[Lomba FF] I Want To Dream With You Forever (1)

Tittle: I Want To Dream With You Forever

Cast: Park jungsoo (leeteuk SJ), Kim taeyeon, Tiffany Miyoung Hwang

Genre: Romance, Sad ending

Rating: T

Author @Ryeongri_Chan (on twitter)

DISCLAIMER : TOKOH-TOKOH yang ada di FF ini bukan milik author..tapi milik SM ent. dan LEE SOO MAN.. *lol* AUTHOR lagi terinspirasi sama lagu SNSD-FOREVER..jadi ‘LAGU’ yang akan di sebutkan di dalam cerita adalah terjemahan dari lyric asli lagu SNSD-FOREVER.. cerita disini murni dari otak saya lohh.. so,don’t bashing and don’t be silent reader yaa..

—————————————————————————–

-LEETEUK POV-

Hawa malam mulai mengusikku,rasa dinginnya mulai menusuk-nusuk kulitku.tapi semua itu,tak akn mengurungkan niatku untuk pergi ke sebuah tempat yang menurutku adalah tempat yang paling indah di hidupku.ya tempat itu adalah changdaegung palace.mungkin tempat ini terlihat biasa saja bagi warga seoul.tapi bagiku,tempat itu adalah tempat yang sangat special.karena disana terkubur seluruh kenanganku bersama seorang yeoja yang aku cintai.

Kurapatkan jaketku dengan tangan kananku.sedangkan tangan kiriku membawa sebuah termos yang berisi kopi hangat di dalamnya. “Taeyeon pasti menyukainya” batinku.

Aku duduk termenung di salah satu kursi taman yang ada di changdaegung.menunggu yeoja-ku itu datang kemari dan menemaniku menghabiskan malam special di tempat yg special ini.disebelahku telah tergeletak secangkir kopi panas.aku tau itu kesukaannya.jadi kusiapkan special untuknya malam ini.

Kini hampir 15 menit kumenunggunya disini.Kuhirup udara di sekitarku.kuhirup panjang dan kuhembuskan.kulakukan itu berulang sambil memejamkan mataku.dan kegiatanku itu berhenti setelah aku menyadari ada hawa hangat yang melewatiku. Akupun langsung membuka mataku dan tersenyum simpul.

“Taeng-ahh kau sudah datang ya?” gumamku.

Malam ini,tepat dua tahun dia pergi meninggalkanku ..

Seorang yeoja pertama yang mampu mengalihkan duniaku , dan bagiku dialah yeoja yang terakhir yang akan mengisi relung hatiku.

Masih terngiang di telingaku,suaranya yang indah itu.rasanya baru kemarin aku bermain gitar di iringi suara merdunya itu.tapi kenyataannya,kini ia telah tidur tenang sambil menungguku menemaninya di surga.

“taeng-ahh,lagumu sudah mulai diputar di radio.kau mau mendengar aku menyanyikannya ?” gumamku pada yeojaku itu.walaupun kini ia sudah tak berfisik,tapi aku yakin dan sangat percaya dia hadir dihadapanku sekarang.menemaniku di malam istimewa bagi kita berdua ini.

Following the happy breeze, beneath that bright sky that blinds me ..” lantunku sambil tersenyum dan terus mengingatnya.aku mengingat saat ia juga menyanyikan lagu ini.hanya saja ia menyanyikan lagu ini dalam bahasa korea.

Beautiful melodies and fresh air fills this road that I’m walking with you ..” lanjutku melantunkan lagu yang katanya khusus taeyeon ciptakan hanya untukku.

Tak sempat aku melanjutkan bait ketiga dari lagu itu, air mata sudah menggenang dan membanjiri pipiku.

“kenapa..kenapa kau pergi secepat ini taeng-ahh ? kenapa kau meninggalkanku sendirian di sini?” teriakku frustasi.

_Flashback_

 “oppa ..” rengek yeojachinguku yang sedang merebahkan dirinya di tempat tidur.

“mwo ?”jawabku sambil mengelus-elus kepalanya dan tersenyum.

“oppa mau tidak mengiringiku bernyanyi dengan gitar oppa ?” tanyanya manja.

“boleh,kau mau nyanyi apa taeng-ahh?” sahutku.

“ahh,jjinja ?” matanya berbinar,ia pun langsung bangkit dari tidurnya.melihat yeoja-ku yang sebahagia itu rasanya hatiku sangat tenang.

“eum..tentu..” jawabku.

“ini oppa chorusnya..” sahut taeyeon sambil menyerahkan selembar kertas yang ia sembunyikan di balik bantalnya.

“ini lagu siapa taeng-ahh? Kok aku baru denger yah?” ucapku bingung.

“sudahlah oppa,ayo cepat mainkan..” pintanya semangat.akupun langsung mengambil gitarku yang kugelatakan di sofa.dan tanpa pikir panjang,langsung kupetik gitarku sesuai chord yang tadi taeyeon berikan padaku.

Taeyeon pun mulai melantunkan lagu yang asing bagiku itu.seperti biasa,ia sangat menjiwai lagu yang dinyanyikannya ini.suara merdunya mengalun lembut mengikuti petikan gitarku.oh god,beruntungnya aku bisa mempunyai yeoja seperti taeyeon.

“bagaimana oppa ? menurutmu bagus tidak ?” tanyanya sambil mengambil kembali catatan chorus yang tadi ia berikan padaku.dan menyembunyikannya lagi di bawah bantalnya.

“seperti biasa,suaramu selalu menakjubkan taeng-ahh..”rayuku sambil mencubit pipinya pelan.

“bukan,suaraku oppa..tapi lagunya..bagus tidak?” sahutnya penasaran.

“bagus..tapi itu lagu siapa ?” tanyaku tak kalah penasarannya.

“haha..itu rahasia oppa..” ucapnya sambil sedikit tertawa melihat ekspresi penasaranku yang lucu.

“aigoo..pelit sekali kau taeng-ahh..” sahutku kesal sambil melipat kedua tanganku di dada.

“tunggulah..kelak aku akan memberitahumu oppa..” jawabnya.tangan kanannya mulai membelai rambutku.akupun mulai meliriknya.senyum khasnya itu kini mulai menghangatkan suasana kamar tempatnya dirawat itu.

_Flashback End_

Dinginnya malam masih menyelimutiku yang masih memikirkannya.Kopi yang kupegang kini pun sudah dingin.tangan kiriku kini mulai meraba pipiku dan menghapus air mataku yang tadi tumpah karena mengingatnya.lalu kuminum kopiku itu.rasanya masih sama.rasanya persis seperti terakhir kali aku membuatkan untuknya.hanya saja kini ia tak bisa merasakan kenikmatan kopiku ini.

“taeng-ahh..aku membutuhkanmu..” ucapku lirih.air mata yang tadi sudah kuseka,kini kembali tumpah.

Rasanya aku benar-benar ingin bertemu dengannya.mendengar suara sekali lagi.aku ingin mendengar saat ia bernyanyi dan saat ia memanggilku “oppa..” dengan suara manjanya yang khas di telingaku.

“taeng-ahh..datanglah ke mimpiku..aku mohon..” pintaku sambil menatap langit malam yang bertaburan bintang itu.

_Flashback_

 “oppa..aku kemarin bermimpi indah sekali…” tuturnya sambil menyandarkan kepalanya di pundakku.

“jjinja? Kau mimpi apa taeng-ahh ?” tanyaku.

“aku bermimpi tentang kita..” sahutnya sambil memejamkan matanya.seolah ia ingin mengingat mimpi indahnya itu.

“tentang kita?” jawabku bingung.

“ya aku dan oppa..kita berdua berjalan sambil bergandengan tangan menyusuri sebuah jalan panjang sekali..di atas kita hanya terdapat langit malam yang penuh dengan bintang berkelap-kelip..” jelasnya sambil tetap memejamkan matanya.

“lalu..” ucapku penasaran dengan kelanjutan mimpinya itu.

“malam itu hanya ada kita berdua dan bintang..sesekali kita saling menatap dan tersenyum bersama..melihat senyum oppa malam itu membuatku kembali mengingat hari dimana kita bertemu pertama kali..” taeyeon pun mulai meraba tanganku dan menggenggamnya erat.

“saat umurku masih 5 tahun,oppa menyelamatkanku dari anak-anak berandalan yang mau mengerjaiku dengan cat yang mereka oleskan di kursiku ..taukah kau oppa? Sejak saat itu aku mulai percaya bahwa oppa adalah malaikat yang dikirim tuhan untuk menemaniku melawan penyakitku ini…” tuturnya sambil menitihkan air matanya.akupun langsung menghapus air matanya yang mengalir di wajahnya.dan mulai menguatkannya.

“taeng-ahh..sudahlah jangan putus asa..aku akan selalu ada di sisimu..aku akan menjagamu..” akupun memeluk yeojachingu yang paling kusayangi itu.

“aku juga akan selalu bersama oppa.. selalu..walau suatu saat tuhan membawaku pergi kedunia yang berbeda dengan oppa..” ucapnya sambil tersenyum pahit ke arahku.perkataannya itu langsung membuat hatiku sakit.tanpa kurasa,air mataku pun mulai berjatuhan di pipiku.

 _Flashback end_

Changdaegung kini mulai dipenuhi oleh beberapa pasangan yang ingin menghabiskan waktu mereka bersama orang yang paling dicintainya masing-masing.akupun mulai merasa tempat ini tak lagi mengijinkanku berada disini.

Aku langsung meringkas termos berisi kopi yang tadi kubawa,memaksukannya ke dalam tas punggungku.dan bergegas dari tempat itu.

Aku terus berjalan.kulangkahkan kedua kakiku menyusuri jalanan di seoul yang makin malam makin dipadati oleh pejalan kaki yang ingin menikmati malam minggu mereka.dengan otak yang masih penuh dengan bayangan taeyeon aku mulai pergi menuju suatu tempat yang sudah tak pernah dikunjungi siapapun lagi.

Jujur saja,aku tau tempat ini pasti akan membuatku menangis lagi.tapi,rasa rinduku padanya telah mengalahkan semuanya.yang kumau kini hanya bertemu dengannya.hanya itu.apa aku salah bila aku mengharapkan itu?

Rumah yang tak terawat itu mulai terlihat.angin kencang bertiup dan mengakibatkan pintu pagar rumah itu terbuka dengan sendirinya.

“aku datang taeng-ahh..aku datang untukmu..”ucapku dengan mata berkaca-kaca.

Aku merasakannya.yeoja yang kurindukan itu sudah menungguku sendirian di rumah yang seharusnya menjadi rumah kami setelah kami resmi menjadi sepasang pasangan yang akan selalu bersama selamanya,sampai maut memisahkan kami berdua.

Udara malam yang berhembus kencang di sekitar rumah itu seakan menarikku untuk pergi ke taman belakang rumah itu.aku tau,ini taeyeon.taeyeon menyuruhku untuk menghampirinya di taman belakang rumah ini.tidak,lebih tepatnya taman belakang rumah kami.

Kulangkahkan kakiku menuju taman belakang.di taman belakang,sebuah gundukan tanah yang bertabur bunga mawar putih yang sudah layu itu mulai menyita pandanganku.aku mendekat ke tempat itu.dan duduk di sebelah gundukan tanah itu.mataku memanas,dan mulai menumpahkan air mata hangatnya.

Aku menangis sekencang-kencangnya.seluruh butiran air mataku kini menetes di atas gundukan tanah itu.gundukan tanah yang menyimpan jasad yeoja yang sangat kusayangi.ya,aku menangis di makam taeyeon.tanganku kini meremas tanah yang mulai lembab karena tetesan air mataku tadi.aku ingin dia kembali ke kehidupanku yang hampa tanpanya ini.aku mau melihat senyumnya,mendengar suaranya,membelai rambutnya,aku mau dia.. aku mau taeyeon-ku kembali..

_Flashback_

“kau menyukainya taeng-ahh?” ucapku sambil menolehkan kepalaku ke arahnya yang sedang menyenderkan kepalanya ke pundakku.

“suka..sangat suka..gomawo oppa..” ucapnya dengan senyum mengembang di bibir mungilnya itu.

“setelah kita menikah nanti,kita tinggal disini bersama ya taeng-ahh..bersama anak-anak kita nanti..” tuturku penuh harap.

“tentu..” sahutnya.

“kita akan menjadi keluarga yang paling bahagia di dunia ini..” sambungku sambil mengenggam tangannya yang dingin itu.

“itu kan kalau aku bisa sembuh dari penyakitku ini oppa..” jawabnya dengan nada pasrah.

“ani..aku yakin seyakin-yakinnya..kau akan sembuh..” aku berusaha meyakinkannya.

“aku tahu…tapi aku merasa tak akan lama lagi malaikat kematian akan menjemputku..” ucapnya diiringi dengan matanya yang kini mulai berkaca-kaca.nafasku mulai sesak mendengar perkataan menyakitkan dari mulut yeoja ku itu.

“tapi..aku tak peduli lagi tentang itu kok oppa..karena sekarang ada oppa disisiku..” sambungnya.aku hanya terdiam mendengar itu.hatiku masih terasa sakit,mengingat perkataan dokter yang merawatnya bahwa hidupnya hanya tinggal beberapa hari lagi.

“oh ya oppa..waktu itu kau penasaran kan dengan lagu yang kunyanyikan..” ucapnya pelan.

“ahh itu..kenapa? kau mau memberitahuku?” tanyaku sambil tetap tersenyum ke arahnya yang masih menundukkan kepalanya yang masih bersandar ke pundakku.

“kau juga ingat tidak tentang isi mimpiku yang pernah kuceritakan padamu?” belum juga dia menjawab pertanyaanku yang sebelumnya,dia sudah menanyakan pertanyaan baru padaku.

“aku masih ingat kok.ada apa memangnya taeng-ahh?” tanyaku bingung.

“ini untukmu..” sahutnya sambil menyerahkan sebuah kertas yang tergulung dan berikatkan pita merah yang tadi ia simpan di tas yang dia pangku dari tadi.

“apa ini ?” tanyaku bingung sambil menerima gulungan kertas itu.

“bacalah..” pintanya dengan suara yang makin lama makin melemah itu.

Akupun mengikuti perintah yeoja yang masih bersandar di pundakku.kubuka pita yang melingkar di gulungan kertas itu.terdapat 2 kertas di dalamnya.aku pun membaca isi dari kertas pertama.isinya adalah lagu yang dinyanyikannya sebulan lalu.dia menambahkan sebuah pesan singkat di pojok kiri atas kertas itu.pesan itu berbunyi..

 

 “oppa,lagu ini sebenarnya lagu ciptaanku.aku menciptakannya sambil mengingat mimpi indahku bersamamu.gomawo sudah mau menemani hidupku.lagu ini ini lagu untukmu.saranghaeyo..”  

 

Aku tersenyum membacanya.hatiku mulai berbisik.. “nado saranghaeyo taeng-ahh..” setelah itu kubaca lirik-lirik dalam lagu ciptaannya itu.memang mirip dengan isi mimpi yang ia ceritakan itu.bodohnya aku,kenapa aku baru menyadarinya sekarang?

Akupun mulai membaca isi dari lembar kertas yang kedua.tapi,berbeda dengan isi kertas pertama yang membuatku tersenyum bahagia.kertas kedua kali ini berisi sesuatu yang bisa dibilang menyakitkan hatiku ..

 

“oppa..kau sudah membaca suratku ini? Ini mungkin surat terakhirku untukmu..mianhae ya aku baru menyerahkan suratku ini padamu.karena aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menyerahkan surat ini setelah aku benar-benar merasa tak ada kesempatan untukku hidup di dunia yang sama dengan oppa.. aku punya 3 permintaan untuk oppa,permintaan terakhirku..pertama,aku ingin oppa tidak menangis membaca surat ini.karena,aku paling tak ingin melihat oppa menangis gara-gara aku.kedua,aku ingin oppa selalu percaya bahwa aku akan selalu bersama oppa.walau nanti oppa tak bisa melihatku,tapi aku akan selalu mengawasi dan menjaga oppa.dan ketiga,aku ingin agar jasadku dikubur di rumah yang oppa berikan untukku.aku mau tidur tenang disana,di rumah yang rencananya akan kita gunakan saat kita sudah menikah.walaupun jika suatu saat,oppa akan melupakanku dan semua kenangan yang pernah kita lalui,aku akan berjanji bahwa aku tak akan pernah melupakan oppa dan semua yang pernah kita lalui.aku akan slalu merindukan oppa di surga..”

 

‘Ini hanya lelucon kan? Taeyeon bercanda kan? Merindukanku disurga?’ aku mengumpat di dalam hati.

Apa maksudnya ini? Bagaimana dia bisa mengatakan bahwa ia akan menungguku di surge sementara dia masih bersamaku di dunia ini? Apa dia benar-benar menyerah untuk hidup karena penyakit leukemia yang semakin hari semakin menggerogoti tubuhnya? Tidak,tidak mungkin..

Akupun mulai memandanginya yang masih tertunduk di pundakku.kueratkan genggaman tangannya.tapi dia tak bergeming.mataku mulai memanas.

“taeng-ahh,kau masih bersamaku kan?..” tanyaku sambil membendung air mataku.

Dia terdiam sesaat.membuat rasa takut di hatiku semakin besar.tapi ternyata dia mulai menngerakkan bibirnya..

“mian oppa..sarang..hae..yo..” kata-kata itu diucapkan lirih.bahkan hanya terdengar sayup di telingaku.tapi tetap saja perkataan itu penuh makna bagiku.

kepalanya yang tersandar di pundakku itu kini mulai melemas hingga akhirnya dia menjatuhkan sandarannya.tak kusangka,barusan adalah kata cinta terakhir yang akan dia ucapkan padaku.air mataku pun tumpah.tanganku memeluk tubuh taeyeon yang sudah tak bernyawa.

_Flashback end_

Kubuka tas ranselku,kuambil handphoneku.kubuka menu pemutar music yang ada di sana.

“ini untukmu..taeng-ahh…” ucapku sambil terisak.

Kuputar lagu itu.lagu yang dia buat untukku.lagu yang kini mulai dikenal masyarakat korea itu.ya,kini lagu itu mulai sering diputar di radio ataupun televisi.lagu itu kini mulai popular semenjak dinyanyikan oleh Tiffanny,sahabat taeyeon.sebenarnya aku ingin menyanyikan lagu itu,tapi aku tak kuasa jika harus mengenang kenangan dibalik lagu itu.

suara tiffany dari handphoneku mulai memecah keheningan malam.tiba-tiba,mataku menangkap suatu cahaya. cahaya itu perlahan mulai pergi keluar pagar. kuperjelas penglihatanku.

“taeng-ahh..jangan pergi..tunggu aku..” desahku seraya bangkit dari duduk. kuletakkan handphoneku yang masih memutar lagu kenangan kami diatas makam taeyeon.akupun mulai mengejarnya.mengejar cahaya dengan bayangan taeyeon di dalamnya.

“kembalilah oppa..jangan ikuti aku..” suara taeyeon seperti berbisik melewati telingaku.

Tapi suara itu tak kugubris,aku hanya tetap mengikuti cahaya tadi.tiba-tiba cahaya itu berhenti dan bergerak berbalik.mataku terbelalak kaget setelah melihat bayangan wajah taeyeon yang samar.dia menatapku lekat,dengan air mata yang sudah membanjiri pipinya.tiba-tiba muncul suara bising yang kencang dan mulai mengusik telingaku.kutolehkan wajahku kekiri,tempat suara yang nyaring itu berasal.

Sebuah kereta api menghantam tubuhku hingga aku terlempar cukup jauh dari posisiku berdiri tadi.kurasakan sakit disekujur tubuhku.tapi mataku masih bisa menangkap secerca cahaya.banyak orang yang mendatangiku yang terkapar di pinggiran rel itu.tapi kini,mataku terbelalak,aku melihatnya lagi.taeyeon tersenyum melihatku.

“kita akan bertemu sebentar lagi..tunggu aku taeng-ahh” gumamku dalam hati.

Mataku yang mulai dimasuki darahku sendiri itu kini makin melemah.rasanya tak kuat lagi untuk menopang kelopak mataku yang masih terbuka.dengan senyum terpampang di sudut bibirku,sambil membayangkan taeyeon akupun mulai memejamkan mataku.

-AUTHOR POV-

Pagi ini,rumah tua diujung jalan paran disesaki para pelayat.Pagar rumah itupun dipenuhuhi mawar putih yang dibawa oleh pelayat.mereka sama-sama menumpahkan tangisan mereka pada dua makam yang ada di halaman rumah itu.makam yang nisannya bertuliskan nama park jungsoo dan kim taeyeon itu kini menjadi pusat perhatian.rumah itu pun menjadi bising dengan suara tangisan para pelayat dan suara dari sebuah lagu yang daritadi diputar berulang-ulang untuk mengiringi pemakaman kedua pasangan yang memang ditakdirkan untuk bersama itu.I WANT TO DREAM WITH YOU FOREVER,itulah judul lagunya.

-end-

——————————————————————————————-

Annyeong,readers !! gimana ff ane diatas ?? aku harap kalian pada suka yah.. ini ff lama sih sebenernya,tapi karena ini ff pertama ku,jadi aku putusin buat ngikutin ff ini buat ikutan ni lomba^^ jadi,jangan Cuma diem aja ya readers.aku butuh banget komen dan like kalian J gomawo~

17 responses to “[Lomba FF] I Want To Dream With You Forever (1)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s