[Korean Fan Fiction] [Super Junior] This is So Crazy

Ini ff stres yg saya buat pas hari pertama UN. Akh michyeo! Banyak amat masalah pas itu #curcol

Btw, karna di buat pas UN, berarti nih ff ke simpen lama~~ banget. Ya mau gimana lagi? Ini ff curhatan KIMCHI sih Y^Y

Author : Lee Hyura

Title : This’s so Crazy

Genre : comedy *maybe*, gaje

Length : OneShoot – Drabble

Warning : GAJE!! Dan ga terima SILENT READERS! Yg baca tapi mau kritik, simpen deh kritiknya dan ganti kata-kata yg lain!

===This’s so Crazy===

Sungmin pov.

Aku mengacak rambutku frustasi. Bagaimana tidak? Aku mempunyai anak yang sepertinya! Anak itu sangatlah cerdik. Entahlah dia belajar darimana. Yah walaupun dia hanya anak angkatku, aku sudah menyayanginya seperti anak sendiri. Bahkan obujiku pun sangat mempercayainya. Aku anaknya saja tidak percayai olehnya. Hah~ jinjja!

Beberapa minggu yang lalu dia berhasil membuatku tertawan di perusahaan obuji. Dia bilang pada obuji bahwa sudah waktunya aku belajar tentang perusahaan, seluruhnya! Walaupun aku sudah belajar sedikit demi sedikit tapi katanya, agar aku lebih siap lagi. Hasilnya, aku belajar dari pagi hingga sore tentang seluruh arsip dan cara membuat proposal yang benar. Sedangkan dia, malah menikmati ice cream. Di otakku saat itu hanya, ini sungguh gila!

Mau tahu kenapa aku bisa mengangkatnya?

Aku bertemu dengannya saat aku ada suatu urusan di panti asuhannya. Beberapa bulan sebelum aku debut dengan Super Junior. Saat itu aku belum terlalu sibuk. Hanya sibuk menghapalkan beberapa lagu saja. Aku bertemu dengannya saat anak itu sedang menyendiri di ayunan di halaman panti asuhan itu. saat itu Hyura sedang tertidur dan tak sengaja terbangun oleh ku hingga akhirnya kami mengobrolkan banyak hal dan membuatku ingin mengangkatnya sebagai anakku. Entah mengapa aku sangat berat meninggalkan dia. Ohh~ memang dia sudah di takdirkan menjadi anakku kali ya?

Saat aku debut, aku titipkan ia pada orangtuaku walaupun terkadang aku ajak ia bermain di dormku. Itu sebabnya ia dekat dengan member Super Junior bahkan sudah bermusuhan dengan Kyuhyun dan bersekutu dengan Heechul hyung dalam hal Kyuhyun. Saat peperangan antara Hyura-Heechul melawan Kyuhyun, kami (member Super Junior yang lain) hanya menggelengkan kepala dan menontonnya.

>>>

Aku membuka pintu apartemenku. Hari ini aku kembali di ceramahi oleh obuji. Aku selalu di tanya kapan aku akan berhenti dengan segala aktivitasku sekarang ini dan mulai menjalakan perusahaan. Lagi-lagi di otakku hanyalah, ini sungguh gila!

“Esseo wesseo, appa~” sambut Hyura. Ya! Kenapa dia ada disini?

“Ya, iblis cilik! Kembalikan gameku!!” teriak Kyuhyun. Sepertinya ia sedang marah besar. Oh my! Apalagi yang anakku perbuat?

“Ya, raja iblis! Berhenti memanggilku iblis cilik! Tak sadarkah kau jika kau juga iblis? Bahkan kau adalah rajanya!” sahut Hyura yang lalu terkekeh geli. Aku langsung menarik telinganya ke dalam rumah.

“Apheo~~ neomu aphado, appa!!” ringisnya.

“Rasakan itu!” cibir Kyuhyun saat kami sampai di ruang tengah. Aku langsung menghampirinya dan menarik telinganya juga.

Aku menggiring Kyuhyun dan Hyura menuju kamar dengan tanganku masih dalam keadaan menjewer telinga mereka.

In my room.

Aku melepaskan telinga mereka dan menyuruh mereka duduk di kasur. Kyuhyun duduk di kasurnya dan Hyura duduk di kasurku. Aku menghela nafas untuk menenangkan diri dan duduk di sebelah Hyura.

“Appa! lihat ini! telingaku merah~” rengeknya. Aku melirik telinganya seolah tak peduli. Benar! Telinga merah sekali. Itulah hukuman jika sudah membuat Lee Sungmin marah.

“Memang kau saja yang merah? Aku juga!” sahut Kyuhyun.

“Aku tidak berbicara dengan Kyuji!” balas Hyura.

Itu panggilan Hyura untuk Kyuhyun yang singkatan dari Kyuhyun haraboji. Entahlah mengapa Hyura memanggil Kyuhyun dengan sebutan haraboji. Saat ditanya, ia selalu menjawab karena Kyuhyun berwajah tua hingga membuat Kyuhyun marah-marah.

“Jangan memanggilku Kyuji, bodoh! Iblis cilik!! Ratu iblis!” bentak Kyuhyun.

“Kalau aku ratu iblis, berarti aku istrimu? Kau kan raja iblis. Cih! Sirheo!” cibir Hyura tanpa rasa takut. Dasar anak … ah entahlah panggilan apa yang dapat menggambarkan dirinya. Mungkin iblis cilik memang cocok untuknya.

Aku bangkit, “Diam!! Bisakah kalian diam? Huh??” mereka langsung diam. Ya! Seorang Lee Sungmin yang suka selalu tenang, kini sudah kehabisan kesabarannya.

Aku memulai omelanku, “Aku ini sudah bersabar namun kali ini aku tidak bisa bersabar menghadapi kelakuan kalian! Bisakah kalian berhenti bertengkar setiap harinya? Aku pusing setelah diceramahi seharian oleh obuji! Jangan menambah beban pikiranku!”

Aku terdiam sejenak lalu melanjutkannya lagi, “Bisa kalian berdamai?”

“Tentu! Jika ia sudah mengembalikan gameku!” kata Kyuhyun sambil membuang mukanya.

Hyura menatap Kyuhyun heran sambil memiringkan kepalanya. “Memang ada di aku? Kan sudah diberikan oleh Hyuk samchon saat kau marah-marah tadi. Bukankah sudah kau lempar hingga rusak gamemu itu?”

Kyuhyun langsung mengalihkan pandangannya pada Hyura. “Mwo.. mwoya? Jadi tadi yang aku lempar itu gameku?”

“Kau saja yang tak mencermatinya, Kyuji” kata Hyura sok menasehati dengan telunjuk yang ia gerakkan serasa memang seorang penasehat. Hah~

“Neo!! Jinjja! Hyung~ mengapa kau mengangkat anak iblis macamnya sih?” pekik Kyuhyun marah.

Hyura bangkit dan mengetuk kepala Kyuhyun lalu pergi dari kamar. Tidak berlari namun langkah kakinya dihentakkan. Sepertinya dia kesal dengan  ucapan Kyuhyun tadi. Mata Kyuhyun seperti ingin keluar saking kesalnya ia pada Hyura.

“Memang kau bukan anak iblis? Huh?” balas Hyura sebelum membanting pintu kamarku dan Kyuhyun.

Aku bangkit dan mengetuk kepalanya juga. Ia meringis karenanya. “Jangan pernah menyakiti hati anakku atau kau akan mendapatkan ganjarannya!” hardikku yang lalu keluar dari kamar. Bisa ku lihat bibirnya di kerucutkan tanda ia kecewa.

“Kau membuatku dan para KyuMin shipper sedih, hyung~” rajuknya dari dalam kamar. Tapi aku tak peduli!

Author pov.

“Pu~ kau kenapa? Kyuhyun lagi kah?” tanya Eunhyuk saat Hyura keluar dari kamar Sungmin. *pu : nephew. Karna hyuk ga bisa ngomong inggris, akhirnya ia singkat jadi pu*

“Pu? Aku yeoja bukan namja, samchon!” protes Hyura.

“Kau maunya dipanggil apa? Nice? Eh bukan nice deh tapi.. apa ya? Sudahlah~ pu lucu kok!”balas Eunhyuk.

“Ok! Kalau begitu aku akan memanggilmu aunt. Eotteo?”

“Mw.. mwo? Kau kira aku imo-mu? Shireo!”

“Kalau begitu aku juga tidak ingin dipanggil pu!” sahut Hyura sambil terkekeh.

“Yeah! Aku selalu saja kalah jika berdebat denganmu” lirih Eunhyuk.

>>>

“Appa~ apa benar kau akan satu konser dengan DN-A dan Girl’s day?” tanya Hyura saat Sungmin sedang menghabiskan waktunya di rumah.

“Ye, KIMCHI. Waeyo?”

“Appa~ aku ikut” rengek Hyura.

“Andwaeyo~” tolak Sungmin tegas.

“Waeyo? Kalau kau tak mengajakku, aku akan buat appa secepatnya keluar dari Super Junior! Haraboji sudah memberiku kepercayaan penuh tentang appa. asal aku bilang sudah waktunya appa meneruskan perusahaan haraboji, kau langsung keluar! Kau tahu dan ingat kan beberapa minggu yang lalu yang membuatmu terkurung di perusahaan, siapa?” ancam Hyura.

“Aish!! Ok, appa coba minta izin pada Seung ahjussi!” putus Sungmin terpaksa.

Hyura mengerling jahil pada Sungmin. “Appa pintar~”

Rasanya Sungmin ingin segera membuang Hyura ke tempat yang jauh. Namun dia sudah terlalu menyayangi Hyura. Andaikan saja ia tidak mengangkat Hyura, mungkin ia tidak akan sesayang ini padanya. Ya! Aku sudah salah besar sudah mengangkat iblis cilik ini. hah~, sesal Sungmin dalam hati.

2011, 02nd June.

“Pergi~ pergi~ sebentar lagi bisa pergi dan melihat Girl’s Day dan D-NA,” gumam Hyura riang.

“Ya! Kau tak usah ikut ya?” pinta Sungmin di ambang pintu kamar Hyura.

Hyura menoleh dan tersenyum lalu mengangguk, “Jika kau ingin keluar dari Super Junior secepatnya sih tak apa, appa” Sungmin mendesah putus asa.

“Semoga dia tidak di merepotkanku, semoga ia tidak bertengkar dengan Kyuhyun, semoga dia tidak berulah saat disana! Amin!” harap Sungmin dalam hati.

2011, 4th June

Hyura pov.

Aku membuka pintu ruangan Super Junior dan keluar dari ruangan. Aish! Aku tak tahu apa namanya karena aku tak pernah peduli.

*author : ruang ganti namanya noh! Memalukan author aja kalo lo ga tau. Atau lo lagi di ruang tunggu kali*

*readers : lah? Lo sendiri yg oon, thor! Hyura kan elo*

*Author : hoh~ gitu yak? Ok! Back to story*

Aku melirik kesana-kemari. “Mana ya ruangan mereka? Hm…” gumamku. tiba-tiba ada yang menarik telingaku kasar (jewer).

“Ya! Sedang apa kau disini? Jangan berulah~” sergah Jung Soo samchon atau yang sering aku panggil daddy. Entahlah kenapa. Aku suka saja memanggilnya daddy.

“Aku tak melakukan apapun, daddy!” sungutku.

“Jeongmalyo?”

Aku mengangguk. “Aish~ apheo, daddy! Apheo~ kau menyiksaku, daddy!” ringisku.

“Ini namanya mencegah, Hyu~” elak daddy. Dia melepaskan tangannya dan merangkulku. Ia berbisik padaku, “Nanti juga kau akan mendapatkan keinginanmu.” Aku mengernyit mendengarnya.

>>>

Aku terdiam sambil mengemil makanan Indonesia ini. aku tidak diperbolehkan menonton stage! Entah kenapa. Sedihnya~ padahal aku ikut kesini ingin menonton perform DN-A dan Girl’s Day secara live. Tidak hanya bisa menontonnya di televisi saja. Kalau bisa bertemu di pesawat sih lumayan. Ini… aku ditawan oleh seluruh member. Seluruh member mewanti-wantiku agar aku tetap di tempat dudukku apapun yang terjadi. Walaupun aku sudah bilang ingin ke kamar mandi, tetap saja tak boleh. Saat transite pun aku masih saja ditawan oleh Super Junior. Ya! Kalian ini public figure atau bodyguardku??

“Ya! Cepatlah bersiap! Setelah ini kalian lah yang akan tampil” beritahu Seung samchon.

“Yah~ sendirian ya? Salah kau sendiri yang ingin ikut kami. Memang kami ini ingin berlibur apa? Cih!” cibir Kyuji. Aku mendesis. Aku harus bersabar!

Kyuji melewatiku. Aku menjulurkan kakiku dan Bruk! Di jatuh. Aku menutup mataku sambil mendesah “Ouwh!” jahil. Lalu aku tergelak puas! Dan.. aku meringis. Kyuji menoyor kepalaku dengan keras.

“Sudah ku bilang jangan menyakiti anakku!” omel appa sambil menjewer telinga Kyuhyun keluar ruangan. Aku tergelak lagi melihatnya. Rasakan itu Cho Kyuhyun!, batinku puas.

Tiba-tiba tanganku di tarik oleh Hyuk samchon. “Ya!! Eoddiya?”

“Pu~ aku dan appamu tak mungkin membiarkanmu sendirian disini. Jadi aku akan menitipkanmu pada hoobae kami” jawab Hyuk samchon.

Aku terdiam mencernanya lalu aku memukul pundaknya. “Naega yeoja!”

>>>

Disini? Yeah! Aku disini. Di tempat yang bahkan lebih baik daripada menonton diluar sana! Aku di titipkan pada DN-A~~! Oh! Inikah yang dimaksud daddy tadi? Hua~ appa dan Hyuk samchon emang pintar deh. Oops! Sepertinya appa saja deh. Aku tak yakin seorang Lee Hyuk Jae pintar. Keke..

“Ya, Hyura-ssi. Waeyo? Kau tak suka disini?” tanya Hyungmin. Mungkin karena sedari aku diam saja makanya dia kira aku tidak suka disini ya?

“Ah? Hyungmin-ssi! Ani.. aku hanya di pusing saja,” elakku. Tentu saja! Aku tak suka disini? Tentu saja sangat suka!, tekanku dalam hati.

“Waeyo? Sepertinya kau tak nyaman disini,” bingung Injoon. Injoon-ah~ bolehkah aku koleksi wajah imutmu itu? banyak sekali godaan disini! >.<

“Aduh~ ini namanya grogi, Injoon-ssi! Kalian kan idolaku. Tentu saja aku grogi” sahutku kesal lalu berdecak.

“Ooh~ begitukah? Ok. Kau mau berfoto denganku?” tawarnya dengan senyuman lebar. Aish!! Kau itu! tentu saja mau >o<9

Aku langsung bangkit dari dudukku dan menghampirinya. “Tentu saja aku mau! Kalau mau sekalian nomormu” jawabku becanda. Aku terkekeh bersamanya.

“Jaa~~” serunya riang sambil menarik semua member.

>>>

Super Junior’s dorm.

Aku menatap wallpaper Hpku. Aku meniup poniku lalu terkekeh geli. Ah~ Karam tampan! Jay dan Injoon imut! Kalau Mika dan Hyungmin? Hm… biasa saja, komentarku lalu terkekeh lagi.

“Ya! Iblis cilik! Apa kau sudah gila? Apa toyoranku saat itu terlalu keras hingga otakmu menjadi bermasalah?” tanya Kyuji sambil duduk di sampingku. Oh tidak! Firasatku buruk!

“Ani.. mungkin perasaan Kyuji saja” jawabku ragu. Aku bangkit dari sofa ini dan memakai sendalku lagi. Saat aku melangkahkan kakiku,

BRUK!

“Appa!!” histerisku. Aku terpeleset. Sendalku licin sekali. Bokongku sakit karena terjatuh kasar tadi. Saat ku lihat sendalku ternyata bawah sendalku sudah di olesi minyak. Ku lirik Kyuji yang sedang asik tertawa.

“APPA!! HYUK SAMCHON!! DADDY!! HEECHUL SAMCHON!!” teriakku. Semua orang akhirnya datang.

“Kyuhyun!!!” geram appa. Kyuji langsung bangkit dan bersiap berlari keluar namun aku selengkat ia dengan tanganku dan..

BRUK!

Dia lebih parah! Wajahnya dahulu lah yang mengenai lantai. Dia meringis sambil mengusap wajahnya. Appa sepertinya mengurungkan niatnya sedangkan Heechul samchon tertawa dengan puas dan ber-high five denganku.

Haha.. rasakan itu Kyuji!!

===This’s so Crazy===

Seperti judulnya, ini gaje! Sudah di warning-in ya jadi ga terima protesan!! Yang protes berarti otaknya bermasalah ! dan tolong koment bagi yang baca. Ok? *winks*

2 responses to “[Korean Fan Fiction] [Super Junior] This is So Crazy

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s