[Korean Fan Fiction] Beautiful Tulips – Choi Minho SHINee

Cast :

Choi minho (SHINee)

Yoo hee (OC)

Genre : STRAIGHT , Romance

Length : Oneshoot

Rate : PG-17

Language : Indonesian , Korean , English , Holland

Korean vocab :

Namja : pria

Yeoja : wanita

Yeojachingu : kekasih wanita

Namjachingu : kekasih pria

Anni/anniyo : tidak

Shireo : tidak mau

Andwe : tidak

Na do : aku juga

Bogoshippo : merindukanmu

Oppa : kakak pria

Arraseo / arrachi(nonformal) : mengerti

Nae : (menyatakan milik)

 

Note : annyeong….. ini adalah postingan pertama author hwang yoo hee setelah resmi jadi author tetap disini…. haha. author mohon maaf sebelumnya kalau ada kesalahan penulisan. Kamsahamnida……

HAPPY READING CHINGUDEUL ^^

 ——————————————————————————————————-

TULIP…..

ia bagaikan bunga tulip , tidak berani mengembangkan mahkotanya, takut serangga lain menyinggahinya.

Ia selalu menguncupkan mahkotanya, namun dibalik itu, adalah keindahan luar biasa.

 

Akulah serangga yang akan setia menyinggahinya, dan hanya satu-satunya,

diriku, untuk sang tulip yang paling cantik ^^

 

untuk kesekian kalinya, namja tampan ini menghela nafasnya, perjalanan yang jauh membuat tengkuknya pegal, sesekali ia memijit tengkuknya pelan , tersenyum saat seorang pramugari menawarkan minuman untuknya, namun ia menolaknya. Terlalu banyak minum takut membuat nya mual.

Ekspresi bosan mulai tergurat di raut wajahnya, berjam-jam di pesawat ini tidak mempunyai teman bicara, siapa yang tidak bosan heum.

Sungguh ia ingin sekali menghubungi seseorang yang akan ia kunjungi, sekedar memberi tahu, ia akan segera sampai. Namun, tentu saja, ia tidak bisa menelpon saat diatas pesawat.

Sebagai gantinya, ia kembali merogoh kantung jeans nya, mengeluarkan handphonenya, dan memandang wallpaper yang tak pernah digantinya itu. Foto ia dan sesosok yeoja cantik berambut coklat sebahu , bermata bulat teduh, bibir soft pink, hidung bangir yang membuat sosoknya lebih terlihat sempurna. Bahunya yang putih mulus terpaparkan begitu cantik di sela balutan mini dress nya.

tentu, senyumnya yang mampu membuat banyak namja terlelehkan hatinya itu menimbulkan bunyi hentakan kecil di dada kiri sang namja tampan yang saat ini tengah tersenyum kecil.

” hhh belum bertemu saja, aku sudah berdebar eoh, bagaimana nanti ?? Hehe ”

kekehan kecilnya menandakan ia sungguh tak sabar bertemu dengan sang pujaan hati.

” she’s perfectly beautiful ”

eoh ?? Ia menolehkan kepalanya ke bangku sebelah kanannya, sesosok namja tengah tersenyum padanya sesekali melirik wallpaper handphone namja tampan itu.

Tawanya semakin mengembang saat menyadari yang dimaksud namja tadi ialah foto yang tengah ia kagumi itu.

” she’s your girlfriend ?? ” tanya sosok namja tadi hanya sekedar memastikan bahwa ia telah memuji pujaan hati namja tampan ini.

” yes, she’s in rockanje now ” jawab sang namja tampan.

” wow, let me guess, you go to holland for meet her ?? Huh ?? ” kali ini namja itu mencoba menebak lagi, dan shit ! Ia tepat sekali.

Sang namja tampan hanya bisa tergelak dan menutup bibir dengan punggung tangan kanannya, kembali ia menoleh ke sosokk namja yang tengah bermain tebak-tebakan dengannya itu. ” yeah, just like that, it’s been 2 years I didn’t meet her, I miss her so much !! ”

ok ! Baiklah, memang ia ingin sekali bertemu yeoja cantiknya itu, tapi ada hal lain yang jauh lebih penting menurutnya.

Saat pembicaraannya dengan namja yang baru dikenalnya itu telah terhenti dan merekapun telah sibuk dengan pikiran masing-masing, sang namja tampan merogoh saku jaket kulitnya, sebuah kotak persegi berwarna perak mengkilat, perlahan ia membukanya dan bernafas lega saat mendapati dua buah cincin itu terdapat di dalamnya. Cincin yang satu berukuran berdiameter cukup besar, dan satunya lagi berdiameter kecil.

seulas senyum bahagia kembali tergurat dari bibirnya.

” semoga kau menerima lamaranku yoo hee aa~ ” gumamnya pelan namun pasti.

Walaupun mereka sudah tidak pernah bertemu secara langsung selama 2 tahun, namun pertemuan kali ini, ia tidak mau menyia-nyiakannya . yeah, 2 tahun, cukup lama baginya. dan 2 tahun itu pula mereka menjalani long distance relationship. Cukup berat memang, anni~ sangat berat malah. Sang pujaan hati yang meninggalkannya untuk melanjutkan hidup di negeri yang dikunjunginya ini. Tak bisa dipungkiri, itu adalah keputusan keluarganya. Namun tentu saja, hal tersebut tak akan jadi penghalang jalinan cinta mereka.

Dan 2 tahun ini pula mereka menjalaninya dengan berkirim-kirim email, atau melalui web cam. Ahh… Jika diingat-ingat perpisahan itu cukup menyakitkan. Tapi yahh…. Mungkin inilah takdir mereka, tinggal bagaimana cara mereka tetap menjaga hubungan batin tersebut.

Yah, waktu yang ditunggu-tunggu . Akhirnya ia bisa menginjakkan kaki didaratan belanda. Jarak untuk bertemu sang kekasih sudah di depan mata. Sungguh tak sabar rasanya.

kembali ia mengeluarkan poselnya dan menghungi telfon rumah sang kekasih.

” hello… ?? ”

suara halus disana menyentakkannya yang sempat termangu menungggu telfonnya diangkat. Anni~ ini bukan suara kekasihnya, melainkan suara sang mertua(??).

” hallo moeder, ik ben het minho. Ik ben in holland nu ”

( hi mom, ini aku minho, aku berada di belanda sekarang )

hy baby, sungguh waktu yang lama. Kerinduan hati ini akan terobati saat sosokmu muncul di hadapanku, aku ingin segera merengkuh tubuh mungilmu dalam pelukanku, mencium bau melon yang menyeruak dari tubuhmu. Sungguh ! Aku tidak sabar.

 

=====================

sementara itu, di rumah minimalis di kawasan swinsedreef,rockanje,belanda. Tampak sesosok yeoja mungil yang amat cantik dengan balutan yellow mini dressnya, tengah duduk manis di konter  rumahnya yang menghadap kitchen bersama sang umma yang sedang menyiapkan hidangan vanilla ice cream yang bertahta di atas potongan waffle dan pancake yang tak lupa disirami dengan tiramisu carramel kesukaan sang putrinya yang amat cantik itu.

Dengan sangat antusias sang yeoja mungil ini langsung menusukkan garpu dan memotong pancake yang sungguh terlihat sangat menggiurkan itu.

” Mmm zo lekker, de smaak goede moeder ”

( mmm so yummy !! rasanya enak sekali mom )

ujar si yeoja mungil menampakkan deretan gigi putihnya ke pada sang umma. Sangat menyukainya eoh ?? Tentu saja !!

hanya memakan sedikit waktu, hidangan yang tampak lezat itu telah habis tak bersisa. Sang umma hanya tertawa pelan melihat tingkah putrinya yang akan bernafsu makan tinggi jika dihadapkan dengan sepotong pancake dan ice cream sebagai desert. Tak hanya putrinya saja, siapa pun pasti tergiur dengan masakannya.

Sang yeoja mungil pun berlari ke arah kamarnya, kembali dengan topi lebar di pegangan tangan kanannya.

” naar het strand weer yoo hee ?? ” ( pergi ke pantai lagikah yoo hee ?? ) tanya sang umma yang sudah tau pasti apa kegiatan anaknya jika sudah pukul 4 sore ini. ” ja moeder, ik pluk wat tulpen ” ( yeah mom, aku akan mengambil beberapa tangkai bunga tulip ) jawabnya tak lupa dengan senyumnya yang paling manis dan puppy eyes, benar-benar membuat siapapun tersanjung olehnya. ” tulips weer ?? ” ( bunga tulip lagi ?? ) tanya sang umma lagi. ” ja maar nu, misschien zal ik plukken rood, roze, geel , mmm… Nog veel meer !! ” ( ya, tapi sekarang mungkin aku akan mengambil warna merah, pink, kuning,…mmm dan banyak lagi !! ) jawabnya tak kalah antusias.

Sang umma pun menghela nafas, memutar kedua bola matanya, mengangkat bahunya dan tersenyum pada sosok putrinya itu, pertanda ia memperbolehkannya untuk ke pantai dan mengunjungi taman bunga tulip kesukaannya. Yah, si yeoja mungil yang amat mencintai bunga itu, selalu mengambilnya beberapa tangkai , lalu memajangnya di kamar. Tapi kali ini, seperti ucapannya tadi, ia akan mengambil bunga tulip berwarna merah, pink dan kuning. Mood nya yang sangat bagus membuatnya ingin menghiasi kamarnya dengan berbagai warna.

Ia terus bernyanyi di sepanjang perjalanan menuju pantai, mengayuh sepeda putih nya dengan pelan sambil menikmati hembusan angin sore. Benar-benar waktu yang pas untuknya saat ini, dan nanti ia akan kembali ke rumah saat matahari mulai terbenam. Jarak pantai dan rumahnya yang tak jauh, menjadikan ini rutinitas nya hampir setiap hari. Ia selalu menyempatkan waktu setiap sore untuk berkunjung ke pantai yang dekat dengan st.swinsedreef itu.

Ia menepikan sepedanya dan melangkah ke hamparan ribuan bunga tulip di hadapannya. menundukkan tubuhnya dan menghirup aroma tulip kesayangannya itu. ” wow !! dat is mooi pink een !! ” ( wow !! Pink yang itu cantik sekali !! ) ujarnya senang. Bahkan saat ini ingin sekali rasanya ia bisa menghempaskan tubuhnya di atas hamparan tulip-tulip ini. Ia mulai berlari kecil ke arah hamparan tulip yang berwarna warni, memegang salah satu tangkai tulip berwarna pink yang ia tunjuk tadi, betapa ia sangat memujanya.

” jika minho oppa nanti datang, akan kuperagakan rangkaian bunga tulip yang canti-cantik ini padanya, hehe ” gumamnya pelan seraya memeluk beberapa tangkai tulip sambil membayangkan sang namjachingu yang jauh dari keberadaannya.

Namun, perlahan senyumnya memudar, pandangan matanya yang kosong itu muncul lagi, jika tengah mengingat kepedihan berpisah dari sang kekasih hati.

Tes !

Tes !

Tes !

Buliran air mata itu cepat-cepat dihapuskannya. ” anni~ (tidak) shireo~(tidak mau) tidak boleh seperti ini, oppa akan sedih jika melihatku murung… ” ia mengguman kecil meyakinkan dirinya untuk tidak sedih, sepeninggal namjachingunya itu. Mengingat ia sudah berjanji tidak akan murung bahkan menangis kepadanya. ” haahhh… Ulang tahunku masih lama, berarti masih lama juga minho oppa menghampiriku kesini ” bibir soft pink nya merengut kecil saat menghitung hari ulang tahunnya yang akan datang, dimana sang namjachingu berjanji akan mengunjunginya.

” ya~ oppa, bogoshippo (merindukanmu) ”

” na do (aku juga) bogoshippo yoo hee~ ”

eehh ??

=======================

ting tong ! Ting tong !

Sesosok namja tampan itu tengah menunggu penghuni rumah minimalis namun cantik ini untuk membukakan pintu, dan yang paling ia harapkan adalah sosok yeojachingu nya.

Ia menengadahkan tengkuk kepalanya mengamati bangunan rumah itu, sesekali mengangguk-angguk pelan mengagumi arsitekturnya yang minimalis dan terkesan alami dengan banyak bunga di halamannya.

” ja… Wacht een minuut ”

( ya… Tunggu sebentar )

setelah ditunggu-tunggu suara dari dalam rumah itu melegakannya. Sempat berfikir mungkin saja penghuni rumah ini sedang bepergian.

Cklek !

” hi mom .. ! ” ujarnya saat sosok yeoja berumur 30an muncul dibalik pintu rumah itu. ” minho ?? Aahh laten komen in de beste… ”

( minho ?? Aahh ayo masuk sayang… )  jawab sosok yang dipanggil mom itu. anni~ bukan bumonimnya, melainkan mertuanya.

” waar is yoo hee moeder ?? ” ( dimana yoo hee mom ?? ) ujarnya makin tak sabar saat mulai memasuki ruangan rumah keluarga kecil itu.

” zoals gewoonlijk minho~ , ze gaan naar het park naast het strand ….. ”

( seperti biasa minho~aa… Ia ke taman di dekat pantai… )

——————————————————————————————-

namja tampan itu melangkahkan kakinya semakin cepat, namun ia tiba-tiba berhenti sejenak di tepi jalan yang sepi ini, melihat dari jauh sudah tampak hamparan bunga tulip yang menghadap langsung ke pantai dan tampak bangunan kincir angin raksasa yang menjulang tinggi di sebelah barat, yeah memang ciri khas negara ini kan ?? . Benar-benar suasana yang jauh berbeda dari pusat kota seoul yang ia temukan setiapa hari.

” jadi kau disana cantik ?? ” gumamnya pelan sembari tersenyum membayangkan sosok cantik di tengah hamparan ribuan bunga itu. ” ok !! Let me come to you dear ” semangatnya yang menggebu-gebu memberikan kekuatan padanya untuk berlari dan mengikuti alur jalan saat menemukan anak jalan untuk menuju pantai. Saat sebuah sepeda putih terpatri dihadapannya, sontak ia langsung berhenti dan menarik nafas semampunya setelah berlari demi mengejar sang pujaan hati.

ia ternganga saat mendapati sosok cantik tengah memilih-milih beberapa tangkai bunga tulip. Oh tuhan ! Bahkan masih berjarak belasan meter seperti ini , hentakan di dada kiri nya sudah mulai menggema kembali. Ia menelan salivanya saat sosok itu tersenyum dengan amat cantiknya sembari memuja tulip-tulip kesukaannya.

Kau tahu, bahkan sosokmu sangat mencolok diantara hamparan ribuan bunga-bunga cantik ini baby,

kau yang amat memuja tanaman kesukaanmu itu, dan aku lebih beratus-ratus bahkan beribu-ribu memuja sosok indahmu.

 

Kresek !

Kresek !

Ia melangkah dengan pelan di antara hamparan bunga-bunga ini. Takut menganggu keindahan yang tengah di puja sosok yeoja dihadapannya. Eoh~ sudah amat dekat sekali.

Deg !

Deg !

Deg !

Ia menelan salivanya berkali-kali. Oh god !! Bahkan debaran ini sama seperti saat pertama kali ia menyatakan cintanya kepada yeoja ini. Bahkan jika bertambah lagi jarak mereka yang 10 meter ini, apakah jantungnya akan meledak ?? Ahh~ sungguh berlebihan, tapi begitulah yang tengah ia rasakan saat ini.

Sosok yang 2 tahun lalu terisak di pelukannya, menangisi kepergiannya ke negeri kincir angin ini. Sosok yang selalu ia belikan ice cream vanilla saat mulai cemberut karena dihukum terlambat datang ke sekolah. Bahkan sosok ini pula akan berteriak di telfon agar sang namja tampan segera bangun dari tidur nyenyak. Selalu membagi bekal makan siangnya bersama dan menyuapinya sembari tersenyum manis. Sosok yang amat cantik, mengalahkan pesona yeoja-yeoja populer di sekolah yang mengidam-idamkan namja tampan ini.

” jika minho oppa nanti datang, akan kuperagakan rangkaian bunga tulip yang cantik-cantik ini padanya, hehe ”

samar-samar ia mendengar gumaman sang yeoja nya.

Anni~ itu tidak perlu, karena sosokmu lebih cantik dari pada mereka baby…

 

Sang yeoja cantik terdiam sesaat , sepertinya teringat sesuatu.

Tes !

Tes !

Tes !

Dengan lekas ia segera menghapus buliran air matanya yang jatuh. Sang namja tampa terheran-heran dengan gerak-gerik si cantik. Wae (kenapa) eoh ?? Ingin segera merengkuh bahunya dari belakang ini, tapi… Ahh belum tepat.

” anni~ shireo~ tidak boleh seperti ini, oppa akan sedih jika melihatku murung ”

gumamam kecilnya membuat minho tersentak. sedang menangis eoh ??

Don’t cry baby…please

kalau menangis aku tidak akan mau membelikanmu ice cream, arrachi (mengerti) ??

 

” haahhh…. Ulang tahunku masih lama, berarti masih lama juga minho oppa menghampiriku kesini ”

 

ulang tahun eoh ??

Kenapa harus ulang tahun ?? Bahkan setiap harinya aku sangat ingin menghampirimu heum. Kau tau, aku disini baby, untukmu….

 

” ya~ oppa, bogoshippo ”

 

ahh… Jangan katakan seperti itu.

itu terdengar seperti kita mempunyai jarak yang jauh baby…

Aku tidak mau.

 

” na do bogoshippo yoo hee~ ”

 

ehh ??

Yeoja cantik itu tersentak, merasakan suara yang amat ia rindukan 2 tahun ini. Perasa’annya saja kah ??

” euhh~ bahkan aku juga merasakan kau ada disini oppa, hehe ” ia terkekeh kecil menyadari fantasinya yang sudah mulai mengelana.

” anni~ aku memang disini yoo hee~ ”

ehh ??

Suara itu ada lagi ?? Ia segera melengahkan pandangannya ke segalah arah.

” yoo hee~ ”

ia menelan salivanya, perlahan membalikkan tubuh mungilnya.

Anni~ ini mimpi kan ?? Tolong katakan bahwa fantasinya sudah melampaui batas. bola mata indahnya terbelalak saat sosok tampan dihadapannya tersenyum padanya.

” op op oppa ?? ”

suaranya benar-benar tercekat dan tangkai-tangkai tulip itu terjatuh perlahan dari tangan mungilnya.

” ne~ yoo hee…. ”

biarlah, apakah ini bayangan, mimpi atau sekedar fantasi saja, tapi yeoja cantik itu berlari menghampiri sosok namja yang amat ia cintai itu.

Hup !

Ia menghambur ke pelukan namja itu, merasakan tubuhnya melayang saat sang namja tampan itu memutar tubuhnya di udara.

Oppa, bogoshippo~ bogoshippo~ bogoshippo~

aku tidak mau melepaskan pelukanmu oppa, aku rindu dengan aroma tubuhmu, seperti aroma appa ku, sangat wangi. Oppa, bisakah kau bawa aku terbang ?? Aku ingin terbang bersamamu.

Perlahan minho menurunkan tubuh mungil yoo hee saat ia mulai melepas rengkuhan hangatnya. namun ia masih terikat dengan tatapan dari mata bulat yeoja cantik di hadapannya ini. Tatapan yang menyiratkan kerinduan mendalam terhadapnya, amat dalam.

Keheningan menyelimuti mereka yang diterpa oleh angin pantai di kala sore ini. Minho menyelakan jari-jarinya di permukaan wajah yoo hee yang lembut, menyibakkan rambut panjang minnie yang terkibaskan dan menutupi sebagian wajah dan bibirnya.

” yoo hee~ Ik houd van jou ”

(yoo hee~ aku mencintaimu)

suara berat minho membuat pendar mata bulat milik yeoja ini berkaca-kaca, ingin sekali ia berteriak dan menyampaikan pada ribuan hamparan tulip yang menjadi teman setianya, bahwa ia mencintai namja ini berjuta kali lipat. Namun ia tak bisa berkata apa-apa, mulutnya terkunci membisu.

Namun sang namjachingunya itu mengerti dari siratan bola matanya yang mengiyakan pernyataannya tadi, tentu saja !!

Hembusan nafas minho yang lebih hangat dari angin sore itu menerpa wajah yoo hee. jarak yang amat sangat dekat diantara mereka. Tubuh sang yeoja yang telah terkunci rapat saat rangkulan tangan kanan minho meraih pinggang yoo hee, dan merubuhkan jarak diantara mereka.

Yoo hee yang menutup perlahan kedua bola matanya, menarik nafas amat pelan dan saat itu juga, kehangatan semakin menyelimuti dirinya, ia merasa melayang di udara saat bibir soft pink nya dikulum amat lembut oleh namja yang amat ia cintai itu, merasakan tarikan nafas dan puncuk hidung yang saling bergesekan dan bibir mereka semakin terpaut dalam, perlahan-lahan lidah minho mempelintir di dalam mulutnya.

Sungguh moment yang amat manis bagi sepasang insan manusia ini.

” eungh…opp phaa ”

desahan pelan yeoja mungil ini menyadarkan minho yang segera perlahan melepas ciuman penuh cinta nya, ia menarik nafas perlahan. Dan yoo hee pun merundukkan kepalanya, merasakan rona wajahnya amat panas, dan menyerngitkan kening merasa amat malu atas desahan kecilnya.

Namun, sebuah jari telunjuk minho mengangkat dagu yoo hee untuk menghadapkan wajah cantik itu kepadanya.

” tidak usah gugup begitu heum~ ”

ujar minho pelan saat melihat langsung rona merah yang belum reda dan suasana canggung dari yeojachingunya.

yah, kecanggungan itu cukup pantas, beralasan bahwa mereka baru bertemu secara langsung belasan menit yang lalu.

Yoo hee terkekeh kecil atas pernyataan minho.

Minho mengusap lembut bagian depan kepala yeoja nya ini, memandanginya lembut. Namun ia segera teringat dengan sesuatu di balik saku jaketnya.

Ia mengeluarkan kotak persegi mungil dan cantik itu, memandanginya dan melirik ke yoo hee yang menyiratkan tanda tanya atas kotak itu. Kemudian minho membukanya dan menghadapakannya di depan yoo hee. Yeoja cantik ini hanya mengerjap-ngejap kan matanya, bingung dan melirik minho yang tersenyum puas, moment yang amat ditunggu-tunggu oleh minho.

Ia semakin bingung saat minho berlutut bertumpukan satu tumit kaki dihadapannya.

Minho meraih tangan kiri yoo hee dan menggenggamnya.

” zou je met me truwen ?? yoo hee ?? ”

( bersediakah kau menikah denganku ?? yoo hee ?? )

berkali-kali yoo hee menelan salivanya, degupan jantungnya bertempo luar biasa. oh….bahkan kakinya sudah tak sanggup lagi berdiri rasanya, mendadak ia merasa otot-otot nya melemah seketika. Ia tidak bisa memalingkan pandangannya dari wajah minho. Siapa sangka namja idaman yang amat ia cintai ini melamarnya saat ini juga, saat tadi sempat membuat kehilangan kesadaran atas ciumannya. Ia tidak merasa mual, tapi perutnya bergejolak meluruh. Ahh… Kenapa mulut ini terkunci amat rapat ?? Teriakan di dalam hatinya tentu tak berguna. Ia mencoba mengumpulkan kesadarannya lagi. Oh yoo hee !! Ayolahh….

” eung… umm nn– ”  ah !! Tidak bisa…

” eoh ?? ” minho semakin menanti-nantikan rangkaian kata yang akan ia dengar.

” nn– nn nne opp–oppha… ” ohh…. Akhirnya…Ia menghela nafas lega.

Minho yang mengerti keadaan ini tak kuasa menahan tawanya, ” huemmfftt… Hahahaha !! nae yoo hee (yoo hee-ku) gugup sekali eoh~ ”

oh andwee (tidak) !! Guratan rona merah itu menyembul lagi ke permukaan wajah lembut sang yeoja cantik ini. >,<

END

6 responses to “[Korean Fan Fiction] Beautiful Tulips – Choi Minho SHINee

  1. muka yoohee pas lagi blushing gitu, kenapa yang kebayang itu malah muka Taemin versi yeoja yaa, kkk😄
    Aiih, minho romantisnyaa
    ceritanya keren, bisa bahasa belanda juga authornya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s