[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 16 (With Krystal f x )

Author: ANGELAFT RACTA

Genre: Romance-Friendship

Casts: SHINee, Sora (OC), super junior,  SMTOWN, etc

Buat yang baru nangkring di blog ini, chapter 1-nya bisa di cek disini atau klik disini untuk melihat index untuk memilih chapter yang akan dibaca

——————————————————————————————————————————————

(Onew POV)

Seoul, lift SM building pukul 4 sore..

Belum puas rasanya aku berada disamping Appa dan Umma, sekarang aku harus sudah kembali ke Seoul karena jatah cutiku sudah habis. Rasanya berat sekali meninggalkan mereka berdua. Apalagi Appa masih lemah. Tapi Appa meyakinkanku untuk kembali ke Seoul dan berkata kalau dia baik-baik saja. Appa, entah kenapa rasanya aku ingin selalu berada di sampingmu sekarang.

Ting.. akhirnya lift yang kutumpangi sampai juga ke lantai 12. Cepat-cepat aku jalankan kaki ke dorm nomor 9. Aku merindukan memberku dan juga merindukan orang yang akhir-akhir ini selalu mengganggu pikiranku, Sora.

Baru saja aku memikirkannya, orang yang mengisi relung hatiku (hallah..) langsung terlihat didepan pintu dorm. Sama sepertiku, disebelah tubuhnya juga terlihat sebuah koper yang tidak terlalu besar. Dia juga mengenakan kacamata hitam dan (lagi-lagi) menggunakan sesuatu untuk menutupi lehernya.

“Baru sampai, Sora?”

“Ya. Aku sampai beberapa menit sebelum kau sampai, oppa.” Senyumnya. Akhirnya aku melihat senyum itu lagi setelah beberapa hari absen melihatnya.

“Lalu kenapa tidak masuk duluan?”

“Menunggumu.” Jawab Sora dengan gaya polosnya. “Sebenarnya pada saat naik lift tadi aku sudah melihatmu yang baru memasuki SM building. Tapi pintu lift ku sudah keburu tertutup dan kau juga sudah berlari menuju lift yang lain.”

Aku tersanjung mendengar Sora sengaja menungguku. Hal kecil, tapi cukup membuatku senang. Aku dan Sora bersama-sama memasuki dorm. Kita berdua tidak perlu mengetuk pintu karena dorm ini menggunakan sistem kunci sidik jari. Sidik jari kami berenam sudah terdaftar sebagai pembuka kunci.

“Kami pulang!”

“Selamat datang!” Hanya ada Key dan Jonghyun yang menyambut kami.

“Kemana Taemin dan Minho?”

“Minho? Seperti biasa, shooting.” Ah dasar anak itu. Diantara kami berlima memang hanya Minho yang punya kemampuan ber-acting sehingga diantara kami hanya wajah Minho yang bolak-balik nongol di TV drama.

“Kalo Taemin sedang shooting video clip singlenya bersama Yuuna-ya.”

Capek sekali. Lumayan jauh juga dari rumahku menuju Seoul. Sora-pun sepertinya capek sekali. Dia langsung duduk tanpa membereskan diri atau sekedar mengganti bajunya dengan baju yang lebih nyaman.

“Ini..” Key menyodorkan segelas air tepat didepan muka Sora.

Tanpa ba-bi-bu lagi, Sora langsung meneguk habis air putih dari Key, “Aih, segarnya, gomawo Key oppa. Saranghae..”

“Mana minum buatku?” Enak saja! Kenapa hanya Sora yang dia ambilkan minum!

“Ambil saja sendiri, hyung! Sora kan dongsaeng-ku!”

“AKU KAN HYUNG-MU!! Aish, sudahlah.” Akhirnya dengan terpaksa dan berat hati aku mengambil minumku sendiri. Padahal kan aku dan Sora sama-sama baru sampai! Sama-sama capek. Dan lagi aku kan lebih tua dari Key! Kemana pepatah Korea yang mengatakan ‘utamakan dan hormati yang lebih tua’?!

Sebuah kotak yang tidak biasa terlihat didekat dispenser tempatku mengambil minum. Sepertinya kotak kue. “Hey, siapa yang beli kue? Aku mau mencicipinya sedikit boleh tidak? Sepertinya enak sekali.”

“Itu dari Krystal. Kami belum mencicipinya soalnya Krystal bilang itu untukmu hyung. Dan.. Key, kau sudah memberitahu Krystal kalau Sora sudah pulang? Tadi dia titip pesan agar diberitahu kalau Sora sudah pulang.”

Untukku? Aku perhatikan baik-baik kue itu. Kalau memang itu untukku seharusnya ada pesan-pesan khusus. Tapi hanya ada kue coklat polos yang tampak menggoda selera. Oh, mungkin sebenarnya ini untuk SHINee tapi dia menyebut namaku untuk mewakili SHINee.

Ting tong, bunyi bel dorm kami yang khas.

“Itu pasti Krystal!” Benar saja Layar monitor didekat TV kami menampakkan wajah Krystal. Monitor itu tersambung dengan CCTV didepan pintu dorm kami soalnya.

Sementara Key dan Jonghyung menyambut Krystal, aku dan Sora sibuk menghabiskan kue coklat dari Krystal. Benar-benar enak. Coklatnya meleleh didalam mulut. Seperti kue surga. Ah apa-apaan aku ini, seperti sudah pernah mencicipi kue surga saja. Tidaaakkk!!! Aku tidak mau pergi ke surga secepat itu! (mulai gaje).

Meskipun aku dan Sora masih sibuk dengan kue coklat di ruang makan, kami masih bisa mendengar suara Krystal di ruang tamu, “Oh ya, Sora dimana?”

“Ya ya, aku datang!” Sora meletakkan sisa kue coklatnya begitu saja dan segera pergi menghampiri Krystal. He? Aku jadi penasaran. Untuk apa Krystal menemui Sora? Tapi tidak seperti Sora yang meletakkan kue coklatnya demi menemui Krystal, aku lebih memilih menghabiskan dulu kue coklat yang ada di tanganku, baru aku pergi ke ruang tamu.

Di ruang tamu…. WHAT THE… (Speechless). Apa yang Krystal lakukan? Dia BERLUTUT didepan Sora. Benar-benar BERLUTUT! Merandahkan badanya, menekukkan kakinya sehingga membuat telapak kaki sampai lututnya menyentuh lantai. Mwo? (Apa?) Wae? (Kenapa?) Seorang Krystal yang angkuh itu??

Jeoseonghamnida.. Jeongmal miyanhaeyyo, Sora-ssi.” (Aku benar-benar minta maaf, Sora)

**********

(Jonghyun POV)

Krystal berlutut meminta maaf pada Sora mengenai kejadian tempo hari yang melibatkan media. Tanpa sepengetahuan kami juga Krystal sudah membuat konferensi pers untuk meralat berita tempo hari yang cukup merusak image Sora menjadi seseorang yang menyebalkan.

“Beritanya paling cepat keluar besok. Atau sekarang mungkin sudah ada di internet. Untung saja Super junior dan SNSD hunbae-deul banyak membantu dengan memberikan image positif tentang Sora-ssi. Jeongmal miyanhaeyo, Sora-ssi. Maaf kalau aku terlambat mengadakan konferensi pers. Aku harus menyiapkan kata-kataku dengan matang kali ini.”

Kami semua mengerti. Bagaimana kami tidak mengerti keadaanya melihat tatapan tulus dari Krystal. Lagipula orang yang bersangkutan (Sora) juga memaafkannya dengan mudah. Kini Sora dan Krystal mengobrol dengan akrabnya. Meskipun sedikit bingung harus memperlakukan Sora seperti apa (apakah harus diperlakukan sebagai yeoja atau namja. Apakah lebih tua / lenih muda), tapi lama-kelamaan Krystal terbiasa.

“Sebaiknya aku menyiapkan cha (teh) untuk kalian berdua. Tunggu sebentar.” Onew hyung bangkit menuju dapur. Tetapi kemudian Krystal juga ikut bangkit.

A… Anio oppa. Tak usah repot-repot. Biar aku yang membuatkan teh untuk kalian semua.” Lho, kenapa Krystal jadi terbata-bata seperti itu?

Aku, Key, dan Sora membiarkan saja mereka berdua di dapur. Namun tiba-tiba Key mengedipkan mata, memberi kode menyuruh kami semua untuk meninggalkan dorm. Awalnya aku tidak mengerti tetapi kemudian Key menjelaskan kalau sebaiknya kami meninggalkan Krystal dan Onew berdua di dorm.

“Onew hyung, Krystal, kami pergi dulu! Minho dan Taemin menunggu kami! Oke hyung? Dadah~~”

Key.. berbohong itu tidak baik. Kenapa kau harus berbohong dengan bilang Minho dan Taemin menunggu kita sih?

**********

 

(Author POV)

Setelah bingung akan kemana, Jonghyun, Key, dan Sora memutuskan untuk mampir di tempat coffee break yang berada di komplek SM building. Tidak mungkin bagi mereka untuk keluar dari SM building tanpa penyamaran.

Sementara Jonghyun dan Key masih menunggu Luak coffe yang mereka pesan, Sora sudah menyuruput Madagaskar coffee (gdubrakk) yang dipesannya. “Oppa, Hyung, kenapa kita membiarkan Onew dan Krystal berdua saja?”

“Ng.. itu, sebenarnya aku sedikit peka soal hal seperti itu.” Key tersenyum kecil. “Mungkin orang-orang biasa menyebutnya sebagai semacam indra keenam, tapi tidak juga. Aku hanya sedikit perasa. Itupun hanya beberapa orang saja yang benar-benar terlihat. Tapi entah kenapa aku merasakan kalau Krystal mencintai Onew hyung. Dari tatapan matanya, gerakan tubuhnya. Aku bisa merasakannya Sora, Krystal tipe orang yang menyerupai buku terbuka. Lagipula begitu Krystal mendengar suara Onew hyung, tubuhnya menjadi tegang. Jadi kupikir ya Krystal menyukai Onew hyung. Bagus bukan membiarkan cinta bersemi diantara keduanya?”

“Oh begitu..” Sora mengambil Madagaskar coffee-nya yang baru terminum sedikit dan langsung meneguknya sampai habis in oneshot.

“Hei Sora, apa-apaan kau meminum kopi seperti itu! Kau gila!”

**********

(Onew POV)

Apa-apaan sih mereka meninggalkanku berdua dengan Krystal? Krystal itu bukan muhrimku tau (lho?). Suasana menjadi canggung dan aku lemah pada saat seperti ini. Key lebih ahli soal mencairkan suasana. Key sialan! Kemana dia saat aku benar-benar membutuhkannya!
“Ng.. oppa, mungkin aku lebih baik pulang saja.”

“Sebaiknya kau habiskan dulu teh mu. Bersantai sore bersamapun tidak apa-apa bukan?” Aku berbasa-basi dan Krystalpun mengiyakan ucapanku.

Sambil minum teh dan makan kue, aku dan Krystal menghabiskan sore bersama sambil mengobrol. Tapi meskipun Krystal yang sedang ada di hadapanku, aku teringat pada Sora. Tadi Key bilang akan ada Taemin dan Minho. Ada Minho bersama Sora, ah, mereka berdua pasti menikmati momen itu. Diam-diam aku salut pada Minho yang berani menyatakan cinta pada Sora meskipun kita semua belum tau jenis kelamin Sora.

Atau ternyata dia sudah tau… Tidak! Tidak mungkin! Sora begitu hati-hati dalam menjaga jati dirinya. (catatan penulis: Inget kalau Onew belum tau kalo Minho udah tau kalau Sora itu yeoja. *Bahasanya ribet amat dah*).

Krystal meletakkan cangkir tehnya dan menatapku. “Oppa..”

Ne?”

Bibir Krystal sudah mulai membuka seperti ingin mengatakan sesuatu tapi kemudian batal dan dia malah meneguk tehnya dengan cepat sehingga menghabiskan satu cangkir teh dalam oneshot! Ngg.. kalau kubaca di internet sih, meminum sesuatu dengan cepat atau sekali teguk merupakan tanda kalau cewek tersebut sedang marah atau tegang. Berhubung Krystal sedang dalam posisi yang tidak memungkinkan dia untuk marah padaku, berarti kemungkinannya dia sedang tegang. Tegang? Wae (kenapa?)?

“Ng… Oppa.” Lagi-lagi Krystal tidak sempat melanjutkan. Ayolah saeng, tarik nafas, tenang diri, dan lanjutkan kata-katamu. “Bolehkah aku brreee…..”

Kata-kata Krystal jadi tidak jelas karena dia berbicara terlalu cepat,  “Eh? Mwo?”

“BOLEHKAH AKU BERFOTO BERSAMAMU? Aku bersumpah tidak akan mempublikasikannya kemanapun.”

“Heee???”

**********

(Author POV)

Krystal kembali ke dorm nya dengan langkah yang ringan dan senyum yang menguntai di bibirnya. Jelas-jelas yang sedang ada di wajahnya itu adalah rona kebahagiaan. Empat member f(x) lainnya menatap Krystal dengan aneh sementara Luna sudah membentuk gerakan tangan yang merujuk pada kata ‘gila’.

Amber, salah satu dari empat member f(x) sudah penasaran. “What happened?”

Nothing.” Jawab Krystal ringan. Sementara member f(x) lain tidak melihat, Krystal membuka flip handphone-nya. Dengan senyum yang lebih mengembang dari sebelumnya Krystal melihat layar handphone-nya.

Ada fotonya bersama Onew disana…

**********   

(Minho POV)

Ruang make up Studio Music bank…

Seperti biasa, sebelum tampil di panggung kami akan didandani terlebih dahulu. Biasanya waktu make up akan jadi waktu yang membosankan. Membiarkan orang lain memegang rambutmu, mencorat-coret wajahmu, pokoknya aku paling benci dengan waktu make up.

Tapi kali ini lain. Kali ini waktu make up terasa berbeda. Itu semua karena ada Sora disebelahku. Ya, ruang tunggu Sora digabungkan dengan SHINee. Kostum Sora hari ini sedikit aneh. Setengah dari tubuhnya menggunakan kostum putih-putih sementara sebelah lainnya menggunakan kostum bernuansa putih-merah. Matanya pun berbeda warna. Yang satu berwarna abu-abu sementara yang satunya lagi berwarna merah.

Sora sudah selesai di make-up sepertinya. Aku juga sudah selesai. Dia menghampiriku dengan senyuman menawannya, “Aku aneh ya?”

“Iya.” Aku menyubit dagunya. “Tapi aku tetap suka.”

“Ya! Minho! Ini didepan umum!” Suara Sora sedikit mendesis karena dia berbisik.

Hari ini hari yang besar bagi Sora. Kau tahu kenapa? Karena hari ini adalah hari debutnya. Sora akan diperkenalkan secara resmi. Sora juga akan menyanyikan lagu replay versi Jepang bersama kami dan lagu danger bersama f(x). Tapi kali ini tidak ada yang digantikan. SHINee akan menampilkan lagu itu berenam plus Sora. Sedangkan di f(x) Sora tetap menggantikan Krystal karena Krystal masih dihukum dengan larangan tampil selama 3 bulan. Sora juga akan membawakan single-nya yang berjudul Angel X Demon.

Sora, hwaiting!

***********

(Kibum POV)

Meskipun tidak mendapatkan giliran tampil di music bank, beberapa dari kami (member super junior) datang ke acara music bank. Apalagi kalau bukan dalam rangka debut Sora. Tidak hanya super junior, beberapa member SNSD yang akhir-akhir ini dekat dengan Sora juga datang. Kita sebagai labelmate memang harus saling mendukung.

Kali ini masih ada penampilan dari 2AM. Masih ada waktu sebelum penampilan pertama Sora secara resmi.

“Ah, aku tidak sabar.” Leteuk hyung? Kau berbicara sendiri?

Berhubung aku kasian kalau Leteuk hyung benar jadi berbicara sendiri, jadi aku menanggapi perkataan Leteuk hyung. Aku baik bukan? “Memangnya ada apa hyung?”

“Orang tuaku tadi menelepon katanya Yeodongsaeng-ku akan kembali ke Korea. Aku tidak tau kapan sih jadi aku benar-benar menantikan hal itu.”

Mwo? Sejak kapan hyung punya adik?”

BLETTAAKKK!!! “Aku punya adik dari dulu! Yeodongsaeng yang sangat cantik! Kau pasti akan terpikat padanya! Aku jamin!”

“Siapa namanya hyung?”

“Yurin. Park Yu Rin.”

Park Yu Rin? Nama yang tidak asing sepertinya. Aku jadi teringat pada masa sekolahku di Amerika. Ah, tidak mungkin dia Yu Rin yang sama dengan yang kukenal di sekolah dulu. Lagipula banyak bukan orang Korea yang bernama Yu Rin dan bermarga Park. Kemungkinan kecil sekali kalau aku berharap Park Yu Rin adik Leteuk hyung adalah orang yang sama dengan Park Yu Rin putri masa laluku. (klik disini untuk membaca cerita lepas Kim Kibum, Park Yu Rin)

Oke, back to Sora. 2AM selesai dengan lagu balladnya. Kali ini lampu dimatikan. Inikah saatnya?

Sebuah spotlight berwarna cerah mengarah pada sesosok malaikat diatas panggung yang berdiri menyamping kearah kanan. Tampak anggun dan cantik meskipun rambutnya cukup pendek. Beberapa bulu putih dan bunga mawar putih bertebaran di sekitarnya. Malaikat itu mendongak keatas seperti sedang berkomunikasi dengan langit.

Lampu dimatikan kembali, tetapi sekitar tiga detik kemudian spotlight panggung yang berwarna cerah itu kembali menyorot sesosok demon yang juga berdiri menyamping kearah kiri. Wajahnya tertunduk menyiratkan kebencian ditambah dengan balutan baju hitamnya yang bermodel kerah tinggi. Sayap hitamnyapun terkembang dengan gagah. Kali ini mawar merah dan bulu-bulu hitam yang bertebaran di sekitar sosok demon itu.

Kau tahu apa yang fantastis dari adegan barusan? Yang pasti baik malaikat maupun demon yang barusan adalah orang yang sama. Siapa lagi kalau bukan Sora. Begitu seluruh lampu dinyalakan, terlihat Sora yang berdiri diatas panggung dengan pakaian setengah demon dan setengah angel. Tapi sayap yang tadi dipakainya sudah tidak ada. Mungkin agar membuat Sora nyaman saat nge-dance di panggung.

Tulisan S.O.R.A terpampang di layar besar yang ada didekat panggung. Sora-Angel X Demon. Dengan ini debut Sora RESMI dimulai.

“Kostumnya unik sekali.” Komentar Sungmin hyung. Tak usah kau bilangpun kami tahu, hyung! “Kibum-ah, kau tahu Hudson penyanyi dari Indonesia? Dia sering menggunakan kostum seperti ini juga. Setengah badannya memakai kostum perempuan dan setengahnya lagi memakai kostum laki-laki. Dia dapat bersuara seperti laki-laki dan perempuan. Lucu sekali. Ketika bernyanyi seperti perempuan dia akan menghadap kekanan sedangkan bila bernyanyi sebagai laki-laki dia akan menghadap kekiri. Persis seperti adegan angel dan demon barusan.”

Jeongmal? (Benarkah?) Kau tahu darimana hyung?”

Youtubelah, dari mana lagi. Tapi tetap saja Sora berbeda dengan Hudson. Kalo Sora memang tidak jelas jenis kelaminnya sedangkan Hudson jelas-jelas namja yang bisa bersuara seperti yeoja.”

Atau mungkin Sora itu tidak memiliki jenis kelamin. Hahaha. “Kau harus menunjukkannya padaku, hyung!”

“Baik.. Baik.. Selain itu, Hudson akan menggunakan dua suara, yakni suara yeoja dan suara namja. Sedangkan Sora hanya menggunakan satu suara. Satu yang unik yang tidak terdengar seperti namja maupun yeoja. Dan gerakan dance-nya benar-benar mengagumkan.”

I don’t care whether you like it or not

        I can be an angel or I can be a demon

Saat tiba pada bagian reff yang sebagiannya berbahasa Inggris, kulihat beberapa penonton ikut menggerakkan badannya mengikuti irama lagu yang cukup nge-beat. Baik yang membawa banner SHINee, f(x), maupun 2AM.

“SORAAA!!!!” Pekikan penonton mengguncang studio music bank ini. Respon yang bagus bukan? “SORAAAA!!!!”

Sora berdiri tegap di panggung kemudian membungkuk dalam-dalam kepada penonton. Sora, bagaimana perasaanmu saat ini? Senang? Kau juga pasti merasakan perasaan yang sama denganku pada saat super junior ’05 melakukan debut pertama kami (sebelum Kyuhyun masuk, nama super junior adalah super junior ’05).

Kamera menyorot langsung kearah muka Sora. Melalui layar besar itulah aku bisa melihat dengan jelas senyuman Sora. Senyuman penuh kebanggaan dan kebahagiaan. Tetaplah tersenyum dengan senyuman itu. Sora!

Sesudahnya Sora kembali tampil bersama SHINee dan f(x) seakan-akan ingin menekankan kalau Sora bisa tampil sebagai namja maupun yeoja.

Mengagumkan..”

**********

(Sora POV)

Masih dalam rangka promo single-ku. Hari ini ada jadwal wawancara di acara Kiss the radio bersama Yesung dan Leteuk. Sebenarnya aku tidak terlalu suka wawancara. Ingat, aku ini penyanyi, bukan artis! Aku tidak terlalu suka kalau kehidupan pribadiku dibesar-besarkan. Tapi Yesung dan Leteuk berhasil membujukku. Inilah hasilnya.

“Kau siap Sora?” Aku mengangguk. “Setelah lagumu selesai diputar kita akan segera on air.”

Tak lama kemudian lagu Angel X Demon terdengar di seluruh penjuru ruangan. Hmm.. kalau didengarkan seperti ini suaraku cukup bagus juga ternyata. Yesung dan Leteuk sedikit-sedikit juga sudah mulai familiar dengan lagu ini. Mulut mereka komat-kamit mengikuti lirik lagunya.

“Sukira kiss the radio bersama saya Yesung dan seperti biasa kita kedatangan seorang tamu disini…”

Bletakk.. satu jitakan mendarat mulus di kepala Yesung. Uuh, sepertinya  Leteuk mengeluarkan tenaga dalamnya sehingga bunyi jitakan itu cukup keras. “Kenapa tak kau sebutkan namaku? Ah! Baiklah pendengar sekalian, kita menghadirkan seseorang yang nggak jelas banget. Baru debut. tapi sekarang aku jadi bingung. Kau itu lebih tua dariku atau lebih muda dariku?”

“Rahasia.” Jawabku.

“Ah, baiklah kalau begitu. Kita panggil dia Sora-ssi saja. Ya, inilah dia Sora. Mungkin para pendengar semua sudah mendengar single-nya yang berjudul Angel X Demon. Mari kita berbincang-bincang sedikit. Aa, Sora-ssi kali ini pertanyaan yang paling banyak ditanya. Sebenarnya kau itu namja atau yeoja?”

“Yang itu juga rahasia.”

“Aish Sora-ssi. Kau berhasil membuat kami penasaran. Lalu…”

Bincang-bincang dilanjutkan. Yesung dan Leteuk secara bergilir menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Yesung dan Leteuk juga berusaha agar tidak terlihat terlalu mengorek-ngorek kepribadianku karena aku sudah bilang pada penulis skrip kalau aku tidak bisa menceritakan mendetail tentang diriku. Mereka bertanya mengenai hal-hal umum seperti hobiku (bermain adu cepat matematika di internet), bahasa yang aku kuasai.

“Sebenarnya, Bahasa Jepangku lebih baik daripada Bahasa Korea. Tetapi aku juga tidak keberatan kalau kau ingin sedikit berbincang dengan Bahasa Cina atau Inggris.”

Jinjja? Ah, kau pasti akan cocok sekali dengan Zhou Mi.” Yesung dan Leteuk sepertinya pura-pura tidak mengetahui tentang hal ini. Padahal kan aku sudah mendemonstrasikan Bahasa Cinaku di dorm suju waktu sedang bersama Zhou Mi.

Ne, tapi sebenarnya aku lebih menyukai Bahasa-Bahasa di Eropa. Tulisannya tidak serumit bahasa-bahasa di Asia.”

“Dengan kelebihanmu itu, adakah rencana untuk membuat album atau single berbahasa asing? Seperti kami super junior yang menyanyikan lagu berbahasa Cina maupun Jepang.”

“Hahahaha.” Semoga pihak SME mendengar wawancaraku. “Kalau soal itu aku tidak dapat memastikannya. Sebenarnya aku berharap juga, tetapi masalah itu sebaiknya kau tanyakan pada pihak SM Entertainment.”

“Lalu, kalau makanan kesukaanmu?”

“Ng.. apa ya..” Tiba-tiba aku jadi teringat Key, semoga dia mendengar siaran kali ini. “Semua masakan buatan Key.”

“Wah, seharusnya kau ke Babtol! Kalau kau sudah ke Babtol pasti seleramu akan berubah.” He?? Babtol? Apa itu? Kenapa Yesung membahas tentang Babtol?

“Babtol?”

Blettakk.. Lagi-lagi satu jitakan mendarat di kepala Yesung dan lagi-lagi Leteuk yang melakukannya. “Enak saja menyelipkan iklan terselubung disini!”

“Hahaha… Oh begitu ya? Baiklah, bos! Biaya iklannya potong dari gajiku saja ya! Baiklah saudara-saudara, kalau ke Hongdae gate jangan lupa mampir ke Babtol. Hanya 50 meter dari hongdae gate. Itu restoran milik keluargaku. Aku juga sering berada disana. Datang ya!”

Bincang-cincang kali ini berjalan menyenangkan. Mungkin karena aku sudah mengenal Yesung dan Leteuk sebelumnya. Mereka juga mengerti keinginanku. Terkadang ketika aku tidak memiliki jawaban atau tidak ingin menyebutkan alasannya, mereka langsung mengganti topik sehingga aku tidak merasa terbebani.

“Ng.. Sora-ssi. Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan dari dulu. Di dorm, kau selalu terlihat menutupi lehermu, baik dengan sapu tangan, jaket, atau menggunakan baju dengan model kerah tinggi. Lalu di setiap penampilanmu juga begitu. Sebenarnya kenapa kau selalu menutupi lehermu?”

Tiap kali aku merasa bersedih atau merasa kehilangan aku selalu memegang leherku. “Ah, ini. Sebenernya aku punya bekas luka bakar yang cukup parah di leher.”

“Kenapa tidak kau lenyapkan saja luka itu. Bukankah jaman sekarang sudah ada operasi plastik?”

“Dan membiarkan satu-satunya jejak masa kecilku menghilang? Tidak-tidak, biarkan aku mati dengan luka ini.”

Lagi-lagi aku menyentuh leherku yang tertutup. “Entah kenapa Aku tidak ingat masa kecilku. Aku juga tidak memiliki barang-barang yang bisa mengingatkanku pada hal itu karena sejak dulu aku tinggal di panti asuhan dan aku tidak membawa apa-apa selain diriku ke panti asuhan itu. Hanya luka ini yang kubawa dari masa kecilku..

Waktu kebakaran di rumahku yang menyebabkan aku jadi sebatang kara. Kedua orangtua ku meninggal dan kalau tidak salah aku juga memiliki adik yang juga meninggal pada tragedi itu. Tapi itu juga kalau tidak salah sih, seperti yang kubilang tadi, aku melupakan sepotong memori mengenai masa kecilku. Hanya luka ini yang kubawa. Aku tidak mau menghilangkannya.”

Backsound pengiring wawancara berubah yang tadinya backsound yang terdengar ceria menjadi biola yang menyayat hati. Yesung dan Leteuk juga memancarkan pandangan mata yang terlihat mengasihaniku. Yesung dan Leteuk juga mengatakan kata-kata indah untuk menghiburku. Hahaha, lucu sekali!

Babo!” Hahaha, padahal sebentar lagi mungkin aku bisa membuat para pendengar menangis mendengar kisahku. “Tentu saja aku menutupi leherku untuk menutupi jati diriku! Kalau leherku terbuka tentu kalian semua bisa melihat ada atau tidaknya jakun disana. Andaikata aku tidak memiliki jakun, tentu kalian semua akan langsung menjudgeku sebagai yeoja. Tetapi kalau ada, langsung ketahuan kalau aku namja bukan!”

Hahahaha.. aku tertawa begitu mendengar backsound musik sedih berubah menjadi backsound kaset rusak. “Jadi kau mengerjai kami, Sora-ssi? Kejam sekali! Air mataku sudah keluar! Kembalikan air mataku dengan segera!”

Babo Yesung! Dengan apa kuganti air matamu? -_-

**********

(Minho POV)

Kalau biasanya kami hanya menonton TV di dorm, kali ini tumben-tumbenan kami menyetel TV kami ke mode radio. Ya, hari ini wawancara Sora di acara Sukira kiss the radio. Kami semua member SHINee ikut mendengarkannya. Yah, meskipun tidak fokus mendengarkan sih. Ada yang mendengarkan sambil bermain PSP (Aku), ada yang sambil ngemil tahu (Onew hyung), ada yang sambil masak (Key), juga ada yang sambil mengobrol (Taemin dan Jonghyun hyung).

Awalnya kami terkesan biasa-biasa saja saat mendengar radio ini. Tapi begitu backsound berubah menyedihkan, kami menghentikan semua kegiatan kami dan menatap TV itu dengan serius.

       “Ah, ini. Sebenernya aku punya bekas luka bakar yang cukup parah di leher. Entah kenapa Aku tidak ingat masa kecilku. Aku juga tidak memiliki barang-barang yang bisa mengingatkanku pada hal itu karena sejak dulu aku tinggal di panti asuhan. Hanya luka ini yang kubawa dari masa kecilku. Waktu kebakaran di rumahku yang menyebabkan aku jadi sebatang kara. Kedua orangtua ku meninggal dan kalau tidak salah aku juga memiliki adik yang juga meninggal pada tragedi itu. Tapi itu juga kalau tidak salah sih, seperti yang kubilang tadi, aku melupakan sepotong memori mengenai masa laluku.”

“Sora noona serius?”

Key yang tadinya lagi memasakpun menghentikan masakannya. Air matanya terus mengalir sehingga dia harus ‘menebang hutan’. Well, itu karena Key menghabiskan tisue untuk menghapus air matanya. Kau tahu, tisue kan terbuat dari kayu, kayu terbuat dari pohon. Pohon sendiri berasal dari hutan. Kalau kau menghabiskan tisue berarti kau menebang hutan bukan!

Saat kami sedang serius-seriusnya dan prihatin, tiba-tiba backsound radio berubah jadi suara kaset rusak, “Tentu saja aku menutupi leherku untuk menutupi jati diriku! Kalau leherku terbuka tentu kalian semua bisa melihat ada atau tidaknya jakun disana. Andaikata aku tidak memiliki jakun, tentu kalian semua akan langsung menjudgeku sebagai yeoja. Tetapi kalau ada, langsung ketahuan kalau aku namja bukan!”

Gdubrak! Khas Sora sekali! Bisa juga dia mengerjai kami! Jahat sekali, dia bahkan membiarkan Key menebang hutan. Padahal kan sekarang sedang pemanasan global.

**********

(Onew POV)

       Sudah lama aku tidak menulis di ‘from SHINee’ board di official web SHINee. Sudah cukup lama juga sejak terakhir kali aku membalas UFO replies dari fan. Ruang gerak kami di internet memang cukup dibatasi oleh pihak SME dan selalu dipantau. Pertama, SME tidak mau kalau kami sampai ‘kelepasan’ di internet. Kesalahan kecil dari kami bisa dibesar-besarkan oleh para netizen. Yang kedua, kami ini masih junior dan masih belum berpengalaman dibandingkan dengan sunbae kami super junior. Dibanding mangga yang sudah matang, tentu kita akan lebih berhati-hati dengan mangga yang baru berbuah bukan? Kita tentu akan merawatnya dan memberi bungkusan meskipun mangga itu masih dipohon agar nantinya pada saat sudah matang lebih enak untuk dinikmati. Begitulah kurang lebih ilustrasi SHINee yang bisa kita ibaratkan seperti mangga muda.

Tapi sekali-kali tidak apa-apa bukan aku membalas UFO replies ^^ mumpung komputer di dorm tidak ada yang menggunakan.

*) Fan : SHINee oppa-deul. Kenapa kalian jarang sekali membalas pesan kami?

Onew (ow): Miyanhaeyyo, kami belum bayar internet jadi koneksi internet kami mati

kekeke :p

*) Fan: Onew oppa, apa yang kau lakukan kalau kau lapar?

Ow: Menyuruh Key memasak J

*) Fan: Antara ayam dan shawol, kau akan memilih siapa?

Ow: Pertanyaan yang sulit. Ayam! Karena ayam sudah menemaniku selama 22 tahun

Hidupku (chicken maniac). Tapi cintaku untuk shawol tidak terbatas😀

Cukup banyak juga pertanyaan yang sempat kubalas. Beberapa dari pertanyaan itu bahkan ada yang lucu.

*) fan: Oppa, apa kau akrab dengn Sora? Titip salamku untuknya. Kalau tidak keberatan,

bisakah menyuruhnya untuk melihat web ini?

Fan yang ini mengirimiku sebuah link. Beitu ku-klik isinya…

“Sora! Coba kau lihat ini!” Aku menarik Sora yang awalnya sedang duduk di sofa sambil memakan cookies buatan Key. Begitu kutarik, dia tak lupa membawa toples cookies itu. Dasar rakus! “Kau lihat ini Sora? Ini semua dari fan-mu.”

Terpampang di monitor ini sebuah halaman web berwarna setengah hitam dan setengah putih. Backsound dari web itu adalah lagu Angel X Demon. Beberapa foto Sora terpampang disana. Ada artikel-artikel mengenai Sora juga meskipun tidak banyak.

“Hei, kau tidak mau mengumumkan nama fan group resmimu? Lihat, mereka menyebut diri mereka Angelic dan Demonic. Angelic untuk mereka yang percaya kalau kau yeoja sedangkan Demonic untuk mereka yang percaya kalau kau namja. Mereka akan tetap menyebut diri mereka Angelic-Demonic sampai kau mengumumkan nama fan group resmimu.”

Sora masih menskroll mouse-nya untuk melihat-lihat artikel disana. Hanya ada sedikit sekali berhubung masih banyak yang belum mereka ketahui tentang Sora. “Kalau mereka memang suka dengan nama itu, biarkan saja.”

“Kalau begitu setidaknya kau harus berinteraksi dengan para netizen. Biarkan mereka mengetahui sedikit info tentangmu. Mereka pasti senang.”

Raut muka Sora berubah tiba-tiba. Kesedihan bersarang dimata bening itu. “Hyung, aku ini penyanyi, bukan artis. Lagipula bagaimana bisa aku memberitahu mereka tentang kehidupan pribadiku sedangkan aku sendiri hanya ingat sebagian mengenai kehidupanku.”

“Sora… Apa semua yang kau bilang di radio itu kenyataan?”

Raut wajahnya berubah tiba-tiba lagi. Kali ini menyiratkan mata jailnya. “Aku bercanda. Arra.. arra, kau benar. Sebaiknya aku membalas sebagian komentar-komentar itu.”

***********

(Onew POV)

Aku masih memperhatikan Sora yang duduk didepan komputer dan membiarkan jarinya menari diatas keyboard. Sesekali dia tersenyum atau malah tertawa. Sepertinya kau cukup sukses dengan debutmu ya, Sora?

“Aih..” Omo, kau kenapa Sora? Kenapa tiba-tiba kau memegang-megang lehermu dengan kasar seperti itu? Apa terasa gatal disana? Tentu saja Sora, kau selalu menutupi lehermu dengan ketat seperti itu. Padahal ada banyak keringat yang menungu untuk dikeluarkan dari lehermu. Apa kau sudah terjangkit jamur karena itu?

Langkah kakiku bergerak sejalan dengan langkah kaki Sora yang menuju ke kamar mandi. Sora langsung menuju cermin di kamar mandi tanpa menutup pintu kamar mandi. Cermin itu tertutup oleh tubuh Sora sehingga aku yang mengintip dari pintu kamar mandi tidak bisa melihat pantulan di cermin. Tetapi….

Itu, sebuah luka bakar. Di lehernya benar-benar terdapat luka bakar yang cukup besar. Tangannya tampak mengelus luka itu secara halus.

“Umma… Appa…” Ada apa dengan umma dan appamu Sora?

Di lehernya juga terdapat bercak-bercak putih seperti panu. Kasihan sekali Soraku.

*********

(Sora POV)

Aish! Benar kan! Ada panu di leherku! Ini resiko karena aku sealu menutup leherku dan keringat jadi terserap di penutup leherku dan aku menggunakannya sepanjang hari. Jamur-jamur sialan ini, benar-benar gatal!

“Lain kali tutup pintunya…” Deg, siapa itu?! Gawat, aku tidak sedang menggunakan penutup leherku. Pasti ketauan. “Bagaimana kalau ada yang lihat kau tanpa penutup leher.”

“Minho?”

Minho menutup pintunya dan berjalan ke dekatku. Huh, untung hanya Minho, “Kita sedang berdua saja bukan? Bagaimana kalau memanggilku oppa?”

Aku diam saja meskipun sebenarnya jantungku berdebar-debar. Tapi diam ini juga menyiksaku. Bagaimana kalau Minho oppa mendengar debaran jantungku?

Minho oppa menjulurkan tangannya untuk menyentuh tekukku. Didetik yang sama tubuhku mulai merinding ketika tangan Minho oppa yang dingin menyentuh kulitku, “Luka ini.”

Tanpa sadar aku menempis tangannya. Terlintas di pikiranku kalau aku tidak ingin ada orang lain yang menyentuh lukaku. “Ah, miyanhae oppa.”

Gwenchana.”

Rasanya mukaku merah dan memanas. Rasanya juga terlalu menegangkan untuk berdiri jadi aku duduk diatas meja tempat kami menaruh sikat gigi, odol, sabun, dll. Aku duduk disana sedangkan Minho oppa tetap berdiri didepanku. Kedua tangannya memegang tepian meja yang kududuki. Tangan kananya berada didekat kaki kiriku sedangkan tangan kirinya berada didekat kaki kananku. Dia juga membungkukkan badannya agar kepalanya sedikit lebih rendah dari kepalaku sehingga dia bisa mendekatkan mukanya pada mukaku.

“Jadi sebenarnya, ceritamu di radio. Semuanya benar?”

Ditatap oleh Minho oppa dalam jarak yang sedekat itu, aku tak kuasa berbohong lagi. Kepalaku menganguk.

“Kenapa tidak operasi plastik saja?”

“Tidak oppa. Satu-satunya peninggalan yang kubawa dari masa laluku. Aku tidak ingat sama sekali mengenai kehidupanku sebelum di panti. Mungkin hanya luka ini yang bisa mengingatkanku pada masa laluku. Yang aku ingat hanya suara Umma dan Appa yang memanggil-manggil namaku di tengah kobaran api, rumah yang terbakar, api merah yang begitu mengerikan, panasnya udara saat itu, suaraku yang habis untuk berteriak meminta pertolongan, leherku yang terkena besi panas, rasa putus asa dan pasrah jika aku mati. Aku.. aku…”

Sesuatu yang hangat dan cair terasa mengalir dari mataku. Oh tidak, aku tidak pernah menangis lagi sejak hari aku dibawa ke panti asuhan. Jangan menangis Sora! Air mata sialan, berhentilah mengalir!

Bukannya merasakan air mata yang mengering, aku justru merasakan sepasang bibir lembut menyentuh bibirku. Hidung lembut itu juga menyentuh hidungku yang membuatku sedikit merasakan sensasi geli. Mataku membelak karena kaget. Aku tidak menolak atau membalas ciuman itu. Aku diam saja, seperti batu. Minho oppa menciumku?

“Menangislah Sora. Lepaskan semua kesedihanmu.”

Lalu Minho oppa menciumku lagi dengan menarik kepalaku mendekat.

**********

(Onew POV)

“Ahjussi (paman), berikan aku salep anti jamur!” Semoga salep ini bisa meringankan penderitaan Sora yang diakibatkan oleh jamur nakal itu.

“Oppa!” Wah, tak menyangka aku bertemu Krystal di apotek ini.

“Krystal. Apa yang kau lakukan disini?”

Sebelum aku menjawab, ahjussi tukang jual obat menghampiri Krystal. “Ini tamponmu, nona.”
Krystal menerima bungkusan itu dengan malu-malu. Ha, aku mengerti. Sudahlah, tak usah terlalu dibahas, bukankah yeoja yang membli tampon itu adalah hal yang wajar?

Akhirnya aku dan Krystal berjalan bersama menuju dorm. “Oh ya, oppa sudah dengar kalau SM Town akan mengadakan konser di Indonesia?”

“He? Jeongmal?”

“Konsernya masih sebulan lagi. Semua member SM akan tampil disana. Lagipula saat itu masa hukumanku sudah selesai.”

Aku belum mendengarnya sih. Palingan sebentar lagi juga manajer hyung akan memberitahu kami soal itu. Konser SM Town? Pasti menyenangkan satu panggung bersama sunbaedeul dan juga para hunbae-deul.

Krystal tampak sedikit malu-malu kali ini dibandingkan dengan saat dia berkunjung ke rumahku. Mukanya juga terlihat memerah. Aku berusaha mengajaknya mengbrol agar suasana tidak erlalu canggung. Tapi entahlah, aku merasa dia tegang sekali kali ini.

Lift yang kami naiki terasa lambat sekali. Berdua saja di lift tanpa berbicara membuatku merasa sedikit aneh. “Ng.. Krystal, kau…”

Baru saja aku akan memulai pembicaraan, Krystal langsung memotongnya, “Oppa..choanheyyo (oppa, aku menyukaimu)”

Ting, lift tiba di lantai 9, dorm f(x). Krystal langsung keluar dari lift dan berlari meninggalkanku tanpa mengatakan apa-apa lagi.

Hee?? Aku tidak salah dengar bukan?

**********

(Author POV)

Onew berlari kecil. Sedikit terburu-buru tidak sabar menuju dorm untuk menyerahkan salep anti jamur yang tadi dibelinya. Dia berharap semoga perhatian kecil darinya bisa membuat Sora senang.

“Sora!” Dia memanggil Sora tetapi tidak ada jawaban. Dia mencari Sora di kamarnya, tetapi tidak ada. Pintunya terkunci. Dicari di dapur, di ruangan lain tetap tidak ada. Mungkin Sora masih berada di kamar mandi, pikirnya.

Perlahan Onew membuka pintu kamar mandi. Pelan-pelan sekali karena dia tidak mau mengagetkan Sora. Tapi ternyata bukan dia yang mengagetkan Sora, justru dia yang terkejut melihat seorang namja dan seorang yeoja berciuman di kamar mandi.

“Kau cemburu, hyung?” Lagi-lagi dia terkejut melihat Key yang mendadak ada di belakangnya. “Jangan kaget hyung, aku sudah tau semuanya.”

“Huh, apa maksudmu? Aku tidak cemburu!”

Key tampak tersenyum sinis, “Hyung pikir aku tidak tahu? Kau dan Minho sama-sama mencintai Sora! Tidak peduli apakah Sora itu namja ataupun yeoja.”

“Tidak Key, kau salah! Bagaimana kalau Sora ternyata namja? Aku tidak siap kalau aku harus jadi gay! Kalo Minho mungkin dia sudah siap.” Keringat dingin mengucur dari seluruh pori-pori tubuh Onew. Dia tahu kalau dia sedang berbohong saat ini.

“Aku tidak salah hyung! Aku tahu itu. Kau tidak peduli apakah Sora yeoja maupun namja. Aku bisa merasakannya. Bukankah itu memang kelebihanku?”

Onew melempar salep yang tadi dia beli ke sembarang tempat, “Kau ngomong seperti itupun sudah tidak ada gunanya lagi!”

**********

(Sora POV)

“Mana Onew?”

“Tidak tahu, dia tidak pulang daritadi siang. Tapi tadi dia mengirim email padaku. Katanya tidak usah khawatir karena dia baik-baik saja. Dia baru akan pulang besok pagi.” Kabar dari Jonghyun membuatku sedikit tenang.

“Sebenarnya ada yang ingin kubicarakan dengan kalian. Mulai besok aku tidak akan tinggal disini lagi. Aku sudah mendapatkan dorm untukku sendiri.”

Mwo? Memangnya kau harus pindah, noona?”

Aku mengangguk, “Berbahaya jika aku tetap disini. Kalau wartawan sampai tahu, bisa-bisa semua orang langsung menganggapku namja karena tinggal bersama lima orang namja. Dari awal memang aku berencana hanya tinggal disini untuk sementara sampai masa debutku. Kata Suman-ssi, aku diharuskan banyak belajar pada kalian. Aku juga sudah mendapatkan banyak ilmu dari kalian. Khamsa hamnida.”

Meskipun awalnya terasa berat, akhirnya mereka semua melepasku. Mereka juga membantuku mengepak barang-barangku. Lagipula barangku sedikit sekali jadi mudah saja untuk membereskannya.

“Sora…” Key mendekat kearahku sambil membawa setabung.. salep anti jamur? “Ini dari seseorang yang dengan tulus mencintaimu.”

Mencintaiku? Siapa?

“Wah, hebat sekali orang yang berani mencintai Sora noona. Berarti dia sudah siap menjadi seorang lesby!”

“Atau Gay!” Jonghyun hyung menambahkan kemudian dia dan Taemin ber-toss ria.

Siapa ya???

**********

(bersambung)

LAMPIRAN, FUN FACT SORA (by: Onew)

  1. Nama panggungnya Sora, nama aslinya tidak ada yang tahu
  2. Umur : tidak diketahui
  3. Jenis kelamin : tidak diketahui
  4. Asal-usul : tidak diketahui. Mungkin wajahnya memang mirip orang Asia Timur lainnya (dalam versi yang sedikit lebih rupawan tentunya) tapi dia berani bersumpah kalau dia bukan berasal dari Asia Timur.
  5. Hobi: bermain adu cepat matematika di internet (ranking 1 dunia)
  6. IQ-nya 145. Dia itu bukan sekedar pintar, tetapi JENIUS! Karena itu dia akan belajar dengan sangat cepat. Berikan saja buku paduan menyetir, maka pada saat pertama kali menaiki mobil dia sudah akan bisa menyetir DENGAN HANYA BELAJAR DARI BUKU.
  7. Lancar sekali dalam Bahasa Korea. Dia juga mahir dalam Bahasa Inggris, Bahasa Cina (teman ngbrol Zhoumi hyung kalau ia lagi kangen berbahasa Cina), Bahasa Jepang, Prancis, Italia, Jerman, Arab, Ibrani, dan bahkan Bahasa Indonesia.
  8. Dapat memecahkan puzzle rubix dalam waktu 30 detik.
  9. Dapat bernyanyi hingga 5 oktaf.
  10. Paling benci membaca cerita detektif atau misteri karena dia sudah bisa menebak akhir ceritanya dengan tepat.
  11. Lagu favoritnya: Miss you-by SM the Ballad. Dia bahkan pernah meng-cover lagu itu di acara Sukira kiss the radio. Banyak yang berpendapat lagu itu lebih baik dibawakan oleh Sora tetapi angota SM the ballad tidak marah tentang hal itu.
  12. Selalu memiliki dua jenis barang. Yang satu barang yeoja, yang satunya barang namja. Contoh, dia memiliki shampoo yeoja dan shampoo namja.
  13. Memakai tiga jenis pasta gigi yang berbeda sekaligus.
  14. Memanggil orang-orang dengan jabatan yang acak. Mungkin untuk beberapa saat dia akan memanggilmu ‘hyung’. Tak lama kemudian dia akan memanggilmu ‘oppa’. Atau bahkan dia hanya memanggil namamu seakan-akan dia lebih tua. Begitu pula pada yeoja-deul. Terkadang dia akan memanggilmu ‘onnie’ beberapa waktu kemudian berubah menjadi ‘noona’.
  15. Sekali waktu dia akan terlihat manis sekali tapi di lain waktu dia akan terlihat SANGAT garang.
  16. Keluarga SME yang paling cepat debut (hanya beberapa bulan trainee)
  17. Minum susu sebanyak 1-2 liter perhari (milk maniac). Suka apapun yang berbahan dasar susu (terutama es krim). Tapi kok dia tidak bertambah tinggi ya?
  18. Makanan kesukaannya adalah semua masakan Key. Minuman kesukaannya sudah jelas bukan -_-
  19. Pandai sekali memasak, memasangkan masker dan membantu member SNSD mengecat kuku mereka. Tetapi dia juga suka berbincang mengenai otomotif dan berlatih bela diri bersama super junior sunbae deul.
  20. Entah sejak kapan dia bertugas sebagai pengantar pakaian ke laundry dan membuang sampah setiap pagi. Padahal dia sendiri selalu mencuci pakaiannya sendiri.
  21. Dekat dengan Key. Key itu oppa/hyung -nya
  22. Dia, Minho, dan Kyuhyun menjuluki diri mereka sebagai three gamekeeters mereka bertiga adalah game maniac!
  23. Jonghyun: “Dia pasti namja!” (semenit kemudian) “Dia pasti yeoja!”…. Taemin: “Sora-noona~~ neomu yeoppo. (kau cantik)”….. Key: “Dia dongsaengku, terserah mau namdongsaeng atau yeodongsaeng.”….. Onew: *akan memperlakukan Sora tergantung dengan jabatan apa Sora memanggilnya*….. Minho: *diam saja*
  24. Sora pada Jonghyun: “Dia tipe hyung favoritku.”… Sora pada Taemin: “Kau imut sekali Taemin. Maukah ku jadi dongsaengku?”… Sora pada Key: “Oppa/Hyung, saranghae.”… Sora pada Onew: “Aih, beruntung sekali wanita yang menjadi pacarmu.”… Sora pada Minho: *hening*
  25. Katanya: “Aku ini PENYANYI, bukan ARTIS.”

klik disini untuk membaca SHINee-ing as Bright as the SKY chapter 17

5 responses to “[Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 16 (With Krystal f x )

  1. Ping-balik: [Korea Fan Fiction] SHINee-ing as Bright as the SKY – Chapter 15 (with SMTOWN ) | Asian Fan Fiction Story·

  2. OMO~ itu minho!! aaaaaaaaaaa~ *histeris

    bang tahu sabar ya bang. kalo sora udh sama minho, bang tahu sama ane aja #PLAKK *digetok MVP*

    ayo eonnie, cepetan post slanjutnya. katanya kan udh smpe chapter 20an dilaptopnya eonnie. ehehehe😀 ._.V

  3. Angel ..
    Aku ud bca part ini dr 5 buln yg lalu ..
    Huwee ..
    Gpplah review lg ..
    Sprti biasa ..
    Tulisanmu rapii
    bnyk adegan sdrhana tp menggelitik ..
    Aku jd ngakak lg pas bca kue surga ..
    Ap dah it si babang onyu .. SANGTAE ..
    Tp dsni partny lbh cpt yaa
    kalo d wattpd ini part 18 dh kalo g slh ..
    Huwee part dpn adlh part yg pling mnysakkn ..
    Bkin aku nangis kejerr saeng ..
    Ayo cpt kluar yaa ..
    Aku pngn tau lnjutnny ..
    Smangat saeng !

  4. Minooooooooo
    Apa yang kamu lakukan

    Onyu kocak
    Ngasih salep jamur
    Wakakakakakakaka
    Kalo aku jadi sora *pengennya* sakit ati dikasih salep gituan
    Wakakakaka
    Ngakak guling guling

    Cieeee krystal yang belo tampon
    *apa sih*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s