[FREELANCE] Endless Qualm (part 3 of 4) – SHINee

Part 3 of 4 : Ache

Title        : Endless Qualm

Author     : kuku.rama (chrysalis) ; twitter @choihyewook

Cast(s)     : SHINee, OC

Length      : 4 Chapters

Genre       : Psy-thriller, angst, fluff, SI, SA

Rating            : NC17

Disclaimer   : I OWN this story and Choi HyeWook but not the other

characters. Do not copy (without copyright) or steal it.

If you try, I will sue. Oops, I mean I will kill you

              soon.


Buat yang belum baca part sebelumnya, silhakan klik disini untuk melihat index

 

 

—————————————————————————————————————————-

Seseorang membekap mulut HyeWook, gadis itu mulai meronta saat tangan pelakunya memeluk erat pinggangnya.

“Kena kau!”

Key melepaskan dekapannya, membiarkan HyeWook memukul-mukul dadanya sambil berteriak kesal.

“Kau membuatku ketakutan setengah mati, bodoh!”

Key menahan kedua tangan HyeWook yang akan memukulnya lagi.

“Apa yang kau lakukan malam-malam begini di sekolah?”

Oppa belum menjemputku.”

“Aish, great! Ia melupakan malaikat mungilnya demi mengotopsi mayat!?”

Key menggandeng HyeWook menuju mobilnya.

“Kau tidak keberatan jika kuundang makan malam di apartemenku?”

“Tentu saja tidak.”

***

“Jangan!”

HyeWook menghentikan gerakannya, membiarkan bibir gelas tinggi itu menempel di bibirnya.

“Ini air yang kau minta.”

Key menukar gelasnya dengan gelas yang ada di tangan HyeWook.

“Apa bedanya?”

“Gelas yang kau pegang tadi vodca.”

Key mengambil gelas di tangan HyeWook kemudian meletakkannya di atas meja makan, berdampingan dengan gelasnya.

“Kenapa? Aku ingin minum.”

Key menghalangi HyeWook untuk mengambil gelasnya.

“Kau ingin membuatku dehidrasi, ha?”

“Hmm, tidak.”

Key lebih gesit daripada HyeWook, ia segera mendorong gadis itu dan menjepitnya ke dinding, mengunci setiap gerakannya.

“Apa maumu?”

HyeWook menatap lurus manik mata gelap milik Key, entah keberanian darimana yang ia dapat untuk menatap sepasang bola mata yang selalu membuat jantungnya berdetak tiga kali lebih cepat.

“Kau tidak menanyakan kenapa aku kembali ke Seoul?”

“Liburan?” tebak HyeWook.

Key menggosokkan ujung hidungnya ke pipi kiri HyeWook, membuat wajah gadis itu merona.

“Kau tidak ingat janjiku sebelum pergi ke NYC?”

HyeWook membuka mulutnya ragu-ragu.

“Kau akan kembali dan melamarku. Tapi itu dua belas tahun yang lalu, Key.”

“Lalu kenapa dengan dua belas tahun lalu? Kau pikir aku hanya mengucapkan janji anak-anak yang bisa terkikis dengan mudah?”

“Bukan begitu, aku hanya-”

“Hanya menganggapku mempermainkanmu?” nada bicara Key berubah menjadi kasar.

HyeWook memegang kedua belah pipi Key.

“Aku tidak pernah menganggapmu mempermainkanku.”

Key tertawa kecil, ia mengerti HyeWook mulai merasa tidak nyaman dengan arah pembicaraan mereka.

“Aku akan mengatakannya pada MinHo.”

“Eh apa?”

“Tentang hubungan kita.”

HyeWook mendorong bahu Key kemudian berjalan menjauh.

“Terima kasih atas makan malamnya. Aku pulang dulu.”

Key menghela nafas, menatap punggung HyeWook yang mulai menjauh. Tepat sebelum HyeWook menutup pintu, Key memanggilnya.

“Akan kuantar, tunggu sebentar.”

“Tidak perlu, Key. Aku bisa mencari taksi.”

Key segera mengejar HyeWook, mengikuti gadis itu masuk lift. Ia menepuk kepala HyeWook lembut.

“Kau menyebalkan.”

“Ya, dan lebih baik kau tidak mendekatiku.”

Pintu lift terbuka, HyeWook bergegas meninggalkan Key. Mungkin semua akan berbeda jika MinHo tidak seperti ini. HyeWook takut jika MinHo melakukan sesuatu yang buruk pada Key.

“HyeWook!”

Gadis itu terus melangkah tanpa mengindahkan panggilan Key.

“Choi HyeWook!”

Key menarik tangan HyeWook, memutar tubuh gadis itu hingga menghadapnya.

“Apa yang terjadi padamu?”

“Tolong lepaskan tanganmu! Aku harus pulang.”

Key menarik HyeWook ke dalam pelukannya, mendekapnya erat.

“Key, lepas! Oppa bisa marah jika-”

HyeWook meronta, Key menciumnya. Gadis itu berusaha melepaskan diri dari dekap hangat Key, belai lembut bibirnya.

PLAKK!

Key melepaskan pelukannya, terkejut.

“APA MAUMU?!”

HyeWook mengusap bibirnya yang basah. Ia harus membuat Key menjauh. Membencinya kalau perlu.

“Aku ingin kau jujur padaku.”

“Jujur? Kapan aku berbohong padamu?”

“Apa yang membuatmu berubah?”

***

HyeWook meletakkan sepasang Reebok Allennya di rak sepatu.

“Darimana saja kau?”

“Apartemen Key, makan malam.”

“Lalu kalian berciuman lagi?”

“Ya, Key menciumku.”

HyeWook melepaskan blazernya kemudian berjalan menuju tangga. MinHo mengekor di belakangnya, mengikuti gadis itu memasuki kamarnya. MinHo mulai membantu HyeWook melepaskan seragamnya. Ia mengecup bahu polos HyeWook dengan sayang kemudian memeluknya.

“Seorang pembangkang harus menerima hukumannya, mengerti?” bisik MinHo lembut.

Tangan MinHo mulai menjelajahi tubuh HyeWook. Gadis itu memejamkan matanya saat merasakan sesuatu mengalir dari lehernya.

“Mmh.”

MinHo memeluk erat tubuh HyeWook, merasakan sirup manis yang mengalir dari leher pucat gadis itu. HyeWook mengerang saat MinHo mengigit leher dan mencabik bahunya.

“Menjauhlah dari Key, atau aku akan melakukan hal sama seperti pada JinKi.”

Tubuh HyeWook menegang. JinKi adalah sunbae HyeWook yang sempat dekat dengannya. Mereka berteman baik selama hampir empat tahun. Dan MinHo mengacaukannya.

Setengah tahun lalu, MinHo membuat JinKi cacat permanen, lumpuh. Tulang jari kanannya remuk dan amnesia parsial. MinHo membungkus skenarionya dengan sangat rapi; bersih tanpa cela. Hingga sekarang kasus tabrak lari yang dilakukannya tidak pernah terusik.

“Aku tidak segan-segan membunuhnya, Chérie. Kau tahu jika aku tak suka milikku terusik, bukan?”

MinHo menghempaskan HyeWook ke parquet, membuat kepala gadis itu terbentur kaki meja. Ia melepaskan beltnya, melecutkannya ke udara.

CTARR!

“Kurasa suaranya akan lebih indah jika beradu dengan kulitmu, Chérie.”

“Ukh!”

Punggung HyeWook terasa perih, satu cambukan sudah bersarang di punggungnya, meninggalkan bekas merah yang panjang, disusul dengan lecutan-lecutan lain.

“Kau mulai menikmatinya, Chérie?”

HyeWook tidak menjawab, gadis itu menggigit bibirnya keras-keras menahan sengatan rasa sakit yang mulai menjalari punggungnya. MinHo menendang kepala HyeWook.

“Apa kau tidak punya mulut untuk menjawab, ha?!”

MinHo menginjak kepala HyeWook.

“Sakit.” rintihnya.

MinHo menarik ujung bibir kirinya kemudian menendang perut HyeWook.

“AKH!”

“Apa kau masih berniat menemui Key lagi?”

HyeWook menggeleng lemah.

Good girl.”

MinHo meninggalkan HyeWook yang meringkuk sambil memegangi perutnya. Gadis itu terbatuk, tetes-tetes darah segar keluar dari mulutnya membasahi parquet.

Appa, Eomma.” rintihnya.

***

Key menjatuhkan tubuhnya ke ranjang, menatap langit-langit kamarnya dengan hampa. Ia tidak pernah melihat sorot ketakutan di mata HyeWook sebelumnya. Selama lima tahun mengenalnya, hanya kebahagiaan yang selalu terpancar dari mata gadis itu.

Key menghela nafas, dugaannya meleset. Seharusnya HyeWook begitu antusias menyambutnya, mengajaknya berjalan-jalan, membagi ceritanya setelah dua belas tahun berjalan, bukan menghindarinya seperti ini. Atau mungkin gadis itu sudah memiliki kekasih?

Key menggeleng kuat-kuat, sekalipun HyeWook memiliki kekasih, gadis itu pasti akan mengenalkan kekasihnya pada Key. Ia menggerakkan jemari kanannya perlahan. Key masih bisa merasakan genggaman yang begitu erat dari tangan HyeWook saat ia menggandengnya. Gadis itu ketakutan dan membutuhkan perlindungan, tetapi dari apa? Siapa?

Key meraih ponselnya, menekan beberapa tombol kemudian menempelkan ponsel ke telinganya.

“Angkatlah, kita perlu bicara. Kumohon.”

***

HyeWook membuka matanya perlahan, ia berusaha menggerakkan tubuhnya mendekati ranjang untuk membungkam ponselnya yang terus berteriak. Pintu kamarnya tiba-tiba menjeblak, MinHo meraih ponsel HyeWook yang masih menggelepar di ranjang.

“Maafkan aku, Key. HyeWook sudah tidur.”

MinHo segera memutuskan pembicaraannya dengan Key kemudian menatap HyeWook yang masih terbaring di lantai. Sebuah seringai tipis terulas di bibir MinHo.

“Kau pikir Key akan menolongmu?”

(bersambung)

18 responses to “[FREELANCE] Endless Qualm (part 3 of 4) – SHINee

  1. aduh tolong itu… key , siapa saja tolong hyewook….. (kok gw yg gregetan ya ??)
    tapi gmna2 kok gw nggak benci ya ama minho dsni ?? haha (udh cinta ama minho dri sono nya #plakk)

    ngeh banget gw bca adegan ‘naked’ nya, bisa di sensor nggak ?? #plakk

  2. sebenernya ada apa sh di ff ini??? penasaran bgt sama minho.
    trus key sama hyewook ada hubungan apa?
    kok tiba-tiba jonghyunnya ngilang.
    udah penasaran tingkat dewa nh.
    baca part terakhir mesti dapet jawabannya, klo enggak authornya di…. hahaha canda thor. good job. keep writing ya…

  3. Whoaa.. ff psychonya keren.. tp kayaknya lebih keren ada adegan kill-killannya deh?
    Hehe.. kurang sadis tapi kasian haha *otak psycho*

  4. Masih penasaran kenapa Minho bsa jadi gila begitu? pasti ada sebabnya, ga mungkin tiba2 gila aja begitu. Eh, terus kenapa si HyeWook ini engga kabru aja sik pas dari sekolah itu? Kalo aku jadi HyeWook sih bakalan kabur terus ngehubungin orangtua.
    baiklah, mau langsung ke part akhirnya. Penasaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s