[Korea Fan Fiction] Barbie Girl part 5 (Last Part)- Jessica, Seohyun SNSD, Jaejoong JYJ DB5K, Yonghwa C.N.Blue

Yang baru maen ke blog ini dan ketinggalan part 1, part 2, dan part 3-nya, silahkan…..

 Klik disini untuk melihat index dan memilih part yang akan dibaca

Author : ANGELAFT RACTA

Genre: Romance, Friendship

Casts: Jessica (SNSD), Seohyun (SNSD), Kim Jaejoong (JYJ/DB5K/DBSK/TVXQ/Tohoshinki), Jung Yonghwa (C.N.Blue)

———————————————————————————————————

“Seohyun!!!! SEOHYUN!!!”

Argh, baru aja menikmati tenangnya kamar di lantai 2, eomma sudah berteriak-teriak memanggilku dari bawah.Eomma, apa kau tidak mengerti bahwa hari ini aku ingin benar-benar beristirahat? Akhir-akhir ini aku selalu disibukkandengan urusan bazar,karenanya aku sering pulang larut (untung Jaejoong bersedia mengantarku sampai rumah jika aku terpaksa menghabiskan waktu malam lebih lama di kampus). Aku kan sudah lama tidak bercengkrama dengan kamarku tercinta yang akhir-akhir ini aku datangi cuma buat tidur doank.

Ne….” Jawabku ogah-ogahan.

“Seohyun, ada noe ye chingu (temanmu)! Dibawah!”

Kubuka tirai jendela kamarku untuk melihat siapa yang datang. Dari sini aku memang bisa langsung melihat pekarangan rumahku. Aku tidak bisa melihat sosok yang datang, tetapi dari atas sini aku bisa melihat mobil honda jazz PINK! Jangan-jangan…..

Dengan sedikit berlari, aku turun ke lantai 1. Hampir saja terpeleset di tangga, namun pada akhirnya aku selamat tiba dibawah dan berada tepat didepan sosok yang kata eomma-ku adalah temanku. (author: buset deh, kalimat ini nggak kalah ribet) “Barbie?”

“Seohyuun… hiks hiks.. Ssica kangen Seohyun. Maafin Ssica ya.. hiks hiks…” Jessica menghambur ke pelukanku. Jessica dengan rambut bergelombang super centil dengan gaya bicara sok imut, oh ya nggak lupa juga pernak-pernih super noraknya itu.

“Barbie! Waw! Akhirnya kau kembali juga. Kemana aja sih selama ini?”

Miyanhaeyo (maaf). Boggosippeoseoyo (aku kangen). Hiks”

“Duh duh, iya honey, gwenchanayo… (tidak apa-apa). Cup cup cup.”

Jessica melepas pelukannya kemudian dengan gerakan super hebohnya berusaha mencari tisu di tas kecil berwarna pelanginya. “Ssica kangen banget sama Seohyun. Kangen waktu kita bermain bersama. Kangen Yonghwa juga.”

Yonghwa… hhhh…

“Seohyun? Kenapa? Apa Ssica salah?”

“Sekarang jangan dulu bahas Yonghwa ya.”

**********

Kembali normal? Sepertinya begitu. Lagi-lagi kehidupanku sebagai naga penjaga tuan puteri di menara kembali lagi. Menjadi naga? Soal mudah! Yang aku tidak bisa hanya mengeluarin api dari hidung aja (sepetinya aku harus belajar dahulu dari badut tukang sirkus di pasar malam :D). Cowok-cowok burung itu kembali berkicau dan Jessica semakin kualahan dibuatnya. Kayaknya dicuekin Jessica beberapa hari kemaren bikin mereka balas dendam sekarang.

“Seohyun!” seseorang memanggilku dari jauh. Urgh, kenapa sekarang aku jadi begitu familliar dengan suara ini.

Anyyeong haseyo Jaejoong!”

Anyyeong haseyo. Eh…” Jaejoong menatap sebentar kearah Ssica yang ada di sebelahku. “Anyyeong haseyo Jessica.”

Muka Jessica langsung berubah jadi merah banget kayak kepiting rebus. Kepiting rebus atau lobster rebus ya? Mana sih yang lebih merah? Kepiting rebus atau lobster rebus? Tapi kayaknya enakan lobster rebus deh. Ah, yang kayak gitu aja dipusingin, pokoknya HIDUP LOBSTER REBUS! (Apa sih ini?)

“Barbie, aku duluan ya!” Aku langsung kabur ninggalin Jessica sama Jaejoong. Seohyun, kau mesti ingat kalau Jessica suka sama Jaejoong! Itu berarti kau harus menjauh dari Jaejoong jangan sampai Jessica salah paham lagi. Tapi kenapa ya aku merasa sedikit sedih? Oh, mungkin aku sedih karena aku sudah terbiasa ada di dekat Jaejoong akhir-akhir. Aneh kan kalau harus ngejauhin dia sekarang pas kita lagi deket-deketnya.

Jaejoong… Yonghwa… Seenggaknya masalah sama Jessica udah selesai, lumayan ngurangin beban. Jaejoong… Yonghwa.. Jaejoong… Yonghwa… Lho, kenapa aku mesti memikirkan Jaejoong sih?! Atau jangan-jangan aku………

“Seohyun! Jahat banget sih ninggalin Ssica sendirian. Capek tau ngejarnya! Hosh..hosh..” Hah? Sejak kapan nih nyonya satu ini sampai di tempatku?

“Barbie! Terus Jaejoong mana?”

Mollayo (Nggak tau) pas Seohyun pergi, Jaejoong juga pergi tapi nggak tau pergi kemana.” Seperti biasa, dengan gaya super ribetnya Jessica nyari tisu di tasnya. Hallah, dia kan lari cuma bentar masa keringetan sih? “Eh Seohyun, Yonghwa tuh!”

Ternyata Jessica nggak boong. Yonghwa memang lagi jalan kearahku. Masih belum menjadi Yonghwa yang kukenal sepertinya. Mukanya datar tanpa senyuman, kusut, matanya bengkak. Yonghwa yang kacau. Jessica melontarkan ucapan selamat pagi pada Yonghwa, dan Yonghwa membalasnya. Tapi aku tidak bisa. Bibirku kelu seperti tertahan oleh sesuatu. Aku tidak mengucapkan selamat pagi atau apapun hanya menatap kearah mata Yonghwa yang seperti kurang tidur itu. Yonghwa-pun membalas tatapan mataku menatapku dengan mata sayunya, entah apa artinya.

“Seohyun? Yonghwa?”

Suara Barbie-lah yang akhirnya memutuskan kontak mata kami. Yonghwa-pun berlalu tanpa ngomong apa-apa lagi. Apakah aku dan Yonghwa memang sudah berakhir?

**********

Keeseokan harinya saat seharusnya Ssica memiliki jam kuliah (aku hafal jam kuliah Ssica dan Yonghwa) mobil PINK super norak belum juga muncul, awalnya kupikir Jessica lagi sakit atau kenapaaa gitu. Sampai jam istirahat siang masih belum ada kabar dari Jessica, tidak lama kemudian ada telpon masuk ke HP-ku. Dari Jessica!

“Barbie?”

“Seohyun, Ssica nggak kuliah hari ini. Seohyun nggak pa-pa sendirian?”

“Kenapa honey, kau sakit?”

“Ng..Ng.. Nggak sih. Jessica mau ke salon. Udah ya Rea, bye.” Telponpun langsung ditutup tanpa menunggu jawabanku lebih dahulu. Ke salon? Oke, Barbie emang suka ke salon sih, cuma sekarang anehsekali. meninggalkan kuliah demi ke salon? Sesuka-sukanya Barbie dengan salon, aku tidak yakin dia mau meninggalkan kuliah demi ke salon. Lagian memangnya dia mau ke acara apaan sih sampe bela-belain ke salon? Kawinan kakaknya? Dia kan tidak punya kakak! Kawinan adeknya? Yng ini lebih aneh lagi dah, dianya aja belon nikah, masa adeknya mau kawin duluan. Atau jangan-jangan nikahan anjing puddle-nya! Yayaya, itu yang paling memungkinkan!

Jadi hari ini tanpa Barbie? Ya, oke, baiklah, itu berarti hari ini aku nggak perlu menjadi naga garang yang berurusan dengan cowok-cowok berkicau. Tak ada barbie = hari yang damai. Mari kita bikin daftar kegiatan uuntuk menikmati hari ini. Ngurusin Bazzar, ngurusin Bazzar, ngurusin Bazzar. Wah, kenapa duniaku jadi sempit gini ya. Cuma muter-muter antar Barbie, Bazzar, dan Yonghwa. Tapi dengan absennya Yoong berarti bikin duniaku tambah sempit.

Baru saja melangkah menuju ruang BEM, ada seseorang yang menahan pundakku dari belakang, “Yoong?”

“Hyuun..” Suara yang kurindukan. Suara Yonghwa waktu dia manggil namaku. “Apa kabar?”

“Seperti yang kau lihat, baik! Kau?”

Yonghwa terdiam sejenak menunduk, “Baik.”

Aku memperhatikan raut wajah Yonghwa yang  menyedihkan itu. Kangen deh ama wajah jailnya. “Keliatannya tidak sebaik yang kau bilang. Ada apa?”

“Kau sama sekali tidak berubah ya.” Yonghwa mengajakku duduk di bangku dekat sana. Begitu duduk, Yonghwa langsung ngacak-ngacak rambutku seperti beberapa hari yang lalu. “Masih kelewat perhatian.”

“Zodiakku mengatakan kalau aku terlahir untuk kelewat perhatian.”

“Wah, bahaya donk! Kata zodiakku, aku terlahir untuk kurang ajar.”

Kayaknya sudah berabad-abad yang lalu sejak terakhir kali aku mengobrol dengan Yonghwa seperti ini. Tapi Yonghwa tidak banyak omong seperti biasanya. Dia cuma menanggapi sedikit, tertawa, senyum dengan senyuman yang menyedihkan. Sama sekali bukan Yonghwa yang biasanya. Tapi siapa yang peduli. Ternyata aku merindukan Yonghwa lebih dari yang aku tahu. Ternyata aku kangeeen banget sampai-sampai aku tidak peduli seandainya Yonghwa jadi jelek, jadi galak, atau jadi gendut. Aku rindu menghabiskan waktu bersama Yonghwa.

“Jessica kemana?”

Nado molla (Aku juga tidak tahu). Katanya sih dia pergi ke salon. Tapi aneh sekali, sepertinya dia sedang menyembunyikan sesuatu.”

“Ke salon?” alis Yonghwa mengernyit heran. Siapa juga yang tidak heran mendengar kalimat bela-belain-nyalon-daripada-ngampus. “Kurasa bukan.”

“Maksudmu?”

Yonghwa menunjuk sesuatu yang tertempel di mading tidak jauh dari tempat kita duduk. “Ada sale all-about-barbie di L-mart. Kurasa Jessica kesana.”

Oh, sialan! Ini untuk pertama kalinya Jessica bohong padaku (setauku sih, tidak tau deh kalau sebelumnya dia sudah pernah berbohong juga). Cuma gara-gara sale barbie?? Memang koleksi barbie dirumahnye masih kurang banyak apa!

“Kau perhatian sekali pada Ssica.” Penyataan ini bernada sarkasme khas aku.

“Ng, ya mungkin.” Disinilah perubahan drastis dari raut muka Yonghwa. “Itu yang mau aku bicarakan sekarang.”

Kalau di komik-komik, suasana kayak gini digambarkan dengan adanya angin berhembus, kemudian rambutku terbang-terbang ketiup angin dan tatapan mataku yang heran. Sedangkan Yonghwa menatapku tajam. Terpaku dalam suasana kayak gini sampai akhirnya aku membuka suara, “Sicca noe joanheyyo (kau menyukai Ssica)?” Tanyaku pelan.

“Masih kelewat perhatian khas dirimu.”

“Iya kan?” aku mendesak Yonghwa sekali lagi.

Ne (Ya)..” jawabnya.

“Aku tahu. Aku memang merasa.” Aku tahu, tapi aku yang tidak mau tahu. Seperti kayak aku yang berusaha menangkal anggapan yang aku buat sendiri. “Kau lebih perhatian ke Jessica daripada yang aku tahu. Iya kan?”

Noe joanhe. (Aku menyukaimu)”

“Tapi kau lebih sayang Jessica kan? Diam-diam kau sering menganggap Jessica lucu, atau dia manis.  Waktu kita makan kue di rumah Jessica, kau membelikan dia cherry bukan? Kau bilang itu tanda cinta darimu bukan? Tapi buru-buru kau tambahkan namaku kemudian. Itu tanda bahwa Kau selalu inget dia. Lalu kau tiba-tiba berubah kalem, itu karena kau mendengar Jessica bilang ingin punya Namjachingu (pacar) yang kalem kan?”

Ani (Bukan)… untuk yang itu kau salah. Aku sama sekali tidak bermaksud buat mengubah diri seperti Ssica yang berubah demi Jaejoong. Aku cuma sering kepikiran Jessica dan…. yah, memikirkan perasaanmu juga. Karena kepikiran itu tanpa sadar aku jadi seperti ini. Aku merasa bersalah. Kau tkelewat baik. Aku benar-benar tidak tahu malu harus membuat pengakuan seperti ini. Tapi…”

“Tapi kau suka Jessica kan?” Aku berusaha untuk tidak menangis dan faktanya aku memang tidak menangis. Aku bersikap tenang dan ngomong setenang mungkin dengan nada suara yang sabar. “Jessica is your angel without wings, right?”

Ne. Masih kelewat perhatian, ternyata aku emang terlahir untuk kurang ajar. Miyanhaeyo Seohyun (Maaf, Seohyun)…”

“Tidak ada yang perlu dimaafkan.” Aku berdiri, mau beranjak pergi dari sana.  “Seriously, I’m fine kalau kau mau mengejar Jessica. Tapi kepuutusannya terserah Jessica. Aku sama sekali tidak akan menghalangi atau menghasut Jessica buattidak menerimamu. Jadi semuanya tergantung usahamu.”

“Jadi?”

“Bye Yonghwa.” Kata ‘Bye’ disini bermaksud ganda. Yang satu mengisyaratkan kalau aku sudah pergi darisana, yang satunya lagi bermakna kalau kita putus. Aku mengucapkan selamat tinggal. Sudah, semuanya berakhir disini.

Aku sendiri tidak menyangka bisa mengucapkan salam selamat berpisah itu dengan tegar seperti sekarang.

Aku pergi dari tempat itu meninggalkan Yonghwa yang masih memegang kepalanya dengan kedua tangannya. Aku tidak nangis, bahkan kalau boleh kubilang, itu tadi sangat mudah. Namaku Seohyun dan aku yeoja (cewek) yang kuat. Apapun badainya, petirnyanya, banjirnya, akan kulewati (lebay deh!).

Tanpa kusadari, ada yang mendengar pembicaraan kami barusan…

**********

Ladies and Gentlemen, welcome to GALAPAGOS BAZZZZZAAAARRRR!!!!” Suara MC yang menggelegar masih kalah sama suarta penontonnya yang lebih heboh lagi. Suaranya sampai ke seluruh antero lapangan kampus sampai-sampai aku yang ngungsi di ruang BEM masih bisa mendengar hiruk pikuk ini. Padahal pusat keramaian bazzarnya ada di lapangan yang lumayan jauh dari ruang BEM.

“Sepertinya acaramu sukses.” Oh iya, aku lupa memberi tahu kalau Jaejoong juga mengungsi ke ruang BEM. Alasannya dia tidak suka keramaian. Maklumlha, anak kayak Jaejoong kan emang biasanya kayak gitu.

“Acaraku? Bukannya ini acara kita?” Kita disini adalah seluruh panitia yang berpartisipasi.

“Tapi kau lah yang paling banyak bekerja. Panitia lain hanya sekedar main-main dan aku sendiri hanya menyetujui apa yang kau rencanakan. You’re the best, Seohyun. Thank you.

Aku yang tidak biasa dipuji malah jadi malu dan mukaku jadi merah kayak lobster rebus yang dideskripsikan sebelumnya, “Aku hanya mengerjakan apa yang menjadi tugasku.”

“Dengan sangat baik tentunya.” Senyuman Jaejoong yang manis dan tulus itu tersungging di mukanya yang walaupun kagak senyum udah imut. Apalagi kalau senyum! Ya ampuuunn, nggak kukuuuu!!!

Abis itu kita berdua terdiam. Jaejoong iseng-iseng memainkan gitar yang terdampar di ruang BEM, entah gitar milik siapa. Pokoknya apapun benda yang terdampar di ruang OSIS bakal jadi milik bersama. Hahaha

“Jessica! Tunggu Cher!”

Aku dan Jaejoong terlonjak kaget dengan suara teriakan yang tiba-tiba. Dan tiba-tiba juga Jessica membuka pintu ruang BEM dan…nangis?

“Jessica?” Nggak lama kemudian Yonghwa menyusul. Begitu Yonghwa masuk, Jessica langsung menghambur ke pelukanku. Kalau begini jelas, berarti Yonghwa yang membuat Jessica seperti ini. Jaejoong yang mengerti keadaan dengan sangat pengertiannya mengusir Yonghwa keluar dan menutup pintu ruang BEM. Tapi pengertiannya itu masih kurang, jadi aku ikut mengusir Jaejoong keluar. Dan tinggal aku dengan Jessica yang ada di ruang OSIS.

“Kenapa Barbie?”

“Yonghwa..hiks hiks.. Yonghwa bilang dia suka sama Ssica. Padahal kan Yonghwa itu pacar Seohyun. Yonghwa jahat sama Seohyun!”

“Tenang dong barbie, Uljima (jangan nangis). Cup cup cup. Jangan nangis honey. Aku sudah putus kok sama Yonghwa.”

“Hah? Putus? Berarti Yonghwa jahat! Huhuhuu.”

“Tidak seperti yang kau pikirkan, aku yang mutusin. Barbie, dengarkan aku! Aku juga sudah tau kalau Yonghwa menyukaimu.”

“Terus kenapa?”

“Kenapa apanya? Ya tidak kenapa-napa . Aku tidak mau memaksakan perasaan Yonghwa sementara dia menyukaimu. Nggak enak juga kali pacaran sama orang yang sayangnya bukan buat kita.”

“Seohyun..”

“Kau tidak usah memikirkanku. Sekarang kau sendiri bagaimana, perasaanmu pada Yonghwa?”

“Ssica.. Ssica bingung. Dulu Ssica bilang suka sama Jaejoong. Tapi Yonghwa terlalu baik sama Ssica. Yonghwa perhatian, Kalau ada Yonghwa Ssica ngerasa aman, kalau ada Yonghwa, Ssica dimanjain.”

“Itu tandanya kau juga suka sama Yonghwa!”

Miyanhaeyo (maaf)…”

Aku tersenyum, Barbie yang polos, “Tidak ada yang perlu dimaafkan kok. Sekarang kau keluar gih, temuin Yong. Kasian dia nunggu.”

Gomawoyo Seohyun, Seohyun emang bener-bener sahabat Ssica yang paling baik!”

Anak yang lugu. Enath ya gimana jadinya Ssica kalau tidak ada aku (narcist!). Tapi yang namanya Jessica tetep aja Jessica, justru sikapnya yang kayak gitu kan yang bikin cowok-cowok gemes. Segera pas aku membuka pintu, sudah ada dua orang Namja (cowok) berdiri disana, Yonghwa dan Jaejoong. Yonghwa mengulurkan tangan untuk Barbie dan Barbie menyambutnya, Oh, so sweet!

Setelah pasangan baru itu pergi, aku kembali mempersilahkan sang presiden BEM kembali menempati tempat kerjanya. Aneh banget kan aku, rasanya aku yang lebih berkuasa di ruang BEM ini daripada si empunya. Hahaha

Jaejoong menatapku aneh, “Kau tidak apa-apa?”

“Kenapa harus kenapa-napa?”

“Kau mau nangis?”

“Kenapa harus nangis?”

“Tapi yang tadi? Sama yang kemarin?”

Aku heran saat Jaejoong bilang ‘yang kemarin’ tapi langsung cepet-cepet aku sadar, “OH! Jadi kau nguping ya? Dasar! Biar ku beri tahu, it was easy you know! Aku juga tidak menyangka kalau ternyata bakal segampang itu. Liat aku sekarang, aku nggak kenapa-napa, sedihpun nggak.”

“Jadi kau single sekarang?”

Aku mengangkat bahu, “Seperti yang kau lihat. Kau juga single bukan? Sebaiknya kau segera punya pacar sebelum orang-orang menganggapmu homo! Tampan tetapi sama sekali tidak punya pacar.”

“Jadi menurutmu aku tampan?”

Ya ampun!Seohyunnie babo (Seohyun bodoh)! Apa yang kau bilang barusan, aku jadi malu sendiri! Lagian juga sejak kapan aku menganggap Jaejoong tampan? Oke, dari dulu memang Jaejoong tampan sih, yang satu itu nggak bisa dipungkiri. Tapi kan tidak usah diomongin langsung. Aduh aduh, kok aku jadi salah tingkah gini sih.

“Kau single, aku single. Kenapa kita tidak jadian saja?” Kata Jaejoong tiba-tiba. “I’ve told you that you’re a girl in my dreams.”

“Hah? Kapan?”

“Coba kau ingat-ingat lagi!” (baca: buat pembaca silahkan baca-baca lagi halaman belakangnya). Kapan ya?? Kapan…

“Ah!?” Ya. Ya, dia pernah bilang sewaktu aku, Yonghwa, dan dia berada di ruang BEM saat Ssica kemudian mendengar semuanya.

“Jadi, kau mau?”

Sebenernya tidak perlu waktu banyak untuk berpikir. Aku sudah tau pasti jawabannya. Aku bisa dengan mudah meninggalkan Yonghwa karena… “Joanheyyo (aku menyukaimu)… yah, mungkin.”

Saranghae (aku mencintaimu).” Balasnya.

“Jadian?”

“Ya!”

Kali ini Jaejoong yang mengulurkan tangan untukku. Aku menyambutnya. Kami berdua berjalan menuju panggung  bazzar sebagai pasangan terbaru. Dan saat itu aku sadar…… oops, kali ini aku BENAR-BENAR akan punya HATERS! Tapi siapa yang peduli, selama aku bersama Jaejoong, kalau satu kampus jadi haters juga nggak kenapa-napa deh. Eh, tunggu dulu, nggak cuma Jaejoong, aku juga butuh Jessica, dan juga Yonghwa (sebagai teman). Hahahaha. Aku cinta hidupku!!!

—————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————————-

Penulis disini ^^

Akhirnya serial Barbie Girl ini tamat! Hahahaha… Hurrraaaayyyy!!

Oke, intinya terimakasih telah bersedia membaca GOMAPSEUMNIDA!!! ARIGATOU GOZAIMASU!!! m( _ _ )m

Tunggu serial terbaru dari Angelaft Racta sebentar lagi ^^

TAMAT!!!

13 responses to “[Korea Fan Fiction] Barbie Girl part 5 (Last Part)- Jessica, Seohyun SNSD, Jaejoong JYJ DB5K, Yonghwa C.N.Blue

    • Gomawoyo chingu😀 chingu suka FF romance yang ringan ya?? Hmm.. mungkin bisa di cek di index chingu😀 suka baca angst atau rmance yang sedih-sedih?? bentar lagi aku ngeluarin serial baru nih ^^

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] Barbie Girl part 4 – Jessica, Seohyun SNSD, Jaejoong JYJ DB5K, Yonghwa C.N.Blue « Asian Fan Fiction Story·

  2. niceeee!!!! ^^
    1. sempet bete JJ di pair sama Jessica, karena saya lagi coba jodohin JJ sama saya *lohh* eh maksudnya jodohin JJ sama bommie XDD #abaikan
    2. sempet ngerasa boring pas tiba2 Jessica berubah kalem sementara, *dunno why, mungkin karena saya ngantuk pas baca disitu* #abaikanjuga

    tapi endingnya manisssss bangett ^^v udah pasti sih JJ sama seohyun, tapi seohyun gayanya asik banget pas jadian… thumbs up

    cheers

  3. Nice ff! Bhs’y ringan, ak ska plhan ktany. Complicated lah..
    But, ak rada kcwa ma endingny chingu, cz ak pgny jj ma sicca,, hiks… Truz, d awal kan Seohyun ma Yonghwa tkesan shdup smati gt, tp ko cpt bgt t’alihkan ke yg lain?
    Tp tlepas dr it, nhe ff keren bgt.. ^^

  4. endingx ckup kcwa coz bukan yongseo couple ternyata, tp ff ini lucu bgt bikin aku ngakak mulu..

    gomapseumidaaaa chingu ,, semoga ada ff buat yongseo yahh😀

  5. Annyeong~ maap aku baru comment disini soalnya aku baca marathon *eh
    aku seneng akhirnya seo ama jaejoong kyakyakya😄
    walaupun kataku kurang romantis ama terlalu cuek seonya, gak papa hihihi;3
    Jessica nya bikin ketawa hahaha polos banget. Yonghwa..no commentlah
    bagus loh thor ffnya, sequel kalo bisa *plak😄

  6. ffnya bagussssssssss……. tp gak enak bgt sama jessica nya yang gonta-ganti perasaan… tadinya jeje, skrg yonghwa… yaampun😀
    aaaa~ tapi akhirnya jeje jadian juga sama seohyun yah….. jeje dr awal juga udh keliatan suka sama seohyun, tp mungkin karna ada yonghwa, jejenya jd kyk biasa aja biar gak ketahuan perasaannya (menurutku sih hehehe) pokoknya keren bgt deh ffnya😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s