[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 14 (with f x )

Author: ANGELAFT RACTA

Genre: Romance-Friendship

Casts: SHINee, Sora (OC), super junior,  SMTOWN, etc

Buat yang baru nangkring di blog ini, chapter 1-nya bisa di cek disini atau klik disini untuk melihat indexuntuk memilih chapter yang akan dibaca

———————————————————————————————————————

(Jongyun POV)

Aku masih menggunakan kursi roda sampai saat ini. Keadaanku masih belum pulih. Di beberapa show aku masih tampil dengan kursi roda sementara anggota SHINee yang lain bernyanyi sambil menari. Sedikit merasa aneh sih.

Aku juga masih melakukan pemeriksaan rutin ke rumah sakit. Rumah sakit yang sama tempat Key dirawat inap. Seperti yang sekarang kulakukan. Aku baru saja selesai mengontrol keadaan kakiku jadi setelahnya aku mampir ke ruang tempat Key dirawat di ruang VVIP nomor 1. Dokter mengatakan kalau Key terkena typus akibat kelelahan dan kekurangan cairan. Anak bodoh itu! Padahal dia baru saja berlatih keras untuk konser di Jepang waktu itu. Seharusnya dia sedikit lebih santai kalau tidak mau sakit.

Hanya ada Key disana. Tidak ada manajer hyung atau orang-orang lain yang menunggui Key. Juga tidak ada Sora yang membesuk. Yah, Sora sih memang tidak pernah membesuk Key sama sekali jadi aku tidak heran kalau Sora tidak ada disana. Lagipula masih ingat bukan kalau Sora tidak boleh terlihat bersama dengan para artis didepan umum? Tumben sekali, biasanya ruangan Key selalu ramai oleh sunbae-deul (senior) atau hunbae-deul (junior) yang datang membesuk. Key yang terlihat bosan dan hanya menekan-nekan chanel TV secara acak.

Dengan berbaik hati, aku menyelamatkan remote TV itu dari tangan Key sebelum Key menyiksanya dengan siksaan yang lebih parah lagi. Barulah saat itu Key ngeh dengan kehadiranku. “Jjong hyung, sejak kapan ada disini?”

“Baru saja. Apa kau terlalu berkonsentrasi untuk menyiksa remote TV itu sampai-sampai kau tidak sadar ada orang yang masuk ruangan ini?”

Key diam saja dan melanjutkan pandangannya kearah TV. Meskipun pandangannya terlihat menuju kearah TV, aku yakin pikirannya sendiri berada di alam yang lain. Buktinya dia sama sekali tidak protes (atau bahkan tidak sadar) kalau aku sudah mengganti chanel TV-nya ke chanel KBS untuk acara music award.

Setelah acara music award berjalan sekitar 15 menit barulah Key sadar, “Hey, sejak kapan aku menonton acara ini?”

Babo! Kau sakit typus atau otakmu yang rusak? Sepertinya mata dan otakmu tidak sinkron satu sama lain. Mumpung ada di rumah sakit, sekalian saja periksakan otakmu!”

Bukannya tertawa, Key malah terlihat kesal, “Ngapain kau disini hyung! Pulang ke dorm sana. Kau mengganggu istirahatku hyung!”

“Memangnya kau sedang istirahat? Aku kira kau sedang menyiksa remote TV ini tadi. Lagipula aku tidak mau buru-buru pulang ke dorm. Di dorm sedang tidak ada orang.”

“Lho, memangnya yang lain pada kemana?”

“Tuh!” Aku menunjuk kearah TV. “Tentu saja mereka ada di acara music award  itu. Sora akan tampil disana jadi mereka yang lain datang melihat. Lagipula SHINee juga masuk kedalam nominasi music award itu. Undangannya baru sampai sesaat setelah kau dibawa ke rumah sakit. Memangnya kau tidak tau?”

“Tidak…” Key menggeleng. “Oh! Mungkin sudah! Waktu Taemin datang menjenguk, dia sempat menyebut-nyebut tentang award tapi aku tidak terlalu peduli waktu itu.”

“Sepertinya memang ada yang tidak beres dengan otakmu Key!”

Tatapan kami kembali terfokus pada televisi. Saat ini semua nominasi calon penerima award dibacakan. SHINee ada dalam nominasi duo/boyband terfavorit bersama super junior, TVXQ, TRAX, JYJ, 2PM dan SM the ballad sedangkan pada nominasi girlband terfavorit ada SNSD dan f(x) yang berasal dari SM sisanya berasal dari manajemen lain.

“Hyung, tadi kau bilang Sora akan tampil? Bagaimana ceritanya?”

Untunglah, ternyata masih ada sebagian otak Key yang belum rusak dan masih konek waktu kuajak berbicara barusan. “Hari ini Sora tampil bersama f(x) menggantikan Krystal. Suman-ssi bilang Krystal sedang sakit. Anehnya waktu itu aku sempat melihat Krystal yang sangat sehat sedang menari dengan gaya angkuhnya yang biasa. Begitu kutanya pada Amber, dia hanya diam saja dan ogah berkomentar. Tapi kabarnya Suman-ssi sudah melarang Krystal untuk hadir pada acara music award tersebut.”

Lagi-lagi Key diam dan melihat kearah TV dengan tatapan kosong. Key, ada apa dengannya? Mungkin bukan hanya aku saja yang merasa kalau Key mendadak aneh semenjak pulang dari konser di Jepang. Terkadang dia diam namun tiba-tiba mendadak marah. Penyendiri dan tidak peduli bahkan pada orang yang sedang berbicara dengannya. Sama sekali bukan Key yang kukenal.

Pebagian award di TV pun berlanjut. Akhirnya tiba pada nominasi boyband terfavorit. Dari TV terlihat kamera sedang menyorot wajah-wajah yang menempati posisi nominasi. Super Junior, JYJ, TVXQ, tak lupa juga Onew hyung, Minho, dan Taemin. Sekilas tadi kamera sempat menangkap seseorang yang mukanya tidak terlihat karena tertutup topi dan hanya menampakkan bibirnya yang tersenyum sinis. Orang tersebut duduk cukup jauh dari tempat duduk SHINee. Tentu saja, tempat duduk untuk SHINee tentu sudah dipersiapkan oleh panitia penyelenggara di barisan terdepan diluar itu harus duduk di belakang ditempat orang-orang umum atau penonton yang membeli tiket duduk.

“Hey, bukankah itu Sora?” Key menunjuk orang bertopi yang sempat tersorot oleh kamera tadi.

“Ternyata bukan aku saja yang sadar rupanya.” Meskipun wajahnya tertutup topi, postur tubuhnya tetap jelas di mata kami yang sudah tinggal bersamanya beberapa bulan. Lagipula senyum sinisnya itu. Senyum sinis yang ditakuti Taemin, senyum yang sangat kami kenal.

Lagi-lagi kamera menangkap gambar para penonton secara acak. Lagi-lagi sosok yang kami kenal muncul di layar kaca, “Krystal?”

Mwo? Krystal? Dimana?”

Aku menunjuk seseorang dengan pakaian glamour yang kalau boleh jujur komentarku adalah norak! Krystal duduk di bangku umum, bukan bangku untuk para nominator. Kamera tidak mengalihkan sorotannya dari Krystal seakan-akan juga bertanya kenapa Krystal tidak duduk bergabung dengan para anggota f(x).

“Gila! Bukankah Suman-ssi sendiri yang sudah memerintahkan dia untuk tidak hadir. Kenapa dia nekat hadir? Ingin cari masalah?”

Aku dan Key lanjut menatap layar televisi dengan serius. Tidak usah terlalu khawatir tentang Krystal, nanti juga para wartawan itu juga akan menjelaskannya.

Heechul dan Yesung hyung dari super junior yang bertindak sebagai pembaca nominasi dan pemenang boyband terfavorit telah bersiap dengan memegang cue card-nya, “Duo atau boyband terfavorit adalah……” Lampu sorot kali ini bergerak acak kearah para nominator. Yesung dan Heechul hyung saling bertatapan dengan pandangan yang aneh dan misterius. Lalu……

Shining SHINee!!!!!!!!!!”

       “Yeeeeyyyyyyyy!!!! Wooohhhoooo!!! Key, akhirya penghargaan kita yang selanjutnya!” Tanpa menghiraukan kakiku yang di gips, aku berdiri bermaksud ingin memeluk Key. Tapi ternyata..

“Awwwwww!!!!!!!!!” Aku malah terjatuh dan gips-ku pecah sudah. Key yang malas untuk membantuku berdiri langsung menekan tombol pemanggil suster dari tempat tidurnya.

Ne?” Tak lama kemudian seorang suster datang menghampiri.

“Suster, tolong bantu dia berdiri. Bawa sekalian pada dokter tulang, katakan bahwa gipsnya pecah! Sekalian tolong periksakan juga otaknya. Sepertinya dia sudah gila sekarang.”

“Ah, suster!!! Aku tidak gila!! Key! Kau menyebalkan!! TIDAAAAKKKKK!!”

**********

 

(Minho POV)

       Eh? Jeongmal (benarkah)? Boyband terfavorit adalah SHINee? Layakkah kami mengalahkan sunbae-deul kami?

Chukkae (selamat)!” Leeteuk hyung menyalami Aku, Onew hyung, dan Taemin. Begitu juga dengan sunbae-deul kami yang lainnya. Hampir semua orang yang aku temui sebelum menaiki panggung menyalami kami sambil mengatakan chukkae.

Kami berjalan kearah panggung dengan spotlight yang mengarah pada kami. Tepuk tangan tak henti-hentinya terdengar. Aku menengok kearah penonton sebelum kami sampai ke panggung. Sekilas aku melihat sosok Sora yang mengenakan topi di bangku penonton. Dia tersenyum, hanya tersenyum manis saja tanpa melambaikan tangan atau mengacungkan jempol. Sora memang harus duduk disana dan tidak duduk di jajaran para artis. Dia tidak boleh diketahui wartawan sebagai calon artis yang sebentar lagi akan didebutkan oleh SME. Lagipula kalau wartawan mengetahui kalau Sora dekat dengan kami, bisa-bisa kami yang kerepotan karena selalu ditanya wartawan mengenai sosok Sora.

Panggung ini rasanya kecil sekali. Baru sebentar kami berjalan kami sudah sampai didekat Heechul dan Yesung hyung. Bersalaman dengan mereka, barulah Onew hyung mengambil alih microfon didepan.

Khamsa hamnida! Khamsa hamnida untuk para shawol yang selalu mendukung kami. Terimakasih pada pihak SM entertainment, sunbae-deul, hunbae deul, manajer hyung.” (catatan penulis: -deul: suffiks untuk menunjukkan sesuatu yang jamak. Sama dengan suffiks –tachi pada bahasa Jepang).

Setelahnya Taemin menggeser posisi Onew secara paksa, “Jonghyun hyung, Key umma, cepat sembuh ya! Appa (ayah), umma, aku merindukan kalian. Minho hyung, kau mau mengatakan sesuatu?”

“Ehem!” Aku berdehem sebelum memulai. “Sebagian besar sudah disampaikan oleh Onew hyung. Aku hanya ingin menambahkan terimakasih kepada Umma dan Appa-ku. Khamsa hamnida umma, appa, boggoshippoyo (aku merindukan kalian). Juga untuk seseorang yang rutin membawakan pakaian SHINee ke laundry. Khamsa hamnida.” Mendadak aku teringat Sora yang secara tidak resmi mulai mengambil alih sebagai tugas pembawa baju ke laundry dan membuang sampah. Dari panggung ini aku bisa melihat Sora tertawa.

Onew mengambil alih microfon lagi, “Ah ya, untuk orang yang selalu membawakan pakaian SHINee dan menjemputnya lagi ke laundry. Khamsa hamnida telah membantu kami. Aku juga lupa menyampaikan terimakasih yang paling besar kepada yang paling mirip denganku. Umma saranghae, Appa, cepat sembuh. Maaf aku belum sempat mengunjungimu. Cepat sembuh, appa.”

He?? Memangnya Appa Onew hyung sedang sakit? Kenapa dia tidak pernah cerita atau menyebutkannya? Onew hyung, kau memang leader kami yang harus selalu terlihat kuat didepan anggota-anggotanya. Tapi kau hanya leader kami di panggung. Selebihnya kau adalah teman kami. Sebagai teman bukankah wajar kalau saling menceritakan masalah?

“Baiklah, segitu saja ucapan dari kami. KHAMSA HAMNIDA!!!!

Kalau menurut daftar acara, sehabis ini ada penampilan dari duo penyanyi dan gitaris pendatang baru Jung Jolli Byeol dan Choi Soo Bum (mereka bukan anak SME jadi tidak usah terlalu fokus pada mereka). Barulah setelah itu akan ada penampilan dari f(x).

Setelah penampilan dari duo gitaris Park Jolli Byeol dan Choi Soo Bum selesai, pemberian penghargaan album terlaris diberikan pada album pinnochio milik f(x). Victoria, Amber, Luna, dan Sulli maju kedepan, tanpa Krystal.

“Aku mewakili f(x) mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu kami. Khamsa hamnida.” Ucap Victoria singkat.

Tiba-tiba lampu utama studio dimatikan sehingga studio ini dibuat remang-remang. Sayup-sayup terdengar…

I’m in da-da-da-danger….”

 

Sreet, lampu spotlight berwarna merah mengarah ke Victoria dan Amber. Kemudian musik berhenti sampai terdengar lagi suara sayup-sayup…

I’m in da-da-da-danger…”

Kali ini lampu sorot berwarna hijau mengarah pada Sulli dan Luna. Setelah itu ruangan dibuat kembali hening untuk kejutan yang lebih besar…

I’m in da-da-da-danger pinnochio…”

Mungkin orang-orang mengira lampu sorot akan mengarah pada Krystal sebagai maknae f(x). Tetapi lampu sorot berwarna putih, lampu yang paling terang, lampu yang berada ditengah-tengah itu bukan mengarah pada Krystal. Bukan juga megarah kepada seseorang yang dikenal media.

“Heeee??” Penonton mulai heboh. Masing-masing dari mereka membuat spekulasi sendiri-sendiri. Mungkin mereka akan berpikir, bukan Krystal, lalu siapa itu?

Wartawan dan kameramen sibuk mengambil gambar orang yang dikelilingi cahaya putih lampu sorot itu. Hmm, dia pasti menyelinap keatas panggung saat studio menjadi gelap barusan. Hey wartawan, kalian tidak kenal siapa dia bukan?

“Itu Sora kan? Sejak kapan dia Anggota f(x)?”  Tanya Eunhyuk hyung yang duduk tidak jauh dari tempatku.

“Tidak hyung. Dia hanya tampil bersama f(x) untuk kali ini saja. Penampilannya di Jepang kemarin membuat image-nya rusak. Jadi kali ini dia harus tampil sebagai yeoja agar jenis kelaminnya tetap misterius.” Setelah sebelumnya dia tampil sebagai namja, sekarang dia tampil sebagai yeoja tentu orang-orang akan bingung dan menebak-nebak jenis kelaminnya yang sebenarnya.

Sora dan anggota f(x) yangg lain memakai pakaian hitam dan make up hitam seperti konsep yang kami gunakan pada video clip lucifer pada saat kami memakai pakaian hitam-hitam.

“Pasti untuk menjaga image Sora noona.” Koomentar Taemin.

Ya, sepertinya memang begitu. Mereka sengaja tidak menggunakan wardrobe yang terlalu feminim. Mereka menggunakan wardrobe berkonsep beautiful black yang dirancang oleh perancang kenamaan Kim Di Ann yang kabarnya akan menandingi perancang senior Han Sang Baek yang selalu merancang wardrobe kami.

Im in da-da-da-danger pinnochio

Remember.. me..”

Mereka mulai bernyanyi bersama dan lampu utama studio kembali dinyalakan. Musik yang sedikit nge-beat mulai terdengar dan tarian ala f(x) juga sudah ditampilkan. Sora maju selangkah. Sepertinya ini gilirannya menyanyi…

Eodiboja ilgeoboja nae mameul teoreoboja emeraldeu

 Huumchyeobwa geu undongja seureukseuk”

“Seperti biasa, unpredictable Sora.”

Aku mengangguk menyetujui kata-kata Onew hyung. Seperti biasa, suara Sora yang stabil mulai terdengar. Suara Sora tetap netral tidak terdengar seperti suara laki-laki tapi juga tidak terlalu tinggi untuk suara perempuan. Kali ini suara Sora terdengar lebih rendah dibandingkan suara member f(x).

“Ah, Minho hyung. Ternyata Sora noona juga bisa menari centil ala f(x). Kupikir dia hanya bisa menari tarian yang enerjik seperti pada lagu lucifer!” Siapa lagi yang akan memanggilku dengan panggilan ‘hyung’ selain Taemin.

Memang sih Sora juga menari dengan baik sekali, tapi menurutku kekuatan Sora terletak pada suaranya. Lihatlah, dia dapat dengan baik menggantikan Jonghyun hyung dan Krystal yang notabene keduanya adalah leadvocal.

Lagi-lagi Sora maju kedepan dan mengedipkan sebelah matanya untuk menunjukkan aegyo-nya.

“Aih Sora noona. Ini pertama kalinya aku melihat Sora noona dengan tampilan imut seperti ini. Biasanya kan dia sinis dan tatapan matanya selalu tajam. Hyung, kupikir aku akan menjadi fan nomor satu Sora noona. Bagaimana dengan kalian hyung?”

Aku diam saja. Aku tidak mau kalau hanya menjadi sekedar fan Sora nomor satu. Aku ingin menjadi sesuatu yang lebi dari itu. Lebih dari sekedar fan juga lebih dari sekedar menjadi oppa dari seorang yeodongsaeng. Semoga kalian bisa mengerti maksudku meskipun aku tidak menyebutkannya secara langsung.

“Onew hyung?” Aku ingin meminta pendapat Onew hyung terlebih dahulu.

“Aku?” Onew hyung menunjuk dirinya sendiri dengan telunjuk mengarah ke hidungnya. “Aku tidak mau kalau hanya menjadi fan nomor satunya. Sampai saat ini aku masih tidak yakin. Tapi kurasa perasaanku sama dengan perasaan Minho padanya.”

Onew hyung melirik kearahku dengan tajam dan penuh makna. Seakan-akan mata hyung berkata, ‘aku sudah tau, Minho!’ Tatapan mata yang penuh intimidasi. Kalau benar Onew hyung sudah tau, lalu bagaimana bisa dia tahu?

“Minho-ya, aku juga tidak peduli apakah dia yeoja ataupun namja. Apapun dia, perasaanku tetap sama seperti perasaanmu.” Lagi-lagi tatapan mata Onew hyung mengarah padaku.

Taemin yang duduk ditengah-tengah aku dan Onew hyung menatap mata kami bergantian, “hyung-deul, kalian sedang membicarakan apa sih?”

**********

(Key POV)

Jonghyun hyung masih diluar menemui dokter tulangnya untuk memperbaiki gips yang pecah barusan. Manajer hyung juga tidak sedang menjengukku, jadi aku hanya sendirian di ruang rawat inap ini. Tidak ada yang menjengukku hari ini. Semuanya sedang sibuk.

Sora juga tidak pernah menjengukku sampai hari ini. Apa dia marah padaku? Hanya ditemani televisi. Masih dalam acara yang sama, music award. Aku bisa melihat Sora tampil disana menyanyikan lagu yang berjudul danger bersama dengan girlband f(x).

Ttarattarattattatta jjaritjjaritalgeoda gunggeumtuseongie neo

       Kkomjjangmara neo

       Jogakjogak ttattatta kkeonaebogo ttattatta mame deulge neol dasi

       Joriphalgeoya”

Kreeeekkkk… Seseorang membuka pintu ruanganku. Jonghyun hyung sudah kembali ternyata. Masih menggunakan kursi roda. “Ya! Key! Untung saja suster itu tidak benar-benar menganggapku gila.”

“Baguslah kalau begitu.”

Plukk.. sebuah bantal mendarat di mukaku, “Dongsaeng kurang ajar! Hanya begitu saja reaksimu?! Aku berjuang untuk menunjukkan kalau aku tidak gila. Suster tadi menanggapimu dengan sangat serius! Untung saja ada seorang shawol yang lewat dan mengatakan bahwa aku Jonghyun. Huh, memangnya suster itu tidak mengenalku apa!”

Jonghyun hyung, kau berisik sekali. Saking berisiknya aku sampai harus memperbesar volume televisi agar bisa mendengar Sora bernyanyi.

Ttarattarattattatta jjaritjjaritalgeoda gunggeumtuseongie neo

       Kkomjjangmara neo

       Jogakjogak ttattatta kkeonaebogo ttattatta mame deulge neol dasi

       Joriphalgeoya”

Televisi itu masih memutar lagu danger dan wajah Sora tampak masih belum mau pergi darisana. Kamera itupun sepertinya hanya tefokus pada Sora. Victoria, Amber, Sulli, dan Luna hanya terlihat sesekali. Sepertinya daripada menampilkan mereka yang sudah sering terlihat, lebih baik menampilkan anak misterius yang kemarin berpenampilan layaknya seorang namja. Sepertinya karena ini-pun rating mereka naik.

Wae (Kenapa) Key?”

Aku menatap Jonghyun hyung heran, “Wae?

“Ada apa denganmu? Kenapa mendadak berubah. Apa ada hubungannya dengan Sora?” Jjong hyung, tidakkah kau menyadari kalau kau terlalu langsung?

Aku terdiam melihat Sora di TV. Yeoppo (cantik). Tetapi melihat badannya yang kecil menari seperti itu terkadang aku berpikir, apa tulangnya tidak akan remuk? Aku selalu cemas tiap kali melihatnya sama seperti kecemasanku setiap kali melihat Taemin.

Setiap kali melihat Sora kesulitan saat menari atau sedang frustasi seperti saat dia merendam kepalanya didalam ember, aku merasa seperti dibutuhkannya. Aku diperlukan untuk memegang tangannya dan membantunya. Tapi saat melihat Sora tampil dengan sempurna di Jepang atau di televisi ini, aku merasa Sora sudah tidak membutuhkanku lagi.

Dan aku sedih dan marah saat mengetahui fakta kalau Sora sudah tidak membutuhkanku lagi.

“Jawab aku Key!”

Aku menghela nafas sebentar. Kenapa Jjong hyung begitu mendesakku sih? “Baiklah hyung, sejujurnya aku tidak suka saat melihat Sora tampil begitu bagus.”

“Tapi, wae?

“Rasanya aku sudah tidak pantas untuknya. Tidak pantas untuk menjaga dan membimbingnya karena rasanya dia sudah tidak memerlukanku lagi. Dia memang mandiri, tidak perlu kuingatkan untuk tidak melupakan sesuatu, tidak perlu kubuatkan sarapan, tidak perlu kubangunkan karena dia selalu bangun lebih pagi. Dia sempurna! Terlebih sekarang saat dia bisa tampil sempurna tanpa bantuanku. Dia sudah benar-benar tidak membutuhkanku lagi.”

“Alasan yang aneh Key!”

“Tapi hyung, aku merasa senang saat ada orang yang membutuhkan aku. Karena itu aku dekat dengan Taemin karena aku tahu Taemin benar-benar butuh bantuanku. Perasaanku pada Sora seperti perasaanku pada Taemin. Aku ingin menganggapnya sebagai adikku. Namdongsaeng (adik cowok) maupun yeodongsaeng (adik cewek) terserah. Dari dulu aku memang ingin punya adik hihiihi.”

“Jadi itu alasanmu marah padanya waktu itu Key?”

Aku mengangguk malu-malu. “Rasanya waktu itu aku kekanak-kanakan sekali. Aku berpikir keras dan merasa bersalah semenjak hal itu. Aku tidak punya muka untuk bertemu dengannya.” Bibirku menyungginngkan senyum kecil. “Tapi aku sadar, tidak seharusnya aku marah seperti itu. Aku harus berlatih lebih keras, lebih keras lagi agar dia tidak bisa mengalahanku. Aku harus berletih lebih keras dan menjadi lebih kuat agar bia membimbing dan melindunginya. Bukan begitu hyung?”

Jonghyun hyung malah menertawaiku yang sedang serius. “Tapi jangan terlalu keras pada tubuhmu sendiri hyung. Lihat kan akibatnya. Kau tahu, Sora mencemaskanmu setiap hari. Dia juga selalu menanyakan keadaanmu setiap kami baru pulang dari sini.”

Jinjja? (benarkah?). Kukira dia sudah tidak peduli padaku. Kalau begitu kenapa dia tidak pernah datang membesuk?”

“Itu karena kami yang suruh. Kami kira kau benar-benar marah dan masih marah pada Sora. Jadi daripada memperkeruh suasana dan membuat berisik rumah sakit seandainya kalian bertengkar, kami mencegah Sora untuk datang kesini. Sora juga tidak boleh menampakkan diri didepan umum sedang terlihat bersama kita bukan? Lagipula dia cukup sibuk. Rekaman albumnya sudah dimulai bahkan sudah selesai setengahnya. Cepat sekali bukan?”

Aku sedikit kecewa dengan pernyataan Jjong hyung, “Kenapa sih kakek tua itu begitu menutupi jati diri Sora? Toh wartawan juga sudah mencium kalau dia memang anak SME semenjak kejadian di Jepang waktu itu.”

**********

(Sora POV)

        Ffiuh, akhirnya selesai juga aku menyanyikan satu lagu. Begitu selesai, aku langsung melompat dari panggung dan berlari menuju pintu keluar. Tidak ada satupun yang menghalangi aksiku. Tapi mata mereka semua terus mengawasiku sampai aku mencapai pintu keluar. Ya, aku memang sengaja melakukannya dengan sedikit teatrikal begini. Dengan ini rencanaku berhasil untuk merebut perhatian mereka. Aku tidak sabar menunggu berita dari para wartawan itu.

Mobil yang dikemudikan oleh Manajer SHINee sudah menungguku di pintu keluar. Memang begini rencananya! Manajer akan membawaku berkeliling Seoul. Berhenti di sebuah hotel yang sudah kami siapkan, bertukar mobil, barulah kami akan ke dorm. Hal itu untuk memastikan tidak ada paparazi yang melihatku bersama manajer SHINee.

Aih, ini merepotkan dan melelahkan sekali. Aku mulai berpikir kalau kakek tua itu mulai berlebihan.

“Manajer-ssi, tidak bisakah kita mampir ke tempat Key lebih dulu?” Aku mulai merindukan Key setelah beberapa hari tidak melihatnya.

Kali ini manajer tidak kaget mendengarku berbahasa Korea. Sepertinya Onew sudah memberitahu kalau sebenarnya aku bisa berbahasa Korea. Ini pertama kalinya aku berbicara kembali dengan manajer sejak terakhir kalinya kami berbicara waktu dia mengantarku ke dorm SHINee. “Tidak. Tidak bisa. Kakek tua itu sudah menekankan padaku untuk tidak keluar dari rencana awal.”

“Aish! Kakek tua menyebalkan!”

“Tidak usah khawatir Sora. Key akan pulang besok.”

“Benarkah? Baiklah kalau begitu. Aku akan menunggunya besok.”

**********

(Author POV)

        Lee Soo Man tampak melindungi matanya saat blitz kamera yang tiba-tiba itu langsung memotretnya begitu dia keluar dari SME building untuk menghirup udara segar. Setelah itu beberapa wartawan langsung mengerubunginya.

Dasar wartawan tidak tahu aturan! Gumamnya dalam hati.

Ah, Suman-ssi. Bisakah anda memberikan komentar mengenai para asuhan SM entertainment yang memenangkan banyak penghargaan dalam music award kemarin?”

Bagaimana mengenai absennya Krystal pada penyerahan penghargaan untuk f(x). Kenapa dia tidak ikut menerima penghargaan dan tidak ikut tampil? Padahal dia hadir disana bukan?”

Lalu tentang orang misterius yang tampil bersama f(x), bukankah dia adalah orang yang sama dengan yang tampil di Jepang bersama SHINee? Jadi sebenarnya dia yeoja atau namja? Siapa dia sebenarnya?”

Lee Soo Man berdiri tenang dan membiarkan beberapa wartawan mengambil fotonya. Kemudian dia memamerkan kedua telapak tangannya kepada para wartawan itu seraya berkata, “tenang teman-teman media semuanya. Baiklah, aku akan menjawab beberapa pertanyaan….”

*********

 

(Author POV)

“Aaarrgghh!!!” Lee Soo Man tiba di ruang kerjanya. Terlihat kesal sampai memukul meja kerjanya sendiri. Untung saja meja itu terbuat dari kayu jati asli. Kalau saja meja itu terbuat dari kaca, pasti sudah hancur berkeping-keping.

Seorang wanita bersanggul dan menggunakan blazer menghampiri Lee Soo Man dengan tenang, “Anda memanggil saya, Pak?”

“IYA!!!! BERHENTI BERTANYA DAN PANGGIL KRYSTAL KESINI SEKARANG JUGA!!”

*********

(bersambung) klik disini untuk membaca SHINee-ing as Bright as the SKY chapter 15

Anyyeong haseyo.. miyanhae pikunya asal comot, ga pake editan dulu.. ga sempert ngedit :p

 

One response to “[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 14 (with f x )

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 13 (with f x ) « Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s