[FREELANCE] The Last Time (Cho Kyuhyun super junior)

~ FF / THE LAST TIME / 1S ~

 

Title : The Last Time

Author : Miev

Genre :  Angst

Rate :  PG-16

Length :  Oneshoot

Cast :

:: Cho Kyuhyun SUJU

:: Min Sung Rin (OC)

:: Cameo : Shim Changmin DBSK

 

 

It’s just fanfic… so, don’t bashing me!!!

Happy Reading ^^

 

. . .

. .

.

 ————————————————————————————————–

Seorang gadis manis dengan rambut hitam sebahu tampak sedikit terburu-buru menuruni tangga rumahnya. Jaket biru laut kesayangannya sudah ia kenakan, tampak serasi dengan sneaker yang melekat pada kakinya.

“Sung Rin-a, mau kemana?” tanya seorang wanita yang tampak sibuk didapur.

“Aku ingin pergi sebentar, Eomma” jawab gadis bernama Sung Rin itu sembari mendekati sang Eomma.

“Tapi Appa sebentar lagi pulang, apa kau tidak mau makan malam dulu?” wanita yang merupakan Eomma-nya itu melirik jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 07.00 PM.

“Tidak perlu, Eomma… aku tidak lapar” sahut Sung Rin yang membuat Eomma-nya menautkan alisnya. Jarang-jarang Sung Rin melewatkan sebuah acara yang bernama makan.

“Aku ingin menemui Kyuhyun oppa… sudah tiga hari ini dia tidak bisa dihubungi, aku takut terjadi apa-apa dengannya, aku akan kerumahnya sekarang” tambah Sung Rin. Raut cemas nampak diwajahnya. Kini Eomma-nya mengerti kenapa Sung Rin tampak ingin sekali bergegas dari tempatnya. Ia menatap Sung Rin lalu tersenyum.

“Berhati-hatilah!”

“Ne, Eomma… annyeong” Sung Rin mencium pipi Eomma-nya kilat sebelum akhirnya berlari menuju pintu.

Tangan kanan Sung Rin mengarah memegang kenop pintu. Dengan cepat dibukanya pintu itu.

KYAA!!” Sung Rin berteriak kaget saat mendapati seorang namja sudah berdiri didepan pintu rumahnya dengan kepala tertunduk. Aura yang berbeda berhasil membuat Sung Rin bergidik ngeri.

Menanggapi teriakan tersebut, namja tinggi itupun perlahan mengangkat wajahnya. Menatap yeoja yang terlihat sedang mengatur detak jantungnya yang tak beraturan karena kaget.

“Kyuhyun oppa…” ucap Sung Rin lega. Namja yang ingin ditemuinya kini sudah berdiri dihadapannya.

Namja yang dipanggilnya Kyuhyun itu hanya tersenyum menatapnya.

“Kau ingin menemuiku kan?” Sung Rin mengangguk cepat menjawab pertanyaan itu.

“Sudah tiga hari oppa tidak bisa dihubungi, aku khawatir ada apa-apa denganmu”

“Mianhae, aku sudah membuatmu cemas” ucap Kyuhyun sembari memegang pipi Sung Rin.

“Oppa, tanganmu dingin. Apa oppa sakit?” Sung Rin menurunkan tangan Kyuhyun yang menempel pada pipinya dan beralih menempelkan punggung tangannya pada dahi namja itu.

“Aniya, Jagi… aku baik-baik saja… kau mau pergi kan? Kkaja!!” sebelum Sung Rin mengiyakan, Kyuhyun sudah menggenggam tangan kanan Sung Rin dan menariknya.

“Tumben sekali oppa tidak membawa mobil?” kata Sung Rin setelah cukup jauh berjalan dari rumahnya. Kyuhyun hanya mengajaknya berjalan sejak keluar dari rumahnya.

“Mobilku sedang diperbaiki, untuk malam ini kita jalan saja ya”

“Ne, Oppa! gwenchana” ucap Sung Rin sembari memeluk lengan Kyuhyun erat.

Aliran air yang meluncur turun dari tepi sisi jembatan sungai Han dengan dihiasi berbagai warna lampu membuat sungai yang mengalir tenang itu tampak makin indah. Pemandangan yang hampir tiap malam disaksikannya itu tidak membuat Sung Rin bosan mengunjungi tempat itu. Apalagi saat ini ia bersama seseorang yang dicintainya.

Tidak sedikit pula orang yang datang ketempat itu dengan tujuan yang sama. Menikmati indahnya jembatan yang membentang diatas sungai Han.

“Aku tidak pernah bosan datang ketempat ini” kata Sung Rin dengan mata masih menatap kearah sungai besar dihadapannya.

“Tentu saja! kau kan ketempat ini selalu bersamaku, mana mungkin kau bosan” timpal Kyuhyun yang duduk disampingnya. membuat Sung Rin tertawa mendengarnya.

“Ne, oppa! aku tidak akan bosan jika oppa didekatku”

“Apa kau masih akan sering kesini jika aku tidak bersamamu lagi?”

“Mungkin saja, tapi pasti akan terasa aneh” jawab Sung Rin tanpa mengalihkan pandangannya dari sungai Han. Namun sedetik kemudian ia memutar kepalanya menatap Kyuhyun dengan tatapan bingung.

“Tunggu! apa maksud ucapan Oppa?”

“Aniya, hanya ingin bertanya” ucap Kyuhyun lalu tersenyum. Namun Sung Rin malah mengerutkan keningnya mendengar ucapan Kyuhyun. “Sudahlah, tidak perlu dipikirkan” tambah Kyuhyun. Tangannya mengarah mengacak lembut puncak kepala Sung Rin.

“Hmm, ne… karena aku juga tidak pernah berpikir untuk jauh darimu” kalimat Sung Rin tersebut berhasil membuat Kyuhyun menarik Sung Rin dalam pelukannya.

Sung Rin tersenyum sebelum akhirnya membalas pelukan Kyuhyun erat. Senyumnya sedikit memudar, ada sesuatu yang berbeda yang ia rasakan saat Kyuhyun memeluknya. Selain merasakan betapa dinginnya tubuh namja yang mendekapnya itu, ada sesuatu yang membuat dirinya bertanya-tanya dalam hati. ‘kenapa aku tidak mendengar detak jatungnya?’ pikirnya. Namun dengan cepat Sung Rin menepis pikiran buruk yang sempat terlintas dalam otaknya itu.

“Oppa, kau yakin tidak sedang sakit?” tanya Sung Rin cemas setelah melepas pelukannya.

“Ne! aku baik-baik saja” jawab Kyuhyun yang tampak sangat meyakinkan. “Hmm, apa kau mau ice cream? disana ada toko ice cream yang enak. Kita kesana!” ajak Kyuhyun sembari berdiri dari duduknya.

“Ehm, kkaja!!” Sung Rin mengangguk lalu ikut beranjak dari duduknya.

Kyuhyun meraih tangan Sung Rin, menggandengnya menuju sebuah toko yang terletak diseberang sebuah taman. Sepanjang jalan mereka terus bercanda. Jalanan sudah mulai lengang, kini hanya mereka yang ada disekitar sungai Han.

TIINNN……TIINNN!!……

Suara klakson mobil menarik perhatian mereka. Sebuah mobil berhenti disamping kiri Sung Rin dan seorang pengemudinya turun menghampirinya.

“Sung Rin-a… sedang apa kau malam-malam begini disini??” tanya seorang namja tinggi tersebut.

“Ah~ Changmin oppa, aku hanya jalan-jalan…”

“Malam-malam begini?… sendirian?” namja yang dikenalinya bernama Changmin itu bertanya lagi dengan raut wajah bingung.

“Aniya~ apa oppa tidak lihat, aku bersama……”

DEG!… Sung Rin tidak melanjutkan kata-katanya, bahkan ia melongo mendapati namja yang tadi berdiri disampingnya kini telah…… lenyap!

“Siapa?? aku dari tadi melihatmu… dan kau hanya sendirian” sambung Changmin yang membuat Sung Rin makin mematung dengan tatapan tak percaya.

———

 

Sung Rin berdiri didepan jendela kamarnya. Kepalanya menunduk, bersandar pada kaca jendela. Tangannya mengetuk2 kaca jendela itu dengan pelan. Ia mencoba menenangkan pikirannya yang mulai kacau lagi. Kyuhyun tiba-tiba pergi tanpa pamit, hingga ia terpaksa menerima tawaran Changmin untuk mengantarnya pulang. Dan seharian ini ia kembali tidak bisa menghubungi Kyuhyun.

Sung Rin melepas sandarannya pada jendela, mengangkat wajahnya menatap jam yang tergantung sempurna pada dinding kamarnya yang sudah menunjukkan pukul 08.40 PM. Ia mendesah pelan.

“Sebenarnya kau kemana, oppa?” ucapnya lirih.

BLETAKK!

Sebuah benda yang menghantam jendela kamarnya itu berhasil membuat Sung Rin tersentak kaget. Ia pun mengalihkan pandangannya kearah sumber suara. Melangkah perlahan mendekati jendela kamarnya. Sebuah senyum tampak diwajahnya saat pandangan matanya jatuh pada sesosok namja yang berdiri didepan rumahnya, mendongak menatap kearah kamarnya.

“Kyu oppa!” serunya. Dengan cepat Sung Rin berlari keluar kamar, ia menuruni tangga dengan tetap berlari sebelum kemudian membuka pintu rumahnya.

“Oppa! kemana oppa semalam? kenapa meninggalkan aku begitu saja?” pertanyaan itu menyambut Kyuhyun saat Sung Rin menemuinya. Sementara namja itu hanya tersenyum sebelum menjawab.

“Mianhae, aku ada urusan mendadak.”

“Tapi seharusnya oppa bilang dulu sebelum pergi”

“Kau tampak serius bicara dengan temanmu, jadi aku rasa lebih baik aku pergi tanpa mengganggu pembicaraan kalian” jelas Kyuhyun. Walaupun itu terdengar tidak masuk akal bagi Sung Rin, namun gadis itu menerima juga alasannya.

“Lalu, kenapa oppa susah sekali dihubungi akhir-akhir ini?” selidik Sung Rin dengan kedua tangan terlipat didepan dada.

“Eumm, itu… sudahlah! tidak perlu dipikirkan! aku kan sudah ada disini. Sekarang kita pergi!” ajak Kyuhyun. Dan sekali lagi sebelum Sung Rin mengiyakan Kyuhyun sudah merangkul bahu Sung Rin dan menariknya, memaksanya mengikuti langkah kaki Kyuhyun yang panjang.

“Kemana?”

“Toko ice cream. Aku belum memenuhi janjiku semalam kan?” ujar Kyuhyun yang masih merangkul bahu Sung Rin. Ia tahu benar bagaimana cara membuat gadis itu menghilangkan rasa kesalnya.

“Ne! dan kali ini jangan melarangku makan ice cream banyak-banyak!”

“Baiklah!”

——

 

“Oppa, kenapa kuenya tidak dimakan? apa tidak suka?” tanya Sung Rin saat menyadari Kyuhyun hanya menatapnya tanpa sedikitpun menyentuh kue didepannya. Kini mereka berdua duduk berhadapan disebuah café ice cream kecil di tepi jalan. Didepan Sung Rin sudah tergeletak 2 cup ice cream dalam keadaan kosong, dan kini ia sedang menyelesaikan cup ketiganya. Sementara Kyuhyun tampak tidak berniat sedikitpun menyentuh kue coklat yang dipesannya.

“Aku tidak lapar. Aku sudah cukup kenyang melihatmu makan ice cream- ice cream itu” balas Kyuhyun.

“Aish, Oppa! mana bisa begitu? kau tidak akan kenyang sebelum makan kuenya. Ayo makan!!” Sung Rin menyendok kue didepan Kyuhyun dan berniat menyuapkannya pada namja itu. Namun Kyuhyun tetap menolak untuk memakannya, membuat Sung Rin mendesah pelan.

“Sudahlah, kalau memang tidak mau. Kita pulang saja!” Sung Rin beranjak dari duduknya. Ia menarik tangan Kyuhyun dan sedikit memaksa namja itu untuk segera beranjak.

“Kau marah, Jagi?” tanya Kyuhyun pada Sung Rin yang tampak diam sepanjang perjalanan pulang.

“Ani!” Sung Rin menghentikan langkahnya. Memutar tubuhnya menghadap Kyuhyun. “Aku khawatir padamu. Apa oppa sadar? Oppa terlihat sedikit aneh” lanjutnya. Kyuhyun mengerutkan keningnya sembari menatapnya bingung.

“Tiga hari kau menghilang, lalu tiba-tiba muncul didepan pintu dan mengagetkanku, dan seharian kau kembali menghilang. Oppa tampak lebih pucat, dan… sangat dingin. Dan aku tidak melihatmu makan sedikitpun. Sejujurnya, itu membuatku cemas. Apa oppa yakin tidak sedang sakit??”

Kyuhyun terdiam, matanya menatap Sung Rin dalam. Ia merasa bersalah membuat yeojachingunya itu cemas memikirkannya.

“Aku baik-baik saja… kau tidak perlu mencemaskanku”

“Baiklah, aku percaya padamu walaupun aku masih belum bisa menghilangkan kekhawatiranku” ucap Sung Rin lalu kembali melangkah dengan tangan yang kini digandeng oleh kyuhyun.

Tak berapa lama mereka pun sampai didepan rumah Sung Rin. Sung Rin menghentikan langkahnya dan memutar badannya menatap Kyuhyun yang berdiri disampingnya.

“Hmm, aku masuk dulu, oppa” ucap Sung Rin yang dijawab anggukan Kyuhyun.

“Besok malam, temui aku di taman, arraseo!” pinta Kyuhyun, kali ini ganti Sung Rin yang mengangguk yakin.

“Ne!… annyeong oppa…”

“Tunggu, Sung Rin-a!!” Sung Rin baru saja berjalan beberapa langkah saat Kyuhyun memanggilnya dan membuatnya berhenti melangkah.

“Ne?” tanyanya bingung. Kyuhyun tidak menjawabnya, ia malah tersenyum sembari mendekat padanya. Sung Rin diam mematung saat wajah Kyuhyun hanya berjarak beberapa cm dari wajahnya. Dan detik berikutnya yang ia rasakan adalah sesuatu yang dingin telah mendarat tepat diatas bibirnya, Kyuhyun menciumnya lembut. Kecupan dari bibir yang dingin itu menimbulkan sensasi hangat yang menjalar dalam aliran darah Sung Rin, bahkan berhasil menghipnotis gadis itu hingga ia memejamkan kedua matanya. Namun entah kenapa, bukan perasaan bahagia yang dirasakannya saat itu, melainkan sebuah perasaan lain yang membuatnya ingin meneteskan airmata. Seolah ia takut kehilangan seseorang yang kini memeluknya. Perasaan takut dan cemas yang luar biasa membuatnya tanpa sadar mengalirkan sungai kecil dipipinya.

“Wae?” tanya Kyuhyun setelah melepas ciumannya, ia kaget mendapati Sung Rin tampak menangis. Tangannya yang tadi memegangi belakang kepala Sung Rin kini beralih menghapus airmata gadis itu.

“Aniya oppa…” ucap Sung Rin pelan sembari menggeleng.

Kyuhyun tersenyum tipis sebelum mencium kening Sung Rin singkat. “Masuklah! sudah terlalu larut”

“Ne…” Sung Rin berbalik dan melangkah memasuki rumahnya dengan cepat tanpa kembali menoleh pada Kyuhyun yang masih menunggunya masuk.

Sung Rin berlari kekamarnya, lalu dengan kasar dijatuhkannya tubuhnya diatas tempat tidur. Pandangannya menatap lurus pada langit-langit kamarnya yang bercat biru. Airmata yang tadi sudah mongering kini kembali memaksa keluar.

“Kenapa rasanya tadi seperti sebuah salam perpisahan??… dan kenapa… hatiku tiba-tiba terasa sakit?” lirihnya. Tangannya mengarah memegangi dadanya yang terasa sesak. Baru kali ini ia merasakan perasaan tak karuan yang menyesakkan dalam hatinya.

———

 

Di taman yang tak jauh dari komplek perumahan tempat tinggalnya, Sung Rin tengah duduk disalah satu bangku taman menunggu kehadiran Kyuhyun. Sudah satu jam lebih ia duduk disana, dan orang yang ditunggu belum juga datang hingga pengunjung taman itu sudah mulai berkurang dan tampak sepi.

Namun tiba-tiba Sung Rin merasakan sesuatu yang dingin menyentuh tangannya. Ia tersentak kaget dan dengan cepat menoleh kearah kanannya.

“Apa kau lama menungguku?” tanya Kyuhyun yang kini sudah duduk disamping dan menggenggam tangan Sung Rin.

Sung Rin hanya menggeleng dengan senyum tipis menggantung dibibirnya. Untuk beberapa saat mereka hanya saling diam…

“Kyu oppa, kenapa melihatku seperti itu?” Sung Rin tampak sedikit kikuk saat menyadari Kyuhyun tidak melepas pandangan dari dirinya.

“Aku hanya ingin melihatmu lebih lama”

“Bukankah setiap hari kau juga melihatku?”

“Tapi tidak selamanya” ucap Kyuhyun. Kebingungan makin tampak diwajah manis Sung Rin saat Kyuhyun menambahi kalimatnya, “Jika aku pergi, apa kau akan melupakanku??”

“Mwo? Pergi? Kemana??”

“Jawab saja pertanyaanku, apa kau akan melupakanku?” Kyuhyun mengulangi pertanyaannya dengan tatapan mata yang masih menatap Sung Rin lekat.

“Aku sudah pernah berjanji padamu, sebelum kau melepaskanku aku tidak akan melepaskanmu, dan itu artinya aku tidak akan melupakanmu!!” tegas Sung Rin.

Kyuhyun tampak tersenyum tipis sebelum berkata, “Dan sekarang… aku melepaskanmu.”

“Mwo??” kaget dan tak percaya, itu yang kini dirasakan Sung Rin. Matanya menatap Kyuhyun, seakan menuntut penjelasan akan ucapannya.

“Kau boleh pergi dariku… dan melupakanku” tambah Kyuhyun.

“Oppa… wae??.. apa aku berbuat salah padamu? apa kau tidak mencintaiku lagi??”

“Bukan begitu, Sung Rin-a, aku mencintaimu, aku tetap mencintaimu… tapi, kita tidak bisa bersama lagi” kalimat yang diucapkan Kyuhyun itu membuat kabingungan semakin memenuhi otak Sung Rin.

“Tolong jangan semakin membuatku bingung!! Apa maksudmu??” pinta Sung Rin seraya berdiri dari duduknya dengan kasar.

Kyuhyun bangkit dari duduknya, berdiri dihadapan Sung Rin tanpa melepas tatapan mata mereka sedetikpun. Ditatapnya gadis itu lekat-lekat. Raut wajah ceria yang selalu dipasangnya kini telah hilang digantikan sebuah tatapan yang entah apa artinya. Digenggamnya kedua bahu gadis itu hingga kini mereka berdua benar-benar saling berhadapan.

“Aku tidak bisa menemanimu lagi. Waktuku akan segera habis” ucap Kyuhyun pelan.

“Tapi, kenapa…??”

“Dengarkan aku baik-baik!!…  Jika kau menganggap ini adalah sebuah kebohongan, begitu pula denganku, aku berharap ini hanya kebohongan. Tapi, yang akan aku katakan ini adalah kenyataan” Kyuhyun berhenti sejenak, memberi sedikit waktu untuk Sung Rin mencerna omongannya.

“Kita sudah berbeda, Sung Rin-a”

Sung Rin baru saja akan menjawab ucapan Kyuhyun saat namja itu kembali menyambung kalimatnya, “Aku bukan lagi manusia!”

Lelucon apa ini? Kyuhyun bukan lagi manusia? Apa maksudnya? Pertanyaan-pertanyaan itu berputar dalam kepala Sung Rin, membuatnya hanya bisa diam menatap Kyuhyun dengan tatapan nanarnya.

“Aku mengalami kecelakaan beberapa hari lalu, dan itu membuatku hampir mati, aku terbaring koma di rumah sakit…”

 

[ Flashback ]

 

Ditengah ramainya kota Seoul, Kyuhyun tampak dengan santainya mengendarai sebuah mobil hitam dengan kecepatan rata-rata. Sesekali bibirnya bergumam, berdendang kecil mengikuti alunan lagu yang terdengar dari music player dalam mobilnya. Dendangan itu tampak tidak mengurangi konsentrasinya melajukan kereta besi miliknya. Ia membelokkan mobilnya memasuki sebuah jalan yang cukup lengang dengan lampu penerangan yang berdiri dengan jarak 100 meter antara satu dengan yang lainnya.

Wajah tampannya yang sedari tadi tampak tenang kini berubah sedikit panic saat matanya menangkap sebuah cahaya sangat menyilaukan yang terpancar dari sebuah benda besar didepannya, yang tampak bergerak mendekat kearahnya. Suara yang sangat keras membuat namja itu sadar akan apa yang kini ada dihadapannya. Truck continer yang tampak melaju tak stabil, siap menghantam mobilnya.

“Aish, sial” runtuknya. Menyadari akan posisinya, Kyuhyun dengan cepat bertindak. Ia membanting setir kemudi kearah kiri dengan cepat. Berusaha menghindari tabrakan yang mungkin saja terjadi. Namun…

 

BRUAKKKHH!!!

Kyuhyun terlambat sepersekian detik saat truck tersebut menghantam body mobilnya.

 

[ Flashback End ]

 

Sung Rin sontak menutup mulutnya dengan telapak tangannya setelah mendengar pengakuan Kyuhyun. Ia tak menyangka ternyata hal seburuk itulah alasan Kyuhyun menghilang beberapa hari lalu.

“Dan aku terbangun di hari ketiga tidur panjangku… seharusnya itu adalah hal membahagiakan bagiku… tapi tidak!!! Karena aku terbangun tanpa ragaku… aku bahkan bisa melihat dengan jelas, tubuhku yang terbaring tak berdaya diatas ranjang rumah sakit dengan berbagai selang infuse yang mulai dilepaskan oleh dokter dan perawat… aku terpisah dari tubuhku! Aku mati.”

Sung Rin merasakan kalimat itu bagaikan sebuah batu besar yang menghantam dadanya. Ia bahkan berhenti bernafas dengan jantung yang terasa berhenti sesaat. Sebuah kalimat yang kembali membuat otaknya berputar.

“Kau bohong!!” ujarnya lirih. Tangannya menepis kedua tangan Kyuhyun yang masih menggenggam bahunya sebelum bergerak mundur. “Jika kau menganggap ini sebagai lelucon, ini benar-benar tidak lucu!”

“Aku tahu kau pasti tidak akan mempercayainya, tapi kau harus bisa menerima ini karena ini adalah kenyataan! Jika aku bisa memilih, aku ingin kembali dalam tubuhku, aku ingin kembali hidup dan selalu menemanimu”

“Tolong jangan becanda lagi!! Kalau Kyuhyun sudah mati, siapa yang sekarang ada dihadapanku??” ujar Sung Rin yang kembali melangkah mundur semakin menjauhi Kyuhyun.

“Aku… aku memang Kyuhyun, tapi Cho Kyuhyun yang berbeda dunia denganmu… dan sekarang… sekarang adalah kesempatan terakhirku sebelum aku benar-benar meninggalkanmu.”

“KAU BOHONG!!!… mana mungkin…”

“Mianhae… aku tidak akan bisa menemanimu lagi” ucap Kyuhyun memotong kalimat Sung Rin. Ia menatap Sung Rin dengan tatapan yang tak bisa diartikan, namun terlihat benar-benar memilukan. Tanpa disadarinya, air mata mulai menetes keluar dari mata bening Sung Rin.

Sung Rin masih terdiam, lidahnya terasa keluh walau sekedar untuk mengucapkan sebuah kata. Matanya yang basah menatap Kyuhyun tajam, dengan sesekali menggeleng tak percaya.

“Kau tahu aku tidak pernah berbohong padamu. Dan aku ingin kau juga mempercayai ini” kata Kyuhyun dengan nada memohon. Perlahan Ia melangkahkan kakinya mendekati Sung Rin yang masih terdiam.

“Aku… aku mohon jangan tinggalkan aku, Oppa!” pinta Sung Rin. Nampaknya ia sudah sedikit percaya akan kata-kata Kyuhyun.

“Mianhae… tapi aku tidak bisa…” sahut Kyuhyun yang berhasil membuat Sung Rin meluapkan emosinya.

“Baiklah!!… oppa mau pergi kan?… pergilah!!!” ucap Sung Rin sedikit berteriak sembari mendorong tubuh Kyuhyun yang berdiri dihadapannya, mencoba menjauhkan namja itu darinya. “Pergilah!!! Jangan perdulikan aku lagi!!!”

Kyuhyun menahan langkahnya, tangannya mengarah menggenggam kedua tangan Sung Rin yang menempel didadanya. “Mianhae…” ucapnya pelan.

“Pergilah!!” Sung Rin mengayunkan tangannya hingga terlepas dari genggaman Kyuhyun. Ia kembali berjalan mundur sembari menunduk.

“Sung Rin-a, aku akan tetap mencintaimu, bahkan aku tidak pernah berniat melupakanmu!…” Kyuhyun mengarahkan tangannya meraih tangan Sung Rin, namun entah mengapa sepertinya jarak diantara mereka semakin jauh. Walaupun masih sangat jelas Sung Rin berada didepannya, ia tetap tidak bisa meraih gadis itu. Itu membuatnya benar-benar putus asa.

“…aku memang sudah melepasmu, tapi aku masih berharap kau masih mengenangku… Saranghae Sung Rin-a” kalimat itu adalah kata-kata terakhir yang diucapkan Kyuhyun sebelum tubuhnya perlahan memudar, semakin lama semakin pudar, dan akhirnya menghilang seakan pergi bersama hembusan angin disekitarnya.

Merasakan kesunyian yang menyelimutinya, membuat Sung Rin akhirnya mengangkat kepalanya, dan… yang didapatnya kini hanyalah kesunyian… ia menebarkan pandangannya kesegala arah, berharap masih ada sosok namja yang dicarinya. Namun hasilnya tetaplah sama, tak ada lagi sosok Kyuhyun disana… tak ada lagi namja yang selama ini dicintainya… Kyuhyun telah lenyap!

“Kyu… KYU OPPAA!!!” teriak Sung Rin sembari bersimpuh diatas tanah. Perasaan sakit yang luar biasa menyerang hatinya. Tangisnya kini benar-benar pecah.

 

———

 

Kini Sung Rin berdiri tepat di depan sebuah gundukan tanah dengan batu nisan bertuliskan nama Cho Kyuhyun. Air matanya kembali mengalir saat menatap foto yang terpampang di batu nisan tersebut. Foto namja tampan yang selama ini berada disisinya dan mengisi hari-harinya.

Setelah malam itu, Sung Rin mendatangi rumah Kyuhyun dan mendengar pengakuan langsung dari kedua orang tuanya. Kini Ia sudah benar-benar menerima semua ucapan Kyuhyun yang didengarnya semalam. Sung Rin pun segera mendatangi tempat pemakaman yang telah ditunjukkan oleh orang tua Kyuhyun. Dan disanalah Sung Rin sekarang. Berdiri mematung menatap kosong kearah pusara dihadapannya dengan airmata yang sudah membasahi pipinya.

“Maaf, oppa… maaf jika sikapku semalam mengecewakanmu… seperti janjiku, aku akan selalu mengingatmu, aku akan mengenangmu walau kau sudah melepasku sekalipun… Selamat jalan, Oppa!” Sung Rin meletakkan sebuah karangan bunga diatas makam Kyuhyun. Tak tahu kata apa yang pantas untuk ia katakan. Namun yang pasti, Sung Rin tidak pernah berniat melupakan perasaan mendalam yang dirasakannya pada namja yang selama ini menemani dirinya.

-END-

 

Huwaaa… FF yang gajebo…

COMMENT, please!!!

Gasamda ^^

 

 

2 responses to “[FREELANCE] The Last Time (Cho Kyuhyun super junior)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s