[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 12 (with Super Junior as guest cast)

Author: ANGELAFT RACTA

Genre: Romance-Friendship

Casts: SHINee, Sora (OC), super junior,  SMTOWN, etc

Buat yang baru nangkring di blog ini, chapter 1-nya bisa di cek disini atau klik disini untuk melihat indexuntuk memilih chapter yang akan dibaca

——————————————————————————————————————————————-

(Siwon POV)

“Hyung, bangun!” Seseorang menjewer telingaku. Aish, siapa ini! Seenaknya dia membangunkanku! Aku baru tidur pukul 2 pagi tadi, semakin lama aku semakin kecanduan game angrybird. Aku tidak bisa berhenti memainkannya sampai mataku tidak bisa berkompromi lagi!

“Hyung! Bangun! Kita harus menjalankan rencana kita! Kau tidak lupa bukan kalau kita akan pergi ke Jepang siang ini?”

BUUKKK!!! Aku langsung terjatuh dari tempat tidurku, “Jepang?”

Babo hyung! Cepat bangun dan kita jalankan rencana kita!”

Akhirnya aku bangun juga. Lagipula siapa yang tidak akan bangun kalau sudah merasakan jeweran maut dari Ryeowook. Jeweran yang akan sukses membuat telingamu merah dan kau sendiri akan merasa kalau telingamu hampir copot.

“Baiklah, kita susun rencananya.” Seperti biasa, Leteuk hyung yang memimpin rapat. “Kyuhyun, kau yang akan memanggilnya bukan? Kau kan yang paling akrab dengan dia. Dia tidak akan curiga kalau kau memanggilnya.”

Kyuhyun yang dipanggil langsung tersenyum lebar dan penuh semangat, “itu soal gampang hyung!”

“Baik, tugas selanjutnya. Aku sudah menghubungi manajer hyung untuk menjadi sopir kita sampai ke bandara. Tapi menurut manajer lebih baik kita berpencar begitu sampai bandara. Sekelompok laki-laki bergerombol akan terlalu mencurigakan. Kita akan menggunakan mobil yang berbeda. Yang tidak ikut dengan mobil manajer hyung silahkan menggunakan taksi.”

Kami semua mengangguk dan langsung menentukan partner masing-masing.

“Siwon!” Sepertinya kali ini giliranku.

“Ya?”

“Kyuhyun sepertinya akan membutuhkan bantuanmu. Jadi kau berpasangan dengan Kyuhyun. Kalian berdua yang akan menyeretnya kesini. Kalau ternyata dia tidak bisa diseret, kau tentu bisa menggendongnya bukan?”

Berhubung aku masih mengantuk, aku mengangguk saja.

“Baiklah, kita mulai rencana yang sempurna ini. Semoga beruntung!”

**********

Lantai 12 kamar nomor 9

Aku dan Kyuhyun sudah berdiri didepan pintu bernomor sembilan ini. Para hyung dan dongsaeng (adik) sudah berangkat duluan ke bandara. Baiklah, ini saatnya.

Ting tong… Kyuhyun menekan bel yang ada didekat pintu itu. Pasti tak lama lagi orang yang kami tunggu akan muncul.

“Ya?” Orang yang kami tunggu akhirnya muncul juga. “Oh Kyuhyun hyung dan Siwon-ssi. Ada apa?”

“Tak keberatan membiarkan kami masuk, Sora-ya?”

Sora tampak berpikir sebentar, “Silahkan.”

“Sepi sekali.” Komentarku.

“Tentu saja, para anggota SHINee sudah berangkat ke Jepang sejak kemarin.”

Aku melihat-lihat keadaan dorm SHINee. Aku hampir tidak pernah mampir kemari. Kyuhyun yang sering. Semenjak mengenal Sora dia sering sekali main kemari untuk bermain game melawan Minho atau Sora (menurut Kyuhyun, Sora akan menjadi ksatria game di SM selanjutnya. Mereka bertiga menjuluki diri mereka sendiri saebagai three game musketeers. Sebenarnya Kibum lebih menyukai game dibanding Kyuhyun, tapi berhubung dia tidak tinggal di dorm jadi jarang bermain bersama.). Dorm-nya tidak jauh berbeda dengan dorm kami.

“Kau tidak mau menyusul mereka, Sora?”

“Kemana? Jepang?”

Ne! (Ya!)”

Sora menggeleng, “Tidak. Aku takut Sungha-ssi trainerku tidak mengizinkan. Lagipula sepertinya aku akan sibuk sekali. Debut pertamaku juga tidak lama lagi. Aku butuh latihan lebih keras. Lebih baik waktu yang ada aku gunakan untuk latihan.”

“Jangan terlalu keras pada dirimu Sora-ya. Kau juga butuh bersenang-senang.”

Sora malah tertawa, “Bagiku berlatih keras adalah caraku untuk bersenang-senang.”

“Kalau begitu, terpaksa kami lakukan ini…” Kyuhyun tersenyum licik. “Siwon hyung!”

Kami berdua menjalankan rencana kami, menyeret Sora! Aku dibantu Kyuhyun langsung menyeret Sora. Awalnya Sora sempat meronta namun akhirnya dia malah diam saja dan mengikuti kami.

“Hey, kenapa kau diam? Memangnya kau tidak mau melawan kami? Cih, kalau begitu sia-sia aku sudah membawa Siwon hyung yang sudah sabuk hitam Taekwondo.” Tanya Kyuhyun. Dasar aneh, melawan salah, Sora diam malah dia yang heran.

Babo! (Bodoh!)” Kyuhyun mengerutkan alis mendengar jawaban Sora. Aku juga jadi sedikit penasaran. “Mana mungkin aku bisa pergi ke Jepang tanpa paspor!”

“Paspor?”

“Paspor?”

“Ah! Paspor! Kau benar!” Kyuhyun kembali masuk kedalam dorm dan mengobrak-abrik sekitarnya. “Dimana paspormu?”

“Di kamarku tentu saja.”

Sepertinya Kyuhyun sudah hapal seluk beluk dorm ini sehingga dia sudah tau dimana kamar Sora. “Terkunci!”

“Tentu saja terkunci.”

Kyuhyun bergumam, “Leteuk hyung babo! Kenapa dia tidak memikirkan paspor!”

**********

(Leteuk POV)

Bandara

Aku sudah berkumpul dengan anggota super junior yang lain di ruang tunggu. Hanya saja kami duduk di tempat yang berjauhan. Di sudut ruangan ini aku bisa melihat Donghae dan Eunhyuk. Shindong dan Heechul juga ada di sudut lainnya. Aku tidak melihat yang lain tapi aku yakin mereka sudah ada di ruangan ini.

Kami sengaja berpencar (dan bahkan menyamar) agar tidak ada yang menyadari kalau kami adalah anggota super junior. 13 orang namja (laki-laki) yang bergerombol tentu akan mencurigakan.

Dari kejauhan aku melihat tiga sosok. Meskipun mukanya asing (ada yang memakai masker, kacamata, ataupun wig) tapi sosok badannya sudah tidak asing lagi. Yang satu, yang paling tinggi tampak berotot. Yang tidak terlalu tinggi terlihat kurus. Sementara yang paling pendek terlihat begitu kecil diantara mereka bertiga.

Hehehe, benar kan! Salah satu sosoknya (yang tinggi kurus) berjalan kearahku. Perlahan dia duduk disebelahku dan berbisik, “Hyung Babo! (Bodoh!)”

Sementara Siwon (si tinggi berotot) dan Sora (sosok yang kecil) berjalan menjauh dan duduk terpisah dari aku dan Kyuhyun (si tinggi dan kurus), “Setidaknya tidak lebih bodoh darimu!”

Babo hyung!  Apanya rencana yang sempurna!”

Aku menunduk dan berbicara dengan suara yang sangat pelan sehingga aku yakin hanya Kyuhyun yang bisa mendengarnya, “Memang apa yang terjadi?”

“Kau bodoh! Bagaimana bisa kita membawa Sora dengan paksa tanpa paspor! Pada akhirnya Sora hanya menurut saja ketika aku memohon padanya untuk ikut ke Jepang. Aku bahkan harus berlutut untuk memintanya, hyung! Sudah lebih dari 20 tahun hidupku aku bahkan tidak pernah berlutut!”

Aku tidak peduli pada ucapan Kyuhyun. Aku masih sibuk mnelepon Suman-sunbae untuk mengabarkan keberadaan Sora. Lebih mudah meminta izin langsung pada Suman-sunbae dibandingkan harus berurusan dengan trainer Sora yang galak itu. Suman-ssi hanya bilang agar Sora jangan sampai terlihat. Dia ingin tetap menjaga kerahasiaan Sora sampai debut resminya.  “Baguslah kalau begitu. Setidaknya kita tidak perlu melakukan tindakan kriminal seperti menculik.”

Sebenarnya kami juga tidak ingin memaksa Sora seperti itu. Tapi ini permintaan dongsaengdongsaeng yang kami sayangi jadi terpaksalah kami melakukan ini.

——————————————————————————

(FLASHBACK)

       Siang itu aku bertemu dengan Onew di lantai empat ketika sedang jam latihan. Aku keluar dari ruang latihan untuk membeli minuman kaleng. Tak kusangka aku akan bertemu Onew disana. Aku pikir dia sedang berlatih keras untuk debut Jepangnya.

      “Hyung!”

      “Onew-ah.” Aku melihatnya berdiri didekat minuman kaleng. “Apa yang sedang kau lakukan disini?”

      “Membeli minum. Apalagi yang bisa kulakukan di mesin penjual otomatis?”

       Benar juga katanya, pertanyaan bodoh! “Kau ingin minum apa? Biar kubelikan.”

      “Kopi, kalau tidak keberatan. Aku ngantuk sekali. Sekaleng kopi mungkin bisa meringankan kantukku.”

       Aku mengiyakan dan menekan tombol untuk menjatuhkan dua kaleng kopi. Aku jadi ingin minum kopi setelah mendengar pesanan Onew. Setelah itu kami berdua duduk di bangku panjang yang tidak jauh darisana. Pilihan yang bagus, kupikir aku harus beristirahat sedikit sebelum memulai latihan kembali.

       “Ngomong-ngomong bagaimana kabar Sora? Sudah lama tidak melihatnya.”

       Onew tampak sedikit kaget ketika aku menyebut nama Sora namun cepat menguasai tampangnya kembali, “Kau sudah bertemu Sora, hyung? Sora baik-baik saja. Kupikir hanya Kyuhyun hyung yang mengenalnya karena sering bermain game bersama Minho dan Sora. Dia terlalu rajin berlatih. Kalau sedang tidak punya jadwal dia juga berlatih di rumah. Mungkin waktunya hanya habis untuk berlatih.”

       “Sora sudah mampir ke dorm kami waktu itu.” aku menambahkan. “Bukankah kalian akan berangkat ke Jepang besok? Aku akan menyusul kalian lusa. Sebagai sunbae yang baik tentu aku harus melihat debut pertama kalian di Jepang bukan. Lalu bagaimana dengan Sora? Apa dia akan sendirian di dorm?”

       “Hhh” Onew mendesah. “Justru itu hyung. Sebenarnya aku ingin Sora melihatku di panggung. Aku juga sudh mendesak Sora untuk ikut menyusul kami ke Jepang, tapi dia menolak. Katanya akan lebih baik kalau waktunya digunakan untuk latihan. Aku dan yang lainnya sudah memaksa tapi dia menolak.”

       “Mungkin dia punya alasan.”

       “Aku tidak peduli. Apapun alasannya Sora harus melihatku!”

       Aneh sekali. Kenapa Onew bilang ‘Aku ingin Sora melihatKU’ kenapa bukan ‘melihat KAMI’?

       “Kalau saja aku bisa menyeretnya untuk ikut pergi, tentu akan kulakukan.”

       Kasian sekali dongsaengku Onew. Sepertinya dia benar-benar berharap kalau Sora bisa ikut ke Jepang. “Kalau begitu baiklah!”

      “Baik apa, hyung?”

       Aku menggenggam tangan Onew dengan penuh semangat, “Para hyung-mu di super junior pasti akan membantu para dongsaengnya yang sedang kesulitan. Baiklah, kami akan membantu menyeret Sora ke Jepang.”

       “Benarkah hyung? Kalian baik sekali! Khamsa hamnida! Khamsa hamnida!” Onew membungkuk berkali-kali.

       Sudahlah Onew tak usah membungkuk seperti itu kepadaku. Toh bukan aku yang akan menyeret Sora. Apa gunanya aku punya dongsaeng bertenaga kuda seperti Siwon. Ya, aku akan menyuruh Siwon untuk menyeret Sora.

(FLASHBACK END)

—————————————————————————-

“Tapi aku berlutut!!!!! Sudahlah, kau bahkan tidak mengerti penderitaanku.”

“Memangnya kenapa kalau kau berlutut? Tidak sakit bukan?”

“AKU PUNYA BISUL DI LUTUTKU DAN BISUL ITU SUDAH PECAH SEKARANG!” Ups, Kyuhyun terlalu bersemangat mengumumkan bisul di lututnya. Aku yakin orang-orang di ruangan ini dapat mendengar teriakan Kyuhyun.

“Hey, bukankah itu Kyuhyun super junior?”

“Itu! Bukankah dia sedang berbicara dengan Leteuk?”

“Orang itu juga! Kalau dilihat, bukankah itu Donghae?”

Astaga, kami ketauan!

Kami juga sudah membuat rencana apabila kami ketauan (sudah kubilang rencanaku itu selalu sempurna). Kami semua langsung berlari menuju pesawat (tak lupa bekerja sama degan petugas bandara) dan Sora sudah kami titipkan pada manajer. Terlalu mencolok apabila Sora bersama anggota super junior, terlalu menarik perhatian. Bisa-bisa wartawan-wartawan itu menguak identitas Sora sebelum debutnya.

Sudah kubilang rencanaku sempurna! Jepang, kami datang!

**********

(Onew POV)

Tokyo Dome..

Ini gladi resik terakhir kami sebelum konser dimulai. Aish, mana Sora? Tadi Leteuk hyung bilang akan segera ke backstage sebelum kami tampil. Tapi ini sudah satu jam sebelum kami tampil. Mereka masih belum datang! Aku butuh Sora!

Aku butuh Sora? Maksudku, aku membutuhkannya untuk memberiku semangat. Melihat senyumnya. Melihat bibirnya yang menggerakkan kata ‘hwaiting Onew oppa’. Itu yang kubutuhkan sekarang. Aku juga sudah menyiapkan bangku paling depan untuk Sora agar dia bisa melihatku dengan jelas.

“Maaf terlambat.” Seseorang dengan menggunakan masker menghampiriku. Awalnya aku tidak mengenalnya, tetapi setelah dia membuka maskernya aku bisa mengenalinya. Leteuk hyung! “Kami mengalami masalah di narita (bandara di Jepang). Identitas kami ketahuan sewaktu kami berangkat dari Korea.”

“Bagaimana bisa?”

“Jangan salahkan kami.” Hey, sejak kapan Siwon hyung berdiri disana? “Salahkan maknae evil babo itu! Mungkin dia pikir bandara itu adalah hutan sehingga dia bisa berteriak-teriak seenaknya.”

“Itu bukan apa-apa dibandingkan yang ini…” Leteuk hyung mengakses sesuatu dari iPhone-nya kemudian menunjukkan sebuah berita padaku. “Baca saja judulnya! KYUHYUN SUPER JUNIOR MEMILIKI BISUL DI LUTUT DAN BARU SAJA PECAH. Gara-gara berita ini banyak wartawan yang mengepung kami begitu kami sampai di Narita. Sekarang Kyuhyun masih berurusan dengan para wartawan itu.”

Aku tidak peduli soal Kyuhyun hyung. Andaikata dia  memiliki panu, kadas, kurap, atau mandul sekalipun aku tidak akan peduli. Aku mencari sosok yang kurindukan (lho?). Sosok kecil yang lama tidak kulihat (padahal baru dua hari aku tidak melihatnya). “Mana Sora?”

“Aku disini.” Suara yang sudah tak asing lagi menyapaku. Aih aih, Sora tampan sekali dengan kemeja dan kacamata itu. “Apa-apaan kau menyuruh mereka menyeretku dengan paksa, hyung!”

“Sora!” tanpa sadar aku memeluknya erat.

“Hyuuunnngg! Apa-apaan ini! Berhenti memelukku! Sesama namja (laki-laki) tidak ada yang saling memeluk! Bukankah kau sudah janji akan memperlakukanku sesuai dengan panggilan yang aku gunakan padamu? Sekarang aku memanggimu ‘hyung’, maka anggap aku namja!”

“Kalau begitu biarkan aku meninju dadamu, sesama namja melakukan itu kalau saling bertemu.”

Bletaakkk! Jitakan mulus mendarat di kepalaku, “kalau yang itu tentu berlebihan, hyung!”

Itu sakit tau!

“Ngomong-ngomong ada dimana yang lain? Key? Taemin hyung? Minho oppa dan Jonghyun hyung?”

Panggil aku ‘oppa’ juga, Sora. Padahal biasanya kau sering memanggilku oppa😦 “Key, Taemin, dan Minho masih berada di ruang make up. Kalau Jonghyun dia masih harus melakukan gladi resik karena dia akan menyanyi solo nanti.”

Sora mengangguk tanda mengerti. Suasana backstage semakin ramai karena satu-persatu anggota super junior datang (termasuk Kyuhyun hyung yang mukanya memerah karena ditanya wartawan tentang bisulnya itu).

“Bayangkan saja pertanyaan mereka! Sejak kapan bisul itu bersarang di lututmu? Bagaimana perasaanmu setelah bisul itu pecah? Bisa kau perlihatkan pada kami bisul di lututmu itu? Seperti tidak ada berita lain saja! Seharusnya mereka memuat Si Tampan pangeran Kyu diangkat menjadi duta budaya Korea.”

Kami semua tertawa. Tapi Kyuhyun hyung tampak tidak menikmati ‘lawakan’ yang dibuatnya sendiri.Selagi asik tertawa-tawa tiba-tiba…..

BRAAAAAKKKKK.. terdengar bunyi keras dari arah panggung..

“AAAarrrggggghhhh…” Kemudian terdengar sebuah teriakan putus asa.

Kami semua bergegas ke panggung (kecuali Sora. Dia tidak boleh terlihat sedang bersama kami itu pesan si kakek tua Lee Soo Man). Sementara kami naik keatas panggung dari arah belakang panggung, Sora berlari agar terpisah dari kami dan melihat panggung dari arah depan.

“JONGHYUN!!!!”

Aku kaget melihat darah yang mengalir dari kaki Jonghyun. Kaki Jonghyun tertimpa besi yang cukup berat dari atas panggung. Entah darimana asalnya besi itu tetapi besi itu tampaknya sukses membuat beberapa tulang Jonghyun patah (atau remuk?). Dari pelipis Joghyun juga mengalir darah segar. Mungkin kepalanya juga terantuk lantai panggung saat dia jatuh barusan.

“Arrgghhhhh.” Jonghyun masih mengerang kesakitan saat besi yang menimpa kakinya tadi sudah terangkat. Kami tidak boleh memindahkan Jonghyun dari tempatnya sekarang karena takutnya tulang Jonghyun memang patah. Kalau memang patah, mengangkatnya bukanlah pilihan yang baik. Bisa-bisa pergeseran tulangnya tambah parah dan malah berakibat lebih fatal karena tergeser pada saat mengangkatnya.

“Hyung….” Jonghyun masih putus asa dan nampaknya tak lama lagi dia akan pingsan karena syok.

“CEPAT PANGGIL AMBULAN! DARURAT!”

*********

“Gawat….” gumam manajer hyung.

Setengah jam sebelum konser dimulai. Pengunjung sudah memadati pintu-pintu masuk. Jonghyun sudah dilarikan ke rumah sakit. Tulangnya remuk. Harus dilakukan operasi berat untuk itu.

“Kita tidak mungkin menunda debut ini. Tak mungkin mengecewakan begitu banyak penonton.”

“Tapi kita juga tidak mungkin melakukannya tanpa Jonghyun hyung. Dia penyanyi utamanya. Tidak bisa seenaknya menggantikan lead vocal apalagi dalam konser besar seperti ini. Suara kami tidak sebagus Jonghyun hyung.” Taemin protes.

Manajer hyung mulai putus asa, “bagaimana kalau memutar kaset berisi suara Jonghyun?”

“Dan mengecewakan para penggemar? Aku kurang setuju dengan idemu, hyung! Setelah itu para penggemar akan menganggap kami melakukan lipsyinc bahkan dalam konser besar seperti ini.” Kali ini giliranku yang berbicara.

“Lalu apa usulmu?”

Aku berpikir keras, “Bagaimana kalau kita gantikan saja posisi Jonghyun untuk sementara?”

Aku, manajer hyung, dan semua yang ada disini langsung melirik Yesung hyung. Dulu Yesung hyung pernah menggantikan Jonghyun di lagu ring ding dong dulu. Mungkin kali ini kita harus menggunakan jasa Yesung hyung lagi.

“Tidak ada masalah kalau harus menggantikan Jonghyun di lagu-lagu Korea nanti. Tapi aku tidak hapal lagu Jepang yang akan menjadi tanda dimulainya debut Jepang kalian. Aku juga tidak mungkin menghapalnya secepat itu!”

Meskipun sedikit kecewa tapi setidaknya satu masalah terselesaikan. Posisi Jonghyun akan digantikan oleh Yesung hyung pada saat kami menyanyikan lagu Korea. Tapi siapa yang akan menggantikan posisi Jonghyun pada lagu Replay? Replay dalam versi Jepang? Siapa yang bisa menghapal lagu kurang dari setengah jam?

“Sebaiknya aku lapor pada si kakek tua itu.” Manajaer hyung menjauh untuk menelepon. Aku, Taemin, Key, dan Minho hanya bisa pasrah. Padahal ini konser yang sudah kami tunggu-tunggu. Langkah pertama kami menjajaki Asia. Tapi kenapa harus begini?

Manajer hyung menutup sambungan teleponnya dan berjalan kearah kami dengan mua tidak percaya, “Kakek tua itu bilang tidak ada masalah menggantikan posisi Jonghyun dengan Yesung untuk sementara. Tapi…”

“Tapi apa?” Taemin tidak sabar menunggu ucapan manajer hyung.

Manajer hyung menghela napas, “Menurut Sungha-ssi ada diantara kalian yang bisa menghapal lagu dengan cepat dan memiliki suara yang layak untuk menggantikan Jonghyun. Mungkin dia tidak perlu menari pada saat di panggung nanti tapi selebihnya posisi Jonghyun akan benar-benar digantikan olehnya.”

“Siapa?”

“Sora.” Jawab manajer hyung dengan tenang.

“Apa?”

“Apa?! Sora?!”

“Sudah kuduga.” Minho tersenyum senang seakan-akan sudah memprediksi perkataan manajer hyung. “Asal kalian tau, Sora itu memiliki IQ 145! Maka dari itu dia begitu jenius mengenai matematika dan memecahkan teka-teki rubix. Kalau soal menghapal dan mempelajari lagu dengan waktu terdesak bukan masalah baginya.”

Mwo!!!????”

        “Apa? 145?”

“Yah, aku kalah.” Keluh Kibum hyung yang ber-IQ cukup tinggi (katanya sih!)

Mendadak aku cemburu pada Minho. Mwo? Cemburu? “Darimana kau tahu, Minho?”

“Ng… itu…” Berhenti menggaruk kepalamu, Minho karena itu tidak keren! “Tidak penting aku tahu darimana. Bukankah sebaiknya sekarang kita berbicara pada Sora?”

“Aku setuju denganmu Minho! Manajer hyung, tolong panggilkan Sora. Biar aku yang berbicara padanya. Ah, sebaiknya aku tunjukkan juga video klip kami supaya dia bisa tau di bagian mana saja dia bisa tidak ikut menari.”

**********

(Siwon POV)

“Hyung!” Ryeowook datang bersama anggota lainnya. Kami sudah bersiap duduk di bangku VVIP Tokyo dome untuk melihat secara langsung peluncuran debut Jepang hunbae kami SHINee.

Aku mengangguk untuk mengiyakan sapaan Ryeowook yang kemudian duduk di sebelahku. Disebelah Ryeowook ada Sungmin hyung. Susunan tempat duduk kami jadi sedikit berubah. Dua bangku di sebelah kami kosong. Itu bangku milik Yesung hyung dan Sora. Kami semua sudah duduk tenang, hanya Kyuhyun yang daritadi tidak bisa diam.

“Seharusnya Sora yang duduk di sebelahku. Aku muak melihat wajahmu yang seperti kue mochi, Henry!”

“Kalaupun ada Sora di sebelahmu kau tetap tidak boleh mengobrol dengannya. Ingat pesan Suman-ssi yang tidak mau kalau Sora diliput wartawan.”

Ya, awalnya memang seperti itu. Sora tidak boleh diliput wartawan. Tapi sekarang Suman-ssi menempatkan Sora yang pasti akan mendapat perhatian wartawan. Menyuruh Sora tampil menggantikan Jonghyun. Apa mau Suman-ssi? Kenapa dia justru berputar 180 derajat dari rencana awal? Apa yang sedang dia rencanakan?

Konser dibukan dengan penampilan lagu Lucifer. Posisi Jonghyun digantikan oleh Yesung hyung saat ini.

“Nareul mukko gadoon damyeon sarangdo mukkin chae

Miraedo mukkin chae keojil su eopneunde

Ja yurop gae biweo nohgo barabwa

Ojik neoman chae ulgae neoman gadeuk chae ulgae”

“Aku tidak suka melihat Yesung hyung bergabung dengan mereka. Yesung hyung lebih cocok menjadi ajussi mereka.” (ajussi: panggilan ‘paman’ yang bukan paman sebenarnya atau bukan keluarga).

Aku sependapat dengan Ryeowook. Meskipun tetap enak didengar, melihat Yesung hyung bergabung dengan SHINee tetap tidak cocok rasanya. Umur Yesung hyung ‘terlalu tua’ untuk bergabung dengan SHINee. Yesung hyung juga tidak terlalu baik mengikuti koreografi Lucifer. Bahkan terkadang Yesung hyung sama sekali tidak menari dan hanya berdiam atau kabur dari panggung dan mendadak muncul lagi ketika gilirannya menyanyi.

Setelah lagu lucifer selesai, kupikir mereka akan langsung menyanyikan lagu selanjutnya. Tetapi yang terjadi adalah….

Anyyeong hasseo! (halo semuanya!)” Onew sebagai leader SHINee memimpin salam setelah lagu pertama mereka berakhir. “Mohon maaf kepada semua fans kami yang ada disini. Maaf sekali karena Jonghyun tidak dapat hadir. Sebenarnya dia hadir tadi. Tetapi beberapa menit yang lalu dia mengalami kecelakaan sehingga harus segera dilarikan ke rumah sakit.”

“Aaaa!! Jonghyun oppa…..” Para shawol dari Jepang ini langsung bericau menyebutkan nama Jonghyun secara serentak. Kaget dengan berita yang baru saja disampaikan Onew. Bahkan sebagian dari mereka ada yang menangis.

Lampu sorot yang awalnya mengarah pada SHINee, sekarang mengarah ke satu titik yaitu layar besar yang ada di panggung, “Anyyeong hasseo…”

“Jonghyuuuuunnn!!!!! Kyyaaaa!!!!”

Oh, ternyata Jonghyun melakukan video call dengan kami semua yang ada disini. Jonghyun yang kepalanya diperban tampak tersenyum dilayar. Dia tampak kacau sekali. Masih pucat tetapi luka-luka yang tadi dia alami tampaknya sudah dibersihkan.

“Maaf mengecewakan kalian semua. Saat ini aku masih berada di rumah sakit. Maaf tidak bisa menghadiri koner yang sangat penting ini. Kepalaku benar-benar pusing dan tulangku patah.”

Aku bisa mendengar suara fan yang duduk tidak jauh dari tempat dudukku, “Jonghyun oppa, kau harus kuat.”

Jonghyun tersenyum di layar besar itu, “Demi para Shawol yang berada di seluruh dunia, aku berjanji akan segera sembuh. Aku dengar Yesung hyung yang menggantikanku bukan?”

Yesung mendekatkan mic ke mulutnya kemudian berkata, “Ne!”

Khamsa hamnida Yesung hyung. Maaf merepotkanmu. Kalau aku boleh minta tolong, hyung, kau harus tampil sebaik mungkin hyung. Jangan kecewakan para shawol yang sudah datang hari ini. Perlakukan mereka sebagai E.L.F-mu sendiri.”

“Jangan cerewet hunbae! Lebih baik kau diam dan lekas sembuh saja! Tentu saja aku tidak akan mengecewakan penonton-penontonmu. Aku bersumpah demi ddangkoma!”

“Hahahahahahaha…” Kali ini suara tawa membahana. Ddangkoma itu nama kura-kura peliharaan Yesung hyung. Meskipun terkadang ddangkoma hanya diam dan hanya mengeluarkan kepalanya dari cangkang, tetapi kami semua tahu bahwa Yesung hyung sangat mencintai ddangkoma-nya.

“Baiklah kalau begitu. Aku masih harus menjalani pemeriksaan. Khamsa hamnida!! Joseonghamnida (maaf).”

Onew hyung kembali mengambil alih kepemimpinan (halla, kayak baris-berbaris deh) “Semuanya, ucapkan semoga cepat sembuh pada Jonghyun. Ayo!”

Get well soon, Jonghyun.

Konser dilanjutkan kembali dan Yesung hyung masih beraksi disana. Mereka menyanyikan lagu-lagu mereka yang sempat masuk chart di Jepang diantaranya ring ding dong, hello, romantic. Terdengar juga beberapa lagu ‘jadul’ mereka yakni amigo, juliet, dll.

Junior-juniorku itu hebat! Mereka benar-benar bersinar diatas panggung seperti nama mereka SHINee. Saking terlenanya oleh konser ini aku jadi malas menceritakan detail kejadiannya. Baiklah, tugas bercerita sekarang aku serahkan kepada orang lain. Silahkan orang selanjutnya! Hey Yesung hyung, kau tetap tidak cocok berada di panggung itu bagaimanapun juga!

**********

(Key POV)

Baiklah pembaca semua, tampaknya Siwon hyung sedang menikmati konser kami dan tidak mengindahkan perintah dari nona penulis untuk bercerita. Akhirnya dengan bangga dan sangat terpaksa (lho?) saya bersedia menerima tugas mulia ini untuk menjadi pencerita.

“Ini saatnya…” Taemin bergumam. Eh? Sekarang?

“Kalian siap?” Tanya Onew hyung di belakang panggung sebelum kami melangkah keluar panggung dan secara resmi mengumumkan bahwa debut Jepang kami dimulai. “Key, Minho-ya, kalian siap?”

Eung!”

Ne!” Aku menjawab dengan cara yang lebih resmi. “Bagaimana denganmu Sora-ya? Kau sudah siap?”

Sora sudah berganti baju dengan baju yang cocok dan serasi dengan kami berempat. Makeup juga sudah melekat di wajahhnya. Sora jadi terlihat berbeda, “Aku siap.”

“Kau yakin?” mungkin aku terlihat tampak sedikit meragukan Sora. Jelas, mengingat bahwa ini penampilan pertamanya didepan umum. Pertama dan dia sudah harus menjadi penyanyi utama, sekaligus tampil di Tokyo dome yang terkenal sebagai dome paling besar di Jepang. “Kau tidak harus ikut menari jika kau tidak bisa. Kabur saja ke belakang panggung dan muncul kembali ketika giliranmu datang.”

“Eng.. eng…” Sora menggeleng. “Tak usah khawatir Key Kibum. Aku baik-baik saja. Percaya saja padaku.”

Enak saja dia memanggil namaku. Seharusnya dia memanggilku Sunbae!

Aku menggenggam tangan Sora. Aku pikir tangannya akan terasa dingin tapi ternyata biasa saja. Sora sedikit kaget mulanya saat kulitku menyentuh kulitnya. Tapi dia tidak menepisnya jadi kuanggap dia menerima perlakuanku.

Kalau disuruh menyampaikan kesanku tentang Sora yang tangannya sedang kugenggam ini. Kesan pertamaku memang kurang baik. Tetapi lama-kelamaan aku merasa nyaman berada didekatnya. Berlatih bersamanya, mendengarkan celotehannya, melihatnya tertawa.

Sora memalingkan wajahnya kepadaku dan menatapku dengan pandangan puppy face, “Key oppa~~”

Deg dug deg dug deg dug, lho kenapa ini? Kenapa jantungku berdebar ketika Sora memanggilku oppa? Oh tidak, plis tidak, jantungku berdegup bukan karena Sora! Aku deg-degan karena sebentar lagi harus tampil. Ya, itu jawabannya. Aku tidak boleh berdebar hanya karena Sora. Key, kau masih normal! Memangnya kau mau jatuh hati pada seorang namja (cowok) jika ternyata Sora itu seorang namja.

Perasaanku pada Sora pasti hanya sebatas sayang kepada dongsaeng (adik). Namdongsaeng (Adik laki-laki)! Mungkin aku sebaiknya juga mulai memberikan perhatian intensif pada Sora seperti yang aku lakukan pada Taemin. Adik Key, ingat! Kau hanya boleh menganggap Sora sebagai kakak atau adikmu. Jangan sampai kau…. jatuh cinta padanya! Dongsaeng (Adik)!

Aku ingin menyampaikan perasaanku pada Sora (yang akan kuanggap sebagai adik) nantinya, “Sora-ya…”

“Iya Key-oppa?”

“Sehabis ini ada yang ingin kubicarakan denganmu. Kau harus mendengarkannya. Kau janji?”

“Kau aneh sekali oppa. Tapi… oke, aku berjanji akan mendengarkannya.”

“Baiklah, ini dia…” Onew memperhatikan muka kami satu-persatu. “Semuanya bersiap!”

**********

(Sungmin POV)

       Dum… dum… byaarrr!!! SHINee hunbae sudah berada pada posisi siap. Beberapa kembang api memancarkan cahayanya meliputi mereka yang berada di atas panggung. Mereka cocok sekali berada disana. Sesuai dengan nama mereka, shining shinee. Mereka berlima hanya berdiri sambil menundukkan kepala dan membiarkan cahaya memandikan mereka.

Ada lima orang disana. Onew, Key, Minho, Taemin, dan satu lagi yang berdiri di tengah-tengah mereka berempat. Bukan Jonghyun yang jelas, itu pastinya…..

“Hey, siapa dia?” Komentar salah satu penonton yang bisa kudengar dari tempat dudukku.

“Dia siapa?” Kali ini mungkin temannya yang menjawab.

“Itu yang berdiri ditengah. Itu bukan Yesung kan? Lalu siapa?”

“Ah, mungkin Jonghyun sudah kembali. Mungkin ternyata cederanya tidak terlalu parah. Entahlah, mereka masih menundukkan kepala. Masih belum terlihat. Semoga saja itu Ryeowook. Aku sangat menyukai Ryeowook!”

“Kekekekekekekeke…” Aish, Ryeowook yang duduk disebelahku jadi besar kepala. “Lihat kan hyung, begini begini aku terkenal lho.”

Dum.. dum.. durudum.. Suara drum bertalu-talu. Seiring dengan tempo drum yang semakin cepat perlahan-lahan para anggota SHINee menenggakan kepalanya. Bukan jelas bukan Jonghyun lah yang berdiri ditengah. Itu tentu saja….

“Itu bukan Yesung!”

“Bukan Ryeowook juga!”

“Lalu?”

“Apakah dia salah satu anggota SM?”

“Atau dia yang akan menjadi anggota SHINee ke-6? TIDAK! SHINee harus tetap berlima!”

Aish, penonton yang berisik ini lagi-lagi memotongku pada saat aku sedang bercerita untuk para pembaca FF ini. Hey, jelas itu bukan Jonghyun! Itu Sora! S.O.R.A!

Intro lagu sudah mulai terdengar. Jeritan penonton jadi semakin keras. Aku tahu lagu Replay. Menurut susunannya, seharusnya Jonghyun yang mendapat giliran pertama untuk menyanyi. Itu berarti Sora yang akan mejadi penyanyi pertama. Ah, apa yang akan terjadi?

**********

(Taemin POV)

Ini dia! Musik intro sudah mulai terdengar. Aku dan hyung-hyungku yang lain (ingat, aku memanggil Sora dengan panggilan noona) sudah memulai gerakan pertama dalam tarian kami. Tetapi sesuatu yang tidak disangka terjadi..

“Sora! Apa yang kau lakukan? Tidak usah ikut menari!” Key hyung tampak khawatir saat melihat Sora noona ikut melakukan gerakan tarian. Ini diluar rencana!

Tetapi Sora noona tampak tidak peduli, “Tenang saja Key, menari saja seperti biasa!”

“Kau tidak bisa….” Tapi sebelum Key hyung sempat mengomel lebih jauh, giliran Sora untuk menyanyi sudah tiba.

Minna ga urayamu kanpeki na special lady

        dare yori mo kitto shiawase to”

W.H.A.T.T.H.E…… Suara Sora noona. Begitu… Aku tidak sanggup mengatakannya karena aku merasa tidak cukup baik untuk mendeskripsikan ini. Aku baru sadar kalau inilah pertama kalinya aku mendengar Sora noona bernyanyi.

Suaranya netral. Tidak terlalu terdengar seperti cowok tetapi juga tidak setinggi suara cewek. Selain itu napasnya panjang dan… stabil. Stabil sekali entah bagaimana dia mengendalikannya. Intinya suara Sora noona itu bagus sekali.

Giliran Onew hyung yang bernyanyi…

sekai no doko ni mo kawari wa inai yo

        kimi wa boku ni dake no everything ~

Bait pertama lagu ini berjalan dengan lancar. Bait-bait selanjutnya saat Sora mendapat giliran bernyanyi juga berjalan lancar. Bukan berarti posisi Jonghyun hyung tergantikan oleh Sora. Mereka berdua punya suara khas masing-masing. Aku menyukai keduanya.

Selagi giliran bernyanyi kami tiba satu-persatu, aku terus memperhatikan Sora noona. Dia terus menari SESUAI dengan kareografinya. Darimana dia belajar? Aku tau persis bagaimana kemampuan menari Sora noona. Key hyung harus bersusah payah mengajarkannya. Tapi sekarang… Lihat! Seperti bukan Sora noona saja! Sejak kapan?

Key, Minho, dan Onew, semuanya sepertinya juga sama herannya dengaku. Wajah-wajah mereka seakan-akan menunjukkan pertanyaan seperti ‘mwo? (apa)’ ‘wae?’ (bagaimana) Tetapi aku sendiri tidak bisa menemukan jawabannya.

nani wo shi te mo (boku no kokoro wa)

        mou (todokanai no ka)

        Replay Replay Replay

Akhirnya selesai juga satu lagu. Fiuh, rasanya keringat dingin sebesar bulir-bulir jagung mengucur di wajahku.

“SHINeeeeee!!!!” Gemuruh fans yang meneriakkan nama kami sungguh membuatku ingin menangis. Aku tidak bisa menyangka semua ini nyata terjadi. Bisa dibayangkan bukan? Aku berdiri disini bersama 3 hyung dan satu orang yang tidak diketahui jenis kelamin sebenarnya lalu kami berlima diberi tepuk tangan oleh ribuan orang yang ada disini. Sungguh pencapaian yang tidak kusangka sebelumnya.

Dengan berakhirnya lagu replay Japanese version (Kimi wa boku ni dake no everything) maka dengan ini debut Jepang resmi kami mulai.

*********

(Minho POV)

Aku, Onew hyung, Key, Taemin, dan Sora sudah turun dari panggung. Sekarang giliran Jonghyun hyung yang akan menyanyikan lagu solonya. Eh? Jonghyun hyung? Ya, mendadak Jonghyun hyung muncul dari belakang panggung dengan banyak perban, masih pucat, dan menggunakan kursi roda. Kata Jjong hyung ‘Ini demi fans. Aku terlau cinta pada shawol dan aku tidak bisa membiarkan mereka terlalu kecewa’. Dia hanya akan tampil pada lagu itu saja katanya setelah itu dia kembali ke rumah sakit.

Selagi Jjong hyung tampil, berarti sekarang saatnya istirahat. Beberapa dari kami mengelap keringat, Key pergi entah kemana (mungkin ke toilet), sementara aku dan Sora berada pada ruangan yang sama yang juga bersama Taemin dan Onew hyung.

“Kerja bagus Sora!” Kataku saat memperhatikan Sora yang sedang minum satu liter air sekaligus. “Kau hebat sekali.”

Sora melirik kearah Taemin dan Onew hyung yang membuat dia sadar kalau kami tidak sedang berdua di ruangan ini, “Terimakasih Minho. Kaupun juga hebat.”

“Tidak, kau terlalu hebat, Noona! Kau menghapal lagu dengan sangat cepat. Lalu darimana kau belajar koreografinya? Kau juga menari dengan sangat baik Sora noona.”

Sora tersenyum sinis seperti senyum laki-laki, “Bukankah sebelum tampil Onew hyung memperlihatkan video lagu versi Jepang untuk kuhapal? Jadi ya, aku hanya mencoba menghapal dan melakukan yang terbaik. Ayolah, tak usah dibesar-besarkan.”

Meskipun Sora selalu merendah, kami semua tau kalau dia hebat. Sekarang kami mengerti kenapa Kakek tua itu begitu mempertahankan Sora. Sekarang kami mengerti kenapa dia direncanakan untuk debut solo meskipun kakek tua itu sendiri yang bilang kalau solo sedang tidak laku di pasaran. Kita semua menjadi saksi suksesnya Sora pada penampilan pertama yang bahkan tidak direncanakan. Kami yang sudah berpengalaman saja belum tentu bisa tampil tanpa direncanakan.

“Key!” Dari kejauhan tampak Key yang menghampiri kami dengan wajah dan mata yang penuh amarah.

Sora bangkit bermaksud memberikan minuman untuk kami semua. Tetapi baru saja dia bangkit…

BUUKKKK!!!

“KEY! APA YANG KAU LAKUKAN?!” Onew hyung membentak Key dengan keras. Hal yang jarang sekali dilakukan Onew hyung adalah membentak seseorang.

Key dengan sengaja menubruk Sora sampai Sora terjatuh dan minuman yang sedang dibawanya membasahi tubuhnya. Aku dan Onew hyung dengan cepat menolong Sora sementara Taemin menatap umma-nya dengan pandangan heran bercampur marah. “Apa-apaan kau hyung! Memang apa salah Sora noona?”

“YA! JANGAN KAU PIKIR KAU BISA LEBIH HEBAT DARIKU!! JANGAN BESAR KEPALA KAU! Biar bagaimanapun AKU LEBIH BAIK DARIMU!!”

“Key!”

Mata Key memerah campuran antara sedih dan marah melihat Sora yang basah kuyup oleh minuman yang ikut terjatuh seiring terjatuhnya Sora. Antara merasa bersalah juga marah. “Jadi kalian lebih membela anak ini daripada aku? Baiklah, selamat bersenang-senang dengan anak hutan amazon itu!”

**********

(Key POV)

Sial sial sial! Air dingin ini rasanya tidak bisa mendinginkan kepalaku juga. Karena itu aku membiarkan kepalaku terlentang di wastafel dan membiarkan keran mengucurkan airnya diatas kepalaku. Sial!

Melihat Sora yang jatuh karena terdorong oleh tubuhku dan basah karenaku membuatku tersiksa. Aku merasa bersalah tetapi amarah lebih menguasaiku. Bagaimana bisa aku membuat Sora yang baru saja kuanggap sebagai adikku berada dalam posisi ditekan olehku seperti tadi.

Tetapi yang membuatku lebih tersiksa lagi adalah Sora sama sekali tidak melawan. Sora hanya pasrah dan menatapku dengan pandangan menyedihkan. Membuatku merasa seperti pecundang. Bagaimana aku tega menyakitinya? Aku benar-benar bukan kakak yang baik.

Jangankan kakak! Apabila Sora itu perempuan aku telah gagal melindunginya. Laki-laki macam apa aku ini!

Kenapa amarah ini terlalu kuat menguasaiku tadi? Sora, miyanheyyo. Aku hanya tidak suka kalau kau lebih hebat dariku dalam bernyanyi. Aku hanya tidak suka melihatmu melakukan sesuatu lebih baik dariku. Ah, kenapa aku ini? Apa aku iri pada Sora??

**********

klik disini untuk membaca SHINee-ing as Bright as the SKY chapter 13

5 responses to “[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 12 (with Super Junior as guest cast)

  1. 😥 walaupun nggak kenal SHINee dan nggak tau mana yang namanya Key, Taemin, Minho, Onew dan Jonghyun *saya cuma mengenal Super Junior seumur hidup saya* tapi FF ini sukses bikin saya memahami SHINee.. >< *fans nggak terima* *digampar author*😀

  2. daebak! (y)
    tapi kayaknya ada satu bagian yang salah “Ne!” Jonghyun hyung menjawab dengan cara yang lebih resmi”
    bukannya jonghyun lagi di rumah sakit ya (?)

  3. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 11 (with Super Junior as guest cast) « Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s