[Japan Fan Fiction] One Day Without You (Yabu Kota, Chinen Yuuri Hey Say JUMP!)

Title: One Day Without You

Author: Cherry
Genre: Romance

Rating: T (PG-13)
Type: Multi-Chapter
Characters:

-Yabu Kota  (Hey Say JUMP!)

-Eriko Morie (OC)

-Chinen Yuri (Hey Say JUMP!)

-Moeka Kasuragi (OC)

-others

—————————————————

Sosok itu berjalan angkuh di lorong kelas. Semua mata menatap padanya, tapi tak ada satu orangpun yang berani menyapanya. Semua cuma bisa memandang kagum bercampur takut ketika menatap wajah itu.

“Yabucchiiiiiii….!” seseorang, satu – satunya makhluk yang berani menyapanya adalah sesosok cowok mungil, berwajah manis dan senyumnya menampakkan gigi kelinci yang bersarang di gusinya.

“Apa? Pagi – pagi begini kau sudah ribut – ribut!” cowok bernama Yabu itu tampak tak terganggu dengan jeritan Chii yang melengking.

“Hei, ini masih pagi. Tapi kenapa tampangmu dingin begitu!” Chii cemberut sambil memajukan bibirnya beberapa senti.

“Harusnya bagaimana?” Yabu melirik dengan tatapan matanya yang benar – benar dingin.

“Senyum!” Chii mempraktekkannya, tersenyum dengan lebar sehingga gigi kelincinya kelihatan.

“Aku tak bisa. Kau kan tahu aku selalu seperti ini!” Yabu melengos dengan datarnya, lalu berjalan mendahului Chii. Tapi tampaknya cowok imut bernama Chii itu masih tak menyerah.

“Kalau ini soal….Eriko bagaimana?” seketika Yabu menoleh dan menghentikan langkahnya dan mendekat ke arah Chii.

“Eriko kenapa?” mata dinginnya menatap penuh selidik.

Nandemonai! (tidak ada apa-apa)” Chii terlihat berusaha menahan senyumnya.

“Apanya…Chii!” Yabu membelalakkan matanya sambil lengannya sedikit mengguncang bahu Chii.

“Hahahahaha…..!” bukannya menjawab, Chii malah menderaikan tawanya, terbahak – bahak sampai Yabu bengong untuk beberapa saat sambil menatapnya.

“Chii!” ekspresi Yabu terlihat seperti hendak mencekik dan membungkam mulut Chii.

“Kan sudah aku bilang tidak ada apa – apa. Aku tadi cuma melihatnya berjalan ke kelas!” jawab Chii di sela – sela tawanya.

“Benarkah?” tatapan Yabu penuh selidik. Sementara Chii mengangguk – anggukkan kepalanya cepat. Tanpa babibu Yabu langsung menggeret lengan Chii menuju ke kelas. Kelas Chii maksudnya, karena Yabu dan Chii memang beda kelas.

Ohayou gozaimasu (Selamat pagi) Chii-chan, Yabu-kun!” (cat penulis: -chan, -kun suffiks yang ditambahkan setelah nama orang apabila orang tersebut dirasa sudah cukup akrab / teman) sosok cewek itu tersenyum dengan manis pada Yabu, membuatnya mematung untuk beberapa saat.

Ohayouuuuuu (Pagi) Eri-chan!” suara melengking Chii akhirnya menyadarnya Yabu. Dia tersenyum sekilas lalu menjawab, “ohayou (Pagi)!”

“Neeeee….Yabucchiiii, aku sudah sampai di kelas dengan selamat. Sana balik ke kelasmu!” usir Chii tiba – tiba. Yabu kaget lalu menatap Chii dengan pandangan tak fokus.

“Yabu-kun baik ya. Jadi setiap hari kau ke kelas ini pagi – pagi untuk mengantarkan Chii?” Eriko masih menatap mereka sambil tersenyum manis.

“Eh…etto….”

“Ya…ya…ya….Yabu-kun memang baik. Sudah sana. Sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai!” Chii mendorong tubuh Yabu menuju pintu keluar. Sementara Yabu masih menatap dengan tatapan tak fokus, antara ingin menggantung Chii di pohon samping kelas, atau memandang wajah Eriko yang tengah tersenyum manis padanya.

Jaa ne (sampai jumpa)!” Eriko melambai pelan padanya sampai Yabu benar – benar hilang di balik pintu itu karena didorong oleh Chii, sementara Chii cekikikan sendiri setelah berhasil mendorong tubuh kurus Yabu keluar kelas.

“Huaaaa!” teriakan seseorang tiba – tiba menyadarkannya. Yabu yang tubuhnya hampir oleng gara – gara didorong oleh Chii hampir menabrak seseorang yang tengah berjalan di lorong.

“Yabuuuu!” cowok itu menahan punggung Yabu.

“Oh…Daiki!” Yabu melirik ke arah belakang dan mendapati Daiki sedang menahan punggungnya dengan kedua tangannya.

“Kau tau, meskipun kau kurus tapi kau itu berat sekali!” Daiki meringis.

“Oh….gomen!” Yabu tersadar lalu langsung memperbaiki posisi berdirinya. Daiki menghela nafas lega.

“Kenapa kau?” tanya Daiki heran sambil menatap ke pintu kelas 1-A, kelas Chii dan Eriko.

“Chii mendorongku keras sekali. Hampir saja aku jatuh kalau tak ada kau!” Yabu memperbaiki blazernya yang sedikit berantakan, lalu mulai berjalan disamping Daiki.

“Ke kelas Chii tiap hari, apa tidak capek?” tanya Daiki heran sambil menatap Yabu yang tengah membetulkan letak dasinya.

“Yah….” Yabu menjawab ala kadarnya.

“Aku tahu!” Daiki tersenyum. “Eriko kan!”

Yabu diam begitu mendengar jawaban Daiki yang tepat sasaran.

“Tunggu apa lagi!” Daiki menyikut lengat Yabu, Yabu menoleh.

“Apanya?” tanyanya tak mengerti.

“Nyatakan padanya!” kali ini Yabu benar – benar menghentikan langkahnya dan menatap punggung Daiki yang masih berjalan santai. Daiki yang sadar Yabu menghentikan langkahnya menoleh dan menarik tangan Yabu untuk tetap berjalan.

“Kenapa kaget begitu. Memangnya kau nggak mau serius dengannya?” tanya Daiki sambil setengah menyeret Yabu.

“Bukan begitu…tapi….” Yabu menatap Daiki ragu.

Teng….teng…teng….

Bunyi bel membuyarkan obrolan Yabu dan Daiki. Mereka saling berpandangan lalu lari terbirit – birit menuju pintu kelas 3-C!

***

“Anooo!”

“Sebentar Chii!”

“Etto….”

“Ku bilang sebentar!”

Chotto…. (Tunggu)” kali ini tanpa mempedulikan ucapan Chii, Daiki, Hikaru dan Inoo menggeret lengan Chii untuk berjalan setengah berlari, mengikutin langkah mereka.

“Ah…Yuri-chan…” seorang gadis memanggil. Tapi sayang sosok yang dipanggilnya sudah menghilang duluan, diseret oleh tiga orang seperti mengejar kereta.

“Ada apa sih, kalian kenapa?” Chii cemberut, tapi tak punya tenaga untuk melepaskan cengkraman tangan Daiki dan Hikaru, sementara Inoo berjalan cepat di depan mereka.

“Sudahlah, jangan banyak tanya. Nanti kau juga tahu!” jawab Daiki.

“Cepat…cepat….kalau tidak nanti kita bisa terlambat!” tambah Inoo sambil mempercepat langkahnya.

“Aku tak mengerti…jelaskan padakuuuuu!” wajah Chii dibuat sememelas mungkit. Tapi sayang, tak ada satupun yang memperhatikannya. Mereka tetap menyeret Chii sambil berjalan dengan cepat.

“Mau apa kita disini?” tanya Chii heran ketika mereka sampai di sebuah pohon besar dekat lapangan basket.

“Sssstttt…!” seketika Daiki, Hikaru dan Inoo meletakkan telunjuk di depan bibir mereka, menyuruh Chii jangan bersuara.

“Apa?” Chii heran melihat Daiki, Hikaru dan Inoo malah bersembunyi di balik tembok, seperti mengintip sesuatu. Chii berjinjit dan berusaha mencari celah diantara tubuh teman – temannya. Sekilas Chii melihat dua tubuh berdiri berhadapan.

“Yabucchi?” kening Chii berkerut heran.

“Ne…Dai-chan, Yabuchi sedang apa?” Chii mencolek – colek bahu Daiki yang tengah serius mengamati dua manusia itu.

“Ssssttt…sudah Chii, lihat saja!” jawab Daiki tanpa sedikitpun menoleh pada Chii.

Saat keempat pemuda itu tengah serius mengamati, seorang gadis muncul di belakang mereka. Sepetinya awalnya dia berniat menepuk punggung Chii, tapi diurungkannya niatnya dan ikut menyaksikan objek yang tengah diperhatikan oleh keempat pemuda. Gadis itu tersenyum sekilas lalu berbalik meninggalkan tempat itu.

***

Omedetou (selamat) Yabu!” Daiki tersenyum lebar sambil menyalami Yabu, sementara Hikaru menepuk pundaknya pelan sambil tersenyum.

“Akhirnya penantian panjang selama ini berakhir juga!” Inoo tersenyum.

“Yamete yo (hentikan!). Kalian tidak perlu berkomentar sampai seperti itu!” jawab Yabu pelan.

“Kenapa. Justru kalau tidak didorong – dorong kau tidak akan berani melakukannya kan!” ucap Hikaru.

“Yah, dan Eriko pasti tidak akan jatuh ke pelukanmu!” semua tertawa terbahak – bahak tanpa ampun, sementara Yabu berusaha menunduk, ada semburat merah menjalar di pipinya.

“Ngomong – ngomong, Chii mana?” tanya Hikaru setelah menyelesaikan tawanya. “Tumben, biasanya dia kan selamu menempel pada Yabu!”

“Bukannya Yabu juga sering menempel pada Chii, untuk alasan khusus!” ucap Inoo dengan tatapan menggoda.

“Sudahlah, sebaiknya kita ke kelas Chii saja sekarang!” elak Yabu.

“Iyaaaaa, baiklah. Aku tahu maksudmu!” jawab Daiki sambil tertawa, lalu merangkul bahu Yabu. Mereka berjalan ke luar kelas. Tapi baru beberapa langkah mereka berjalan, Chii tampak tengah berdiri dengan seorang gadis disampingnya. Tampak asing karena mereka sepertinya belum pernah sekalipun melihat gadis itu.

“Chiiiii!” Hikaru berseru. Chii dan juga gadis itu menoleh pada mereka bertiga.

Chii melambai – lambai penuh semangat pada mereka. Dia pamit pada gadis itu, lalu Chii mendekat ke arah Yabu, Daiki, Hikaru dan Inoo, sementara gadis itu pergi menjauh.

“Sedang apa sih kau disitu. Lama sekali kami menunggumu dikelas!” ucap Daiki.

Gomen (maaf), aku tadi ngobrol seberntar dengan Mika-chan!” jawab Chii.

“Yah, awalnya kami berniat hendak menyusulmu ke kelasmu!” tambah Yabu.

“Menyusulku?” mata Chii menyipit sambil menatap Yabu. “Menyusulku atau mau bertemu dengan seseorang?” goda Chii.

Untuk kesekian kalinya mereka semua tertawa terbahak – bahak menertawakan perubahan wajah Yabu yang sangat – sangat jarang terjadi.

“Nee….” tawa mereka seketika terhenti ketika sebuah suara tiba – tiba terdengar. Suara seorang gadis. Mereka menoleh dan mendapati seorang gadis berambut cokelat gelap dengan warna mata senada tengah menatap mereka sambil tersenyum. Mereka semua kaget dan juga keheranan.

Tanpa ragu, gadis itu menatap ke arah Yabu dan tersenyum.

Watashi wa Moeka desu. Yabu-tan no koto daisuki desu (Namaku Moeka, aku menyukai Yabu)!”

“Heeeeeeee????”

To be continued

Note:

-Nandemonai : tidak ada apa – apa

-Ohayou Gozaimasu : selamat pagi

-Chotto : sebentar

-Omedetou : selamat

-Yamete yo : hentikan!

-Gomen : maaf

-Watashi wa Moeka desu : Aku Moeka

-Yabu-tan no koto daisuki desu : aku menyukai Yabu-tan

One response to “[Japan Fan Fiction] One Day Without You (Yabu Kota, Chinen Yuuri Hey Say JUMP!)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s