[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 8

Author: ANGELAFT RACTA

Genre: Romance-Friendship

Casts: SHINee, Sora (OC), super junior, etc.

Buat yang baru nangkring di blog ini, chapter 1-nya bisa di cek disini atau cek index untuk memilih chapter yang akan dibaca

—————————————————————

(Jonghyun POV)

Musim panas telah tiba. Kalau biasanya kebanyakan sekolah mengadakan libur musim panas, hal tersebut tidak berlaku untuk latihan kami. Latihan kami justru tambah dimaksimalkan di musim panas karena kami lebih memiliki banyak waktu dibandingkan musim-musim lainnya.

Sudah seminggu kami hidup bersama Sora. Semakin lama hidup bersamanya, kami semakin menyadari betapa anehnya dia. Misalnya saja, dia menghabiskan satu liter susu dalam sehari. Sangat peduli pada kebersihan diri, tetapi kamarnya berantakkan sekali (Key yang mengintip ke kamarnya waktu pintu kamarnya terbuka sedikit sebelum Sora menyadari). Lalu dia mencuci pakaiannya sendiri, kemudian menjemurnya dalam kamarnya (meskipun tidak baik untuk sirkulasi udara, dia tetap melakukannya). Atau mengenai hobinya yaitu mengikuti adu cepat soal matematika di internet (dan mendapatkan peringkat pertama di dunia). Dan hal-hal lain yang diluar dugaan.

Tapi dia sendiri tidak banyak keluar dari kamarnya. Jika ditanya kenapa dia jarang keluar dari kamar, dia akan menjawab, ‘Kau pikir berbohong itu gampang?Aku harus berbohong dan ber-acting jika ingin berhadapan dengan kalian semua. Itu sangat melelahkan! Hanya didalam kamarku aku bisa menjadi diri sendiri.’

Dan hari ini juga Sora akan memulai kehidupannya sebagai trainee. Manajer hyung tadi sudah menelepon Onew-hyung untuk menyuruh Onew-hyung mengantarkan Sora ke ruang latihan. Tapi berhubung Onew hyung sudah berada diruang latihan saat manajer hyung menelepon, jadi Onew hyung ‘menitipkan’ Sora padaku. Saat Onew hyung mengirimkan pesan, hanya aku sendiri yang masih ada di dorm bersama Sora karena yang lainnya sudah berangkat duluan ke tempat latihan (kecuali Minho, dia ada syuting film proyek baru SM).

“Sora, ayo!” Aku memanggil Sora yang masih bersiap-siap menuju tempat latihan SM. Dia pasti yeoja (cewek). Hanya yeoja yang begitu lelet kalau ingin pergi ke suatu tempat.

“Aku siap!” Aku sudah bilang pada Sora untuk memakai baju kaus dan celana training biasa saja. Sora memang melakukan itu, tapi kaos yang dia gunakan agak sedikit berbeda. Dia menggunakan kaos dengan model yang menutupi seluruh bagian lehernya.

Aku menatap pada leher Sora yang tertutup, “Apa dalam udara yang sepanas ini kau perlu menutupi lehermu?”

“Ya!” Kata Sora singkat. Jadi aku cuma mengangkat bahu.

Aku memakai sepatuku seperti biasa saat aku mulai keluar dari dorm. Sora juga memakai sepatunya hanya saja, “Wah hyung, kau tiba-tiba menjadi tinggi sekali setelah memakai sepatu.”

Mukaku memerah. Sudah bukan rahasia lagi kalau banyak sekali artis pria yang diam-diam ‘menambah’ tingginya. Aku sendiri melakukannya karena jujur saja, diantara semua anggota SHINee, akulah yang paling pendek. Terlihat jelek sekali apabila tinggi badanku ini terlihat jelas di media.

“Ah ini..” Aku membuka sepatuku kembali dan menunjukkan sebuah rahasia umum para artis Korea. “Aku menggunakan ini. Kau juga bisa melakukannya kalau kau mau. Jujur saja, kau bahkan lebih pendek dariku.”

Benda yang kuperlihatkan adalah sebuah sol sepatu yang tebalnya sekitar 5 cm. Aku SELALU menambahkannya dibawah sepatuku apabila aku mengenakan sepatu. Tapi kupikir, semua fans juga sudah tau kalau aku menggunakan sol sepatu.

Sora memandang benda itu sebentar. Sepertinya dia gak tertarik, jadi aku mengambilkan sol sepatu tambahan yang biasa kupakai. “Ini sol 3 cm. Berlatihlah menggunakan sol dengan sol tipis terlebih dahulu.”

Dalam perjalanan dari dorm menuju tempat latihan kami tidak bertemu siapapun anggota maupun trainee SM. Sudah kubilang, pada siang hari di musim panas adalah jam sibuk di SM, jadi semuanya pasti sedang berlatih.

Tempat latihan SME berada tidak jauh dari gedung SM Academy. Selain memiliki agensi untuk menyalurkan artis-artis berbakat, SME juga memiliki sekolah untuk melatih pemilik bakat-bakat muda sejak dini. Di SM Academy (selanjutnya disingkat menjadi SMA), murid-muridnya dipersiapkan untuk menjadi artis multi-talented. Tidak hanya bernyanyi tetapi juga menari, acting, hosting, dll. Mungkin tidak banyak yang mengetahui tetapi Onew-hyung merupakan salah satu lulusan SMA yang selanjutnya direkrut oleh SME. Orangtua Onew-hyung yang mendaftarkan Onew-hyung ke SMA.

“Kau berlatih disini, Sora.” Aku mengantar Sora ke lantai 3 gedung latihan.

Kujelaskan dulu tentang gedung latihan di SM. Bisa dibilang kami dipisahkan berdasarkan kemampuan. Di lantai 1 kebanyakan berisi anak-anak sekolah dasar dan junior high yang sudah direkrut oleh SM sejak usia dini. Mereka tidak ditempatkan di dorm. Mereka yang masih trainee tingkat awal menjalani hari-hari seperti biasa, kemudian setiap sore mereka akan diantar orang tua mereka masing-masing untuk berlatih. Setelah jam latihan habis, mereka akan pulang ke rumah masing-masing. SM menerapkan trainee sejak awal agar pada saat usia mereka sudah dianggap produktif, mereka sudah siap untuk menjadi bintang.

Lantai dua merupakan tempat mengembangkan kemampuan mereka yang sudah lulus di trainee tingkat awal. Disini mereka mulai diarahkan secara serius untuk menjadi artis. Kebanyakan yang berada disini merupakan hasil saringan dari SM Audition atau casting yang sering dilakukan secara berkala berkala oleh SME. Bahkan SME juga melakukan international audition di Amerika dan Cina. Dalam tahap ini dorm sudah disediakan bagi mereka yang ingin berlatih lebih intensif tetapi tidak diwajibkan. Biasanya yang memilih untuk tinggal adalah para trainee yang berasal dari luar kota Seoul dan tidak memiliki keluarga di Seoul.

Lantai tiga merupakan tempat artis pre-debut. Biasanya setahun sebelum debut resmi mereka sudah akan ditempatkan di lantai tiga. Di masa ini trainee sudah semakin ketat. Dorm menjadi sesuatu yang diwajibkan. Mereka juga dilarang untuk mengunjungi keluarga selama masa trainee tingkat tiga. Disinilah masa-masa neraka akan terasa. Para trainer nya merupakan titisan setan-setan di neraka. Masa yang paling dibenci Onew-hyung. Penghuni lantai tiga inilah yang paling sedikit. SME benar-benar melakukan penyaringan untuk orang-orang yang berhak melanjutkan ke lantai tiga.

Terakhir, lantai empat. Tempat untuk para artis yang sudah memiliki nama dan bahkan penggemar. Tentunya SHINee berlatih di lantai ini. Meskipun sudah melakukan debut, kami tetap harus berlatih keras kalau ingin tetap eksis di dunia ini. Kau tahu, sekarang ini persaingan di dunia musik semakin menggila saja.

Dalam masing-masing tingkat, sama sekali tidak ditentukan batas waktu kapan harus naik ke tingkat selanjutnya. Bisa saja baru sebulan mendekam dilantai 2, tiba-tiba kau sudah diperintahkan untuk pindah ke lantai 3. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk mendekam selama tujuh tahun baru bisa kelantai 4. Tergantung seberapa cepat kemajuan yang kau miliki.

Dan aku diperintahkan untuk mengantarkan Sora kelantai 3? Kau mengerti maksudku? Kedalam jajaran artis pre-debut? Sudah seminggu aku tinggal bersama Sora, tetapi aku sama sekali tidak menemukan sesuatu yang istimewa darinya (kecuali bisa menyusun rubix cube dalam waktu 30 detik dan memecahkan rekor perlombaan adu cepat matematika di internet). Aku bahkan belum mendengar sekalipun nyanyian yang keluar dari mulutnya. Tapi menurut manajer-hyung (yang disampaikan oleh Onew-hyung), menempatkan Sora dilantai 3 merupakan peritah dari si kakek tua. Apa yang dilihat si kakek tua dari anak yang tampak biasa ini (biasa kecuali dalam hal rubix dan berbagai keanehan yang dia punya)? Kami saja (anggota SHINee) harus melalui lantai 2 terlebih dahulu waktu pertama kali direkrut..

“Temui Sungha-ssi, dia itu yang akan menjadi trainermu hari ini.” Kasian sekali Sora. Hari pertama sudah harus bertemu dengan Sungha-ssi. Dia itu trainer paling galak dan bermulut pedas. Kalau nggak kuat ati, bisa-bisa langsung ciut atau kalau dia memang benar-benar cewek bakalan langsung nangis di tempat!

“Mulai sekarang kau harus memanggilku ‘sunbae’ (senior)!” Perintahku pada Sora.

“Kenapa?”

“Hahahahaha.” Aku tertawa ala penjahat-penjahat di drama Korea. “Kau tidak lihat memangnya? Kau berlatih di lantai 3 sedangkan aku berlatih di lantai 4! Kau itu hunbae (junior)-ku disini. Hormatilah aku sedikit.” Untuk pertama kalinya aku mengacak-acak rambut Sora. Salah sendiri dia pendek.

“Hentikan hyung! Aku membutuhkan waktu satu jam untuk membuat rambutku keren!” Persis saat dia memanggilku ‘hyung’, detik itu juga aku langsung menganggapnya adik laki-laki-ku. Dengan begitu aku bisa menggeplak kepalanya seperti yang sering kulakukan pada Minho kalau dia mengalahkanku bermain game (lho?).

“Ehem!” Seseorang memotong pertengkaran kami. Ah, itu dia Sungha-ssi. Aku langsung bur-buru kabur sebelum terlibat pembicaraan endalam bersama Sungha. Meskipun aku sudah jarang berurusan dengannya tapi tetap saja aku malas (lebih tepatnya takut) berada didekatnya.

Sora, hwaiting (hampir sama dengan fighting hanya saja diucapkan dalam aksen Korea)!

**********

(Author POV)

Sora sudah berdiri di ruang latihan. Berdiri dengan tenang meskipun dia hanya sendiri trainee dalam ruangan ini ditemani dengan beberapa orang trainer. Padahal sebelum masuk ke ruangan yang dikelilingi kaca ini, Sora bisa melihat ruangan lain diisi oleh beberapa orang trainee.

Kenapa hanya aku? Tanyanya dalam hati. Oh, mungkin karena ini hari pertamaku. Guam Sora lagi dalam hati. Mencoba berpikir positif tetapi tetap waspada adalah kelebihan Sora. Meskipun sebenarnya sedikit khawatir, raut wajahnya tetap menunjukkan wajah yang tenang menghadapi trainer yang daritadi tidak menunjukkan keramahannya.

“Mari kita lihat kemampuanmu yang sebenarnya sebelum kita membuat program latihan tetap. Semoga saja modalmu bukan hanya tampang.” Entah kenapa kemampuan Sora untuk berpikir positif hilang kemudian. Dia merasa trainer itu tidak begitu menyukainya. Tetapi Sora sudah terbiasa dengan orang-orang sekitar yang terkadang jelas-jelas menunjukkan kebencian padanya (seperti rekan-rekan di pantinya dulu).

“Bernyanyilah!” Perintah salah satu dari mereka. “Terserah bernyanyi lagu apa, asalkan bahasa Korea. Aku kurang begitu suka bahasa alien.”

Lagu Korea? Sora dalam masalah, dia tidak tahu bayak lagu berbahasa Korea. Seperti yang dia bilang sebelumnya, akses ke dunia luar didalam panti asuhannya sangat sedikit. Lagu-lagu yang dia hafal betul hanyalah lagu-lagu balada yang sering didengar sang kepala panti di kantornya. Masalahnya, lagu balada itu sendiri tidak berbahasa Korea.

Tiba-tiba dia teringat video yang ditunjukkan Mr. Lee pada hari pertama pertemuan mereka.

Nareul mukko gadoon damyeon sarangdo mukkin chae

Miraedo mukkin chae keojil su eopneunde

Ja yurop gae biweo nohgo barabwa

Ojik neoman chae ulgae neoman gadeuk chae ulgae

Otakku ini memang bekerja cepat sekali! Gumam Sora. Cukup sekali mendengarkan dia sudah hapal baik lagunya maupun liriknya. Terkadang Sora mengira dia memiliki ingatan fotografis. Tapi tidak mungkin, jika aku memang memiliki ingatan fotografis, bagaimana mungkin ingatanku hanya samar-samar mengenai kejadian-kejadian sebelum aku dikirim ke panti? Bagaimana mungkin aku tidak dapat mengingat kenangan bersama kedua orangtuaku. Kalau tidak salah aku bahkan memiliki adik. Kalau tidak salah? Eh? Aku sendiri bahkan tidak yakin.

Setelah selesai, Sora membungkuk, “Miyane, hanya itu satu-satunya lagu Korea yang kutahu. Aku bukan berasal dari Korea. Kalau anda mengizinkan, bagaimana jika aku mendengarkan terlebih dahulu sebuah lagu Korea, lalu kemudian aku akan menyanyikannya.”

“Ya ya, aku tahu kau bukan berasal dari Korea. Bahkan jenis kelaminmu saja tidak diketahui. Aku sudah membaca CV-mu, jadi kau tidak usah cerewet!”

“Lagu ini saja.” Satu-satunya trainer yeoja disana memberikan Sora ipod miliknya. “Dengarkan lagu itu! Kalau kau bisa menghapal lagu itu secepat mungkin, nyanyikan lagu itu sekarang.”

Sora meminta waktu kepada para trainer-nya untuk menghapal. Tidak lama, dia hanya meminta waktu 5 menit. Tak lupa juga meminjam headset agar dia dapat lebih fokus pada lagu yang sedang dihapalnya.

Tiba-tiba Sora tersenyum, tau dirinya sedang dijebak.

***********

oneul heejyeosseoyo uri heeojyeosseoyo

Naemam al geot gatdamyeon yeopeseo gatchi ureojwoyo”

Lagu milik Younha yang berjudul ‘broken up today’ mengalir lembut dari mulut Sora. Younha, penyanyi Korea, cewek yang terkenal dengan suara lembutnya. Suara yang jelas-jelas milik cewek. Sora tau dirinya sedang dijebak. Dijebak apakah dia mampu membawakan lagu milik cewek. Jika tidak, dapat dipastikan dia cowok, tetapi jika Sora bersuara terlalu lembut dan terpengaruh penyanyi aslinya, dapat dipastikan kalau dia cewek.

Tetapi Sora berhasil mengatasi jebakan itu. Dia membawakan lagu itu sendiri dengan suara khas-nya. Sama seperti saat dia menyanyikan Lucifer milik SHINee, Sora tidak menirukan penyanyi aslinya. Karena Sora yakin, suara yang berbedalah yang dicari oleh Mr.Lee saat merekrutnya dulu.

“Jadi sebenarnya kau itu yeoja (cewek) atau namja (cowok)?”

***********

(bersambung) Klik disini untuk membaca SHINee-ing as Bright as the SKY chapter 9

Jangan lupa like fanpage kita di facebook juga follow twitter. gomawoyo😀

One response to “[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 8

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 7 « Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s