[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 15 (with SMTOWN )

Author: ANGELAFT RACTA

Genre: Romance-Friendship

Casts: SHINee, Sora (OC), super junior,  SMTOWN, etc

Buat yang baru nangkring di blog ini, chapter 1-nya bisa di cek disini atau klik disini untuk melihat indexuntuk memilih chapter yang akan dibaca

——————————————————————————————————————————————

(Key POV)

Sialan mereka! Masa’ tidak ada satupun dari mereka (SHINee dan manajer hyung) yang menjemputku ke rumah sakit? Alhasil malam-malam begini aku naik taksi dari rumah sakit sambil membawa tas besar berisi baju dan perlengkapanku selama di rumah sakit. Aish, teman macam apa mereka!

Suasana di SM Building tidak banyak berubah atau bahkan sama sekali tidak berubah setelah beberapa hari aku di rumah sakit. Lift pun masih terletak di tempat yang sama seperti saat terakhir aku kesini (ya iyalah, itu kan cuma beberapa hari yang lalu!).

Lantai 12 nomor 9. Lihat saja! Begitu aku bertemu mereka aku akan langsung memarahi mereka satu-persatu. Aku tidak akan memasakkan sarapan lagi untuk mereka! Taemin, jatah makan siangmu aku stop! Nikmati saja roti kantin itu lagi! Salah sendiri kalian tidak menjemputku ke rumah sakit!

Dengan kesal aku memutar kenop pintu. Tiba-tiba sesuatu yang berat menubrukku sampai aku terjatuh. Hey, aku baru sembuh dari typhus!

“Selamat datang, oppa!” Aigho, ternyata Sora yang menubrukku. Tak lama kemudian Sora memelukku erat. “Boggoshippo oppa. (aku kangen, oppa).”

“Urgh.. Argh.. Sora.. Berat…”

“Ah, Miyanhe oppa.” Wah, tumben sekali dia memanggilku oppa. Aku melirik kearah Jjong hyung. Jjong hyung mengedipkan sebelah matanya. Ah, ini pasti gara-gara Jonghyun hyung.

Welcome home, Key.” Onew hyung menyambutku dengan pelukan khas lelaki.

Awalnya aku tersenyum menerima pelukan Onew hyung, tapi gara-gara itu aku jadi lupa rencana awalku. “Ya! Kalian semua! Teganya kalian membiarkanku naik taksi sendirian! Kenapa tidak ada yang menjemputku ke rumah sakit?!”

Umma~~” Suara Taemin yang manja mengagetkanku. “Kami semua kan menyiapkan ini, makanya kami tidak datang ke rumah sakit.”

“Menyiapkan apa?”

Lalu mereka semua menyingkir. Aih, mereka baik sekali. Ada sebuah kue tart kecil, beberapa makanan, dan minuman. Sepertinya mereka semua yang menyiapkan pesta kecil ini. Dan.. ah, ada daging babi panggang kesukaanku.

“Kalian…” Mataku menerawang ke seluruh ruangan. “Kekanak-kanakan sekali! Setidaknya kirimkan manajer hyung untuk menjemputku!”

Babo!” Blettak, Jjong hyung menjitak kepalaku. “Setidaknya hargai sedikit usaha kami! Ini semua idenya Sora.”

Aku melirik kearah Sora. Dia tersenyum manis lalu memainkan bola matanya. “Jeongmal? Gomawo Sora. Kalau begitu mari kita habiskan makanannya! Ah, ini semua pasti Sora yang memasak. Kalian mana mungkin bisa memasak seperti ini! Lagipula daging babi panggang ini sepertinya enak sekali.”

Ting tong… Bel dorm kami berbunyi. “Taemin, tolong bukakan pintunya.”

“Baik hyung..” Terdengar suara seorang yeoja yang sedang berbicara dengan Taemin dari pintu depan. “Sora noona! Taeyon noona mencarimu!”

Sora meletakkan sumpitnya dan pergi ke pintu depan dengan segera. “Ah, ne Taeyon eonni! Miyanne semuanya, aku lupa kalau aku punya janji dengan SNSD eonni-deul untuk mengecat kuku hari ini. Onew-ah, Minho-ya, Jonghyun-ah, maaf aku tidak mencuci piringku, aku terburu-buru. Bantulah Key oppa dan Taemin hyung mencuci piring. Kalian bertiga itu pemalas sekali!”

BLETTAAKKK, Onew hyung, Jonghyun hyung, dan Minho langsung menjitak kepala Sora. “Enak saja memanggil Key dengan sebutan oppa dan memanggil Taemin dengan sebutan hyung sementara kau memanggilku dengan sebutan ‘Jonghyun’ saja.”

“Ah, kau banyak protes Jonghyun!” Sora mengenakan jaketnya yang lagi-lagi bermodel kerah tinggi. “Semuanya, aku pergi dulu!”

Sebenarnya aku ingin bilang ‘jangan pergi’ pada Sora. Aku benar-benar merindukannya setelah tidak bertemu untuk beberapa hari tapi dia sudah keburu pergi. Jadilah acara makan-makan ini hanya diramaikan oleh lima orang namja gaje yang kerjanya berisik terus setiap kali makan.

Aku mendekati Jjong hyung yang sedang menyuap sayuran dengan sumpitnya, “Jadi, apa yang kulewatkan selama beberapa hari ini Jjong hyung?”

“Banyak!” Jawabnya singkat kemudian berhenti sebentar untuk menelan sayuran yang tadi masih berada di mulutnya. “Apa yang ingin kau tahu?”

“Sejak kapan Sora selalu memanggilku ‘oppa’?”

“Itu sih tidak perlu kau tanyakan! Dia kan memang selalu memanggil kita dengan panggilan acak!” protes Jonghyun hyung. “Tapi ya, aku sudah mengatakan semuanya pada Sora. Semua yang kau katakan padaku saat di rumahsakit kemarin. Aku sendiri yang meminta Sora agar selalu memanggilmu oppa atau hyung agar kau selalu merasa kalau dia dongsaeng yang harus kau lindungimu. Dan dia sama sekali tidak keberatan. Dia juga menanyakan segala hal tentangmu pada kami, termasuk makanan kesukaanmu. Katanya dia ingin menjadi dongsaeng yang baik untukmu.”

Senangnya, aku terlalu senang mengetahui kenyataan ini. Sekarang dongsaeng-ku menjadi dua orang. Sora dan Taemin. Eh, apa itu berarti aku juga harus menyiapkan bekal makan siang untuknya? Aku tidak keberatan untuk itu. Kalaupun aku harus membuatkan bekal makan siang untuk semua orang disinipun aku tidak keberatan. Mereka saja yang tidak mau.

Jonghyun menyenggolku, “Berterimakasihlah padaku!”

“Apa lagi yang aku tinggalkan hyung?”

“Ah ya, sekarang tentang Taemin. Uri maknae (si bungsu kita) Taeminie sebentar lagi akan menyiapkan single. Dia akan berduet dengan penyanyi pendatang baru bernama Lee Yuuna.”

Jinjja?(Benarkah?) Chukaae (selamat) Taeminie. Ah, aku iri pada Taemin. Orang yang bernama Lee Yuuna itu pasti cantik sekali.” ( Klik disini untuk membaca cerita lepas Taemin duet bersama Lee Yuuna)

Kentara sekali kalau Taemin benar-benar malu. Mukanya langsung memerah dan air putih yang sedang diminumnya langsung muncrat mengenai Onew hyung. Yah, meskipun menjadi favorit para noona, Taemin tetap malu-malu kalau berurusan dengan lawan jenis. “Gomawo hyung. Jujur saja aku belum pernah bertemu dengan Lee Yuuna secara langsung.”

“Aku bertaruh dia pasti cantik sekali.” Taemin tidak mengatakan apa-apa lagi dan langsung melanjutkan makannya. Aku lagi-lagi mendapatkan kesempatan berbicara dengan Jjong hyung. “Kalau berita tentang Sora?”

“Ah ya. Entah sejak kapan dia kenal dengan member SNSD. Sekarang Sora jadi punya dunia namja dan dunia yeoja-nya.”

“Maksudmu hyung?”

“Dia akan berubah menjadi feminim ketika bergabung di dunia yeoja bersama para member SNSD. Menurut Taeyon noona, Sora adalah pengecat kuku terbaik yang pernah ada. Menurutnya juga Sora dapat mengolah berbagai macam buah menjadi masker yang menyegarkan. Sekarang juga dia sedang bergabung dengan dunia yeojanya.” Dasar Minho asal nyambung. Aku kan ngomong ama Jonghyun hyung. Bukan padamu!

Aku tidak peduli siapa yang mengatakan, yang penting aku dapat penjelasan mengenai dongsaeng-ku. Jadi aku kembali bertanya, “Lalu dunia namja-nya?”

“Akhir-akhir ini juga dia sering bergabung dengan super junior hyung-deul untuk berolahraga atau ngomongin tentang otomotif bersama mereka. Sora juga mulai ikut boxing bersama Sungmin hyung. Kata Sungmin hyung, tenaga Sora benar-benar kuat untuk kelasnya dan staminanya juga sangat baik. Sepertinya Sora diterima dengan baik oleh para sunbae dan deul.”

Aku mengangguk mengiyakan. Lagi-lagi Sora yang sempurna. Kalau begini kapan aku bisa berperan sebagai kakaknya?

Sepertinya semua orang telah selesai menikmati makan malamnya. Aku seperti biasa bermaksud akan mengambil alih tugas membereskan dan mencuci piring. Taemin juga sudah ingin membantu. Tapi Onew hyung juga ikut bangkit dan mulai membereskan mangkuk-mangkuk itu.

Anio kau kan baru sembuh. Sekarang istirahatlah, aku dan yang lain akan membereskan ini semua. Sudah, tak usah dipikirkan. Cepat istirahat di kamarmu.”

Awalnya aku ragu, tapi melihat Jonghyun hyung, dan Minho juga ikut membantu Onew hyung dan Taemin, aku jadi tenang dan pergi ke kamar tanpa beban. Sesekali bersikap seperti majikan pada para pembantunya tidak apa-apa bukan? Kekekekeke, (dongsaeng kurang ajar).

Kamarku juga tidak berubah. Posisi tempat tidurku masih sama. Aku menjatuhkan diri di tempat tidurku. Ah, nyamannya.. Tempat tidur di rumah sakit tidak seempuk ini sih. Kasurku, bantalku, gulingku, aku kangen pada kalian semua!

Sreekk sreekk sepertinya ada sesuatu diatas tempat tidurku yang sepertinya tidak sengaja aku tindih. Seperti bunyi kertas.

Aku bangkit untuk mengambil kertas yang mengganggu kenyamananku itu. ah, ternyata sebuah tabloid. Siapa sih yang menaruhnya di atas kasurku? Pasti Taemin!

Di Tabloid itu terlihat wajah Sora yang sedang bernyanyi di panggung music award sebagai sampulnya. Dengan Topik utama: LIPUTAN KHUSUS ORANG MISTERIUS, NAMJA atau YEOJA? Didalam sampul itu juga tertulis berita-berita lainnya. Aku membolakbalik tabloid tersebut untuk membaca berita-berita tentang Sora disana.

—————————————————————————————-

ORANG MISTERIUS DI KONSER SHINee DAN DI PANGGUNG F(X)

Namja atau Yeoja?

Minggu (32/32) Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya mengenai orang misterius yang tiba-tiba muncul sebagai pengganti Jonghyun di konser SHINee di Jepang. Kali ini orang tersebut tampil sebagai pengganti Krystal di panggung f(x). Orang misterius tersebut tampil dengan baik sebagai namja maupun yeoja.

Menurut keterangan dari Sungmin super junior, Orang tersebut bermain boxing dengan baik. “Dia lawan terberat yang pernah kulawan.” Jelasnya.

Sedangkan menurut pengakuan Yuri SNSD yang ditemui saat sedang berbelanja di Mall of Seoul menambahkan, “Dia selalu membantuku mengecat kukuku dan memijat mukaku ketika kami bersama-sama mengenakan masker buah.”

Jadi pertanyaannya siapakah sebetulnya orang ini? Namjakah? Atau Yeojakah?

Lee Soo Man yang ditemui didepan SM building tetap bungkam ketika ditanya perihal orang misterius yang kerap kali bergabung bersama anak-anak asuhan SM entertainment. Lee Soo Man hanya memasukkan tangannya ke saku, menatap langit seraya berkata, “Ah, Haneul hari ini cerah sekali bukan?”

Orang misterius yang disebut diatas sendiri langsung meninggalkan panggung begitu dia selesai menampilkan sehingga wartawan tidak dapat meminta keterangan darinya.

Saat ini para wartawan masih bekerja keras untuk mencari tau identitas orang tersebut untuk memuaskan rasa ingin tahu para fan SM entertainment. Semoga rahasia ini dapat terungkap dalam waktu dekat.

 

(catatan penulis: Haneul (bahasa Korea) = Sora (Bahasa Jepang) = Langit (Bahasa Indonesia)

——————————————————————————————————–

Jadi kakek tua itu sudah mengijinkan kami untuk membicarakan Sora didepan para wartawan eh? Hmm.. sepertinya masih banyak berita tentang Sora disini. Mari kita lanjutkan membacanya.

——————————————————————————————————–

KRYSTAL vs. HUNBAE (JUNIOR)

Minggu (32/32) Pada acara music award Sabtu malam kemarin, f(x) mendapatkan penghargaan suntuk album terlaris untuk album pertama mereka ‘pinnochio’. Semua member f(x) hadir diatas panggung untuk mengambil penghargaan tersebut. Tapi Krystal tampak tidak ikut naik keatas panggung.

“Aku sehat-sehat saja dan merasa sanggup untuk tampil. Hanya saja Aku tidak diperbolehkan hadir dan tampil di panggung oleh Suman sunbae.” Begitulah pengakuan Krystal saat diwawancarai di studio tempat berlangsungnya Music award.

Sedangkan komentar Krystal mengenai anak misterius yang menggantikannya adalah, “Mungkin dia (anak misterius.red) memang ingin menggantikanku posisiku di f(x). Menyebalkan bukan!”

Sedangkan menurut pengakuan Lee Soo Man yang ditemui didepan SM building mengatakan tidak akan ada penggantian anggota f(x), “Krystal hanya sedang dalam kondisi yang tidak baik maka dari itu aku melarangnya untuk tampil, bahkan untuk datang ke acara itu.” sementara itu anggota f(x) yang lain baik Victoria, Amber, Luna, dan Sulli menolak berkomentar.

Tetapi reaksi keras datang dari anggota super junior, SNSD, dan SHINee yang benar-benar menyangkal pengakuan Krystal.

“Dia (orang misterius itu. red), bukan orang yang ambisius yang ingin menyingkirkan seseorang begitu saja. Dia (orang misterius. Red) adalah teman yang baik dan orang yang menyenangkan. Aku lebih mengenalnya daripada Krystal. Aku sudah tinggal dengannya berbulan-bulan jadi tolong teman-teman media jangan men-judge-nya sebagai orang yang menyebalkan dan ambisius.” Sanggah Minho-SHINee. Sanggahan itu pula yang keluar dari mulut Taeyon SNSD dan Siwon super junior.

——————————————————————————————————–

BRAKKK!! Aku membanting pintu kamar kami dan segera menemukan anggota SHINee lain yang sedang santai didepan televisi, “Berita apa ini!”

Tepat saat itu pula Sora sudah pulang dari dorm SNSD. Melihatku yang sedang memegang tabloid yang memberitakan dirinya, Sora mengambil tabloid itu dari tanganku dan melemparnya ke jendela yang terbuka.

“Sora?”

“Tak usah hiraukan berita seperti itu.” Sora tampak santai sekali. Dia menuju dapur lalu mengambil susu karton dan menghabiskan susu se-karton penuh tersebut dengan cepat.

“Tapi Sora, ini berarti image-mu sudah rusak sebelum kau debut! Lihat pemberitaan dirimu dengan Krystal. Sekarang para penggemar Krystal pasti sangat membencimu. Lalu bagaimana dengan debutmu?”

“Kalau masalah debutku, tak usah khawatir soal itu. Albumku berjalan lancar sekali. Selain itu besok dan untuk beberapa hari kedepan aku tidak akan berada disini. Aku harus ke Paldang dam untuk membuat video clip laguku. Bagaimanapun tanggapan masyarakat, albumku tetap akan berjalan.” Sora duduk dengan santai di sofa dan membiarkan kakinya berada di pangkuan Minho dengan santai. Minhopun tidak ambil pusing dan membiarkan saja kaki Sora berada disitu. “Kalau masalah image-ku, itu juga tidak usah kau khawatirkan Key hyung. Aku bukan artis yang kehidupan pribadinya perlu digembar-gemborkan sehingga aku harus benar-benar menjaga image-ku. Aku hanya penyanyi. Cukup tampilkan performa terbaikku diatas pentas dan di layar kaca, ditempat lain aku tidak peduli dengan siapa diriku. Aku tidak mau repot-repot menjaga image-ku.”

“Tapi..”

Sora berjalan kearahku dan menyentuh pundakku, “Lagipula apa peduliku kalau banyak orang membenciku? Aku sudah memiliki lima orang yang kuanggap sebagai keluarga dan itu sudah lebih dari cukup. Bukan begitu?”

Sora menatap kami satu persatu lalu menatap penuh makna pada Minho.

“Bukankah itu kata-kataku yang waktu itu kukatakan padamu, Sora-ya?”

“Ah! Kau benar Minho hyung! Ternyata kau masih ingat!” Sora berseru senang lalu kembali duduk disebelah Minho. “Onew oppa, kau jadi berangkat besok pagi?”

Ne.” Onew mengalihkan perhatiannya pada Sora. “Kau sendiri, apa semua barang untuk menginap beberapa hari di Paldang dam sudah kau siapkan?”

“Sudah oppa, Aih, oppa perhatian sekali.”

Aku sudah tau kalau Sora akan ke Paldang dam untuk membuat video clipnya. Tapi.. “Onew hyung, memangnya kau mau kemana?”

“Pulang.” Jawabnya singkat. “Pulang ke rumah orang tuaku. Appa (ayah) ku sedang sakit dan aku sama sekali belum pernah menjenguknya. Jadi aku mengambil cuti untuk beberapa hari. Kita kan tidak punya jadwal manggung dalam waktu dekat ini.”

“Sakit apa, hyung?”

“Jantung.” Onew hyung tersenyum pahit. “Katup jantungnya sudah parah sekali.”

“Sampaikan salam kami untuk orangtuamu, hyung. Ah ya, aku juga akan sibuk sekali besok.” Minho bangkit dari duduknya dan berjalan menuju kamar. “Aku harus syuting drama seharian penuh besok. Sebaiknya aku tidur sekarang sebelum terlalu malam.”

“Hyung! Aku juga ikut tidur duluan.” Kali ini taemin yang bangkit. “Aku juga harus rapat mengenai single duetku bersama Lee Yuuna. Jadi ya akupun sibuk.”

Onew hyung, Minho, Taemin, dan Sora sibuk besok hari. Berarti hanya tersisa Jonghyun hyung bersamaku dong. Aku menatap Jonghyun hyung dengan tatapan berharap.

“Ah, Miyane Key.” Jangan bilang kau juga mau pergi juga Jonghyun hyung! “Besok aku punya kencan dengan Shin Se Kyung pacarku tersayang. Sudah lama kami tidak berkencan karena kesibukan masing-masing. Kau sudah sembuh bukan Key? Tidak apa-apa kan kalau kami tinggal sendirian?”

“AAARRGGGHHH!!! KALIAN KEJAM SEKALI!!!!”

*********

(Onew POV)

 

“Jinki..” suara umma yang begitu lembut memanggilku. Baiklah, sebaiknya kuberitahu dulu. Nama asliku adalah Lee Jinki. Onew hanya nama panggungku. Tetapi tidak seorangpun kuizinkan memanggilku ‘Jinki’ kecuali keluargaku.

“Jinki.” Lagi-lagi umma memanggilku. “Ayo sarapan dulu. Appamu sudah menunggumu di meja makan.”

“Baik umma.”

Aku bangkit dari tempatku duduk tadi dan langsung mengikuti umma menuju meja makan. Hmm.. dari jauh saja sudah tercium bau masakan umma yang begitu menggoda selera. Umma tersenyum dan mempersilahkan aku duduk sambil beliau menyiapkan nasi untukku.

“Aku kan bisa mengambilnya untukku sendiri, umma.”

Umma malah menggeleng, “Gwenchana Jinki. Aku memang ingin melakukannya. Sudah lama sekali kau tidak pulang.”

“Uhukk.. uhukk.” Suara batuk Appa terdengar parah sekali. Dengan segera aku langsung mengambilkan minum untuknya. “Benar kata umma-mu Jinki! Kau jarang sekali pulang. Memangnya kau tidak merindukan kami?”

“Hush Appa!” Umma menyenggol Appa pelan. “Jangan membebani Jinki seperti itu. Dia kan sibuk sekali di Seoul.”

Aku hanya tertawa mendengar kedua orangtuaku bercanda tetapi juga sedih saat melihat appa yang terus terbatuk, “Appa, tak usah memaksakan diri seperti ini. Appa istirahat dikamar saja, biar aku yang membawakan makanan appa ke kamar.”

Ani.” Appa menunjukkan keberatannya. “Aku rindu makan bersama di meja makan seperti ini. Memangnya kau tidak kangen dengan susana ini Jinki?”

“Appa!” Lagi-lagi umma menyyenggol Appa.

“Aku merindukan kalian berdua, umma, appa. Selalu merindukan kalian. Andai saja ada pintu kemana saja milik doraemon, aku pasti sudah pulang setiap hari. Masakan Key tidak seenak masakan umma. Oh ya umma, appa, mereka semua titip salam untuk kalian berdua.”

“Kenapa mereka tidak diajak saja kemari?” Appa lagi-lagi meminum segelas air. Dia memang harus banyak minum.

“Tidak bisa, appa. Mereka sibuk sekali.”

“Kalau begitu setidaknya ajaklah pacarmu kemari.” Umma mengambil alih pembicaraan.

“Ah Umma, aku belum punya pacar!”

Setelah topik tentang pacar berlalu, aku, Umma, dan Appa melanjutkan sarapan kami. Sesekali Appa mulai terbatuk dan dia langsung mengambil air minum untuk menghentikan batuknya. Ah Appa, seberapa parahkah keadaanmu sekarang? Umma, Appa, saranghae.

Ting tong..

“Aduh, siapa sih yang bertamu pagi-pagi begini.” Umma benar! Siapa sih yang bertamu pagi-pagi begini? Aku kan masih melepas kangen dengan umma dan appaku! “Sebentar, biar umma buka pintunya.”

Appa mengangkat bahunya dan aku tersenyum melihat appa. Cih, siapapun tamu itu dia pasti orang yang menyebalkan. Tak lama kemudian barulah umma kembali dengan senyum sumigrah.

“Appa, Jinki berbohong waktu dia bilang dia belum punya pacar! Itu pacarnya datang kesini.”

He? Pacar?

“Rasanya wajahnya tidak asing. Sepertinya umma pernah melihat dia di televisi. Aah, siapa ya? Umma lupa namanya. Jinki, sebaiknya cepat kau temui dia. Ajak dia sarapan bersama. Sekalian kenalkan pada umma dan appa.”

Pacar? Siapa yang punya pacar? Dasar, menyusahkan sekali sih. Apalagi pakai berkunjung di pagi hari seperti ini! Siapa ya yang mungkin datang kemari? Setauku anak-anak SM dilarang mengambil cuti sembarangan. Seharusnya bukan member SME. Atau jangan-jangan dia salah satu shawol! Oh tidak, kalau benar begitu berarti aku dalam masalah. Bisa-bisa saja kan para shawol itu terus-terusan datang kemari. Appaku yang sedang sakit bisa terganggu.

Tetapi betapa kagetnya aku ketika melihat siapa yang sedang duduk di ruang tamu, “Krystal?”

“Onew oppa.” Tidak ada angin tidak ada hujan dan tidak ada badai, Krystal langsung dengan semangatnya menyongsongku dan memelukku. Lho lho, apa-apaan ini?

“Jinki! Lama sekali.” Umma dan Appa datang sambil bergandengan tangan lalu memergki kami berdua yang sedang dalam posisi tidak enak (baca: berpelukan). “Ah, maaf mengganggu kalian berdua. Jinki, ajak dia masuk. Ayo kita sarapan bersama. Ah ya, siapa namamu?”

Khamsa hamnida, ahjuma (bibi). Joneun Krystal imnida. (Namaku Krystal).”

“Krystal-ah, ayo masuk. Kami sedang sarapan jadi lebih baik kau ikut sarapan bersama kami.”

***********

(Onew POV)

Apa-apaan ini! Bagaimana bisa Krystal menyusulku kesini? Ada urusan apa sampai dia harus menyusulku? Padahal aku ingin waktuku aku prioritaskan untuk keluarga. Setelah seharian dia berada di rumahku, sore ini umma malah memaksaku agar aku berjalan-jalan dengan Krystal ke hutan kecil dekat rumah sebelum Krystal kembali ke Seoul.

“Bagaimana bisa kau kesini?” Aku bertanya dengan ketus.

“Aku? Oh, aku dapat alamatmu dari manajermu. Jadi ya aku kesini. Aku bosan di Seoul.”

“Bukan itu maksudku. Bagaimana bisa kau kesini? Bukankah kau harus berlatih? Kau tidak boleh mengambil cuti sembarangan!”

“Biar saja!” Krystal malah memainkah rambutnya dengan gaya angkuh. “Lagipula kakek tua renta dan menyebalkan itu menghukumku tidak boleh tampil selama tiga bulan. Aku juga sudah dimarahi habis-habisan olehnya karena dianggap merusak citra anak itu. Tentu kau tahu siapa ‘anak itu’ yang kumaksud, Onew oppa. Kalau aku tidak boleh tampil, untuk apa aku latihan.”

Semakin dia banyak berbicara, semakin malas aku mendengarnya. “Memangnya kenapa kau dihukum?”

“Karena berbicara kenyataan. Kenapa aku tidak boleh bilang kepada media mengenai hal yang sebenarnya kurasakan? Kau setuju denganku bukan, oppa?”

Kenapa dia begitu angkuh? Tiba-tiba aku teringat artikel dimana Krystal mengatai Sora menyebalkan. “Aku lebih mengenalnya dari pada kau!”

“Oppa, jangan galak begitu. Kau salah paham oppa! Bukan tentang dia yang kukatakan pada media. Aku mengatakan tentang kekesalanku pada kakek tua itu!” Mimik Krystal berubah manja dan itu sungguh membuatku muak! “Aku tidak bermaksud menyakiti hati oppa.”

“Jika kau mengatainya itu berarti kau juga menyakiti hatiku!” Cih, memang begitulah perasaanku pada Sora tak peduli apakah dia namja ataupun yeoja.

Kami mulai memasuki bagian hutan yang cukup dalam. Jalanan yang kami pijak sudah tidak rata lagi dan Krystal yang memakai hak tinggi itu mulai kesulitan berjalan. Bukankah sudah jelas dari awal kalau kita akan berjalan-jalan di hutan? Kenapa dia nekat memakai hak setinggi itu?

“Kyyyaaaa!!!!” Tuh kan, akhirnya dia terpeleset jatuh.

Hoop, dengan sigap aku menangkapnya. Untung tenagaku cukup kuat untuk menahan berat tubuhnya sehingga aku tidak ikut terjatuh. Dengan posisi seperti ini aku bisa memperhatikan wajahnya yang merona merah dan tatapan malu-malu. Hei, kemana tatapan matamu yang angkuh itu? sebenarnya kalau aku benar-benar memperhatikannya, Krystal itu cantik sekali. Aku tahu kalau yeojadeul di SM memang cantik semua tapi tentu kecantikan itu juga berbeda-beda.

Seperti Sora yang terlihat manis dengan caranya sendiri..

Krystal cepat-cepat bangkit dan memperbaiki posisi berdirinya, “Ah, miyane oppa. Jeongmal miyanne.”

Aku tidak berkata apa-apa hanya melanjutkan jalanku saja. Krystal mengikutiku dari belakang. Lagi-lagi wajah Soralah yang terbayang. Yang ada di bayanganku adalah Sora yang mengenakan pakaian yeoja yang feminim. Dia pasti cantik sekali dengan baju itu.

“Oppa…”

“Memangnya….” Aku melirik kearah Krystal. “Kau sebegitu tidak sukanya pada Sora?”

Tadinya aku akan marah apabila Krystal berkata yang tidak-tidak tentang Sora, tapi ternyata.. “Sebenarnya tidak oppa. Aku hanya kesal, kesal sekali karena aku yang begitu menunggu momen music award itu harus digantikan olehnya. Itu album pertama kami, album kami yang akan menerima penghargaan tetapi aku bahkan tidak boleh hadir untuk melihat penghargaan kami. Aku benar-benar marah tetapi aku tidak bisa marah kepada Suman-sunbae. Aku ingin marah tetapi tidak tau harus marah pada siapa. Akhirnya aku malah melampiaskan kemarahanku padanya.”

Padanya? Pada Sora? “Kupikir aku bisa merasakan perasaanmu. Menunggu-nunggu penghargaan pertama. Lalu?”

“Kupikir kemarahanku padanya akan redup apabila aku sudah puas memarahinya waktu itu. Tapi yang tambah membuatku kesal waktu kulihat Minho oppa membela anak itu. Rasanya seperti dunia selalu berpihak padanya. Maafkan aku oppa. Maafkan juga atas ucapanku yang tadi. Mungkin aku terlalu kekanak-kanakan.” Aku yakin kalau aku dapat membedakan tatapan mata berpura-pura dan tatapan mata yang tulus. Pandangan mata Krystal terlihat begitu tulus dan terlihat begitu menyesal. Aku yakin pada dasarnya semua manusia itu baik, begitupun Krystal.

“Tidak perlu minta maaf padaku. Minta maaf saja pada Sora.”

“Jadi namanya Sora oppa? Dia yeoja atau namja? Lebih tua dariku atau lebih muda dariku?” Krystal terlihat girang seperti ingin mengenal Sora lebih dekat. “Mungkin juga aku harus meminta maaf karena telah membuat image-nya rusak sebelum debut. Jangan terlalu percaya tabloid oppa, aku tidak benar-benar mengatakan seperti itu. Mereka melebih-lebihkan. Saat kubilang mungkin DIA ingin menggantikanku pada media, yang kumaksud DIA waktu itu adalah si kakek tua. Bukan menggantikanku, yang kubilang adalah menggantiku untuk sementara. Andai mereka punya rekamananya, mereka harus memutarnya kembali.”

“Aku percaya.”

Lagi-lagi Krystal tersenyum manis. Oke, kupikir dia tidak semenyebalkan yang kuduga. Aku harus mulai berpikir positif tentangnya, “Khamsa hamnida, oppa.”

Matahari sudah mulai terbenam. Semburat jingganya terpantul tepat di rambut Krystal yang membuat rambutnya jadi berpendar indah, “Oppa, sudah saatnya aku kembali ke Seoul.”

Aku mengangguk, “Miyanhae Krystal.”

“Maaf untuk apa?”

“Maaf karena sudah berprasangka buruk padamu.” Jujur saja, waktu membaca artikel Krystal tersebut aku sempat membenci Krystal. Tapi sekarang, sudahlah, lagian kami ini satu label tidak baik saling membenci.

“Tidak apa-apa oppa, mungkin dalam waktu dekat aku harus membuat konferensi pers untuk meluruskan keadaan. Gomawo sudah mau menemaniku seharian. Sampaikan juga terimakasihku pada ahjuma (bibi) dan ahjussi (paman).”

**********

(Sora POV)

Aku didandani dengan pakaian serba putih dan sebuah sayap di punggungku. Wajahkupun dibuat pucat, bibirku putih seolah-olah aku sudah dibekukan dalam waktu yang lama. Mataku menggunakan softlens berwarna abu-abu dan aku suka melihatnya.

“Kau siap Sora?” Sutradara sudah memanggilku. Oke, ini saatnya… “Camera, ACTION!”

Aku berjalan diatas rumput dengan tenang, melihat ke langit, lalu menutup mataku. Langit itu seperti namaku bukan? Sora. Aku benar-benar tidak salah memilih nama pena. Sora yang berarti langit dalam bahasa Jepang. Aku ingin bersinar seperti langit biru yang cerah di siang ini.

CUT!!” Eh, sudah? Begitu saja?

Pak sutradara berjalan kearahku dengan senyum terkembang kemudian dia menepuk pundakku, “Bagus Sora. Oke semuanya, kita lanjut ke scene selanjutnya. Dadani Sora agar terlihat seperti Demon!”

Baru kemarin kami tiba di Paldang dam syutingnya sudah bisa dimulai. Sepertinya pihak SM memang sudah mempersiapkan semuanya sejak awal. Lihat, aku tidak perlu repot-repot lagi tau-tau aku sudah menyelesaikan rekaman single pertama sebelum melepas mini album nantinya (mengenai mini albumnya saat ini masih dalam proses penggarapan).

Lagu single pertamaku berjudul Angel X Demon. Menceritakan tentang sifat alami manusia, cinta, kasih sayang, kebencian, keserakahan, dan lain-lain.

Alasan kenapa lagu ini yang dipilih sebagai lagu debutku menurut Sungha-ssi pelatihku, “Bukankah pada dasarnya Angel dan Demon itu tidak memiliki jenis kelamin? Memangnya kau tahu jenis kelamin mereka? Persis seperti dirimu bukan! Lagipula dengan begitu image-mu tidak akan terlihat terlalu feminim atau terlalu maskulin. Berterimakasihlah pada otak cerdasku!

Video clipnya sendiri dibuat di daerah Paldang dam. Didalam video clip-nya, aku memerankan keduanya, baik sebagai Angel maupun sebagai Demon. Diantara keduanya, aku suka kostum saat aku menjadi Demon. Terlihat begitu garang.

Treettt… treeettt HP-ku berbunyi. Aih Video call dari Minho. Tapi aku tidak mau menerimanya ditempat yang banyak orang seperti ini jadi aku mematikannya.

Treettt.. treettt Lagi-lagi HP-ku berbunyi. Tetapi kali ini bunyi yang disebabkan satu pesan singkat yang kuterima. Lagi-lagi Minho.

SMS : kau pasti sibuk skrg bukan?

Maaf mengganggu, aku cuma mau bilang

Cepat pulang, masakan Key tidak seenak masakanmu!

Hwaiting!

(p.s. cepat kembali dan izinkan aku untuk memanggilmu ‘jagi’)

Keterangan: Jagiya = kekasih/pacar/sayang, dan barang-barang sejenisnya :p

Aku tertegun melihan pesan yang dikirimkan Minho. Apa maksudnya? Waktu itu juga Minho pernah bilang kalau dia menyukaiku meskipun aku belum menjawabnya sama sekali. Minho oppa, apakah kau akan tetap mengatakan hal seperti itu andaikan kau belum tahu bahwa aku memang yeoja?

Trett.. treettt.. satu buah pesan kembali masuk. Ah, Onew!

SMS: Hi Sora! Bagaimana paldang dam?

Smoga pekerjaanmu berjalan dengan baik J

Hwaiting!!!

P.S. aku merindukanmu juga member SHINee lainnya

Aku jadi tersenyum melihat pesan-pesan itu. Mereka berdua benar-benar perhatian padaku. Minho oppa yang terang-terangan memperhatikanku. Juga Onew oppa, meskipun tampaknya dia hanya memperhatikanku dari jauh, tapi aku selalu merasa ada kebaikan hati darinya. Kalau diibaratkan, Onew oppa itu seperti Angel without wings.

Aku ingat wajah Onew oppa yang begitu mengkhawatirkan aku saat dia mengira aku pingsan dengan kepala tercelup pada ember. Atau saat dia membantuku memecahkan masalah tarianku yang begitu buruk dengan meminta bantuan Key. Dia juga selalu membelaku didepan Key sewaktu Key menjelek-jelekanku dulu (Aku tau hal ini dari Taemin). Onew oppa, tiba-tiba aku merindukanmu.

************

(bersambung) klik disini untuk membaca SHINee-ing as Bright as the SKY chapter 16

6 responses to “[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 15 (with SMTOWN )

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 14 (with f x ) « Asian Fan Fiction Story·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s