[Lomba FF] Together (16)

Requestan nomor 10 (@adeputri_1004).

Title                 : Together!

Author             : Park Eunae

FB/Twitt         : Rachmarini Dian Anggraini (@rachrinidian)

Cast                 : Park Jungsoo (Leeteuk SuJu)

Lee Sungmin (Sungmin SuJu)

Kim Jongwoon (Yesung SuJu)

Lee Hyerin (OCs)

Genre              : Romance, Tragedy, AU

Length             : Oneshoot

Rating             : T

Disclaimer       : Real my own story, and cast isn’t mine! Oiya mau kasih penjelasan sedikit, jadi tiap tulisan yang bercetak miring dan tebal” itu dianggap sebagai UCAPAN DALAM HATI ya readers, karena dalam ff ini hanya menggunakan AUTHOR POV saja, hhehe. Saya pribadi berharap kali ini dapat menangin kontes ff ini, aminn~. Oiya cerita ini aku buat berdasarkan req dari @adeputri_1004 mudah-mudahan suka ya chingu.^^ happy reading and enjoy it..!!

******************************************************************************

‘5 MENIT LAGI, JEBAL!’ Itulah kalimat yang saat ini sedang diucapkan berulang kali oleh Hyerin saat Sungmin membangunkan Hyerin yang sedang tertidur sangat lelap.

“Palli Hyerin-ah!! Ini sudah jam 9. Bukankah kau ada kuliah pagi hari ini??” tanya Sungmin seraya menggoyang-goyangkan lengan Hyerin.

“Aishh~ kenapa kau baru membangunkanku sekarang oppa?? Aku sudah hampir terlambat!!”

Dengan segera, Hyerin turun dari tempat tidurnya yang nyaman itu dan langsung bergegas menuju kamar mandi. Sementara, Sungmin hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya seraya menatap tingkah laku yeodongsaengnya itu.

“Sungmin oppa, palli oppa!!!” teriak Hyerin dengan lantang dari teras rumahnya.

“Aishh~ babo yeoja! Tidak perlu teriak-teriak seperti itu, aku belum tuli!” gerutu Sungmin sambil memonyongkan bibirnya.

Hyerin hanya membalas Sungmin dengan senyuman tak berdosanya. Dan mereka pun segera melesat menuju kampus mereka di Seoul University.

“Hari ini kau pulang jam berapa Hyerin-ah??”

“Mmmhh, mungkin aku akan pulang telat oppa. Aku ada kegiatan dulu bersama club fotografiku.”

“Kalau gitu oppa akan menunggu mu.” Sungmin masih berkonsentrasi pada jalanan di depannya.

“Tidak usah oppa. Kau pulang saja duluan. Aku bisa pulang sendiri kok oppa.” Sahut Hyerin seraya menoleh ke arah Sungmin.

“Kau yakin??”

“Ne oppa. Aku kan sudah besar, jadi kau tenang saja ya.”

“Hmm, baiklah.” Sungmin segera mengambil posisi untuk memarkirkan mobilnya.

Karena jurusan dan kelas yang berbeda, maka Hyerin dan Sungmin pun berpisah di parkiran.

 

#############

 

1 jam telah berlalu, tetapi Han sonsaengnim masih sangat bersemangat untuk memberikan ‘penjelasan’. ‘penjelasan’ disini, lebih tepatnya adalah ‘ceramah’ karena omongan Han sonsaengnim yang semakin lama semakin ngelantur saja. Dan hal ini membuat Hyerin dilanda ngantuk tingkat akut.

“Ya! Kau, Lee Hyerin! Sedang apa kau??” bentak seseorang yang tak lain adalah Han sonsaengnim dan sontak membuat Hyerin tersadar 100%.

“Ah, aku kan sedang mendengarkan penjelasan mu Sonsaeng.” bela Hyerin.

“Kalau gitu coba kau jelaskan ulang apa yang tadi telah aku jelaskan.”

“Hah?? A..a…aku….ah, baiklah, mianhae Sonsaeng, aku tidak sengaja tertidur.” ungkap Hyerin dengan menundukan kepala.

“Kalau kau ingin tidur, sebaiknya dirumah saja! Tidak usah masuk pada mata kuliahku! Cepat keluar dari kelas ku!!” omel Han sonsaengnim pada Hyerin.

Dengan langkah gontai dan wajah yang kusut, Hyerin pun berjalan keluar kelas. Mimpi apa aku semalam?! Kok bisa tertimpa sial seperti ini!

Karena terus saja melangkah, Hyerin sampai tidak sadar bahwa dirinya sekarang sedang berada dikantin, padahal tujuan utamanya adalah perpustakaan. Dan setelah menyadarinya, Hyerin menepuk jidatnya dan merutuk dirinya sendiri akan tingkahnya yang sangat pabo.

BRUUUKKKKK~

Dengan maksud ingin berbalik arah menuju perpustakaan, Hyerin tiba-tiba menabrak seseorang pada saat dirinya tepat berbalik badan.

“Mianhae, jeongmal mianhae. Aku tak sengaja menabrakmu.” ucap Hyerin.

“Ah, gwechana. Apa kau terluka??”

Sepertinya aku mengenal suara namja ini. Setelah mendengar suara namja itu, Hyerin langsung mengadahkan kepalanya.

“Ahh, Leeteuk sunbae, mianhae sunbae, aku tidak bermaksud untuk menabrakmu sunbae.” Dengan wajah memelas, Hyerin meminta maaf pada sunbaenya itu.

“Ya, Hyerin! Kau sudah mengucapkan kata-kata itu berulang kali, aku bosan mendengarnya!” balas Leeteuk dengan senyumannya yang berhasil membuat pipi Hyerin memerah seperti kepiting rebus.

“Ah, sunbae. Oiya, kenapa kau bisa berada disini sunbae?? Kau tidak ada mata kuliah??”

“Ani, sonsaengnim ku tidak masuk, jadi aku free. Kau sendiri kenapa berada dikantin?? Memangnya kau juga tidak ada mata kuliah??” tanya Leeteuk balik.

“Ah, sunbae, ceritanya sangat panjang. Aku ingin ke perpustakaan dulu sekarang.” Jawab Hyerin.

“Kalau gitu, palli.” Tanpa komando, Leeteuk pun langsung mengambil langkah duluan menuju perpustakaan.

“Ya! Leeteuk sunbae, tunggu aku….” Hyerin setengah berlari menyusul Leeteuk yang telah berjalan mendahuluinya.

“Sunbae, bukannya kau tadi ingin ke kantin??” tanya Hyerin begitu berhasil menyamakan langkahnya dengan Leeteuk.

“Hmm…”

“Lalu??”

“Aku berubah fikiran.”

“Loh, wae sunba…………”

“Ssstt, Hyerin-ah, pelankan suara mu. Kalau tidak kita akan mendapatkan pelototan dari pustakawan disana.” Ucap Leeteuk sambil menempelkan telunjuknya di bibirnya seraya menunjuk seorang ahjumma yang sedang asik membaca buku.

Hyerin yang mengerti akan maksud perkataan Leeteuk, langsung segera menutup mulutnya. Leeteuk pun berjalan menuju sebuah meja yang berada di pojok perpustakaan, dan Hyerin pun mengikuti Leeteuk.

Tanpa mereka sadari, seseorang dari kejauhan menatap mereka dengan tatapan tajamnya sambil menyeringai sinis, sejak mereka masih berada di luar perpustakaan.

Hyerin segera memilih-milih buku yang ingin dia baca, sementara Leeteuk telah duduk manis seraya membaca buku yang baru diambilnya dari rak.

“Sunbae…”

“Hmm….”

“Kenapa kau tidak jadi ke kantin??” tanya Hyerin seraya membenarkan posisi duduknya.

“Entahlah…tiba-tiba aku berubah fikiran saja.” Jawab Leeteuk masih tetap fokus pada bukunya. Hyerin hanya menanggapi jawaban Leeteuk dengan mengangguk-anggukan kepalanya.

“Lalu….kenapa kau bisa keluar kelas??” kini Leeteuk yang ganti bertanya.

“Aku….aku…”

“Aku apa???” Leeteuk pun kini menolah kearah Hyerin dan menatapnya dengan tatapan penuh rasa penasaran.

“Aku…..” Aishh~ sunbae, aku malu mengatakannya, ahh. ”Aku dikeluarkan dari kelas oleh sonsaengnim ku sunbae, karena aku tak sengaja ketiduran.”

“Ohh, gitu.” Setelah mendengar penjelasan dari Hyerin, Leeteuk pun kembali fokus pada bukunya.

Aishh~ tak ku sangka orang ini responnya hanya seperti itu. susah payah aku mengatakannnya karena aku sangat malu, tetapi dia hanya merespon dengan jawaban singkat itu.

“Aku harus kembali ke kelas sekarang. Kau masih mau tetap disini??” tanya Leeteuk seraya bangun dari tempat duduknya.

“Ne sunbae.” Jawab Hyerin.

“Baiklah. Oh iya, jangan lupa jam 2 nanti kita ada rapat untuk pameran fotografi.”

“Ne sunbae, aku tidak akan lupa.”

Leeteuk hanya memberikan senyuman simpulnya pada Hyerin sebelum akhirnya dia benar-benar pergi meninggalkan Hyerin.

Leeteuk…seorang namja yang menjadi ketua club fotografi yang diikuti oleh Hyerin. Namja yang bersifat tegas namun sangat berani dan tidak suka terlalu banyak omong. Tetapi diam-diam dia suka memperhatikan orang-orang yang berada di sekitarnya.

Tak lama setelah Leeteuk pergi, seorang namja lain datang dan langsung duduk tepat disebelah Hyerin.

“Hyerin-ah, apa yang kau lakukan disini??” tanya namja itu yang tak lain adalah oppa Hyerin, Sungmin.

“Aku hanya sedang iseng membaca buku oppa. Oppa kenapa bisa kesini??” tanya Hyerin heran.

“Oh, tadi oppa melihatmu berjalan bersama seorang namja. Nugu Hyerin-ah??”

“Oh, dia itu sunbae ku di club fotografi oppa, dan dialah ketua clubnya.” Jelas Hyerin tersenyum.

“ Kau ada hubungan apa dengannya??” tanya Sungmin dengan nada dingin.

“Ani. Hanya sebatas hubungan antara sunba dan hoobae nya.”

Untuk beberapa saat mereka berdua terdiam sampai tiba-tiba Hyerin bangun dari tempat duduknya.

“Oppa, aku harus kembali ke kelas sekarang. Aku masih ada mata kuliah.” Pamit Hyerin seraya tersenyum manis.

“Ah ne.”

Sungmin menolehkan kepalanya untuk melihat Hyerin yang telah berjalan menjauhi dirinya. Sungmin menatap punggung Hyerin dengan tatapan yang sangat tajam seraya menyeringai.

 

############

 

“Jadi, apa kalian sekarang sudah mengerti tentang konsep yang akan kita gunakan untuk pameran nanti??” tanya Leeteuk pada anggota clubnya.

“Ne sunbae. Kami sudah mengerti.” Jawab anggota yang lain kompak.

“Kalau gitu, rapat hari ini cukup sampai disini. Cepat kalian pulang karena hari sudah hampir gelap.” titah Leeteuk pada anggotanya.

Mereka pun segera membereskan barang-barang mereka masing-masing, dan mulai meninggalkan ruangan yang menjadi base camp dari club fotografi.

“Hyerin-ah.” panggil Leeteuk dari ujung koridor. Mendengar namanya di panggil, Hyerin segera menoleh ke arah Leeteuk yang telah setengah berlari menghampirinya.

“Ne sunbae, wae??” tanya Hyerin begitu Leeteuk telah berada didepannya.

“Kau pulang naik apa??”

“Naik bis mungkin sunbae.”

“Kalau gitu, ayo ikut aku. Aku akan mengantarmu pulang.” ucap Leeteuk seraya mendahului Hyerin.

“Tapi..sunbae..”

“Sudahlah jangan banyak omong. Hari sudah mulai gelap. Bahaya kalau seorang yeoja dibiarkan pulang sendirian. Sudahlah, palli~”

Hyerin pun mengikuti apa yang dikatakan Leeteuk. Mereka segera ke parkiran untuk mengambil motor Leeteuk lalu bergegas pulang.

“Sunbae..”

“Jangan panggil aku sunbae lagi.”
“Lalu??”

“Panggil saja oppa.”

“Hmm, baiklah. Leeteuk oppa, gwechana??” tanya Hyerin kaku karena belum terbiasa memanggil Leeteuk dengan sebutan oppa.

“Hmm, Wae??” Leeteuk bertanya balik.

“Kau tidak apa mengantarkan ku pulang?? Apa nanti kau tidak kemalaman??”

Leeteuk mengernyitkan kening nya dan melirik sebentar ke kaca spion sebelum akhirnya kembali fokus ke jalan.

“Oh, gwechana. Aku ini kan seorang namja, jadi kau tidak perlu terlalu khawatir.” jawab Leeteuk.

“Oh, baiklah.”

Leeteuk memberhentikan motornya tepat di depan sebuah rumah, yang tak lain adalah rumah Hyerin.

“Benar ini rumahmu??” Leeteuk segera membuka helmnya untuk melihat sekeliling nya.

“Tentu saja. Apa kau fikir aku ini yeoja pembohong??” tanya Hyerin dengan nada sedikit ketus.

“Ani. Aku hanya memastikan saja. Baiklah, aku pulang ya.” pamit Leeteuk seraya memakai helmnya kembali dan bersiap pergi.

“Baiklah. Gomawo Leeteuk oppa. Hati-hati dijalan.” balas Hyerin mengingatkan Leeteuk.

Leeteuk pun bergegas pergi meninggalkan Hyerin yang masih berdiri di depan rumahnya. Suara motor Leeteuk mampu memecahkan suasana sunyi komplek perumahan Hyerin tersebut.

Dari dalam rumah, ada sosok seorang namja yang sedang memperhatikan yeodongsaeng nya dari sebuah kaca besar yang dapat melihat kearah luar rumah. Namja sialan, beraninya kau mengantarkan Hyerin pulang!!

 

############

 

“Hyerin-ah!”

“Loh, Sungmin oppa?! Kenapa kau bisa berada di depan kelasku?? Sejak kapan oppa??” tanya Hyerin begitu menoleh ke arah sumber suara yang memanggilnya.

“Sejak 10 menit yang lalu. Kajja~ kita pulang.” Sungmin langsung menarik tangan Hyerin.

“Ah, mianhae oppa. Tadi pagi aku lupa bilang padamu kalau hari ini aku akan pulang telat lagi oppa.” balas Hyerin seraya menundukan kepalanya karena takut Sungmin marah.

“Ada kegiatan club lagi??”

“Ne oppa. Mianhae.” jawab Hyerin dengan nada menyesal.

“Baiklah. Hati-hati dijalan ya. Kalau ada apa-apa, telfon oppa saja.” Sungmin mengacak-acak rambut yeodongsaengnya itu sebelum melangkah pergi.

Hyerin yang merasa lega karena Sungmin tidak memarahinya akibat dia lupa meminta ijin pada Sungmin tadi pagi, mulai melangkahkan kakinya menjauh dari  kelasnya.

Untung saja Sungmin oppa tidak memarahiku. Sungmin…seorang namja yang tak lain adalah oppa dari Hyerin. Sungmin begitu menyayangi Hyerin. Sungmin juga seorang namja yang bersifat lembut dan perfeksionis, tipe yang sangat di idamkan setiap yeoja. Tetapi anehnya sampai sekarang dia belum pernah memiliki seorang yeojachingu.

“Hyerin-ah!” panggil Leeteuk lagi-lagi dari ujung koridor.

“Ah, Leeteuk oppa?! Wae??” tanya Hyerin.

“Kapan kau akan mulai membuat karya fotografi mu??” tanya Leeteuk yang kini sudah berada di sebelah Hyerin.

“Hari ini oppa.”

“Kalau gitu, kajja ikut aku. Kebetulan aku tau satu lokasi yang bagus untuk melakukan pemotretan.”

Tanpa mempertimbangkannya lagi, Hyerin langsung menyetujui ajakan Leeteuk untuk ikut bersamanya.

Seorang namja menyeringai sinis seraya menatap tajam sosok Hyerin dan Leeteuk. Jadi ini alasannya kau bilang akan pulang terlambat?! Hanya untuk pergi bersama namja bodoh itu?! baiklah~

Hyerin dan Leeteuk langsung pergi menuju lokasi yang dimaksud oleh Leeteuk. Sesampainya di lokasi tersebut, Leeteuk langsung memarkirkan motornya. Sementara Hyerin terbengong dengan suasana lokasi tersebut.

“Hyerin-ah, kenapa kau bengong seperti itu??” tanya Leeteuk heran.

“Oppa, apa kau tidak salah membawa ku ke sini??” tanya Hyerin balik.

“Maksudmu??”

“Oppa, ini kan taman bermain anak-anak. Apa maksudmu tadi waktu kau bilang kalau lokasi yang kau maksud ini bagus untuk melakukan pemotretan?? Ini kan sama sekali tidak cocok dengan tema pelestarian lingkungan yang kita pilih.” jelas Hyerin panjang lebar.

Leeteuk yang mendengar penjelasan Hyerin langsung tertawa. Dan Hyerin yang merasa di tertawai, langsung menatap tajam kearah Leeteuk.

“Dasar babo. Coba kau lihat, taman bermain ini di kelilingi oleh banyak tanaman. Jadi maksudku, aku ingin orang-orang tahu bahwa kita tetap bisa membangun sebuah taman bermain dengan tetap melestarikan lingkungan yang ada.” Leeteuk pun menjelaskan maksudnya membawa Hyerin ke taman ini.

“Oh gitu. Tetapi kenapa tidak kau saja yang memotretnya??”

“Aku ingin hoobae ku mendapatkan pengalaman yang lebih banyak.”

Hyerin tersenyum lebar mendengarkan kata-kata Leeteuk. Dan dengan segera Hyerin langsung mulai memotret lokasi tersebut. Leeteuk yang melihat tingkah laku Hyerin, hanya bisa tersenyum simpul.

Tak berapa lama, Hyerin langsung hanyut ke dalam aktivitasnya memotret. Sesekali dia memotret Leeteuk yang menurutnya sedang berpose. Sementara Leeteuk sendiri tidak tahu kalau dirinya di potret oleh Hyerin. Tak terasa hari sudah gelap. Leeteuk pun segera mengantarkan Hyerin pulang.

“Kau diantar pulang oleh namja itu lagi??” tanya Sungmin ketika membukakan pintu untuk yeodongsaengnya itu.

“Namja itu?? oh, maksud oppa, Leeteuk oppa??” tanya Hyerin memastikan.

“Ne. oppa?? Sejak kapan kau memanggilnya oppa??” Sungmin menaikkan satu alisnya.

“Baru hari ini. Dia menyuruhku untuk memanggilnya oppa saja.” Hyerin segera menuju ke kamarnya, tetapi Sungmin mengekor dibelakang Hyerin.

“Apa benar hubungan kalian hanya sebatas antara sunbae dan hoobae saja?? Menurut oppa, kalian begitu akrab.” jelas Sungmin yang kini sudah duduk di tepi ranjang Hyerin.

“Benarkah begitu oppa??”

“Apa kau menyukai namja itu??”

“Hah?? Menyukainya?? Entahlah oppa,aku tidak tau.” jawab Hyerin seraya memandang lekat Sungmin.

“Benarkah kau tidak tau??”

“Ehmm…”

Sungmin pun beranjak dari kamar Hyerin menuju kamarnya sendiri. Satu senyuman tipis terbentuk di sudut bibir Sungmin. Kau bohong!! Aku tau, pasti kau bohong!! Aku bisa melihat semua dari kedua matamu. Hah, baiklah kalau itu mau mu Lee Hyerin!!

Didalam kamar, Hyerin sibuk membolak-balikan tubuhnya, berguling-guling kesana kemari seraya berkutat dengan fikirannya yang sedang melayang-layang bebas di udara.

Menyukainya?? Menyukai sunbae ku itu?? hah, dari mana coba Sungmin oppa bisa mendapatkan pertanyaan seperti itu?? tapi…..setiap aku bersama Leeteuk oppa, aku memang merasa nyaman dan rasanya aku ingin bersamanya selalu. Tapi, apa ini artinya aku menyukainya?? Benarkah???

            ”Ahhhh!! Aku tidak tau!! Ahh, pusing!!!” teriak Hyerin dan langsung menutup wajahnya dengan bantal.

 

############

 

“Akhir-akhir ini kau sangat sibuk sekali Hyerin-ah. Apa kau akan pulang terlambat lagi??” tanya Sungmin.

“Ah, mianhae oppa. Sebentar lagi kan club ku akan mengadakan pameran fotografi. Jadi aku harus mempersiapkan semuanya oppa. Mianhae aku jadi jarang pulang bersamamu.” jawab Hyerin.

“Hmm, gwechana Hyerin-ah. Asal kau tidak membohongi ku saja.” Sungmin pun tersenyum.

“Membohongi?? Apa maksudmu oppa??” Hyerin tercekat dan menatap Sungmin tajam.

“Maksudku kau jangan membohongi ku adalah, saat ini kau bilang bahwa kau sedang sibuk dengan kegiatan mu untuk pameran nanti, tetapi ternyata kau nanti malah sibuk kencan dengan namja itu. kau mengerti maksudku??” Sungmin pun tertawa renyah melihat ekspresi Hyerin.

“Ah oppa, kau membuatku terkejut saja! Ehmm, oppa, sepertinya pertanyaan mu itu benar oppa.”

“Pertanyaan ku?? Yang mana??”

“Yang kau tanya apakah aku menyukai Leeteuk oppa, hmm, sepertinya aku menyukainya oppa. Aku telah memikirkan jawaban ini sejak tad…………..”

CCKIIIITTTTTT~

“Ya! Sungmin oppa,kenapa kau ngerem mendadak?? Hamper saja aku terbentur dashbor!”

“Ah mianhae Hyerin. Tadi sepertinya aku melihat kucing menyebrang sembarangan.” kilah Sungmin.

Seketika raut wajah Sungmin yang tadinya penuh kehangatan, berubah menjadi dingin. Sungmin kembali menjalankan mobilnya seraya melirik sebentar kearah Hyerin dengan lirikan yang seakan ingin membunuh. Baiklah~ sekarang semua sudah sangat jelas!

            “Hyerin-ah!!” panggil seorang namja yang tak lain adalah Leeteuk dari arah seberang parkiran.

“Oh, Leeteuk oppa.” balas Hyerin ramah.

“Hmm, annyeong Hyerin-ah.” sapa Leeteuk ketika dirinya telah berada disamping Hyerin.

“Annyeong Leeteuk oppa.” balas Hyerin.

“Oh iya, Leeteuk oppa, kenalkan ini oppa ku Lee Sungmin. Sungmin oppa, ini Leeteuk oppa.” Sambung Hyerin seraya menunjuk Leeteuk dan Sungmin secara bergantian.

“Annyeong Leeteuk-ssi, Lee Sungmin imnida.” ucap Sungmin seraya mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

“Ah, annyeong Sungmin-ssi, Park Jungsoo imnida. Tapi aku biasa di panggil Leeteuk.” Leeteuk menerima uluran tangan Sungmin untuk bersalaman.

“Hyerin-ah, aku ingin berbicara sesuatu padamu.” Leeteuk segera mengalihkan perhatiannya pada Hyerin.

Seakan mengerti apa yang dimau oleh Leeteuk, Sungmin segera pamit untuk meninggalkan mereka berdua.

“Baiklah, Hyerin-ah, oppa duluan yaa.”

“Ne Sungmin oppa. Sampai bertemu dirumah.” balas Hyerin dengan senyuman di wajahnya.

Dengan wajah seperti seseorang yang ingin membunuh, Sungmin mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Leeteuk dan Hyerin. Dasar babo namja! Nikamtilah waktumu dulu selagi masih bisa kau nikmati!!

            “Oppa, kau mau berbicara apa padaku??” tanya Hyerin penasaran.

“Duduklah…” titah Leeteuk. “Hyerin-ah, aku….aku…..” tiba-tiba saja Leeteuk merasakan gugup, dan jantungnya berdetak sangat cepat.

Hyerin hanya mengangkat satu alisnya melihat tingkah laku Leeteuk yang bagi Hyerin sangat jarang terjadi, bahkan tidak pernah terjadi.

“Hyerin-ah….saranghae.. aku mencintaimu Hyerin-ah. Mau kah kau menjadi yeojachingu ku??” Leeteuk menghembuskan nafas panjang karena telah merasa lega. Akhirnya, aku  mampu mengatakannya.

            Hyerin yang bingung, hanya melotot kaget kearah Leeteuk. “Leeteuk oppa, apakah kau serius dengan apa yang kau ucapkan barusan??”

“Tentu saja serius. Jadi, apakah kau……………”

“Ah, nado saranghae oppa.” ucap Hyerin dengan wajah yang sangat sumringah.

“Apakah itu berarti……………??”

Leeteuk menatap Hyerin dan Hyerin membalasnya dengan anggukan mantap. Beberapa detik kemudian, senyuman bahagia terpancar dari wajah mereka berdua. Tetapi, tanpa disadari lagi oleh mereka berdua, seseorang yang berada agak jauh dari mereka, tengah menyunggingkan senyuman simpulnya. Baiklah babo namja, jadi itu yang kau inginkan?? Ya! Aku akan memberikan hadiah atas keberanianmu itu.

 

############

 

            Leeteuk sampai dirumahnya tepat pada pukul 7 malam. Seorang namja langsung berlari menuju pintu setelah mendengar bunyi bel 5x.

“Ya! Leeteuk hyung, kau dari mana saja??” tanya namja itu.

“Aku dari kampus kok.” jawab Leeteuk seraya nyelonong masuk melewati namja itu.

“Kau pasti bohong hyung! Wajahmu tampak berseri-seri! Hmm, pasti kau habis kencan yaa???”

“Ya! Yesungie, jangan sok tau deh!” kilah Leeteuk seraya masuk ke dalam kamarnya.

Namja yang bernama Yesung itu pun mengikuti Leeteuk masuk ke kamarnya yang notabene sebenarnya adalah kamar mereka berdua.

Saat masuk kamar, Leeteuk sedikit tercengang karena kamar yang sudah dia bersihkan tadi pagi, sekarang sudah berantakan sekali. Leeteuk langsung melemparkan pandangan kea rah Yesung, dan hanya dibalas oleh Yesung dengan senyuman tak berdosanya.

Yesung atau nama sebenarnya adalah Kim Jongwoon..….namja yang tidak bisa berdiam diri tetapi dia sangat care dengan Leeteuk dan keluarganya.  Yesung adalah sepupu Leeteuk. Eomma Yesung adalah yeodongsaeng dari eomma nya Leeteuk.

“Yesungie, apa yang kau lakukan dengan kamarku??” tanya Leeteuk seraya melemparkan tatapan tajam nya kearah Yesung.

“Ah, mianhae hyung. Aku sedang mengerjakan tugas dari sonsaengnim ku, mian hyung kamarnya jadi berantakan seperti ini.” Yesung mengeluarkan tatapn aegyo nya, dan itu membuat Leeteuk tidak bisa marah padanya.

Leeteuk mengambil nafas panjang dan menghembuskannya lagi. Tatapan Leeteuk kini beralih pada laptop Yesung yang sedang menampilkan foto Yesung bersama chingudeulnya saat mereka masih SMA.

“Yesungie, kau mengenal namja ini??” tanya Leeteuk seraya menunjuk ke sosok seorang namja yang berada di dalam foto itu.

“Ne hyung. Namanya Lee Sungmin, chingu ku waktu SMA dulu.” Yesung tersenyum pada Leeteuk. Leeteuk pun hanya membalasnya dengan anggukan.

 

############

 

“Leeteuk oppa, menurutmu bagaimana pantai ini??” tanya Hyerin antusias.

“Bagaimana??”

“Ne…”

“Indah kok. Kau sering datang ke pantai ini Hyerin-ah??” Leeteuk mengedarkan pandangannya ke sekeliling.

“Ne oppa! Pantai ini sangat bagus untuk dijadikan objek fotografi. Selain itu, aku juga suka sunset nya oppa.” Hyerin mengambil kameranya dan mulai melakukan pengambilan foto.

“Sunset?? Benarkah??”

“Hmm…. Oppa, diam di situ sebentar! Tahan yaaa…”

KLIKKK..

“Ya! Hyerin-ah, apa yang kau lakukan??” Leeteuk berjalan menghampiri Hyerin yang posisinya tidak terlalu jauh dari Leeteuk.

“Pose mu tadi bagus oppa. Dan matahari tepat berada dibalik punggung mu. Jadi mana mungkin aku melewati moment sebagus tadi!! “ balas Hyerin seraya menggembungkan pipinya.

Leeteuk melemparkan sebuah senyuman manis. Dan senyuman itu lah yang sering membuat Hyerin tidak bisa tidur.

“Kau suka kesini??”

“Ne oppa. Ini tempat favoritku.”

“Wae???”

“Wae?? Hmm, karena sunset di sini sangat indah oppa. Aku sangat menyukainya.”

Leeteuk meraih tangan Hyerin, dan menggenggam nya erat. Hyerin pun membalas genggaman tangan Leeteuk.

Hari pun mulai gelap. Leeteuk dan Hyerin bergegas pulang. Candaan pun sering terlontar dari mereka. Mengisi waktu selama di perjalanan pulang.

“Palli! Hyerin-ah masuk sana.” titah Leeteuk.

“Ne oppa, hati-hati dijalan yaa.” balas Hyerin penuh dengan senyuman.

“Ne! anyyeong Hyerin-ah.”

“Annyeong Leeteuk oppa.”

Keheningan malam pun terpecahkan dengan deru suara yang berasal dari motor Leeteuk. Jalanan pun sepi mencekam. Hampir sampai di rumah, tiba-tiba seseorang yang berpakaian misterius menghadang Leeteuk.

“Hmm?? Wae??” tanya Leeteuk heran.

“Palli! Cepat turun dari motormu.” titah namja itu.

Leeteuk pun segera turun dari motornya dan menghampiri namja itu.

DDUUAGGHH~

“Ya! Kau ini siapa?? Apa salahku, hah??” teriak Leeteuk yang telah jatuh tersungkur.

“Heh, dasar babo namja!! Masih tidak mengerti apa salahmu?? Hah??” DDUUAGHH~ Namja itu kembali melayangkan pukulannya tepat di wajah Leeteuk.

“Baik! Akan aku kasih tau apa salahmu! Salah mu itu adala………………..”

“Ya! Leeteuk hyung!!” teriak seorang namja yang tak lain adalah Yesung dari arah ujung jalan.

Tanpa membuang waktu lagi, namja yang berpakaian misterius itu pun langsung meninggalkan Leeteuk yang masih tersungkur.

Sungmin?? Apa benar namja tadi itu adalah Sungmin?! Ya! Mantel yang dia kenakan sama persis dengan milikku. Tidak mungkin aku tidak mengenalinya! Tapi, kenapa dia memukuli Leeteuk hyung?? Dan kenapa mereka bisa saling mengenal??

“Ya!! Yesungie, jangan berdiam diri saja! Palli, bantu aku!!” ucap Leeteuk seraya menahan rasa sakit akibat pukulan namja itu.

Sungmin?! Ya! Itu pasti Sungmin! Aku yakin!!!

            ”Ya! Apa kau tidak mendengar ku Yesungie??!”

“Ah, mianhae hyung! Kajja~ kita pulang hyung! Biar aku yang membawa motormu!” ucap Yesung seraya memapah Leeteuk untuk menaiki motornya.

“Baiklah~”

Yesung pun segera memacu motor Leeteuk menuju rumah mereka. Dan tak berapa lama, mereka sudah sampai dirumah.

Sesampainya di rumah, Yesung dengan sigap mengompres wajah Leeteuk yang sedikit memar akibat pukulan namja tadi.

“Hyung, kenapa kau berkelahi dengan Sungmin?? Dia kan chingu ku hyung?!” Yesung masih tetap fokus untuk mengompres wajah Leeteuk.

Leeteuk terbelalak kaget mendengar perkataan Yesung. “Sungmin???” ucapnya. “Maksudmu yang memukuli ku tadi adalah Sungmin??”

“Ne, hyung. Itu Sungmin kan??”

“Dari mana kau tahu kalau namja itu Sungmin??”

“Mantel yang dia kenakan hyung.” Yesung masih tetap mengompres luka Leeteuk.

Leeteuk kembali terdiam. Fikirannya berkutat terus seputar kejadian yang baru saja di alaminya. Sungmin?? Benarkah yang dikatakan Yesung?! Tetapi, untuk apa Sungmin berbuat seperti itu padaku?!

            ”Hyung, gwechanayo??” tanya Yesung seraya memperhatikan wajah Leeteuk.

“Ah, gwechana Yesungie! Oiya, apa kau berteman baik dengan Sungmin??”

Yesung  meletakkan handuk yang dipakai nya untuk mengompres wajah Leeteuk. Perhatian Yesung saat ini terfokus pada pertanyaan Leeteuk.

“Ne hyung! Aku bisa mengenali bahwa namja yang tadi adalah Sungmin, itu karena mantel yang dikenakannya hyung!” Yesung menarik nafas pendek dan melanjutkan lagi.

“Itu mantel yang hanya di miliki oleh aku dan Sungmin, karena aku dan Sungmin lah yang mendesign mantel itu dan mantel itu hanya dibuat 2 hyung!”

“Lalu, apa sekarang kalian masih berhubungan baik??”

“Ne hyung! Kan dia juga satu kampus dengan kita. Tetapi aku masih tidak mengerti, kenapa kau bisa mengenal Sungmin? Lalu ada masalah apa antara kalian??” Yesung mengernyitkan keningnya.

“Aku mengenal Sungmin karena yeojachingu ku adalah yeodongsaeng nya Sungmin. Aku sendiri juga tidak mengerti kenapa Sungmin melakukan hal itu kepada ku.” ungkap Leeteuk.

“Yeodongsaeng?? Maksudmu Hyerin, hyung??”

“Ne! Wae Yesungie??”

“Hyung, sebenarnya Hyerin itu bukan yeodongsaeng kandung nya Sungmin. Karena Sungmin itu sebenarnya anak angkat hyung.”

“MWOOO???” Leeteuk setengah berteriak seraya membelakakan kedua matanya.

“Ne hyung! Tetapi jangan kau ceritakan masalah ini pada Hyerin hyung. Hyerin sangat menyayangi Sungmin. Sungmin pun juga sangat menyayangi Hyerin hyung!”

“Jadi….jadi maksudmu, Hyerin tidak tau tentang ini semua???”

Yesung mengangguk mantap mendengar perkataan Leeteuk. Sementara, Leeteuk kembali berkutat dengan fikirannya. Jadi…jadi…Sungmin…ah, apakah Sungmin……tidak!! Aku tidak boleh berfikir negatif dulu!! Akan ku tanyakan besok pada Sungmin!

 

############

 

“Annyeong Hyerin-ah, annyeong Sungmin-ssi.” sapa Leeteuk ketika bertemu dengan Hyerin dan Leeteuk di parkiran.

“Annyeong Leeteuk-ssi.” balas Sungmin dengan senyuman manisnya.

“Annyeong Leeteuk oppa. Kau baru datang oppa???”

“Ne Hyerin-ah.” Hyerin tersenyum, lalu Hyerin melirik sebentar ke arlojinya.

“Sungmin oppa, Leeteuk oppa, aku harus masuk kelas sekarang. Aku duluan yaaa.” Hyerin pun segera berlalu tanpa mendengar jawaban dari Leeteuk dan Sungmin.

Untuk beberapa saat, Leeteuk dan Sungmin hanya berdiam diri. Sungmin hanya melirik tajam ke arah Leeteuk.

“Sungmin-ssi, aku ingin bicara pada mu.”

“Wae?? Katakan saja!”

“Apa benar kau………………”

“Sepertinya chingu ku telah memberitahu mu semuanya! Dan semua yang dikatakan Yesung itu benar!!” Sungmin menaikan salah satu sudut bibirnya hingga membuat sebuah senyuman simpul.

“Jadi, itu semua benar??”

Sungmin mengangguk mantap seraya menyeringai sinis. Baiklah~ aku akan terang-terangan menghadapi mu, babo namja Leeteuk!!

            “Kenapa kau melakukan itu padaku??” tanya Leeteuk dingin.

“Kau masih bertanya juga apa alasanku??? Ku fikir kau sudah bisa menyimpulkannya! Kau jeongmal paboya!! Baiklah aku akan memberitahukan mu apa alasanku!!”

Sungmin menarik nafas pendek dan menghembuskannya lagi. “Aku tidak suka kau mendekati Hyerin! Apalagi sekarang kau berani untuk memilikinya!”

“Apa maksdumu?? Memangnya aku salah?? Aku mencintai Hyerin, wajar saja kalau aku ingin me………….!”

“Aku mencintai Hyerin jauh sebelum dia bertemu dengan mu! Tetapi angan ku untuk memilikinya hilang karena mu!!” suara Sungmin sedikit parau, menyiratkan bahwa dia sedang berusaha menahan emosinya.

Leeteuk benar-benar tak percaya dengan apa yang dikatakan Sungmin. Jadi, apa yang aku fikirkan benar!!!!

“Sekarang kau sudah tau alasan ku! Baiklah~ aku akan pergi dari sini!!”

“Tapi, Sungmin-ssi, tunggu dul……..”

“Jangan mencegah ku. Biarkan aku pergi sebelum aku tak bisa mengontrol kepalan tangan ku.”

Sungmin mulai melangkahkan kaki nya meninggalkan Leeteuk yang masih terbengong. Babo namja!! Ini semua  belum berakhir!! Hahahahaaa….. satu seringai muncul di wajah Sungmin.

 

############

“Leeteuk oppa, hati-hati dijalan yaaa. Gomawo sudah mengantarkan ku pulang.” ucap Hyerin mengingatkan Leeteuk.

“Ne! anyyeong Hyerin-ah!!” balas Leeteuk dengan senyuman manisnya.

Leeteuk segera memacu gas motornya dan mulai meninggalkan Hyerin yang sedang malembaikan tangannya kea rah Leeteuk.

“Tumben sekali jalanan kota Seoul sepi! Padahalkan baru jam 8 malam!” gumam Leeteuk sambil tetap fokus kearah jalan.

Leeteuk pun memberhentikan laju motornya karna saat itu lampu lalu lintas di perempatan jalan sedang menyala merah. Dengan sabar, Leeteuk menunggu lampunya berubah menjadi warna hijau.

Detik berikutnya, lampu hijau sudah menyala. Leeteuk kembali memacu gas motornya. Tetapi, sorotan tajam lampu dari sebelah kiri membuat Leeteuk kehilangan konsentrasi dan……

CCCCKKKIITTTTTT……BBRRRAAAAKKKKKKKKKKK~

Sebuah mobil berhasil menghantam motor Leeteuk dengan keras. Leeteuk pun kehilangan keseimbangannya dan Leeteuk terlempar agak jauh dari motornya.

“Aghhhhhhhhh!!!!!!!!!!!” Leeteuk mengerang menahan rasa sakit yang dirasakannya.

Samar-samar Leeteuk melihat seseorang yang sedang berjalan menuju kearahnya. Seseorang itu menyeringai. “Ini bukan akhir dari segalanya Leeteuk-ssi!! Ada kejutan lain untuk mu!!”. Orang itu pun pergi meninggalkan Leeteuk. Seketika pandangan Leeteuk menjadi gelap.

 

############

 

“Hyung!! Hyung!! Kau sudah sadar hyung??” teriak Yesung antusias.

“Hmm??”

“Hyung, kau bisa mengingatku kan?? Sebentar hyung, aku akan panggilkan uisa.” Yesung telah siap untuk berlari memanggil uisa.

“Yesungie! Tidak usah memanggil uisa. Aku sudah baik-baik saja!” ucap Leeteuk mencegah Yesung sebelum Yesung benar-benar berlari.

“Jeongmal hyung?!!”

“Ne! dimana aku sekarang??”

“Ya hyung! Sepertinya kau sedikit kongslet! Kau dirumah sakit! Coba lihat sekelilingmu!” decak Yesung kesal. Leeteuk pun hanya tertawa tak berdosa.

“Yesungie, apakah yeojachingu ku tidak datang menjengukku??” tanya Leeteuk heran.

“Tenang saja hyung! Dia itu yeoja yang sangat perhatian. Dari tadi malam dia sudah menjaga mu hyung.” jelas Yesung seraya mengerling nakal pada Leeteuk.

“Jinjja????? Lalu dimana dia sekarang???”

“Oh, tadi Sungmin mengajak nya keluar. Mungkin karena Hyerin terlihat kelelahan, jadi Sungmin mengajaknya keluar hyung.”

Tiba-tiba saja Leeteuk kembali teringat dengan kecelakaan yang menimpa dirinya. Dia kembali teringat bahwa saat kejadian, ada seseorang yang menghampirinya. “Ini bukan akhir dari segalanya Leeteuk-ssi!! Ada kejutan lain untuk mu!!” siapa dia?? Siapa orang yang mengatakan itu pada ku?? Jangan-jangan……..”

            Seketika Leeteuk melepaskan selang infusnya dan menyambar jaketnya yang tergeletak di sofa.

“Ya! Leeteuk hyung!! Mau kemana kau???”

“Dasar babo namja kau!! Harusnya jangan kau biarkan Sungmin pergi dengan Hyerin!!!”

“Wae hyung?? Ya, hyung!! Ya, Park Jungsoo!!!” teriak Yesung memanggil nama Leeteuk. Namun Leeteuk tetap saja melanjutkan langkahnya dengan sangat terburu-buru tanpa memperdulikan  teriakan Yesung.

Sesampainya di depan rumah sakit, Leeteuk langsung memberhentikan taksi.

“Ahjussi, tolong antarkan aku……aishh~ jalan saja dulu ahjussi! Nanti aku akan beritahu tujuanku.” titah Leeteuk pada supir taksi itu. Dan supir taksi itu hanya mengangguk.

Leeteuk mengaktifkan ponselnya, dan langsung mencoba mencari dimana keberadaan Hyerin lewat sistem navigasi dari ponsel Hyerin.

Menit berikutnya, Leeteuk sudah menemukan dimana keberadaan Hyerin. “Ahjussi, tolong antarkan aku ke taman di bukit SM.”

“Ne….” jawab sang supir singkat.

30 menit kemudian, Leeteuk pun sampai di taman bukit SM. Taman apa ini?? Kenapa bisa ada taman yang di sampingnya ada jurang?!! Oh, Hyerin!! Leeteuk menyebarkan pandangannya ke sekeliling taman.

“Leeteuk oppa??!! Kenapa kau bisa ada di sini??” tanya seorang yeoja yang tak lain adalah Hyerin.

“Hyerin-ah, gwecha……….”

PROKK…PROKKK….PROKKKK….

“Aku tidak menyangka kalau kau sembuh dengan cepat Leeteuk-ssi.” Sungmin tertawa ringan seraya bertepuk tangan.

“Sungmin-ssi?!!” Sungmin berjalan kearah Leeteuk dan tiba-tiba saja………

“Kyaaa, Sungmin oppa!!” Hyerin kini sudah berada di sisi Sungmin.

“Ya! Lee Sungmin!! Lepaskan tangan yeojachinguku.”

“Hyerin-ah, oppa ingin menjelaskan sesuatu pada mu! Saranghae Hyerin-ah, jeongmal saranghae.” Ungkap Sungmin dengan tatapan yang sangat lembut.

“Tapi….bagaimana bisa oppa?? Kita kan…….” belom sempat Hyerin melanjutkan perkataannya, Sungmin telah terlebih dahulu memotong pembicaraan Hyerin.

“Hyerin-ah, sebenarnya aku ini bukan anak kandung appa dan eomma. Aku adalah anak angkat. Appa mengangkat ku sebagain anaknya sebelum appa menikahi ibumu. Dan segala perhatian ku dan kasih sayang ku selama ini, karena aku menganggap mu sebagai yeoja! Yeoja yang akan segera aku miliki!”

Sungmin menghela nafas sejenak dan melanjutkan kata-katanya lagi. “Tetapi, semua impian ku untuk memiliki mu, hilang semua ketika kau menyukai babo namja ini!!” tatapan lembut Sungmin seketika berubah menjadi tatapan yang sangat ingin membunuh.

“Ya! Dari kecil kau telah hidup bersama Hyerin! Dan dia menganggap mu sebagai oppa nya. Seharusnya kau menganggap nya sebagai dongsaeng mu. Bukan sebagai yeoja yang ingin kau miliki!”

“Diam kau babo namja! Aku tidak butuh komentarmu!!!!!!!! Hyerin-ah, maukah kau menjadi yeojachingu oppa??” tanya Sungmin.

“Oppa, jebal dengarkan aku! Aku menyayangimu sebagai oppa ku! Aku tidak memiliki perasaan yang lain pada mu Sungmin oppa!”

“Apa kau baru saja menolak ku??”

“Sungmin oppa, jeongmal mianhae.”

Mendengar perkataan Hyerin, tangan Sungmin seketika mengepal. Seluruh tubuh Sungmin bergetar dan deru nafasnya tidak karuan.

BBBRRRUUUKKKKKK~

Leeteuk yang masih merasakan badannya lemah, jatuh tersungkur akibat pukulan bertubi-tubi dari Sungmin. Hyerin terlonjak melihat Leeteuk terjatuh.

“Ya! Leeteuk oppa!!” teriak Hyerin dengan harapan Sungmin berhenti memukuli Leeteuk.

“Ya! Sungmin oppa!! Hentikan!! Jebal, hentikannn!!! Kau bukanlah namja yang……”

“KKYYAAAAAAA~”

BRUKKKK…GRUUSUKKKK….

“SUNGMIN OPPAAAAAAA!!!!!”

Hyerin langsung berlari ke tepi jurang. Tetapi terlambat. Sungmin telah jatuh ke jurang, Hyerin diam terpaku memandangi rumput-rumput yang bergerak akibat terhantam oleh tubuh Sungmin saat terjatuh.

“Hyee..Hyeee..Hyerin!”

“Sung..Sung…Sungmin oppa! Leeteuk oppa, aku telah membunuh Sungmin oppa!” Hyerin tertunduk, tetapi Leeteuk bisa mendengar isakan tangis Hyerin.

Dengan tubuh yang lemah dan penuh luka memar, Leeteuk mendekati Hyerin. “Hyerin-ah, gwechana! Aku tau kau tak bermaksud untuk mendorong Sung….”

“ANIO OPPA!!! Aku..sudah jelas aku yang membunuh Sungmin oppa!! Aku yang mendorongnya, Leeteuk oppa!! Hikss..hikksss..hikss…”

“Ani! Aku tau kau tidak sengaja Hyerin-ah! Tolong tenangkan dirimu terlebih dahulu.” Leeteuk menarik tangan Hyerin ke dalam dekapannya.

“Seharusnya ini semua tidak akan terjadi kalau kau membiarkan Sungmin memukuli ku, Hyerin-ah.” lanjut Leeteuk seraya menggusap puncak kepala Hyerin.

“Tapi…tapi Sungmin oppa bukanlah namja yang sekasar itu oppa!! Dia namja yang sangat lembut! Dia lah yang selama ini selalu ada untuk ku! Aku sangat menyayanginya oppa! Hikss..Hiksss…Hikss…”

“Jebal, berhentilah mena……..”

“Kyaaaaaaaa~” teriak Hyerin dan seketika Leeteuk terjatuh lagi.

“Hahahaha…Ya! Park Jungsoo, apa kau fikir aku benar-benar sudah mati?! Hah, aku bukanlah orang yang mudah mati begitu saja!!” ucap Sungmin. Leeteuk hanya terbengong melihat sosok Sungmin di depannya. Dan Hyerin yang sudah berada dalam dekapa Sungmin, hanya bisa pasrah.

“Hyerin-ah, percayalah. Oppa tidak akan menyakitimu.” ungkap Sungmin seraya menyunggingkan senyuman manisnya.

“Apa mau mu Lee Sungmin??!!” tanya Leeteuk sinis.

“Aku hanya ingin bersama Hyerin! Jebal Leeteuk-ssi, biarkan aku bersama Hyerin selamanya.” Sungmin menatap Leeteuk dengan tatapan yang sangat sendu.

“Sungmin-ssi, dengarkan aku! Kau bisa terus bersama Hyerin! Karena kau adalah oppa nya, dan Hyerin sangat menyayangimu Sungmin-ssi.” ucap Leeteuk lembut.

“Sungmin oppa! Kau tenang saja. Kita akan selalu bersama kok. Kajja~ kita peergi oppa!” Hyerin tersenyum pada Sungmin, lalu beralih pada Leeteuk. “Leeteuk oppa, jaga dirimu! Saranghae Park Jungsoo! Jeongmal saranghae.”

Leeteuk mengernyitkan keningnya bingung, dan Sungmin menoleh pada Hyerin dengan tatapan tidak mengertinya. Dan detik berikutnya………………..

“Andwae!!!! Lee Hyerin!!!!! Lee sungmin!!!!!!!!!!!”

“KKKYYAAAAAAAAAA~”

 

############

 

Seorang namja tersenyum sangat manis. Namja itu masih saja melangkahkan kakinya dengan sangat mantap.

“Annyeong Lee Hyerin!! Annyeong Lee Sungmin!!” sapa namja itu tepat di depan dua buah nisan yang saling berdekatan seraya meletakkan dua buket bunga.

“Hey, ini aku Leeteuk. Bagaimana keadaan kalian?? Oiya, aku ingin bercerita sesuatu pada kalian.” Leeteuk menghela nafas sejenak sebelum kembali melanjutkan kalimatnya.

“Saat ini dikampus banyak sekali yang membicarakan kalian! Karena hubungan kalian yang sangat istimewa, kalian mendapat julukan sebagai couple adik kakak sejati. Aku tau, kalian sangat senang mendengarnya kan??”

“Mianhae, aku tidak bisa lama-lama menjenguk kalian. Tetapi lain kali aku akan menjenguk kalian lebih lama lagi!” Leeteuk terdiam beberapa saat.

“Ya, kau Lee Sungmin, jagalah terus dongsaeng mu ini. Dan kau Lee Hyerin, tetaplah menjadi yeodongsaeng yang baik yaa. Jaga terus janji kalian untuk selalu bersama. Hmm, aku pulang dulu. Annyeong haseyo~…….”

Leeteuk tersenyum dan mulai meninggalkan area pemakaman. Sekilas dia melirik kembali dua gundukan tanah yang mempunyai nisan bertuliskan nama Lee Hyerin dan Lee Sungmin. Sejak awal, kalian telah di takdirkan untuk selalu bersama!! Jagalah janji kalian dimana pun kalian berada.

Leeteuk segera memacu motornya dengan kecepatan standar. Jalan demi jalan telah ditelusuri Leeteuk. 1jam telah berlalu, dan sekarang Leeteuk berhenti di sebuah pantai.

“Ya, kau benar! Pantai ini begitu indah Hyerin-ah!”

Leeteuk melirik kamera yang sedang di genggamnya. Detik berikutnya, Leeteuk tersenyum manis. Leeteuk membidikkan kameranya tepat di arah matahari tenggelam.

KLIKK~

“Hyerin-ah, ini sunset yang sangat kau sukai! Aku akan membawakan sunset ini untuk mu Hyerin-ah!”

Sunset…ya, menit berikutnya tak ada sunset lagi karena matahari telah tenggelam dengan sempurna. Menandakan hari yang lama akan di gantikan dengan hari yang baru dengan sejuta misteri yang tersimpan tanpa bisa diduga oleh siapa pun!

 

 

THE END!!

 

7 responses to “[Lomba FF] Together (16)

  1. dari awal udah duga kalo sungmin itu suka sama hyerin dan kakak-beradik ini pasti ada apa-apanya.
    tapi ga sangka si hyerin malah ngajakin sungmin terjun. lah kenapa bisa gitu?
    tapi suka sama ceritanya🙂

    • wah, ketebak lah, haha.
      iya, soalnya hyerin jg sayang sama sungmin, cuma bedanya hyerin syang sbg kakak onn, bkan sbg namja. jd dia ky gak mau nyakitin kakak nya gitu deh, haha. aku jg bingung gmana, kkeke.
      gomawo eonni!^^

  2. wah, ketebak lah, haha.
    iya, soalnya hyerin jg sayang sama sungmin, cuma bedanya hyerin syang sbg kakak onn, bkan sbg namja. jd dia ky gak mau nyakitin kakak nya gitu deh, haha. aku jg bingung gmana, kkeke.
    gomawo eonni!^^

  3. ceritanya sedih thor T.T mau mewek jadinya.. Tapi keburu bayangin yesung dengan aegyo-nya… Oou~ memang pantes FF ini jd juara 2-nya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s