[Lomba FF] The Biggest Secret! (29)

The Biggest Secret!

OC: Kim Hae Ra

Main cast: Lee Dong Hae and Super Junior member

Author: Sari

Rating: all rating

Genre: fantasi

Fiuhh.. akhirnya siapa juga FF ini. Setelah otak buntu karena ujian. Kekeke. Pertama, author berterima kasih kepada Tuhan YME yang udah ngasih kesempatan buat nyelesaikan FF ini walau dalam keadaan yang kurang sehat. FF ini khusus author persembahkan buat temen author, Ela, si pecinta donghae sejati! Hahahaha. Dan makasih buat temen – temen author semua yang udah kasih dukungannya. Tanpa mereka mungkin FF ini ga akan selesai. Cerita dalam FF ini positif hanya fiktif belaka dan berasal dari khayalan yang ada dalam kepala author, cerita ini MURNI milik author, ga milik yang lain! Hahaha. Oke, selamat membaca! ^^

 ————————————————————————

 

[Lee Dong Hae POV]

 

Ya! Kau tak perlu mengikutiku sampai kesini! Tenanglah, tidak akan ada yang menculikku disini! Kau cukup tunggu diluar sana!” Cih, dasar pengawal payah! Apa mereka dibayar ayah ku untuk menemaniku buang air kecil juga? Jangan mentang – mentang ayah menyuruh mereka untuk menjagaku, mereka bisa seenaknya mengikuti ke dalam kamar kecil sekalipun. Mereka fikir aku ini seorang balita yang tak pandai membuka dan mengenakan celanaku sendiri?

Ah mereka ini! Aku menyuruh untuk menunggu diluar, malah seperti satpam penjaga pintu toilet! “Berikan kunci mobilku!” ucapku pada Park Ji Yoo, supir pribadiku, dengan tangan terjulur seperti anak kecil yang sedang meminta jatah permennya.

“Tapi, Tuan…”

Aku memotongnya berbicara, “Aku hanya ingin mengunjungi member lain dihari libur seperti ini! Apa salah? Jangan banyak bicara! Atau kau aku laporkan kepada ayahku? Dan kemudian kau akan kembali menjadi nelayan yang tidak pasti penghasilannya! Apa itu yang kau mau?” sedikit ancaman yang sebenarnya aku sendiripun tak akan melakukannya. Ingat, ‘hanya’ ancamanku saja, tak lebih.

“Ti.. ti.. tidak, Tuan.” Kali ini dia tampak ketakutan. Ancaman yang selalu berhasil! Hahahaha. Kemudian ia merogoh sakunya dan memberikan kunci mobil. Tangannya tampak bergetar. Ah, bukan urusanku! Langsung saja aku menyambar benda kecil itu dan berjalan ke arah parkiran.

Aku menyusuri jalanan kota Seoul dengan santai. Tak terlalu banyak kendaraan pribadi yang berlalu lalang, hanya tampak sesekali. Lebih banyak terlihat yang berjalan kaki, atau menggunakan bus. Kali ini aku sengaja membiarkan atap mobilku terbuka, agar aku bisa lebih leluasa menikmati pemandangan di tengah kota Seoul ini. Tiga hari berada dalam istana membuatku hampir lupa bagaimana keadaan kota yang ramai ini. Aku seperti anak pingit!

Ya, aku memang keturunan kerajaan. Tapi jangan kau fikir aku senang mengakuinya! Menjadi keturunan kerajaan itu tidak enak! Lihat saja seperti tadi, kemana – mana harus dikawal! Seperti anak bayi saja. Ah, sudahlah. Tak perlu dibahas. Lebih baik aku mampir ke mini market dulu untuk membeli beberapa camilan dan minuman.

 

*

 

“Kenapa kau lama sekali, Hyung (panggilan kakak dari adik laki – laki kepada kakak laki- laki)?” si maknae Kyuhyun yang sudah biasa (selalu disuruh lebih tepatnya)  membukakan pintu membantuku membawakan makanan dan minuman yang ku beli di mini market tadi. Dan meletakkannya ditengah – tengah ruangan tempat kami biasa berkumpul.

“Seperti biasa. Aku diikuti oleh pengawal – pengawal sialan itu! Jadi aku harus membuat mereka tidak mengikutiku dulu.” Aku mengambil tempat diantara sang leader, Leeteuk Hyung  dan si dance machine, Eunhyuk.

“Hanya ingin membuatmu tetap aman, Tuan Muda.” Yesung Hyung menirukan kalimat yang biasa diucapkan oleh salah satu pengawalku jika aku menanyakan mengapa mereka selalu mengikutiku.

Plukk!! Satu bantal mendarat sukses diatas kepala besarnya, “Aku hampir menyia – nyiakan nyawaku karnanya, Hyung! Untung saja aku masih bisa sampai dengan selamat ke dorm lantai 12 ini.”

“Menyia – nyiakan nyawamu?” Eunhyuk tampak tak mengerti, itu terlihat dari lipatan dikeningnya yang terlalu banyak!

“Jadi begini ceritanya..”

 

*

 

FLASHBACK

 

Sepertinya ada yang mengikutiku! Aku melirik spion kiri dan menajamkan penglihatanku. Sial! Sepertinya mereka tidak memepercayaiku. Apa – apaan itu? Mengikutiku seperti seorang penjahat saja! Cih!

            Aku mengambil iPhoneku dan menekan sederet angka disana, “Berbalik arah atau aku jatuhkan mobil ini ke sungai!”

            Aku melirik spion sekali lagi. Sepertinya mereka tidak mendengarkan perkataanku. Mau main – main denganku ya? Kemudian aku mendekatkan mobilku kearah pinggir jembatan. Mereka masih saja mengikutiku! Hey jangan sampai aku benar – benar menjatuhkan mobil ini! aku masih belum ingin mati! Semakin dekat, semakin dekat. Tuhan, tolong aku. Dan pada saat mobilku hampir benar – benar mendekati tepi jembatan, mobil yang sedari tadi mengikutikupun akhirnya berbalik arah. Dan aku secepat kilat membanting stir ke kiri. Fiuh, hampir saja!

 

FLASHBACK END

 

*

 

“Jadi, Hyung. Kapan kau akan kembali tinggal di dorm?” pertanyaan yang terlalu sulit untukku jawab!

“Entahlah, Kyu. Aku fikir arabeoji (ayah) hanya memintakan izin sekitar seminggu, tapi entah berapa banyak si kakek tua itu dibayar oleh arabeoji, sehingga dia mengizinkanku kembali kapanpun arabeoji mengizinkanku untuk kembali. Dia bilang selagi kita masih dalam masa istirahat setelah 5jib kemarin.”

Ada – ada saja kerja arabeoji-ku itu! 4 hari yang lalu, dia tiba – tiba datang ke dorm dan langsung saja menyuruhku untuk mengemasi barang – barangku. Katanya untuk beberapa hari ke depan aku akan tinggal di istana, aku disuruh belajar untuk menjadi penerus tahta kerajaan yang baik.

Sedikit aku jelaskan, istana yang ku maksud bukan istana seperti zaman dahulu kala yang ada dalam fikiranmu. Istana yang kumaksud itu bangunannya hampir seperti gedung putih. Yah, istanaku itu istana modern. Walaupun aku bilang istana modern, tetap saja semua peraturan yang ada didalamnya masih sama seperti dahulu kala pada zaman kakek dan nenek moyangku, KUNO!  Dan karena aku satu – satunya lelaki di keluargaku (aku memiliki 1 yeodongsaeng), jadi akulah yang akan mengambil alih kerajaan jika kelak arabeoji-ku telah tiada.

Jujur saja, arabeoji amat menentang aku menjadi seorang artis. Selama ini dia mendidikku menjadi pewaris tahta, sedari kecil aku disekolahkan di tempat yang khusus. Hanya untuk anak – anak dari kalangan kerajaan. Tapi aku benar – benar tidak bisa menyesuaikan diri dengan anak – anak yang rata – rata angkuh ini. padahal semua yang mereka gunakan itu harta orangtua mereka, tapi mereka terlihat seolah – olah semua barang yang mereka beli menggunakan uang mereka. Dan membanggakannya kesana – kemari. Cih!

Setamat dari Junior High, diam – diam aku mengikuti ujian memasuki SM Academic. Salah satu Senior High yang merupakan tempat mengasah bakat – bakat yang kita punya dan kelak akan menjadi artis, seperti impianku sejak lama. Tanpa aku duga, aku dinyatakan lulus dengan predikat memuaskan. Tentu saja tanpa fikir panjang aku langsung memberitahu arabeoji-ku.  Dia marah bukan main dan akhirnya mengurungku di kamar selama beberapa hari. Akibatnya aku tak dapat mendaftar ulang dan akhirnya pupus sudah harapanku untuk menjadi salah satu murid di SM Academic. Dan aku kembali disekolahkan bersama dengan orang angkuh ini!

Arabeoji berniat memasukkan aku ke salah satu Universitas yang paling bergengsi setamat aku dari Senior High. Tapi belum sempat ia mengajakku mendaftar, aku malah melarikan diri dari rumah. Saat itu aku mendapat kabar bahwa SM Entertaintment sedang mengadakan pencarian bakat. Langsung saja aku kesana dan mendaftarkan diri. Aku tahu arabeoji pasti sudah mengirimkan pengawal di berbagai penjuru, untuk menyiasatinya, aku membeli beberapa pakaian dan menyamar sebagai orang biasa. Beberapa kali aku berpapasan dengan pengawal – pengawal dari istana, tapi mereka tidak mengenaliku. Ternyata penyamaranku lumayan juga.

Tanpa di duga, setelah melewati beberapa tes, aku dinyatakan lulus seleksi! Selama tes, aku tidak pulang ke istana. Aku tinggal disebuah hotel (untung saja aku kabur dengan membawa tabunganku). Beberapa kali arabeoji dan eomeoni (ibu) menghubungi ponselku, tapi aku tak pernah menjawabnya. Sampai arabeoji mengirimkan pesan,

 

From: arabeoji

Lakukan apapun yang kau suka,. Aku takkan lagi menghalangimu, walaupun kau ingin menjadi artis, aku kan ikhlas. Asal kau kembali ke istana. Eomeoni sangat mencemaskanmu.. pulanglah..

 

Dan akhirnya aku kembali ke istana saat aku dinyatakan lulus audisi. Seperti janjinya, arabeoji mengizinkanku untuk menjadi artis. Walaupun aku tahu keputusan yang berat baginya, dia tetap menepati janjinya. Setelah melewati masa trainee yang cukup berat, akhirnya disinilah aku, Super Junior, bersama 14 member lainnya. Ah ya, hampir lupa. Selama aku menjadi bagian dari Super Junior, tidak ada seorangpun yang tahu tentang identitasku sebenarnya. Maksudku para fans dan juga kru SME yang tidak dekat denganku. Arabeoji telah membayar kakek tua itu untuk kemanan identitasku.

Kenapa aku malah jadi bercerita? Sudahlah.

 

*

 

[ Kim Hae Ra POV ]

 

“Ya ampun, Lee Dong Hae. Kenapa kau begitu tampan!? A~”

Sedari sejam yang lalu, aku tak henti – hentinya menggumamkan kalimat itu. Bagaimana tidak? Saat aku berbelanja di mini market tadi aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri! Bayangkan, bagaimana perasaanmu jika kau bertemu langsung dengan biasmu? Aku pasti sudah gila! Tapi aku tak sempat untuk sekedar menyapanya, karena aku terlalu tersihir oleh ketampanannya itu! Aish…

Aku mengelus – elus poster foto teasernya pada 5jib dengan ukuran besar yang aku letakkan di kamarku, “My Fishy~~”

Kuberitahu kau sesuatu. Poster ini limited edition! Diterbitkan oleh salah satu majalah kesukaanku. Di Korea, hanya ada sekitar 50 poster yang disebar dan diletak secara acak pada beberapa kios majalah. Dan betapa beruntungnya aku, ahjumma (bibi untuk orang yang bukan keluarga) penjual majalah langgananku sengaja menyimpankan 1 majalah ini khusus untukku! Ah betapa baiknya dia!

Bwara mr. simple, simple, keuttaeneun keuttaenenun keuttaero meotchyeo. Bwara mr. simple. Simple, keuttaneun keuttaero yeppeo…

Tiba – tiba potongan salah satu lagu terbarunya Super Junior pada 5jib mengalun indah dari iPhoneku, “Yeobosseyo (Halo?)? Ne, naneun Kim Hae Ra (Ya, aku Kim Hae Ra). Mwo (Apa?)? Jinjjha (benarkah?)? Wuaaaa.. khamsahamnida (terimakasih~)~ baiklah jam 10 pagi di taman bermain.”

 

*

FLASHBACK

 

Kencan sehari bersama Lee Dong Hae.

Caranya mudah, isi formulir dibawah ini dan kirimkan pada alamat yang tertera. Batas pengiriman paling lambat tanggal 15 September 2011.

 

Aku baru saja membaca salah satu pemberitahuan di majalah yang aku beli siang ini. Tentu saja majalah dengan poster limited editionnya Donghae oppa (kakak untuk panggilan adik cewek kepada kakak laki – laki). Ahjumma itu baik sekali! Dia tahu benar bahwa aku sangat menggilai member Super Junior yang satu ini. Jadi dia dengan sengaja menyimpankan majalah ini satu untukku. Dan saat aku mandatangi kiosnya tadi dia langsung menyerahkan majalah dengan cover semua member super junior di depannya. Ah betapa bahagianya aku!

Kencan sehari dengan Donghae? Aku harus bisa terpilih! Batas waktu pengirimannya 15 september, berarti tinggal 2 hari dari sekarang. Aku harus cepat – cepat mengirimkannya!

Segera saja aku mengisi formulir pada majalah itu, dan tak lupa melampirkan fotoku yang paling bagus menurutku. Masih pukul 5 sore, jadi aku memacu sepedaku ke kotak pos terdekat. Semoga saja aku terpilih. Hahaha..

 

FLASHBACK END

 

*

 

Eomma (ibu), bagaimana menurutmu kalau yang ini?” aku memegang baju terusan selutut berwarna putih yang dibelikan appa (ayah) saat ulangtahunku yang ke 17 dan menempelkannya ke badanku.

Eomma menjalan mendekat, “Tidak terlalu buruk. Tapi, ini terlihat terlalu biasa.”

Sepagi tadi, aku dengan bantuan eommaku, sibuk memilih baju untuk hari ini. Ya, hari ini aku akan kencan dengan Donghae oppa, Lee-Dong-Hae! Kau bisa bayangkan bagaimana bahagianya aku! Aku tidak sabaran ingin berkencan dengannya, jadi aku tidur dan bangun lebih awal.

“Ya, eomma! Daritadi kau selalu bilang terlalu biasa. Semua persediaan baju dilemariku sudah habis! Eottohke (bagaimana ini?)?” aku merengek seperti seorang anak kecil yang kehilangan boneka kesayangannya.

Aku memang sudah mencoba semua bajuku yang ada, dan sekarang semuanya sudah berserakan tak keruan diatas tempat tidurku. Tapi tidak ada satupun yang cocok! Aish! Bagaimana ini? Aku tak ingin nanti terlihat buruk di depan biasku.

Eomma tampak mengacak – acak kembali lemariku yang terlihat nayris kosong itu. Kemudian dia mengeluarkan sebuah baju yang luput dari penglihatanku. Rasanya aku belum pernah melihat baju itu. Modelnya sedikit kuno, tapi terlihat….

“Coba yang ini,” eomma mengulurkan baju itu kearahku. Aku meraihnya dan berjalan ke dalam kamar mandi untuk mencobakan pakaian yang didapat eomma tadi.

Aku mengembangkan baju itu. Bentuknya benar – benar kuno. Oke, tidak benar – benar kuno, hanya sedikit tidak modern. Ah, sudahlah. Lebih baik aku cobakan saja dulu. Dengan sedikit ragu, aku mengenakan pakaian itu dan mematut wajahku dicermin. Siapa yang dicermin itu? Seperti bukan aku! Sungguh aku nyaris tidak mengenali diriku sendiri.

Cepat – cepat aku keluar dari kamar mandiku, “Eomma!”

Eomma yang sedang memilihkan riasan wajahku, memalingkan wajahnya seketika. Dia terdiam, terlihat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya dan tidak memberikan reaksi apa – apa.

Eomma? Eotte (bagaimana?)? Kenapa kau diam saja? Berikan komentar!”

Eomma mendekatiku dengan tergesa – gesa, “Ah, ternyata baju ini masih berfungsi dengan baik. Sempurna!”

“Berfungsi dengan baik? Apa maksudmu?” aku tak mengerti apa yang sedang dibicarakan eomma. Seolah – olah baju ini adalah sebuah mesin usang yang sudah terletak lama dan sedikit diragukan kerjanya.

Eomma tak menggubris pertanyaanku, dia langsung menarikku ke depan meja riasku, “Sekarang aku tinggal sedikit mendandanimu.”

Aku hanya diam saja. Kalau dalam urusan merias wajah aku akui memang eomma adalah ahlinya. Jadi aku serahkan saja pada eomma, sebelumnya aku berpesan untuk mendandaniku senatural mungkin. Karena aku tak ingin terlihat terlalu berlebihan di depan Donghae oppa.

Tak butuh waktu terlalu lama bagi eomma untuk mendandaniku, “Bagaimana menurutmu?”

Aku terdiam untuk kedua kalinya. Setelah tadi dikejutkan dengan pantulan wajah yang hampir tidak seperti aku saat pertama kali mengenakan baju ini, sekarang aku dikejutkan oleh pantulan wajah yang benar – benar tidak mirip denganku! Eomma memang hebat!

“I.. ini aku, eomma?” tanyaku tak percaya dan meraba – raba wajahku sendiri. Seseorang didalam kaca itupun melakukan hal yang sama denganku. Eomma hanya mengangguk. “Gomawo (terimakasih, non formal) ~” aku memeluk erat tubuh eommaku ini, “Saranghae, eomma (aku mencintaimu, bu) ~”

 

*

 

[Lee Dong Hae POV]

 

Aku pasti sudah gila! Bagaimana mungkin aku mau berkencan dengan orang bahkan namanya pun aku tak kenal! Apa – apaan mereka? Mengadakan acara ini tanpa sepengetahuanku! Aish! Mereka fikir aku bekerja dengan mereka untuk melakukan pekerjaan seperti ini? Cih! Aku bukan Siwon yang dengan gampang melakukan pekerjaan seperti ini. Jangan salahkan aku jika acara ini tak berjalan mulus!

Aku berjalan menuju tempat yang dikatakan oleh manajer hyung tadi. Dia berpesan agar aku bersikap baik dengan yeoja (wanita) ini, karena acara kami akan disiarkan dan dimasukkan kedalam media sebagai topic utama. Aku tak bisa berjanji, Hyung. Jika yeoja ini membuatku tak nyaman, maka tamatlah riwayatnya!

Aku melihat kesekeliling taman ini, mencari sosok yeoja yang sebelumnya sudah disuruh manajer hyung untuk menunggu disebuah bangku taman bermain ini. Benar saja, disana sudah ada seorang yeoja dengan balutan dress selutut berwarna jingga dan vedora dengan warna senada sedang duduk sendiri di satu – satunya bangku yang ada di taman ini. sepertinya dia sedang mencari sesuatu. Aku mendekatinya perlahan.

Silyehamnida (permisi). Apa kau Kim Hae Ra?”

Yeoja itu seketika melihat kearahku. Neomu yeppeo yeoja (wanita yang cantik sekali)! “Donghae oppa!”

Tak salah lagi, pasti yeoja ini yang menjadi pasangan kencanku hari ini, ”Sudah lama menunggu?”

“Ah, aniyo (tidak)~ aku baru saja sampai disini beberapa menit yang lalu.” Kemudian dia menatapku lama.

Wae (kenapa)? Apa ada yang aneh dengan wajahku?”

Dia tersenyum. Benar – benar senyum yang manis! “Kau terlihat lebih tampan jika dilihat dari dekat.”

Tentu saja! Semua yeoja di dunia juga tahu kalau aku ini tampan. “Ah, kau bisa saja.”

Dia mengulurkan tangannya kearahku, “Oppa! Cubit aku!”

Mwo (apa)?

“Ya, cubit aku!”

Ada – ada saja permintaan yeoja ini, seperti anak kecil! Aku mencubit tangan itu sekilas. Walaupun sebenarnya aku tak mengerti maksudnya menyuruhku mencubit tangannya.

“Lebih keras, Oppa!” akupun menuruti kemauannya lagi. Cih, apa – apaan ini? “Au..”

Aku terkejut demi mendengar rintihannya tadi, “Gwaenchanayo (tidak apa – apa)? Apa aku berlebihan mencubitmu?”

Gwaenchana, Oppa! Ternyata aku memang bukan sedang bermimpi!” dia menyunggingkan senyumnya seketika. Dan senyum itu benar – benar….. MANIS!

 

*

 

[Kim Hae Ra POV]

 

Akhirnya hari ini datang juga! Aku benar – benar tak sabar ingin melihat wajah biasku dari dekat. Aku lirik jam mungil ditangan kiriku, 10.07. hemm, sebentar lagi dia pasti datang! Sebenarnya aku sudah duduk dibangku taman ini sedari jam 9 tadi. Eomma sempat keheranan melihatku berangkat lebih awal dari waktu yang sudah dijanjikan, tapi eomma pasti mengerti maksudku, jadi dia hanya membiarkanku. Tak lupa dia memberikan kecupan dan sepotong doa sebelum aku berangkat tadi pagi (doanya: semoga kencanku hari ini lancar)

Sekali lagi aku mencoba menelusuri tiap sudut taman ini dengan mataku yang masih baik (rd: tidak minus). Aku masih belum menemukan sosok yang sedang aku tunggu. Hari ini taman terasa sepi sekali. Tidak seperti biasanya. Mungkin pihak SME sudah menyewa taman ini khusus untukku dan Donghae oppa! Kkkk.. Ah, kenapa rasanya waktu berjalan lambat sekali?

Silyehamnida. Apa kau Kim Hae Ra?”

Suara namja (pria) barusan benar – benar mengagetkanku. Aku melihat kearahnya seketika. Namja dengan balutan kaos oblong dipadukan dengan jas putih dan celana jins serta topi yang menutup rambutnya yang pirang terlihat sedang menunggu jawaban dariku. Omo (Ya Tuhan)! Dia kan My Fishy! Akhirnya. “Donghae oppa!”

 

*

 

Oppa! Bagaimana kalau kita duduk disana? Aku sudah menyiapkan beberapa makanan untuk makan siang.” Aku menunujuk salah satu tempat bersantai di taman ini, tepat dibawah sebuah pohon yang rindang.

Setelah pertemuan awal tadi akhirnya Donghae oppa mengajakku berjalan berkeliling taman. Sebenarnya aku sudah bosan berkali – kali mengelilingi taman ini, tapi karna saat ini yang mengajakku adalah biasku (biasanya hanya teman kampusku saja), aku sangat menikmatinya. Tadi malam sebelum tidur aku sudah merancang hal – hal apa saja yang akan aku lakukan pada kencan hari ini. Salah satunya “Piknik Bersama Donghae”

Tanpa menunggu jawaban darinya, akupun menariknya ke bawah pohon itu. Dan kemudian kami meminjam alas untuk tempat duduk kepada seseorang yang aku kira adalah penjaga taman ini. Setelah ku rasa cukup, akupun mulai membuka satu persatu makanan yang kubawa dari rumah dan meletakkannya ke depan Donghae oppa.

Donghae melihatnya satu persatu, “Kimchi, chicken doritang, seafood dan cookies pokapoka chip.”

Aku mengangguk semangat, “Ini semua makanan kesukaanmu, bukan?”

Dia menatapku heran, “Bagaimana kau bisa tahu semua ini?”

“Tentu saja aku tahu! Kaukan biasku! Apa yang aku tak tahu tentangmu?”

“Ini, apa kau yang memasak semua ini?”

“Er, tentu saja!” jawabku ragu. Sebenarnya semua ini eomma yang menyiapkan. Aku hanya memberikan list makanan kesukaan donghae kepadanya. “Ah, iya. Aku juga membuatkan dessert speseial untukmu!” aku mengambil kotak paling kecil dan membukanya. “Ku namai ini, strawberry with milk ala Haera!” Khusus yang satu ini, aku yang membuatnya. Mengingat Donghae oppa juga sangat menyukai susu dan strawberry. Dengan bantuan eomma tentunya. Walaupun sejujurnya aku tidak menyukai strawberry sama sekali.

Donghae oppa terlihat tertawa, tawanya begitu lepas dan pastinya terlihat benar –benar sempurna!

“Ada apa, oppa? Ada yang lucu?”

Dia mencubit kedua pipiku gemas, “Kau yang lucu! Aku beruntung punya seorang penggemar sepertimu.”

Apa? Dia bilang aku lucu? Dia beruntung mempunyai penggemar sepertiku? Aku rasa saat ini pipiku sudah bersemu merah, “Maksudmu, oppa?” tanyaku polos.

“Entahlah, akupun tak bisa menjelaskannya. Sudahlah, mari makan!”

Tanpa banyak bicara, kamipun menyantap menu makan siang yang ku bawa. Walaupun sudah sedikit dingin, tapi sepertinya Donghae oppa menyantapnya dengan nikmat. Aku beruntung sekali mempunyai eomeoni seperti eomma yang pandai dalam segala hal. Eh? Tiba – tiba aku teringat sesuatu.

Oppa! Daritadi aku merasa ada yang sedang mengawasi kita.”

Donghae oppa menghentikan suapannya sesaat, “Maksudmu?”

“Iya. Tadi aku melihat ada orang yang berpakaian serba hitam, dan sepertinya dia sedang mengawasi kita.”

“Benarkah?” aku hanya mengangguk, Donghae oppa terlihat berfikir sejenak, “Tenang saja, aku yakin mereka bukan orang jahat. Mungkin mereka hanya wartawan yang sedang meliput kita.”

Hem, mungkin saja. Donghae oppa kan anggota boy band yang sangat terkenal. Tanpa banyak tanya lagi, kamipun melanjutkan makan saiang yang indah ini. Dan tiba saatnya memakan dessert! Donghae oppa mencicipi dessert yang aku bawakan, hening. Dan kemudian dia tersenyum, “Ini enak sekali!”

 

*

 

[Lee Dong Hae POV]

 

Kencan yang melelahkan! Akhirnya setelah seharian menemani salah satu ELF yang beruntung memenangkan kencan sehari bersamaku hari ini, akupun kembali ke dorm. Seharusnya sekarang aku kembali ke istana, tapi aku butuh sedikit refreshing bersama member yang lain. Jika aku langsung kembali ke istana, maka sama saja aku menyiksa diriku sendiri! Karena jika aku sudah sampai diistana, jangan harap aku bisa beristirahat semauku.

Jujur saja, selama aku bersama Haera tadi, arabeoji telah mengutus beberapa pengawal untuk menjagaku. Tentu saja ini sudah kesepakatan bersama antara arabeoji dan pihak SME, dengan catatan para pengawal itu tidak boleh terlihat mencolok. Dan sepertinya mereka menjalanknan tugas mereka dengan baik, walaupun salah satu dari mereka menarik perhatian Haera. Untung saja aku bisa sedikit berbohong, setidaknya dia tidak terlau banyak tanya.

Ngomong – ngomong, Haera itu gadis yang menarik! Sepertinya aku menyukainya. Tunggu, tunggu! Aku menyukai seorang gadis yang baru saja aku kenal? Yang benar saja! Itu tak mungkin terjadi. Sudahlah, itu pasti hanya perasaanku saja.

Baru saja aku akan memejamkan mataku, tiba – tiba sesuatu, atau lebih tepatnya seseorang, menaiki tempat tidurku, “Bagaimana kencanmu hari ini?”

Ah, ternyata si monyet ini, “Biasa saja, tak ada yang menarik,” aku mencoba memejamkan mata, tapi sepertinya Eunhyuk tidak berhenti untuk mengganggu tidurku.

“Bagaimana dengan yeoja nya? Apa dia cantik?”

Aku tak mengihiraukannya dan berpura – pura sudah tidur dengan mengeluarkan suara dengkuran yang sedikit keras. “Cepat sekalai kau tertidur!” terdengar nada kecewa dari suaranya dan perlahan dia turun dari kasurku. Hehehe, kau memang mudah sekali ditipu!

 

*

 

[Kim Hae Ra POV]

 

“Jadi maksudmu, Donghae oppa akan selalu memikirkanku sampai beberapa hari ke depan, begitu?”

Eomma mengangguk dan tersenyum, “Baju ini dibuat oleh neneknya nenek moyangmu. Aku tak tahu bagaimana ia bisa membuat baju seperti ini, yang jelas aku hanya tahu bahwa siapapun yang mengenakan baju ini maka aura kecantikannya akan membuat siapapun yang melihatnya akan selalu memikirkannya.”

Aku dan eomma sedang membahas baju yang aku kenakan sewaktu kencan bersama Donghae oppa kemarin. Aku tak menyangka bahwa baju itu memiliki efek yang sangat mengejutkan. Pantas saja aku sempat tidak mengenali diriku sendiri kemarin. Tapi kata eomma, baju itu hanya akan menampilkan aura kecantikan kita yang sebenarnya, tidak menjadikan kita sebagai orang lain. Dengan kata lain, Donghae oppa sudah tersihir oleh baju ini dan sekarang dia pasti sedang memikirkanku. Hahaha, sedikit musatahil, tapi aku senang mendengarnya.

“Ya sudah. Hari telah sore. Sebentar lagi Appa pasti pulang. Tolong belikan kimchi di supermarket di depan sana! Persediaan kimchi kita sudah habis.”

Setelah eomma memberikan aku beberapa lembar uang 1000 won, akupun mengayuh sepedaku menembus udara musim panas yang mulai terasa dingin menandakan musim dingin sebentar lagi akan datang.

Tak butuh waktu lama untuk mencapai supermarket dari rumahku. Dan aku mengambil beberapa bungkus kimchi setelah aku masuk ke dalam supermarket lalu membayarnya ke kasir. Ternyata harga kimchi sudah naik, untung saja eomma memberikan uang lebih. Akupun mengambil sepedaku dan bersiap pulang saat suatu pemandangan sedikit janggal membuatku mengurungkan niat untuk pulang.

Itukan Donghae oppa dan pria berbaju serba hitam yang aku lihat ditaman kemarin. Ada banyak pria yang sama, mereka sedang mengelilingi oppa seakan sedang berusaha menyembunyikannya dari publik. Apa yang mereka lakukan? Kenapa sepertinya oppa terlihat tidak senang? Dan sekarang mereka menyuruh oppa untuk masuk ke dalam mobilnya! Mau dibawa kemana oppa-ku?? Tidak bisa dibiarkan! Aku harus mengikutinya.

 

*

 

[Lee Dong Hae POV]

 

Argh sial! Akhirnya aku kembali ke istana. Dan kau tahu, mereka mencegatku saat aku keluar dari supermarket tadi! Untung orang – orang tidak tahu bahwa itu aku. Kalau ada yang tahu, maka tamatlah riwayatku! Dan hidup yang membosankanpun kembali dimulai!

Piip! Eh, siapa yang mengirimkanku email? Akupun membukanya. Alamat tak dikenal.

 

oppa, apa yang terjadi? Kenapa kau masuk ke dalam istana? Gwaenchanhayo? .haera.

 

Haera? Apa dia melihatku saat di supermarket tadi? Jadi, dia sudah tahu siapa aku sebenarnya?? Sial! Aku harus cepat – cepat menemuinya. Tapi bagaimana caranya aku bisa keluar?

Aku ada akal!

 

*

 

[Author POV]

 

Dengan 1 ide gila yang munculpun akhirnya Donghae dapat keluar istana dengan mulus. Dia langsung menanyakan nomor telepon Haera kepada manajer hyung. Setelah mendapatkannya, iapun menelepon Haera dan mengajaknya untuk bertemu. Akhirnya merekapun bertemu di sebuah cafe langganan Haera. Tentu saja Donghae sudah siap dengan penyamarannya.

“Kenapa kau tiba – tiba mengajakku bertemu, oppa?” Haera yang terlalu senang diajak ketemuan oleh Donghaepun tak sabar ingin mengeluarkan kalimat tersebut.

Donghae melihat ke sekeliling, lalu mendekatkan kepalanya ke arah Haera dan berkata sambil berbisik, “Apa kau melihatku di supermarket sore ini?” Haera mengangguk, “Apa kau mengikutiku?” Haera mengangguk lagi. “Aish! Berarti kau sudah tahu aku siapa?” lagi – lagi Haera menganggukkan kepala membuat kuncir kudanya ikut bergoyang.

“Begini. Aku tak ingin rahasia ini diketahui oleh siapapun! Aku ingin kau untuk tetap tutup mulut dan seolah hal ini tidak pernah terjadi. Arraseo (mengerti)?

Haera sedikit bingung dibuatnya. Hal apa yang harus ia rahasiakan? Perihal Donghae mengajaknya bertemu atau perihal dia tahu siapa sebenarnya Donghae? “Ng.. baiklah, Oppa. Tapi aku punya 2 permintaan.”

“Baiklah. Sebutkan apa maumu?”

“Yang pertama aku ingin..”

 

*

 

[Lee Dong Hae POV]

 

Hanya karna ingin menjaga rahasiaku tetap aman, akhirnya lagi – lagi hari ini aku kabur dari istana. Dan seperti biasa, tujuanku kabur hanya untuk pergi ke dorm. Tapi kali ini ada yang sedikit berbeda.

Hyung! Ada apa kau pagi – pagi sudah datang kemari?”

Haera yang sedari tadi bersembunyi dibelakangku akhirnya memberanikan diri untuk keluar dari persembunyiannya. “Annyeonghaseyo (halo)~~” ucapnya seraya membungkuk.

Kyuhyun yang membukakan pintu terlihat tak percaya aku membawa seorang yeoja ke dorm. Dan dengan cepat ia membalas sapaan itu dan mempersilakan kami masuk.

Aku berjalan masuk, dan Haera mengikutiku seperti seorang anak kecil, “Baiklah hyung – hyungku sekalian. Perkenalkan ini Kim Hae Ra, dia adalah salah satu elf yang menjadi teman kencanku kemarin. Aku sengaja membawanya kemari karena ia ingin melihat para member super junior lebih dekat.”

Annyeonghaseyo, oppa~~”

Annyeonghaseyo~”

Setelah berkenalan, kami pun duduk bersama diruang tengah. Haera begitu cepat akrab dengan member lainnya. Lihat saja, sekarang dia malah asik tertawa bersama Yesung Hyung.

“Nah, Haera. Aku telah mengabulkan permintaan pertamamu. Apa permintaanmu selanjutnya?” aku sudah tidak sabar mengantarnya pulang. Kedekatannya dengan member yang lain membuatku menjadi panas!

Dia tersenyum jahil ke arahku, “Oppa, menikahlah denganku!”

MWOOO???

 

TAMAT

[Epilouge]

 

Sungmin yang saat itu penasaran bertanya kepada Haera, “Sebenarnya apa yang harus kau sembunyikan sampai Donghae mau mengabulkan pemintaanmu?”

“Aku mengetahui identitasnya!”

“Maksudmu?”

“Ya, aku tahu bahwa dia adalah member super junior yang pernah masuk ke dalam istana!”

“Hanya itukah?”

“Ya. Kenapa?”

Sungmin terdiam. Dasar pabo Donghae! Kemudian dia tertawa lepas.

 ——————————————————————————–

 

Nah gimana yeorobun? Gaje ya, gaje ya? Hahaha. Author bingung sih endingnya gimana. Kalo ceritanya menurut kalian seru dan mau diperpanjang, rasanya author bisa buat cerita lanjutan. Sebenarnya author kurang ahli buat cerita one shoot gini. Hehehe. Yaudah deh, ditunggu kritik dan sarannya yaa😀 gomawo~~

7 responses to “[Lomba FF] The Biggest Secret! (29)

  1. Ping-balik: The Biggest Secret « My Own·

  2. Ping-balik: Jeongmal Mianhae (Saya Menyesal) « My Own·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s