[FREELANCE] The Waiter Boy and the Prince part 3 – 2MIN (Minho + Taemin SHINee)

Klik disini untuk membaca the waiter boy and the prince part 1

Klik disini untuk membaca the waiter boy and the prince part 2

Author: Carla Bz (Cathleya). Facebook: click here Twitter: @CattleyaMille

Genre: Romance, yaoi

Rating: PG-13

Casts: Minho (SHINee), Taemin (SHINee), Tuan Choi, Nyonya Choi, Sulli f(x), Kim Jonghyun (SHINee), Key (SHINee), Onew (SHINee)

———————————————————————————————————————————-

—-PART 3—-

Taemin POV

Aku sama sekali tidak mencintai Sulli sebenarnya, tapi kenapa tiba-tiba saja aku menerimanya? Apa karena Minho? Karena ada dia disana? Oh, untuk apa aku masih memikirkannya, bukankah dia sangat membenciku?

Aku tidak tau apa yang terjadi pada Minho. Minho yang dulu sangat lembut dan menyayangiku, berubah 180 derajat semenjak statusku berubah menjadi adiknya. Bukankah itu hal yang bagus, kita bisa jadi semakin dekat. Tapi pada kenyataannya, Minho malah semakin menjauh dariku. Dan janjinya…. ah sudahlah, mengingat itu membuatku semakin kesal padanya.

“Taemin oppa, pulang bareng ya?” Kata Sulli manja sambil menggandeng tanganku, membuatku agak risih.

“Eumm, aku….”

“Taemin!” Seseorang memanggilku, dari suaranya aku tau itu Minho. Tapi aku tak mengindahkannya dan terus berjalan sambil menggandeng Sulli. Tapi kemudian Minho menarik tanganku kasar. “Kau pulang denganku hari ini!” Mulai deh sifat jeleknya. Selalu seenaknya terhadapku.

“Aku pulang dengan Sulli”

“Tidak bisa! Umma berpesan padaku agar kau pulang dan pergi bersamaku!”

“Oh benarkah?” tanyaku tak percaya.

“Te-tentu saja! Kau pikir aku bohong?”

“Tidak, hanya saja… biasanya kan kau tak mau pulang bersamaku. Jangankan pulang bersama, berdekatan denganku pun kau tak mau”

“Sudah, ayo ikut saja! Mulai sekarang, kau pergi dan pulang sekolah bersamaku arraseo?” katanya sambil menarik paksa tanganku ke dalam mobil.

“Oppa….” kata Sulli bingung, dan aku hanya memandangnya dengan pandangan meminta maaf.

***

“Oh, kalian pulang bersama? Wah, manisnyaaa. Minho, kau bahkan menggenggam tangan Taemin, hihihi”

“Eh? Mwo? Andwae!” Minho berteriak dan buru-buru melepaskan tangannya. Oh? Baru sadar rupanya, dari sejak di sekolah tadi, di dalam mobil, bahkan ketika sampai di rumah dia masih saja memegang tanganku. Aku tidak protes, karena tidak mau mengusiknya.

“Kyaa, wajahmu memerah Minho, How cute!!” Umma mencubit pipi Minho, membuat Minho mendengus sebal, dan berlari menuju kamarnya.

“Dia manis bukan, Taemin?” tanya Choi Umma tiba-tiba padaku.

“Eh?” Kataku kaget tiba-tiba mendapat pertanyaan seperti itu.

“Hahaha, sudahlah. Ada apa dengan orang-orang di rumah ini, kenapa wajahnya mudah sekali memerah, membuatku gemas saja” kata Umma, dan aku hanya menggumam tidak jelas. “Taemin, gantilah seragammu, kita makan bersama ya”

“Umma, aku nanti saja ganti seragamnya, aku bantu memasak ya Umma…”

“Tidak, nanti seragammu kotor”

“Tidak akan, aku akan berhati-hati Umma”

“Ah, baiklah. Kalau sudah begini kau memang keras kepala” kata Umma mengelus rambutku, aku hanya tersenyum dan membantu Umma di dapur.

***

Minho POV

Aku tidak tau apa yang terjadi denganku akhir-akhir ini, pikiranku benar-benar kacau. Aku tak bisa berhenti memikirkan Taemin. Bahkan aku melakukan hal yang amat konyol, aku berusaha memisahkan Taemin dan Sulli, sejauh itukah?

Misalnya, saat kulihat Taemin dan Sulli sedang makan bersama di kantin, aku tiba-tiba saja duduk di bangku mereka. Tidak melakukan apa-apa sebenarnya, hanya diam disana dan menonton mereka pacaran. Tapi tentu saja itu membuat mereka risih, karena aku dianggap mengganggu mereka pacaran.

Kejadian lain,

“Ne, Sulli… aku janji akan mengantarmu ke toko buku siang ini, ne ne” Dan klik, dia menutup teleponnya. Aku melihat ke arahnya, “Ada apa?” Tanyanya.

“Kau tau kan, kalau kita pulang bersama hari ini?”

“Aku tau”

“Lalu kenapa kau membuat janji dengan Sulli?”

“Dasar penguping! setelah mengintip, mengintilli kami, menggerecoki, bahkan sekarang menguping pembicaraanku!”

“Aku tanya, kenapa kau malah membuat janji dengan Sulli?” tanyaku tanpa menghiraukan kata-katanya tadi.

“Oh, tenang saja. Aku akan pulang bersamamu dan setelah itu baru ke rumahnya  Sulli dan mengantarnya ke toko buku” katanya santai. Dan aku tak bisa berkata apapun lagi. Tapi tetap saja aku tak bisa membiarkan Taemin pergi.

Sesampainya di rumah, saat Taemin bersiap akan pergi ke rumah Sulli, yang kulakukan adalah membuat kamarku yang luas itu benar-benar sangat berantakan. Bahkan aku menumpahkan susu bekas tadi pagi.  Aku sengaja melakukannya agar Taemin tidak jadi pergi ke tempat Sulli. Dan saat Taemin meminta izin pergi pada Umma, akupun memanggilnya, “Taemin!”

“Ada  apa? Cepatlah, Sulli sudah menungguku”

“Ya, tentu saja kau boleh pergi. Tapi setelah kau membereskan kamarku…” kataku sambil mengeluarkan evil smirk-ku.

“Oh ayolah Minho, aku janji akan melakukannya. Tapi setelah aku bertemu dengan Sulli ne?”

“Dan aku ingin kau melakukannya sekarang!”

“Minho! Kau tidak bisa melakukan itu, suruh saja Min ahjumma. Taemin mau pergi” kata Umma membela Taemin.

“Aku ingin Taemin yang melakukannya! Cepatlah, bukankah kau ingin segera bertemu dengan pacarmu. Jadi cepat kerjakan!”

“Minho, kau keterlaluan….” Umma bersiap untuk marah.

“Gwenchana Umma, aku akan melakukannya dengan cepat. Aku ke kamar Minho dulu.” kata Taemin akhirnya. Yes! rencanaku berhasil.

Saat Taemin melihat kamarku…

“Apa ini??? Apa kau yang membuat kamar ini berantakan?” dia benar-benar kaget melihat kamarku.

“Cepat kerjakan saja!”

“Huh!”

Pukul 4 sore dia baru selesai mengerjakan tugasnya, dan dia langsung melesat pergi begitu saja ke tempat Sulli. Oh? Bukankah sudah sangat terlambat dari janjinya tadi?

Tidak lama, Taemin pun pulang dengan wajah kusut, “Kenapa wajahmu?” tanyaku penasaran.

“Bukan urusanmu! Choi Minho Bodoh!” dia berlari menuju rumahnya, dan aku menahan tawaku di belakangnya.

Setelah kejadian itu, aku jarang melihat Taemin dan Sulli bersama, tapi terkadang, mereka masih suka bertemu.

Dan satu lagi kejadian, yang paling membuatku merasa bersalah padanya…

Waktu itu aku sedang ke perpustakaan, mencari buku untuk tugas Sosiologi. Tidak sengaja aku mendengar pembicaraan dua yeoja di pojok perpustakaan itu.

“Jadi Taemin membelikanmu gelang itu?”

“Tentu saja, aku tahu sebenarnya dia itu orang kaya. Bagaimana pun dia termasuk keluarga Choi juga kan?”

“Tapi gosip yang kudengar, katanya dirumah itu dia Cuma pelayan. Karena itu dia tidak memiliki teman satupun di sekolah ini”

“Dia anak keluarga Choi, adiknya Minho juga. Jadi dia pasti kaya seperti kakaknya, bukan begitu? Buktinya dia membelikanku gelang semahal ini”

Brak!! Aku menggebrak rak buku tidak bisa lagi menahan amarahku, membuat kedua yeoja itu melonjak kaget.

“Mi-Minho oppa??” Sulli kaget karena aku mendengar semua pembicaraannya.

“Taemin itu hanya pelayan di rumahku kau tau!!! Jadi sebaiknya kau tinggalkan Taemin dan menjauhlah darinya, arraseo!! Cepat pergi dari sini sebelum aku memukul wajahmu itu!!” kataku marah, dan kedua yeoja itu berlari ketakutan. Aku membalikkan badanku dan betapa kagetnya aku saat melihat Taemin ada di belakangku sambil menahan airmatanya. Oh apa yang aku lakukan?

“Begitukah? Tidak puaskah kau membuatku tidak memiliki teman satupun di sekolah ini?? Sekarang kau membuat aku kehilangan pacarku juga!! Brengsek kau Choi Minho!” teriaknya ke arahku, dan dia pergi sambil berderai airmata, membuat hatiku sungguh sakit melihatnya. Taemin tidak dengarkah apa yang mereka katakan tentangmu? aku hanya tidak ingin kau sakit hati karena Sulli hanya memanfaatkan kepolosan Taemin. tapi kenapa justru akulah yang membuatnya sakit hati.

Selama berhari-hari, Taemin tidak mengajakku berbicara, saat di mobil, di meja makan, dia hanya memilih diam. Itu semua membuatku benar-benar frustasi.

***

“Minho, ayo main basket!” ajak Jjong padaku.

“Tidak mood”

“Oh ayolah, sudah lama kita tidak main basket”

“Sudah kubilang aku tak mau!”

“Kalau kubilang hari ini Taemin ikut main basket juga, kau mau ikut?”

“Eh? Benarkah?”

“Haha, sudah kuduga. Ayo ikut denganku” kata Jjong akhirnya sambil menarik tanganku ke arah lapangan.

“Lihat? Benar bukan? Taemin yang meloncat-loncat riang dan berkeringat itu tampak cantik bukan?” tanyanya, dan aku hanya menanggapinya dengan gumaman tak jelas. Harus ku akui, dia sangat cantik dan melihatnya seperti itu membuat dadaku berdebar tak karuan. Oh sial, mataku tak berhenti menatapnya.

“Kau tau Minho, kurasa aku jatuh cinta padanya…” Kata Jjong tiba-tiba.

“Mwo? Kau bilang apa tadi?”

“Aku jatuh cinta padanya, pada Taemin adikmu…”

“Dia hanya pelayan! Kau tak bisa menyukainya!”

“Yah, sebutlah seperti itu. Aku tak peduli apapun sebutannya, yang jelas aku rasa aku jatuh cinta padanya. Kau hanya ingin memonopolinya sendirian kan? Membuatnya tidak memiliki teman bahkan pacar. Tidak sadarkah kalau kau telah menyakitinya?”

Kebenaran dalam kata-katanya membuatku marah dan menonjok wajahnya, aku terus memukulinya sampai aku dipisahkan oleh teman-temanku dan dibawa ke ruang kepala sekolah.

Setelah ceramah panjang lebar dari kepala sekolah, aku mencari Jjong untuk meminta maaf padanya. Aku tau mungkin dia ada di ruang kesehatan, karena aku memukulnya dengan sangat keras tadi.

“Key! Onew!” aku memanggil dua sahabatku di depan ruang kesehatan, mereka menatapku dengan pandangan marah.

“Mau apa kau kemari?” Kata Onew dingin.

“Aku mau melihat Jonghyun”

“Kenapa tiba-tiba kau memukul sahabatmu sendiri, apa salahnya?”Key mengomel seperti ahjumma.

“Dia… eumm aku… aku ingin minta maaf padanya”

“Dia sedang dirawat oleh Taemin”

“Taemin?? kenapa harus Taemin yang merawatnya? Tidak adakah penjaga kesehatan yang piket?” tanyaku kesal, kenapa harus Taemin?

“Ya ada, dan itu Taemin… Oh? Kau tak tau? Kalau adikmu itu ternyata penjaga kesehatan? Sudah kuduga, lagipula apa yang kau tau tentang Taemin hah?” Ingin rasanya aku menonjok Key juga saat itu. Tapi aku ingat, kejadian Jjong tadi tidak boleh sampai terulang lagi. Dan aku pun pergi dari sana, menenangkan pikiranku yang kacau.

***

(bersambung) klik disini untuk membaca The waiter boy and the prince part 4 (END)

3 responses to “[FREELANCE] The Waiter Boy and the Prince part 3 – 2MIN (Minho + Taemin SHINee)

  1. Ping-balik: [FREELANCE] The Waiter Boy and the Prince part 2 – 2MIN (Minho + Taemin SHINee) « Asian Fan Fiction Story·

  2. Ping-balik: [FREELANCE] The Waiter Boy and the Prince part 4 (END) – 2MIN (Minho + Taemin SHINee) « Asian Fan Fiction Story·

  3. yampun minho segtu nyah dch perlakuan cintamu ma taemin,,tp enth knp.yah ak kok ngrasa’y sweet z tuh minho cemburu’y^^

    Lariiiii ke next part😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s