[Lomba FF] You Are…… (28)

Title                 : You Are …

 

Author             : PH aka Lee Hyun Nie

 

Legth               : Oneshoot

 

Genre              : Romance, Mistery, Yaoi

 

Main Cast:

Onew

Minho

JongHyun

Jino

 

ForeWords:

*Annyeong* PH imnida.. Author freelance yang tengah berusaha ngexis hahaha..

Ini ff pertama yang publish di sini. Tapi udah pernah publish di fb aku hahaha..

RCL please.. * Ting ting * Gomawo..

 

Kita maen tebak – tebakkan. Sapa yang jadi someone sapa yang jadi somebody hohoho..

Clue-nya kalo nggak Taemin pasti Key

 

#Nowplaying

Shinee – The Name I Loved & Love’s Way & Love Pain & In My Room

2ne1 – Lonely

Big Bang – Love Song & Stupid Liar

Super Junior – It’s You & Just You & Marry U

——————————————————————————————————–

“ Seberapa buruknya kenangan yang kau tinggalkan, aku akan tetap akan ada disini menghapusnya hanya untukmu.. Menyisakan segalanya yang bersih dan bersinar hanya untukmu my shining star.. ”

 

Someone pov..

Lekukan tubuhnya menyentuh sempurna pohon tempatnya bersandar sekarang. Guratan wajahnya menikmati alunan musik yang mengalir dari kalungan earphone hitamnya. Gerakan kepalanya mengikuti hentakan musik yang masih terus menemaninya. Sendiri ditengah hiruk pikuk yang semakin membisingkan gempita dunia. Seakan menghindari kemunafikan dunia, dia terus menutup mata tak ingin merusak korneanya untuk melihat yang tak ingin lagi dilihatnya. Disini, aku menghampirinya sekarang yang masih tidak merasakan kehadiranku yang mencoba mengisi dunianya.

Flashback..

 

“ Yay, Onew-shi jangan cepat – cepat jalannya.”

“ Cih, kau ini lelet seperti ulat.” Dia menatapku sangar dan sinis.

“ Jangan menatapku seperti itu.”

“ Kajja..”

“ Ne..” Kami berhenti di depan gudang kosong yang membisu menyambut kehadiran kami. Awalnya dia tertegun lalu mulai merosotkan seluruh badannya ke permukaan lantai gedung yang dingin lalu mulai menangis seperti biasa.

“ Hyung..” Aku menyentuh pundaknya berusaha mengalirkan ketenangan.

“ Leave me alone.. Aku ini lemah tak berdaya.. Tidak punya apapun untuk dibanggakan. Terlalu bodoh untuk bertindak cepat dan selalu rapuh menyesali segalanya yang sudah terlambat.”

“ Ani, hyung.. Kau yang terbaik.. Kau telah berusaha semampumu.”

“ Andwae… Itu tidak akan pernah cukup membalaskan dendam ini..” Dia kembali berteriak histeris, teriakan yang selalu kudengar, percakapan yang selalu berakhir sama.

“ Hyung.. Hidup bukan hanya karena dendam..” Aku hanya bisa tersenyum lirih menatapnya

Flashback end..

 

 

Kembali seutas senyum kuukir mengingat perihal itu. Kita adalah sama. Hanya takdir yang membedakan kita namun tetap mempertemukan kita. Kau dengan semua dendam dan luka batinmu dan aku, dengan semua kerapuhanku dan kehancuran tubuhku yang tidak akan pernah sempurna. Perlukah aku memperkenalkan diriku pada kalian? Hmm, kurasa aku tidak cukup pantas. Kenapa? Karena waktuku tidak akan lama lagi, untuk itu aku tidak akan merepotkan kalian dengan perlu mengenalku.

Kancing mataku bergerak melirik sudut jalan yang sekarang ditapaki oleh seorang namja cantik nan rupawan yang tergesa – gesa mencari orang yang dicarinya. Dia adalah sosok yang telah kupilih dari setidaknya 1000 orang yang kukenal sebagai sahabatku untuk menggantikan posisiku dihatinya sekarang. Karena sesungguhnya aku hanya ingin yang terbaik baginya.

“ Annyeong..”

“ Ne.. Kau namja yang janjian bertemu disini ya?”

“ Ye, senang bertemu denganmu.. Bisa kita pergi sekarang. Lebih baik kita bicara di tempat lain..”

“ Hmm, baiklah..”

Tipis jarak yang memisahkan kita sekarang, tapi aku merasakan jurang yang dalam dengan menyerahkanmu dalam tangannya. Apa ini? Kecemburuankah? Atau hanya egois belaka? Hmm, apapun itu sekarang ini aku harus bisa mengontrolnya karena aku tak ingin dia sendirian di lembaran kehidupan barunya yang akan baru dimulai.

Flashback..

 

“ Aku yang telah menghapusnya. Menghapus setiap noda hitam yang tergores di atas lembar kehidupannya yang penuh pilu dan derita. Walau segalanya dimulai kembali di atas puing – puing kertas yang ternoda.. Setidaknya aku ingin semuanya berakhir bahagia… Khususnya untuk  kau yang kucinta.”

Entah perasaan apa yang menyatu di lubuk hatiku ini… Awalnya kukira memang kekurangan fisikku semata, namun semakin kuterawang kudapati hal ini hanya kurasakan ketika aku berada didekatnya, kugaris bawahi HANYA ketika berada di dekatnya. Semua terjadi di bawah kuasa-Nya. Cepat dan tanpa permulaan yang baik.

Semua dimulai ketika appaku JongHyun yang sibuk dengan segudang jadwalnya sebagai seorang pengacara tidak mau menanggapi respon dari seorang pria remaja yang mati – matian menuntut kasus kematian keluarganya diusut tuntas. Mulanya aku tidak pernah turut andil dan ikut campur. Karena bagiku, hidup dan ragaku sudah cukup menyusahkanku apalagi jika menambah beban seseorang yang kuanggap asing.

Lalu seminggu kemudian, ternyata ajjumma dari anak itu menangis semalaman di depan pintu rumah kami. Kami? Pantaskah keluargaku disebut kami? Ibuku sudah lama meninggal karena mengidap penyakit tumor otak stadium akhir yang ternyata penyakit turunan. Semenjak itu, appa tidak lagi tertarik dengan semua hubungan bersama yeoja. Mungkinkah cintanya terlalu besar dan mendalam? Entahlah, mungkin saja trauma berkepanjangan.

Jino, itulah nama ajjumma dari anak yang sempat menyerukan suara keadilan. Dia sendiri bernama Onew, murid terpelajar dan berprestasi dari sekolah Paran High School. Hidupnya terjungkir balik saat keluarganya terlibat hutang dengan mafia yang ternyata menyimpan perasaan pada ummanya. Maka kejadian tragis itu menimpa keluarganya. Appanya mati – matian melawan segerombolan anak buah mafia yang menahan dan menyuruhnya melihat istri yang dicintainya akan dianiaya oleh kepala mafia.

 

Cinta itu membutakan? Iya, tepat sekali. Bahkan meluapkannya menjadi serangan tragis yang berakibat pembunuhan. Tapi sialnya bukan pemilik cinta itu yang dapat membunuhnya melainkan dia yang terbunuh karena cintanya. Keluarga Onew tewas ditangan mafia itu. Saat itu Onew genap berusia 16 tahun dan baru saja menjuarai beasiswa. Merasa kewajiban atau karena dendam yang dilihatnya di depan matanya sendiri maka rencana pembalasan pun dimulai. Berdasarkan cerita pengadilan yang kudengar, dia membunuh mereka semua yang menganiaya keluarganya tanpa sisa dengan cara pintar yang tak pernah kupikir. Cara sederhana yang menurutku anak TK pun bisa melakukannya.

Mengurung dan mengunci mereka tanpa satu pun jalan keluar lalu dengan lihai mengobarkan lidah – lidah api yang menyulut dan menelan habis mereka dengan sadis tanpa sisa. Aku tahu semua itu? Ya, memang karena hatiku berdegup penasaran melihat cerita hidupnya penuh dengan noda hitam yang tertumpah secara tidak sengaja di lembaran hidupnya. Berlanjutlah kepahitan hidupnya saat sisa – sisa anak buah yang tidak ikut serta dalam pembunuhan itu melaporkan segala perkara.

Appa tidak pernah bersedia membantunya, bahkan jika pun aku merengek dan memelas, appa tidak akan merubah keputusannya. Appa dan aku bukanlah pribadi yang gampang bersatu seperti pasangan anak dan appa lainnya. Kami berbeda, lebih sukar mengungkapkan perasaan yang kurasa masing – masing sebenarnya memendam rasa sayang.

Untungnya dewi fortuna terbangun dari tidur panjangnya dan sekarang bernaung di atas kami. Aku tak pernah tahu menahu apa ini, yang jelas bisa kulihat mata appa berbinar terang melihat sosok yeoja yang berstatuskan ajjumma Onew. Cintakah? Sepertinya iya, karena dalam waktu 3 bulan, appa memulai kembali statusnya sebagai suami pertama ajjumma itu. Jino umma dan appa ternyata tak berbeda jauh. Hanya romantis di awal pertemuan, setelahnya terlarut dalam dunia dan fantasinya sendiri.

Appa kembali menggila dengan acara sidangnya sementara umma baruku itu sibuk dengan karir-nya yang menanjak naik. Tersisalah aku dan dia. 2 pribadi yang memiliki level kerapuhan yang sama walau dengan jenis yang berbeda. Hidup tak dapat dilalui dengan mudahkan? Mungkin, tapi bagiku hanya di awal, karena seperti yang kalian tahu.. Mengenal pribadi yang baru tak semudah membalikkan telapak tangan. Sikapnya yang dingin dan acuh membuatku terpaksa berbalik dari kebiasaanku yang tak berbeda jauh dari sikapnya sekarang.

Mengapa aku berubah? Hanya satu jawabannya. Karena aku ingin mengenal dia lebih dalam lagi. Setidaknya hal itu akan kuingat sebagai memori terindah yang mungkin akan tercuci suatu saat nanti. Apa menurut kalian aku salah? Kumohon jangan salahkan ini padaku.. Aku hanya ingin hidup normal merasakan cinta yang dirasakan remaja lain. Aku hanya mengambil apa yang menjadi hakku. Mencintai, ya mencintai hanya itu hakku. Aku tak berhak memaksa dia mencintaiku, aku tahu jelas itu. Tapi setidaknya aku ingin dia mengerti dan tahu.

Flashback end..

 

 

Mungkinkah dia tahu? Sepertinya tidak akan pernah. Aku yang berhasil menghapus lembar hitamnya tak mampu menghapus hitamnya hidupku sendiri. Masih terus terbelenggu oleh perasaan hampa dan takut kehilangan bilamana dia menolak ini. Lebih baik hubungan kami seperti sekarang. Tak terikat namun terus maju dengan pasti. Kami yang sama – sama tak pernah tahu perasaan kami masing – masing. Hari ini, aku mengatur jadwal kencannya dengan seorang namja. Perlukah kuceritakan bahwa kami adalah gay? Kurasa hal ini belakangan terdengar wajar. Karena bukan hanya perempuan yang mempunyai sisi lemah lembut dan kehalusan. Lelaki sepertiku dan dia pun punya. Dia adalah sahabatku. Yang kutahu dia juga mencintai namjaku. Berbagi bukanlah hal yang buruk. Apalagi bila tidak dengan cara memaksa.

Mengapa aku melepasnya? Dunia begitu tahu aku menginginkannya, tapi dunia juga tahu hal itu tak mungkin. Karena tubuhku tak akan pernah cukup menopang besarnya cintaku padanya. Bak rumput hijau yang hidup dengan menghitung hari, itulah aku. Mengalir menerima setiap kerasnya angin pencobaan yang melanda. Berusaha kuat dan tetap bertahan pada lemahnya tubuhku. Merasa bahwa cukup aku saja yang menderita, maka dari itu aku tak akan pernah membiarkannya terluka lagi, membiarkannya ternoda lagi… Tidak akan pernah.

“ Kau yang terindah dari segalanya. Walau lusuh dan penuh cacat, namun semua mata tahu bahwa kau yang terbaik dengan segala pengalamanmu…”

Kurapatkan mantel biru tuaku dan kususuri jejak kaki yang membekas di atas salju Januari yang masih dingin membeku ini. Seoul minus 10 derajat celcius. Hampir mampu membekukan setiap insan yang ada. Tapi, mampukah membekukan waktu sebentar? Atau membekukan penyakitku sebentar? Aku merindukannya. Sungguh.. Tak ada yang bisa membuatku seperti sekarang. Candu ini mengalir terlalu dalam hingga kedalam arteri tersempitku.

“ Hello… Hello..” Langkah gusarku terhenti melihat panggilan masuk. Dari uisa.. Namja berkekuatan baja yang tak pernah lelah menyuruhku beristirahat.

“ Ne.. Yoboseo..”

“ Akh, lama sekali kau mengangkatnya… Kapan kau check up??? Ingat ya, sebentar lagi kau bisa sembuh, jadi jangan pernah buang – buang waktumu..”

“ Ne.. I know.. Thanks 4 your attention..”

“ Hehehe.. Sarangheyo..”

“ Oh..”

“ Ish, ya sudahlah.. Jangan lupa minum obat dan istirahat yang cukup..” Dia memutuskan hubungan komunikasi.

Biar kuceritakan sedikit, di dunia yang sempit ini, kenyataannya adalah uisa seorang mantan namjachingu pria yang sekarang tengah pergi bersama Onew. Mengapa mereka putus? Sepertinya orang ketiga dan keempat penyebabnya. Dan kau tahu siapa mereka? Tentu saja aku dan Onew. Tapi yang kusuka dari semua cerita romance orang dewasa adalah. Mereka berpisah tanpa perlu pertengkaran heboh yang menggemparkan seantero jagat. Mereka hanya melepaskan komitmen bersama lalu selebihnya berjalan normal seakan mereka teman atau partner kerja.

 

SEMINGGU KEMUDIAN

 

Onew pov..

Getirnya hidup masih terus kurasakan. Entah apa yang dulu kuperbuat sampai hasil reinkarnasiku harus menderita seperti sekarang. Setelah kuharap semua masalah selesai, aku baru tahu kalau dia mengidap penyakit. Sakit yang tak akan pernah berujung kecuali 2 cara. Pencucian otak atau meninggal. Dan bodohnya aku tidak pernah tahu apa yang ada di pilihannya. Tapi aku tahu dia tetap menjadi yang terbaik. Dia surya hangatku yang menemani dingin dan kelamnya hidupku. Masih sempat mencarikan pengganti hatiku untuknya dengan menawarkan seorang dari sahabatnya.

Tidakkah kau tahu? Hatiku tak dapat terbagi, bahkan sekalipun harus melihat kau meninggal. Aku akan mengikutimu kali ini. Membayar apa yang telah kau perbuat. Selalu menjagaku dari kenangan burukku yang sekarang telah sempurna sirna dari memoriku. Aku akan ada di sampingmu bahkan saat detik – detik terakhir kita bernafas di dunia kita yang sempit ini.

Jino ajjumma, aku tahu kau hanya ingin yang terbaik bagiku. Tapi tindakkanmu terlalu meminta dia meninggalkanku dengan mengatakan bahwa aku harus terus hidup dengan masa depanku yang cerah. Tak tahukah kau? Masa depanku hanya akan cerah bila ada dia yang menemani, selebihnya semua akan terbuang hampa dan percuma jika tanpanya. Tapi sayangnya aku tak pernah punya kuasa menghapus lukaku yang lain yang tidak pernah dihapus oleh malaikat kecilku. Luka karena mencintainya. Sebenarnya ini bukan luka, melainkan lukisan indah permanen yang memang tak ingin kuhapus walaupun akan menjatuhkanku ke lubang terdalam sebuah obsesi buta karena menunggunya.

Kembali kerapuhanku menyatu begitu tahu aku akan menikah dengan calon yang dipilihnya bersama ajjumma. Kau bodoh! Mengapa kau biarkan aku dengan dia? Hentikan aku.. Kumohon, hentikan seperti saat kau menghentikanku yang berusaha merusak hidupku tanpa jalan lagi yang tersisa. Hentikan… Kumohon..

Aku mungkin tak punya harga diri atau kehormatan diri. Karena dengan berat hati aku menolaknya. Jangan berfikir aku hanya egois! Ini kulakukan demi mengharumkan nama keluarga. Appa pasti akan meluapkan seluruh kemarahannya bila tahu aku menolak. Aku cukup tahu diri menumpang dan berterimakasih atas pembebasan yang diberikan olehnya. Berkatnya, aku bebas dari segala kesalahan pembunuhan yang dulu pernah kulakukan.

“ Dia yang terindah dengan segala kerapuhannya. Bersama dengan kepingan cintanya menghapus segala lukaku yang dulu sempat membekas di dalam lembaran hidupku..”

Redupnya cahaya matahari seakan tertuju pada redupnya hatiku, seakan langit mengerti. Benarkah mereka mengerti? Atau memang karena virtual pertukaran rotasi bumi yang sekarang mulai beranjak sore? Mungkin, karena pendampingku sekarang secerah bulan sabit yang mulai muncul ke permukaan. Malam ini kami resmi menikah. Tapi pesonanya tak akan pernah bisa menghapus pesonamu. Tak perlu menghapus, menimpanya sedikit pun tak akan pernah MAMPU.

 

Minho Pov..

Pelengkap, bagai pelengkap.. Hidupku sekarang hanya berfokus pada pelengkapan hidupnya. Berusaha menjadi yang terbaik baginya. Mengganti ukiran nama yang selalu membekas di batinnya. Nyatanya memang kurasa tak akan pernah bisa. Namanya seakan tertulis dengan tinta yang dikirim dari surga. Tak akan pernah bisa terhapus walau kucoba hancurkan sekuatku. Sama seperti namamu yang kuukir indah dalam hidupku, sampai kapan pun tak ada satu pun yang mampu merusaknya.

Menyesalkah? Tidak.. Aku sama sekali tidak akan pernah menyesal. Mengenalmu adalah anugrah terindah yang pernah kudapat. Mahakarya terbaik yang tercipta hanya untukku. Walau tak bisa kumilikki, namun masih bisa kukagumi..

“ Uisa.. Kapan operasinya dimulai???”

“ 10 menit lagi..”

Senyum ini terkembang pesat. Senyum harap penuh kemenangan. Berharap setelah operasi ini, pikirannya benar – benar terhapus dari nama itu. Kemenangan akan lembaran hidupku yang mulai berwarna dengan hadirnya kau sekarang.

 

Somebody pov.. ( Beda ya sama Someone pov.. Ini itu 2 orang yang berbeda..)

Gempita malam menghanyutkanku dalam suasana gembira di tengah pesta pernikahanku dengan Onew.. tak kusangka pria yang kucintai mampu kuraih sekarang. Kubelenggu dalam jurangku dan kuikat jatuh lebih dalam hingga tak mampu lagi keluar. Kuharap ini benar adanya. Aku tahu.. Sampai kapan pun aku tak mampu mengganti sosoknya. Tapi apa Onew tahu kalau dia sekarang di operasi???

Memorinya akan memudar semua dan menghilang bersamaan dengan penyakit rapuhnya. Itu berarti hidupnya benar – benar dimulai dengan lembaran baru yang terbuka lebar untuk diisi. Dan saat itu terjadi, aku akan berkompetisi memperebutkan Onew agar tak masuk kembali dalam hidupnya. Mungkin aku memang sahabat yang jahat dan kejam. Menusuk dari belakang, tapi dia yang menawarkannya padaku dan itu berarti tak ada jalan lagi baginya untuk merebut Onew dariku.

“ Onew-ah aku ingin bicara sesuatu.”

“ Ne, bicara saja.”

“ Kau tahu dia di operasi???”

“ Ye.. Aku tahu..”

“ Kau tidak merasa dia egois karena memikirkan diri sendiri..”

“ Ani, dia meninggalkanmu untukku.. Bukankah kau seharusnya bersyukur? Mengapa malah memojokkannya?”

“ Hmm, ye… Aku memang salah..”

“ Aish, berhentilah mengeluh.. Aku tahu, aku mungkin tidak akan pernah menjadi namja yang baik.. Tapi biarkan semuanya mengalir sesuai waktu okay?”

“ Ne.. Gomawo.. Selama itu berlangsung aku juga akan berusaha..”

“ Ye.. Aku akan memberimu waktu dan untuk itu aku tidak akan mendekati dia lagi..” Dia tersenyum nanar.

“ Waeyo???”

“ Aku tak ingin dia yang rapuh menghapus lagi noda hidupku..”

 

Someone pov..

Penyembuhanku berlangsung cepat. Aku ingat siapa aku dan keluargaku, siapa orang – orang terdekatku dan apa hubungannya denganku. Semua tak lepas dari bantuan uisa Minho yang mengaku sebagai namjachinguku. Sayangnya ada satu yang terasa kosong belakangan ini. Hampa dan serasa terbuang banyak. Tapi tak ada yang bisa kuingat sama sekali… Seakan dia memang hanya ilusiku saja. Berulang kali aku bertanya hal ini pada Minho, tapi dia tak mau mengungkapnya.

“ Hyung.. Siapa dia???”

“ Itu aku..”

“ You Liar..”

“ Ani..”

“ Hyung! Tell me.”

“ Berhentilah memikirkan dia yang sudah menjadi milik orang lain, dan sekarang biarkan aku mengisi lembaran hidupmu.. Fine???” Aku tertegun menatapnya. Dia berusaha meluapkan hasrat terpendam yang bisa kurasakan.

“ Tapi.. Rasanya ada yang tertinggal hyung..” Aku memegang hatiku yang terasa hampa.

“ Tentu, karena hidupmu baru akan dimulai..”

 

Author pov…

Mereka pun melanjutkan lembar kehidupan mereka sebatas yang mereka bisa. Minho membawanya keluar dari Seoul dan menetap di London sementara Onew setia menunggu hatinya kembali sambil berusaha membuka sebuah pintu lagi bagi dia yang sekarang menemani hidupnya. Semuanya berlangsung cepat dan berakhir saat kematian menjemput mereka.

“ Kelabu dan tanpa arah. Awalnya kukira berakhir pada jurang kematian..” Taemin

“ Tapi kau datang menghapus segalanya.. Membuatku kembali bangkit.. “ Onew

“ Pelengkap yang tak akan pernah memilikki.. Mampu mengagumi adalah sebuah keindahan semu yang boleh kuterima. Pahit memang, tapi cukup mewarnai sisa hidupku yang masih kelam..” Key and Minho

“ Mengenalmu adalah hal yang terindah.. Aku tak akan pernah menyesal sampai kapan pun.. Kaulah yang mewarnai kisah hidupku.. Mengulangnya kembali pun aku tidak akan menyesal..” Taemin, Key, Minho, Onew..

——————————–

3 responses to “[Lomba FF] You Are…… (28)

  1. beneran mystery, kkk, awalnya aku nyangka si someone itu yaa Key, bukan Taemin. tapi Tetottt, ternyata salah😄. aku baru ngerti keseluruhan ceritanya pas di akhir.
    Huaaa Jino jadi ahjumma *ngebayangin* terlalu imuttt, kkk, tapi cocok-lah kalo sama jjong.
    jadi jadi ini 2min sama onkey-nya ga pernah saling cinta mpe akhir toh, huhuu, kenapa harus Ontae? tapi puas banget kalo ada cerita yang minho-nya menderita gara-gara Taemin, hahaha *evil*
    dubu~ cara ngebunuh yang keren!😄
    ceritanya bagus, bikin penasaran sampe akhir bacanya. XDD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s