[Korea Fan Fiction] Barbie Girl part 3 – Jessica, Seohyun SNSD, Jaejoong JYJ DB5K, Yonghwa C.N.Blue

Yang baru maen ke blog ini dan ketinggalan part 1 dan part 2-nya, silahkan…..

 Klik disini untuk melihat index dan memilih part yang akan dibaca

Author : ANGELAFT RACTA

Genre: Romance, Friendship

Casts: Jessica (SNSD), Seohyun (SNSD), Kim Jaejoong (JYJ/DB5K/DBSK/TVXQ/Tohoshinki), Jung Yonghwa (C.N.Blue)

——————————————————————————————————————————————-

Keesokan harinya, pagi hari berlalu dengan tenang-tenang saja. Tak ada konfrontasi, tidak ada agresi militer Belanda, perang dunia 3 juga tidak menunjukkan tanda-tanda akan meletus. Begitupun pas istirahat, aku dan Jessica melewati hari ini nyaris tanpa gangguan dari namja-deul berkicau itu. Mungkin mereka semua memang sudah menyerah soal Jessica. Lagipula, lawannya Jaejoong gitu lho, mereka pasti sudah minder dari awal kalau lawannya Jaejoong si Mr. Perfect. Hhi, baguslah!

Tapi tetap saja ada yang kurang. Sejak kejadian ‘pengakuan palsu’ Jaejoong kemarin, Jaejoong sama sekali tidak menunjukkan keinginan untuk memainkan perannya dengan baik. Jaejoong tetap cuek pada Jessica (sebenarnya dia memang selalu cuek pada semua orang). Bahkan saat kami berpapasan pun Jaejoong bahkan tak melihat sama sekali kearah Jessica. Hm, kupikir sebentar lagi juga mereka akan curiga dan kehidupan yang tenang ini akan segera berakhir. Hiks..

“Seohyuuuunn, Jessica nggak tau mau bikin apa. Hiks hiks.”

Lagi-lagi, tugas yang paling sering Jessica kerjakan, REMEDIAL! Terutama pelajaran bahasa Inggris. Sungguh keajaiban besar kalau Jessica bisa naik kelas hingga saat ini dengan kemampuan otaknya yang….. (Terlalu kejam untuk dikatakan). Saat itu Jessica disuruh membuat teks mengenani ‘recount text’ sederhana kan. Tapi entah bagaimana Jessica jadi membuat text tentang ‘My Dog’ mending kalau text itu dibuat dengan Bahasa Inggris yang baik dan benar. Tapi….. O Mai Gat! Jessica benar-benar meng-Inggriskan Bahasa Indonesia. Coba lihat ini…

My Dog

I have a dog name Pinky (aku punya anjing namanya Pinky). Pinky is cute so much (pinky itu lucu banget). Fur soft (bulunya lembut), the tail often shaking shaking (ekornya sering goyang-goyang), I love pinky so much (aku sangat mencintai Pinky)……

Untuk kebawahnya tak usah dibahas, terlalu mengerikan untuk dibahas. “The tail often shaking shaking”??? Oh, tidak adakah struktur kalimat yang lebih buruk dari itu? (Mungkin ada, tapi saat ini aku sedang ingin sarcastic seperti biasa). Aku tidak ingin membicarakan ‘sisi gelap’ Jessica lebih banyak. Begini-begini aku sahabatnya lho..

Sebagai sahabat yang baik, sudah tugasku untuk membantu ‘menutupi’ kekurangan Jessica. Kami memutuskan untuk belajar di perpustakaan sepulang sekolah. Bukan kami, lebih tepatnya Jessica yang belajar. Aku hanya menemaninya sambil membaca komik. Kalau Jessica sudah selesai menulis, baru aku yang mengoreksi pekerjaannya.

“Seohyuun…”

“Tulis saja dulu, nanti aku perbaiki.” Aku menanggapinya dengan setengah hati. Nanggung, komik yang kubaca sedang seru-serunya. Sebentar lagi akan terjadi perang besar antara kaum angel dan kaum demon.

“Susah ya Barb? Sini aku ajari..” Seru suara nyelonong, namja (cowok). Ya, aku kenal namja itu. Salah satu anggota Barbie’s fans club.

“Biar aku! Eunhyuk, menyingkir dari sana, Bahasa Inggrisku jauh lebih baik darimu.” (Hangeng)

“Gue lebih jagoan! Gue kan pernah tinggal di Amrik!” (Nickhun sok pake ‘gue-elo’)

Baru aja dibilangin! Kenapa kehidupan yang tenang mesti berakhir hari ini juga. Huwee..hiks hiks.. Kalau aaja Jaejoong mau memainkan perannya lebih serius.

“Ehem!” Deheman penuh wibawa membuat kami semua terdiam. Librarian kami Mrs. Jenna melirik tajam pada kami semua. Hanya dengan gerakan tangan, Mrs. Jenna mampu membuat semua cowok-cowok burung berkicau itu keluar dari perpustakaan.

Yes, akhirnya dunia kembali damai.

“Ehem!” Kali ini Mrs. Jenna melirik kearahku dan Jessica. Satu gerakan tangan yang tegas menyuruh kami ikut keluar.

“Lho kok saya?” Aku mencoba membela diri. Lagipula memangnya aku ngapain sampai harus ikut diusir keluar?

“Huh!” Mrs. Jenna kembali dengan gerakan tangan saktinya. Ya, aku mengerti. Tak ada gunanya membantah. Harus cari tempat baru nih untuk mengerjakan tugas Jessica.

Kami baru saja keluar dari perpustakaan ketika kami bertemu Jaejoong. Aha!

“Jaejoong!” Panggilku cepat sebelum dia pergi jauh. Ketika dia melihatku, aku menyuruhnya untuk mendekat. “Pinjem ruang ‘sunyi’ lagi dong.” Pintaku

Ruang sunyi yang kumaksudkan adalah Ruang BEM. Kurasa Jaejoong juga paham dengan maksudku. Jaejoong kemudian melirik Jessica dengan tatapan seakan-akan Jessica memiliki cap bertuliskan ‘masalah’ di dahinya.

Sepertinya Jessica sadar kalau dia sedang ditatap oleh Jaejoong. Bukannya marah dengan tatapan kasar itu pipi Jessica malah bersemu merah. Aku punya firasat kalau ini awal dari masalah lainnya. Oh Tuhan, lagi-lagi kau tidak memberikan keadilan yang cukup untukku. Kenapa aku harus selalu dekat-dekat dengan temanku yang selalu dekat dengan masalah (lagi-lagi kata-kata yang ribet). Dan kenapa aku??

Ralat! Tuhan mungkin adil, aku kan punya Yonghwa yang bagiku bagaikan oase di padang pasir (caella, melankolis banget dah!). Sebagai ‘hadiah’ atas Yonghwa yang aku miliki, Tuhan memberikanku kebisingan-kebisingan yang membuat hidupku tidak tenang. Walaupun kebisingan itu BUKAN disebabkan olehku.

“Oii, boleh tidak aku pinjam ruang sunyinya?”

“Oh iya. Apa? Ruang sunyi? Hahaha, bisa aja kamu!” Hah? Jaejoong tertawa?? Seumur-umur baru sekarang aku melihatnya. “Iya iya, boleh. Noe namchin (pacarmu) juga sedang ada disana, ngerjain tugas juga. Ah, Seohyun-ssi, ada yang ingin kubicarakan denganmu soal bazar yang akan kita adakan. Bagaimana kalau bertemu di ruang BEM nanti?”

“Ngg..bisa-bisa..”

Sekarang Jaejoong malah tersenyum, “oke, sampai nanti.”

************

“Hahahahahahaha.” Yonghwa langsung tertawa begitu mendengarkan penjelasan Jessica tentang kejadian di perpustakaan tadi.

“Kok Yonghwa, malah ketawa sih? Jesica kan lagi sebel!”

“Hahahaha, kampus bakal tetap heboh sampai kau punya pacar beneran!” Yonghwa memberi saran. Ada benarnya juga sih. “Lagian memangnya tidak ada namja yang sesuai kriteriamu disini?”

Mendengar ucapan Yonghwa, pipi Barbie memerah malu, “Ngg, Ssica pengen punya pacar yang tenang, kalem, yang nggak ribut.”

Aku bisa segera menebak, deskripsi namja itu pasti terinspirasi dari film Barbie! Lama-lama dia pasti akan menyebutkan ‘pangeran dari negri yang amat jauh, super tampan, mengenakan pakaian kerajaan, menggunakan mahkota, dan tak lupa menunggang kuda putih! Silahkan cari sampai dapat! Jaman sekarang orang yang menunggang kuda kemana-mana mah bukan pangeran! Tapi tukang kuda yang menjual jasa ‘mengajak’ anak kecil menunggang kuda. Itu lho, yang sering ada di pasar Minggu.

“Jaejoong ya?” Tebakku. Pipi Jessica kembali bersemu merah. Karena malu, Jessica menutupi kedua wajahnya dengan tangan. Kalau begitu jawabanku benar! Jaejoong! Hah? Bisa-bisanya. Dia dan Jaejoong kan bagaikan langit dan bumi!

“Kenapa tidak kau saja yang bilang padanya duluan? Lagipula….” Yonghwa yang sekarang menjawab.

“’Lagipula’ apa?”

Namja mana yang tidak akan menyukaimu.” Lanjut Yonghwa lagi.

“Tapi kan Jessica maluuuu…”

“Barbie sayang, honey, kalo sudah seperti ini yang terpenting kau harus punya majachingu (pacar)!” Ucapku seleeeemmmbbbuuuttt mungkin (iklan pelicin, pewangi, pelembut jadi satu nih! Tak boleh sebut merk

“Ngg.. Nanti Ssica pikirin lagi deh. Yang penting, Seohyun! Bantuin Ssica ngerjain tugas.”

“Iya Jjagi, bantuin tugas aku juga dong….”

Aku menatap mata milik mereka berdua (Yoong dan Barbie) yang sama-sama mentapku dengan tatapan memohon “Hahahaha, kalian berdua itu mirip!”

“Mirip??” Kata Jessica dan Yonghwa bersamaan.

“Iya, sama-sama berisik. Hahahah.”

Jadi begitulah agendaku sore hari. Membantu Yonghwa dan Jessica mengerjakan tugas mereka masing-masing (Lagi-lagi harus kukatan kalau mereka yang mengerjakan, aku membaca komik. Kalau mereka selesai berkutat dengan tugas-tugas itu, barulah aku yang mengoreksi kalau ada kesalahan. Sore itu juga aku dan Jessica sama sekali tidak mendapatkan gangguan yang brisik-brisik itu. Mau tau alasannya?? Alasannya aku menuliskan ancaman yang kutempelkan di luar pintu ruang OSIS yang berbunyi…

“DILARANG MASUK, MENGETUK, BERTERIAK-TERIAK, MENGIRIM PESAN, atau hal yang bersifat MENGGANGGU, bagi yang tidak berkepentingan. Barangsiapa yang melanggar akan BISULAN, KUTILAN, BOROKAN, dan MANDUL seumur hidup!”

Ternyata cara ini ampuh juga. Kenapa tidak dari kemarin-kemarin aku memikirkan cara ini. Mungkin bisulan, kutilan, borokan masih kurang dibandingkan mandul! Dan kurasa memang mereka takut dengan kata mandul. Hahahaha.

Tok tok tok! Ketukan pintu lagi. “Barbie barbie, keluar dong.”

Oh tidak, pasti cowok-cowok aneh itu lagi. BRAAAKKK!! Kubuka pintu ruang OSIS dengan kasar. Dan yang muncul disana si Sa’id, salah seorang anggota Barbie’s fans club. Salah satu ‘blasteran’ di sekolah juga. ‘Blaster’ ama Arab!

“KAU TIDAK LIHAT APA!” Aku langsung menunjuk ke kertas ancaman yang kutempel di pintu itu.

“Oh itu, ane nggak takut ama bisul, kutil, ama borok! Ane punya obatnya.” Sa’id mengeluarkan botol kecil yang didalamnya berisi semacam minyak. “Ini obat dari paman ane. Impor dari Arab. Kutil, Borok, Bisul InsyaAllah hilang. Harganya tidak mahal, cukup lima belas ribu rupiah. Kutil, kadas, kurap, borok, bisul, panu, semuanya bisa diatasi!” Ish, udah kayak mau dagang aja ni orang.

“KAU TIDAK LIHAT INI??” Aku menunjuk pada kata mandul. “M.A.N.D.U.L! Minyak nyong nyong itu tidak akan mempan melawan yang satu ini!”

“Emang mandul itu apaan ya?”

Sepertinya gunung api di kepalaku udah mau pecah. Mukaku juga sudah merah padam menahan perasaan sebel yang memuncak, “AAAARRRGGGHHH!!! Pokoknya mulai detik ini kau mandul titik!”

BRAAkk!! Lagi-lagi pintu ruang BEM kubanting. Hmm, sepertinya pintu ini tidak akan panjang umurnya. Jangan bilang-bilang Jaejoong atau anggota BEM yang lain ya. Kalau mereka tau dan kalau sampe pintu ini rusak, pasti aku yang pertama dimintain biaya perbaikannya (sebenernya sih pasti pake biaya sekolah atau kas BEM, cuma lagi pengen melebay aja).

Kulihat Yonghwa tertawa puas seperti biasanya sedangkan Jessica hanya manyun-manyun mengetahui kalau masalah yang menghampiri adalah ‘masalah biasa’. Baik aku maupun Jessica sudah sangat lelah dengan semua ini. Tunggu tunggu, kenapa aku harus ikutan capek ya?

“Kenapa sih mereka nggak mau berenti gangguin Jessica.”

“Hahahahahahahhahhahahahaha, Karena kau terlalu baik dan tidak tega buat marah ke mereka. Mereka manfaatin itu, makanya..” Yonghwa hanya menunjukkan dengan kode badannya yang seakan membentuk kalimat ‘jadi begini.’

Huft, ya ya ya, terlalu baik!

“Hahahaahahahaha, lagi-lagi Yonghwa ketawa. Tenang dong Hyuun! Mereka pasti menganggapmu ‘naga penjaga tuan putri di menara. Hahahahaa.”

“Hahahaha.” Akupun ikut tertawa. Tapi tawaku dihentikan oleh…..

Tok tok tok..Ketukan itu lagi, Oh no no no..

Aku menarik nafas, menyiapkan diri dengan semprotan amukan yang paling tajam. Aku ingin membuka pintu dengan gaya sedramatis mungkin. Bahkan kata-kataku untuk ‘menyemprot’ ini sudah tersimpan dengan rapi di kepala, jadi nanti aku nggak bakal kehilangan kata-kata.

BRAAAKKK, “YAK! (HEY!) Bangkutungku (Si Bodoh)!!! Memangnya kau buta heh? Tidak bisa baca kata-kata ini?!!!!”

Tapi sesuatu tidak berjalan dengan lancar. Karena tadi aku terlalu terburu-buru dan bahkan sebelum melihat wajah orang yang kusemprot, pijakan dan keseimbanganku didepan pintu ruang BEM tadi belum sempurna. Aku berdiri di tepi pintu ruang BEM. Ruang BEM memang dibuat sedikit lebih tinggi dibandingkan koridor di luar. Jadi aku berdiri ditepi ruang BEM itu, tentu saja mengambil pijakan disana membuatku terjatuh (kalau yang tidak mengerti pendeskripsianku, anggap sajalah aku jatuh!)

Hoop, untung saja orang yang tadi mengetuk pintu itu dengan sigap menangkapku. Huft, malunya.. Aku sempat terlena sesaat dalam pelukan namja ini, baunya harum. Lagipula sepertinya aku nyaman sekali berada di pelukannya. Dan betapa kagetnya aku ketika mengetahui siapa yang menangkapku tadi.

“Waa, Jaejoong! Jaejoong, untuk apa kau kesini?”

“Kata-kata yang mana?” Jaejoong berhenti sebentar. “Kau ini! Masih ingin kupeluk,heh?” Saat itulah aku menyadari kalau aku masih berada dalam pelukan Jaejoong. Sementar di dalam ruang BEM Yonghwa daritadi tidak berehnti tertawa sedangkan Barbie tersenyum kecut. Ya ampun, hebatnya aku! Aku bahkan bisa membuat Jessica cemburu!

Cepat-cepat aku bangkit kemudian mengambil pijakan yang pas, jangan sampai aku terjatuh lagi “Miyanhaeyo (maaf).”

“Santai saja. Bukannya aku sudah bilang kalau ingin bertemu denganmu untuk membicarakan soal bazar kampus?

“Ng..iya..”

Jaejoong masuk keruangan dan langsung menuju ke tempat Yonghwa. Mereka kemudian mebicarakan hal-hal yang berhubungan dengan kelaki-lakan mereka. Maksudu mereka mengobrol tentang sepak bola, otomotif, tinju, dan lain-lain yang berhubungan dengan kehiatan cowok. Hayo, siapa yang udah mikir macem-macem? Hihihi.

“Barbie!” Aku setengah berbisik menyuruh Jessica mngikutiku. Aku memberikan cake sederhana buatanku kemarin pada Jessica. “Bilang saja ini buatanmu. Berikan pada Jaejoong!”

“Ta… Tapi… Ssica malu…” Mukanya kembali bersemu merah. Oh-my… sekarang aku tau kalau dia ternyata benar-benar naksir Jaejoong!

“Aish, bagaimana kau bisa menyukai namja yang kau bilang galak itu?!”

Bola mata Jess bergerak kearah yang sudah bisa kita prediksi (kearah Jaejoong maksudnya). Kebetulan saat itu Jaejoong sedang mengobrol dengan Yonghwa sehingga dia (mungkin) tidak sedang memperhatikan kami. “Jaejoong itu cool, mirip pangeran,”

Deskripsi yang sudah kuduga. Tapi jujur sekali dia langsung mengakui kalau dia menyukai Jaejoong! Ah ya, aku lupa, BARBIE TIDAK BISA BERBOHONG. Kalau berbohong nanti ibu peri-nya marah!

Aku baru akan mengucapkan sesuatu tapi Ssica sudah memotong duluan. “Jaejoong ngingetin Ssica sama Oppa Sicca.” Ah! Aku baru ingat! Pasti Oppa (Kakak laki-laki) yang dibicarakannya kemarin.

Buru-buru Ssica menambahkan. “Tapi Oppa baik!”

Mwoya? (apa?) Apa maksudnya Jaejoong itu tidak baik? Begitu?

Jessica tidak mengatakan apa-apa lagi, di langsung menuju Jaejoong untuk memberikan gwaja (kue) buatanku kemaren, “Jaejoong.. Ini..”

“Kau yang buat?” Jaejoong menatap tajam seperti biasa pada Barbie. Kejam sekali kau Jaejoong!

“Ng..ng..Seouhyun yang buat!”

Lha, kok aku? Oh iya, ini kan Barbie! TIDAK BISA BERBOHONG. Kalo boong takut dikutuk punya idung panjang kayak pinokio!

“Oh ya?” Jaejoong mencicipi sedikit diantaranya. “Mashita (Enak)! Kau pasti pintar memasak, Seohyun?”

Aduh, makin berasa bersalah aja gue ama Barbie. Tapi kayaknya Barbie-nya biasa-biasa aja sekarang. Dia malah udah siap-siap mau pulang. “Semuanya, Ssica duluan ya.”

“Yop!”

Kini tinggallah aku, Yonghwa, dan Jaejoong d ruang BEM. Jaejoong duduk di kursi khusus ketua BEM dimana ada meja dihadapannya, sementara Aku duduk di hadapan Jaejoong sementara Yonghwa berdiri memegangi pundakku. Hahaha, dalam posisi seperti ini aku jadi membayangkan adegan di ruang dokter kandungan. Jaejoong dokternya, aku sang istri, sementara Yonghwa yang suami berdiri memegangi pundak istrinya. Mirip sekali bukan! Hahaha, aku jadi malu

“Berkas yang kuminta kemarin bagaimana?” Seru Jaejoong padaku.

“Ada, nih semuanya sudah beres.”

“Terus soal bazar kita, soal proposal yang kau sebar bagaimana?”

Aku tersenyum bangga, “Sepertinya berhasil, sebagian besar sponsor sudah setuju terutama SM Entertainment, Starship Radio, dan JYP TV. Proposal yang belum mendapat respon cuma satu, tapi kalau mereka menolakpun, rasanya sponsor yang ada sudah bisa menyokong acara kita.”

“Great!” Sekarang Jaejoong benar-benar senang. “Aku beruntung memilikimu.”

Oops, lagi-lagi pipiku bersemu merah. Kalau saja Jaejoong bilang ‘BEM’ atau ‘Kami memilikimu’  mungkin aku biasa aja, tapi ini Jaejoong menyebut ‘AKU beruntung memilikimu’. Urgh,untung saja Yonghwa berada di belakangku jadi dia tidak melihat rona mukaku yang memalukan. Sayangnya Jaejoong melihat dan menyadarinya! Dia jadi tersenyum jahil. Argh, bisa ge-er dia ntar!

Gara-gara merhatiin muka Jaejoong mulu, aku jadi tidak memperhatikan yang lainnya, padahal ada paku yang mencuat di meja tempat aku meletakkan tanganku. Dasar, orang yang bikin mejanya nih nggak becus!

“Ah!” Aku baru menyadari kalau tanganku sudah tergores paku tersebut. Terlambat, cairan merah dan hangat itu sudah mengalir. Ah, ternyata aku tergores cukup dalam sehingga lukanya mengalir dengan deras. Aku hanya meniup-niup di bagian luka tersebut agar cepat kering. Tapi Yonghwa bertindak lebih jauh dariku, dia berlari menuju UKS, mengambil peralatan P3K, lalu mengurus lukaku dengan baik.

Gomawo. (Thanks)”

“Pakunya berkarat. Kalau tidak diurus seperti ini bisa tetanus!” Hahaha, Yonghwa sok tau nih. Tapi aku senang dengan perhatiannya. Yonghwa meniup-niup lukaku sebelum membalutnya. Selesai dibalut dia juga mencium balutannya. “Mantra biar cepet sembuh.”

“Enak sekali kalian bermesraan didepan orang lain!” Oops, kami jadi lupa kalau ada Jaejoong disini. Ternyata Jaejoong sudah ‘memukul’ si paku agar tidak mencuat lagi. Jaejoong-pun tersenyum manis yang jarang sekali terlihat di depan teman-teman lain. Wah, aku beruntung sudah pernah melihatnya. “Biar tidak ada korban sepertimu lagi.”

“Makanya punya pacar!” Yonghwa melempar sisa perban kearah Jaejoong.

“Yoong benar! Memangnya kenapa sih kau tidak punya pacar saja?”

Andwae (Tidak). Yeoja-deul (cewek-cewek) disini hanya ada yeoja berisik, mengganggu, dan manja. Aku sama sekali tidak menyukai yeoja seperti itu.”

“Lalu, memangnya tipe yeoja idamanmu yang seperti apa?”

“Hahahaha, yang seperti Seohyun, mungkin.”

BAM! Saat itulah kami mendengar pintu dibanting (sepertinya pintu ruang BEM memang akan bernasib sial untuk beberapa dekade kedepan). Jessica!

“Hiks..hiks..” Jessica menangis tapi bukan tangis manjanya yang biasa melainkan tangis tersedu-sedu. “Jadi Jaejoong suka yeoja yang seperti Seohyun ya?”

“Iya!” Ish, Jaejoong! Bagaimana bisa dia bersikap menyebalkan seperti itu. Padahal Jessica kan menyukainya!

“Barbie, Jaejoong cuma bercanda kok. Tadi kan juga dia ngomongnya sambil ketawa. Lagian kenapa kau belum pulang?”

“Hiks hiks, Ssica nguping.” Saat seperti inipun masih sempat-sempatnya jujur. Polos banget sih ni anak. “Kalau Jaejoong maunya kayak gitu, besok Jessica bakal berubah?”

Berubah jadi Power ranger maksudnya?

Ssica langsung pergi tanpa mengatakan apa-apa lagi. Awalnya aku berniat mengejar Jessica tapi kemudian ditahan oleh Yonghwa. Jaejoong menatapku merasa bersalah.

Gwenchanayo Jaejoong. Tadi kau kan hanya bercanda. Hanya saja Ssica menanggapinya terlalu serius.”

Ne (ya)..” Aku tidak mengerti tapi ada raut muka sedih dimuka Jaejoong. Entah sedih atau merasa bersalah. “Aku hanya bercanda.” Ucapnya pelan…

************

Klik disini untuk membaca Barbie Girl part 4

8 responses to “[Korea Fan Fiction] Barbie Girl part 3 – Jessica, Seohyun SNSD, Jaejoong JYJ DB5K, Yonghwa C.N.Blue

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] Barbie Girl part 2 – Jessica, Seohyun SNSD, Jaejoong JYJ DB5K, Yonghwa C.N.Blue « Asian Fan Fiction Story·

  2. wah jangan-jangan jae beneran suka seohyun nih. SEMANGAT JAE! REBUT SEO DARI YONGHWA! *ditimpukin nyongnyong(yonghwa) *gantian seo yg nimpukin
    wesh~ sicajumma mau berubah jadi apanih? power ranger? pahlawan bertopeng, ninja atau ultrawomen(?) nih? o.O
    jiahaha~ jadi pengen nangis saya baca dialognya hangeng *nangis kok ketawa? -___-*
    dan.. dan.. aduh~ jadi geregetan sendiri sama polosnya sicajumma. jaman sekarang apa masih ada ya orang macam gitu? alhamdulillah sica asli tak seperti itu. hanya saja aslinya hanya telmi tingkat akut -___-
    LANJUT~

    • Jangan-jangan jangan-jangan.. tunggu di part selanjutnya ya chingu… eh eh?? chingu mendukung Yonghwa sama Seohyun?? Howalla… hmm… hm… (senyum licik)
      Lha lho, kok ampe nangiis baca dialog hangeng chingu??? Telmi tingkat akut sama Ssica yg ada di cerita ini apa bedanya chingu?? hahaha.. btw gomawoyo udah mampir dan ngasih energy booster buatku🙂 gomawoyo.. khamsa hamnida😀

      • ah tidak , saya netral kalo soal seo ._. tapi kalo sekarang sih sepertinya saya lebih mendukung seo-jae deh *DUAR
        entahlah, saya menjadi teringat papa saya -___- *kisseu papa han(?)
        ah telmi disini ah daripada yg asli. jadi seperti itu lah(?)
        yap yap cheon~ makasih jg sudah membuat saya ngakak sendiri xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s