[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 13 (with f x )

Author: ANGELAFT RACTA

Genre: Romance-Friendship

Casts: SHINee, Sora (OC), super junior,  SMTOWN, etc

Buat yang baru nangkring di blog ini, chapter 1-nya bisa di cek disini atau klik disini untuk melihat indexuntuk memilih chapter yang akan dibaca

—————————————————————————————————————————-

(Author POV)

       SM Building tampak ramai hari ini. Meskipun konser SHINee di Jepang sudah selesai dua hari yang lalu, tetapi euforia keramaian konser itu tetap terasa di SM building, Korea. Semua artis-artis SME semakin rajin berlatih berharap merekalah orang berikutnya yang berkesempatan tampil di konser sebesar konser SHINee.

Entah ada perlu apa yang membuat Lee Soo Man menginjakkan kakinya di gedung lantai tempat tempat para artis-artis garda depan SME. Sesekali kepalanya menoleh kedalam ruangan-ruangan yang ada di koridor-koridor sebelahnya. Terkadang dia tersenyum melihat anak-anak didiknya yang sedang berlatih. Dia juga sempat tersenyum pada anggota SHINee dan Super Junior yang baru pulang dari Jepang tepat setelah konser SHINee selesai.

“Pion-pionku. Kalian berlatih dengan baik sekali. Mesin uangku..” Dia bergumam dan memastikan tidak ada yang mendengarnya selain dirinya sendiri.

Bakat yang dimiliki Lee Soo Man memang hebat sekali. Dia tidak pernah salah dalam memilih orang-orang yang akan didiknya. Matanya tajam sekali melihat potensi pada diri seseorang dan mengembangkan potensinya. Dan inilah hasil yang dapat dia petik dari kerja kerasnya.

“Suman sunbae!” Amber, salah satu anggota f(x) menyapa Lee Soo Man saat dia memasuki ruang latihan yang sedang digunakan girlband f(x). Ruang latihan berlantai coklat dan menggunakan wallpaper awan-awan biru itu memang ruang latihan paling nyaman yang ada di SM Building.

“Kalian berlatih keras sekali. Senang mengetahuinya.”

“Begitulah Suman-ssi. Sebentar lagi kami harus tampil pada acara peanugrahan music award bukan?” Victoria, sang leader f(x) mewakili empat anggota lainnya berbicara pada Suman-ssi. Seluruh anggota f(x) (Victoria, Amber, Luna, Sulli, Krystal) langsung menghentikan latihan mereka begitu mereka tau Lee Soo Man mampir ke ruang latihan mereka. “Ngomong-ngomong ada perlu apa sunbae harus datang kemari?”

“Ah ya..” Suman sepertinya baru ingat sesuatu. “Aku ada perlu sebentar dengan Krystal. Bisakah kalian berlatih tanpa Krystal sebentar?”

Amber, Luna, dan Sulli saling berpandangan dengan heran tetapi Victoria mengangguk, “Baik sunbae. Tidak ada masalah.”

Meskipun heran, Krystal dengan tenang mengikuti Suman berjalan ke kantornya. Tetapi hatinya tidak tenang dan berkata pasti bukan hal baik

**********

(Sora POV)

Hari ini aku masih berlatih secara rutin di lantai tiga. Jadwal latihan tiga jam bersama Sungha-ssi mungkin terasa bagaikan neraka tapi bagiku berlatih keras adalah darahku dan aku suka cara Sungha-ssi melatihku.

“Sora-ya!” Sungha-ssi memanggilku disaat aku rehat sebentar untuk mengelap keringatku juga untuk membetulkan sol sepatu tambahan di sepatuku. Semenjak Jonghyun memperkenalkan sol sepatu tambahan ini, aku memang selalu memakainya sehingga aku nampak lebih tinggi. Sekarang aku bahkan sudah bisa memakai sol yang lebih tinggi dari 3 cm.

“Kau mau mendengar kabar baik atau kabar buruk?” Lanjut Sungha-ssi lagi.

“Tidak keduanya.” Jawabku ringan dan melanjutnya meneguk minumanku.

“Hahaha, aku suka selera humormu, Sora.” Lho, kenapa Sungha-ssi tertawa? Aku serius saat mengatakan tidak perlu tahu keduanya. “Kabar baiknya Sora-ya. Aku dengar kau berperan sangat baik saat berada di Jepang. Coba saja kau buka internet dan kau akan menemukan banyak berita tentang penampilanmu. Selamat, kau berhasil menarik perhatian publik. Itu bagus sekali untuk kemajuan debutmu. Oh ya, kabar baik satu lagi rekamanmu akan dimulai minggu besok.”

Sudah kubilang aku tidak mau mendengar apapun! Kenapa Sungha-ssi tidak berhenti bicara!

“Kabar buruknya, menurut Suman sunbae, penampilanmu kemarin merusak imagemu yang seharusnya tidak menjadi laki-laki ataupun perempuan. Sekarang orang-orang pasti menganggapmu laki-laki. Kau harus memperbaiki imagemu.”

Perhatianku jadi teralihkan karena perkataan Sungha-ssi, “caranya?”

“Temui Suman-ssi di kantornya sekarang.”

**********

(Sora POV)

 

Meskipun tidak sepenuhnya mengerti dengan perkataan Sungha-ssi, tapi perkataannya yang tidak jelas itu cukup membuatku penasaran.

Aku sudah pernah berada di ruangan Suman-ssi pada hari pertamaku di Korea, jadi aku tidak kesulitan untuk menemukan kantornya. SM building lantai 1 di sebelah kantor administrasi. Tidak banyak orang yang kutemui selama perjalanan menuju kantor Suman-ssi. Meskipun berada di lantai 1, komplek perkantoran tidak digabungkan dengan gedung latihan dan gedung asrama meskipun sama-sama di SM building. Jadi yang aku temui hanya karyawan SM lainnya yang sama sekali tidak aku kenal.

Sreet sesaat sebelum aku masuk ke ruangan Suman-ssi, seorang perempuan keluar dari sana dengan wajah yang terlihat marah. Aku mengenalnya tapi mungkin dia tidak mengenalku. Dia Krystal, member girlband f(x) yang paling muda, leadvocal. (P.S. Author tau kalau leadvocal f(x) itu Luna. Tapi author keukeuh dan pengen banget Krystal yang jadi cast dalam cerita ini :D)

Aku balas mentapnya dengan tatapan tersisnis yang aku punya. Aku pikir dia lebih takut padaku daripada aku takut padanya (karena aku sama sekali tidak takut) sehingga dia memalingkan wajah lebih dahulu. Bagus sekali bukan tatapan sinis milikku ini. Taemin saja bisa takut kalau aku sudah mengeluarkan jurus mautku ini.

“Sora!” Dari dalam sepertinya Suman-ssi sudah melihat kehadiranku jadi dia langsung menyuruhku masuk. “How are you?”

As great as usual.” Jawabku. Apa sih yang ingin dibicarakan kakek tua ini sebenarnya? Kenapa bertele-tele sekali? “So, what’s your plan?”

“Hahaha. Santai saja Sora.” Suman-ssi malah mengeluaran tawanya yang aneh yang kata anak-anak SHINee seperti babi sedang tertawa (kejam sekali mereka). “Kau tahu bahwa penampilanmu waktu itu berhasil merebut perhatian para wartawan?”

“Ya, Sungha-ssi sudah membertitahuku. Dia juga sudah memberitahuku bahwa hal itu juga merusak image-ku. Jadi apa rencanamu untuk memperbaiki image-ku?”

Suman-ssi menatap Sora dari atas sampai bawah. Lalu tersenyum seakan-akan yakin bahwa rencananya sempurna, “Kau harus tampil sekali lagi.”

“Sekali lagi?”

“Ya, sekali lagi. Tapi kali ini sebagai perempuan. Bergabung dengan f(x). Kuharap kau sudah mengetahui tentang f(x) Sora, sehingga aku tidak perlu repot-repot menjelaskan.”

Aku mengangguk. Tentu saja aku juga sudah mengetahui tentang f(x). Bukankah tadi salah satu anggotanya sudah kutemui secara tidak sengaja tepat di pintu depan kantor Suman-ssi sesaat barusan? Apa jangan-jangan….

“Apa aku akan menggantikan Krystal di acara itu?”

“Ya, bagaimana kau tau?”

“Firasat.” Jawabku tenang. Berarti benar firasatku. Barusan sebelum aku masuk Suman-ssi pasti sedang berbicara dengan Krystal mengenai dirinya yang akan digantikan olehku. Pandangan Krystal yang begitu sinis itu, pasti karena dia tidak suka fakta yang mengatakan bahwa dia tidak akan tampil. “Kapan?”

“Peanugrahan music award. Seminggu lagi. Kupikir itu waktu yang cukup untukmu berlatih. Aku akan mengatakan kepada koordinator acara bahwa Krystal tidak bisa hadir karena kecelakaan saat berlatih. Kalau ternyata mereka menerima penghargaan disana, kurasa tanpa Krystalpun mereka tetap bisa menerima penghargaan. Tapi hal itu tidak terlalu penting. Yang terpenting saat ini adalah kau, Sora. Kerjakan bagianmu sebaik-baiknya. Kau hanya perlu tampil dalam satu lagu saja. Arrasou?”

Tampil lagi? Bersama f(x)? Suatu tantangan tersendiri bagiku mengingat aku belum mengenal sama sekali member-member f(x) (aku hanya mengenal mereka dari info internet). Saat di panggung bersama SHINee terasa menyenangkan karena aku tampil bersama orang-orang yang sudah sangat kukenal baik. Sekarang, bagaimana caranya aku tampil bersama orang yang masih asing bagiku?

Ne. Arrasou.”

Tanpa aku sadari, seseorang sedang mendengarkanku percakapanku dengan Suman-ssi. Dia mengeram dan mengepalkan tangannya dengan marah seakan-akan sedang mengumpulkan tenaga untuk menghajarku. Menghajarku? Asal tau saja, aku bukan orang yang mudah untuk kau hajar!

**********

(Minho POV)

       Aku menatap pada lebaran kertas yang diberikan Kyuhyun hyung saat baru keluar dari dorm tadi pagi. Isinya adalah artikel-artikel mengenai Sora yang di print Kyu-hyung dari internet. Kata kyu-hyung, “Kalian semua harus melihat ini!”

Selagi Key dan Onew berlatih untuk memantapkan vokal mereka berdua, aku dan Taemin duduk di pojok ruang latihan membaca artikel ini satu-persatu. Kebanyakan artikel hanya kubaca headline-nya saja tetapi sebagian berita yang menarik kubaca juga isinya seperti artikel yang satu ini….

————————————————————————————————–

DIBALIK SUKSESNYA KONSER DEBUT SHINee

Kecelakaan Jonghyun dan kemunculan seseorang yang misterius

Sabtu (35/35) Konser debut SHINee di Tokyo dome Jepang kemarin mendapat sambutan meriah dari para Shawol (fan group SHINee. Red) di Jepang. Antusiasme penonton tidak hanya tampak didalam tokyo dome tetapi juga diluar tempat konser dimana para shawol yang tidak mendapatkan tiket berdiri disana untuk ikut memeriahkan peluncuran resmi album Jepang SHINee untuk yang pertama kalinya.

Tetapi dibalik itu semua, para shawol terutama penggemar bling-bling Jonghyun harus sedikit kecewa. Pasalnya sang leadvocal SHINee tersebut tidak dapat hadir dikarenakan kecelakaan yang terjadi sesaat sebelum konser dimulai.

       “Aku akan baik-baik saja sebentar lagi. Terimakasih untuk semua shawol yang sudah mendoakan kesembuhanku dan juga selalu mendukungku.” Ucap Jonghyun saat diwawancara perihal penyakitnya.

       Posisi Jonghyun yang saat itu tidak bisa tampil digantikan oleh Yesung super junior pada saat menyanyikan lagu-lagu Korea. Tetapi keanehan terjadi saat SHINee menyanyikan lagu mereka yang berjudul replay dalam versi Jepang. Bukan Yesung yang menggantikan posisi Jonghyun melainkan seorang yang misterius yang tidak pernah tampil sebelumnya.

       Baik SHINee maupun Super Junior tetap bungkam ketika di wawancarai mengenai orang mistrius tersebut. Pihak SM entertainment juga belum mengeluarkan pernyataan resmi perihal penggantian Jonghyun dengan seseorang yang belum pernah dikenal sebelumnya. Sedangkan orang yang bersangkutan sama sekali tidak ditemukan batang hidungnya setelah turun dari panggung sehingga wartawan tidak bisa mewawancarainya.

        Saat ini para shawol masih bertanya-tanya tentang identitasnya. Apakah dia calon anggota SHINee yang selanjutnya? Apakah dia juga anggota SME? Atau memang kecelakaan Jonghyun tersebut hanyalah rekayasa agar orang misterius ini bisa tampil? Berikut foto-foto orang misterius yang berhasil ditangkap wartawan saat menampilkan lagu replay bersama SHINee.

———————————————————

Lalu dalam artikel tersebut terdapat banyak foto Sora yang sedang bernyanyi dan menari. Sepertinya Sora berhasil menangkap perhatian para wartawan. Promosi yang bagus sekali untuk albumnya yang kabarnya akan segera masuk dapur rekaman.

“Hyung, lihat ini juga!” Taemin menyodorkan sebuah kertas berisi berita lagi kepadaku.

———————————————————-

Komentar Para Shawol Mengenai Penampilan ‘Orang Misterius’

Sabtu (35/35) Seperti yang tertulis pada artikel sebelumnya bahwa posisi Jonghyun yang dikabarkan sedang mengalami perawatan karena kecelakaan, digantikan oleh seseorang yang masih belum diketahui identitasnya. Berikut pendapat beberapa shawol yang hadir pada konser di Jepang mengenai orang misterius tersebut.

Miki Honda (19) : “Siapapun dia, dia tampil dengan baik sekali. Aku tidak keberatan kalau dia menjadi anggota SHINee selanjutnya.”

Kim Yu Rin (14) : “Jonghyun oppa tidak boleh digantikan oleh siapapun.”

Angelaft Racta (17) : “Kalau dia benar-benar akan menjadi anggota SHINee selanjutnya, aku berani bertaruh pasti dialah yang akan menjadi maknaenya. Aku yakin dia pasti lebih muda dari Taemin. Habis dia imut sekali.”

Sedangkan menurut pengamat musik setempat, Kenichi Yoshimizu (45) anak misterius tersebut bukanlah anak sembarangan.

“Suaranya stabil sekali meskipun dia sedang menari dengan gerakan yang enerjik. Napasnyapun panjang. Dapat kita perhatikan dalam video kondernya bahwa dia jarang sekali menarik napas sehingga tidak terdengar suara terputus-putus disana. Siapapun dia terlepas apakah dia anggota SM atau bukan, tidak mudah berlatih untuk mendapatkan suara seperti itu. Dibutuhkan bertahun-tahun latihan. Kalau dia adalah anggota SME, kurasa dia sudah direkrut jauh sebelum ini. Mungkin saat dia masih berada di sekolah dasar kemudian dilatih keras hingga kini.”

        Sampai saat ini identitas anak tersebut masih belum diketahui. Semua shawol masih menunggu pernyataan resmi yang akan dikeluarkan pihak SME. Yang jadi pertanyaannya, kapankah pernyataan resmi tersebut akan dikeluarkan?

——————————————————–

“Sok tau sekali mereka!” Ucapku sambil melempar kertas yang baru saja akan kubaca. Aku kembali memperhatikan latihan Key dan Onew hyung yang menyanyikan lagu in my room. Semestinya ada Jonghyun hyung disana karena lagu itu seharusnya dinyanyikan oleh Onew hyung, Jonghyun hyung, dan Key. Tiba-tiba….

“Key!” Lagi-lagi Key terjatuh saat kami latihan di SM building lantai empat. Tubuhnya sudah terlalu lelah tetapi dia terus berlatih. Kami semua sudah mencoba menghentikannya tetapi dia terus seperti itu setelah pulang dari Jepang. Entah apa yang ada di pikirannya sampai dia mem-push tubuhnya seperti itu. Tubuhnya sudah lemah, kakinya sudah lecet karena terlalu sering berlatih, matanya juga tampak lelah karena dia sering berlatih sampai larut malam sendirian dan baru pulang ke dorm saat semuanya sudah tertidur.

“Key hyung, sudahlah. Hentikan saja, hyung.”  Taemin membantu Key untuk berdiri dari tempatnya terjatuh. “Kalau seperti ini terus kau bisa sakit. Kalau kau sakit siapa yang akan membuatkanku bekal makan siang?”

Taemin benar. Tubuh Key sudah sampai batasnya. Key berubah, tidak seperti biasanya. Dia juga jadi jarang berbicara dan sebisa mungkin menghindari Sora. Dia berangkat pagi-pagi sekali sebelum Sora terbangun, dan pulang selarut mungkin saat Sora sudah tidur. Ada masalah apa diantara mereka berdua Aku juga sudah menanyakan pada Sora mengenai hal itu tetapi Sora hanya menggeleng dan tersenyum pahit mengatakan kalau dia pun tidak tahu apa-apa soal kemarahan Key.

Setahuku mereka masih baik-baik saja sebelum naik ke panggung waktu itu. Kemudian tiiba-tiba Key marah setelah kami turun dari panggung. Hal apa yang membuat Key benar-benar marah pada Sora dalam interval waktu yang sangat sebentar itu? Apa yang mungkin dilakukan Sora di panggung? Setahuku Sora hanya tampil sebaik mungkin. Terlalu baik malah!

Tunggu! Apa benar Key marah karena Sora yang tampil terlalu baik??

Bibir Key yang pucat bergetar menggumamkan sesuatu, “Air.. Air… Aku butuh air..”

Aku mengangguk dan segera mencarikan air untuk Key. Di tasnya! Biasanya dia selalu membawa minum dari dorm, tetapi… tidak ada. Minumku sendiri juga sudah habis. Aku tanya kepada member yang lain, mereka juga tidak memiliki air minum.

“Sebaiknya kau belikan saja isotonik untuk Key. Kalau soal airnya biar aku yang carikan.” Perintah Onew hyung sambil membantu Taemin mengangkat Key. Kami memang hanya berlatih berempat selama Jonghyun masih dalam perawta karena kecelakaan waktu itu.

Aku berlari menuju mesin penjual minuman di lantai empat. Tetapi begitu sampai disan.. Sial! Minuman isotonik yang Key butuhkan sudah habis dan yang tersisa disana hanyalah kopi. Kalau begini terpaksa aku menuju mesin penjual minuman di lantai satu. Disana mesin penjual miinumannya lebih besar dan biasanya tidak pernah habis. Berhubung aku benar-benar terburu-buru, aku sebaiknya menggunakan lift samping yang selalu sepi pengunjung.

Ting.. akhirnya lift yang kunaiki tiba juga di lantai satu. Pintu lift terbuka dan tepat didepan pintu lift tersebut tampaklah dua orang yang kukenal. Sora? Krystal? Sedang apa mereka?

**********

(Sora POV)

Ada-ada saja ide dalam kepala kakek tua itu. Tapi aku tidak keberatan tampil sebagai perempuan kali ini. Jusul lagu yang akan kubawakan juga sudah diberitahu Suman-ssi. Lagu terbaru milik f(x), Pinocchio (Danger). Untuk menghapal lagunya mungkin aku tidak memerlukan waktu yang lama. Yang jadi masalahnya adalah koreografinya.Mungkin aku bisa meminta bantuan Key! Dia kan mesin copycat terbaik kalau soal tarian.

Tapi Key… Semenjak kejadian di Tokyo kemarin Key masih belum mau berbicara denganku. Memangnya aku salah apa? Rasanya sebelum tampil itu dia masih baik-baik saja. Sama sekali tidak ada tulisan ‘marah’ pada bola mata atau jidatnya.

Oops, tapi ternyata tulisan ‘marah’ itu ada pada seseorang yang tidak sengaja kutemui didepan pintu lift. Hey, aku baru saja mau kembali ke ruang latihanku setelah dari kantor Suman-ssi. Apa dia sengaja menungguku disana, Krystal?

Bagaimana dia tahu aku akan naik di lift samping yang terkenal sepi dan jarang digunakan? Pintu lift ini dibuat khusus sebagai jalur orang-orang penting yang tidak ingin lewat pintu lift utama karena disana ramai dan ada kemungkinan banyak wartawan dan paparazi. Biasanya lift ini digunakan untuk orang-orang yang sedang terkena masalah publik sehingga tidak ingin diliput wartawan atau untuk orang-orang yang masih dirahasiakan keberadaannya untuk kepentingan bisnis seperti aku. Tidak sembarang orang bisa menaikinya karena untuk mengaksesnya kau harus menggunakan kartu khusus dan aku punya kartunya.

Oh ya, jelas saja dia tahu aku akan naik lift ini. Aku kan si-anak-baru-yang-masih-dirahasiakan. Aku dipersiapkan untuk menjadi kejutan publik nantinya.

Pandangan kami bertemu, dia mengeluarkan tatapannya yang sinis, begitupun aku. Untuk saja aku memakai sol sepatu pinjaman dari Jonghyun hyung sehingga sekarang aku tampak lebih tinggi daripada Krystal. Aku ingin masuk lift tetapi Krystal sengaja menghalangiku dengan tubuhnya.

Ka! (Minggir!)” Perintahku. Tetapi dia tidak mau mendengarkan. “Minggir sebelum tanganku yang harus menyingkirkanmu.”

“KAU!” Krystal melayangkan tangannya tepat ke mukaku, menamparku! “Kau pikir kau bisa menyingkirkanku dengan mudah? Tidak akan kubiarkan! Asal kau tahu, malam peanugrahan itu sudah menjadi malam yang paling kutunggu sejak single kami terbit! Tak akan kubiarkan kau merusak semuanya!”

Oh, jadi inikah alasan dia menungguku didepan lift? Inikah alasan sampai dia mengotori mukaku dengan tangannya yang busuk itu? Jadi dia inikah yang menguping pembicaraanku dengan Suman-ssi? Sekarang aku yakin dia sudah mengenalku. Ini sungguh..

Aku sama sekali tidak berniat membalas tamparannya dengan kekerasan fisik lainnya. Itu sungguh kekanak-kanakan. Aku tidak mau terlihat seperti makhluk bar-bar seperti yang dia lakukan! “Dasar bar bar! Kau tahu kenapa aku harus menggantikanmu? Karena kau terlalu bodoh dan kasar! Sebentar lagi fans-fansmu pasti akan kabur kalau melihat tingkah lakumu yang tidak lebih dari para pecundang.”

“Kau menyebalkan!” Aku pikir aku akan merasakan lagi tamparan dari makhluk barbar bermuka plastik itu. Tapi belum sempat aku merasakannya, tangan Krystal sudah ditahan oleh tangan yang jauh lebih besar daripada tangan nenek lampir itu. Minho? Sejak kapan dia ada disana?

“Jaukan tanganmu dari Sora-KU sekarang!” Perintah Minho. Aku tidak pernah melihat kemarahan dari mata Minho. Sekarang aku baru bisa melihatnya. Sekarang jugalah aku baru bisa mengerti kenapa julukan Minho adalah flamming charisma. Dia memancarkan seluruh auranya terutama saat dia sedang marah seperti sekarang ini. Hey, kenapa dia yang harus marah? Bukankah aku yang seharusnya marah?

Kaget, pucat, marah, malu, begitulah reaksi Krystal begitu dia sadar bahwa Minho sedang berada di belakangnya dan sedang mencegah tangannya kembali mendarat di pipiku, “Mi.. Minho oppa…”

“Lebih baik kau segera pergi sebelum tanganku yang mendarat di pipimu.”

“Ta… tapi oppa….”

Minho tidak berkata apa-apa lagi hanya menatap Krystal dengan pandangan yang lebih sinis daripada pandangan sinis milikku. Inikah sosok flamming charisma Minho yang sedang marah?

“Kau tidak apa-apa? Apa kau dilukai?”

Dilukai? Kata yang aneh. Normalnya dia seharusnya bertanya ‘apa kau terluka?’ Ada kesan sangat protektif ketika seseorang bertanya ‘apa kau dilukai?’ Seakan-akan dia tidak mau aku sampai terluka.

“Sama sekali tidak.” Aku tidak ingin mengatakan kalau Krystal sempat menamparku. Aku rasa kalau aku mengatakannya, Minho akan bertindak lebih jauh terhadap Krystal. Entah darimana aku mendapatkan perasaan seperti itu. “Tapi aku tidak akan berterimakasih untuk ini. Andaikan kau tidak munculpun aku bisa mengatasi masalahku sendiri.”

Tanpa aku sempat mengelak, tangan Minho yang lembut perlahan menyentuh pipiku yang tadi ditampar Krystal. Tangannya yang dingin dan lembut mengurangi rasa panas dan perih disini. Tatapan matanya begitu lembut. Berbeda jauh dengan tatapannya pada Krystal yang aku sendiri merinding melihatnya.

“Sakit?” Lagi-lagi matanya menunjukkan keprihatinan. “Maaf aku tidak sempat menghentikan yang ini. Pintu lift baru saja terbuka ketika aku melihat Krystal menamparmu.”

“Tidak apa-apa oppa. Aku tidak selemah itu. Jangan lakukan ini oppa. Bagaimana kalau ada yang melihat? Bagaimana kalau ada wartawan yang meliput? Ingat, Suman-ssi tidak ingin aku diliput diluar rencana yang telah dia persiapkan.”

“Disini sepi dan aku jamin tidak akan ada wartawan yang melihat.”

Kami berdua berada dalam suasana yang canggung. Tanpa kami berdua sadari, kami berdua berjalan lambat sekali seakan-akan tidak mau pergi dari tempat yang sepi ini. Tidak ingin ada orang yang melihat kebersamaan kami. Tidak ingin hal ini cepat berakhir.

“Oppa..”

“Ya?” Minho oppa mengalihkan pandangannya kearahku.

“Aku tahu aku menyebalkan. Karena itu banyak yang membenciku bukan? Krystal, Key, apa kau juga akan membenciku, oppa?”

Minho oppa menghentikan langkahnya. Secara otomatis akupun menghentikan langkahku. Minho oppa yang tinggi dengan mudahnya mengacak-acak rambutku, “Babo! Kau memang menyebalkan tapi tidak cukup menyebalkan untuk dibenci. Kau mengerti maksudku bukan?”

Aku mengangguk.

“Aku tidak tau apa masalahmu denga Krystal yang jelas aku tidak membencimu dan tidak akan pernah membencimu. Bagaimana bisa kau berpikiran bodoh seperti itu? Kau tidak lihat bagaimana super junior sunbae-deul juga menyukaimu? Meskipun Key terlihat sedikit kasar tapi aku yakin dia tidak sampai pada tahap membencimu.”

Bagiku kata-kata Minho oppa hanya masuk di telinga kanan dan keluar di telinga kiri. Meskipun Minho oppa berkata demikian, fakta tidak bisa seindah yang dia katakan. Dimanapun aku berada aku akan dibenci. Sudah biasa.

“Hey, jangan murung begitu. Biarpun seluruh dunia membencimu disini masih ada aku. Aku tidak akan membencimu. Apakah itu tidak cukup?”

Mendadak suasana yang canggung menjadi sangat serius. Kenapa, Minho oppa? “Sora-ya, choanheyyo (aku menyukaimu).”

**********

(Onew POV)

Kemana Minho babo itu? Lama sekali dia membeli minuman isotonik. Memangnya dia beli kemana? Ke Madagaskar?

Terlambat. Tadi Key pingsan dan sekarang sudah dibawa ke rumah sakit. Taemin yang ikut mengantar Key ke rumah sakit dengan ambulan. Jonghyun yang berada di dorm sudah kuberitahu perihal Key yang masuk rumah sakit. Jonghyun juga sudah berangkat ke ruamh sakit disopiri oleh manajer hyung. Sedangkan aku mencari Minho.

Rasanya ingin kubanting saja iPhone-ku saat Minho mengabaikan panggilanku. Cih, kalau begini aku harus mengitari SM building dan menemukan Minho sampai dapat. Baiklah, pertama aku akan mencarinya di lantai 1. Aku akan menggunakan lift samping yang sepi itu.

Ting… akhirnya sampai juga di lantai satu. Aku segera keluar dari lift. Ah, itu dia Minho! Untung dia tidak jauh dari lift.

“Min..” Baru saja aku akan memanggilnya ketika aku sadar dia sedang bersama seseorang. Tunggu, bukankah itu Sora? Sedang apa mereka?

Sora-ya, choanheyyo…”

Aku tetap menjaga jarak agar Sora dan Minho tidak menyadari kehadiranku. Apa? Minho menyukai Sora? Apa aku tidak salah dengar?

Seketika itu juga seperti ada palu besar yang menghantam dan meremukkan hatiku berkeping-keping. Kenapa? Apakah aku cemburu? Kenapa harus Minho?

Tunggu, kenapa Minho menyukai Sora? Bagaimana kalau Sora ternyata cowok? Apa Minho sudah tidak peduli lagi pada jenis kelamin Sora?

Kalau begitu pertanyaan yang sama untuk diriku sendiri. Kenapa aku cemburu melihat mereka berdua? Apakah aku mencintai Sora? Apakah aku sudah tidak peduli pada jenis kelamin Sora?

**********

(bersambung)

klik disini untuk membaca SHINee-ing as Bright as the SKY chapter 14

6 responses to “[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 13 (with f x )

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 12 (with Super Junior as guest cast) « Asian Fan Fiction Story·

  2. chapter 20 nya masih lama yah? kekeke, masih penasaran dan takut keburu lupa ma ni cerita, aku baca ulang lagi cerita ini, tapi tetep aja ga bosen.
    ditunggu chapter 20 nya, haha😄, masih lama ituuuu, huhuu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s