[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 11 (with Super Junior as guest cast)

Author: ANGELAFT RACTA

Genre: Romance-Friendship

Casts: SHINee, Sora (OC), super junior,  SMTOWN, etc

Buat yang baru nangkring di blog ini, chapter 1-nya bisa di cek disini atau klik disini untuk membaca indexuntuk memilih chapter yang akan dibaca

———————————————————————————————————————————————————–

(Sora POV)

Sudah berapa lama aku berada disini? Rasanya seperti baru kemarin saja aku bertemu Mr.Lee di pantai itu. Sekarang aku baru sadar kalau pantai itu sudah jauh sekali dari tempat aku berada sekarang. Rasanya baru kemarin aku mampir ke sekolah Taemin, sekarang aku sudah rutin pergi kuliah dan sekolah (ingat, aku mendaftar di kedua tempat tersebut). Bahkan tak terasa juga kalau musim sudah berganti.

“Sora, aku pergi dulu.” Minho oppa pamitan. Semua member lain sudah pergi ketempat latihan. Hanya Minho oppa saja yang masih tertinggal karena sebelumnya dia harus syuting dulu.

Aku yang masih berada di dapur langsung terburu-buru pergi ke pintu dorm, “Ne! Hati-hati di jalan hyung.”

Minho oppa terlihat kecewa sekali mendengar perkataanku. Ah, aku baru ingat kalau sekarang kami hanya berdua di dorm, “Hati-hati OPPA. Puas?”

Barulah Minho oppa tersenyum dan mengacak-acak rambutku, “itu baru yeodongsaeng kesayanganku. Senang rasanya punya yeodongsaeng. Kau tahu, semua anggota SHINee itu anak bungsu atau anak tunggal.”

“Kalau kau oppa?”

“Ini pertama kalinya kau bertanya tentang diriku.” Minho oppa tersenyum. “Aku sendiri anak bungsu. Aku punya seorang kakak laki-laki. Tapi dia bukan artis sih. Oh ya, bagaimana dengan latihanmu?”

Tiba-tiba Minho oppa mengganti topiknya, “Latihan akhir-akhir ini benar-benar berat. Mereka sudah mulai mempersiapkan diri untuk debut pertamaku.”

“Oh ya?” Minho oppa menaikkan sebelah alisnya. “Cepat sekali. Kapan debut resmimu?”

“Kira-kira sebulan lagi. Akupun heran mengapa mereka terkesan buru-buru sekali. Tetapi tidak apa-apa, toh tidak ada buruknya juga. Ah oppa, kau masih belum ada niat berangkat?”

Minho oppa melirik arlojinya. Tumben sekali dia memakai arloji. “Lagi-lagi properti syuting terbawa olehku.” Pantas saja! “Kau benar, aku sudah hampir terlambat. Kau tidak punya jadwal latihan hari ini?”

“Tidak. Aku tidak punya jadwal hari ini. Rencananya aku mau mencuci pakaian.”

“Mau menitip sesuatu? Mungkin akan kubelikan sepulang latihan nanti.”

“Ng… tidak ada. Ah, cepat pergi oppa sebelum kau benar-benar terlambat.” Aku berkata-kata seperti seorang istri yang sedang melepas suaminya untuk bekerja. Hanya untuk menggoda oppa saja.

“Baiklah yeodongsaeng, aku pergi dulu.” Tiba-tiba Minho oppa ‘mengambil’ kepalaku dan secepat kilat mencium keningku. “Hahahahahah, bye bye!”

Sepertinya kelakuan oppa yang tadi juga dilakukannya untuk menggodaku, “Aish oppa, kau menyebalkan! Pergi sana!”

Aku baru beranjak darisana setelah Minho oppa keluar dari dorm. Untung hanya Minho oppa yang mengetahui ‘rahasia kecilku’. Tidak terbayangkan kalau semua anggota SHINee mengetahuinya. Aku pasti sudah menjadi bahan olok-olokan sepanjang siang dan malam seperti yang dilakukan Minho oppa barusan. Lain kali aku harus berhati-hati. Jangan sampai makin banyak orang yang mengetahuinya.

Tanpa mereka, dorm ini terasa sepi sekali. Saat ini anggota SHINee sedang sibuk-sibuknya mempersiapkan debut Jepangnya yang sebentar lagi akan diluncurkan. Peluncurannya sendiri akan dilakukan di Tokyo sehingga mereka nanti harus pergi ke Tokyo untuk beberapa hari. Ah, kalau begitu selama mereka di Tokyo aku akan sedirian disini. Secara refleks aku menyentuh leherku yang tertutup oleh sapu tangan, “Ayah… ibu…

Aish, untuk apa memikirkan mereka yang tidak pernah kembali? Lebih baik aku mengoptimalkan waktuku untuk mencuci pakaianku. Mumpung sedang tidak ada orang di dorm, aku bisa dengan aman menjemur pakaianku di balkon dan bukan di kamarku. Lagipula kamarku sepertinya sudah terasa lembap karena terlalu sering menjemur pakaian disana.

Cuci cuci cuci, bilas bilas bilas. Ah, untung saja di dorm ini tetap ada mesin cuci meskipun mereka sendiri lebih suka mengirim pakaian mereka ke laundry. Sekarang tinggal dijemur di balkon.

Ah, tinggi sekali dorm ini bila dilihat dari balkon. Wajar saja, ini kan lantai 12. Angin di musim gugur juga sedang kencang-kencangnya bertiup. Dan…

Eh??

Eh?????

EH?????????????

AAARRRRGGGHHHHH!!!! Angin sialan itu menerbangkan salah satu baju kausku. Dan.. Plukk, baju itu tidak jatuh ke bawah (syukurlah) tapi tersangkut di lantai 11. Ah, sepertinya aku harus turun mengambilnya. Semoga saja orang yang tinggal di lantai 11 itu bukan orang yang menyebalkan.

**********

(Kyuhyun-super junior POV)

“Wakakakakakahahahahah… hmpphh… wakakakakakaka.” Aku tidak sanggup lagi menahan tawaku ketika aku (dengan suksesnya) memasukkan cacing ke mulut Sungmin hyung yang sedang tidur di kasurku. Sungmin hyung langsung terlompat begitu menyadari ada cacing di mulutnya. Tidak hanya aku saja yang tertawa. Semua yang ada disini juga tertawa termasuk Siwon hyung dan Kibum hyung yang baru datang ke asrama.

Salah sendiri tidur di kasur orang lain! Sebenarnya kasur Sungmin hyung ada di sebelah kasurku. Hanya saja karena dia sedang linglung semalam jadi dia tidur di tempat yang salah. Gara-gara itu juga aku harus tidur di kasur hyung yang berselimut warna pink. Karena sebal, kumasukkan saja cacing kedalam mulutnya selagi hyung terlelap.

Kali ini semua anggota super junior tidak memiliki jadwal latihan. Jadi kami hanya berkumpul di dorm untuk berbincang-bincang. Tapi bukan di dorm lantai 12. Kami berada di dorm lantai 11 karena di lantai 12 ada Shindong hyung yang sedang sakit.

“Kau sudah dengar gosip?” Heechul-hyung, si raja gosip beraksi. Sepertinya ada-ada saja gosip dari Heechul hyung.

“Gosip apa? Apa gosip tentang Jessica SNSD yang meminum obat pencahar sehingga berak 12 kali sehari? Sudah! Aku sudah mendengar itu darimu! Aku bahkan sudah mengkonfirmasi tentang itu pada Jessica dan ini hasilnya..” Leteuk hyung menunjukkan pipinya. “Jessica langsung menamparku!”

Babo! (Bodoh!) Tidak, kali ini aku serius. Ini gosip yang aku lihat dengan mata kepala sendiri. Ada anak baru dari lantai tiga yang kabarnya akan segera bergabung ke lantai empat. Kau sudah tau.”

“Bukannya itu sudah biasa, hyung? Kita juga dulu berasal dari lantai tiga bukan?” Betul! Aku setuju dengan Siwon hyung. Itu sih sudah biasa.

“Tapi yang ini lain…”

“Memang apa bedanya?”

“Dia anak yang misterius. Asal-usulnya tidak diketahui, bahkan jenis kelaminnya juga tidak diketahui. Kabarnya sih dia sudah tinggal di dorm ini. Tapi jarang sekali terlihat. Aku sudah melihat dengan mata kepala sendiri tapi tidak begitu jelas. Aku melihatnya waktu dia sedang latihan di lantai tiga.”

“Ah, paling gosip palsumu itu lagi. Seperti gosip Jessica itu.” Yesung hyung menimpali. “Lagipula aku tidak peduli siapa yang terpilih untuk naik keatas. Selama dia bukan orang yang menyebalkan.”

Tok tok tok Seseorang mengetuk pintu dorm kami.

“Hey maknae, bukakan pintunya!” Aih Leeteuk hyung. Mentang-mentang aku maknae, bukan berarti aku bisa disuruh-suruh! Tapi akhirnya aku lakukan juga sih.

“Ya?” Aku membuka pintu dan yang terlihat hanya seseorang yang memiliki sorot mata yang tajam, mata yang kecil (seperti mata Yesung hyung), memakai kaos biasa tetapi memakai sesuatu untuk menutupi lehernya, kemudian dengan tenangnya berkata ‘annyeong hasseo’.

“Kau pasti seorang E.L.F (fan group super junior) bukan? Bagaimana caramu masuk kesini? Ah, tapi itu tidak penting silahkan masuk. Pintu dorm super junior selalu terbuka untuk seorang E.L.F.”

Anio (tidak/bukan), aku bukan E.L.F! Tapi memang aku perlu masuk jika kau mengizinkan. Aku harus mengambil bajuku yang jatuh ke balkon kalian saat aku menjemurnya. Bolehkah?”

Baju? Baru saja aku akan bertanya kembali, tiba-tiba terdengar suara Ryeowook hyung yang nyaring memanggil kami semua. “Hey, adakah diantara kalian yang menjatuhkan bajunya di balkon? Ah, ini pasti milik Henry yang selalu berantakan itu. Henry, apa ini milikmu?”

Henry menggeleng, “Bukan.”

Orang yang berada dihadapan itu langsung tersenyum, “Itu pasti milikku. Kalau kau tidak keberatan, bisa tolong ambilkan saja bajuku sehingga aku tidak perlu masuk kedalam?”

Ani (tidak)! Kau harus mampir ke dorm kami! Ayo masuk!” Aku menariknya dengan paksa sehingga dia tidak memiliki pilihan lain lagi selain mengikutiku masuk kedalam dorm. “Ryeowook hyung! Sepertinya baju itu milik anak ini. Katanya dia menjatuhkannya saat menjemurnya di lantai atas.”

Aku meninggalkan anak itu di ruang tengah bersama anggota super junior yang lain. Sementara itu aku mendengar Donghae hyung yang setengah berbisil, “Apa-apaan kau mengajak yeoja (cewek) masuk kemari? Peraturannya sudah jelas kan, dilarang membawa yeoja! Kalau ketauan sunbae (senior) bagaimana?”

Yeoja?? Kupikir dia Namja (cowok)! Lagipula wajahnya mengingatkanku pada Lee Jun Ki! Lagipula lebih manis Heechul-hyung daripada dia. Sudah pasti dia namja!” teriak Siwon hyung.

Sementara yang lain sedang berdebat, aku mengambilkan baju itu dari tangan Ryeowook hyung. Tetapi reaksi tidak terduga keluar dari Heechul hyung dan Kibum hyung.

“KAU!” Begitulah reaksi Heechul hyung dan Kibum hyung secara bersamaan.

Tetapi anak itu malah tersenyum santai dan berkata, “Anyyeong!

“Kau kenal dia, hyung?”

“Itu! Dia itu!” Heechul hyung menunjuk tepat kearah anak barusan. “Dia yang baru saja kubicarakan!”

“Anak lantai tiga yang misterius itu?”

“Anak yang tidak diketahui asal-usulnya?”

“Anak yang tidak jelas jenis kelaminnya?”

“IYA!” Jawab Heechul hyung. “Kau kenal dia Kibum?”

Kibum hyung mengangguk dan menatap anak misterius itu, “Nice to meet you again, Sora-ssi.” (-ssi, akhiran setelah nama yang digunakan setelah nama untuk orang yang baru dikenal [percakapan formal] atau lebih tinggi status sosialnya)

I’m suprised to meet you here Kibum-ssi.”

Ya! (Kau!) Berhenti menggunakan bahasa yang tidak aku mengerti! Kibum, siapa dia?” Eunhyuk hyung yang paling suka protes kalau mendengar seseorang berbahasa Inggris langsung beraksi.

Kibum hyung langsung menunjukkan senyum maut kepada anak misterius itu. Aku dengar cewek manapun yang melihat senyum Kibum hyung pasti akan meleleh. Berhubung anak yang sepertinya bernama Sora ini sama sekali tidak meleleh, maka mungkin dia ini namja (perkiraanku sih).

“Aku senang kau ternyata memang nyata Sora-ssi. Kupikir malam itu aku hanya sedang berhalusinasi. Dan ah~~ Berarti kau tinggal bersama SHINee bukan? Diatas dorm ini?”

Ne! (ya!)” Kata Sora setelah menerima bajunya dari tanganku. “Kalau tidak keberatan, aku permisi dulu.”

Andwae! (tidak!)” Lagi-lagi aku menarik tangan Sora dengan paksa. “Kau harus mengenal kami dulu, baru kau boleh pergi.”

Sora menunjukkan wajah protesnya kemudian berkacak pinggang, “Aku tahu siapa kalian! Kalian super Junior bukan? Leetuk-ssi, Heechul-ssi, Yesung-ssi, Sungmin-ssi, Eunhyuk-ssi, Donghae-ssi, Siwon-ssi, Zhou mi-ssi, Ryeowook-ssi, Kibum-ssi, Henry-ssi.” Kemudian dia menatapku. “Kau sendiri Kyuhyun-ssi. Sudah kan? Kalau begitu aku pergi dulu.”

“Sudah mau pergi Sora?” Tanpa diduga Ryeowook hyung keluar dari dapur sambil membawakan cha (teh). “Padahal aku sudah membuatkan cha untukmu.”

Akhirnya dengan sedikit paksaan dari kami semua, Sora-ssi tetap tinggal di dorm kami untuk sekedar megobrol-ngobrol. Lagipula aku masih penasaran dengan dia yang katanya misterius itu. hmmm~~

**********

(Kibum POV)

Akhirnya aku bertemu lagi dengan anak aneh yang berpura-pura tidak bisa bahasa Korea waktu itu. Jelas sekali waktu itu dia benar-benar berbohong. Lihat sekarang, dengan lancarnya dia berbicara dengan member-member yang lain.

“Sebenarnya bahasa apa saja yang kau kuasai?” Tanya leader kami, Teukie (Leteuk) hyung.

“Apa kau ingin sedikit berbincang dalam Bahasa Jepang atau Cina? Sebenarnya Bahasa Jepangku jauh lebih baik dibandingkan Bahasa Koreaku. Tapi tetap saja aku lebih ahli dalam bahasa-bahasa Eropa. Tulisannya tidak serumit Bahasa Asia.”

“Kau benar-benar bisa berbahasa Cina?” Zhou mi hyung tampak tertarik sekarang. “Kalau begitu………..”

Mulai terdengar chong chang cing cing dalam percakapan mereka berdua. Henry tampaknya cukup mengerti dengan arah percakapan Sora dan Zhou Mi. Anggota super junior M juga asyik menganalisis percakapan mereka berdua (anggota super junior M masih pelafal Bahasa Mandari yang AMATIR), sementara aku dan yang lainnya hanya terdiam.

“Sora-ssi.” Aku memanggilnya dan mengabaikan fakta kalau dia sedang berbicara dengan Zhou mi hyung.  Aku menunjuk lehernya yang ditutupi oleh sesuatu. “Apa kau selalu memakai itu di lehermu? Terakhir kali kita bertemu kau juga memakainya.”

Sora menunjuk kearah lehernya lalu aku balas dengan anggukan, “Ne! Cukup membantuku untuk menjaga rahasiaku tetap aman.”

“Maksudmu?”

Sora malah tertawa, “kalau aku tidak memakai ini, akan sangat jelas jenis kelaminku bukan? Kalau aku berjakun, maka aku ini namja. Kalau tidak ya sebaliknya.”

Ah, benar juga. Jadi itu tujuannya menutupi lehernya itu. Masuk akal!

“Tapi itu hanya salah satu manfaatnya sih. Alasan utama kenapa aku menutupi leherku bukan itu.” Tambah Sora lagi.

“Lalu?”

“Rahasia.”

Donghae hyung menghela nafas, “Terlalu banyak rahasia dalam dirimu. Apa kau yakin kau bisa menutupi semuanya? Memang para anggota SHINee belum ada yang tahu tentang rahasiamu?”

“Ng…. mmm… Belum.” Entah kenapa Sora terlihat sedikit ragu saat mengatakan ‘belum’. “Aku sangat berhati-hati dan mereka juga menghormati rahasiaku. Mereka memberiku kamar sendiri. Kadang-kadang mereka mencoba mencari tahu juga tapi pada akhirnya tidak berhasil juga.”

Masih dalam suasana mengobrol santai dengan Sora. Tiba-tiba lagu bonamana milik kami terdengar mengalun dari radio. Rasanya lagu itu sudah cukup lama sejak tanggal peluncurannya, namun masih saja ada orang yang me-request lagu itu di radio kesayangannya.

“Ah, lagu itu!” Si dance machine Eunhyuk hyung langsung berdiri dan memperagakan tarian dalam lagu bonamana itu. Hyung tidak tau malu! Sekarang kan sedang ada Sora! “Fan service untukmu, Sora. Ngomong-ngomong siapa anggota super junior yang paling kau suka?”

Hening… kami semua menunggu jawaban Sora. Dipilih sebagai anggota favorit tentu akan menjadi sebuah prestise sendiri untuk kami. Aku contohnya, aku membanggakan senyum mautku untuk mendapatkan fan.

Tapi ternyata Sora malah menggeleng, “Tidak ada, atau lebih tepatnya tidak tau. Aku hanya membaca biodata kalian dari internet. Aku bahkan belum sempat mendengarkan lagu-lagu kalian. Lagu bonamana barusan adalah lagu kalian yang pertama kali aku dengar.”

“Ah..” Yesung hyung tampak kecewa. “Kupikir semua orang di Korea sudah mendengar suaraku yang merdu ini. Kejam sekali.”

“Sudah kubilang aku bukan berasal dari Korea atau dari negara didekat-dekat sini. Nama ‘super junior’ tidak pernah terdengar di tempat asalku.”

“Memangnya SHINee hunbae (Junior) tidak pernah mendengarkan lagu-lagu kami?”

Sora menghela napas, “kalaupun mereka mendengarnya, mereka pasti mendengarkan dari iPod masing-masing dan menggunakan headset di telinga mereka. Kalau kalian begitu ingin aku mendengarkan lagu-lagu kalian, baiklah akan kulakukan begitu aku kembali ke dorm.”

Heechul hyung langsung beranjak kemudian kembali lagi sambil membawa SEMUA album kami dari album pertama sampai album keempat. Tak lupa juga album super junior M, suju-Happy, suju T, dan juga suju K.R.Y. “Dengarkan ini di dorm-mu. Tapi jangan lupa kembalikan! Stok album yang ada pada kami tinggal sedikit.”

Yesung hyung yang cerewet kembali mengambil alih percakapan, “Ah, super junior ’05, rasanya sudah lama sekali. Waktu itu maknae evil (Kyuhyun) masih belum bergabung. Di album pertama….” Yesung hyung malah menceritakan satu persatu album kami semua. Satu persatu kerumunan kami bubar lantaran merasa topik sudah tidak menarik lagi. Tapi Yesung hyung masih terus saja berbicara. Raut wajah Sora sudah menunjukkan kebosanan tapi Yesung hyung tidak tau (atau tidak peduli?).

“Yang ini super junior M. Sayang sekali aku tidak termasuk, kalau ada aku pasti lebih bagus.” Masih terus saja narcist didepan siapapun. Dasar kau Yesung hyung! “Album pertama super junior M ini salah satu favoritku. Meski tidak ada akunya sih. Dan ini leader super junior M…..”

Begitu mendengar ‘Leader suju M’, raut wajah Heechul hyung langsung berubah. Sedikit menyedihkan. Yesung hyung yang menyadari hal tersebut langsung berhenti berbicara.

“Aku tidak apa-apa. Lanjutkan saja Yesung! Hanya sedikit kangen saja. Sudah lama aku tidak menghubunginya. Hei, mungkin sebaiknya aku menghubunginya sekarang. Kalau begitu aku permisi.” Heechul hyung beranjak menuju balkon. Tak lama kemudian terdengar suara Heechul hyung yang sedang menelopon dan juga terisak-isak. Ternyata Heechul hyung masih suka menangis kalau sedang menghubunginya.

Sora menyiratkan keheranannya pada Yesung hyung dan hyungpun mengerti, “Leader super junior M, Hankyung. Dia sudah keluar dari super junior dan Heechul hyung lah yang paling merasa kehilangan. Aku bisa mengerti. Heechul hyung dan Hankyung dahulu dekat sekali. Aku jadi merasa bersalah telah mengungkit soal Hankyung didepan Heechul hyung.”

“Soal Hankyung-ssi yang keluar aku sudah tau. Tapi aku tidak menyangka kalau Hankyung-ssi dan Heechul-ssi sedekat itu. Sudah kubilang bukan, aku sudah melakukan riset kecil tentang kalian.” Sora melirik kearah jam dinding yang ada diruangan ini. “Sudah terlalu sore kali ini aku harus benar-benar pergi.”

Anggukan dari Yesung hyung membuat Sora beranjak dari tempatnya sambil membawa seluruh album super junior.

Wo cen bu nai fan hen xiang jian jian ni. (Aku benar-benar tidak sabar untuk bertemu denganmu lagi)” Zhou Mi hyung mengatakan sesuatu yang tidak kumengerti. Sepertinya hyung senang sekali menemukan pelafal Bahasa Cina yang lain selain dirinya dan Henry yang berbahasa Cina dengan logat Inggris. Sora hanya menjawabnya dengan anggukan membuatku penasaran tentang hal yang sedang mereka bicarakan.

Kyuhyun dengan cepat (dan dengan penuh semangat) mengantarkan Sora ke pintu dorm. Maknae hyperaktif! Coba kalau disuruh membuka pintu kalau ada hyung-nya yang akan masuk, pasti dia akan ogah-ogahan melakukannya.

“Sampai jumpa lagi Sora-ya. Kau tidak keberatan kupanggil begitu bukan? Atau harus kupanggil noona? Kalau kau mau kau bisa memanggilku ‘oppa’. ^^”

Tawa kecil terdengar dari mulut Sora, “Kau benar-benar menganggapku yeoja Kyuhyun-ah? Bagaimana kalau ternyata aku laki-laki? Jangan terlalu berharap Kyuhyun-ah. Sewaktu-waktu aku akan memanggilmu ‘hyung’ atau mungkin ‘oppa’.”

Leteuk hyung ikut-ikutan menghampiri Sora. Menggeser posisi Kyuhyun di hadapan Sora dan membuat Kyuhyun kesal, “Sampaikan salam kami pada SHINee hunbae. Katakan pada mereka kalau kami akan menghadiri debut Jepangnya. Kami sudah mendapatkan tiketnya. Kau akan ikut kesana kan Sora?”

Sora menggeleng, “Aku tidak tau.”

Segera setelah Leteuk hyung mengangguk, Kyuhyun langsung mengambil alih tempatnya yang tadi direbut hyungnya, “Kalau kau kesepian diatas, sering-sering saja datang kemari. Atau jatuhkan lagi saja bajumu. Kau bahkan belum sempat bertemu Shindong hyung! Pokoknya kau harus kembali lagi kesini, secepatnya!”

Eung!” (‘ya’)

*********

(bersambung) klik disini untuk membaca SHINee-ing as Bright as the SKY chapter 12

Please komen dan vote-nya chingu.. ^^

4 responses to “[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 11 (with Super Junior as guest cast)

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 10 « Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s