[Korean Fan FIction] [Songfic] This Time (oneshoot)


Annyeong ini fanfic pertama saya setelah menjadi author di sini.

Mian kalo hasilnya gaje dan tidak memuaskan

Saya akan berusaha lebih baik lagi😀

enjoy this fanfic🙂

Title                : This time

Author           : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating            : PG 13/straight/songfic

Genre             : Romance,Life,angst

Cast                 :  Super Junior  –  Lee Donghae

Kim Yoonmi

Other Cast      : Choi Siwon

Disclaimer      :  I only own this story. The song are belong to wonder girls-this time. Lee Donghae and Choi Siwon are belong to SM Entertaiment and their parents. I don’t make money from this fanfic. Please don’t sue me.

 

I will never do something like love again
there was a time that I pledged these words
the memories of being cast aside,
my faith and trust crumbling down
I erased the pain in my solace.

Author pov

“ Saranghae,Yoonmi..Would you be my girl?”

Yoonmi hanya berdiri mematung melihat namja yang ada di depannya. Tatapan matanya kosong,seakan kata-kata yang dilontarkan namja itu terlalu sulit untuk dimengerti.

“ Yoonmi-ah,aku bisa menunggu kalau kau tidak ingin menjawabku sekarang.”

“ Mianhaeyo,aku tidak bisa menerimamu.”

Akhirnya kata-kata penolakan itu melucur keluar dari mulut Yoonmi. Tanpa ada rasa bersalah sedikitpun dari wajahnya. Yoonmi hanya menatap namja itu dingin,seolah kata yang ia keluarkan tadi hanyalah sebuah kata biasa, tidak bermakna. Ia belum sadar bahwa kata-katanya itu telah menghancurkan hati sekian banyak namja.

“ Waeyo,Yoonmi-ahh? Kau sudah mengenalku lama dan aku selama ini selalu baik padamu. Apa kau belum percaya padaku?” namja itu memegang lengan Yoonmi menahan agar yeoja itu tidak pergi. Ia tidak tahu kalau usahanya itu akan sia-sia.

“ Aku selama ini hanya menganggapmu teman,tidak lebih,jadi aku harap kau pun berpikiran sama.” Yoonmi menepis tangan namja itu dengan kasar. Ia segera melangkah pergi dari koridor sekolah yang terlihat sepi.

Namja yang telah ditolaknya itu hanya bisa melihat kepergian Yoonmi dengan hati yang hancur. Ternyata selama ini cintanya untuk Yoonmi berakhir dengan kisah menyedihkan. Yoonmi masih belum bisa membuka hatinya untuk satu orang namja pun,semua namja yang mendekatinya,ditanggapi Yoonmi dengan lampu hijau,itulah yang membuat namja-namja itu tidak menyerah untuk terus mendekati Yoonmi. Tapi setelah mereka menyatakan perasaannya pada Yoonmi,Yoonmi yang periang,baik hati dan lembut,akan berubah menjadi Yoonmi yang dingin,pendiam,

dan pemarah.

Hubungannya dengan namja-namja itu pun merenggang dan akhirnya mereka seperti dua orang yang tidak saling mengenal. Yoonmi terus menutup hatinya,bahkan untuk berteman dengan namja yang telah menyatakan cinta padanya,ia tidak mau. Semuanya dijauhi oleh Yoonmi,membuat para namja itu menyesal telah menyatakan perasannya.

End of the pov

Yoonmi Pov

Satu lagi namja yang kuhancurkan hatinya. Mungkin dia akan membenciku,

tapi aku tidak peduli. Aku merasa hubungan pertemanan itu jauh lebih baik daripada terikat suatu hubungan khusus. Tidak ada gunanya,senang sesaat lalu kau akan sakit hati jika putus dengannya.

Aku tidak mau menjadi yeoja yang menyedihkan. Menangis meraung-raung

hanya karena putus dari kekasih. Kata cinta sudah aku hapus dari kamus hidupku. Aku tidak ingin jatuh cinta lagi,tidak akan pernah ingin mengalami hal yang sama

untuk yang kedua kalinya dalam hidupku.

Memang aku egois jika berpikiran seperti itu. Namun tidak ada satu orang pun yang tahu bagaimana rasanya menjadi diriku. Diangkat ke atas awan lalu dijatuhkan begitu saja. Rasanya sudah cukup aku membuka hatiku untuk seorang namja. Semua orang selalu berkata, belum tentu semua namja begitu. Tapi untukku

mereka sama saja.

Sang Heartbreaker

Seseorang yang dengan manisnya masuk ke hidupmu,lalu dengan mudahnya ia menghancurkan hatimu,bahkan mungkin hidupmu. Untukku cukup sekali aku merasa diperlakukan seperti itu,tidak ada kata-kata kesempatan kedua. Lagipula untuk apa ada namja di hidupku. AKu bahagia mempunyai teman-teman yang baik. Aku rasa tidak perlu ada kekasihpun aku akan baik-baik saja.

Aku juga dibilang jahat karena aku tidak mau berteman bahkan terkesan menjauhi namja yang pernah menyatakan perasaannya padaku. Aku hanya ingin tidak ada namja lagi yang menyatakan perasaannya padaku lalu memintaku menjadi kekasihnya. Sudah cukup banyak namja yang aku patahkan hatinya. Aku tidak mau semakin banyak orang yang membenciku. Tetapi mereka tidak pernah mengerti dengan keputusanku.

***

 

But on the day when I first saw you
I gathered my courage again
Because whenever I lean on your shoulder, I am comfortable
I want to stay with you just like this babe

Yoonmi pov

            Aku berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke tempat favoritku. Tidak ada satu orang pun temanku atau keluargaku yang tahu tempat ini. Aku tidak sengaja menemukan tempat ini waktu ke rumah halmoni dulu. Tapi halmoniku sudah meninggal setahun yang lalu,jadi aku sudah jarang pergi ke tempat ini. Di tempat

inilah aku bisa menemukan ketenanganku.

Akhirnya aku sampai di sebuah padang rumput. Memang sekilas tidak ada yang menarik dari tempat ini. Tidak ada bunga-bunga indah yang menghiasi padang rumput ini. Hanya hamparan rumput luas tidak bertepi,rumputnya sangat lembut. Aku suka tiduran sambil memandang langit dari sini.

Aku segera pergi ke rempat favoritku,yaitu di bawah pohon. Satu-satunya pohon yang tumbuh di tengah-tengah padang rumput ini. Aku duduk di sana,menyendiri dari segelintir masalah kehidupan yang terasa semakin mencekik.

Aku tidak mempunyai banyak teman. Hampir semua namja yang sudah menyatakan cinta padaku,beralih menghinaku dengan sebutan”sok jual mahal”,”sok cantik,”terlalu pemilih”,dan sebagainya. Aku sudah berusaha menulikan telingaku akan semua hinaan dan cacian itu,tapi semakin aku menutupnya,semakin banyak mereka berusaha menyakitiku.

Sedangkan para yeoja membenciku kebanyakan karena iri,namja yang mereka idolakan ternyata suka padaku dan begitu mudahnya aku menyia-nyiakan semua namja itu. Memang ini semua sudah jalan takdirku yang tidak bisa diubah.

Kenapa? Kenapa ini harus terjadi padaku? Kenapa namja yang aku cintai dengan seluruh hidupku harus seperti itu? Kenapa aku mencintainya? Semua kenangan buruk itu berputar di kepalaku,bagaikan sebuah memori yang terekam dan sekarang sedang berputar dengan cepat diotakku.

Tanpa terasa air mataku mengalir. Ohh tidak,aku tidak boleh menangisinya lagi. Sudah cukup ia membuatku menderita,ia tidak pantas mendapatkan tangisan dariku. Ia tidak pantas,ia tidak layak untukku.

“ Kalau kau ingin menangis,aku bersedia meminjamkan bahuku untukmu.”

Aku mendongakkan kepalaku,aku melihat seorang namja berdiri di hadapanku saat ini. Entah mengapa melihatnya membuatku merasa nyaman. Aku tidak boleh terpesona dengannya,aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak mencintai siapapun lagi selamanya.

“ Nuguya?” Aku bertanya dengan nada ketus. Aku dapat melihatnya menunjukkan sekspresi terkejut.

“ Lee Donghae imnida..” namja itu mengulurkan tangannya padaku. Aku tidak menyambut uluran tangannya. Aku malas berurusan dengan pria mana pun lagi saat ini. Sudah cukup aku menderita.

“ Yaa! Kau itu tidak sopan..” dia duduk di sebelahku. Cih,apa peduliku? Namja aneh,kalau dia datang hanya untuk menggangguku,lebih baik dia pergi saja.

“ Apa maumu? Dengar ya,aku sedang sedih jadi aku tidak ingin ada gangguan.”

“ Aku tahu kau sedih,menangislah di pundakku.”

“ Aniya..”

“ Menangis membuatmu merasa lebih lega,cobalah..aku akan menemanimu menangis di sini.”

“ Lalu kau akan tertawa melihat ekspresi menangisku yang jelek? Hah! Tidak akan pernah.”

“ Kenapa kau selalu berpikiran jelek padaku? Aku bermkasud baik.”

Tanpa aku sadari aku sudah bersandar di bahunya. Walaupun hatiku mati-matian menolaknya,tapi organ-organ tubuhku bekerja di luar keinginanku. Aku sudah menangis di bahunya. Membuat jaket yang di pakai namja ini basah oleh air mataku. Aku berusaha menghentikan tangisanku namun,emakin aku berusaha menghentikannya semakin banyak pula air mataku yang keluar.

“ Sudah puas?” namaja itu bertanya padaku ketika aku sudah selesai dengan acara tangis-tangisan yang memalukan ini.

“ Ne,ghamsahamnida,errr…” asihhh aku lupa siapa nama namja ini tadi.

“ Lee Donghae imnida…” namja itu meperkenalkan diri padaku lagi. Dan kali ini aku menyambut uluran tangannya.

“ Kim Yoonmi imnida. Ghamsahamnida Donghae-ssi.”

“ Chaeonmaneyo,aku yakin kau sudah merasa lebih baik,bukankah begitu?”

“ Ne,kau benar,aku merasa sedikit lega. Mungkin karena sudah hampir 1 tahun aku tidak pernah menangis lagi,terakhir aku menangis waktu halmoniku meninggal.”

“ Terkadang menangis membawa sisi positif,tetap terlalu sering menangis juga tidak baik bagimu.Kau akan terlihat lemah.”

“ Hahahahha,aku bukan yeoja yang gampang menitikkan air mata.”

End of the pov

***

This time things will be different my love
It will be okay for me to trust you
I pray that the feelings that you have for me
will never change
I love you baby and I need you baby
Without you I live in continuing days of solace and sorrow
Don’t ever change
My all, I will be the same

Donghae pov

Aku tidak tahu mengapa aku tiba-tiba jadi peduli padanya. Hey bahkan aku tidak mengenalnya. Aku baru pernah melihat wajahnya di sana. Di sana.. di tempat dfavoritku.Entah mengapa hatiku diselimuti getaran aneh saat dia menangis di bahuku. Aku merasa iba melihat sorot matanya yang menandakan kesedihan.

Wajahnya yang seperti menahan beban berat membuatku merasa aku harus membantunya. Aku ingin sekali meringankan beban yang berada di dirinya. Entah keyakinan dari mana,tapi aku tahu,aku bisa menghilangkan sedikit demi sedikit beban itu.

Mungkin memang ia mengatakan kalau ia tidak membutuhkanku,tapi aku tahu jauh di dalam hatinya,ia membutuhkan seseorang yang bisa membuatnya tersenyum kembali. Dan aku harap aku adalah orangnya.
End of the pov

Yoonmi pov

Flashback

            “ Aku juga mencintaimu..”

          Ketika dia mengatakan aku juga mencintaimu. Aku merasa ini adalah jawaban dari penantianku selama ini. Mungkinkah kata-katanya itu ambigu? Ataukah hanya aku yang terlalu tidak percaya bahwa dia orang yang selama ini aku cintai juga mencintaiku?

          “Tapi aku tidak bisa menjadi namjachingumu.”aku cukup heran dengan kata-katanya. Tetapi aku pun hanya menurut saja. Kenyataan bahwa ia juga mencintaiku,sudah cukup untukku.

 

          “Aku ingin kau memotong rambut panjangmu menjadi sebahu. Aku rasa potongan rambut itu cocok untukmu.”

          Aku menuruti setiap permintaannya.Bagaikan tersihir,akupun memotong rambut indahku menjadi pendek sebahu karena permintaannya. Tetapi setiap kali aku sudah selesai melakukan apa yang dia suruh. Dia selalu tidak pernah puas dengan hasilnya.

         

          “ Yoonmi-ah,aku tidak bisa menemanimu ke toko buku nanti. Aku harus menemani omma ke dokter.”

          Aku pun hanya mengangguk dan tersenyum.Entah kenapa hatiku mengatakan ada yang tidak beres,ada yang disembunyikan olehnya,tapi aku tidak tahu apakah ini hanya perasaanku saja ataukah akan terjadi sesuatu?

 

          Dia tidak pernah mencintaiku!! Aku menyesal membuang waktuku hanya untuk mencintainya dan memenuhi semua keinginannya. Aku memang benar-benar bodoh. Sehingga dengan mudahnya ia bisa mempermainkan aku,ia pikir aku hanyalah sebuah mainan yang bisa dimainkan jika ia menginginkannya,jika aku sudah tidak berguna baginya,ia akan membuangku seperti sekarang.

Dia tidak ke dokter seperti yang ia katakan padaku,aku melihatnya di sini,di café ini,ia dan yeoja itu,entah siapa,sedang bermesraan. Aku menyesal,aku tidak bisa protes,aku tidak bisa menuntut,karena aku bukan siapa-siapanya,aku bukan yeojachingunya. Jelaslah sudah,jawabannya kini ada di depan mataku,kenapa ia tidak ingin menjadi namjachinguku,ia hanya ingin mempermainkan hatiku.

         

End of flashback

 

Berat.. Melupakannya adalah hal terberat bagiku saat ini,entah mengapa setelah hampir setahun setelah kejadian itu. Aku masih belum bisa menghapus semua memori itu. Aku ingin menguburnya menjadi bagian masa laluku yang kelam,tapi aku tidak tahu bagaimana cara untuk menguburnya. Aku berusaha berlari dari semua serpihan kenangan yang menusuk itu.

Kuakui dia adalah namja pertama yang bisa memasuki hatiku. Choi Siwon,dengan segala pesonanya,mampu membuatku bertekuk lutut di hadapannya.

Aku selalu berharap dia mempunyai perasaan yang sama untukku. Harapanku terkabul,tetapi hanya dalam mimpiku saja. Kenyataan memang begitu jahat,ia sama sekali tidak mencintaiku.

Sejak saat itu,aku menutup hatiku dari semua namja yang berusaha mendekatiku. Tetapi kemarin,ada seseorang,yang bahkan aku baru saja mengenalnya,mampu mencairkan hatiku yang sempat beku. Aku tidak tahu apakah

aku menyukainya atau tidak,tapi yang jelas aku nyaman berada di dekatnya.

Aku juga tidak mengerti,mengapa kemarin begitu mudahnya aku menumpahkan air mata di bahunya.Hal yang bahkan jarang aku lakukan. Menangis.

Tapi aku malah menangis di hadapannya,menghancurkan semua pertahananku yang

aku bentuk untuk menjaga hatiku. Menjaga agar aku tidak pernah jatuh cinta lagi.

End of the pov

         

Though I trust you and have no suspicions
I get nervous when you are not here.
When a dark night passes
and the sun shines again in the sky,
if I do not see you here, I may cry again.
In the days where I passed you by
casually passing you just like other guys,
I pray that those days will not be painful memories
Hold me closer baby just like this

Donghae Pov

“ Pertemuan kedua aku harap lebih baik dari pertemuan pertama.” Aku berdiri di samping Yoonmi. Aku melihat yeoja ini kembali duduk di tempat yang sama. Saat pertama kali aku bertemu dengannya. Tetapi kali ini wajahnya sudah tidak sedih lagi. Aku lega melihatnya,sama seperti aku lega saat melihat ia berada di sini lagi. Setiap hari pada jam yang sama aku selalu ke sini,berharap menemukan sosoknya lagi.

“ Yaa! Kenapa setiap kali aku bertemu denganmu,kau selalu muncul tiba-tiba? Aku curiga jangan-jangan kau hantu yang menghuni padang rumput ini ya?”

“ Hahahhahaha,pikiranmu sempit sekali,mana ada hantu setampan diriku. Lagipula mana ada hantu muncul sore-sore begini?”

“ Ada,buktinya yang berdiri di depanku ini adalah hantu yang menyamar menjadi manusia.”

“ Aishh,kau ini aku sudah berbaik hati menemanimu di sini kau tahu..Tapi kau malah menuduhku yang aneh-aneh.”

“ Tapi yang aku katakan itu benar..”

“ Yang benar itu,kau yang hantu..”

“ Mwo??”

“ Kau tahu tampangmu saat menangis kemarin itu parah sekali.. Wajahmu pucat lebih pucat daripada kapas mungkin,yang ada kau yang akan dikira hantu nanti.”

“ Ohh ya? Tuh kan,aku menyesal sudah menangis di depanmu kemarin. Buktinya sekarang kau menghina wajahku yang cantik ini. Huh!!”

Aku hanya tersenyum melihat Yoonmi memalingkan wajahnya dariku. Wajahnya semakin cantik,jika ia sedang marah. Hahaha,wait… apa ini tandanya ku sudah mulai menyukainya?

“ Tapi aku tidak menyesal pernah menampung air matamu di bahuku. AKu berharap kau selalu tersenyum..Entahlah tapi melihatmu menangis,membuatku ikut sakit..”

Yoonmi menoleh padaku,ekspresi wajahnya terkejut. Aku tahu apa yang aku katakan barusan terdengan seperti rayuan murahan. Tapi aku jujur,kata-kata itu terlontar begitu saja dari bibirku.

“ Sayang sekali tapi aku tidak percaya padamu..”

“ Sejak pertama kali aku melihatmu,aku yakin kau ditakdirkan untukku.”

End of the pov

Yoonmi pov  

“ Sejak pertama kali aku melihatmu,aku yakin kau ditakdirkan untukku.”

Deg!

Apakah ini termasuk pernyataan cinta? Seharusnya aku menolakknya kan? Apalagi dia baru saja kukenal,tapi kenapa bibirku terasa kaku? Tidak ada satu katapun yang berhasil terlontar dari bibirku.. Apa ini artinya aku juga menyukainya?

“ Tapi sayang sekali sepertinya perkataanmu salah,Mr.Lee,aku sama sekali bukan takdirmu.” Akhirnya kata-kata itu meluncur mulus dari bibirku. Hatiku sakit dengan penolakan yang kulakukan,tapi aku tetap harus memegang teguh prinsipku.

Aku tidak mau disakiti lagi. Tidak untuk yang kedua kalinya.. Aku tidak bisa percaya pada namja lagi. Tidak seorang namja pun.

“ Aku akan membuktikannya padamu..Temui aku pada hari yang sama dan jam yang sama.. Minggu depan. Aku akan menunggumu dan aku akan buktikan kaulah takdirku.”

Aku mengambil tasku lalu melangkah pergi meninggalkannya. Apakah benar dia takdirku?

 

End of the pov

Author pov

            Sejak pertemuan terakhirnya dengan Donghae,Yoonmi memutuskan untuk tidak pernah memikirkan namja itu lagi. Prinsip hidupnya lebih penting. Keegoisannya mengalahkan semuanya. Ia tidak bisa lagi percaya pada seorang namja pun.

Tetapi tidak dapat dipungkiri,ia penasaran dengan pembuktian yang akan dilakukan Donghae. Apa yang akan dilakukan namja itu untuk meluluhkan hatinya?

Maukah Donghae berjanji untuk tidak menyakitinya? Bisakah ia percaya? Bisakah ia menyerahkan hatinya untuk seseorang lagi?

Hari ini..

Hari yang dijanjikan oleh Donghae. Namja itu akan datang dan membuktikan kalau Yoonmi adalah takdirnya. Yoonmi berusaha mati-matian meyakinkan hatinya,ia melangkahkan kakinya menuju padang rumput itu. Terbesit perasaan ragu, apakah Donghae akan datang?

Yoonmi duduk di tempat favoritnya. Masih ada waktu 30 menit lagi,sebelum waktu yang dijanjikan. Yoonmi duduk melamun sendirian. Ia pun bingung kalau memang Donghae adalah takdirnya? Apakah ia akan melepasnya atau membiarkan Donghae mengambil kunci hatinya?

30 menit

1 jam

2 jam

Yoonmi sudah hampir kehilangan kepercayaannya. Donghae tidak datang.. Yoonmi merasa dipermainkan lagi. Tetapi hatinya mengatakan kalau Donghae berada tidak jauh darinya. Tapi di mana? Kenapa namja itu tidak menunjukkan batang hidungnya? Mana janjinya?

Langit sore yang kemerah-merahan pun berganti dengan langit malam yang kelam tanpa bintang. Sekelam hati Yoonmi saat ini. Dipermainkan lagi oleh seorang namja. Sakit hatinya memuncak,sesak di dadanya serasa akan membunuhnya. Yoonmi mengambil tasnya kemudia berlari menembus gelapnya malam. Berharap semua itu hanyalah mimpi belaka.

***

You are my one and last hope
If I live in a world without you
It will be a darkness too harsh.
Please know my feelings of expectation
My love
           

Yoonmi pov

 

            Aku tidak percaya kemarin aku bisa sampai di rumah dengan selamat. Padahal jarak dari rumah halmoni ke rumahku cukup jauh. Bahkan kemarin aku pulang dengan berlari,memang rasa sakit di hatiku mengalahkan rasa sakit di fisikku.

Sudahlah cukup,aku dipermainkan lagi. Aku menyesal percaya pada kata-katanya.

Mulutnya terlalu manis dan dengan bodohnya sekali lagi aku terbuai oleh kata-kata sang heartbreaker. Mulai detik ini aku tidak akan percaya lagi. Tidak akan lagi. Aku saja sudah sangat bodoh untuk jautuh ke lubang yang sama.

Aku melangkahkan kakiku ke padang rumput ini. Sebenarnya aku sudah tidak ingin pergi ke sini lagi. Tapi hanya di sinilah aku mendapat ketenangan,mungkin setelah aku menemukan tempat baru. Tempat ini akan segera kulupakan. Dan kenangan tentang Donghae akan segera mengilang.

“ Aku sudah tahu kalau aku juga menganggapku adalah takdirmu.” Aku menoleh dan melihat namja itu. Dengan polosnya tersenyum padaku. Cih aku tidak sudi melihat wajahnya,wajah tanpa dosanya membuatku muak.

“ Berani sekali kau menunjukkan wajahmu di hadapanku setelah kemarin kau menginkari janjimu.”

“ Aku datang kemarin dan aku melihatmu menungguku sampai malam. Apa itu tidak membuktikan kalau kau juga mencintaiku?”

“ Jadi kau mempermainkanku? Kau mau mengetesku apakah aku benar-benar mencintaimu atau tidak?” Emosiku meluap,jadi dia mau mengujiku?

“ Aku tidak bermaksud begitu Yoonmi-ahh..” Aku melihat ada sedikit raut sesal di wajahnya.

“ Lalu apa maksudmu? Hah?”

“ Aku hanya ingin membuatmu sadar,kalau kau juga mencintaiku sama seperti aku mencintaimu. Untuk apa kau menungguku sampai semalam itu dan untuk apa kau menangis dan bahkan kau berlari pulang ke rumahmu..”

“ Jadi kau mengikutiku?”

“ Yoonmi,aku tidak mau sesuatu yang buru terjadi padamu,aku mengikutimu sampai ke rumah..”

“ Kalau aku bilang,aku belum yakin kalau kau adalah takdirku. Bagaimana?”Aku menantangnya,aku ingin tahu apakah ia benar-benar tulus ataukah hanya bermain.

“ Kau ingin aku melakukan apa?”

“ Kau tahu di ujung padang rumput ini ada sebuah jurang,melompatlah ke sana kalau kau benar-benar mencintaiku.”

Aku menangkap ekspresi terkejut di wajahnya.

 

End of the pov

Donghae pov

Aku terkejut mendengar permintaannya. Tapi aku memang mencintainya dan ku akui aku bersalah karena telah mempermainkannya kemarin. Aku pun mengangguk mengiyakan permintaannya.

Aku dan dia berjalan menuju jurang itu,aku hanya berdiam diri. Benarkanh ini yang dia ingin aku lakukan agar ia yakin dengan cintaku?

Ia berhenti tepat 10 meter dari jurang itu. Aku menatapnya,aia memabalas tatapanku dengan ekspresi sulit dijelaskan. Aku melangkah mendekati jurang itu. Apapun yang terjadi nanti itu urusan belakangan. Aku ingin dia yakin bahwa aku mencintainya dengan tulus.

Aku berdiri di mulut jurang ini bersiap untuk melompat. Aku ingin kau tahu Yoonmi,kau benar-benar mencintaiku. Saat aku hendak melompat,bisa ku rasakan ada seseorang yang memelukku. Aku merasakan bajuku basah oleh air mata.Aku berbalik dan memeluk Yoonmi yang sedang menangis.Dengan perlahan aku membawanya dari pinggir jurang itu.

“ Waeyo,Yoonmi-ah?”

“ Gomawo..”

“ Untuk apa?”

“ Karena kau benar-benar mencintaiku..”

“ Aku senang akhirnya kau sadar kalau aku adalah takdirmu.”

***Fin***

5 responses to “[Korean Fan FIction] [Songfic] This Time (oneshoot)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s