[Korean Fan Fiction] Second Chance (3shoots) 1 of 3

Yap, saya datang lagi untuk yang terakhirnya di minggu ini(?) untuk memposting ff ini. happy reading all ^^

Author : Lee Hyura

Title : Second Chance

Genre : Angst, Romance, Family, Friendship

Length : 3shoots

Cast :

–          T-Ara

–          CN Blue

Note : Yang dimiringin itu adalah kata-kata yang ada di dalam hati atau flashback. Maaf jika ada yang ga terbiasa tapi itulah style saya ^^

===SecondChance===

If your first love gets a second chance, what will you do?

Will you try to get it again?

How if you can’t? Will you give up?

 

>>>

“Hari ini aku malas pulang ke rumah itu~” seru seorang gadis yang rambutnya di ikat dua layaknya anak kecil sambil mengembungkan pipi selagi ia berjalan di pinggiran trotoar menuju apartemennya.

 

“Ayolah~ Ibumu pasti merindukanmu. Pulang, ok?” kata sahabatnya yang berjalan di jalan raya bukan di trotoar sambil menggenggam tangan gadis itu agar gadis itu bisa berjalan seimbang di pinggiran trotoar.

 

Gadis itu berhenti melangkah dan menatap sahabatnya tajam, “Aku benci orang itu! Aku sudah tak peduli dengan Ibuku karenanya! Ara?”

 

Sahabatnya hanya menghela nafas lalu melepas genggamannya. Dia memandang rel kereta api di depan sana. Dia kemudian menatap gadis itu lagi. “Terserahmu. Kita pisah disini. Aku ingin ke rumah Imo-ku yang ada di sebrang rel sana.”

 

“Ya! Kau membiarkan gadis cantik, imut, nan manis sepertiku pulang sendiri? Bagaimana jika aku diculik lalu dijual satu triliun dollars kepada mafia kaya di Amerika atau Inggris?” protes gadis itu.

 

“Tidak akan… aku yakin takkan ada yang mau menculik orang sepertimu. Orang sepertimu itu tidak akan laku dijual walaupun harganya hanya 100 won. Aku harus cepat-cepat. Mianhae.. Kalkkeyo..” sahabatnya itu segera berlari meninggalkan gadis yang sedang sibuk memprotes itu. Akhirnya gadis itu hanya memandang kesal sahabatnya yang sedang menyebrang rel kereta itu.

 

“JONGHYUN-AH~!” pekik gadis itu dengan wajah pucat saat melihat sosok sahabatnya itu tersambar kereta yang kedatangannya tidak di perkirakan.

>>>

Park Sunyoung—atau yang selalu ingin dipanggil Hyomin—sibuk membaca bukunya dan tak mempedulikan semua ucapan orang lain di sekitarnya.

“Hyomin-ah~” panggil Eunjung sambil menarik tangan Hyomin agar perhatian gadis itu berpindah padanya. Hyomin hanya menatapnya sarkatis.

“Ayolah~ berhenti menatapku seperti itu!” protes Eunjung kesal.

“Joha.. lalu, ada apa, Jung-ah?” tanya Hyomin dengan helaan panjang.

“Nanti siang setelah kelas terakhir, kami mau berkaraoke. Kau mau ikut?” ajak Eunjung.

Hyomin terdiam. Ia sibuk berpikir. Hari itu ia ingin sendirian saja di tempat yang sunyi namun dia juga tak enak harus menolak ajakan sahabatnya hanya karena alasannya itu. Tiba-tiba dia teringat sesuatu.

“Dia akan datang hari ini, Minnie-ah~” ujar Ummanya pelan.

 

“Sudah ku bilang aku tak mau diganggu oleh siapapun! Apalagi orang yang ku kenal, Umma.. dan kau tahu sendiri aku saja tak pernah membiarkan orang lain tahu apartemenku! Apalagi membiarkan tinggal apartemenku? Itu tak mungkin! Apa kau tidak memikirkan itu?” keluh Hyomin.

 

“Jebal~ ku yakin dia takkan mengganggumu karena dia adalah orang yang pendiam. Ok?”

 

Hyomin menghela nafas panjang. Sekali lagi ia tak bisa menolak permintaan wanita yang menjadi satu-satunya orang yang ia sayangi sekarang. Ya walaupun ia sering bilang ia tak peduli pada wanita itu, kenyataannya dia sangat amat peduli. “Geurom.”

“Mianhae, Jungie~ tapi hari ini aku kedatangan tamu,” ujar Hyomin pelan dan memasang wajah melas agar gadis didepannya itu bisa menerima alasannya.

“Oh~ anak teman Ummamu akan datang hari ini? Kalau begitu, bagaimana jika kita bermain ke apartemenmu saja? Kita kan tak pernah main ke apartemenmu sebelumnya,” usul Qri.

“Qri-ya!~ kau kira tamuku itu macam orang yang suka keramaian? Dia itu benci keramaian. Jadi tak bisa. Mian,” sahut Hyomin cepat.

“Ah, kau pelit, Hyominnie~” gerutu Soyeon.

“Biarkan,” balas Hyomin sambil memeletkan lidahnya pada Soyeon.

>>>

Hyomin segera membuka pintu apartemennya saat mendengar suara belnya berbunyi. Wajahnya langsung pucat dan tubuhnya kaku saat melihat orang yang akan menjadi teman seapartemennya itu. “J-Jonghyun… Jonghyun-ah?” gumamnya.

“Ah, kau mengenalku?” bingung pria itu.

Hyomin langsung tersadar. Ia menggelengkan kepalanya cepat, “A-ani. Kau hanya mirip dengan temanku yang bernama Jonghyun. Itu sebabnya tadi aku memanggilmu Jonghyun. Memang itu juga namamu?”

Pria itu mengangguk pelan, “Maja.”

“Jeongmalyo?” pekik Hyomin tak percaya.

Jonghyun mengidikkan bahunya dengan mata tertutup sebagai ganti telinganya yang tak bisa di tutup dengan tangannya karena tangannya sudah sibuk mengangkat kardus berukuran sedang yang berisi barang-barang. “Ya tuhan~ kenapa suaramu nyaring sekali?” desis Jonghyun kesal.

Hyomin langsung menutup mulutnya, “Mi-mianhae..”

“Ye.. jadi, bisa tidak kau langsung memberitahuku dimana kamarku? Tanganku sudah pegal mengangkat kardus ini dari tadi.”

“Ah.. Mianhae.. mari, kau ikuti aku.”

>>>

Hyomin membuka pintu kamarnya perlahan saat mendengar ada suara asing di depan kamarnya. Dia melirik ruangan itu takut-takut. Saat melihat sesosok manusia tinggi, ia segera berteriak keras. Jonghyun –sosok yang dilihat Hyomin tersentak dan berbalik badan. Ia segera berlari menghampiri Hyomin dan menutup mulutnya agar gadis itu tidak berteriak lagi.

“Ya~! Kenapa kau berteriak, uh? Kau melihat tikus?” tanya Jonghyun heran. Hyomin menggeleng sambil menatap dalam wajah Jonghyun. Wajahnya pucat.

“Lalu? Kecoa?” lagi-lagi Hyomin menggeleng.

“Lalu apa? Serangga yang menggelikan? Yang membuatmu jijik atau takut?” tanya Jonghyun lagi. Tangannya masih juga membungkam mulut Hyomin.

“Lalu apa?” tanya Jonghyun akhirnya dengan nada jengah.

“Mbbb!” protes Hyomin sambil berusaha melepaskan tangan Jonghyun.

“Ah, mianhae..” Jonghyun langsung tersadar dan melepaskan tangannya.

“Jadi?” tagih Jonghyun saat sudah melepas tangannya.

“Not your own business, sir!” desis Hyomin sinis lalu mendorong Jonghyun menjauh dari pintu kamarnya dan menutup pintunya.

“Terserahmu lah,” desah Jonghyun kesal lalu berlalu dari depan pintu kamar Hyomin. Sedangkan di dalam kamar, Hyomin sibuk mengatur detak jantungnya.

“Ya tuhan! Bagaimana aku bisa lupa kalau sekarang aku tinggal dengannya? Aish!! Wajahnya membuatku ketakutan saja!” gerutunya kesal.

“Tenanglah.. dia hanya mirip. Ok? Dia yang sebenarnya sudah tak ada. Jangan berharap. Tak mungkin dia kembali lagi dengan wajah dan nama yang sama namun sifat bertolak belakang. Jonghyun-mu jauh lebih baik dan manis juga ramah tidak sepertinya. Ayolah Hyomin~ jangan berharap yang tidak-tidak..” gumamnya dengan wajah pucat yang belum juga lenyap.

“Hwaiting!” serunya lalu berlari ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.

>>>

“Hyomin onnie~ namja yang tinggal denganmu itu tampan! Neomu kyeopta~” pekik Jiyeon sambil berlari menghampiri Hyomin yang diikuti Hwayoung.

Hyomin segera berhenti berjalan lalu berbalik badan mendengar suara yang tidak asing baginya. “Ya, Park Jiyeon! Kenapa kau ada disini? Kau bolos, ya? Kalau bolos, kenapa mengajak Hwayoung, eh?” sahut Hyomin –mengalihkan pembicaraan. Dia sangat malas untuk membicarakan Jonghyun.

“Mwo?” protes Jiyeon saat sudah berada di hadapan Hyomin. “Siapa yang bolos? Hari ini sekolahku itu diwajibkan untuk datang siang karena ada acara penting di sekolah yang digelar saat pagi harinya. Aku bingung dengan sekolahku. Kenapa tidak diliburkan saja, sih? Menyebalkan!”

“Sekolah itu memang menyebalkan! Aku tahu rasanya sepertimu. Aku kan alumni sekolah itu. Itu sebabnya aku ingin sekali cepat-cepat lulus dan akhirnya kuliah seperti sekarang. Dan nyatanya kuliah memang lebih mengasikkan daripada sekolah,” balas Hyomin yang sepertinya tertarik dengan pembicaraan itu.

Hwayoung yang berdiri di samping Jiyeon hanya menggelengkan kepala melihat dua temannya yang membicarakan hal yang menurutnya tak penting.

“Ne, majayo. Aku jadi iri denganmu, onnieya~ aku jadi ingin lulus sekarang juga,” gerutu Jiyeon.

“Ya, Jiyeon-ah~ kita kan kesini bukan untuk membicarakan itu. Tapi kita ke sini untuk membicarakan namja yang tinggal dengan Hyomin onnie. Bagaimana kau ini?” desis Hwayoung.

“Aigo, aku lupa~” Jiyeon menampilkan cengiran polosnya. “Yap, ayo ceritakan dia pada kami, onnie..”

“Cerita tentang apa? Namja itu sama sekali tak istimewa. Cukup? Kalau cukup, aku pergi!” Hyomin segera berbalik badan dan hendak berlari. Namun saat ia berbalik badan, semua sahabatnya—Boram, Soyeon, Eunjung dan Qri—sudah berdiri di hadapannya dengan wajah usil.

Matilah aku, pekik Hyomin dalam hati.

>>>

“Sudah ku bilang tak ada yang istimewa dengannya~ wajahnya juga tidak tampan,” desis Hyomin kesal.

“Tampan! Aku lihat dengan mata kepalaku sendiri dan kenyataannya wajahnya memang tampan!” sungut Jiyeon cepat.

“Tahu dari mana kau? Kau memata-mataiku, ya?” tuduh Hyomin heran.

“Iya. Kemarin sore kami mengikutimu sampai ke apartemenmu karena kami sudah penasaran dengan letak apartemenmu itu. Soalnya kau tak pernah mau mengajak kami ke apartemenmu sih, onnie,” celetuk Hwayoung. Semuanya—kecuali Hyomin—melototinya.

“Ya~ apa aku salah? Kenapa kalian melototiku?” bingung Hwayoung polos.

“Jadi..” Hyomin menggantung kata-katanya dengan nada kesal.

“Mianhae, Hyomin-ah~” kata mereka cepat sambil berusaha memeluk Hyomin. Hyomin langsung bangkit agar terhindar dari teman-temannya itu.

Akhirnya semua teman-temannya berhenti berusaha memeluk Hyomin dan kembali ke tempat duduk mereka masing-masing. Mereka semua hanya merengut kesal karena gagal memeluk Hyomin.

“Jadi.. siapa namanya?” tanya Soyeon memulai topic itu lagi.

“Jonghyun,” jawab Hyomin singkat dan dingin.

“Nama lengkapnya, Hyo!~” Soyeon meniup poninya gemas.

“Molla.”

“Molla? Tapi dia itu tinggal denganmu.. masa tidak tahu?” nada bicara Soyeon langsung naik.

“Yang aku tahu sampai sekarang hanya Jonghyun. Puas? Aku tak tahu apapun lagi tentangnya kecuali namanya itu Jonghyun!”

===SecondChance===

2 responses to “[Korean Fan Fiction] Second Chance (3shoots) 1 of 3

  1. Ping-balik: Secong Chance (3shoot) 2 of 3 « Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s