[FREELANCE] I’m Beside You (G-Dragon Big Bang)

I’m Beside You

Author             : Pinkylova3008

Genre              : Terserah yang baca maunya apa😄

Main Cast        : G-Dragon Bigbang

Lee Soo Hye

Support Cast   : Big Bang Member, Park Bom, Park MInzy, Onew SHINee, Lee Donghae Super Junior

Lenght             : Oneshoot

Disclaimer       :The cast belong to God, their family and themselves. But this story is mine. Don’t be plagiarism. Don’t bash me. Don’t copy or spread this without permission and credit!!!! *But Cho Kyuhyun and Lee Donghae is mine Eh??? XD  #slapped*

——————————————————————————————————————-

Soo Hye’s POV

Aku tertegun membaca headline hari ini “G-Dragon Big Bang Terlibat Kasus Penggunaan Marijuana”.  Kenapa bisa ada berita seperti ini? Setelah kasus yang menimpa Daesung oppa, kini kasus baru menimpa Yong oppa. Ada apa dengan big bang? Aku tak bisa tinggal diam. Aku tak percaya. Tidak mungkin Yong Oppa menggunakan barang-barang semacam itu. Ini semua bulshit. Pasti ada pihak yang sengaja memfitnahnya. Aku melempar kasar surat kabar yang baru saja aku baca. Emosiku tak terkendali. Dengan sigap aku menyambar kunci mobil dan melangkahkan kakiku keluar apartemenku. Rasa lelah yang menderaku selama perjalanan dari Spain terganti dengan rasa kalut. Otakku benar-benar tak bisa diajak untuk berpikir dengan benar. Ku injak gas dengan kuat. Aku tak peduli jika ada polisi yang mengejarku. Karena saat ini pikiranku hanya berpusat padanya. Aku tak bisa melihat Yong oppa bersedih.

***

Akhirnya aku sampai di depan gedung YGEnt. Banyak sekali VIP yang bergerombol di depan gedung. Mereka semua meneriakkan nama Yong oppa. Aish, jika seperti ini bagaimana aku bisa masuk ke dalam. Belum masuk aku pasti sudah hilang nyawa karena diinjak para VIP itu. Aku memukul-mukul stir mobil frustasi. Melirik dengan tatapan nanar ke arah gerombolan fans yang masih setia berdiri di depan geung YGEnt. Bodoh! Kenapa aku tidak masuk lewat pintu samping saja. Aish, sial. Kenapa otakku ini dari tadi macet. Kulajukan mobilku ke arah samping gedung YGEnt. Aku membuka kaca jendela ketika petugas keamanan mengetuk pintu mobilku dan mereka langsung mempersilakan aku untuk masuk. Untung saja Yong oppa pernah membawaku ke agensinya untuk meminta ijin pada appa YG agar hubunganku dan Yong oppa bisa dipublikasikan. Aku langsung menuju lantai dua, lantai dimana tempat Big Bang biasa berlatih. Entah kenapa firasatku membawaku kesana. Aku mempercepat langkahku. Tak kuhiraukan sapaan dari para staff  YG. Mereka semua mengenalku dan sudah menganggapku bagian dari mereka. Beberapa orang membungkuk hormat padaku dan beberapa orang memandangku dengan tatapan heran. Ya, aku tahu mereka yang memandangku dengan tatapan heran karena yang mereka tahu aku hanyalah pacar seorang G-Dragon mereka tidak mengetahui bahwa aku juga termasuk pemegang saham di YGEnt ini. Aku berpapasan dengan manajer Kang dan member big bang yang lain. Mereka tampak terkejut melihat kemunculanku yang tiba-tiba.

“TOP oppa, Seungri Oppa, manajer Oppa dimana Yong oppa? Apa dia baik-baik saja” tanyaku pada ketiga orang yang ada di hadapanku. Mereka semua saling berpandangan satu sama lain. Tersirat rasa cemas di wajah mereka. “Soo Hye-ah, hyung ada di ruang latihan” ujar Seungri. “Baiklah aku langsung ke atas. Terima kasih” ucapku pada ketiganya. Ku tekan tombol lift menuju lantai dua. Oh tuhan, kenapa lift ini rasanya bergerak lambat sekali. Aku mengetuk-ngetukkan kakiku ke lantai untuk mengurangi rasa cemasku. Aku memijat pelipisku mengurangi pusing yang menderaku. Aku berpegangan pada dinding lift untuk menyangga kesimbangan tubuhku.

**

Ting. Pintu lift terbuka. Aku langsung berlari ke arah ruang latihan. Tapi belum sempat aku masuk aku di suguhkan dengan pemandangan yang seharusnya tak ku lihat karena akan membuat hatiku nyeri. Aku melihat dari pintu ruangan yang tak tertutup sempurna Bom eonni sedang berpelukan dengan Yong oppa. Kenapa? Kenapa Yong oppa begitu tega terhadapku? Tanpa sadar cairan bening yang tertahan selama perjalanan ke sini tumpah tak terkendali. Kurasakan seseorang menepuk bahuku. “Soo Hye eonni, kenapa kau tidak masuk?” tanya suara berat khas yang tak lain adalah milik Minzy. Aku berbalik dan berlari dengan air mata yang masih menetes di pipiku. “Eonni, kau kenapa?” tanyanya lagi setengah berteriak. Aku tak menghiraukannya lagi. Hatiku sakit. Sakit melihat Yong oppa dan bom eonni yang sedang berpelukan mesra seperti itu.  Aku berlari secepat mungkin mengusap air mataku kasar. Aku tak suka jika banyak orang yang mellihatku mengeluarkan air mata. Ini memalukan. Aku tekan tombol lift menuju besemant. Aku ingin pergi sejauh mungkin.

Ji-Yong’s POV

“Eonni! Coor…di~… Omo! Eonni, Yong oppa apa yang kalian lakukan?! Pekik Minzy yang tiba-tiba masuk dan melihat kami yang sedang berpelukan. Tentu saja karena hal itu kami menjadi salah tingkah.

“Minzy~ya jangan salah paham” ujarku coba menjelaskan

“Aku bisa mengerti oppa, tapi belum tentu dengan Soo Hye eonni dan bukan aku yang seharusnya mendapat penjelasan, tapi Soo Hye eonni.” Ucap Minzy lirih.

“Apa maksudmu Minzy-ya?” tanyaku panik

“Soo Hye eonni melihat kalian seperti itu. Sepertinya dia sangat shock karena aku memergokinya menangis di depan pintu tadi.” Jelasnya sambil melangkah ke arah Bom. Deg. Seakan tubuhku melayang, tak berpijak pada tanah. Soo Hye, dia datang menemuiku dan mendapatiku dalam keadaanku yang seperti ini. Kau bodoh Yong! Ceroboh! Tanpa kau sadari kau telah membuatnya terluka. “Sekarang dimana dia?” tanyaku gusar

“Baru saja pergi sekitar 5 menit yang lalu. Mungkin ia masih ada di parkiran” jawab Minzy sambil mengendikkan dagunya ke arah pintu. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari keluar ruangan. Aku berdiri di depan lift menunggu pintu terbuka. Tapi rasanya sungguh lama, hingga kuputuskan menggunakan tangga darurat. Tak kupedulikan staff yang meneriaki ku. Persetan dengan larangan tak boleh sembarangan keluar dalam keadaan seperti ini. Yang ku pedulikan sekarang adalah dirinya. Dia yang selalu menjadi penyemangatku. Dialah hidupku. Tuhan, maafkan aku karena aku telah menyakiti perasaan wanita yang sangat kucintai. Aku sampai di tempat parkir, ku edarkan pandanganku mencari sosok dirinya. Mataku menangkap siluet seorang wanita yang tengah masuk ke dalam porsche hitamnya.

“Soo Hye!!! Soo Hye~ah!!!” aku berlari mendekatinya. Tapi sial dia malah melajukan mobilnya dengan cepat. Arggh . Aku menjambak rambutku frustasi. aku butuh moibl sekarang.  Ku lihat manajer Kim sedang membuka mobilnya tanpa basa-basi aku masuk dan mengambil alih mobilnya.

“Yak! Kau. Apa yang kau lakukan hah???? Mau kemana kau?” Teriak manajer Kim yang sebelumnya aku tarik mundur paksa.

“Josonghabnida hyung! Aku pinjam mobilmu sebentar. Ini menyangkut hidupku ke depan!” teriakku seraya menyembulkan kepalaku dari jendela mobil yang kubuka setengah.

Soo Hye’s POV

Aku mendengarnya meneriaki namaku. Ku lirik sekilas dan sekarang dia sedang berlari menghamipiriku. Dengan cepat aku masuk dan menancap gas melajukan mobilku secepat mungkin. Aku tidak bisa. Tidak bisa bertemu dengannya setelah kejadian yang baru saja aku lihat. Aku tidak mungkin kembali ke apartemen karena aku tahu dia akan mencariku kesana. Apa aku harus kembali ke Spain? Itu lebih tidak mungkin karena passporku masih ada di dalam koperku yang aku tinggalkan begitu saja dia dalam apartemenku. Aku mengemudikan mobilku asal tanpa tujuan dengan kecepatan yang bisa dibilang di atas rata-rata kecepatan seseorang mengendarai mobil. Dari kaca mobil bisa kulihat sebuah lexus hitam terus mengikutiku, membuatku makin menaikkan kecepatan mengemudiku. Sebenarnya siapa dia? Kenapa harus membuntutiku? Tanpa aku sadari mobil lexus hitam itu kini berhasil menjejeri mobilku. Perlahan kaca mobilnya dibuka. Dan seseorang yang telah membuatku terluka muncul di balik kaca tersebut.

“Soo Hye~ah, ku mohon hentikan mobilmu. Kita harus bicara” ucapnya dengan nada memelas.

Tak kuhiraukan ucapannya. Aku injak pedal gas dengan kuat meninggalkannya. Tak mau kalah akhirnya dia memotong jalanku dan memberhentikan mobilnya tepat di depanku. Membuatku menginjak rem mendadak. Shit! Aku memukul stir mobil dengan kesal.

“Soo Hye~ah keluarlah” Seru Yong Opaa seraya mengetuk kaca jendela mobilku. Aku menatapnya bengis. Aku keluar dari mobilku, menatapnya sinis. “Untuk apa oppa kesini?” cibirku kesal.

“Soo Hye~ah, ini semua tidak seperti yang kau pikirkan. Aku dan Bom hanya….”

“Cukup oppa! Cukup! Aku tidak mau mendengar ucapanmu lagi!” potongku dengan suara parau karena menahan tangis..

“Soo Hye~ah,… mianhe, jebal…. Kau jangan menangis aku tak sanggup melihatmu menangis” ucap Yong oppa dengan rasa penyesalan. Dia berusaha menghapus air mataku, tapi dengan segera aku menepisnya.

“Jangan dekati aku lagi! Aku tak ingin melihatmu lafi!” teriakku emosi. Aku berlari menghentikan taksi yang lewat di depanku. Rasanya aku tidak sanggup lagi bertemu dengannya. Kau tahu oppa, hatiku sangat sakit melihat kalian berdua seperti itu. Terlebih lagi Bom eonni adalah mantan kekasihmu, bukan tidak mungkin kalian akan bersatu kembali. Dia lebih dari aku, dia cantik dan banyak digilai oleh pria. Sedangkan aku hanya seorang gadis biasa-biasa saja yang tak mempunyai kelebihan menonjol. Aku takut. Aku takut kehilanganmu oppa.

“Aggashi, gwenchanayo?” Tanya si supir yang meilhatku dalam keadaan menangis.

“Ne. gwenchana.” Ucapku kepada si supir

“Aggashi, sepertinya ada yang mengikuti kita?” ucap si supir.

Ku tolehkan kepalaku ke belakang. Ternyata dia masih mengikutiku.

“Bisa tolong percepat jalannya pak?” pintaku

“Baik. Kemana tujuannya agasshi?”

“Bawa saja mobilnya. Jika ku bilang berhenti maka berhenti!” perintahku dengan nada kesal karena emosiku yang labil. Dengan ekspresi seperti melihat hantu si supir akhirnya menuruti perintahku dan tak banyak bicara.

Setelah melewati perempatan jalan perasaanku tiba-tiba berubah menjadi tak enak. Aku memegang dada kiriku. Jantungku berdetak keras seperti ada sesuatu yang menyakitkan. Ada apa ini.

Ckiiiiiiiiiiiiiiiiittttttttttttttttttttttt……………………….Duakkkkkk………………… Braaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! (backsound : here I am Ost secret garden)

Terdengar decitan ban mobil yang amat memekakan telinga dan disusul debuman keras dari arah belakang yang sontak membuatku menengok ke arah ke belakang. Hatiku mencelos melihat mobil yang dikendarai Yong oppa dalam keadaan terbalik.

“Berhenti!!!!” teriakku pada si supir. Aku langsung melesat ke arah kerumunan kecelakaan tersebut. Kulihat sosok yang mengenakan masker biru dan topi hitam yang sebelumnya mengejarku kini tergolek lemas dengan bersimbah darah di pangkuan seorang polisi. Aku meringsek maju ke arahnya. Aku menutup mulutku tak percaya melihat keadaanya yang sekarang. Air mataku mengalir deras. Lututku lemas seakan tak mampu menahan bobot tubuhku. Aku jatuh bersimpuh di hadapannya, mengambil alihnya dari pangkuan polisi. Tanganku bergetar membelai wajahnya yang bersimbah darah. Lidahku kelu. Tak mampu mengeluarkan kata-kata. Hanya air mata yang setia mengalir dari pipiku.

“Soo…. Hye…..~ah, mian…he… a….ku… tak ber….maksud menghianatimu. Itu…. Sal..ah paham…” ujar Yong oppa terbata-bata seraya membelai lembut wajahku.

“Oppa~, jangan banyak bicara. Ku mohon jangan tinggalkan aku sendiri. Aku masih ingin bertemu denganmu, masih ingin melihatmu bernyanyi lagi, aku ingin kau selalu ada disisiku. Aku tak sanggup hidup tanpamu. Aku mencintaimu oppa~” ucapku dengan suara bergetar akibat tangisku.

Yong oppa memandangku dengan mata lelahnya namun ada rasa bahagia di sana. Ia tersenyum, menggenggam tanganku “Soo Hye~ah saranghae~….. Jeongmal sarangheyo~” ucapnya lirih dengan senyum terkembang. Genggaman tangannya padaku melemas.

Ini tidak mungkin. Yong oppa tidak mungkin meninggalkanku. Aku memeluknya erat. Menangis keras sejadi-jadinya “ANDWEEEEEEEEE!!!!!! OPPA KAU HARUS BANGUN! KAU TIDAK BOLEH MENINGGALKANKU SENDIRI DISINI!!!!! JI-YONG OPPA!!!!!!”

***

“Soo Hye~ah…. Soo Hye~ah” kurasakan seseorang menepuk-nepuk pipiku. Aku melonjak terkesiap. Nafasku memburu. Aku merasakan masih sedikit pusing.

“Dimana aku?? Dimana Yong oppa???” ucapku panic.

“Aku dari tadi di sini. Di belakangmu. Aku juga yang membangunkanmu. Apa kau tidak menyadarinya” Ujar Yong oppa sambil melambaikan tangannya kepadaku. Aku mentapnya tak percaya. Aku menghambur memeluknya dan tanpa ku sadari cairan bening kembali menetes dari mataku.

Ji-Yong’s POV

Gadis ini memelukku dengan erat. Aku dibuat kaget olehnya. Ada apa dengannya. Ku lepas pelukannya. Ku angkat kepalanya. Dia menangis. Kuusap lembut air mata yang turun dari pipinya.

“Ada apa? Kenapa kau menangis?” tanyaku lembut sambil mengajaknya duduk di sofa.

“Oppa. Kau tidak apa-apakan? Apa ada yang terluka?” ucapnya sambil meneliti wajahku baik-baik. Aku tersenyum geli dengan sikapnya.

“Tidak. Aku tidak apa-apa. Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Kau membuatku takut”

“Eh? Memangnya aku kenapa?” tanyanya polos

“Kau ini pingsan ketika baru keluar dari dalam lift. Untung saja Minzy dan Bom noona sedang mneunggu lift terbuka. Mereka langsung membawamu ke ruang kesehatan dan memanggilku. Kau itu pingsan cukup lama. Dalam pingsanmu kau terus menangis dan memangil-manggil namaku. Itu membuatku takut. Kau tahu.”

Dia menatapku nanar “Oppa~ kau tidak akan meninggalkanku kan? Meskipun aku tidak lebih cantik dari Bom eonni? Apakah kau masih mencintai Bom eonni?” sebuah pertanyaan yang menggelikan meluncur keluar dari mulutnya. Aku menyunggingkan senyumku. Ku pegang erat bahunya, menatapnya dengan intens. “Bom noona adalah masa laluku. Rasa cintaku padanya hanyalah sebuah rasa cinta untuk sahabat, sama dengan rasa cintamu pada Onew dan Donghae hyung. Bagaimana bisa aku meniggalkanmu. Kau adalah gadis yang mampu mengalihkan duniaku. Membuatku selalu bertahan dalam keadaan apapun. Kau penyemangat hidupku. Kau adalah masa sekarang dan masa depanku karena kau adalah pusat tata suryaku”

Pipinya bersemu merah mendengar penuturanku. Soo Hye~ah kau terlihat manis. Aku tak menyangka gadis sepertimu mampu mengalihkan duniaku..

“Lalu, bagaimana dengan kasusmu itu oppa? Apa benar kau memakai barang seperti itu?” tanyanya dengan ekspresi sedih yang tergambar jelas di wajahnya. Aku menghela nafas.

“Aku di jebak oleh salah satu fans jepang yang menawariku sebuah rokok. Jujur saja aku menyesal dengan kejadian ini. Aku yakin kasus ini kan terselesaikan, meskipun aku harus menanggung resiko yang besar. Tapi ku mohon, kau harus percaya padaku. Jangan berpaling dariku. Karna kaulah aku bisa menghadapi semua ini dengan kuat”

“Ne oppa. Aku akan selalu ada disisimu. Aku siap menjadi sandaranmu ketika kau merasa lelah” ucapnya dengan senyum mengembang di bibirnya.

Kuraih tubuhnya dan ku dekap erat tubuhnya. Aku tak ingin melepasmu. Kuangkat wajahnya pelan. Ku kecup bibirnya yang berwarna pink itu. Hingga aku terlarut dalam suasana ni.

“Ehem…… Ehemmmmm………”

“Woahh~~~~~” seru Seungri,TOP,Minzy,dan Bom noona berbarengan

Sontak itu membuat kami menghentikan aktifitas kami. Membuat kami salah tingkah.

“Apa kau sudah merasa lebih baik Yong??? Sepertinya suplemen dari Soo Hye cukup membuatmu rileks” sindir manajer Kang

“Eonni, kau sudah merasa lebih baik?” Tanya Minzy dengan nada menyindir

“Yongie~ jika kau mau melakukan itu, lebih aman pastikan pintu tertutup dengan benar” giliran Bom noona menyindirku

“Soo Hye~ah sudah berapa kali kau melakukannya dengan hyung? Bagaimana rasanya?” Seungri meledek Soo Hye. Sementara Soo Hye sibuk mengipas-ngipas wajahnya yang sudah memerah.

“Yak. Kalian berhenti meledeknya. Kalian tidak melihat wajahnya yang semerah cabe jolokia????” aku mencoba untuk membelanya.

“Arraseo…. Arraseo . Aku takut akan keluar semburan api dari seekor naga.” Ucap TOP dengan senyum meledek yang minta di lempar bangku.

“Yak. Neo!!! Aish…. Untuk apa kalian kesini????”

“Tidak ada apa-apa, hanya untuk memastikan saja. Hehehhe” jawab Boom noona

“Ayo kita keluar. Berikan mereka privasi” ajak Manajer Kang

“Tapi hyung, aku masih ingin disini. Melihat apa yang akan terjadi selanjutnya” protes Seungri yang membuatku melepas sepatu dan melemparkan ke arahnya.

“Yak Hyung!!!”

“Keluar kalian!!!” aku mengusir mereka dengan tatapan seekor naga kelaparan

“Hwa…… ayo cepat keluar sang naga sudah mengamuk. Hahahahahaha” sindir mereka sambil tertawa dan meninggalkan ruangan.

Aish. Mereka itu memang menyebalkan. Ku lihat Soo Hye yang masih salah tingkah. Dia berjalan melewatiku menuju pintu keluar. Ku tarik lengannya hingga jatuh ke dalam pelukanku.

“Tetaplah seperti ini untuk beberapa saat. Dan berjanjilah kau tak akan pernah meninggalkanku” ucapku seraya mengelus lembut rambut panjangnya.

“Ne oppa. Aku janji”

“Soo Hye~ah….. Saranghae~”

“Nado Saranghae oppa~”

FIN

 

ff bang nagaku yang pertama….. mohon commentnya ya…… ^^ terima kasih

 

9 responses to “[FREELANCE] I’m Beside You (G-Dragon Big Bang)

  1. Ping-balik: Model Jaket Touring Yang Pas | Toko Online Terbesar & Terbaik·

  2. Ping-balik: Letusan Gunung Lokon, Jadi Tontonan Wisata | PESONA MANADO BLOG·

  3. Ping-balik: Metode Penelitian Pariwisata | KEPARIWISATAAN BLOG·

  4. Ping-balik: CERITA SEX DEWASA – Akibat Berenang Bugil | New Software Gratis Full Patch Gratis·

  5. Ping-balik: JITUPOKER – Agen Poker Online Terpercaya | Bisnis Online Terbaru·

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s