau malah terlihat seperti tidak terjadi apa-apa kemarin.”

“Aish.. sudahlah! Tak ada gunanya aku sedih.” Jawab Yesung kesal, “Ngomong-ngomong, kita jadi akan latihan siang ini?” tanya Yesung berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Ne..” jawab Enhyuk singkat.

Kemudian Yesungpun berjalan menuju kamarnya dan mengambil ponselnya. 4 new message. Dibukanya satu persatu pesan itu, berharap salah satunya dari Seohyun. Tapi ternyata tidak satupun pesan itu dari Seohyun, hanya pesan dari dongsaeng dan ummanya. Tanpa sadar dia sedikit kecewa. Selama ini pesan Seohyun lah yang selalu ditunggu-tunggunya. Tapi kini tak akan ada lagi pesan dari Seohyun masuk ke dalam ponselnya.

**********

“Yesung! Ada apa denganmu? Kenapa daritadi gerakanmu salah terus?” tanya Lee-teuk saat mereka latihan dua hari berikutnya.

“Miann, Hyung. Aku kurang konsentrasi.” Ucap Yesung seraya sedikit membungkuk.

“Sudahlah. Lebih baik kita istirahat dulu!” Perintah Lee-teuk kemudian.

Para member lainpun duduk bersandar di dinding ruang latihan seraya meminum minuman yang mereka bawa. Sesekali mereka bersenda gurau dan tertawa lepas. Hanya Yesung yang tidak bisa tertawa lepas seperti member lainnya. Sepertinya pernyataannya yang mengatakan kalau dirinya tidak akan apa-apa tanpa Seohyun dua hari yang lalu salah besar. Nyatanya kini dia merasa sangat kesepian.

“Ada apa denganmu, Hyung?” taya Donghae saat melihat Yesung tidak seceria biasanya dan mengambil posisi disebelah kirinya.

“Kau benar. Aku memang bodoh sekali sudah menyia-nyiakan Seohyun.” Akunya kemudian, “Aku merasa sangat kehilangannya sekarang.”

Donghae merangkul bahu Yesung, “Jika kau benar-benar masih manyayanginya, menurutku kau belum terlambat. Tapi aku harap kau sudah sadar dengan kesalahanmu yang membuatnya harus mengambil keputusan ini.”

Yesung menatap Donghae tak mengerti.

“Jadi kau masih merasa tidak bersalah?”

“Aku tidak melakukan apa-apa.” Ucap Yesung berusaha membela diri.

Donghae hanya tertawa kecil, “Kau memang tidak melakukan apa-apa, tapi naluri kekanak-kanakan dan egomulah yang

telah melakukannya!”

Yesung makin tidak mengerti sekarang apa yang sedang dibicarakan Donghae.

“Begini, Hyung. Kau itu terlalu cuek padanya. Seharusnya sesibuk apapun, kau tetap menyisakan waktumu untuknya. Dia seorang wanita. Dia juga ingin kau perhatikan, bahkan kalau bisa kau perlakukan dia seperti seorang putri.” Jelas Donghae panjang lebar

“Jinjha?”

Donghae hanya mengangguk. Yesung tertegun mendengar penjelasan Donghae. Fikirannyapun kembali ke 2 bulan terakhir ini. Memang belakangan ini dia sibuk sekali dengan latihan-latihan dan sering tidak menghiraukan pesan dari Seohyun. Tapi seharusnya Seohyun bisa mengerti dengan keadaannya.

“Seharusnya dia bisa mengerti posisiku!” jawab yesung kemudian.

“Hyung, dia selalu mengerti posisimu. Dan dia tak pernah mempermasalahkan itu. Dia hanya ingin kau sedikit memperhatikannya saja. Setidaknya ubah gaya smsmu. Pesan-pesanmu benar-benar tidak seperti pesan seorang kekasih.”

Yesung terkejut mendengar perkataan Donghae barusan, “Mwo? Bagaimana kau tahu…”

“Aku tak sengaja melihatnya waktu itu.” Jawab Donghae cepat, “Aku rasa di situlah permasalahan kalian.

Yesung masih tidak percaya bahwa selama ini pesan-pesan darinya yang menjadi masalah. Dia berfikir sejenak, mungkinkah sebuah pesan singkat bisa menjadi masalah besar? Saat dia sedang sibuk dengan fikirannya, Lee-teuk pun memanggil semua member untuk kembali latihan.

“Baiklah, Yesung-ssi. Aku harap kali ini kau lebih serius lagi.” Lee-teuk mengingatkan Yesung

*******

Malam itu Seohyun pulang kerja lebih awal. Hari ini swalayan tempat ia bekerja tidak terlalu ramai. Jadi dia bisa pulang lebih awal dari jadwal yang biasanya. Saat ia sampai dirumah, Umma, Appa dan dongsaengnya sedang makan malam bersama.

“Ah, kau pulang tepat waktu, Seohyun.” Ujar Umma, “Kami baru saja mau memulai makan malam.”

“Kau pasti belum makan, kan?” terka Appa

Seohyun hanya tersenyum, “Ne, Appa..”

“Duduklah. sudah lama kita tidak makan bersama seperti ini.” Ujar Appa seraya menarikkan kursi untuk Seohyun.

Seohyunpun duduk dan ikut makan bersama yang lainnya. Memang sejak Seohyun bekerja dia jarang punya waktu makan malam bersama keluarganya. Terkadang dia pulang sudah larut malam. Momen-momen seperti sekarang ini yang tak ingin Seohyun lewati. Malam ini Umma memasakkan kimchi kesukaannya.

Sejenak Seohyun berfikir, kalau saja ia masih bersama Yesung, hari ini tepat setahun mereka bersama. Seohyun sebenarnya sudah berusaha untuk tidak menghiraukannya, tapi tetap saja tidak bisa. Dia selalu berharap bahwa hari ini masih bisa ia lewati bersama Yesung. Tapi ia tahu harapannya ini terlalu mustahil.

Setelah makan malam selesai, Seohyunpun merebahkan tubuhnya diatas ranjang, berusaha mengistirahatkan tubuh dan matanya yang terasa amat lelah. Tapi baru saja dia ingin memejamkan mata, terdengar suara seseorang yang amat dikenalnya sedang bernyanyi di luar kamarnya. Seohyun pun langsung beranjak dan mengintip dari balik tirai jendela. Ternyata dugaan Seohyun benar.

*******

“Aku akan menemuinya malam ini dan meminta maaf.” Kata Yesung kepada Donghae saat makan malam.

Donghae tersenyum, “Semoga berhasil, Hyung.” Ucap Donghae seraya merangkul bahu Yesung.

Setelah latihan kemarin, Yesung merenungkan setiap kata-kata yang dilontarkan Donghae. Awalnya Yesung sempat marah pada Donghae, tetapi setelah semalaman ia memikirkannya, Donghae memang benar. Dia terlalu cuek, bahkan seolah tidak peduli pada Seohyun. Padahal sebenarnya Yesung tak pernah berniat seperti itu. Dan mungkin komunikasi mereka selama ini juga mulai berkurang, sejak Yesung disibukkan dengan jadwal latihan yang padat

Malam ini, Yesung akan datang kerumah Seohyun dan meminta maaf padanya. Dia baru sadar bahwa dia tak bisa hidup tanpa Seohyun di sisinya. Dan dia berharap, Seohyun bisa memaafkannya. Semoga saja dia pulang cepat malam ini! Bathin Yesung berharap.

Setelah selesai makan malam, Yesungpun berangkat kerumah Seohyun dengan meminjam mobil Shiwon. Jantungnya terasa berdetak lebih cepat dari biasanya. Sekitar 15 menit, diapun sampai di depan rumah Seohyun. Sekilas dilihatnya Seohyun baru saja memasuki rumah. Dia datang tepat waktu ternyata.

Yesung memarkirkan mobilnya di depan pagar rumah Seohyun dan kemudian memasuki perkarangan rumahnya. Dengan gitar ditangan, Yesungpun duduk di perkarangan depan kamar Seohyun yang berada disebelah barat. Yesung ingat betul disana ada bangku panjang tempat mereka menghabiskan sore bersama. Sesampainya disana, Yesung menunggu beberapa saat sampai tedengar suara pintu kamar Seohyun terbuka dan menutup. Kemudian diapun mulai menyanyikan lagunya.

(Love Really Hurts-Yesung)

nan sumeul swil su obseoyo

kireul ilheo beoryeotjyo

nae kieoki maemalra beoryeoseo

geureondedo geudaen taeyeonhi ahmu sanggwan obketjyo

majimak ilkeorago aeseo kkeonaejyo

mianhae chongmal mianhae 

yi malchochado mianhae

chamsimyeon urin modu ilke dwildenikka

sarang cham apeuda neomu ahpeuda

swimeobsi nal utkehago ggeuteobsi nareul ulrinta

sarang cham uhseumta chongmal duryeomta

jebal yije geuman ggumeul ggaeke haejwoseumyeon johketda

itjima jebal itjima

geureon keojitmaldo gwaenchanha

chamsimyeon urin modu ilke dwildenikka

sarang cham apeuda neomu ahpeuda

swimeobsi nal utkehago ggeuteobsi nareul ulrinda

sarang cham uhseumta chongmal duryeomta

jebal yije geuman ggumeul ggaeke haejwoseumyeon johketda

geuriwo ne yireumil bureulddaemada

keomyi nal mankeum ddeolryeoul mankeum saranghaeseotdago

mitgosipta

kaseumyi meomchunta

nunmulyi chanda

swimeobsi nal utkehago ggeuteobsi nareul ulrinda

sarang cham uhseumta chongmal duryeomta

jebal yije geuman ggumeul ggaeke haejwiseumyeon johketda 

Seohyun yang sedari tadi hanya memperhatikan dari balik jendela kamarnya, ternyata tak dapat membendung air mata lagi. Iapun berlari keluar dan langsung berhambur ke dalam pelukan Yesung. Seohyun memeluk Yesung erat, dan Yesungpun membalas pelukan itu. Setitik air mata mengalir dari mata sipit Yesung.

“Jeongmal mianhae, Chagiya…” Ucap Yesung lirih seraya mengecup puncak kepala Seohyun, “Aku memang bodoh sudah menyia-nyiakanmu begitu saja.”

Kemudian Yesung melepas pelukan itu dan berkata, “Saranghae, Chagiya…” Seraya mengecup bibir Seohyun lembut.

Malam itu menjadi malam setahun terindah bagi Seohyun, karena doanya agar dapat melewati setahun bersama Yesung terkabul.

*********************************

(END)

Gimana Ffnya chingu?? Jangan lupa dikasih komen ya J biar authornya nambah semangat buat ngupload.. Yang mau jadi author freelance dan ceritanya dimuat di blog, silahkan kirim cerita beserta emailnya ke asianffstory@yahoo.com kalau mau ngirim pake gambar, tolong gambarnya dikirim secara terpisah atau tulis link gambarnya diatas dokumen. Kalau nggak pake gambar juga boleh, tapi admin sendiri yang bakal nyariin gambarnya (yang pasti gambar standar aja)

Mau jadi author tetap? Juga bisa, baca keterangannya disini

13 responses to “[FREELANCE] Jeongmal Miyanhae – Yesung, Donghae Super Junior, Seohyun SNSD

  1. Yesung romantis banget terakhirnyaaaaa *.* udah Seo sm Yesung aja deh, jangan deket2 Kyu lagi -_____-v HAHAHA #evillaugh biar Kyu sama aku aja ㅋㅋㅋㅋㅋ *digampar SparKyu*😄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s