[Lomba FF] Paradise (18)

Tittle    : Paradise

Author : Cattleya

Cast     : Onkey (Onew, Key SHINee)

Genre  : Aneh(?)

Rating : PG 17

Note 1 : Request @K-popersclub: Oke ^^ aku req onkey yunjae ya min ^^ hahaha (mian cuma Onkey, yunjae-nya bingung *halah*)

Note 2 : Terinsprasi dari lagunya Infinte-Paradise, makanya judulnya pun sama, walaupun ceritanya tetep melenceng, haha. Ini bukan songfic, hanya terinspirasi. Yah begitulah *?*

***

“Keyyyyyyyyyyy! Bogoshipoo” Onew berteriak dan langsung memeluk Key erat.

“Hyung?” Key menatap Onew kaget dan buru-buru mengelap matanya yang basah dengan punggung tangannya.

“Kau menangis lagi? Kemarilah, tenanglah…” Onew mengelus rambut Key lembut dan penuh sayang. “Ayo main tebak-tebakan Key!”

“Hmm?” Key menggumam malas.

“Aku bawa apa untukmu?” Tanpa menunggu jawaban Key, Onew langsung menarik sebuah benda besar dan mengeluarkannya tepat di depan wajah Key, “Tarrrraaaa, kau benar Key! Aku bawa boneka lagi untukmu, hehe”

“Bahkan aku belum menjawabnya, huh” gumam Key pelan, dan Onew pura-pura tidak mendengarnya. “Abstrak…” Lanjut Key

“Eh?” Onew memasang tampang polosnya karena bingung.

“Boneka ini, bentuknya abstrak. Apa ini… semacam pemukul baseball? Atau…”

“Omoo Key, ini boneka paha ayam!” Onew menggembungkan pipinya sebal.

“Konyol! Aku bukan yeoja hyung, kenapa lagi-lagi kau memberiku boneka?”

“Kau tidak suka hadiahku?” Raut wajah Onew berubah dingin dan sedih.

“Bu-bukan begitu..”

“Apapun yang kulakukan, tak adakah yang bisa membuatmu bahagia?”

“Hyung…” Lirih Key.

“Sudahlah Key, aku kembali ke kamarku saja” Onew beranjak dari tempat tidur Key dan menutup pintu kamarnya perlahan.

***

 

Apa yang salah?

Apa yang membuatmu tak bahagia?

‘Paradise’ ini…

Kuciptakan cinta dan seluruh dunia ini untukmu, dan kau hanya memilikiku kan, Key…

***

 

Key mematut dirinya di depan cermin, membetulkan letak kemejanya dan memandang puas pantulan dirinya, “Hm, yeppeo..” Tiba-tiba saja Onew memeluk tubuh Key dari belakang.

“H-hyung?” Key kaget dan berusaha melepas pelukan Onew.

“Mau pergi kemana Key? Kau takkan pergi kemana-mana kan?” Key memandang wajah Onew melalui cermin di depannya, dan Key menelan ludahnya saat melihat senyum dari wajah Onew. Senyum yang sangat lembut sekaligus dingin. Dan jantung Key rasanya berdetak terlalu cepat saat tangan dingin Onew mengelus lembut dada Key yang belum terkancing sepenuhnya, “Aku bantu mengancingkan, Key…” dan Onew masih saja tersenyum ketika tangannya mengancingkan kemeja Key.

“Kau gemetar, hm?”

“Ti-tidak” Key berusaha melepas pelukan Onew dengan gugup, tetapi Onew malah semakin mengeratkan pelukannya dan menyandarkan kepalanya di leher Key.

“Hyung, sesak…” Rintih Key saat Onew semakin mengeratkan pelukannya membuat Key sulit bernapas.

“Ah, apa kau sakit? Sebaiknya kau istirahat Key, wajahmu pucat” Onew membalikan tubuh Key, dan menggendongnya dengan koala style, Key menurut saja dan membenamkan kepalanya di bahu Onew lemah. Sekuat apapun Key, ia tak bisa menolak Onew dan sentuhan-sentuhannya, Key terlalu mencintai Onew dan cintanya yang besar-lah yang mengurungnya di ‘Paradise’ yang Onew ciptakan.

“Kau takkan meninggalkanku kan Key?” tanya Onew, dan Key hanya tersenyum lemah.

“Tidurlah, aku akan menyiapkan sarapan untukmu” Onew mengecup lembut bibir Key dan meninggalkan Key di tempat tidurnya. Kemudian menutup pintunya perlahan.

“Arrgggghhhh!” Onew tersenyum lembut saat mendengar Key berteriak keras di dalam kamarnya saat Onew keluar dari kamarnya, Onew tau pasti saat ini Key sedang menangis dan ia akan datang untuk menenangkannya, selalu begitu…

***

 

Aku tak bisa pergi darinya

Tidak, bukan…

Aku tak bisa meninggalkannya

Aku terlalu mencintainya, dan cinta ini perlahan membunuhku dalam istana cinta yang ia bangun untukku, ia menyebutnya… ‘Paradise’

***

 

Onew memainkan piano nya dengan penuh kelembutan, ia melirik sekilas ke arah Key yang sedang menontonnya, ya… hanya Key. Karena dirumah megah itu hanya ada Key dan dirinya, istana yang sempurna bukan?

“Kemarilah” Onew memanggil Key lembut, menarik lengannya dan mendudukannya di pahanya. “Aku ajari main piano…”

Key mengikuti gerak tangan Onew, dan perlahan ia mulai mengerti caranya. Key bermain dengan kaku sambil sesekali melirik ke arah Onew yang tetap mempertahankan senyum lembutnya.

Onew tiba-tiba menggenggam tangan Key, dan mengecupnya sekilas. “Kau selalu saja mempesonaku, Key….”

Jari-jari Onew mengelus bibir Key lembut, menarik dagu Key ke arahnya sampai napas Onew terasa dan menggelitik Key, membuat Key otomatis memejamkan matanya perlahan. Dan… “Aww! Appo hyung” teriak Key saat Onew menyentil dahinya.

“Hahaha, kenapa memejamkan matamu Key, menginginkanku hm?” goda Onew, yang sontak membuat wajah Key memerah menahan malu.

“Hyunggggg!!!!”

Terjadilah kejar-kejaran di ruang itu. Ruang megah yang hanya ada mereka berdua di dalamnya. Ruang indah penuh kekosongan, hampa…

Key berhasil menangkap Onew, dan memeluknya erat dari belakang tanpa berniat ingin melepasnya, “Kau senang? karena berhasil menangkapku?” Onew terkekeh pelan demi melihat wajah Key yang kebingungan.

“Eh?” Tiba-tiba Onew memutar tubuhnya, dan memeluk balik Key, “Bukankah seharusnya aku yang menangkapmu? Dan bukankah seharusnya kau takut, karena sedetik pun aku tak berniat untuk melepaskanmu” tangan Onew mengelus pipi Key, dingin. “Mengecupmu…” kemudian tangan dinginnya mengelus bibir Key, “Menghisapmu…” Sampai tangannya masuk ke dalam kaos yang dikenakan Key, “Dan membuatmu jatuh bertekuk lutut di hadapanku, untuk yang kesekian kalinya…”

“Ngggh” Gumam Key tak jelas karena Tangan Onew telah menjelajahi tubuh mulus Key, “Untuk kali ini, kuijinkan kau…” Goda Key.

“Ahahaha, baiklah malam ini kita berpesta. Bersiaplah karena aku takkan melepaskanmu…” Tawa Onew terasa dingin dan bergema di ruang kosong itu. Key sedikit bergidik tapi tak membuat Key mundur dan terus mengikuti permainan yang Onew buat.

***

 

“Woohyun??”

“Di-dia temanku Hyung, Lepaskan dia…” cicit Key ketakutan melihat kemarahan jelas di mata Onew.

“Tenang Key, tidak ada seorangpun yang bisa mengusik dewi-ku. Kau tau… kau hanya milikku” Onew tersenyum lembut dan meninggalkan Key di kamarnya dan mengunci pintunya, “Tenanglah Key…” Kata Onew pelan dibalik pintu.

“Andwae!! Hyung jebal, buka pintunya!!!” Teriak Key sambil terus menggedor-gedor pintu. Tapi tentu saja Onew tak mendengarnya, karena dia sudah beranjak dari sana dan pergi menyingkirkan pengganggu dewi-nya.

Key merasa percuma karena ia tau, Onew takkan pernah mendengarnya. Airmata Key tumpah, dan tubuhnya merosot lemah di balik pintu, “Jangan lagi…”

***

 

Gila…

Aku semakin gila di setiap kata cinta yang kau ucapkan

Setiap sentuhan yang kau berikan

Setiap senyum bak malaikatmu

Dan di setiap luka yang kau torehkan kepada orang-orang yang mengusikku. Tidak… atau mungkin justru  yang mengusikmu?

Gila… karena aku tetap saja membiarkanmu, dalam kegilaan yang kau sebut cinta…

***

 

Onew mendengar denting piano lembut dari ruang tengah, berjalan perlahan karena takut mengagetkan Key yang sedang serius menekan jari-jarinya lembut diatas tuts tuts piano. Lagu yang sama, lagu kesukaan Onew…

Onew menatap siluet Key yang tersiram matahari sore dari arah jendela lantai dua istana itu. Mata Key, yang menatap sayu jemari tangannya itu membuatnya tampak sangat indah di mata Onew. Matanya tak berhenti menatap takjub pemandangan dihadapannya. Setelah dirasa cukup dekat, Onew mengelus lembut jemari Key, dan Key mendongak kaget dan mendapati Onew yang tengah tersenyum ke arahnya.

“Kau menyingkirkannya?” Kata Key dingin tanpa menatap wajah Onew.

“Tentu saja, apapun yang kau minta pasti akan aku lakukan, Key” jari-jari Onew mengelus pipi Key lembut, tapi segera saja ditepis kasar oleh Key.

“AKU TAK PERNAH MEMINTANYA!!! BERHENTILAH MEMBUAL DAN SEOLAH-OLAH SEMUA ITU ADALAH KEMAUANKU, PERMINTAANKU! AKU LELAH DENGAN SEMUA PERMAINANMU!!” Key Meraung keras dan suaranya menggaung di ruangan kosong itu.

“Bahkan saat berteriak pun kau terlihat cantik, Key…”

“Cih”

“Key, kau tak ingat? Kau lah yang memintaku untuk membunuh Woohyun, karena dia selalu saja mengganggumu, bukan begitu?”

“KAU YANG MEMBUNUHNYA!!”

“Ya, dan itu semua atas permintaanmu baby…”

“KAU GILA!! AKU TAK PERNAH MEMINTANYA!”

“Ya, kau memintanya… Kau memohon padaku untuk membunuhnya, dan membawakan kepalanya untukmu… perlu aku bawakan kepalanya langsung ke hadapanmu, Key…?” Kata Onew dengan suara dinginnya yang membuat bulu kuduk Key merinding dan menekap mulutnya tak percaya, Key benar-benar merasa takut sekarang, dia pun perlahan mundur dan menjauh dari Onew.

“Wae? Kau takut padaku?”

“TIDAK, LEPASKAN AKU!” Teriak Key histeris, “Kumohon…” Suara Key berubah menjadi cicit ketakutan dan airmatanya tak berhenti mengalir.

“Kenapa kau takut padaku, padahal aku sangat menyayangimu”

“Tidah, cukup! jangan sentuh aku! Kumohon lepaskan aku!” Key meronta-ronta saat Onew memeluk Key yang sedang meringkuk ketakutan di sudut. Onew menggendongnya lembut.

Meski masih gemetar tapi Key tak lagi meronta, ia terlalu lelah dengan semua permainan Onew. Dia pun langsung memejamkan matanya saat Onew menidurkannya di ranjangnya, menyanyikannya lagu nina bobo, kemudian mengecup kening nya. Key terlelap dan selalu berharap semuanya hanya mimpi, dia berharap semoga esok ketika ia terbangun ia sudah berada di kamarnya sendiri, di rumah hangatnya bersama keluarga yang dicintainya dulu… Sebelum Onew membunuh semuanya di depan mata Key.

Onew tersenyum saat melihat Key yang menangis dalam tidurnya, “Have a nice dream…baby”

***

 

“Keyyy!! Coba tebak, aku bawa hadiah apa untukmu?” Tanya Onew dengan wajah berseri-seri dan mengahampiri Key yang masih saja tertidur di ranjangnya. “Kau benar Key! Taraaaaa, aku bawa boneka lagi untukmu, hehe. Kali ini aku bawa 5 boneka!” Onew mempoutkan bibirnya kesal karena Key diam saja, dan duduk di tepi ranjang Key.

“Ini boneka kodok”

“…”

“Ini boneka dino”

“…”

“Ini boneka kucing”

“…”

“Ini boneka jamur”

“…”

“Dan yang ini boneka ayam”

“…”

“Kau suka?”

“…”

“Hikss, Keyyy! Kenapa kau tak juga menjawabku! Apa kau terlalu lelah dan enggan membuka matamu?”

“…”

“Key, sejak kapan kau mengganti seprei-mu menjadi merah? Bukankah kau suka warna putih? Key…” Tubuh Onew tiba-tiba menegang, kakinya melangkah mundur perlahan sambil menekap mulutnya, dan airmatanya mengalir deras, “Andwae, andwae, andwae!” Onew terus menggumam tak jelas sambil terus mundur dari ranjang yang telah berubah menjadi merah dari darah Key.

“Kau bohong Key, hikss, kau janji takkan pernah meninggalkan aku. KAU BOHONG!! Hiks… HAHAHA, ternyata memang dari awal aku ditakdirkan untuk sendiri. Kau sama saja dengan mereka! Kau pun meninggalkan aku! HAHAHA!” Tawa Onew semakin menyeramkan dan bergaung dengan kencang.

 

“Mianhae baby, kurasa semalam aku tak sengaja memotong nadimu saat kau tertidur, Kau lebih cocok dengan warna merah daripada warna putih… Kau mimpi indah bukan?”

 

“Bahkan kau terlihat cantik disaat kematianmu, Key…”

***

 

Senang hmm?

Karena aku telah membebaskanmu dari paradise busuk ku?

Have a nice dream baby…

4 responses to “[Lomba FF] Paradise (18)

  1. Ahhhh. . .tak kirain Key yang bunuh diri terxata onew yg membnhx.aishhh,ktx cinta tetep aja dibunuh.ini nich yg namax cinta ini membunuhmu. .kekekeke. .keren. .kerenLah. .whaiting.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s