[Lomba FF] memories when it rains (9)

Request           : number 34 @laras3242

Title                 : memories when it rains

Author             : nina_shawol ( FB: nina nurmaini )

Cast                 : Cho  kyuhyun

Lee Sungmin as minnie (yeoja)

Lenght             : oneshot

Genre              : sad, romance

Backsong        : tearsdrop in the rain by CN BLUE

Aku memandang langit sore ini. Gelap. Langit di tutup awan hitam. Mungkin sebentar lagi hujan akan mengguyur seoul. Saat –saat seperti ini mengingatkanku kepadamu. Kau sangat menyukai hujan, karena menurutmu hujan adalah berkah yang harus di syukuri.

Tikk..tikk..

“hujan…” akupun berlari sambil menutupi kepalaku seadanya dengan kedua tangan agar air hujan tak membasahi kepalaku.

“annyeong..”aku masuk ke sebuah cafe dan memesan strawberry escream. Padahal aku sangat tidak menyukainya. Tapi karena kau, sekarang aku jadi sering memakannya.

escream ini pun mengingatkan ku padamu. Kau sangat suka makan escream di saat hujan. Secara tak di sadari Kau selalu memaksaku untuk pergi jalan-jalan di saat hujan.

‘kau memang yeoja yang sangat aneh minnie..’aku selalu tersenyum simpul saat mengingatmu.

“oppa…”aku sangat suka saat kau memanggilku seperti itu dengan gaya manjamu.

aku menyapu pandangan ke arah luar cafe. Kulihat seorang yeoja yang sedang berlari hujan-hujanan di seberang jalan. Yeoja itu memakai gaun pendek berwarna pink. Persis sepertimu yang juga sangat menyukai warna pink.

Aku teringat kembali saat aku pertama kali mengenalmu. Itupun saat hujan. Saat kau berlarian di tengah hujan karena lupa membawa payung. Hari itu kita sama-sama menunggu bus di halte.

* * *

“annyeong…” dia menyapaku dengan tubuhnya yang basah kuyup.

“nee..”aku hanya menjawabnya singkat. Hari itu pun dia memakai gaun berwarna pink.

“bisa kau pinjamkan aku jaket..”pintanya.

Aku hanya melongo mendengar perkataannya. Baru bertemu sudah bisa berkata seperti itu.

“oppa….” dia mengibaskan tangannya di depan wajahku.

“ah nee..ini pakai…”aku meminjamkan jaketku padanya sambil menatapnya. Kulitnya sangat putih dengan bibir pink dan hidung mancungnya. Wajah yang sangat sempurna.

“oppa..kau jadi meminjamkanku kan..”minnie menarik jaket yang ternyata ku pegang dengan kuat karena serius memandang wajahnya.

“ah…nee..”lagi-lagi aku melamun.

“sungmin imnida…tapi oppa bisa memanggilku minnie..”dia mengulurkan tangannya ke arahku.

“kyuhyun imnida..”aku menyambut uluran tangannya.

“oppa…aku pergi dulu yaa…”minnie berlari  meninggalkan ku yang masih berdiri terpaku.

‘jaketku..’gumamku pasrah.

* * *

Aku kembali tersenyum  saat mengingat itu.

Hujan masih mengguyur deras seoul. Aku kembali teringat saat kedua kalinya aku tak sengaja bertemu denganmu. Sebenarnya lebih tepat di bilang sengaja karena aku menunggumu.

Kali ini pun saat hujan. Aku duduk di halte dan tidak beranjak walaupun ada bus yang berhenti di depanku. Karena aku sedang menunggu seseorang, yaitu minnie.

* * *

“arrghhh…hujann..”aku berpaling dan menatap ke arah suara itu. Dia minnie. Dia basah kuyup seperti pertama kali bertemu. Dia duduk di sampingku.

“ahh..oppa,,,”katanya memanggilku. Aku tak menyangka dia masih mengingatku.

“ehh..kau yang meminjam jaketku kemarin kan..?” kataku pura-pura seakan tidak terlalu mengingatnya.

“ini oppa..aku selalu membawanya…tapi tak pernah bertemu denganmu…”

Dia menyodorkan sesuatu kepadaku. Ahh..jaketku.

“gomawo oppa…”katanya. dia tersenyum. Ya ampunn..kenapa hatiku berdebar saat melihat senyumnya.

“anni…lain kali saja kau kembalikan..kelihatannya kau basah lagi…”aku memakaikan jaketku kepadanya. Jaketku terlihat kebesaran di badan mungilnya.

“sebagai ucapan terima kasihku..aku bakal mentraktirmu..”minnie mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya.

“strawberry escream…” minnie menyodorkan satu cup kecil escream kepadaku.

‘makan escream..?saat hujan..?’pikirku.

“ahh…enaknya…”ucapnya.aku menatapnya yang dengan lahap memakan escreamnya. Akupun mencoba memasukkan satu sendok escream kemulutku. Dinginn..sangat dingin…

“aku sangat suka hujan….”kata minnie tiba-tiba.

“oppa juga….??”tanyanya sambil menatapku. Aigoo…tatapan matanya membuat jantungku berdebar.

“oppa,,,”dia mengibaskan tangannya di wajahku. “kau sangat suka melamun ya,,,”dia tertawa kecil dan kembali memasukkan satu sendok escream ke mulutnya.

“hujannn….aku sangat suka hujan…”katanya. kini pandangannya menerawang jauh. Aku hanya menatapnya dari samping. Dari sudut manapun dia terlihat sangat cantik.

“oppa tau kenapa…??”tanyanya dan menatap ke arahku. Aku hanya menggeleng.

“karena apa yaa…”minnie menaruh jarum telunjuk di dahinya dan berpose seolah-olah sedang berpikir.

“karena apa…”tanyaku.

“aku juga tidak tau…”minnie menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal dan tersenyum malu.

‘kau sangat lucu minnie..’gumamku.

“aigoo…hujannya berhenti…aku tidak suka…”gerutunya. aku melihat langit memang sudah terang.

“kenapa tidak suka..”tanyaku penasaran.

“aku kan ingin lebih lama di sini bersama oppa…”katanya dengan muka sedih.

Berhasil minnie…perkataanmu berhasil membuat pipiku panas. Apakah pipiku sekarang memerah. Memalukan…

“aku pergi dulu yaa oppa,,,”dia berlari dan melambaikan tangannya ke arahku. Aku hanya tersenyum.

* * *

Mengingat kejadian kita bertemu yang kedua kalinya itu, membuatku benar-benar merasa kau adalah yeoja yang sangat periang. Kau selalu menyunggingkan senyum. Terasa tak ada beban di hidupmu.

“huffhhtt…”aku menghela napas panjang.

Aku menatap escream dihadapanku yang tak kusentuh sedikitpun. Pasti kau akan marah kalau aku tak menghabiskannya. Aku tersenyum pahit. Pikiranku kembali ke masa lalu saat pertemuan ketiga kita….

* * *

“argghhh..lagi-lagi hujan…”aku berlari kecil menuju halte bus. Aku melihat dari kejauhan yeoja bergaun pink. Minnie..

“oppa…kau kalah…”katanya saat aku sudah berdiri di halte.

“kali ini aku yang duluan sampai di sini…”minnie tersenyum menang.

“benar..”aku tersenyum dan duduk di sampingnya. Benar-benar jodoh. Sudah tiga kali kami bertemu dan aku merasa ini memang takdir.

“aigoo…kau basah oppa…”katanya cemas.

“pakai ini oppa…”dia memasangkan jaket. Ahh..ternyata jaketku yang dulu dia pinjam.

“lalu kau…tidak kedinginan…”tanyaku.

“anni..aku kan sudah pakai jaket..”ya…kaali ini dia memang memakai jaket. Tumben sekali.

“lagipula aku takut tak ada waktu untuk mengembalikannya..”katanya dengan nada sedikit tertekan. Hari ini dia tidak seperti biasanya. Dia terlihat lebih murung dan wajahhnya agak pucat

“kau berbicara seperti akan pergi jauh saja…”aku mengacak rambutnya pelan.

“hari ini kau tak makan escream…??”tanyaku.

“aigoo..benar sepertinya aku lupa membelinya tadi…”

“baguslah…jangan terlalu banyak makan escream..”ucapku dan kembali mengacak rambutnya.

“oppa…”panggilnya.

“wae…..”tanyaku

“ahh…anni…’dia kembali diam. Sangat tidak biasa tingkahnya.

“huffhht…”dia menghela napas panjang seakan ada banyak beban di dadanya.

Aku memandang wajahnya. “gwencana-yo…”tanyaku lalu di jawabnya hanya dengan anggukan kepalanya. Entah kenapa melihatnya seperti ini membuatku sangat sedih.

“eh oppa..kau tahu surga ada dimana…??”tanyanya sambil memandangku dengan tatapan yang sangat manis.

“molla…hanya Tuhan yang tahu..”jawabku sambil menggelengkan kepala.

Dia hanya mengangguk dan kembali mengalihkan pandangan ke air hujan yang masih membasahi seoul.

“kalau aku terlahir kembali aku ingin menjadi hujan…”katanya lagi tak mengalihkan pandangan dari rintikan hujan.

“waeyo…?tanyaku.

“karena menurutku hujan membawa berkah untuk orang-orang dan juga…”kini dia beralih memandangku.

“dan juga agar aku bisa menemani oppa di sini…”kembali dia tersenyum. Aku hanya terpana menatapnya. Dia memang sangat berhasil membuat jantungku berhenti sesaat. Senyumnya itu telah membuatku benar-benar menyukainya.

Kini dia beranjak dari duduknya dan membiarkan tangan mungilnya menyentuh tetes demi tetes air hujan.

“argghh…lagi-lagi hujannya berhenti..”keluhnya saat menyadari tangannya tak lagi basah. Dia kembali duduk disampingku

“minnie…”panggilku.

Dia menoleh dengan wajah senang.”oppa..akhirnya kau memanggil namaku..akhirnya..”katanya sambil tiba-tiba memelukku. Jantungku benar-benar berhenti sekarang. Aku benar-benar menyukainya

“ehh mianhe…”dia melepaskan pelukannya. Dia tersipu malu. Pipinya terlihat bersemu merah, membuatnya terlihat tambah manis.

“gwenchana…”aku mencubit pipinya pelan dan membuat pipinya tambah memerah.

“oppa…mau berjanji sesuatu..??”tanyanya.

“berjanji apa…??”

“besok janji datang kesini jam 4 yaa…”sebelum menunggu jawabanku dia sudah pergi sambil melambaikan tangannya ke arahku. Entah kenapa saat ini aku sangat sedih saat dia melambaikan tangannya.

* * *

“huffhtt…”aku kembali menghela napas panjang. Mengingat kenangan tentangmu memang kadang membuat dadaku terasa sesak. Tapi entah kenapa aku tidak bisa melupakanmu. Aku beranjak dari tempat dudukku dan keluar dari cafe. Aku memandang ke langit seoul yang masih gelap tertutup awan. Sepertinya seoul masih di guyur hujan.  Aku berjalan tanpa payung dan air hujan berhasil membasahi tubuhku sedikit demi sedikit. Aku tak memperdulikannya.

“tempat itu…”aku menatap halte bus yang menjadi tempat kita bertemu. Dengan langkah gemetar aku kesana dan duduk dengan perasaan sedih. Seandainya ada kau disini.

Akkhh..kenangan tentangmu kembali muncul dibenakku.Janji itu. Aku ingat betul janji bertemu denganmu jam 4. Aku menunggumu hampir 5 jam, tapi kau tak datang. Taukah kau. Setiap hari aku selalu menunggumu di sana. disaat hujan aku menunggumu seorang diri tak perduli rasa dingin yang menyerangku. Hingga hari itu tiba….

* * *

Hari ini hari ketujuh aku menunggunya disini. Dihalte tempat kami sering bertemu. Tapi dia tetap tak kunjung datang. Lalu aku melihat seorang laki-laki setengah baya keluar dari mobil mewah dan menghampiriku sambil berlari kecil karena untuk menghindari rintik hujan agar tak membasahinya. Dia duduk disampingku.

“kyuhyun-ssi…”katanya memanggil namaku.

“nee..”jawabku terkejut.”darimana ahjussi tau namaku..”tanyaku heran.

“kau memang setampan seperti yang di ceritakannya…”katanya tak menghiraukan pertanyaanku.

“aku ayahnya sungmin…”katanya karena melihat mukaku yang penasaran siapa dia.

“sungmin…??boleh aku tau dimana dia sekarang,,??”begitu mendengar namanya aku tak bisa menahan keingintahuanku.

“dia sudah disana…”jawabnya sambil menunjuk ke atas membuatku semakin kalut.

“maksudnya…”

“dia sudah meninggal satu minggu lalu…”katanya dengan suara sedikit tertahan

Deggg…!!jantungku benar-benar berhenti sekarang. Aku terpaku beberapa saat. Hingga ahjussi menggoyangkan tubuhku.

“gwenchana…”tanyanya. aku hanya mengangguk.

Aku merasa airmata sudah membasahi pipiku. Aku tak bisa menahannya lagi. Suasana hening sejenak. Yang terdengar hanya suara isak tangisku diantara bunyi suara rintik hujann yang menghantam bumi.

“hari itu seharusnya dia melakukan operasi tapi dia bersikeras untuk menemuimu…katanya dia hanya akan operasi kalau sudah melihatmu..tapi sayang sebelum sampai menemuimu penyakitnya terlebih dahulu merenggut nyawanya..”

Aku merasa air mataku seakan mengalir semakin deras.

“kau tahu..dia sangat suka hujan…”tanya ahjussi. Aku mengangguk dan menatapnya. Terlihat matanya juga memerah.

“dia suka hujan karena itulah satu-satunya kenangan yang dia ingat tentang ibunya…ibu yang meninggal saat dia berumur 3 tahun…”katanya dengan suara serak dan gemetar karena menahan tangisannya.

“aigooo…sepertinya aku sudah harus pergi..”

“ohya…ini ada titipan dari minnie..”dia menyodorkan sebuah amplop berwarna pink ke arahku.

“sepertinya sudah lama dia menulisnya…”ahjussi beranjak pergi dan meninggalkanku.

* * *

“huffhtt…”lagi-lagi aku menghela napas panjang

Ternyata  sudah 1 tahun kau meninggalkanku. Tapi aku tetap tak bisa melupakanmu. Aku merogoh sesuatu disaku ku. Sebuah amplop berwarna pink yang terlihat kusut. Sepertinya sudah saatnya aku membukanya. Dengan tangan gemetar ku robek ujung amplop dan mengeluarkan selembar kertas berwarna pink. Aku mencoba memulai membacanya.

For my rainy “kyuhyun oppa”

Aigoo…akhirnya kau membaca surat dariku. Mungkin sekarang aku sudah disurga. Kau tau oppa, sepertinya surga adalah tempat yang menyenangkan. Tapi apakah di surga ada hujan ya oppa,,,??hmm.pertanyaanku aneh ya…

Oppa saranghae…!!mungkin kau terkejut saat mendengar aku mengatakan itu. Dari dulu aku memang sangat ingin mengucapkannya. Tapi aku merasa aku tidak pantas mengucapkan itu. Waktuku di dunia Cuma sedikit.

Oppa…apa kau juga menyukaiku. Aku harap iya…

Oppa..sepertinya tanganku sudah mulai lelah menulis. Tanganku mulai kaku lagi. Aku sangat benci keadaan ini.

Aigooo…aku benar-benar tak bisa menulis lagi…

Oppa…kalau saat kau membaca surat ini hujan turun,,aku pasti ada di sana, disampingmu….

 

Minniee…air mataku jatuh tak dapat kutahan. Kenapa kau begitu bodoh. Tentu saja aku juga sangat menyukaimu.

“nado saranghae minnie…”kataku lirih.

Aku menyapu pandangan ke sekeliling halte. Sunyi. Hanya bunyi rintik hujan yang terdengar.

“minnie…apa kau disini sekarang..”kataku bertanya kepada bayanganmu yang seakan muncul dihadapanku.

“bisa kau mengabulkan permohonanku…”tanyaku penuh harap

“bisa kau mengajakku ke surga sekarang..aku lelah sendiri di sini…”

Bayangan itu tersenyum seakan berkata iya .

Aku juga tersenyum. Saatnya aku menemuimu minnie. Kita akan bertemu di surga.

No one ever sees, no one feels the pain
Tearsdrop in the rain

I wish upon a star, I wonder where you are
I wish you’re coming back to me again
And everything’s the same like it used to be

I see the days go by and still I wonder why
I wonder why it has to be this way
Why can’t I have you here just like it used to be

I don’t know which way to choose
How can I find a way to go on ?
I don’t know if I can go on without you oh….

End of story

 

Anneyong cingudeul..nina imnida…^^

Ini FF kyumin pertamaku. Biasanya aku lebih sering nulis FF yang castnya shinee member. Tapi karena temenku ada yang request kyumin makanya terbentuklah FF ini.Dan untung banget waktu baca list request ada yang minta FF kyumin. I’am a lucky girl..hee

FF ini dah pernah ku share di note FB ku. Jadi kalau ada yang merasa pernah baca, itu emang FF punya aku yaa…

Gomawo…*bow*

 

2 responses to “[Lomba FF] memories when it rains (9)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s