[Lomba FF] I Have to Have Her (26)

Req no.41 @MinJeedictator

Title                : I have to have her

Type               : Oneshot

Author            : Dian Fikri

Twitter/FB     : @Dee_HyukieELF / Dee Fikri HyukieElf

Main cast        : SHINee Key as himself/Kim Kibum

Key biased/readers as Park Hyora

The rest SHINee members

Genre             : Straight, romance

Rating             : General

Disclaimer      : SHINee members belong to their management, author only owns the way of the story and the additional cast

Author’s note: fyi, ff ini dibuat untuk ulang tahun Key oppa kemaren. Happy reading…^^

———————————————————————————————————————————————————–

“Kim Kibum what’s with you? jadi kau masih berhubungan dengan gadis itu?” Onew hyung baru sampai di dorm SHINee bersama Taemin dan langsung menginterogasiku dengan nada tidak menyenangkan.

Aku diam dan menundukkan pandangan, tidak sanggup berhadapan dengannya. Bagaimanapun, dia adalah leader kami.

“Kuanggap kediamanmu itu sebagai jawaban ‘iya’.” Sambarnya, “Ya Tuhan, ada apa sih denganmu?”

Well, nothing happens with me, I’m just falling in love.

“Hyung, tolong jaga perasaan hyung kita. Jangan menyakitnya.” Kata maknae Taemin kemudian duduk di sampingku dan menyentuh bahuku.

“Aku tidak bermaksud menyakiti siapa-siapa. Mana mungkin aku melakukannya.” Kutatap mata Taemin memohon pengertian.

“Tapi sikapmu sangat menyakiti dia walaupun kau tidak pernah bermaksud melakukannya.” Onew hyung terlihat kesal. “Aku tahu tidak boleh mencampur adukkan masalah pribadi dengan SHINee, tapi kali ini kuanggap pengecualian. Aku, sebagai leader sekaligus hyungmu, memintamu untuk menjauhi gadis itu dan biarkan Jonghyun berhubungan dengannya!” Onew hyung langsung pergi ke kamarnya meninggalkan jejak kemarahannya di otakku.

Mata Taemin mengisyaratkan bahwa dia sependapat dengan Onew hyung dan turut angkat kaki setelah menepuk bahuku sekali.

Hampir satu bulan ini aku dekat dengan seorang gadis bernama Park Hyora, mantan adik kelas Jonghyun hyung. Kami bertemu di suatu acara di sekolahnya yang mengundang SHINee sebagai artis penghibur. Aku tertarik padanya yang setingkat denganku dan mulai mendekatinya, Hyora memberiku sinyal positif. Sampai ketika beberapa hari lalu Jonghyun hyung mengatakan bahwa Hyora adalah gadis yang dicintainya. Aku tahu selama ini Jonghyun hyung sedang berusaha menjalin hubungan dengan seorang gadis. Tapi aku tidak pernah menyangka jika dari ratusan siswi sekolah itu, gadis itu adalah Park Hyora. Harus Park Hyora. Dan aku sempat bersitegang dengan Jonghyun hyung di ruang latihan tadi.

“Ya.” Seseorang menyentuh bahuku pelan. Aku tahu itu pasti Minho.

“Aku hanya sedang jatuh cinta pada seorang Park Hyora, tapi mereka bersikap seolah-olah aku baru saja menyebabkan sepasang suami istri bercerai.” Kataku kesal. Kali ini hanya pada Minho aku berani menyatakannya.

“I know that, I understand.” Gumam Minho.

“They’re exaggerating.” Gerutuku.

“Tidak, mereka tidak berlebihan, karena memang Jonghyun hyung lebih dulu mencintainya.”

WHAT?! Rasanya seperti tersambar petir mendengar jawaban Minho. Dia yang biasanya selalu membela dan memberiku jalan keluar yang bijak dan memihakku kali ini turut berubah seratus delapan puluh derajat.

“Kenapa?” tanyaku, “kenapa aku yang harus mengalah?”

“Karena Jonghyun hyung sudah terlalu banyak mengalah darimu. Sadarlah bahwa selama ini para hyung kita selalu memberimu yang terbaik bahkan mengabaikan keinginan mereka sendiri untuk menyenangkan Kim Kibum kami ini.” Minho merangkul bahuku. “Walaupun Jonghyun hyung selalu terlihat biasa, sering menjahilimu, dan bahkan sedikit gila, tapi dia sangat menyayangimu. Aku lebih mengerti dia.”

“Tapi tadi dia hampir memukulku.” Kataku, mengingat kejadian di ruang latihan tadi. Ya, dia begitu emosi dan hampir memukulku.

“Karena kali ini sudah tidak mungkin baginya untuk mengalah lagi darimu. Kibum-ah, masalah cinta bukan tentang siapa dongsaeng dan siapa hyung yang harus mengalah, tapi ini tentang hati dan perasaan. Jonghyun hyung lebih lama menaruh hati pada Hyora. rasa sakitnya akan lebih parah jika dia yang lagi-lagi harus mengalah dan kehilangan.”

GREAT! Sekarang rasanya seperti seluruh dunia kini menyalahkanku atas apa yang terjadi antara aku dan Jonghyun hyung. Aku tidak sanggup lagi melanjutkan percakapan kami.

“Choi Minho geumanhaera! (berhenti!) Thanks…” Seruku seraya langsung berdiri meninggalkan Minho. Aku marah.

Aku meninggalkan dorm dan berniat pergi untuk menenangkan diri. Namun langkahku seakan membeku ketika sampai di lobi apartement. Dari balik pintu kaca, kulihat Jonghyun hyung baru saja keluar dari taksi. Sesaat pandangan kami bertemu, walaupun terhalang oleh pintu kaca. Jonghyun hyung tidak terlihat memperdulikanku. Dia berbalik kembali menghadap mobil setelah menutup pintunya dan membungkukkan badan. Kaca mobil itu perlahan turun dan seseorang terlihat melongokkan kepalanya keluar.

Astaga! Itu Park Hyora.

Gadis itu tersenyum manis pada Jonghyun hyung dan mereka saling bercakap sebentar. Jonghyun hyung sudah akan meninggalkannya ketika Hyora menarik tangan Jonghyun hyung dan mengatakan sesuatu dengan pandangan memohon. Jonghyun hyung tertawa sambil mengacak rambut Hyora dan kembali membungkukkan tubuhnya. Dan yang terjadi setelah itu sungguh membuat lututku lemas. Tanpa sadar tanganku berpegangan pada dinding di dekatku.

For the sake of God! Mereka berciuman. Dan lama.

Taksi yang membawa Hyora meluncur pergi tak lama kemudian. Jonghyun hyung berjalan memasuki apartemen. Aku berusaha menguatkan diri dan berjalan keluar. Kami berpapasan. Rasanya aneh. Kami adalah salah satu couple SHINee, hubungan kami sudah terlalu dekat selama ini seperti saudara kembar. Kami sering melakukan fanservice di depan kamera untuk memuaskan keinginan para fans. Dan sekarang kami yang biasanya bercanda sampai nyaris seperti orang gila kini hanya saling melemparkan pandangan sengit ketika bertemu. Tak ada saling sapa.

Entah mengapa kemarahanku pada Jonghyun hyung sempat lenyap begitu saja ketika pandangan kami bertemu tadi. Aku melihat perasaan bersalah yang kental di matanya, bercampur baur dengan tatapan kecewa dan memusuhi. Tapi aku segera mempercepat langkah keluar. Dan kemarahanku kembali meluap ketika Jonghyun hyung tak terlihat.

Aku menuju menuju ruang latihan SHINee yang berada di gedung yang tidak terlalu jauh dari apartemen tempat dorm kami. Tidak ada orang karena memang malam ini jadwal latihan kami sudah selesai. Kuputar musik keras-keras tanpa memilih lagu apa yang ingin kudengarkan karena aku memang tidak sedang ingin mendengarkan musik, aku hanya ingin meluapkan kekesalanku. Lucifer yang sudah diremix secara khusus untuk konser pertama SHINee terdengar menghentak, irama kerasnya memantul di setiap dinding ruangan yang kedap suara dan berkumpul di kepalaku. Liriknya sungguh mewakili hatiku yang sedang dipenuhi bayangan gadis yang bersama Jonghyun hyung tadi, dan irama kerasnya mewakili kekesalanku dengan semua masalah yang menimpaku. Aku mulai bergerak mempraktikkan gerakan Lucifer yang tentu saja sudah kuhafal di luar kepala. Lucifer berganti Amigo yang juga sudah diremix menjadi rock version dengan irama lebih keras dan menghentak.

Lagu-lagu itu terulang beberapa kali dan bergantian dengan lagu-lagu lain. aku mulai bosan mendengar lagu-lagu dari grupku sendiri itu dan tubuhku sudah lelah. Kutekan tombol stop dari remote control di dekatku kemudian kujatuhkan tubuhku di lantai yang dingin. Kupejamkan mataku sambil berusaha mengatur napas. Rasanya lega setelah membuat tubuhku lelah menari berjam-jam seperti orang gila. Sudah pukul sebelas malam lebih, aku harus segera kembali ke dorm. Aku mulai berpikir mungkin memang harus mengalah. Tidak seharusnya aku bersaing dengan Jonghyun hyung. jonghyun hyung begitu baik padaku selama ini walaupun memang sering usil dan melakukan hal-hal aneh bersamaku. Aku sungguh mencintai Hyora, tapi aku sungguh lebih tidak ingin hubunganku dengan Jonghyun hyung berantakan hanya karena gadis itu. Dan ini juga akan berimbas pada SHINee.

Aku memasuki apartement yang kami tempati sebagai dorm SHINee. Aku juga menyimpan sendiri card pintu dorm kami sehingga tidak perlu menunggu seseorang membukakan pintu untukku. Kulepas sepatuku dan menaruhnya di rak di belakang pintu masuk. Tubuhku tercekat. Ada sepasang sepatu lain di rak kami, sepatu wanita. Dan aku mengenali sepatu flat berwarna ungu dengan hiasan pita besar bergaris merah fanta di bagian depannya itu. Aku sungguh mengenali bentuk dan ukurannya. Itu sepatu Hyora.

Kuremas rambutku kuat-kuat. Sejak kapan peraturan kamar ini berubah mengijinkan seorang gadis masuk bahkan hingga selarut ini. Sebenarnya bukan hal itu yang kembali menghujaniku dengan amarah, tetapi kesadaranku bahwa Hyora pasti datang ke sini untuk Jonghyun hyung. Tiba-tiba saja aku menyesal tadi sempat ingin berdamai dengan Jonghyun hyung. Tidak. Aku mencintai Hyora. I love her and I have to have her!

“Aissh…” umpatku.

Aku bergegas masuk dan mendapati para member SHINee, minus Kim Jonghyun, sedang bermain game di ruang tengah.

“Oh, Kibum-ah. Kau sudah pulang rupanya.” Sapa Minho. Lalu kembali menatap monitor, dia sedang beradu dengan si kecil Taemin.

“Dari mana saja kau? Tidak biasanya kau pulang selarut ini, sendirian lagi. Kami menghawatirkanmu. Apalagi kau meninggalkan ponselmu di dorm.” Kata Onew hyung. Sikapnya biasa, tidak seperti terakhir kali kami bertemu tadi. Aku baru sadar kalau aku tadi memang tidak membawa ponselku.

“Aku dari tempat latihan.” Jawabku jujur.

“Tumben.” Sahut Taemin tanpa mengalihkan perhatiannya dari monitor.

“Di mana Jonghyun hyung?”

“Di kamarnya.” Jawab mereka bertiga serempak.

Darahku berdesir.

“Di depan ada sepatu wanita.” Pancingku.

“Yeah.” Sahut Onew hyung enteng. “Kemarilah.”

Gosh! Aku tidak tahan. Bagaimana bisa sikap mereka begitu biasa sementara salah satu anggota kami sedang membawa seorang gadis ke dorm dan memasukkannya ke dalam kamar. Dan dia adalah gadis yang kucintai. Aku meninggalkan mereka mertiga dengan kesal, mengambil langkah seribu menuju kamar kami.

“Ya! Kibum-ah! Kau mau ke mana?” seru Onew hyung sambil melompat menyusulku.

Kuhentikan langkahku dan berbalik dengan memasang wajah marah. “Hyung. Aku tahu siapa yang sedang bersama Jonghyun hyung. Apa yang kalian lakukan? Kenapa membiarkan Hyora masuk ke dalam dorm bahkan ke dalam kamar kita?”

Onew hyung mendekatiku sementara Minho dan Taemin menghentikan permainan mereka.

“Manajer kita saja tidak melarang, kenapa aku harus mempermasalahkannya?”

Damn! rasanya ingin sekali meninju wajah Lee Jinki si maniak ayam itu mendengar betapa mudahnya dia menjawabku.

“Tapi ini Park Hyora, hyung!” teriakku kehabisan kesabaran.

“Memangnya kenapa kalau yang di dalam itu Park Hyora? Karena kau mencintainya?”Onew hyung turut meninggikan suaranya. “Sudah kubilang jangan mengharapkan gadis itu. Dia milik Jonghyun, Kibum-ah!”

“Hyung!” teriakku frustasi kehabisan akal.

“Kibum-ah!” seru Minho menenangkanku. “Kupikir kau sudah sadar dan bisa menerima jika Jonghyun hyung memang lebih berhak atas Hyora. Kupikir kau sudah berubah.” Lagi-lagi, kata-kata Minho selalu saja membuatku tertipu. Bagus. Aku sudah kehilangan kepercayaan pada semua orang di sini.

“Hyung, belajarlah mengalah untuk Jonghyun hyung sekali ini saja.” Sahut Taemin.

Kugeleng-gelengkan kepalaku tidak percaya. “Tidak untuk kali ini. Aku tidak bisa!” aku berbalik badan dan segera menuju kamar kami.

“Kibum-ah! Berhenti!” teriak mereka bertiga serentak. Aku tidak peduli.

Segera kuraih kenop pintu dan kudorong dengan kasar.

Gelap. Aku baru sadar lampu di luar kamar kami juga dimatikan sehingga tidak ada cahaya masuk ketika pintu kubuka. Aku sudah tidak bisa berpikir jernih. Rasanya kepalaku sakit membayangkan apa yang dilakukan Jonghyun hyung dan Hyora berdua di dalam kamar di tengah kegelapan seperti ini. Kukerjap-kerjapkan mataku mencoba beradaptasi di dalam gelap. Pelan-pelan aku mulai melihat sesuatu. Siluet gelap dua orang yang kucari kini tepat di depan mataku. Berdiri berdekatan menghadap ke arahku. Tapi aku sama sekali tidak bisa melihat wajah mereka.

“Kibum-ah!” suara Hyora tercekat menyebut namaku.

“What are you guys doing?” pertanyaan itu segera meluncur begitu saja dari mulutku.

“Maaf. Kami tidak bisa mencegahnya masuk ke sini.” kata Onew hyung di belakangku dan diiyakan dua member yang lain.

Apa? Kenapa mereka meminta maaf? Seolah-olah mereka memang sudah tahu apa yang dilakukan Jonghyun hyung dan Hyora dan mencoba melindungi mereka berdua.

“It’s okay. We’ve finished, just now.” jawaban Jonghyun hyung membuat mataku melebar.

“Yeah, kami mendengar ribut-ribut di luar dan aku menyuruh Jonghyun oppa untuk berhenti karena aku tahu pasti kalian akan segera masuk ke sini. Lagipula kami juga sudah lelah, untung kita cepat ya oppa.” lanjut Hyora dengan suara ceria yang tak dibuat-buat.

Berhenti? Memangnya sedang apa sih mereka? Perkataan Hyora sungguh menohokku, membuatku tidak bisa berpikir jernih.

“Sebenarnya, apa yang kalian lakukan?” tanyaku lirih. Putus asa. Sedangkan kegelapan kamar kami masih membutakan mataku.

“Kau benar-benar ingin tahu apa yang aku dan Hyora lakukan di kamar ini?” pertanyaan Jonghyun hyung terdengar pongah dan menyakitkan.

Mungkin aku tahu apa yang tadi dilakukannya bersama Hyora. Aku menarik napas dalam. Bersiap mendengar jawaban Jonghyun hyung yang mungkin saja akan membuatku pingsan di tempat.

“Ini yang kami lakukan.” Aku melihat siluet Jonghyun hyung bergerak cepat.

Seseorang tiba-tiba menyalakan lampu. Kembali kukerjap-kerjapkan mataku karena silau. Kupikir lampu kamar kami biasanya tidak seterang ini. Kemudian aku menemukan Jonghyun hyung berdiri membelakangiku, menumpangkan kedua tangannya di bahu Hyora, sedikit menundukkan kepalanya ke arah gadis yang berdiri tepat di depannya namun tidak terlihat olehku karena terhalang oleh tubuhnya. Mereka melakukannya lagi dan kini tepat di hadapanku?

Bagus sekali. Sepertinya mereka berhasil membuatku lupa bagaimana caranya bernapas.

Mataku sudah terbelalak lebar ketika Jonghyun hyung berbalik cepat dan memamerkan senyum lebar bersama Hyora.

“TADAAA!!” teriak mereka berdua bersamaan. Apa-apaan ini?

Aku begitu terkejut hingga baru sadar kalau ruangan ini sudah berubah. Kamar kami kini penuh dengan hiasan dan balon-balon berwarna-warni. Lalu kulihat tangan Hyora menyangga kue tar besar dengan lilin berbentuk angka 21 berwarna biru tertanam di atasnya.

“Saengil chukahamnida… saengil chukahamnida… saranghaneun uri Kibum. Saengil chukahamnida…” semua orang di sekitarku menyanyikan lagu ulang tahun untukku sementara aku masih berdiri mematung di tempatku sedari tadi dengan mulut menganga.

“What’s it?” gumamku. Semua orang bernyanyi dan membunyikan terompet yang entah sejak kapan mereka memegangnya.

“Whadya mean by ‘what’s it?’ huh?” seru Minho seraya mengapit bahuku dengan lengannya.

“Dasar bodoh!” seru Jonghyun hyung sambil mendaratkan jitakannya di kepalaku. “Lihat itu!” lanjutnya menunjuk kalender bergambar SHINee di meja di dekatku.

23 September. Astaga. Ini hari ulang tahunku. Bagaimana bisa aku tidak ingat hari ulang tahunku sendiri?

“Stupid Kibum!” seru Hyora.

“Sepertinya kami berhasil membuatmu sibuk dengan masalahmu dan melupakan hari ini. Hahaa.” Onew hyung tergelak.

“Apa?” aku masih kehabisan kata-kata.

“Ya, Kibum-ah. Kau pikir aku benar-benar ingin berpacaran dengan Hyora?” Jonghyun hyung memutar bola matanya. “Aku hanya ingin mempermainkanmu, dan menguji seberapa besar usahamu mendapatkan Park Hyora, bodoh.” Kata-kata Jonghyun hyung sungguh tidak enak di dengar, tapi entah mengapa aku sama sekali tidak tersinggung.

“Tapi tadi aku melihat kalian…”

“Kisseu?” sambar Jonghyun hyung. “Kau pikir aku benar-benar menciumnya? Yang benar saja? aktingku bagus kan. Kau saja yang bodoh. Sebenarnya tadi kami baru saja belanja untuk mempersiapkan semua ini. Lalu kulihat kau melihat kami, jadi kami teruskan saja mengerjaimu dan berpura-pura berciuman. Dan kau tahu, kami harus meminta petugas keamanan untuk mengosongkan sementara jalan di sekitar apartemen ini dari fans kita agar mereka tidak membanjiri jalanan di depan untuk mengantar hadiah untukmu. Kalau sampai kau terlihat mereka kan bisa kacau.” Seperti biasa, Kim Jonghyun itu memang senang sekali membuat orang kesal. Yeah, mungkin memang tak jauh beda dariku.

Aku melihat Hyora terkikik geli.

“Lalu barusan?” racauku.

“Hey. Jangan bilang barusan kau juga mengira kami berciuman.” Seru Jonghyun hyung. “Astaga. Kenapa kau ini? Sejak kapan kau jadi polos sekali seperti ini, Kibum-ah. Memang kami sempat berniat melakukannya, tapi kupikir akting kami barusan benar-benar buruk, lagipula kami berada tepat di depan matamu, apa kau tidak menyadari kalau aku tadi hanya menutupi Hyora yang sedang menyalakan lilin itu?” kata Jonghyun hyung sambil menunjuk kue di tangan Hyora.

Aku belum sepenuhnya pulih dari keterkejutanku ketika Onew hyung mengacak-acak rambutku gemas.

“Sudahlah. kau jangan terheran-heran terlalu lama. Kita mulai saja pestanya. Aku lapaar!” protes Onew hyung. “Ya! Kim Kibum! Cepatlah sadar. Jonghyun tidak mencintai Hyora, dia hanya sedang mengerjaimu. Sekarang Hyora milikmu. Cepat tiup lilinnya, lalu kita makan.”

Aissh! Dasar ayam!

“Love you boy.” Bisik Hyora sambil mengedipkan mata dan memasang senyum nakal kemudian menyodorkan kue tar di tangannya, memberiku isyarat untuk meniup lilin di atasnya.

Demi Tuhan aku masih begitu terkejut namun tidak bisa menyembunyikan kelegaanku. Sekarang aku mengerti. Semua masalah antara aku, Hyora, dan Jonghyun hyung hanyalah rekayasa para memberku. Mereka sengaja membuatku sibuk dan mempersiapkan surprise party ini untukku. Gosh! How could I be this stupid? Kenapa tidak pernah terpikir olehku? Bahkan aku lupa dengan hari ulang tahunku sendiri padahal sudah sejak beberapa minggu lalu fansite kami sudah dibanjiri oleh postingan para fans tentang ulang tahunku. Kenapa aku jadi sebodoh ini? Tapi aku senang. Aku masihlah seorang Kim Kibum SHINee yang selalu mendapat segala yang kuinginkan dari para memberku. Dan ternyata mereka bekerja sama dengan Hyora untuk semua ini. Mereka memberiku segalanya. Dan yang terpenting, mengijinkaku berhubungan dengan Hyora.

“Jadi sekarang kami boleh berpacaran?” kurangkul bahu Hyora sambil memasang senyum lebar.

“Sssst! Diam-diam!” seru mereka berempat lirih dengan nada sarkastis.

Dan tawa meledak memenuhi ruangan kamar kami yang sudah disulap menjadi ruang pesta.

“Hey, Kim Kibum. Tapi kau tetap tidak boleh menunjukkan kalau kau sudah memiliki kekasih apalagi menikah mendahuluiku, aku kan member tertua di sini.” Lanjut Onew hyung sambil memamerkan tatapan mengancam dari sepasang mata sipitnya.

“Like I care, huh?” sahutku sekenanya tidak peduli.

Taemin tiba-tiba tergelak dan meninju bahu Onew hyung, “Hahahaa… memangnya kau mau menikah dengan siapa, hyung? Dengan ayam?”

LOOOL😀

The End

8 responses to “[Lomba FF] I Have to Have Her (26)

  1. Ping-balik: Jaket seragam bikin gaya kelasmu makin eksis. | Toko Online Terbesar & Terbaik·

  2. Kerwn thoor!
    Kirain bakal jadi sad-end trus Hyora sama Jong, tapi ternyata malah bikin kejutan buat Key aww~
    Suka baget deh sama ff ini! Bikin degdegan huehehehe…
    Share more yah! Share lebih banyak ff SHINee juga thor;)

  3. Ping-balik: Shinee akhirnya merilis Lucifer PV Jepang | Source For K-Pop Albums, Style, Goodies, and K-Drama Reviews | Kpop Kola·

  4. Wah.. Ga nyangka aku kalau meraka lagi pada ngerjain Key, secara ga langsung aku merasa dikerjai juga sama nih author:/
    Tapi kamu hebat, kamu bisa membuat suatu cerita yang ga gampang ditebak..
    DAEBAK!! ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s