[FREELANCE] Would You Give Me A Chance? – Eunhyuk, Choi Siwon, Lee Donghae

Judul        : WOULD YOU GIVE ME A CHANCE?

Author        : Luane Sovels

Kategori    : Oneshot

Rating        : PG15 untuk bahasa yang kompleks

Genre        : angst, yaoi

Cast        : Lee Donghae, Lee Hyukjae, Choi Siwon, other SJ members as support characters

    My first fanfic ever. Karya pertama yang berhasil kuselesaikan setelah dihantam oleh badai ide. Dan tadaaa~ jadilah fanfic ini. Aku sering mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku tidak menyukai fanfic yaoi, tapi entah mengapa saat menulis fanfic yang jadi malah sebuah fanfic dengan genre yaoi…. *hening sendiri* Fanfic ini sudah pernah dipublish di dua blog pribadiku. Jadi, jika ada yang pernah merasa membacanya, diamlah. Oh, dan tidak usah berharap banyak dengan mencari di Google akan keberadaan fanfic ini. Tenang saja, sudah kuhapus dari blog pribadiku. Tahu sebuah kalimat yang muncul di Detective Conan? A secret makes a woman woman. Enjoy this fic and give me comments, dear readers!

i.  awal

Kata orang, cinta butuh pengorbanan.

Sialnya, mereka tidak mendefinisikan pengorbanan seperti apa. Dan sepertinya sama sekali bukan pengorbanan yang diinginkan seorang Siwon. Tidak seperti yang sudah ia alami dan keluarga besar Super Junior.

Beberapa tahun berlalu, Siwon hanya merasakan sesuatu setiap kali dia melihat teman satu grupnya, Lee Donghae. Hanya saja, Siwon tidak berani mengungkapkan bagi dirinya sendiri apa yang dia rasakan, tidak mau mengakui apa yang dia rasakan.

Kata-kata romantis tidak tepat untuk mengungkapkan apa yang dirasakan. Bukan berarti dia tidak suka dengan kata romantis. Hanya saja…tidak tepat saja. Dan tanpa alasan khusus.

 

ii.  perasaan lain

Ada perasaan lain yang muncul setiap kali Siwon melihat Donghae bersama dengan teman satu grupnya yang lain, Lee Hyukjae alias Eunhyuk. Perasaan ini berbeda ketika dia ‘mengganggu’ pasangan tolol, Hanchul. Walau tidak setolol pasangan Yewook. Jika bersama Hangeng dan Heechul, dia hanya merasa bahwa dia seperti ditinggalkan oleh teman-temannya. Seperti sahabat yang ditinggalkan bermain dengan yang lain.

Yeah. Siwon tau ini perasaan lain yang berbeda.

 

iii. benci

Siwon tidak suka, bahkan mungkin sudah sampai taraf benci ketika melihat Eunhae—couple name untuk Eunhyuk dan Donghae—selalu bersama. Dan mereka sekarang syuting Super Junior Mini Drama bersama?! Yang benar saja. Ini seperti pengukuhan untuk pasangan itu saja.

Siwon ikut menonton ketika pasangan-pasangan idiot di Super Junior memulai syuting salah satu permainan dari program acara ini. Sangat kebetulan sekali, jadwal selanjutnya masih cukup lama. Setidaknya Siwon bisa menghabiskan waktu dengan menonton syuting mereka dibalik layar. Drama idiot, pikir Siwon. Apa maksudnya dengan ‘Dangerous Friendship’?

Eunhae bergelung ditempat tidur. Tanpa sadar, Siwon ikut tertawa bersama kru. Antara tertawa paksa dan tertawa terbahak-bahak, mengejek. Siwon menangkap salah satu perkataan juru kamera disitu.

“Beginilah caranya mereka syuting film porno.”

Brengsek.

Ada pikiran aneh yang membuat Siwon menginginkan dialah yang seharusnya ada disitu bersama Donghae; bukan Eunhyuk.

Aneh.

Siwon tertawa lagi. Walau yang ia tertawakan sebenarnya adalah pikiran bodoh yang melintas dikepalanya.

 

iv. siapa yang kau pilih?

Hari ini Super Junior berulangtahun yang ke-5. Tanpa terasa mereka sudah berdiri di kancah permusikan Korea Selatan, bahkan Asia, selama ini. Kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi selama lima tahun ini rasanya terbayar sudah. Walau semua terasa berat, apalagi ketika Hangeng akhirnya memutuskan keluar dari Super Junior, mereka bisa menghadapinya bersama. Walau pada akhirnya mereka hanya tertinggal bersepuluh, berdiri dipanggung, dihadapan ratusan ELF yang menunggu perayaan ultah mereka bersama.

Acara berjalan lancar dan meriah. Hingga sampailah ke salah satu acara dimana mereka harus menjawab pertanyaan yang diambil dari sebuah wadah. Dan giliran Donghae.

Donghae membaca pertanyaan untuk dirinya sendiri. “Apa arti Eunhyuk untukmu?”

Deg.

Donghae hanya tertawa sementara ELF kembali berteriak-teriak. Pelan diangkatnya microphone dan menjawab,”Dia adalah seseorang yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.”

Hati Siwon mencelos.

Berjalan pelan, dihampirinya Donghae dan ditepuk pundak pria itu. “Lalu, bagaimana denganku?”

Ruangan kembali ribut dengan teriakan ELF. Donghae kembali tertawa. Mungkin menganggap ini hanya main-main. Tapi tidak bagiku.

Eunhyuk berdiri dari tempat duduknya dan berdiri sejenak disamping Leeteuk sebelum akhirnya memutuskan duduk dikursi didepannya. Melihat Eunhyuk yang sudah standby, Leeteuk memerintahkan Siwon untuk duduk dikursi sebelahnya. “Nah, aku kira ini saatnya kau memutuskan diantara Eunhyuk dan Siwon, Donghae? Katakan sesuatu untuk rivalmu.” Perintah sang leader ke Siwon dan Eunhyuk.

Eunhyuk terdiam sebentar sebelum mengatakan sesuatu. “Siwon, kau tegang? Eunhae is real.” Setelah mengatakan itu, Eunhyuk tertawa malu disambut teriakan heboh ELF.

Siwon berdiri dan maju ke ujung panggung. Tanpa sadar melakukan handgesture-nya yang khas, menyuruh ELF diam tanpa perlu berkata. “Eunhyuk tidak bisa menjaga Donghae. Aku, yang akan menjaganya. Selamanya.”

Donghae kembali tertawa dan berjalan kearah sudut panggung. Merasa aneh dengan mereka berdua.

“Jadi, kau harus memilih salah satu diantara mereka.” Kata Leeteuk.

Donghae berjalan sambil (masih) tertawa dan berdiri diantara mereka berdua.

“Pilih diantara mereka berdua. TIGA! DUA! SATU!”

Donghae menepuk pundak Siwon. Berdiri dan langsung berbalik, senyum sumringah menghiasi wajah Siwon.

Setidaknya untuk kali ini, pikir Siwon.

 

iv.  bukan hal yang diinginkan

Lagi-lagi Siwon menemukan Donghae bersama Eunhyuk. Tidak ada yang bisa dilakukannya. Mereka sudah seperti itu selama ini. Siwon sudah merasa putus asa. Dia mulai berpikir untuk mencari ‘pelarian’. Tapi siapa?

Sampai suatu hari, ada yang berubah.

Semua member panik. Eunhyuk kecelakaan. Entah apa yang membuat lead dancer satu itu mengendarai mobil sendiri, padahal dia tahu kemampuan menyetirnya. Jauh lebih buruk dari Donghae.

Eunhyuk kritis. Dan yang tidak disangka-sangka, dia koma. Kyuhyun, sang maknae, hanya bisa menatap takut tubuh Eunhyuk yang terbujur diranjang ruang VIP rumah sakit. Mengingat kejadian di masa lalunya empat tahun lalu.

Donghae terus menerus menemani Eunhyuk setiap dia memiliki waktu senggang. Yang sayangnya, hanya sedikit sekali dimilikinya. Jadwal kerja tidak mengenal belas kasihan, perusahaan mereka hanya mengenal uang dengan kekejaman.

Donghae duduk disamping ranjang. Menatap Eunhyuk dengan pandangan nanar. Eunhyuk terlihat seperti orang…mati.  Hanya detak jantung yang menandakan dia masih hidup.

Siwon dengan setia mengantar Donghae. Kadang ikut menemaninya di kamar Eunhyuk. Siwon mati-matian menyemangati Donghae dan memintanya untuk tidak menangis. Ini menyakitkan.

Jauh lebih menyakitkan melihatnya seperti ini.

 

 

v. awal yang lain

Kyuhyun benci tanggal 27 April. Jauh lebih membencinya ketika melihat hyung kesayangannya seperti ini.

Siwon menatap Donghae nanar. Tidak sanggup melakukan apa-apa, dan tidak bisa mengatakan apa-apa. Pelan, didekatinya Donghae.

“Bertahanlah.”

Donghae mendongak. Cry baby. Walau seluruh member juga menangis, tapi tidak ada yang tangisannya sesendu Donghae. Donghae mendekati Siwon dan menaruh kepalanya di pundak Siwon. “Maaf.” Hanya itu yang keluar dari bibir Donghae sebelum akhirnya dia kembali tenggelam dalam dukanya yang mendalam.

Siwon hanya bisa memeluk pundak Donghae.

vi. kepergian

Hari itu cerah, sama sekali tidak bisa mengungkapkan duka mendalam di keluarga Super Junior, di keluarga SM Town. Bukan hanya orang yang dikenal, mereka yang tidak dikenal, fans, dan entah siapa lagi, mengantar Eunhyuk. Dan semuanya berpakaian hitam. Kontras sekali dengan matahari yang bersinar dengan ceria.

Siwon merutuki matahari. Hatinya—dan dia yakin—juga hati Donghae, tidak seceria matahari siang itu.

Semua orang khawatir. Mereka tahu kedekatan Donghae dan Eunhyuk. Walau mereka juga tahu kedekatan Donghae dengan Siwon. Tapi Siwon berhasil menguatkan Donghae. Mengajaknya menyerahkan semua kepada Tuhan. Siapapun tidak bisa melawan yang telah ditentukan, apalagi yang telah terjadi.

Peti mati diturunkan. Air mata Donghae kembali mengalir. Siwon segera memeluk Donghae dan menguatkannya. “Ingatlah, kau masih memiliki Tuhan dan juga orang disekelilingmu.”

Hingga pemakaman sepi, Donghae dan Siwon masih bertahan disana. Menatap untuk yang terakhir kalinya.

Pengorbanan yang bodoh. Ini sama sekali bukan pengorbanan yang diinginkannya. Tapi juga…menggoda. Siwon tahu ini curang. Dan sedikit terasa kejam, dia hanya bisa meminta maaf pada Eunhyuk.

 Maafkan aku. Biarkan aku menjadi penggantimu. Biarkan Donghae jatuh kepadaku.

Siwon menatap Donghae, mencondongkan tubuhnya dan berbisik ke telinga pria rapuh itu, “Berikan aku kesempatan.”

****

(TAMAT)

2 responses to “[FREELANCE] Would You Give Me A Chance? – Eunhyuk, Choi Siwon, Lee Donghae

  1. its sad.. Pengorbanan itu memang menyakitkan. Tapi dibalik semua itu selalu ada kebahagiaan lain, walaupun terasa mencuri di dalam kesempitan. ~_~

  2. Naudzubillah. Jangan sampai hyukki ku ;-(. Nyentuh banget ffnya. Nggak bisa bayangin Eunhae pisah. Huaaa, nggak boleh.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s