[Korean Fan Fiction] Guardian Demon

Author : Lee Hyura

Title : Guardian Demon

Genre : Romance, friendship

Rating : PG 13

Length : Oneshoot

Cast :

–          SNSD Jessica

–          SJ Kyuhyun

–          SJ Yesung

–          SJ Eunhyuk

–          SNSD Yuri

–          SNSD Yoona

Notes : Jika anda tidak mengerti, jangan salahkan saya tapi salahkan pairingnya adalah pairing yang tidak saya suka ^^v ini adalah ff requestan dari temen tapi saya benci sama couplenya -___- hehe

===GuardianDemon==

“Kyuhyun-ah~” teriak Jessica memanggil temannya itu sambil mencari sosoknya di sekeliling kelas.

“Kyuhyun-ah! Neo eoddiseo?” teriaknya lagi dengan suara kesal karena sosok yang di carinya belum juga ditemukannya.

“Seingatku, aku menyuruhnya untuk tetap disini tapi kenapa saat aku kembali, dia tak ada disini? Beraninya dia!” gumamnya bingung. Ia memicingkan matanya ke seluruh sudut kelas itu. Akhirnya dia mendesah dan memilih untuk mencari temannya itu ke sekitar luar kelas.

>>>

Yesung mengetuk-ngetuk jarinya di atas meja kantin sambil matanya mengedar ke sekeliling kantin. Perasaannya sangat buruk. Di depannya, Kyuhyun asyik bermain game di laptopnya sambil sesekali menyeruput minumannya.

“Gah! Karena mendengar kau itu sedang kabur dari Jessica, aku jadi merasa tidak nyaman sekarang. Bagaimana jika tiba-tiba dia ada disini dan menuduhku menculikmu darinya?” sungut Yesung.

“Ayolah~ tak mungkin dia kesini. Paling, dia hanya mencariku ke sekitar kelas kita tadi lalu pulang. Guardian Demonku kan sudah tak punya kelas lagi hari ini,” sahut Kyuhyun santai. Kyuhyun sering memanggil Jessica dengan panggilan “Guardian Demon” karena walaupun Jessica selalu menjaganya, Jessica selalu bertingkah kejam padanya.

“Kau boleh kabur darinya. Tapi tolong jangan memaksaku untuk menemanimu. Aku takut padanya. Sungguh,” mohon Yesung.

Kyuhyun langsung mempause gamenya lalu mendesah. Ia menatap Yesung tajam, “Bisa diam, tidak? Jangan sampai aku kembali ke tempatnya dan bilang kau lah yang menyuruhku pergi!”

“Andwae!” cegah Yesung cepat.

“Geure. Silahkan kau diam saja jika tak mau itu terjadi,” ujar Kyuhyun sambil tersenyum penuh kemenangan.

“Kenapa kau suka sekali sih kabur darinya? Kalau kau takut dengannya, seharusnya kau jangan membantahnya,” gumam Yesung lalu menghela nafas pelan.

Kyuhyun meliriknya sekilas, “Karena aku bosan dijadikan mainannya terus. Aku butuh untuk menjauh darinya. Aku ingin lepas darinya walaupun hanya beberapa saat saja.”

“Mainan? Kau yakin kau hanyalah mainannya?”

“Sepertinya. Setidaknya untuk sekarang.”

Jessica pov.

Aku sudah mencarinya ke sekeliling kelas namun belum juga berhasil ku temukan. Kemana sih namja itu? Dia benar-benar membuatku kesal! Padahal tugas kuliahku belum selesai ia kerjakan. Huh! Kalau begitu, siapa dong yang mengerjakannya? Aku? Akh, aku malas~ aku juga tidak sepintar Kyuhyun dalam pelajaran itu.

Aku dan Kyuhyun sudah berteman sejak kecil. Dia selalu bersamaku. Itu semua karena hanya aku yang suka menolongnya saat dia hampir ditindas oleh orang lain. Hanya cukup berbekal kata-kata manis dan wajah melas, aku bisa membuat mereka pergi. See? Ternyata tampang cantik tak terlalu diperlukan, kan? Yang penting hanyalah belas kasihan. Kekeke…

Tapi sebagai gantinya, dia harus mau aku suruh apapun. Kalau tidak.. aku akan memfitnahnya. Hehe.. aku kan pintar dalam permainan kata~ tinggal pergi ke orang-orang yang pernah menindasnya dan mengatakan sesuatu, maka hidupnya takkan tenang lagi. Kejam? Memang! Itu sudah kebiasaanku dari kecil.

Sekarang apa yang harus ku lakukan? Pulang? Aish, shireo! Aku malas keluar uang untuk biaya pulang. Kan ada taxi gratis –Kyuhyun maksudnya. Hehe… itu artinya aku harus menemukannya!

Aku segera berlari menjauh dari kelas. Mungkin dia ada di kantin. Kemana lagi dia kalau tidak ke kantin? Dia pikir dengan dia baru sekitar 3 kali kabur dariku, aku masih tidak tahu kemana pergi, eh? Bermimpilah!

>>>

Aku terkikik pelan karena tebakanku benar. Dia disana dengan Yesung sunbae. Yesung sunbae adalah teman satu club vocal dengan Kyuhyun. Hm, sekalian aku kerjai Yesung sunbae, ya? Dia kan juga takut padaku. Aku bingung kenapa banyak yang menakutiku. Apa aku memang menakutkan? Ah persetan dengan itu! Yang penting aku bisa memanfaatkannya. Haha..

Aku segera berjalan perlahan menghampiri mereka yang sibuk dengan diri sendiri. Yesung sunbae sibuk dengan minumannya dan Kyuhyun sibuk dengan laptopnya. Ku tebak game lah yang membuatnya pintar. Hey~ game adalah pilihan tepat untuk mengasah IQ dan itu bisa menjadi penyebab orang menjadi cepat tanggap. Sungguh! Sayang aku tidak terlalu suka game.

“Bagaimana kalau ternyata Guardian Demonmu melakukan semuanya karena dia ingin kau hanya tertuju padanya?” tanya Yesung sunbae tiba-tiba sambil melirik Kyuhyun. Kebetulan aku tepat di belakang Yesung sunbae hingga aku bisa mendengar perkataannya dengan jelas tanpa ketahuan olehnya.

Aku sesungguhnya tersinggung dan ingin marah padanya karena aku tahu yang dimaksudnya itu adalah aku. Begini-begini, aku tahu panggilan Kyuhyun padaku yaitu Guardian Demon sedangkan aku memanggilnya BabyKyu karena dia sangatlah payah layaknya anak bayi. Tapi aku memilih untuk diam dan menunggu jawaban dari Kyuhyun.

“Aish! Untuk apa kau menyebut namanya lagi? Aku bosan dengan nama itu! Walaupun katamu itu benar, aku tidak akan mau. Aku kesal dengannya! Aku benci dirinya! Aku ingin lepas darinya untuk selamanya! Entah kapan itu terjadi,” balas Kyuhyun sengit tanpa mengalihkan matanya dari laptopnya.

Kalian bertanya perasaanku saat mendengar itu? Sakit! Sungguh~ aku segera berbalik badan setelah beberapa saat mematung di belakang Yesung sunbae dan tak sengaja menabrak seseorang yang kebetulan berjalan di belakangku. Aku segera bangkit dan berlari pergi. Aku bisa mendengar seseorang meneriakan namaku. Itu suara Kyuhyun. Sebodo amat dengannya! Sekarang yang ku inginkan hanya kamarku untuk menyendiri.

>>>

“Onnie-ya~” seru Krystal yang sepertinya kaget dengan kedatanganku.

Aku meliriknya bingung dan sinis, “Wae?” aku melirik jam dinding ruang tamu. Ini jam 5 sore tapi kenapa dia sudah ada di rumah? Apa anak ini bolos hagwonnya?

“Kau menangis? Wae geure?” tanyanya melembut.

Aku menyentuh pipiku. Yap ternyata benar aku menangis. Kenapa aku baru sadar? Ah bodohnya kau! Berarti sepanjang perjalanan pulang tadi, semua orang melihat kau menangis? Berkurang sudah orang yang takut padamu sekarang. Hah~

“Aniya, gwencana. Hanya kelilipan,” jawabku sambil berlari ke kamarku.

“Onnie!” teriak Krystal memanggilku tapi aku tidak menggubrisnya.

Kyuhyun pov.

“Bagaimana kalau ternyata Jessica melakukan semuanya karena dia ingin kau hanya tertuju padanya?” tanya Yesung sunbae tiba-tiba.

Aku mendesah kesal. Aku tahu kita sudah disini tanpa berbicara apapun untuk beberapa saat. Aku tahu dia jadi bosan. Tapi apa harus dia melemparkan pertanyaan ini? Tsk! “Untuk apa kau menyebut namanya lagi? Aku bosan dengan nama itu! Walaupun katamu itu benar, aku tidak akan mau. Aku kesal dengannya! Aku benci dirinya! Aku ingin lepas darinya untuk selamanya! Entah kapan itu terjadi,” balasku sengit tanpa mengalihkan matanku dari laptop. Aku mengerjap. Kenapa rasanya sesak saat setelah mengatakan itu?

Aku segera mendongak saat mendengar suara tabrakan. Itu.. “Sica-ya!” teriakku sambil bangkit dari dudukku. Aku hendak berlari menghampirinya. Tapi tubuhku mematung saat melihat air matanya mengalir di pipinya.

Hey! Ada apa denganku? Bukan salah ku kan kalau dia mendengar pernyataanku tadi? Aku hanya berusaha jujur. Tapi … argh! Ada apa dengan perasaanku ini? Kenapa aku sangat menyesali perkataanku tadi? Kenapa aku sangat takut jika Jessica sedih mendengar perkataanku tadi? Bukankah itu kalimat yang sangat aku katakan padanya dari dulu? Bukankah harusnya aku merasa lebih lega sekarang? Bukankah aku harus merasa senang jika ia pergi begitu saja? Ya tuhan~

“Mwoyeyo?” tanya Yesung hyung dengan wajah innocentnya. Aku menatapnya sadis. Dia langsung terhentak.

Aku kembali duduk dan melanjutkan gameku tadi. aku berusaha untuk berkonsentrasi pada gameku ini tapi wajah Jessica dengan air matanya itu terus-menerus terbayang. Rasa sesal benar-benar menyerangku. “ARGH!” aku menggeram kesal sambil menutup laptopku kasar. Semua orang di kantin melirikku takut. Aku segera membalasnya dengan lirikan horror pada mereka.

“Kau menyesal, ya?” tanya Yesung sunbae pelan.

Aku mendongak dan menggeleng tegas, “Ani! Aku malah lega kalau dia mendengarnya!”

“Aku yakin kau lihat apa yang terjadi padanya tadi.”

“Molla. Mworago?”

“Dia menangis.” Dia menatapku serius. Aku menelan air liurku. Aku lihat begitu jelas dan bayangin itulah yang menghantuiku sejak beberapa detik yang lalu –tepatnya sejak saat aku lihat air matanya itu.

Terang saja. Terakhir aku melihat air matanya ya saat kedua orangtuanya bercerai. Setelah itu aku tak pernah melihat air matanya lagi. Jujur itulah yang ku takuti. Karena dia tidak seperti yeoja lain pada umumnya yang mudah menangis. Sekarang semua kekuatannya runtuh akibat perkataanku? Aish~ betapa kejamnya perkataanku ini, eh? Ck!

>>>

“Sica-ya~” panggilku saat melihatnya sibuk membaca novel di kursinya sambil menunggu dosen datang. Namun dia tidak memberi respect apapun padaku.

“Sica-ya~ ada tugasmu yang mau ku kerjakan, tidak?” tanyaku ragu sambil menggoyangkan bahunya pelan. Dia hanya menelak tanganku kasar tanpa mengalihkan wajah atau mengeluarkan suaranya.

“Kau tak mau mendengarkanku lagi? Terserahmu lah,” ujarku lemas. Aku meminta temanku untuk berganti tempat dudukku yang terletak di sebelah Sica. Untung saja dia mau. Setidaknya aku sadar Sica memang tidak ingin aku ganggu dahulu. Mianhae, Sica..

Author pov.

BRUAGH! Tubuh Jessica terhempas dengan kasar ke dinding kamar mandi kampus. Jessica mendongak dan menghempaskan rambutnya yang menutupi wajahnya ke belakang. Dia menyeringai sambil menatap rendah dua orang di hadapannya.

“Jangan pasang wajah seperti itu di depanku! Menjijikan!” bentak salah seorang dari 2 yeoja itu.

“Bahkan kau lebih menjijikan dariku,” balas Jessica sengit lalu meludah ke lawan bicaranya.

Yeoja yang lebih pendek dari temannya itu terkena ludah Jessica di tangannya. Dia menggeram dan mengumpat pada Jessica. Sedangkan temannya melirik dirinya terkaget.

“Omo, Yoona-ya~” kaget temannya itu lalu menatap Jessica geram. Dia menampar Jessica.

Jessica menyentuh pipinya yang memanas akibat tampar teman dari yeoja yang dipanggil Yoona itu. Dia menatap geram yeoja itu. “Ya!” Jessica membalas menampar yeoja itu.

“Kkabjagi! Dia benar-benar cari ribut dengan kita, Yuri-ya!” sungut Yoona yang sudah selesai mencuci tangannya.

“Beri dia pelajaran!” tekan Yuri sambil mengelus pipinya yang ditampar oleh Jessica.

Yoona langsung mengambil sebuah ember yang sudah terisi penuh dengan air dan menyiram Jessica dengan semua air itu. Tidak sampai situ. Yuri menjambak rambut Jessica menonjok perutnya. Jessica meringis pelan.

“Aku tidak akan bermain-main lagi dengan yeoja sialan sepertimu! Jangan mentang-mentang kau dekat dengan Kyuhyun oppa hingga Kyuhyun oppa berani untuk masuk kuliah terlambat hanya agar bisa kuliah bersamamu, kau jadi besar kepala!”  sengit Yuri panjang lebar namun Jessica berusaha tidak mendengarnya.

Kyuhyun terlambat masuk kuliah? Yap, memang benar. Harusnya Kyuhyun menjadi sunbaenya tapi Kyuhyun malah memilih untuk menunggu Jessica untuk lulus. Dia membantu Jessica untuk mempelajari semuanya hingga ia bisa dapat nilai yang sangat memuaskan saat ujian akhir. Apa itu kemauan Jessica? Tidak! Itu keputusan Kyuhyun murni tanpa campur tangan Jessica. So, untuk apa aku memikirkannya?, pikirnya.

“Aku sudah bosan melihatmu dekat-dekat dengannya! Apa tak bisa kau menjauh darinya? Lagipula, dia hanya dijadikan budak olehmu, kan? Hey! Jangan buat Kyuhyun oppa menjadi budakmu!” timpal Yoona.

“Ne, Kyuhyun oppa lebih pantas denganku bukan denganmu! Jadi, tinggalkan dia sekarang!” tekan Yuri sambil menarik jambakannya lebih jauh hingga Jessica berteriak kesakitan.

“Maja, Kyuhyun oppa jauh lebih cocok dengan Yuri bukan denganmu!” setuju Yoona.

“Dia milik siapa, aku tidak peduli! Dia bukan barang! Kau menginginkannya? Silahkan berusaha mendapatkannya! Masalahku, aku tidak akan mendekatinya lagi! Puas? Bodohnya kau melakukan ini saat aku sudah berniat meninggalkannya. Bodoh!” sungut Jessica sambil berusaha melepaskan tangan Yuri.

“Jeongmal?”

Jessica menggigit bibirnya lalu mengangguk, “Maja.”

“Bagus. Harusnya kau jadi anak baik dari tadi. Jadi tak mungkin kau tersiksa seperti sekarang,” ujar Yoona senang sambil menepuk-nepuk pipi Jessica. Ia menyeringai angkuh.

Yuri melepaskan tangannya dan menarik tangan Yoona keluar –meninggalkan Jessica sendirian. Tubuh Jessica semakin lama semakin merosot ke bawah. Dia memeluk kedua lututnya. “Berniat meninggalkannya dan takkan bersatu lagi,” gumamnya lirih. Air matanya mengalir kembali.

>>>

Kyuhyun hanya tersenyum kecil mendengar lelucon yang dilontarkan oleh Eunhyuk –sunbaenya yang lain sembari mereka berjalan menuju parkiran. Padahal semuanya sampai tertawa terbahak-bahak karenanya tapi Kyuhyun tidak. Dia sibuk memikirkan hal yang terjadi padanya dan Jessica. Langkah kaki Kyuhyun terhenti saat melihat sosok Jessica yang basah kuyup. Dia segera berlari dan menarik tangan Jessica.

“Aigo.. ige mwoyeyo?” tanya Kyuhyun terkejut.

Jessica langsung menggeram kesal dan berusaha melepaskan cengkraman Kyuhyun. “Lepaskan aku!” tekan Jessica sengit.

Kyuhyun malah menguatkan cengkramannya hingga Jessica meringis pelan. Ia menarik pinggang kecil Jessica supaya tubuh Jessica mendekat padanya. Jessica langsung membuang wajahnya.

“Marhae!” tekan Kyuhyun sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Jessica.

Jessica mendesis dan menginjak kaki Kyuhyun. Kyuhyun segera melepas cengkramannya dan mengelus kakinya. Saat itu, Jessica segera memanfaatkannya untuk kabur dari Kyuhyun. Dia berlari ke mobil pinknya yang sangat jarang ia pakai karena ia terbiasa pergi kemana-mana dengan mobil Kyuhyun.

“Sica-ya!” teriak Kyuhyun sambil mengejar Jessica. Namun terlambat, Jessica sudah menggas mobilnya untuk meninggalkan kampusnya itu.

Jessica pov.

Aku tak bisa melupakan kejadian di kamar mandi tadi. Aigo~ aku tak sadar kalau Kyuhyun mempunyai penggemar. Naui BabyKyu yang lemah, mempunyai penggemar? Ha! Dunia ini pasti sudah gila! Apalagi aku sampai terkena imbas oleh fansnya itu. Tsk!

Aku mengepalkan tanganku lalu membelokan mobilku untuk masuk ke perkarangan rumahku. Aku berhenti di depan rumah tanpa keluar dari mobil. Aku memukul stirku lumayan keras. Sebenarnya aku yang tidak menyadarnya atau dia memang sudah berubah? Setiap hari, setiap jam, setiap waktu aku habiskan dengannya. Mana mungkin aku tak menyadari perubahan dirinya?

Aku tahu segalanya tentang bahkan sampai kapan dia mendapat mimpi basah pertama kali pun aku tahu. Memang itu menjijikan tapi itulah kenyataannya. Anak polos yang tak berani menceritakannya pada orangtuanya sepertinya pasti akan bercerita pada orang yang sangat dekat dengannya. Tak peduli jenis kelamin orang itu.

Aku menggeram kesal. Kenapa sih rasanya hidupku menjadi berbeda sejak dia mengatakan hal itu? Ah, aku ingat lagi. Baiklah.. jika itu keinginannya, aku tidak akan bertemu dengannya lagi. Ternyata banyak orang yang tidak suka aku dekat-dekat dengannya. Yeah, aku tak boleh egois.

Author pov.

One week later.

Kyuhyun menghela nafasnya saat matanya tak sengaja melirik tempat duduk Jessica. Itu kursi kerajaan Jessica. Itu sebabnya kursi itu seperti bangku kosong yang ada hantunya hingga tak ada yang berani mendudukinya. Sulit baginya untuk tidak melirik kursi itu saat di kelas ini. Sudah 7 hari ia tidak bertemu dengan Jessica. Sudah beberapa hari ini ia tak pernah melihat Jessica masuk ke kelas-kelasnya.Jessica eoddiseo?, pikir Kyuhyun sambil meniup poninya kesal dan memainkan pulpennya.

“Kyuhyun oppa~ mau tidak hari ini kau menemaniku pergi ke mall?” tanya Yuri tiba-tiba.

Kyuhyun tersentak. Ia kaget karena baru sadar bahwa kelasnya sudah selesai. Itu mungkin efek dari keasikan memikirkan keberadaan Jessica.

“Shireo,” jawab Kyuhyun sambil merapikan barang-barangnya lalu melirik sekilas ke kursi Jessica lagi.

Yuri mengikuti arah lirikan Kyuhyun, “Kau mencarinya? Untuk apa? Bukannya bagus dia tak ada. Jadi tak ada yang menjadikanmu budak lagi.”

Kyuhyun meliriknya tajam, “Aku tak kenal kau dan aku juga tak mau mengenalmu. Tapi kenapa sepertinya kau sok tahu sekali?”

“Aku tahu kalau kau sudah perilakukan macam budak olehnya. Aku tahu itu. Tak usah mengelak. Harusnya kau bersyukur dia tidak akan mendekatimu lagi karena dia sudah berjanji padaku untuk tidak mendekatimu lagi seminggu yang lalu, oppa,” ujar Yuri.

Kyuhyun langsung teringat apa yang terjadi seminggu yang lalu pada Jessica. Dia memicingkan matanya pada Yuri. “Jangan-jangan kau yang…”

Yuri langsung tersadar dan menggeleng tegas, “Bukan aku yang menyiramnya. Aku juga tidak menjambaknya lalu menonjok perutnya. Sungguh.”

“Mwo?” Yuri langsung menutup mulutnya dan mengetuk kepalanya berkali-kali karena menyesali ucapannya tadi.

Kyuhyun segera bangkit dan berlari menuju parkiran. Ia masuk ke dalam mobilnya dan segera melaju meninggalkan parkiran.

>>>

Kyuhyun mengetuk pintu rumah Jessica berkali-kali. Namun tak jua dibukakan. Dia mulai kehilangan kesabarannya. Ia segera menarik kenop pintu. Ternyata pintu itu tidak dikunci.

“Sica-ya! Eoddiseo?” teriaknya tak sabar.

Krystal segera berlari menghampiri Kyuhyun dan memasang wajah kesal, “Kau pikir rumahku ini hutan, oppa?”

“Jessica eoddiseo?” tanyanya menghiraukan protesan Krystal.

Krystal mengerjap, “Mwo?”

Where’s my guardian demon?” ulang Kyuhyun kesal.

“Dia pindah keluar negeri. Dia berhenti kuliah dan memutuskan untuk bekerja di cabang kantor appa di Rusia,” jawab Krystal. “Kau tidak tahu itu, oppa?”

Kyuhyun menggeleng lemas. Dia sibuk membatin. Bukankah ini yang kau inginkan? Bukankah kau memang menginginkan kebebasan? Tapi mengapa rasanya sakit sekali?

7 years later.

Kyuhyun membuka kacamatanya lalu menutup laptopnya. Dia meregangkan tubuhnya dan melirik jam di meja kerjanya. Sudah jam 7 malam. Dia merapikan mejanya kemudian keluar dari ruangannya. Suasana kantor sudah sepi. Tiba-tiba ada yang memanggilnya. Ia menoleh.

“Cho sajangnim~ aku sudah menyiapkan penggantiku selama aku cuti,” ujar Yuri –sekertarisnya. Yap, yeoja yang selama ini mengejarnya kini menjadi sekertarisnya. Namun dia sudah berpindah hati. Bahkan dia sudah menikah dengan Siwon –salah satu sunbaenya dan sedang mengandung 6 bulan.

“Ah, ne. Kapan dia akan mulai bekerja?” sahut Kyuhyun enggan.

“Besok. Itu artinya hari ini adalah hari terakhirku. Ku yakin kau senang dengannya. Annyeonghi gyeseyo, sajangnim.” Yuri berjalan meninggalkan Kyuhyun sendiri.

“Ye~ salam untuk Siwon,” sahut Kyuhyun.

“Ne.”

Kyuhyun melempar pandangannya keluar jendela sejenak sebelum akhirnya dia juga pulang ke rumahnya.

Next day.

“Annyeonghaseyo, Cho sajangnim,” salam sekertaris baru itu.

“Ne, annyeong,” sahut Kyuhyun sambil berlari ke ruangannya. Ia baru ingat ada kerjaannya yang belum ia kerjakan tapi dia malah bangun terlambat.

Namun saat baru beberapa detik masuk ke ruangannya, Kyuhyun membuka pintu dan memperhatikan siapa sekertaris barunya karena ia merasa sangat familiar dengan suara itu.

“Sica-ya?” panggil Kyuhyun ragu.

“Ani. Joneun guardian demon imnida,” ralat Jessica cepat sambil tersenyum jahil.

Kyuhyun segera berlari menghampirinya dan memeluknya erat, “BABO! Kenapa kau pergi tiba-tiba, eh? Kenapa juga kau bisa ada disini sekarang? Bukannya kau bekerja di kantor appamu?” Jessica tersenyum tipis mendengarnya tanpa membalas pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun melepas pelukannya lalu mendesah. “Kenapa pula aku senang dengan kedatanganmu? Bukannya aku malah ingin jauh darimu dan tak mau bertemu denganmu lagi?”

“Ya!” pekik Jessica kesal sambil menoyor kepala Kyuhyun kesal. “Remember? I’m Guardian Demon. Don’t do annoyed things to me! Or I’ll hit you!” Kyuhyun terkekeh mendengarnya.

>>>

Pintu ruangan Kyuhyun diketuk saat Jessica meminta tanda tangan Kyuhyun untuk beberapa surat penting. Kyuhyun mempersilahkannya masuk. Ternyata Office Boy yang membawakan 2 cup ice cream. Setelah OB itu pergi, Kyuhyun menyuruh Jessica untuk menemaninya memakan ice cream itu.

“Mengingat kenangan saat sekolah dasar. Aku kan sering kau paksa untuk membeli ice cream saat pulang sekolah. Padahal uang jajanmu sama banyaknya denganku,” cibir Kyuhyun.

“Tapi kali ini aku tak memaksamu, ya~” balas Jessica sambil membuka penutup ice cream itu.

“Sica-ya~ kenapa kau bisa disini? Bukannya kau bekerja di kantor appamu di Rusia?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Jessica terdiam. Tidak, malah lebih terlihat untuk pura-pura tidak mendengar.

“Ya~ jawablah pertanyaanku. Kenapa kau bisa disini? Bukannya kau bekerja di kantor appamu di Rusia?” tanya Kyuhyun.

Jessica yang sedang menyendok ice creamnya pun menggigit sendoknya setelah menyuap ice cream dan menatap polos ke arah Kyuhyun, “Wae? Kau tidak suka dengan kehadiranku disini?”

“Bukan begitu…”

“Ara.. ara… aku kesini hanya untuk menggantikan Yuri. Aku kasihan padanya yang selalu memohon padaku untuk bertemu denganmu. Sepertinya dia benar-benar merasa kalau kepergianku dulu karenanya. Tapi akhirnya aku sibuk dengan kuliahku disana,” jawab Jessica.

“Kuliah? Bukannya kerja?” Kyuhyun mengernyit.

Jessica menggeleng dan mulai menyuap ice creamnya lagi, “Ani~ aku hanya belajar berorganisasi selama urusan aplikasiku di universitas yang baru di urus oleh anak buah appa. Setelah itu, aku kuliah disana. Bukan untuk bekerja~”

“Kenapa pindah tiba-tiba?” tanya Kyuhyun lirih.

“Ani. Tidak tiba-tiba kok. Seluruh orang yang masih menginginkan keberadaanku tahu tentang itu,” jawab Jessica pelan yang membuat Kyuhyun menahan nafasnya.

Kyuhyun menarik nafasnya, “Kau tahu kan kalau kata-kataku saat itu hanya …”

“Ne, arayo,” potong Jessica sambil tersenyum manis. “Dan aku disini untuk mengulang semuanya.”

“Kalau begitu, ayo bertukar tempat. Aku yang akan melindungimu dan kau yang akan ku lindungi.” Kyuhyun mengulas senyum lebar.

“Memang BabyKyu bisa?” sindir Jessica.

“Ya! Jangan memanggilku dengan panggilan itu lagi! Aku tidak berperilaku seperti bayi lagi! Aku pemberani kok~” protes Kyuhyun.

Jessica terkekeh pelan, “Arayo~ berarti namamu adalah Guardian Demon dan aku adalah BabySica.”

===GuardianDemon===

mian kalo ga ngerti -.-v anda pasti sudah bisa memakluminya :p

8 responses to “[Korean Fan Fiction] Guardian Demon

  1. Annyeong,
    reader baru,
    aq suka ff nya,
    trutama krn cast ny kyusica. .
    Kirain end nya g bkal brsatu,
    daebak dh,

  2. bahasanya kog agak membingungkan…..tapi inti ceritanya bagus kog….si kyu jadi lemah gt padahal dia kan magnae evil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s