[LOMBA FF] Tears of My Brother and I (14)

Author       : Indah Fitria Hapsari

Genre        : Sad and family oneshot

Cast           : Kim Jongwoon a.k.a Yesung

Request-an nomor: 11

Kim Ryeowook

Other cast  : Cho Kyuhyun

Choi Minho

Lee Jinki a.k.a Onew

Yui Yoshioka ( in Japan )

Lee Taemin

Jung Yunho

——————————————————————————————–

Udara begitu sangat dingin

Kakakku, Yesung hyung pergi untuk mencari uang di Jepang

Orang tuaku telah tiada akibat kecelakaan

Aku tidak tahu sekarang dimana Yesung hyung?

Kapan dia pulang?

Apakah dia baik-baik saja?

Aku merasa khawatir dengan keadaan dia

Yesung hyung…

Cepatlah pulang

Aku merasa merindukanmu

Aku merasa tidak bisa tidur tanpa hyung

Semoga hyung cepat pulang…

Ryeowook berdiri di depan jendela yang penuh dengan debu. Ia langsung menggosok jendela yang berdebu itu. Sudah lama, Yesung tidak bertemu dengan Ryeowook. Ia langsung memandang kota Seoul ini.

“Dimana Yesung hyung? Aku tidak bisa bertemu dengan dia.” Tanya Ryeowook.

Tiba-tiba, ada seseorang memegang pundaknya Ryeowook. Ryeowook langsung menoleh ke belakang. Rupanya, Yesung…

“Hyung!!” Ryeowook langsung memeluk hyungnya, Yesung.

“Aku kangen sama hyung…” kata Ryeowook sambil menangis.

“Ya. Jangan menangis. Dasar cengeng kau.” Jawab Yesung.

Ryeowook langsung menghapus air matanya.

“Emangnya kamu kangen sama aku?” Tanya Yesung.

“Ne…” jawab Ryeowook singkat.

“Ya. Aku ingin menelepon denganmu, tapi HP kamu gak aktif. Gimana aku mau ngomong sama kamu?” omel Yesung.

“Mianhae, hyung. HPnya low bat. Cas HPnya dibawa sama hyung. Makanya, HPnya lagi gak aktif.” Jawab Ryeowook sambil menunduk.

Yesung langsung mengelus rambutnya Ryeowook.

“Mianhae juga, Wook.” Sahut Yesung.

Di dapur, Yesung sedang menyiapkan makan buat Ryeowook, adiknya. Saat Ryeowook ingin melihat makan itu, matanya langsung kaget.

“WAAAH!!!” kaget Ryeowook.

“Wae? Kamu suka?” Tanya Yesung.

“Itu kan makanan kesukaan aku saat di Jepang!” seru Ryeowook dengan mata kaget. Yesung langsung menggeleng kepala dengan perlahan.

Saat makan…

“Hyung, gimana disana? Betah?” Tanya Ryeowook.

“Betah banget.” Jawab Yesung.

“Disana kotanya indah tidak?” Tanya Ryeowook.

“Indah… sekali. Seperti indahnya surga.” Jawab Yesung.

“Ooo… aku ingin sekali pergi kesana.” Mimpi Ryeowook.

“Mwo? Kamu mau kesana?” Tanya Yesung kaget.

Ryeowook langsung terdiam. Ia langsung menggeleng kepala.

“Ani, hyung.” Jawab Ryeowook.

“Ya. Janganlah kamu bermimpi untuk pergi ke Jepang. Kita belum tentu ada uang atau tidak.” Nasihat Yesung.

“Ne… araseo.” Jawab Ryeowook.

Malam harinya…

Ryeowook siap mau tidur bareng boneka pooh kesayangannya. Yesung langsung menyelimuti tubuhnya Ryeowook dengan selimut. Tiba-tiba, Yesung langsung mencium dahinya Ryeowook sebagai tanda selamat tidur.

“Annyeonghi jumuseyo.” Bisik Yesung.

Ia langsung mematikan lampu kamarnya Ryeowook.

Pagi harinya…

Matanya Ryeowook terbuka dengan perlahan karena matahari telah memancarkan sinarnya. Ryeowook langsung bangun dari tempat tidur. Ia langsung berjalan menuju meja makan. Tiba-tiba, ada sepucuk kertas dari Yesung. Ryeowook merasa heran. Ia langsung membacanya.

Dear Ryeowook, my little brother

Annyeong…

Mianhae, Ryeowook. Ada urusan mendadak. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Padahal, aku hanya pulang ke sini untuk menemanimu. Mianhae, Ryeowook. Eotthoke? Aku tidak bisa menemanimu lagi. Aku harus pergi. Bukannya untuk meninggalkanmu, tetapi juga bukannya aku membencimu. Tetapi ada urusan yang mendadak dan harus kembali ke Jepang.

Jaga kesehatanmu ya. Saranghaeyo

Air matanya Ryeowook langsung mengalir perlahan. Tubuhnya lemas. Ia langsung jatuh terduduk. Ia langsung menjerit.

“HYUNGG….!!!” Jeritnya sambil menangis.

Ia langsung berdiri dan mengobrak-abrik barang yang ada diseluruhnya. Ia langsung memegang kepala sebelahnya dengan kedua tangannya. Tetapi, ia melihat foto keluarganya, bahkan ada Yesung. Ia langsung mengambil foto itu.

“Hyung, selama hyung jadi kakakku, aku tetap sabar, tetapi aku sudah tidak ada kesabaran. Sekarang, hyung pergi tanpa pamitan denganku!” kata Ryeowook.

PRANG!!

Ryeowook memecahkan foto itu. Ia langsung mengambil foto itu. Tiba-tiba, ia langsung pingsan. Ia tidak bisa melihat dunia ini lagi.

In Japan…

Yesung langsung menelepon Ryeowook berulang kali, tetapi tidak aktif. Sementara Kyuhyun, Minho, dan Onew langsung terdiam.

“Gak aktif juga.” Sahut Yesung kepada mereka.

“Mungkin masih tidur.” Jawab Onew.

“Masih tidur? Apakah kamu gila? Dia tidak tahu jika ada sepucuk kertas dariku!” seru Yesung.

Onew langsung terdiam.

“Hyung, mungkin dia tidak tahu jika ada sepucuk kertas dari hyung.” Kata Kyuhyun. Yesung langsung terdiam.

“Ya! Kertas itu sudah aku tempelkan di meja makan!” jawab Yesung.

Kyuhyun langsung mengangguk. Sebenarnya, ia tidak mengerti.

“Sabarlah, mungkin dia masih tidur. Nanti saja hyung menelepon dia.” Kata Minho. Yesung langsung terdiam.

“Ne, Minho.” Jawab Yesung.

Tiba-tiba, gadis Jepang yang bernama Yui Yoshioka datang.

“Mōshiwake,-kin Jongwoon namae koko de dare nodesu ka? ( Maaf, apakah disini ada yang bernama Kim Jongwoon? )” Tanya Yui.

Mereka langsung menoleh. Yesung langsung menjawab.

“O, watashi wa koko ni iru yo. Sore wa nanidesu ka? ( ya, aku disini. Ada apa? )” jawab Yesung.

“Ima watashi to issho ni kuru. ( Ikut aku sekarang ).” Sahutnya.

Yesung langsung mengikuti si gadis itu.

“Dia siapa?” bisik Minho kepada Kyuhyun.

“Nado molla.” Jawab Kyuhyun.

“Perusahaan kita hampir terkaya. Kita bisa menyumbangkan sisa uang itu kepada fakir miskin.” Kata Yui.

Yesung terdiam.

“Hampir kaya?” Tanya Yesung.

“Honto. ( benar ).” Jawabnya.

“Ke Negara mana saja?” Tanya Yesung.

“Korea Selatan, Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, Vietnam, Australia, dan sebagainya.” Jawab Yui.

Yesung tiba-tiba terdiam.

“Apakah kamu bisa mengirim sisa uang itu kepada Ryeowook?” Tanya Yesung.

“Ryeowook? Siapa dia?” Tanya Yui.

“Dia adikku. Dia merasa kesepian. Aku tahu, jika dia mendapatkan hadiah dariku, dia pasti senang.” Jawab Yesung.

“Maaf, hanya di Negara-negara yang aku sebut saja yang aku sumbangkan. Hanya untuk fakir miskin juga. Dia kan kaya. Kenapa kamu ingin memberikan hadiah itu kepadanya?” jawabnya sambil serius.

Yesung terdiam.

“Karena… dia adikku.” Jawab Yesung.

“Ya, saya tahu, dia itu adikmu, tapi kalau kamu mau memberikan sisa uang itu kepada adikmu, apakah itu cukup sisa uang itu akan diberikan oleh Negara-negara?” sahut Yui.

Yesung langsung menggigit jari telunjuknya yang tandanya khawatir.

“Maaf, saya permisi dulu.” Katanya lagi.

Yesung langsung melihatnya.

Aku harus berkata apa? Batin Yesung.

Yesung langsung berjalan maju-mundur. Tidak tahu harus berkata apa.

Sisa uang? Dapat darimana dia? Batin Yesung.

Ia langsung mengambil HPnya untuk menelepon Ryeowook.

Beberapa detik kemudian…

“Mwo? Gak aktif? Aish… Ryeowook. Dimana kamu?” Tanya Yesung.

“Aku harus kembali ke Korea untuk melihat keadaan Ryeowook, tetapi gara-gara Yui, akhirnya aku disuruh untuk menetap disini.” Kata Yesung.

Tiba-tiba, Kyuhyun berlari menghampiri Yesung.

“Ada apa, Kyu?” Tanya Yesung.

“Hyung, hyung harus kembali ke Korea.” Jawab Kyuhyun.

“Tetapi, dia menyuruhku untuk tidak kabur dari sini. Memangnya ada apa?” Tanya Yesung.

“Hyung… hyung tahu kan? Ryeowook hyung memang merasa kesepian disana?” Tanya Kyuhyun.

“Ne… kenapa? Ada apa dengan dia?” jawab Yesung.

“Hyung… jika hyung menelepon Ryeowook hyung, tidak bakal angkat.” Kata Kyuhyun.

“Maksudmu?” Tanya Yesung dengan heran.

“Dia pingsan, hyung!” teriak Kyuhyun.

Yesung langsung kaget.

“Mwo? Pingsan?” Tanya Yesung.

“Dari mana kau tahu?” Tanya Yesung lagi.

“Seseorang meneleponku. Katanya, ada orang pingsan di rumah hyung. Seseorang itu datang dengan membawakan sebuah hadiah untuk Ryeowook. Katanya, ia pingsan sejak 6 jam yang lalu. Sekarang, dia berada di rumah sakit sambil memegang sepucuk surat dari hyung.” Cerita Kyuhyun.

“Ryeowook. Adikku. Apakah dia depresi karenaku?” Tanya Yesung.

“Mungkin emang ya. Makanya, kita langsung kabur saja dari sini.” Jawab Kyuhyun.

“Dekinai! ( Tidak bisa! ).” Tiba-tiba, Yui menjawab.

“Anda tidak boleh pergi dari Negara ini sampai masalah ini selesai!” teriak Yui.

“Apa? Tidak boleh pergi? Tapi, adikku masuk ke rumah sakit!” Gerang Yesung.

“Masa bodoh denganmu! Aku biarkan dia masuk ke rumah sakit supaya Anda bisa menetap disini!” Gerang Yui sambil tersenyum sinis. Tiba-tiba…

“Diam, Yui!!” akhirnya, Onew dan Minho datang.

“Kata manager, masalah dengan perusahaan kita selesai! Biarkanlah dia pergi ke Korea!” kata Minho.

“Tidak bisa juga!! Dia harus bersamaku!” teriak Yui.

“Yui Yoshioka noona! Diam!” teriak Onew. Yesung dan Kyuhyun langsung lari. Yui langsung lari mengejar Yesung.

“Tetap disini, Yui! Manager sedang mencari Anda!” teriak Minho.

Yui langsung berhenti. Tiba-tiba, manager itu datang.

“Maaf, biarkanlah dia pergi. Itu cuma masalah dengan dia saja.” Kata manager itu.

Yui langsung terdiam.

“Silahkan kalian berdua pergi.” Manager itu mempersilahkan Onew dan Minho pergi.

“Arigatou. ( Terima kasih ).” Jawab Onew.

Onew dan Minho langsung berlari.

In Korea…

Yesung langsung masuk ke rumahnya. Yesung, Kyuhyun, Onew dan Minho merasa sangat terkejut. Ternyata, Ryeowook memang sejak beberapa jam yang lalu ia pingsan. Rumahnya seperti kapal pecah. Yesung langsung berlari. Ia terkejut melihat isi rumah ini penuh dengan kapal pecah. Tiba-tiba, ia melihat foto keluarganya yang pecah. Ia langsung mengambil foto itu.

“Ryeowook.” Panggil Yesung dengan pelan.

Tiba-tiba, ia melihat HPnya Ryeowook. Ada 5 panggilan yang tak terjawab.

“Ryeowook.” Panggilnya lagi.

Kyuhyun langsung mendekat.

“Hyung mesti ke rumah sakit sekarang kalau mau bertemu Ryeowook hyung.” Kata Kyuhyun.

Yesung langsung terdiam. Ia langsung mengangguk.

Di rumah sakit…

Ryeowook masih belum sadar. Taemin dan Yunho masih berdiri.

“Kenapa mereka lama sekali?” Tanya Taemin.

“Nado molla.” Jawab Yunho. Tiba-tiba, Yesung, Kyuhyun, Onew dan Minho datang.

“Keadaannya bagaimana?” Tanya Yesung.

“Masih belum sadar. Badannya lemas.” Jawab Taemin.

Yesung langsung memegang tangan adiknya, Ryeowook.

“Ryeowook, bangunlah. Aku sudah pulang.” Kata Yesung.

Tetapi, Ryeowook tidak merespon juga.

“Ryeowook. Sadarlah.” Kata Yesung sambil memaksa untuk membangunkan Ryeowook. Akhirnya,

Yesung menyerah. Ia langsung bangun dan berjalan menuju keluar dari rumah sakit. Mereka semua heran.

Lalu, bagaimana keadaannya Ryeowook?

Yesung langsung masuk ke dalam mobil. Ia langsung menangis. Ia langsung memukul setir mobilnya.

Flashback

Scene 1

 

“Hyung, semoga hyung baik-baik saja disana. Ini demi orang tua kita, hyung.” Harap Ryeowook kepada Yesung.

“Tenang saja, aku bakal kembali kepadamu. Karena kaulah adikku.” Lalu, Yesung langsung mencium dahinya Ryeowook.

“Aku pergi dulu ya…” kata Yesung.

“Ne.” jawab Ryeowook.

 

End of flashback

Yesung langsung menundukkan kepalanya sambil menangis.

“Ryeowook, kalau kamu tidak ingin melihatku lagi, aku akan kembali ke Jepang.” Kata Yesung.

Flashback

Scene 2

 

“Hyung! Tunggu!” teriak Ryeowook.

Saat ini, sejak 1 tahun yang lalu, Ryeowook dan Yesung berada di pantai.

“Dasar lambat! Cepat!” teriak Yesung.

Ryeowook langsung lari dengan cepat. Mereka akhirnya berlari.

Sesaat kemudian…

 

Scene 3

 

Ryeowook dan Yesung makan di pantai.

“Hyung… tidak terasa kita berada di pantai. Kapan kita pulang?” Tanya Ryeowook.

“Hmm… nado molla. Lihat aja nanti.” Jawab Yesung.

“Hyung… ayo kita makan.” Ajak Ryeowook.

“Sabarlah, aku sedang membuka rantang makan nih.” Sahut Yesung.

Tiba-tiba, di belakang Ryeowook ada ular.

“RYEOWOOK, AWAS!!” teriak Yesung. Ryeowook langsung menoleh ke belakang.

“ULAR!!!” Ryeowook bersembunyi di belakang Yesung.

Yesung langsung mengambil tongkat yang lebih panjang untuk mengusir ular. Akhirnya, ular itu pergi.

Ryeowook langsung duduk di tempat yang semula.

“Gomawo.” Kata Ryeowook.

“Cheonma.” Jawab Yesung.

Mereka langsung melanjutkan makannya.

 

Scene 4

 

Saat dimobil, Yesung sedang menyetel lagunya Super Junior yang berjudul Happiness. Yesung langsung nyanyi sambil menyetir mobilnya.

“Ya. Kamu gak nyanyi?” Tanya Yesung.

Tidak ada jawaban.

“Ryeowook.” Panggil Yesung.

Saat Yesung melihat Ryeowook, rupanya ia tidur. Yesung langsung menoleh ke depan sambil menggeleng kepala.

 

Scene 5

 

Yesung lagi menonton tv. Saat itu, Ryeowook sedang pergi bareng orang tua. Tiba-tiba, ada berita mengenai kecelakaan lalu lintas. Di tv, ada mobilnya orang tuanya Yesung dan Ryeowook. Yesung langsung kaget.

“Mwo? Gak mungkin.”Yesung langsung berdiri.

Orang tuanya tewas, sedangkan Ryeowook masuk ke rumah sakit. Yesung langsung lari.

 

Scene 6

 

Yesung terus berlari dan mencari kamar yang ditempati oleh Ryeowook. Saat dikamarnya Ryeowook, Yesung berhenti.

“Ryeowook.” Panggil Yesung pelan. Di dahinya Ryeowook, diperbani. Dan bagian tubuh lainnya tidak mengalami cedera.

 

Scene 7

 

Hari-hari tanpa Ryeowook, Yesung menangis sambil melihat fotonya keluarganya dan Ryeowook.

“Eomma… Appa.” Panggil Yesung dengan pelan. Ia langsung memeluk foto itu.

 

Scene 7

 

Ryeowook sudah kembali dari rumah sakit. Ia langsung mencari Yesung. Tiba-tiba…

“WELCOME BACK!!” Teriak Yesung. Ryeowook langsung kaget. Ia menangis terharu.

 

End of flashback

Yesung masih menangis karena mengingat sejak dulu. Ia langsung pergi ke pemakaman orang tuanya.

Di pemakaman…

Yesung langsung berjalan perlahan menuju pemakaman orang tuanya. Ia langsung berjongkok.

“Eomma… appa… hidup aku bermasalah. Aku… aku sudah tidak tahu harus berbuat apa. Eomma… appa… kenapa kalian ingin mati? Padahal, aku inginnya kalian hidup.” Katanya sambil menangis. Ia langsung tertunduk di atas pemakaman orang tuanya.

“Eomma… eomma adalah ibu yang aku cintai. Selama ini, aku berusaha mencari uang supaya kita bisa hidup, tetapi tanpa ibu, aku tidak tahu harus berbuat apa.” Sambil menangis, Yesung langsung menyerahkan bunga untuk Ibunya.

“Dan appa… appa… aku tidak tahu harus berbuat apa. Aku sangat kesal sama appa karena sifat appa selalu keras. Appa telah melukai perasaannya Ryeowook. Aku sangat benci dengan semua ini. Appa, aku harap appa bisa ada di surga.” Yesung langsung menyerahkan bunga untuk Ayahnya.

Flashback

Scene 8

 

Ibu sedang memasak makanan buat makan malam bersama Yesung, Ryeowook, beserta Ayahnya. Saat Ibunya datang, mereka langsung berkata,

“KAMI SIAP MAKAN!” seru semuanya.

Ibunya langsung tersenyum.

 

Scene 9

 

Ibunya sedang memberikan sisa uang itu kepada Yesung.

“Yesung, ini uang untuk kamu tinggal sendirian disini. Jagalah kesehatanmu ya, Nak.” Kata Ibu.

Yesung langsung mengangguk.

 

End of flashback.

Yesung langsung menatap kesedihan dengan pemakaman orang tua. Ia langsung berdiri.

“Eomma… appa… aku pergi dulu ya.” Kata Yesung.

Ia langsung berjalan menelusuri pemakaman.

Ryeowook akhirnya sadar dari pingsannya. Ia melihat ada Kyuhyun, Onew, Minho, Taemin, dan Yunho. Tetapi, ia merasa sangat heran.

“Dimana Yesung hyung?” Tanya Ryeowook.

Mereka hanya diam.

“Dimana dia?” Ryeowook malah menangis.

“Mianhae, hyung. Yesung hyung pergi tanpa pamit. Kita sekarang tidak tahu dimana dia.” Jawab Kyuhyun.

Ryeowook langsung terduduk.

“Aku harus mencarinya.” Ryeowook langsung turun dari tempatnya, tetapi dicegah oleh Yunho.

“Ryeowook! Apakah kamu gila? Kamu bisa hilang kalau kamu pergi sendirian!” seru Yunho.

“Tapi aku harus mencarinya. Tolong izinkanlah aku untuk mencarinya.” Mohon Ryeowook.

“Sudahlah hyung, biarkanlah dia pergi.” Kata Onew.

“Iya hyung, Ryeowook hyung itu kan kakaknya Yesung hyung.” Kata Minho.

Yunho langsung terdiam.

“Baiklah, kau boleh pergi sekarang.” Yunho mempersilakan Ryeowook untuk pergi.

Ryeowook langsung lari.

“HYUNG! HYUNG DIMANA?!” teriak Ryeowook.

Saat itu, Ryeowook berada di jalanan. Ia berusaha mencari Yesung, kakaknya.

“Hyung!! Jawablah!!” teriak Ryeowook lagi.

“Apakah dia ada di pemakaman orang tua?” Tanya Ryeowook.

Ia langsung lari menuju pemakaman.

Ryeowook sekarang berada di pemakaman untuk mencari Yesung. Ia mencari di bagian kiri, tapi tidak ada, di kanan, tapi tidak ada, di lurusnya, tidak ada juga. Ryeowook merasa sangat sedih. Ia langsung duduk sambil menangis.

“Hyung. Hyung dimana? Hyung.” Kata Ryeowook.

Ia langsung tertunduk kepala.

Beberapa saat kemudian…

Ryeowook masih tertunduk kepala sambil menangis. Tiba-tiba, Yesung berdiri di depan Ryeowook.

“Kamu sedang mencari saya?” Tanya Yesung.

“Ne.” jawab Ryeowook singkat.

Ia langsung mengangkat kepalanya. Yesung sedang menatap sedih.

“HYUNG!!” Ryeowook langsung memeluk Yesung.

“Mianhae, hyung.” Ryeowook langsung menangis.

“Ya. Jangan cengeng.” Jawab Yesung.

Ryeowook langsung menghapus air matanya.

“Aku memang ada disini, tapi dilurusnya. Aku ke sana mau bertemu orang tuaku.” Kata Yesung.

“Jadi, hyung ada disana?” Tanya Ryeowook kaget.

“Ne.” jawab Yesung singkat.

“Hyung, mianhae. Aku yang mengobrak-abrik barang kita di rumah. Aku lagi depresi berat akibat hyung.” Kata Ryeowook.

Yesung langsung mengelus rambutnya.

“Aku tahu. Dan kau gak pernah mendengar aku saat kamu ada di rumah sakit.” Kata Yesung.

“Hyung, jadi ke Jepang akibat dipaksa sama gadis Jepang itu?” Tanya Ryeowook.

“Ne, bukan urusan perusahaan aku.” Jawab Ryeowook.

Tiba-tiba, mereka tertawa bersama.

“Hyung, saranghaeyo, hyung.” Ucap Ryeowook.

“Do saranghaeyo. Karena kita berdua kakak-adik yang ditinggal oleh orang tua.” Yesung langsung memeluk adiknya.

“Hyung, aku mau makan.” Pinta Ryeowook.

“Dasar kau! Pikiranmu makan aja. Makanya, kalau dari kecil itu gemuk sedikit. Jangan kurus begini.” Yesung langsung memukul kepalanya Ryeowook.

“Aish… sakit, hyung.” Sebel Ryeowook.

“Mianhae… ya sudah, ayo makan.” Ajak Yesung.

Mereka langsung berjalan untuk mencari makan.

The end

  1. Maaf jika ada bakor ( bahasa korea ) yang salah, apalagi Jepang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s