[Lomba FF] My Precious Love (23)

Request : no 14

Author : Choi Jaejin (@liasweet8)

Judul    : My Precious Love

Genre  :Romance Tragedy

Cast : Park Eunji (OC)

Mika ( The Boss)

Chunji (Teen Top)

twitter : @Liasweet8

fb : Lia Warnata

 

Author POV

“Ahhh…lelah sekali.Bosan rasanya kalau harus belajar setiap hari,aku juga ingin senang-senang” ucap Eunji,seorang gadis yang baru lulus SMA,dan sekarang sedang belajar mati-matian untuk ujian masuk universitas.

Eunji menghepmpaskan buku yang sedari tadi dibacanya.Ia merebahkan tubuhnya di bangku taman.

Matanya menerawang ke atas,menatap langit luas.

“ahh tuhan…tolong berkati aku..” ucap Eunji pelan.

“Kalau hanya berdoa dan tidak berusaha keras,mana mungkin bisa”

tiba-tiba seorang namja menghampiri Eunji.

Eunji kaget dan segera bangun.

“eh,kau siapa?” tanya Eunji pada namja itu.

“Kau mau ikut ujian masuk universitas kan? Kenapa tidak belajar dengan serius?” namja itu bertanya balik ke Eunji.

“ah,bagaimana kau tahu?” Eunji bertanya lagi pada namja itu.

Namja itu mengalihkan pandangannya dari Eunji.

“sejak dua jam yang lalu” jawabnya kemudian.

“eh? Kau menguntitku ya??” Eunji mulai gelabakan.

Namja itu tertawa.

“Hahaha…apa untungnya menguntitmu.Aku berada disitu sejak tadi,dan aku tidak sengaja memperhatikanmu” jawab namja tersebut sambil menunjuk ke arah bangku taman di pojok kiri.

Wajah Eunji memerah karena malu.

“kenapa?kau kesulitan?” namja itu duduk di samping Eunji.

Eunji menjadi salah tingkah.

“ah,tidak kok” jawab Eunji berbohong.

“mau aku bantu?”

Eunji terperangah mendengar tawaran namja itu.

“aku bisa membantumu untuk mendapatkan nilai bagus”

Eunji menatap namja itu dengan aneh.

“jangan melihatku seperti itu” namja itu membentak Eunji.

Eunji segera memalingkan wajahnya.

“eumm kau serius mau membantuku?apa sebelumnya kau juga pernah mengikuti ujian masuk universitas?” Eunji nampak ragu.

“iya.oh iya nama Mika.boleh aku tahu namamu,wahai nona yang frustasi?”

Eunji kembali menatap namja yang ternyata bernama Mika itu dengan tatapan garang.

“apa-apaan kau?menyebutku nona frustasi!”

Mika mengeluarkan tawanya lagi.

“maaf…maaf.tapi kau memang seperti orang yang sedang frustasi”

Eunji mendengus kesal mendengarnya.

“Nama ku Eunji..Park Eunji” jawabnya.

“baiklah Eunji,mulai sekarang kau akan berguru denganku.Hwaiting!” Kata Mika seraya mengangkat tangan kanan Eunji ke atas.

Eunji hanya tersenyum kecil.

Sejak saat itu,Mika pun menjadi guru privat Eunji.

Setiap hari mereka lalui bersama untuk belajar.

Mika adalah tipe namja yang cerewet,ia tidak suka kalau sesuatunya tidak sempurna.

Tidak jarang mika memberikan hukuman kepada Eunji,kalau Eunji salah dalam menjawab soal-soal.

Eunji sangat sebal dengan namja itu,tapi ia sadar kalau mika melakukan hal tersebut demi dia juga.

Sudah tiga minggu Eunji berguru pada Mika.

Bagi Eunji,belajar jadi tidak membosankan asalkan bersama dengan Mika.

Dan sepertinya Eunji juga mulai menyukai namja tersebut.

“baiklah.tugasku sudah selesai,kini kau harus berusaha sendiri” ucap Mika pada Eunji.

“hmm tapi aku takut” Eunji menundukkan kepalanya.

“aku takut kalau tidak bersama denganmu,aku tidak percaya diri” lanjut Eunji lagi.

Mika tersenyum.

“yakinlah pada kemampuanmu sendiri.Selama ini sudah bagus kok” kata Mika sambil mengacak-acak rambut Eunji.

“Doakan aku.aku akan berusaha sebisaku” Eunji mulai bersemangat.

“Tentu..” mika kembali tersenyum.

“eh ada satu lagi.Mulai besok sampai hari pengumuman kelulusan,kita tidak usah bertemu”

Eunji kaget mendengar kata-kata Mika barusan.

“kenapa…?”

“haha..jangan pasang tampang seperti itu Eunji-ah”

Eunji memajukan bibirnya.

Mika gemas melihatnya.

“tidak apa-apa sih,hanya supaya kau konsentrasi pada ujianmu saja.Bisa kan?” Tanya Mika sambil memegang pundak Eunji.

Eunji mengangguk dan kemudian memeluk Mika.

“iya…tapi janji ya,kalau aku lulus kau harus mentraktirku” ucap Eunji yang kemudian melepaskan pelukannya.

“oke..baiklah.tunggu aku di cafe dekat taman itu” balas Mika sambil mencubit pipi Eunji.

Mereka tertawa lepas bersama.

Author POV end

Eunji POV

Sejak saat itu,aku berusaha keras sampai waktu ujian masuk universitas tiba.

Aku mengisi soal-soal dengan percaya diri dan berharap aku bisa lulus ujian.

Beberapa hari kemudian,hari pengumuman pun tiba.

Aku melangkah dengan gontai ke arah papan pengumuman.aku takut sekali jika aku gagal.

Pelan-pelan ku telurusi setiap baris demi baris tulisan yang ada di papan tersebut.

Dan… “Ada! Nomorku ada!”

aku berseru kegirangan.

Aku tidak sabar memberitahukan hal ini pada Mika.

Aku pun memutuskan untuk langsung pergi menuju cafe tempat kami janjian.

Eunji POV end

Author POV

Eunji berseru senang ketika mengetahui ia lulus ujian masuk universitas.

Ia memutuskan untuk segera pergi ke cafe dekat taman,tempat ia dan Mika janjian untuk bertemu.

Eunji sudah sangat tidak sabar memberitahukan hal tersebut pada Mika.

Ketika Eunji sedang berlari terburu-buru,tiba-tiba saja ada yang meneriakinya.

Eunji menghentikan larinya dan menoleh.

“ini.dompetmu terjatuh” ucap seorang namja sambil menyodorkan sebuah dompet ke arah Eunji.

“ah,untung saja kau menemukannya.terimakasih” ucap Eunji sambil tersenyum dan kembali melanjutkan larinya menuju cafe itu.

Namja yang memungut dompet Eunji tadi hanya menatapnya dari kejauhan.

Eunji sampai di cafe tempat ia janjian dengan Mika.

Suasana cafe itu cukup ramai.

Eunji memilih duduk di bagian tengah.

Ia menggosok-gosokkan kedua telapak tangannya sambil melihat-lihat sekitar.

Sudah hampir satu jam Eunji menunggu,tapi tidak ada tanda-tanda Mika akan datang.

Eunji sudah menghubungi ponsel Mika,tetapi sedang tidak aktif.

Eunji masih terus menunggu dan menunggu hingga jam 6 sore.

Sudah 5 jam ia berada di cafe itu.

Ia tidak memesan makanan atau minuman apapun.

Perasaannya mulai berkecamuk,ia bingung dengan keadaan ini.

“apa mika tidak akan datang ya?” gumam Eunji sambil menahan tangisnya.

“ah,aku coba tunggu satu jam lagi.mungkin sebentar lagi dia akan datang” ucapnya lagi.

Eunji pun menghabiskan sore itu untuk menunggu mika.

Namun sayang,Mika tidak kunjung datang.

Air mata Eunji menetes,ia buru-buru menyekanya.

Eunji melangkahkan kakinya keluar dari cafe itu.

Kepalanya tertunduk lesu,wajahnya nampak tidak bersemangat.

Ia memutuskan untuk pulang ke rumah dan segera pergi tidur.

Seminggu kemudian,Eunji mulai masuk kuliah.

Ia sangat senang bertemu dengan teman-teman barunya.

“annyeong~ ”

Eunji dikejutkan dengan suara seorang namja yang menyapanya.

Namja itu tersenyum.

“kau masih ingat aku?kita pernah bertemu sebelumnya” kata namja itu.

Eunji memutar bola matanya,ia berusaha mengingat wajah namja itu.

Tiba-tiba Eunji menggeleng pelan.

Namja itu tertawa.

“hahaha…baiklah kalau begitu.aku Lee ChanHee,orang-orang memanggilKu Chunji”

Kata namja itu lagi sambil menyodorkan tangan kanannya.

“aku Park Eunji.senang berkenalan denganmu” Eunji tersenyum simpul.

“ah,bagaimana? Dompetmu sudah tidak hilang lagi kan?” chunji bertanya pada Eunji.

Eunji kaget,dan ia teringat sesuatu.

“ah! Kau yang waktu itu ya?”

chunji melebarkan senyumnya.

“akhirnya kau ingat juga”

“sekali lagi terimakasih yaa” ucap Eunji nyengir.

Semenjak itu,Eunji dan Chunji mulai berteman dekat.

Mereka sering peri jalan-jalan bersama.

Chunji sangat perhatian pada Eunji.

Pernah ketika Eunji jatuh sakit dan harus di opname di RS,chunji dengan setia menungguinya.

Eunji yang bisa dibilang cukup jago dalam hal memasak pun sering membuatkan bekal untuk Chunji.

Banyak yang mengira kalau mereka berpacaran,padahal tidak.

Eunji memang merasa nyaman berada didekat chunji,tapi ia menganggap chunji tidak lebih dari teman dekat saja.

“kau tidak punya kekasih?kalau seperti ini terus,orang-orang akan salah paham dengan kita” kata chunji ketika dia dan Eunji sedang bersantai di bawah pohon dekat lapangan olahraga.

Eunji menggeleng.

“kenapa? Kau tidak suka dengan seseorang?” chunji bertanya lagi.

Eunji kembali menggeleng.

“dulu…aku menyukai seseorang.tapi dia menghilang entah kemana” Eunji menunjukkan wajah sedihnya.

“dulu?” chunji pun bertanya karena penasaran.

“iya,dulu…dia adalah orang yang penting bagiku.Dia berjanji akan datang ke cafe itu dan memberikan aku ucapan selamat karena telah lulus ujian masuk universitas” Eunji menghela napas berat.

“tapi dia tidak datang,begitu?” tanya chunji lagi sambil memperhatikan wajah eunji.

Eunji meneguk ludahnya dan berkata, “ahh…sudahlah.aku tidak apa-apa.lagipula kan ada kau yang selalu menemaniku” Eunji mengedipkan sebelah matanya ke arah chunji.

Chunji tersipu malu.

“jangan begitu..nanti aku jadi benar-benar suka padamu” balas chunji sambil mengeluarkan tawanya.

“eh..emhh.. tidak..” kini giliran Eunji yang tersipu malu.

Beberapa hari kemudian,ketika Eunji dan Chunji asyik makan di kantin kampus,datanglah seorang namja menghampiri mereka.

“hei,sepertinya kalian asyik sekali” sapa namja itu pada chunji.

“ah,Haewon hyung! Apa kabar hgyung?” chunji berdiri dan memeluk namja yang bernama haewon itu.

“aku baik.kau bagaimana? Dan…siapa ini?” tanya haewon sambil menatap ke arah Eunji.

Eunji tersenyum pada haewon dan haewon membalasnya.

“aku juga bai-baik saja hyung.oh,dia adalah temanku.kenalkan,namanya Park Eunji” kata chunji kemudian.

Haewon berjabat tangan dengan Eunji.

“lalu bagaimana dengan hal itu?” haewon bertanya pada chunji.

“apa hyung?” chunji seakan lupa sesuatu.

“peringatan hari kematian kakakmu.kapan akan diselenggarakan?”

“oh itu…hmmm” chunji terdiam dan menatap ke arah Eunji.

“kita bicarakan ini nanti saja hyung.aku ada kelas sebentar lagi” kata chunji yang langsung menarik tangan Eunji.

Eunji bingung dan terpaksa mengikuti chunji.

“dia itu siapa?” Eunji pun bertanya.

“sahabat kakakku”

jawab chunji singkat.

“kau punya kakak?” Eunji bertanya lagi.

Chunji menghentikan langkahnya.

“iya.tapi dia sudah meninggal”

“oh maaf,aku tidak bermaksud mengungkit-ungkit tentang hal itu”

Eunji merasa bersalah karena telah menanyakan tentang hal tersebut.

“sudahlah.ayo masuk kelas” ucap chunji sambil tersenyum dan langsung menarik tangan Eunji lagi.

Keesokan paginya,Eunji lupa kalau ia ada tugas penting untuk presentasi hari ini.

Ia amat sangat bingung.

Chunji menawarkan bantuan, “bagaimana kalau kau copy saja punyaku?”

“eh,yang benar?bolehkah?”

chunji mengangguk sambil memberikan kunci lokernya pada Eunji.

“ada di dalam lokerku,covernya warna hijau tua.kau cari saja” kata chunji lagi.

“ahh…gomawo.baiklah kalau begitu” ucap Eunji yang kemudian segera bergegas menuju loker chunji.

Eunji sampai didepan loker chunji.

Ia segera membukanya.

Terdapat cukup banyak buku disana.

Eunji mencari-cari buku yang dimaksud chunji.

Tiba-tiba Eunji menemukan selembar foto yang terselip diantara tumpukan buku-buku tersebut.

Dan betapa terkejutnya ia ketika mengetahui bahwa yang berfoto bersama chunji difoto itu adalah Mika.

Eunji lemas seketika.

Matanya menatap foto itu nanar.

Buru-buru ia masukkan foto itu ke dalam tasnya dan segera mengambil buku dengan cover hijau tua tersebut.

Eunji kembali mendatangi chunji.

“aku menemukannya..” ucap Eunji.

“ah,bagus.kau bisa selamat sekarang” balas chunji sambil tertawa kecil.

Selama pelajaran berlangsung,hati Eunji tidak tenang.

Ia masih terus memikirkan foto yang ia temukan di loker chunji tadi.

“apa chunji mengenal mika?” gumam Eunji dalam hati.

Author POV end

Eunji POV

“apa chunji mengenal mika?apa sebenarnya yang terjadi?”

berbagai pertanyaan seakan berputar-putar dikepalaku.

Aku bingung,aku juga sedih dan kecewa.

Sampai detik ini aku belum sepenuhnya bisa melupakan mika.

Eunji POV end

Author POV

sepulang dari kampus,Eunji kembali memperhatikan foto tersebut.

Difoto itu,chunji mengenakan pakaian basket dan memegang sebuah piala.

Mika berdiri disampingnya sambil merangkul pundak chunji.

“aku akan menanyakan hal ini pada chunji besok” ucap Eunji sebelum memutuskan untuk pergi tidur.

Keesokan harinya,ketika melewati ruang audio visual,Eunji berpapasan dengan Haewon.

Eunji langsung memanggil namja itu.

Haewon menghentikan langkah kakinya.

“mianhae…” kata Eunji.

“ah kau kan temannya chunji.ada apa?” haewon bertanya pada Eunji.

“ada sesuatu yang ingin aku tanyakan padamu.apa boleh kita bicara sebentar?”

“ya tentu.tanyakan saja”

Eunji menghela napas panjang dan mulai berkata

“ini tentang chunji dan kakaknya”

Haewon mengerutkan dahinya.

“chunji bilang dia punya seorang kakak,tapi sudah meninggal cukup lama.kau tahu tentang itu?” Eunji menatap haewon seperti berharap sesuatu.

Haewon mengalihkan pandangannya.

“Ya.kakaknya adalah sahabatku.Ia memang sudah meninggal.

Kami akan mengadakan upacara hari peringatan kematiannya dalam waktu dekat ini” jelas haewon.

Eunji terlihat bimbang.

“kalau begitu…apakah kakak chunji itu bernama Mika?” Eunji nampak takut menanyakannya.

“Bagaimana kau tahu?” tanya haewon padanya.

Eunji terperanjat mendengar reaksi Haewon.

“ehh..tu..tunggu. Ini..apa orang yang kau maksud bernama Mika itu adalah dia?”

Eunji memperlihatkan selembar foto yang didapatnya di loker chunji kemarin.

Haewon mengiyakannya.

Bukan main,bagai terhantam batu besar.Perasaan Eunji seakan hancur berkeping-keping.

Eunji segera berlari mencari chunji.

Chunji kaget sekaligus bingung dengan kedatangan Eunji yang terkesan buru-buru.

“ada apa? Apa kau baik-baik saja?” chunji pun bertanya.

“kau…kenapa tidak memberitahuku!!?” Eunji mulai berteriak.

Chunji semakin bingung dibuatnya.

“kakakmu yang meninggal itu adalah Mika.Benarkan?!” Eunji masih meninggikan suaranya.

Chunji membelalakkan matanya mendengar hal tersebut.

“benar.lalu kenapa?” chunji tertunduk.

Napas Eunji memburu,ia sangat emosi.

“Apa kau tahu??namja yang sangat berarti bagiku,namja yang berjanji akan mentraktirku jika aku lulus ujian masuk universitas itu adalah Mika!!” Eunji mulai meneteskan air matanya.

“kau…kau pasti tahu kan” ucap Eunji lagi sambil berusaha menahan tangisnya.

“maaf.tapi aku tidak tega memberitahukanmu” jawab chunji.

“jadi benar? Jadi benar kalau kau memang mengetahui semuanya?”

“kakak…dia mengalami kecelakaan maut dua hari sebelum pengumuman ujian itu” jelas chunji yang juga hampir menangis.

Author POV end

-FlashBack-

“BRAAAAAKKKKKKKK”

“Kakak bertahanlah!”

seorang namja menangis di dalam mobil ambulance,sambil menatap ke arah namja yang terbaring lemah dan bersimbah darah.

“kakak,kau tidak boleh mati kak! Sebentar lagi kita akan sampai di rumah sakit” kata namja itu lagi.

Kakak dari namja tersebut membuka matanya perlahan.

“chunji-ah…”

“kakak…jangan bicara kak..”

namja yang dipanggil kakak itu pun tersenyum.

“aku punya janji penting dengan seorang gadis.tapi sepertinya aku tidak bisa memenuhi janji itu.sampaikan maafku padanya ya chunji-ah…”

sang adik yang dipanggil chunji itu makin menangis.

“namanya Park Eunji,dia sangat manis.tolong jaga dia untukku yaa..”

setelah berkata demikian,sang kakak pun kembali memejamkan matanya dan tidak akan terbangun lagi.

“Kakaaaaaaaakkkkk….”

-FlashBack end-

Author POV

Air mata Eunji kembali menetes dengan derasnya begitu mendengar cerita chunji.

“dia tidak mengkhianatimu.sampai akhir hidupnya dia masih mengingatmu” ucap chunji pada Eunji.

“aku…..tidak percayaaa….”

chunji pun memeluk tubuh Eunji.

“ikut aku sekarang,kau ingin bertemu dengan kakak kan?” chunji berusaha tersenyum.

Chunji mengajak Eunji pergi ke tempat pemakaman.

Mereka berdiri tepat didepan makam Mika.

Eunji menatap batu nisan tersebut dengan nanar.

Lututnya menjadi lemas,dan ia pun terjatuh.

“kenapa…?kenapa kau pergi tanpa bilang dulu padaku…?kenapaaaaa???!!”

Eunji kembali mengeluarkan tangisnya.

Chunji berjongkok disamping Eunji.

“maafkan aku kakak.aku tidak bisa menjaganya dengan baik.Dan maaf,karena aku jatuh cinta padanya”

Eunji kaget mendengar pengakuan chunji.

Chunji menatap Eunji dengan tatapan sendu dan tersenyum.

“ya benar.aku mencintai Park Eunji”

“tidak! Ini tidak boleh!”

Eunji berteriak dan segera berdiri kembali.

“kau..mana boleh seperti ini!”

“kenapa tidak boleh?!kakak memintaku untuk menjagamu.aku akan menggantikan sosok kakak!” chunji berkata dengan suara keras.

“kakak akan merestui kita,percayalah…” lanjut chunji yang kemudian memeluk Eunji.

“saranghae park eunji…kalau kau belum bisa melupakan kakakku,tidak apa.aku akan menunggu”

Eunji menganggukkan kepalanya.

Kemudian mereka meninggalkan tempat pemakaman itu dengan bergandengan tangan.

-The End-

5 responses to “[Lomba FF] My Precious Love (23)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s