[Korea Fan Fiction] Barbie Girl part 4 – Jessica, Seohyun SNSD, Jaejoong JYJ DB5K, Yonghwa C.N.Blue

Pict : Jaejoong

Yang baru maen ke blog ini dan ketinggalan part 1 dan part 2-nya, silahkan…..

 Klik disini untuk melihat index dan memilih part yang akan dibaca

Author : ANGELAFT RACTA

Genre: Romance, Friendship

Casts: Jessica (SNSD), Seohyun (SNSD), Kim Jaejoong (JYJ/DB5K/DBSK/TVXQ/Tohoshinki), Jung Yonghwa (C.N.Blue)

——————————————————————————————————

“Pendatang baru!”

“Mobil asing!”

Bisik-bisik terdengar di kanan-kiri lapangan parkir sekolah saat melihat mobil Honda city hitam yang biasanya tidak terlihat (waw! PAsti mobil itu invisible sebelumnya [pura-pura bodoh!]). Bukan, bukan itu maksudku tentu saja. Maksudku, sejauh pengetahuanku tentang sekolah ini, tidak ada siswa (atau siswi) yang mengendarai mobil Honda city warna hitam. Murid barukah?

Tapi keherananku akan mobil asing ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan keherananku saat melihat siapa yang turun dari mobil itu. Sosok yang sangat kukenal, tapi sangat berbeda dari biasanya? Apakah itu benar-benar…. Barbie??

“Barbie!” Aku menghampirinya. “Apa ini benar-benar kau?”

“Pagi Seohyun.” Jessica benar-benar aneh! Senyum sok imut dan manjanya itu udah ilang, digantikan oleh wajah datar, tanpa ekspresi, dan… sulit dijelaskan oleh kata-kata! Rambut yang biasanya diurai panjang warna pirang, kini diikat model buntut kuda dan berwarna hitam! Dan…. Pakaian dan style-nya itu loh, bener-bener polos! Hanya memakai kaus, jeans, dan jam tangan hutam yang biasa saja. Hah? Kemana tuh pernak-pernik warna-warninya?? Kemana juga jam tangan super norak yang biasa dia pakai??

“Eh, itu Barbie? Jinjjayo (benarkah)?”

“Ya ampun, Barbie kesambet apaan ya? Homda jazz PINK yang norak itu dikemanain? Oh, aku tau! Mungkin dia habis tabrakan berat bersama mobil PINK-nya itu! Aku tidak yakin seberapa parah benturanyang dialaminya, tapi yang pasti cukup parah! Makanya otaknya jadi ada sedikit gangguan. Yah, emang otaknya udah gangguan dari dulu sih.” Bukan hanya aku yang dibuat melongo oleh perubahan Jessica yang tiba-tiba ini. Satu kampuspun dibuat kaget olehnya.

“Kau yakin tidak ada roh yang sedang merasuki dirimu?”

“Tidak ada, aku hanya bosan dan ingin mencari suasana baru.” Aku? Sejak kapan Jessica ber ‘aku’ ria? “Oh ya, namaku Jessica, bukan Barbie!”

Di kejauhan, terlihat ‘namja-namja berkicau’ berjalan mendekati kami berdua. Ya ya ya, aku tahu kalau maksud mereka sebenarnya adalah berjalan menuju Barbie, “Selamat pagi, Barbie….”

“Iiih, nama gue J.E.S.S.I.C.A, bukan Barbie!” Hahaha, tapi tetep aja, walaupun cara ngomongnya udah beda, suaranya yang cempreng dan sok imut itu kedengeran juga.

“Jessica palsu maksudmu?”

“Kalau iya, memangnya ini urusanmu?” OMG, itu nada sarcastic milikku! Tidak boleh ada yang mencoba menjadi sarcastic selain aku!

“Kau sudah gila Jess!”

Aku langsung pergi meninggalkan si ‘Jessica palsu’ itu sendirian disana. Uh, pagi hari yang buruk.

Sudah jam istirahat makan siang, aku hanya ‘menyepi’ aja di kelas, sendirian tanpa Jessica ataupun Yonghwa. Lagian Yonghwa kemana sih, daritadi dia tidak muncul-muncul? Cukup menyebalkan juga dari tadi sendirian. Aku hanya berharap keanehan Jessica ini hanya berlangsung sementara. Oh tidak, maksudku semoga kenaehan Jessica yang lebih aneh daripada biasanya ini bias berlangsung sementara (aku tahu dari dulu dia memang sudah aneh, tapi kali ini benar-benar lebih aneh lagi). Yang aku tidak mengerti apa sih alasan Jessica sampai berubah seperti itu?

Jaejoong-kah??

Tidak, tidak mungkin!Memangya seberapa besar sih cinta Jessica untuk Jaejoong sampai-sampai dia mau berubah seperti itu?! Aku tahu persis kalau Jessica menyukai Jaejoong karena dia sendiri yang mengatakannya kemaren. Tapi aku tidak yakin kalau rasa cintanya ‘sebesar itu’ (kau mengerti maksudku bukan?

“Yonghwa!” Aku melihat Yonghwa ketika berpapasan di koridor belakang sekolah dekat ruang BEM. Entah mengapa aku punya firasat kalau Yonghwa ada disini. Aku hebat kan.

Yonghwa sedang berjalan dengan…’Jessica palsu’? Yonghwa tidak langsung menghampiriku melainkan hanya berjalan pelan kemudian mengecupku. Tapi bukan ciuman yang biasa, sepertinya ciuman yang ini agak dingin dan hambar. Senyum ceriaya yang kusuka itu juga hilang, “Hei.”

Sesaat hening diantara kami bertiga. Sepertinya Yonghwa maupun ‘Jessica palsu’ tidak ada yang berniat memulai pembicaraan duluan. Huh, kenapa harus aku yang memecahkan kesunyian ini.

“Ka..kamu udah makan?” Aku bertanya pada Yonghwa

“Belum, tidak lapar.”

“Ka…Kalau gitu, minum jus aja yuk.”

“Aku sedang tidak mood. Jika kau mau, silahkan makan sendiri. Aku tidak keberatan.”

“KAU???!!!” Suaraku mulai meninggi dan menekankan kata ‘KAU’ merujuk pada kata yang tadi dia gunakan untuk memanggilku. “Kenapa tidak memanggilku ‘Hyun’? Ada apa sih denganmu, YOONG? Kemana panggilan ‘JJAGI’-mu??” Emosiku mulai meledak. Entah kenapa aku jadi

Sebenarnya saat itu air mataku sudah menggenang dan aku juga bergetar saat mengucapkannya. Tapi tolong ya, aku kan sudah tidak pernah menangis sejak umur 10 tahun (buset dah, sempet-sempetnya pamer disaat begini. Ckckck).

Miyanhaeyo (Maaf)…”

Aku langsung berbalik akan pergi, tapi Yonghwa menahanku, “Seohyun..”

“Dan sejak kapan KAU memanggilku ‘Seohyun’?” Kemana sih kata ‘hyuun’ yang aku suka itu? Senyumnya sudah tidak ada. Yonghwa yang biasanya banyak ketawa sekarang wajahnya dataaaarrr sekali.

“Ada apa dengan kalian? Apa hari ini adalah hari ‘berubah’ sedunia dan hanya aku yang tidak tau? Aku rindu kalian berdua yang biasanya.” Aku menunjuk kearah Jessica palsu dan Yonghwa palsu.

Bodo ah! Aku sedang tidak mood untu berhadapan dengan mereka berdua (bacaL Jess dan Yoong)  Kenapa sih? Apa sinar matahari lagi mengeluarkan sinar radio aktif yang membuat species manusia merubah sifat asli mereka jadi berbanding terbalik (bodoh!)? Sekarang aku tidak tau harus kemana. Mending aku balik ke kelas dan kembali menikmati kesendirian dan menghindar dari semua kegilaan ini.

Tapi ternyata aku tidak bakal sendirian…

“Seohyun!” Panggil salah satu anggota ‘koor Jessica’ waktu melihatku. Setelah itu semua anggotanya serempak melihat kearahku semua. Kuulangi, SEMUANYA “Seohyun!”

“Seohyun…” Kata Jo Kwon, inget Jo Kwon kan? Salah satu anggota namja berkicau yang Jowo banget. “Aku kangen Barbie.”

“Ane juga, ane kangen Barbie yang manja.” Ini Sa’id si Arab..

“Iya Id, aku juga merasakan hal yang sama. Aku merindukan Barbie yang kemarin.” Aku menatap mata namja-deul itu satu persatu.

I really don’t care how’s Jessica looks like or what did she do, but I really miss the real Jessica.” Huh, untungnya penggemar Jessica ini ada yang ‘lumayan’. Nickhun, yang bahasa Inggrisnya T.O.P lah.

Me too.”

“Nah kan, kau juga merindukan Barbie yang kemarin bukan? Bagaimana kalau kau cari tau Apa  motif barbie sehingga dia bisa BERUBAH seperti itu! Kau kan sahabatnya, Bukankah sesama yeoja seperti kalian biasanya saling bercerita jika ada masalah?!”

“Kau harus membuatnya kembali jadi Barbie yang dulu, Seo! Hanya kau yang bisa!”

“Ane bayar berapa aja biar anta mau ngembaliin Barbie sayangku.”

“Barbie idola kita harus kembali, pokoknya Harus!”

“AAAAAAAAAAAAAAARRRRRGGGGHHH, STOOOOPPPP!!!!” Sejenak semuanya hening. “Kenapa tidak kalian saja yang mengurusnya? Aku juga punya BANYAK masalah yang aku sendiri tidak tau bagaimana cara menyelesaikannya!” Yonghwa yang dingin, tidak ramah, tanpa senyum, aneh. Yonghwa yang berubah.

Seseorang yang jangkung, tampan, tinggi, memecah kerumunan itu dan berjalan kearahku sembari berdehem-dehem untuk menyingkirkan kerumunan. Jaejoong! “Semuanya minggir!”

Seketika itu juga para kerumunan itu minggir, tapi tidak menyingkir. Jaejoong memang punya wibawa untuk menyuruh orang-orang mengikuti perintahnya. Tak heran Jaejoong terpilih jadi ketua BEM. Entah kenapa aku yang tadinya marah banget langsung tenang begitu ngedenger suara Jaejoong, “Seohyun…”

Tangan Jaejoong yang dingin langsung merangkulku dan mengajakku pergi dari sana. Saat tangan Jaejoong menyentuhku, nafasku yang tadi naik turun kembali stabil. Jantungku juga mengalami hal yang serupa, langsung tenang begitu tangan Jaejoong menyentuh pundakku. Dalam rangkulan Jaejoong aku merasa aman dan nyaman.

Baik aku maupun Jaejoong tidak saling berbicara sampai kami tiba di tempat tongkrongan favorit kami,
RUANG BEM!

“Berani bertaruh, sebentar lagi kau pasti menangis bukan?” Jae, bagaimana bisa kau mengatakan perkataan seperti itu?

“Enak saja, aku sama sekali tidak menangis!” Aku menunjukkan mataku yang kering pada JAejoong.

“Tak usah sok kuat! Hahaha.” Jaejoong kok banyak ketawa akhir-akhir ini?

“Jadi kau juga sama-sama terkena sinar radioaktif sampai ikutan berubah juga, seperti Yonghwa, dan Jessica!”

“Hahahaha, kau lucu sekali, Seohyun.”

“Huft!”, aku menghela nafas. “Sudahlah.” Aku menyandarkan kepalaku di Dada Jaejoong. Pluk! Jatuh begitu saja. “Numpang sebentar.”

“Tuh kan, apaku bilang! Seentar lagi pasti kau menangis!”

Bankutu (bodoh)! Aku hanya sedikit pusing tau.”

Baru saja aku mulai menenangkan diri, denting ja di ruang BEM malah berbunyi yang menandakan sudah pukul 3 sore, kelas selanjutnya akan segera dimulai. Aku dan Jaejoong yang berada di jurusan yang sama ada kelas pada jam ini. Aku langsung menegakkan tubuh supaya Jaejoong bisa berdiri dan pergi. Tapi ternyata Jaejoong malah tetap duduk dan menarik kepalaku supaya aku tetap bersender pada dadanya. “Kita bolos aja ya sekarang.”

“Hah?” Sumpah ini aneh sekali. Jaejoong kan anak yang alim! “Memangnya kau mau bolos?”

Jaejoong  tidak langsung menjawab melainkan memainkan tangannya di rambutku. Mengusap-usap dengan pelan dan lembut. “Apa harus ada alasan kenapa aku ingin membolos?”

Memalukan! Aku malah benar-benar tertidur! Arrgh, aku memang payah! Udah ya, ceritanya nyambung ke chapter berikutnya! Sekarang aku bobok dulu…

Zzzzzzzz…………..

***************

Hari-hari berlalu dengan sangat membosankan semenjak kejadian hari itu waktu Jessica berubah menjadi aneh, Yonghwa juga! Sudah seminggu semenjak hari itu aku benar-benar tidak saling berbicara lagi dengan mereka berdua. Sebagai gantinya aku menyibukkan diri dengan kegiatanUKM (Unit kegiatan mahasiswa), Bazzar kampus sebentar lagi! Selagi aku sibuk, aku jarang sekali terpikir soal sosok ‘fake’ mereka berdua. Tapi hanya pada saat aku sibuk. Sedikit saja aku lengah, bayangan mereka berdua kembali hadir. Terutama Yonghwa! Ah, dimana ya Yonghwa-ku yang asli bersembunyi??

Yonghwa. Huft, kita sedang dalam proses ‘istirahat sejenak’. Dia yang mengusulkan, katanya dia perlu menenangkan diri entah dari apa. Aku sih setuju-setuju aja, kurasa akupun perlu menenangkan diri. Tapi bukan menenangkan diri yang seperti ini. Kalau ini sih bukan menenangkan diri namanya, tapi MENYENDIRI.

“Seohyun?” Jaejoong  mengibas-ngibaskan tangannya didepan mukaku. “Seohyun, kau dengar aku bilang apa?” Ralat, tidak benar-benar menyendiri sih. Aku memang dekat dengan Jaejoong akhir-akhir ini, tapi ini untuk kepentingan BEM dan UKM semata.

“Eh, iya Jaejoong? Miyanhaeyo (maaf)…”

Gwenchanayo (Tidak apa-apa)… jadi kau mau pesan apa untuk makan siang?”

“Ng, apapun yang kau pesan. Aku ikut pesananmu saja.”

Jadi Jaejoongpun pergi untuk memesan makan siang kita berdua. Kau tahu, aku memiliki pandangan baru soal Jaejoong. Ternyata Jaejoong itu tidak sejutek yang aku atau orang-orang kenal selama ini. Dekat dengannya membuatku ngerubah pandangan aku sebelumnya. Malahan dia baik banget. Jaejoong itu bukan jutek, tapi dia memang tertutup pada orang lain. Tapi kalau kita udah bisa ngebuka hati dia, dia orangnya asik lho.

Yang namanya kantin, jelas rame banget (kecuali di jam-jam belajar sih). Bakal susah kalau nyari orang di kantin pas jam istirahat kayak gini. Tapi entah kenapa aku bisa dengan gampangnya menemukan Jessica dan Yonghwa diantara kerumunan ini. Yonghwa duduk di paling sudut kiri kantin, sendirian. Sedangkan Jessica duduk di sudut paling kanan kantin, sendirian juga.

Tak lama kemudian Jaejoong datang dengan dua piring bento kampus, “Miyanhae, aku perlu mengantri lama untuk ini.”

Gomawoyo (terimakasih).”

Sebenernya bento itu makanan favoritku, tapi aku sedang tidak napsu makan. Hanya sesuap saja, setelah itu aku hanya memain-mainkan sumpitku diatas bento yang tersisa. Entah memang bento ini yang tidak seenak biasanya atau lidahku yang sedang tidak beres.

“Apa sumpitnya perlu kuganti dengan sendok sup supaya kau segera menghabiskan makananmu? Hahaha.”

Ya ampun, aku baru sadar kalau daritadi aku cuma menyuap dua kali, sedangkan Jaejoong sudah hampir menghabiskan makan siangnya, “Eh, Miyanhaeyo Jaejoong.”

“Apa pesananku kurang cocok dengan seleramu?”

Aniyo (tidak/bukan). Aduh, aku jadi tidak enak. Miyanhaeyo.”

“Kau ini, kenapa daritadi selalu berkata ‘miyanhaeyo’ (maaf)?”

Aku menundukkan kepala tanda menyesal, “Miyanhaeyo.”

“Hahahahahaha.” Jaejoong malah ketawa kayak orang gila. “Tuh kan, kau bilang ‘miyanhaeyo’ lagi. Tak ada yang perlu dimaafkan. Ngomong-ngomong, bisakah kita berbicara dengan bahasa banmal (bahasa non-formal, biasa digunakan untuk orang yang sudah saling akrab).”

Kulihat cewek-cewek yang ada di kantin menatap penuh kebencian kearahku dan Jaejoong. Oh please, jangan bilang kalau aku sekarang punya “haters club” yang anggotanya cewek-cewek-pembenci-Seohyun-karena-Seohyun-akrab-dengan-Jaejoong. Cih, sialan!

Ternyata tidak cuma haters yang sekarang memperhatikanku. Yonghwa dan Jessica juga melakukan hal yang sama. Yonghwa menatapku dengan tatapan sedih kemudian menatap Jessica setelahnya. Jessica, dia juga melirik Yonghwa sebentar, kemudian melihat kearahku dengan tatapan sedih. Oh bukan! Mungkin Jessica bukan sedang melihat kearahku, mungkin dia memperhatikan Jaejoong! Oh ya, bisa-bisanya aku lupa kalau Jessica suka sama Jaejoong.

“Kalian berdua itu aneh ya.” Seru Jaejoong tiba-tiba.

“Hah? Siapa?”

“Kau dan Jessica. Kalau mau baikan, baikan aja. Daritadi hanya saling pandang.”

Urgh, perlu kujelaskan ya Jaejoong, yang lagi ngeliatin aku itu bukan Jessica, tapi Yonghwa. Terus juga yang lagi diliatin Jessica itu kau, bukan aku!

Kalau dipikir-pikir, sebenernya aku bisa seperti ini sama Jaejoong sekarang kan karena Jessica juga. Karena Jaejoong yang kebetulan SEDIKIT menolong Jessica keluar dari masalahnya. Kalau saja Jessica nggak dapet kejadian kayak gini, dan Jaejoong nggak nolongin SEDIKIT, hubunganku dengan Jaejoong juga pasti tidak seakrab seakrab yang sekarang.

Yah, walaupun dia memang menolong sedikit, tapi masalah yang dia datengkan jauh lebih banyak. Kalau saja Jessica tidak menjerit sewaktu bilang kalau dia pengen punya pacar (yang ini gara-gara Yonghwa), terus kalau saja tidak ada namja-deul (cowok-cowok) burung parkit tukang kuntit (salahkan koor Jessica!), kalau saja Jaejoong tidak menolongin Jessica, kalau saja Jaejoong tidak ngaku-ngaku jadi pacar Jessica, kalau saja Jessica tidak menyukai Jaejoong, kalau saja Jaejoong tidak bilang menyukaiku (walaupun cuma men-maen sih), Kalau saja Jessica tidak berubah demi Jaejoong, mungkin ntidak bakal seperti ini kejadiannya. (ini paragraf yang paling belibet bahasanya. Kayak rantai dah)

See, berapa banyak nama Jaejoong yang tersebut di paragraf diatas. Means, memang dia yang paling banyak bersalah. Tapi kenapa ya, aku tidak terlalu menyalahkannya? Ya, mungkin karena aku hanya berusaha mencoba mengkambinghitamkannya saja. Padahal hati kecilku mengatakan dia baik-baik saja. Aku jadi semakin bingung. Yang salah itu siapa sih?

“Masalahnya tidak segampang yang kau duga.”

“Oh ya?”

“Ya, Itu karena Jessica menyukaimu! Dia shock waktu mendengar kau menyukaiku. Yah, meskipun kau hanya bercanda sih. Tapi kau tentu tau bagaimana Barbie. Super polos girl seperti dia tidak bisa membedakan mana yang bercanda mana yang serius.”

Wajah Jaejoong langsung berubah bete, “Hmm…”

“Yah, itu kalau Jessica, kalau soal Yonghwa, aku sama sekali tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Kenapa kita tiba-tiba kayak gini.” Aku melirik kearah Yonghwa yang sedang melirik kearah Jessica. “Dia juga tiba-tiba berubah, sama seperti Jessica.”

“Hah? Memangnya kalian berdua putus?”

“Kau berharap kita putus?! Tidak putus sepenuhnya, hanya saja kami ‘break’” Aku membuat tanda kutip dengan jariku saat mengatakan “break”.

“Hah? Break-putus?”

“Sudah kubilang kalau kami tidak putus! Kami memutuskan untuk BREAK, sedang REHAT SEJENAK. Arrasou (mengerti)?”

Got it.”

Sampai habis jam istirahat, ternyata aku malah melupakan bento yang dipesenin Jaejoong. Aku pikir Jaejoong bakalan bete berat, tapi ternyata tidak! Dia malah memaksaku untuk memakan makanan lain sebelum memulai kelas karena khawatir aku akan kelaparan di kelas.

“Kau barusan hanya makan 2 suap. Lebih baik kau makan siang lagi. Pesan saja menu lain jika kau memang tidak sedang ingin makan bento.”

Gomawo Jaejoong. Sepertinya aku memang butuh makan lagi. Kau… perhatian sekali, Jaejoong.”

Entah aku yang salah lihat atau memang entah kejadiannya seperti itu, tapi muka Jaejoong langsung merah. Dia malah berkelit mau pergi memesan makanan yang ingin kumakan. Hihi, Jaejoong lucu deh.

*********

(bersambung) klik disini untuk membaca Barbie Girl part 5 (last part)

5 responses to “[Korea Fan Fiction] Barbie Girl part 4 – Jessica, Seohyun SNSD, Jaejoong JYJ DB5K, Yonghwa C.N.Blue

  1. Wah yonghwa pdkt trus jessica jd icepprincess ya?
    Kasian nih seohyun lg bnyk masalah.. Thorr yonghwa sm seonya balikan lg dong😦

  2. kok ceritanya malah si pemeran utama gak banyak nongol thor,oya seohyun jgn sama jaejoong dong thor, jae nya sama jessica aja, seohyun kan udh punya pacar ntar ceritanya gak barbie girl lagi dong😦 *ditampar juga gw ntar ama author kebanyakan nuntut

  3. @shaaaw dan @winieda kekeke.. sepertinya pada setuju Yong-seo sama jae-sicca ya… kikikikii.. nah itu dia.. di part ini berhbung ssica-seo lagi berantem jadinya ssica jadi agak jarang muncul ya🙂 tapi di part selanjutnya (part akhir) ssica bakal muncul lebih banyak😀 (nah lho, ini dapet bocoran kalau cerita barbie girl tinggal satu part lagi)

  4. tuh kan jae suka seo~ tembak aja jae -o-/ *seo : mau mau gue mati ya?* *me : dih dirimu salah paham u,u tak mungkin seperti, eonni~ aku kan cinta kau *dibom yonghwa

  5. jaejoong suka seohyun nih……… yaudah jaejoong tembak aja tuh si seohyeon.. biarin dah si yonghwa sama jessica #eh?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s