[Lomba FF] You are the Real One (11)

Request           : number 16 @Chueplease

Title                 : you are the real one

Author             : nina_shawol ( FB : nina nurmaini)

Cast                 : im yoona (SNSD)

                         Choi minho (SHInee)

Support cast    : kim jonghyun

Lenght             : oneshot

Genre              : romance

Namaku im yoona. Aku adalah seorang yeoja yang setiap harinya hanya berkutat dengan khayalan dan imajinasi. Aku selalu hidup dalam duniaku sendiri yang kusebut imagine world. Dalam duniaku aku merasa bebas. Begitulah hidupku. Banyak orang menganggapku seperti sesesorang yang hanya memiliki setengah nyawa. Tapi,aku tak terlalu perduli karena menurutku dalam duniaku aku lebih merasa nyaman.

Aku mulai mengalami penyakit aneh seperti ini setelah melihat kedua orang tuaku di bunuh di depan mataku. Sejak saat itu aku sudah beberapa kali masuk rumah sakit untuk menjalani terapi. Aku terlalu takut masuk kedunia nyata. Karena aku takut untuk tersakiti lagi. Setelah beberapa lama menjalani terapi aku sudah di perbolehkan keluarr dan akupun kembali kerumah yang terlalu banyak kenangan pahit di dalamnya. Sekarang aku tinggal sendiri di sini. Aku masih merasa orang tuaku masih hidup. Setiap pagi aku membuat sarapan untuk 3 orang. Aku, appa, dan umma. Dan menurutku mereka selalu menghabiskanmakanannya sambil tersenyum kepadaku. Seperti itulah aku setiap harinya. Tapi..semua itu berakhir hari ini..saat aku menemuinya..

“annyeong…”dia menyapaku saat aku sedang duduk santai di depan rumah dengan kuas di tanganku dan kanvas putih di hadapanku. Aku hanya menatapnya kosong tanpa ekspresi.

“aku tetangga barumu..rumahku di ujung jalan ini…”kata namja itu lalu duduk disampingku, tapi aku masih menatapnya tanpa memperdulikan perkataannya.

“perkenalkan…choi minho imnida..”dia mengulurkan tangan tapi tetap tak kutanggapi.

“im yoona…”jawabku singkat.

“hmm…sepertinya kau tak bisa di ganggu…”dia menarik uluran tangannya dan aku hanya menatapnya. Kini dia tersenyum.

“nee…”jawabku.

“kau kuliah…??”tanyanya lagi dan aku hanya mengangguk.

“benarkah…aku kuliah di seoul university..kalau kau…”

Aku menatapnya, seakan berharap dia menghentikan pertanyaan-pertanyaannya yang membuat kepalaku pusing.

“ahh mianhe…”dia menggaruk kepalanya yang tak gatal dan kembali tersenyum kepadaku. Entah kenapa aku sangat suka melihat senyumannya.

“aku pergi dulu yaa…besok aku akan kesini lagi…”dia berlalu dari hadapanku.

aku mencubit pipiku pelan..apakah ini mimpi atau aku masih dalam dunia khayalku.

“ouucchh…”ternyata sakit.

Apakah ini nyata.

* * *

Aku sekarang berada dalam duniaku. Pagi ini seperti biasa aku memasak makanan untuk umma dan appa. Mereka menunggu masakkan ku matang dengan duduk manis di meja makan.

“yoona…palli…kami lapar..”teriak umma memanggil nama kecilku.

“nee umma…”jawabku dan aku bergegas menyiapkan makanan lalu membawanya ke meja makan.

“ayo kita makan…”aku duduk dan langsung melahap makananku.

Aku menatap umma dan appa yang  tak menyentuh sedikitpun makanannya. Apa mereka tak lapar.

“umma..appa..kalian tidak makan..??”tanyaku. mereka hanya menyambut pertanyaanku dengan senyumannya.

Beberapa detik kemudian air mataku jatuh saat bayangan umma dan appa menghilang.

“umma..appa…bogossippo…”aku menangis tanpa suara isak. Hanya air mata yang jatuh tetes demi tetes di pipiku.

* * *

“yoona-ssi….bagus sekali lukisanmu..”kata jonghyun saesongnim saat melihat lukisan yang aku buat di kelas melukis.

“nee…”aku hanya mengangguk.

“baiklah..pelajaran hari ini cukup sampai di sini…”saesongnim keluar dan aku membereskan semua peralatan dan hendak berjalan keluar. Tetapi langkahku di hentikan oleh tiga orang yeoja.

“yiaa…kau…!!!”teriaknya di depan wajahku.

“wae…”tanyaku dengan nada datar.

“cihh…entah kenapa aku sangat membencimu…”cercanya dengan emosi.

“benarkah…”jawabku santai lalu berlalu sambil menyenggol sedikit bahunya.

“yiaa..kauu..!!!”aku masih mendengar dia mengoceh menghinaku.

Aku sudah terbiasa dengan itu semua, karena semua orang di kampus memperlakukan sama. Mereka membenciku, sejak tau aku pernah masuk ke rumah sakit jiwa. Mungin mereka menganggap aku gila. Tapi aku tak memperdulikan mereka, karena menurutku mereka tidak ada dalam duniaku.

“yoona-ssi…”teriak namja dari arah belakang. Aku mempercepat langkahku, tapi namja itu sudah memegang bahuku hingga aku tak mampu bergerak. Ini pertama kalinya aku melakukan kontak fisik dengan orang lain.

“kau mengingatku kan…??choi minho…”kata namja itu lalu berjalan mengiringiku.

“nee…”kataku sambil mengangguk.

Aku kembali mempercepat langkahku dan menuju ke perpustakaan. Aku berharap dia tak mengikutiku. Aku duduk di kursi paling ujung hingga tak ada satupun orang di sampingku. Aku tenggelam dalam buku yang ku baca.

“yoona-ssi…”

“yiaa…kau..!!!”teriakku terkejut. Hingga membuat seluruh mahasiswa menoleh ke arah kami. Aku tertunduk tanda maaf.

Aku sangat terkejut akan kehadirannya.namja itu lagi. Sekarang dia ada si sampingku. Dia seperti hantu yang selalu mengikutiku.

“akhirnya wajahmu mengeluarkan ekspresi juga…”katanya sambil tersenyum dan mencubit pipiku lembut.

Aku membeku. Dia namja pertama yang berani menyentuhku. Aku memegang dada dan jantungku terasa berdetak kencang. Ada apa ini..??perasaan apa ini..?? aku benar- benar tak pernah merasakannya.

“yoona-ssi….”dia mengibaskan tangannya di depan wajahku yang membuatku tersadar dan langsung kembali menatap buku yang kubaca sedari tadi.

“yoona-ssi…kau harus semangat…”katanya dengan suara lemah.

Aku melirik sedikit ke arahnya. Dia merebahhkan kepalanya di meja dan menutup matanya. Sepertinya dia tertidur. Sebenarnya siapa kau….

Kini aku menatapnya. Wajanhnya mungil tapi memiliki mata yang besar. Sangat manis. Tiba-tiba aku tersenyum. Iya…ini pertama kalinya aku tersenyum…

“kau cantik saat tersenyum..yoona-ssi…”aku terkejut. Dia berbicara saat tidur…?

“aku hanya pura-pura tertidur..”dia bangun dan menampilkan senyum jahil ke arahku.

“yia…!!ka…”dia menutup mulutku dengan tangannya.

“kau akan kena marah kalau berteriak lagi…”katanya. lalu kembali merebahkan kepalanya di meja.

“sekarang aku akan benar-benar tidur…aku lelah…”katanya dan kini dia benar-benar tertidur sambil masih memegang tanganku. Aku mencoba melepaskan tangannya tapi genggamannya sangat kuat.

Entah kenapa aku juga sangat mengantuk. Aku merebahkan kepalaku di meja dan tertidur…

* * *

“yia…agashi…”suara itu membangunkanku.

“nee….”aku bangun dan mengerjapkan mata yang masih terasa mengantuk.

“kampus sudah kosong..kau tidak pulang…”tanya namja setengah baya itu.

“ah nee…”aku bangkit dan berjalan dengan langkah gontai. Mataku masih terasa berat.

Minho…??aku teringat namja itu. Dia tidak ada saat aku terbangun tadi. Kemana sebenarnya dia…??

“ahjussi…”aku menghampiri ahjussi yang membangunkanku tadi.

“apakah kau melihat namja yang duduk di sebelahku tadi…?”tanyaku.

“anni…kulihat kau hanya seoarang diri…”jawabnya sambil berlalu dari hadapanku.

Choi minho. apa kau nyata..??

* * *

Aku berjalan dengan segumpal pertanyaan di otakku. Ini kali pertamanya ada seseorang dalam pikiranku selain umma dan appa. Choi minho. kau benar-benar berhasil masuk dalam memory otakku yang hampir rusak. Hanya kau yang bisa membuatku merasakan apa itu tersenyum lagi.

Aku terlalu memikirkanmu hingga tak menyadari lampu penyebrang jalan telah berubah menjadi merah.

Citt….

Pengendara mobil itu menginjak rem mendadak. Aku merasakan tubuhku melayang. Entah Terluka atau tidak, yang pasti aku merasa tak sadarkan diri dan pandanganku gelap…

* * *

Aku membuka sedikit demi sedikit mataku yang masih terasa berat. Pandangan kuarahkan ke seluruh ruangan. Tempat yang sangat ku kenal. Kamarku. Kenapa aku bisa sampai di sini.

“kau sudah sadar…yoona-ssi…”tanya namja yang kini berdiri bersandar di pintu.

“minho…”kataku keheranan sambil mengerjapkan mata untuk meyakinkan penglihatanku. Apakah dia yang membawaku kemari.

“sepertinya kau belum sadar sepenuhnya..”katanya lalu duduk di sampingku yang masih terbaring.

“apa kau yang membawaku kemari..??”tanyaku lagi.

“kosakatamu sekarang sudah bertambah banyak yaa..”ujarnya tanpa menghiraukan pertanyaanku.

“yiaa…jawab dulu pertanyaanku…!!”teriakku. dia hanya tersenyum.

“anni…bukan aku..”jawabnya santai.

“laluu….”

“kau lupa,,,,??”tanyanya. aku hanya mengangguk.

“bukankah kau sendiri yang berjalan ke rumah…”dia mengatakan sesuatu yang benar-benar aku tak mengerti. Seingatku, tadi aku pingsan setelahh hampir tertabrak mobil.

“lalu kau…??”

“aku..??”katanya sambil menunjuk diri sendiri.”kau masuk rumah tanpa mengunci pintu..lalu aku masuk saja…”katanya lagi.

Sungguh namja yang aneh.

Aku hanya menatapnya dengan wajah heran.

“sebenarnya tadi aku melihat kau tertabrak mobil dan pingsan,,,tapi baru beberapa detik kau sudah bangun dan berjalan tanpa menghiraukan panggilan orang yang menabrakmu…”

“Kau sungguh tidak ingat…??”tanyanya

Aku kembali menggeleng

“sepertinya otakmu memang sudah rusak…”

Degg…!!

Aku terkejut mendengar perkataannya itu. Apa dia sama seperti orang menganggapku gila. Atau aku memang gila. Tanpa terasa ada cairan bening keluar dari mataku, tetes demi tetes hingga kini telah mengalir deras di pipiku.

“yiaa…kau kenapa.??apa ada yang sakit…??”katanya panik. Aku hanya menatapnya tajam dengan mata yang penuh dengan airmata.

“apa kau menganggapku gila..??otakku tak waras..??”tanyaku sambil terus terisak.

“anni…aku hanya bercanda…”katanya penuh sesal. Tapi aku masih tak mempercayainya.

Minho mencoba menyapu airmata di pipiku dengan tangannya, tapi dengan cepat aku menepisnya.

“kau sama seperti mereka diluar sana…kau sama saja…!!!” aku berteriak seperti kehilangan kendali.

“yoona-ssi..”

Dia memelukku secara tiba-tiba. Aku mencoba berontak tapi tak bisa. Pelukannya semakin erat, aku tak sanggup melawan lagi.

“yoona-ssi tenanglah…”bisiknya di telingaku.

“umma…appa…”isakku

“teruslah menangis sampai kau tenang….”bisiknya lagi.

Aku sedikit tenang. Di pelukannya sungguh terasa hangat. Kehangatan yang selama ini ku cari. Kenyamanan yang telah lama hilang dari hidupku. Sepertinya aku telah menemukanmu. Orang yang bisa membuatku merasa hidup lagi dan berani menjalani kenyataan. Hanya kau choi minho.

* * *

Pagi ini aku merasa seperti terlahir kembali. Aku tak pernah merasa seceria ini sebelumnya. Aku merasa nyata dan ada.

Seperti biasa setiap pagi aku memasak untuk sarapan. Bedanya hari ini aku akan memasak untuk minho, bukan untuk umma dan appa. Minho telah menyadarkanku untuk berani menghadapi kematian kedua orangtuaku.

Aku memandangnya yang duduk manis di meja makan. Sungguh aku senang sekali melihat senyumannya.

“yoona-ssi….sudah belum..aku sudah lapar..”katanya sambil memelas.

“nee…” jawabku sambil mengangkat masakan yang ku masak ke meja makan.

“ayo kita makan…”kataku dan duduk di kursi tepat di depan minho.

“apa umma mu tak marah…pagi-pagi sudah tak ada di rumah…”tanyaku sembari memasukkan makanan ke mulut

“anni…mereka takkan marah kalau aku menemui yeoja cantik sepertimu..”katanya yang membuat semburat merah keluar dari pipiku.

“aisshh..kau ini..makan saja…”

“kau tidak makan…??”tanyaku karena dia tak menyentuh makanannya sedikitpun.

“anni..aku kenyang…”ujarnya sambil menopang dagu dengan kedua tangannya dan terus menatapku.

“bukankah kau bilang lapar…”tanyaku.

“dengan melihatmu makan aku sudah merasa kenyang…”

“yiaa…kau..berhenti merayuku,,,”teriakku.

Dia hanya tersenyum. Aku berharap senyum itu akan selalu ada untukku. Jangan pernah pergi meninggalkanku. Karena hal yang paling kuttakutkan adalah kehilanganmu.

* * *

Hari ini segala ketakutan ku selama ini terjadi. Minho menghilang. Dia tak pernah lagi ke rumahku. Aku mencarinya di kampus pun tak ada. Hal yang membuatku lebih terkejut adalah kata-kata mahasiswa di kampus.

“siapa yang kau cari…??minho..??kau gila yaa…tak ada mahasiswa yang bernama minho..sepertinya penyakit gilamu kumat lagi..!!”mereka pergi sambil tertawa seakan menganggapku benar-benar gila.

Aku berjalan dengan langkah terseok dan otakku sudah penuh dengan pikiran-pikiran yang membuatku sangat pusing. Apa aku benar-benar gila.apa minho tak nyata, hanya khayalan…?? Tidak..tak mungkin. Saat dia memelukku aku dapat merasakan pelukannya. Kemana lagi aku harus mencarinya…??

‘rumah minho…’gumamku.

Aku setengah berlari untuk sampai ke rumah minho. aku ingat betul dia pernah mengatakan kalau rumahnya ada di ujung jalan komplek. Sesampai di sana yang kudapati hanya rumah kosong dan terlihat sepi.

“ahjumma…’’aku mencoba bertanya pada ahjumma yang keluar dari rumah di sampingnya.

“ne..agashi…”jawab ahjumma itu.

“benarkah di sini adalah tempat tinggal orang yang bernama choi minho…”tanyaku sambil menunjuk ke arah rumah kosong itu.

“anni…di sini sudah lama tak ada penghuninya…lagi pula seingatkuu tak ada yang bernama minho di komplek ini..”jawabnya.

Aku merasa otakku serasa mau pecah. Dengan langkah terseok aku kembali berjalan dengan tatapan mata kosong. Apa benar minho tak nyata.

Aku sudah sampai rumah dan perasaanku masihh saja bercampur aduk. Aku sangat merindukannya.

Tinngg…toongg…

Bel rumahku berbunyi.,,,

Dengan terpaksa aku membuka pintu.

“yoona-ssi…’aku mengenal namja yang ada di hadapanku sekarang.

Dia choi minho.

“aku kembali…maaf telah membuatmu menunggu dan khawatir.”

Aku masih berdiri terpaku. Apakah namja ini nyata.

“minho…apakah kau hanya khayalanku…??”tanyaku penuh harap dia berkata tidak.

“aku nyata….!!”katanya mantap.

“apa kau mau bukti…??”

Aku hanya menatapnya heran. Apa yang akan dia lakukan.

Dia mendekatiku dan memegang kedua pipiku dengan tangannya. Jarak wajah kami semakin mendekat sampai bibir kami bersentuhan. Yaa…aku dapat merasakannya..Hangat…sangat hangat…

Dia melepaskan ciuman hangat itu dan memandangku.

“apa sekarang kau percaya..”tanya minho.

Aku hanya mengangguk. Tak peduli apa kata orang lain. Bagiku kau nyata. You are the real one.

* * *

Ending of story

Annyeong haseyo..nina imnida…*bow

Ini FF aku bikin dadakan…mudah-mudahan para reader ,admin, and juri pada suka…

Di mohon kerelaan untuk membaca FF aku ya…

Gomawo…^^

4 responses to “[Lomba FF] You are the Real One (11)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s