[FREELANCE] I Hate the Way You Love Me – part 3 of 3 END (Cho Kyuhyun, Kim Heechul Super Junior)

Tittle    : I Hate The Way You Love Me

Cast     : Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Park Sara (OC / you)

Author : Radistha

Twitter : @tha_radistha

Facebook: Tha Radistha

Genre   : Romance

Length : 3/3

—————————————————————————————-

Bagi yang baru nakring di blog ini danbelum baca cerita sebelumnya, klik disini untuk membaca part 1 atau klik disini untuk membaca I hate the way you love me part 2

Author POV

Sara mengerjapkan matanya ketika cahaya matahari mengusik tidurnya. Rasanya sulit untuk membuka mata karena matanya terasa sangat lengket, mungkin karena kemarin dia menangis seharian. Tapi hal itu tidak membuat Sara mengurungkan niatnya untuk bangun, dengan sangat terpaksa Sara membuka matanya yang langsung disambut cahaya terang dari lampu kamar.

“Nnngghh,,” Sara mengerang sambil kembali menutup matanya dengan punggung tangannya. Matanya terasa sangat perih sekarang, entah akan sebengkak apa matanya kali ini. Efek menangis selalu membuat matanya bengkak dan wajahnya akan terlihat sangat buruk.

“Kau sudah bangun?” suara itu, suara yang sudah sangat dikenal oleh Sara membuat gadis itu kembali membuka matanya dan mencari kearah suara itu berasal. Pria itu berada disana, duduk ditepi ranjang menatap Sara dengan tatapan yang belum pernah Sara lihat sebelumnya, tatapan sendu dan terluka. Kantung mata menghiasi wajah tampannya.

“Oppa,,” Sara bangkit dari tidurnya dan duduk sambil menunduk, menghindari tatapan pria itu.

Menyadari Sara menghindari tatapannya, membuat Kyuhyun semakin terluka. Berfikir kalau dirinya sudah melukai gadis yang ternyata telah membuatnya jatuh cinta membuat rasa sakit yang Kyuhyun rasakan menyerangnya dengan hantaman yang semakin kuat.

“Apa yang oppa lakukan disini?” dengan suara bergetar Sara mencoba untuk menguatkan dirinya bertanya pada Kyuhyun.

Kyuhyun tidak meresponnya sama sekali, hanya menatapi wajah gadis dihadapannya dengan intens. Merekam setiap detail yang bisa dilihatnya. Wajah gadisnya yang cantik walaupun sekarang matanya terlihat sangat bengkak karena terlalu banyak menangis tapi tetap saja wajah gadis ini yang telah menemaninya selama lebih dari setahun. Gadis yang selalu memberikan senyum manisnya walaupun Kyuhyun tidak mempedulikan sama sekali dan Kyuhyun baru menyadarinya sekarang kalau dia sangat merindukan senyuman itu.

“Kalau oppa disini hanya untuk marah padaku sebaiknya oppa pergi saja. Aku sadar kalau selama ini sudah banyak merepotkan oppa. Mianhae,” ucap Sara sambil menahan rasa sakit hatinya. Melihat Kyuhyun dihadapannya membuatnya kembali mengingat kejadian kemarin siang dan itu terasa sangat menyakitkan.

“Sara-ya sebenarnya yang kau lihat kemarin tidak seperti kelihatannya. Kau salah paham, sebenarnya,,,” kali ini Kyuhyun membuaka suaranya. Berharap Sara mau mendengar penjelasannya dan bisa menyelesaikannya masalahnya dengan baik tapi Sara tiba-tiba memotong ucapannya.

“Cukup,” ucap Sara tegas. Ini pertama kalinya bagi Sara untuk berbicara dengan nada tegas pada Kyuhyun dan itu membuat Kyuhyun sedikit kaget dibuatnya.

“Oppa tidak perlu mengingatkanku tentang kejadian kemarin. Itu terasa sangat menyakitkan dan sebenarnya melihat oppa disini membuatku kembali merasakan rasa sakit itu. lagipula aku sudah memutuskan semuanya. Aku berencana untuk mengakhiri semua ini. Kumohon oppa mengerti,” ucap Sara pada akhirnya dan perkataan Sara barusan telah membuat Kyuhyun terkejut. Sara benar-benar akan melepaskan Kyuhyun, persis seperti yang dikatakan Heechul semalam.

“Tapi,,”

“Kumohon oppa. Selama ini aku yang selalu mendengarkan kata-katamu tanpa protes. Tidak bisakah kali ini kau yang mendengarku dan tidak perlu mendebatku? Bukankah ini juga untuk kebaikan kita bersama?” perkataan Sara terang saja seperti peringatan bagi Kyuhyun yang semakin menyadari kalau dirinya sudah sangat menyakiti gadis dihadapannya itu.

“Aku akan merelakan oppa bersama gadis yang oppa cintai dan aku berjanji tidak akan mengganggu oppa lagi mulai saat ini. Sekarang sebaiknya oppa pulang karena bukankah oppa harus kembali ke kantor dan melanjutkan pekerjaan oppa?” sebuah tamparan lagi bagi Kyuhyun saat mendengar Sara yang mengatakan dirinya tidak akan mengganggu Kyuhyun lagi. Bukan ini yang Kyuhyun inginkan, sama sekali dia tidak menginginkan Sara untuk pergi dari hidupnya tapi dirinya sendiri ragu jika Sara tetap berada disisinya apakah dia mampu memberi kebahagiaan pada gadis yang sudah terlalu banyak disakitinya itu.

Kyuhyun POV

Peribahasa yang mengatakan kalau penyesalan itu selalu datang diakhir memang benar adanya. Selama ini aku memang tidak menyadari kebodohanku yang mengabaikan gadis sebaik Sara. Bukannya aku tidak menyayanginya sama sekali, aku bahkan sangat menyayanginya tapi aku terlalu bodoh karena mengutamakan egoku untuk mengabaikannya.

Aku bukan pria yang bisa secara lantang mengekspresikan perasaanku. Aku bukan orang yang dengan mudah menunjukan emosiku, mungkin ini karena pengaruh didikkan appa-ku yang membuatku menjadi manusia yang dingin. Appa selalu mengajariku untuk selalu menjadi yang nomor satu dan itu membuatku menjadi orang yang ambisius hingga mengutamakan pencapaian untuk memuaskan keinginanku.

Sejak sekolah aku selalu menjadi yang nomor satu dalam bidang apapun. Aku selalu juara kelas, menjadi MVP dalam tim olahraga, menjadi siswa popular dan selalu menjadi pusat perhatian karena semua prestasiku dan hal itu terus berlangsung hingga bangku kuliah dan bahkan masih berlangsung hingga saat ini.

Hal-hal seperti itu yang selalu mengelilingiku, selalu diperhatikan dan selalu mendapatkan apa yang aku mau membuatku merasa jenuh dengan kehidupanku dan itu membuatku selalu bersikap dingin pada orang-orang yang selalu menganggapku hebat. Aku bosan selalu dijadikan pusat dari segalanya, aku bahkan bosan dengan kehidupanku saat ini.

Tapi aku merasakan kehidupanku berubah ketika aku bertemu dengannya. Gadis cantik dan lembut yang selalu tersenyum pada siapa saja. Aku sadar kalau ternyata masih ada orang yang tulus didunia ini. Bukan orang yang tersenyum didepan tapi mengumpat dibelakang kita.

Gadis itu bernama Park Sara, pertama kali melihatnya aku langsung merasa tertarik karena Sara memiliki senyuman yang paling tulus yang pernah kulihat. Hari itu aku memutuskan untuk menjadikannya hanya milikku tapi sayangnya aku tidak menyadari kelemahanku. Sikap egois dan angkuhku membuatku sulit menunjukkan perasaanku, aku selalu merasa canggung saat bersama dengannya dan itu membuatku lebih bersikap ketus padanya.

Jika ada yang menanyakan apa aku sangat mencintainya? Jawabanya adalah aku sangat mencintainya. Hanya dia satu-satunya gadis yang bisa membuatku merasa lemah karena aku membutuhkannya tapi lagi-lagi sifat angkuhku mengalahkan semuanya, aku selalu merasa dia tidak akan meninggalkanku karena aku tahu dia mencintaiku dan akan berusaha agar aku tetap disisinya.

Hanya saja aku terlambat menyadari semuanya. Terlambat menyadari jika hanya satu pihak saja yang mencoba bertahan maka pondasi itu tidak akan kuat untuk menghadapi badai besar. Aku bahkan tidak menyadari kalau akulah yang menyebabkan badai besar itu. aku yang menyebabkan semuanya hancur.

Aku mengatakan aku mencintainya tapi aku tidak tahu apapun mengenainya. Dulu aku merasa kalau dengan dia berada disampingku dan menerimaku semuanya akan baik-baik saja, tapi ternyata itu salah kan? Karena ketidak tahuanku aku malah semakin menyakitinya.

Tapi jangan terlalu menyalahkan aku jika aku tidak mengetahui hal-hal yang disembunyikannya karena dia selalu menunjukkan sikap baik-baik saja padaku. Tersenyum dan tertawa dihadapanku walaupun sebenarnya saat itu hatinya sedang menangis. Tapi bagaimanapun juga tetap aku yang salah karena aku tidak peka terhadap perasaannya.

Sekarang disaat dia melepasku dan memilih bersama pria yang selalu mampu membuatku cemburu, aku merasa ini salah karena seharusnya Sara bersamaku bukannya bersama dengan Heechul hyung. Seharusnya malam ini aku mengutarakan niatku untuk menikah dengannya. Saat dia di rumah sakit dan aku tidak menjenguknya adalah karena aku menyelesaikan semua pekerjaanku karena aku ingin libur satu hari penuh dan mengajaknya berjalan-jalan, menghabiskan waktu bersama dan melamarnya. Tapi sepertinya semua sudah benar-benar terlambat sekarang.

Perjanjianku dengan Heechul hyung semalam membuatku merasa telah kehilangan separuh jiwaku. Seharusnya aku tahu kalau rasa sakit yang Sara rasakan sudah sangat besar dan tentu saja dia akan melepaskanku karena aku sudah benyak membuatnya menderita. Bukankah Sara juga menginginkan hidup yang bahagia? Akh, aku menyesal. Benar-benar menyesal.

Author POV

Sejak kejadian pagi dimana Sara memutuskan untuk mengakhiri pertunangannya dengan Kyuhyun. Sara langsung kembali ke Seoul dan mengutarakan niatnya untuk berpisah dari Kyuhyun kepada eommanya, walaupun eommanya tidak terkejut tapi tetap saja ini sangat aneh karena tiba-tiba saja Sara memutuskan untuk seperti itu sedangkan Sara sendiri tidak memberikan alasan yang jelas mengenai keputusan yang diambilnya itu.

Walaupun Sara menunjukkan pada orang-orang disekitarnya kalau dia baik-baik saja tapi sebenarnya hatinya sangat hancur dan hidupnya terasa sudah tidak berarti lagi karena pria yang dicintainya benar-benar tidak memperjuangkan hubungan mereka. Sebenarnya ada sedikit harapan dihati Sara, ia menginginkan Kyuhyun sedikit saja berjuang untuk meluluhkan hatinya yang kala itu sedang sangat emosi tapi sayang semua itu tidak dilakukan oleh Kyuhyun.

“Seandainya saja saat itu oppa berkeras untuk mempertahankan semuanya,” ucap Sara lirih sambil menatap pemandangan sekitarnya dari balkon kamarnya.

“Apa itu artinya hubungan kita selama ini tidak memiliki nilai yang berarti untukmu?” tanyanya dengan suara pelan. Menyadari kalau pertanyaan itu sia-sia karena tidak akan ada yang menjawabnya membuat Sara tersenyum karena telah bertingkah bodoh.

“Aku bahkan bisa menjadi gila karena terlalu sering bicara sendiri,” ucapnya kemudian beranjak meninggalkan balkon kamarnya karena udara malam menjadi semakin dingin.

*****

Sebulan sejak Sara memberitahukan keluarga Kyuhyun untuk memutuskan pertunangan mereka, Kyuhyun sama sekali tidak pulang kerumah, dirinya selalu menyibukkan diri dengan pekerjaan dan memilih tinggal di Jeju untuk sementara waktu, selain untuk mengontrol pembangunan proyek juga sebenarnya untuk menenangkan diri.

Belum pernah sekalipun Kyuhyun merasakan apa yang sedang dirasakannya sekarang. Tubuhnya terpaku didepan computer tapi pikirannya melayang-layang jauh. Kyuhyun kembali mengingat pertemuan pertamanya dengan Sara, semua senyuman gadis itu padanya, perhatian Sara yang sangat tulus, bagaimana Sara selalu bisa membuatnya bersemangat walau itu hanya karena sebuah pesan yang dikirimkannya, bahkan Kyuhyun sangat ingat bagaimana ekspresi bahagia Sara saat malam itu ketika Kyuhyun mengajaknya bertunangan dan Kyuhyun menyadari kalau saat ini semua ekspresi bahagia diwajah Sara tidak akan pernah lagi dapat dilihatnya.

Walaupun Kyuhyun adalah orang yang selalu berusaha mendapatkan apa yang diinginkannya dan sebenarnya dia sangat ingin membuat Sara tetap berada disisinya tapi perjanjiannya dengan Heechul membuatnya tetap diam dan menerima kekalahannya. Menekan perasaan sakitnya ketika menyadari gadis yang dicintainya tidak akan pernah dimiliki olehnya.

“Nan jeongmal saranghandago Sara-ya. Seandainya Yoori tidak datang hari itu,” ucap Kyuhyun penuh dengan kepedihan.

Sara POV

“Oppa kenapa sampai harus mengundurkan diri dari perusahaan milik Kyuhyun oppa?” aku benar-benar tidak habis pikir dengan keputusan mendadak Heechul oppa saat ini.

“Karena aku tidak ingin melihat wajah pria brengsek itu lagi Sara-ya,” jawab Heechul oppa santai. Bagaimana mungkin masalah pribadiku menjadi alasan Heechul oppa keluar dari prusahaan yang dulu dikelolanya bersama dengan Kyuhyun?

“Oppa. Jangan menjadikan masalahku dengannya sebagai alasan. Oppa arsitek terbaik yang dimilki perusahaan itu dan jika oppa pergi bagaimana dengan Kyuhyun oppa nanti,” ucapku tidak terima. Aku takut ini akan berakibat buruk pada perusahaan Kyuhyun oppa.

“Kau masih memikirkannya? Memikirkan pria yang sudah membuatmu merasa hancur?” Heechul oppa mencengkram tanganku kuat dan menatapku tajam. Aku terkejut melihatnya bersikap kasar seperti ini.

“Oppa,,”

“Pria itu sudah menyakitimu dan membuatmu menderita tapi kau masih memikirkannya. Kau ini lugu atau benar-benar bodoh, huh?” jujur saja ini pertama kalinya Heechul oppa bertindak kasar padaku. Ada apa sebenarnya dengan Heechul oppa-ku yang selalu bersikap manis?

“Oppa kenapa? Oppa menyakitiku,” ucapku mencoba melepas cengkramannya dan seakan tersadar kalau dirinya sudah menyakitiku Heechul oppa langsung melepaskan cengkaramannya ditanganku.

“Aku hanya ingin kau sadar kalau pria seperti Cho Kyuhyun itu tidak berhak untuk kau kasihani,” Heechul oppa kembali membuka suara tapi kini dengan nada suara yang lebih lembut.

“Oppa kumohon. Jangan membencinya seperti itu, aku,, aku,,” aku benar-benar tidak bisa meneruskan kata-kataku. Betapapun aku mencoba membenci Kyuhyun  oppa tapi tetap saja hatiku mengatakan lain. Aku mencintainya dan membencinya hanya akan membuat hatiku semakin sakit.

“Ya,, Ya,, Ya,, aku tahu kau sangat mencintainya. Aku hanya berharap semuanya bisa berjalan sesuai harapanku,” aku tidak mengerti dengan perkataan Heecgul oppa, hanya saja aku senang melihatnya kembali tersenyum padaku. Setidaknya dia tidak semengerikan tadi.

*****

Aku benar-benar berusaha untuk tidak mempedulikannya lagi, tapi itu sangat sulit karena setiap malam aku akan selalu menangis karena merindukannya. Ternyata melepaskan orang yang sangat ku cintai itu akan membuatmu menjadi semakin sakit. Walaupun aku berharap dia baik-baik saja dan hidup bahagia dengan wanita itu, tapi aku tetap merasa tidak rela.

Malam ini seperti biasa, aku menagis lagi. Bukan hanya rasa menyesal yang kurasakan tapi rasa sakit dan pedih juga kurasakan. Seandainya aku tidak pernah bertemu dengannya, seandainya dia menolak perkenalan waktu itu, seandainya dia tidak mengajakku bertunangan, seandainya aku tidak mencintainya dan seandainya aku tidak melihatnya berciuman dengan wanita lain. Akh, kenapa ini rasanya sangat menyakitkan?

Aku sedang berusaha meredakan tangisku ketika kurasakan bantalku bergetar. Seseorang sepertinya meneleponku. Tapi ini sudah lewat tengah malam dan tidak biasanya ada yang meneleponku di jam-jam seperti ini. Aku lalu menghapus air mataku dan mengambil ponselku. Tapi ketika melihat nama yang tertera dilayar ponsel membuatku ragu untuk mengangakatnya.

Kyu Oppa calling,,,

Untuk apa Kyuhyun oppa meneleponku? Bukankah ini sudah sangat larut? Dengan ragu akhirnya kujawab juga panggilan masuk itu.

“Yeoboseyo,” ucapku mencoba menyembunyikan suara bergetarku.

“Bisa kita bertemu sebentar saja? turunlah, aku ada di depan rumahmu sekarang,” dia masih tetap mengintimidasi seperti biasanya dan kali ini aku tidak akan terpedaya lagi. Aku sudah berjanji untuk mengabaikan semua hal tentangnya. Janjiku pada Heechul oppa harus kutepati, aku harus bisa melupakan Kyuhun oppa.

“Maaf, tapi aku sudah sangat lelah. Sebaiknya oppa pulang saja,” setelah mengatakan itu aku langsung menutup teleponku. Sebenarnya ada sedikit keinginan untuk mengintip keluar jendela dan memastikan keberadaan Kyuhyun oppa, hanya saja aku tidak ingin berharap banyak lagi darinya hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidur saja.

Kyuhyun POV

Sara-benar-benar tidak mau menemuiku. Setelah semalaman aku menunggu didepan rumahnya dia sama sekali tidak keluar untuk menemuiku.

‘Sesakit itukah dirimu hingga benar-benar tidak ingin menemuiku lagi?’

Dengan langkah gontai akhirnya aku meninggalkan rumah gadis yang kucintai dengan hati kecewa dan kembali ke kantor untuk kembali bekerja. Setidaknya pekerjaan membuatku sedikit melupakan masalahku. Akh, aku benar-benar merindukan Sara-ku.

*****

Aku sedang memeriksa beberapa berkas yang harus kutandatangani. Ini pertama kalinya aku kembali ke kantorku yang berada di Seoul setelah sekitar hampir dua bulan aku berada di Jeju. Ternyata melarikan diri dari Seoul tidak membuat semuanya menjadi lebih baik. Rasa rinduku semakin besar dan penyesalanku tidak berujung.

Aku merapikan beberapa dokumen yang berserakan dimejaku ketika aku menemukan sebuah amplop berwarna biru dengan namaku di bagian depannya. Seperti sebuah undangan informal karena aku bisa amplopnya bukan amplop formal yang biasa digunakan untuk undangan resmi perusahaan.

Dengan perlahan aku membuka amplop itu dan mengeluarkan secarik kartu yang dilipat rapi. Saat kukeluarkan kartunya aroma farfume strawberry langsung menyergap hidungku. Sepertinya pengirim kartu ini sangat menyukai hal-hal yang berbau strawberry. Sama sepeti Sara, dia sangat menyukai strawberry. Lihat, aku benar-benar tidak bisa megalihkan pikiranku darinya.

Kubuka lipatan kartu berwarna biru itu dan mendapati tulisan Weeding Invitation. Ternyata sebuah undangan pernikahan. Tanggalnya dua minggu lagi dari hari ini, tapi mataku membulat sempurna dan dadaku terasa sesak ketika aku melihat nama mempelai yang akan menikah. Kim Heechul dan Park Sara?? lelucon apa lagi ini?????

Author POV

“Oppa yakin akan melakukan itu sekarang? Kenapa memutuskannya mendadak sekali?” tanya Sara sambil mengelayut manja ditangan Heechul yang terlihat santai memandangi hamparan bintang dilangit.

“Ini sudah kurencanakan sejak lama dan hanya baru bisa kurealisasikan sekarang. Kau mendukungku kan?” tanya Heechul sambil mengalihkan pandangannya pada Sara. Menatap gadis disampingnya dengan tatapan penuh kasih sayang.

“Hmm, aku akan selalu mendukung keputusan oppa. Itu yang terbaik bukan?” pertanyaan yang dilontarkan Sara hanya dijawab oleh Heechul dengan anggukan dan senyuman yang tersungging diwajahnya.

“Kita pulang, kita kabarkan berita ini pada eomma. Kajja!!” ajak Heechul sambil menarik tangan sara menuju mobil dan kembali pulang kerumah.

*****

“Kyu. Kau mabuk lagi, huh?” Nyonya Cho kesal mendapati putra kesayangannya pulang dalam keadaan mabuk.

“Demi Tuhan ini sudah seminggu kau pulang dalam keadaan mabuk. Sebenarnya apa maumu?” walaupun mengomel tapi tetap saja Nyonya Cho membantu Kyuhyun untuk berganti pakaian dan membersihkan diri.

Memang sudah hampir seminggu ini Kyuhyun selalu pulang dalam keadaan mabuk. Setiap hari juga sopirnya selalu mendapat telepon dari pub tempat Kyuhyun selalu menghabiskan malamnya dengan minum-minum dan mengabarkan kalau Kyuhyun mabuk berat dan harus dijemput pulang.

Nyonya Cho sudah sangat bingung untuk menghadapi kelakuan putranya itu. Tidak biasanya Kyuhyun melakukan hal kekanakan seperti ini, tapi sejak menerima surat undangan pernikahan Sara dan Heechul Kyu benar-benar terpuruk.

Setiap malam dalam kondisi tidak sadarnya Kyuhyun selalu menangis dan memanggil-manggil Sara untuk meminta maaf. Melihat kondisi putranya yang mengkhawatirkan, membuat Nyonya Cho merasa benar-benar bersalah karena tidak bisa membantu mempertahankan hubungan pertunangan mereka.

“Seandainya dulu aku memperingatkanmu agar tidak menyakiti gadis sebaik Sara,” gumam Nyonya Cho sambil menatap sedih kearah Kyuhyun yang sedang terisak dan terus memanggil nama Sara dalam tidurnya.

Kyuhyun POV

“Kau benar-benar sudah merasa lebih baik?” tanya ibuku. Aku hanya mengangguk sambil melahap sarapanku tanpa semangat.

“Kau yakin akan kembali ke Jeju hari ini? Tapi kondisimu masih belum terlalu baik Kyu,” seperti biasa, ibuku selalu mengkhawatirkanku dengan cara yang berlebihan.

“Aku baik-baik saja eomma. Sudahlah aku bukan anak kecil lagi yang harus diperhatikan secara berlebihan. Aku akan menjaga diriku sendiri dengan baik,” aku berusaha meyakinkan ibuku agar tidak terlalu khawatir dan merasa bersalah padaku. Toh ini semua adalah kesalahanku.

Selesai sarapan aku langsung kembali ke Jeju. Mungkin aku ini memang pengecut, bukannya menghadapi masalahku tapi malah menghindar dan bersembunyi dibalik topeng yang kunamakan kesibukan dan pekerjaan. Tapi bukankah tidak ada yang bisa kulakukan lagi jika sudah seperti ini keadaannya?

*****

Semakin hari semakin dekat dengan tanggal pernikahan Sara dan aku semakin ketakutan. Aku benar-benar tidak ingin Sara menikah dengan Heechul hyung tapi aku sudah berjanji pada Heechul hyung untuk melepaskan Sara jika aku tidak yakin akan membuatnya bahagia jika tetap mempertahankannya disisiku.

Aku sangat tidak percaya diri jika itu menyangkut Sara, aku terlalu takut untuk menyakitinya lagi. Bukankah sudah banyak kesedihan yang kuberikan padanya. Bagaimana jika aku tetap mempertahankannya disisiku tapi suatu hari nanti aku kembali mengulangi kesalahanku? Walaupun aku akan sangat berusaha menjaganya dan mencintainya tapi aku takut akan melakukan kesalahan secara tidak sadar.

“Sajangnim. Hari ini investor meminta anda menemani lokasi proyek untuk melihat perkembangan disana. Mereka sudah menunggumi di lobby,” perktaan sekretarisku menyadarkanku dari lamunan. Aku hanya mengangguk dan lengsung beranjak keluar ruangan.

Kepalaku terasa pusing dan tubuhku benar-benar lelah. Selama seminggu ini aku terus memforsir tubuhku untuk bekerja, aku bahkan hanya memiliki waktu tidur paling lama tiga jam setiap harinya. Aku tidak mengijinkan diriku sendiri memiliki waktu untuk memikirkan Sara walaupun kenyataannya semua itu sia-sia saja.

“Pembangunan sudah lima puluh persen rampung. Mungkin dalam waktu empat bulan kedepan semuanya sudah selesai,” aku kembali mencoba fokus pada pekerjaanku kali ini.

“Baiklah, mungkin dalam waktu dua bulan lagi kami akan mengeceknya kembali dan semoga semuanya bisa selesai tepat waktu,” aku hanya mengamini ucapan Mr Peter, aku hanya ingin segera meninggalkan lokasi proyek karena tubuhku benar­-benar lelah dan aku membutuhkan ranjangku untuk berbaring.

Entah karena aku sedang tidak fokus atau memang karena lokasi proyek yang berbahaya. Aku hanya mendengar teriakan orang-orang disekitarku ketika merasakan tubuhku terperosok dibagian bukit yang cukup curam sebelum akhirnya merasakan tubuhku terasa remuk dan kehilangan kesadaranku.

Author POV

Sudah hampir dua belas jam Kyuhyun berada diruang ICU tapi belum menunjukkan tanda-tanda akan segera sadar. Nyonya Cho yang sedang menungguinya masih terus menangis sambil terus berdoa dalam hati.

Sara yang baru diberitahu keadaan Kyuhyun berlari menyusuri lorong Rumah Sakit dengan wajah kebingungan dan air mata yang sudah menbasahi wajahnya.

“Ahjumma,” langkah Sara terhenti ketika melihat Nyonya Cho sedang duduk didepan ruang ICU sambil menangis. Dengan perlahan Sara melangkahkan kakinya mendekati Nyonya Cho yang saat ini sedang menengadah memandangnya dan langsung menghambur memeluknya.

“Gwenchana ahjumma. Aku yakin oppa akan baik-baik saja,” Sara mencoba menghibur Nyonya Cho walaupun dalam hatinya juga merasakan kesedihan yang sama lagipula air mata dipipinya tidak menunjukkan kalau dirinya yakin jika Kyuhyun baik-baik saja.

“Dia terluka hampir disekujur tubuhnya. Tangan kirinya retak didua tempat dan kepalanya terbentur keras sekali. Aku sangat khawatir Sara-ya,” ujar Nyonya Cho sambil terisak kencang. Sara hanya bisa memeluk dan mengusap lembut punggung mantan calon mertuanya itu.

“Ahjumma harus percaya kalau oppa akan baik-baik saja. Bukankan oppa adalah pria yang kuat?” sekali lagi Sara mengatakan kata-kata yang sebenarnya adalah sugesti untuk dirinya sendiri.

“Aku tidak ingin ditinggalkan lagi. Aku,, aku,,,” Nyonya Cho semakin terisak dan Sara merasakan dadanya sesak ketika membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi.

“Ahjumma jangan berkata seperti itu. Oppa tidak akan meninggalkan  kita, aku yakin itu,” tepat ketika Sara berbicara pintu ruangan ICU terbuka dan  seorang dokter keluar sambil menghampiri Nyonya Cho dan Sara yang memandangnya penuh harap.

“Pasien sudah melewati masa kritis dan sudah bisa dipindahkan keruang rawat,” mendengar ucapan dokter membuat Sara dan Nyonya Cho bisa bernapas dengan lega.

*****

Walaupun Kyuhyun sudah melewati masa krtisnya tapi entah kenapa dia belum sadar juga. Menurut keterangan yang dokter berikan, kemungkinan karena Kyuhyun mengalami kelelahan yang teramat sangat hingga tertidur cukup lama, jika dihitung-hitung sudah hampir tiga hari Kyuhyun tidak sadarkan diri dan itu membuat Nyonya Cho sangat khawatir.

“Ngghhhh,,” suara erangan yang terlontar dari bibir Kyu membuat Nyonya Cho beranjak meninggalkan sofa dan beralih mendekati ranjang Kyuhyun.

“Sayang. Kau sudah sadar?” perlahan Nyonya Cho membelai lembut wajah anaknya yang terlihat sangat pucat itu. perlahan kedua mata Kyuhyun terbuka dan langsung menatap wajah Nyonya Cho yang telah menangis karena bahagia anaknya sudah sadar.

“Eomma,,” ucap Kyuhyun pelan, mungkin karena tubuhnya masih lelah.

“Eomma akan memanggilkan dokter. Kau tunggu sebentar,” setelah berkata seperti itu Nyonya Cho langsung beranjak meninggalkan ruangan Kyuhyun utnuk memanggil dokter.

Kyuhyun merasakan sekujur tubuhnya sakit dan ketika akan mengangkat tangannya dia meringis karena tangan kanannya terpasang jarum infuse sedangkan tangan kirinya terbebat gips. Tapi Kyuhyun sangat bersyukur karena dia mampu menggerakan kakinya dan merasa baik-baik saja.

Perlahan-lahan Kyuhyun mencoba bangun dari tidurnya dan mencoba duduk. Kepalanya terasa berputar karena bangun dengan tiba-tiba. Kyuhyun bisa melihat bayangan tubuhnya di kaca jendela yang berada disebelah kanannya dan melihat kepalanya terbebar perban.

“Pantas saja kepalaku terasa sakit sekali,” ucapnya lirih ketika mencoba menyentuh perban dikepalanya.

Tidak lama Nyonya Cho dan dokter datang dan memeriksa keadaan Kyuhyun. Nyonya Cho sangat bersyukur karena putranya sudah cukup membaik sekarang, hanya membutuhkan waktu untuk memulihkan dir dari luka-lukanya saja.

“Eomma sudah berapa lama aku tidak sadarakn diri? Sekarang hari apa?” tiba-tiba Kyuhyun bertanya karena dia melihat kalender di nakas samping ranjangnya. Membuatnya teringat akan hari yang tidak ingin dilewatinya.

“Kau tertidur tiga hari. Sekarang hari minggu. Kau membuatku sangat cemas karena lama sekali tertidur. Aku sangat ketakutan kau tidak akan bangun lagi,” ucapan Nyonya Cho tidak didengarkan oleh Kyuhyun karena  sekarang Kyuhyun sudah berdiri disamping ranjangnya dan berjalan tertatih menuju pintu.

Melihat tindakan yang dilakukan anaknya Nyonya Cho yang sedang mengupaskan buah sontak terkejut dan berusaha menahan Kyuhyun yang ternyata sudah mencabut selang infusenya hingga mambuat darahnya mengalir membasahi lengan kanannya.

“Kyu kau mau kemana. Kau baru saja sadar. Kembali keranjangmu sekarang juga,” bujuk Nyonya Cho tapi itu semua tidak dipedulikan oleh Kyuhyun yang nekat berjalan keluar ruangannya.

“Eomma, kumohon biarkan akau menyelesaikan semua yang harus kuselesaikan. Kalau aku tidak menemuinya sekarang aku akan merasa sangat menyesal,” ucapan Kyuhyun membuat usaha membujuk Nyonya Cho berhenti karena dirinya mengerti maksud dari ucapan anaknya itu.

“Kau mau menemui Sara? Mungkin acaranya sudah dimulai sekarang, biar eomma mangantarmu kesana,” dengan perlahan Nyonya Cho membantu Kyuhyun untuk berjalan menuju mobilnya dan segera membawa Kyuhyun untuk menemui Sara.

Kyuhyun POV

Disepanjang perjalanan aku hanya berdiam diri. Aku harus menghentikannya, aku tidak boleh membiarkan Sara menikah dengan Heechul hyung. Sara hanya boleh manjadi milikku, hanya boleh menjadi pengantinku.

Selama aku tertidur dan tidak sadar, aku bermimpi memiliki hidup yang sangat bahagia bersama Sara dan itu menyadarkanku jika aku bisa membuatnya bahagia. Ternyata aku salah telah meragukan diriku sendiri saat dulu berjanji pada Heechul hyung. Aku yakin aku mampu membahagiakan Sara karena aku mencintainya.

Aku mengabaikan rasa sakit yang menusuk dikepalaku yang sat ini sedang menguasai kepalaku adalah aku harus bisa menemui Sara sebelum semuanya terlambat dan aku menghembuskan napas lega ketika telah tiba di tempat resepsi. Dengan langkah tersaruk-saruk aku mendekati ruangan resepsi yang pintunya masih tertutup.

Saat aku akan meraih pintu itu tiba-tiba saja pintunya terbuka dan menampilkan sesosok gadis yang sedaritadi memenuhi pikiranku. Sara menatapku dengan tatapan terkejut, dia sangat cantik. dia mengenakan gaun putih panjang dan memegang bucket bunga yang kuyakin adalah bucket bunga pengantin. Ya Tuhan, apa aku terlambat?

Belum sempat aku bertanya tiba-tiba pandanganku menjadi gelap setelah sebelumnya aku merasa sangat kesakitan dibagian kepalaku. Kalau ini adalah akhir dari hidupku, aku rela, asalkan wajah terakhir yang kulihat adalah wajahnya.

Author POV

Setelah tidak sadarkan diri akhirnya Kyuhyun dibawa kembali ke Rumah Sakit. Sekarang semua orang terdekatnya sedang menunggu dengan gelisah di depan ruang Unit Gawat Darurat, terus berdoa didalam hati.

“Semuanya akan baik-baik saja, percayalah,” Heechul kembali menenangkan Sara yang tidak berhenti terisak. Sedangkan Nyonya Cho sedang ditenangkan oleh Nyonya Park.

“Pasien telah sadar dan mencari seseorang yang bernama Sara. Adakah disini yang bernama Sara?” tanya seorang suster.

“Masuklah, nanti aku akan menyusulmu dan member bocah itu pelajaran,” ucap Heechul sambil mendorong tubuh Sara masuk keruangan dihadapannya.

“Oppa,,” protes Sara ketika mendengar kata-kata Heehul.

“Sudahlah masuk sana,” Heechul mendorong Sara hingga benar-benar masuk keruangan itu.

Awalnya Sara ragu-ragu untuk melangkah mendekati ranjang Kyuhyun. Dirinya masih tidak sanggup menatap wajah pria yang beberapa hari terakhir ini sangat dikhawatirkannya. Terakhir kali dia melihatnya terbaring lemah adalah ketika Kyuhyun belum sadar dua hari yang lalu dan sekarang disaat pria itu sadar Sara merasa tidak siap menatap wajahnya langsung.

“Kau cantik,” ucap Kyuhyun sambil tersenyum saat melihat Sara sudah berada disamping ranjangnya. Sara hanya memandangnya bingung karena tidak biasanya Kyuhyun akan berbicara hal-hal seperti itu kepada Sara.

“Oppa jangan bangun dulu,” cegah Sara kepada Kyuhyun yang mencoba bangun dari posisi tidurnya sekarang tapi seperti biasa Kyuhyun tidak akan mendengarkan perintah siapapun.

“Gwenchana. Aku baik-baik saja,” Kyuhyun kembali tersenyum kearah Sara sedangkan Sara masih bingung dan tidak percaya melihat wajah pucat Kyuhyun tersenyum kearahnya.

“Oppa benar-benar baik-baik saja? apa masih merasa sakit?” tanya Sara khawatir.

“Kau bahagia?” Kyuhyun malah bertanya dan tidak menjawab pertanyaan dari Sara.

Sara menatap bingung kearah Kyuhyun yang terlihat sangat aneh. “Apa maksud oppa?”

“Apa kau bahagia bersama Heechul hyung?” Sara semakin membulatkan matanya setelah mendengar pertanyaan tidak masuk akal yang Kyuhyun lontarkan.

“Oppa.  Apa benturan dikepalamu benar-benar sangat keras hingga kau menjadi aneh seperti ini?” Sara benar-benar bingung.

“Tolong katakan kalau kau tidak bahagia sehingga aku akan berjuang merebutmu kembali dari sisinya,”

“Aku tidak mengerti maksud oppa. Aku dan Heechul oppa? Apa sebenarnya maksud dari pembicaraan ini?”

“Tidak kusangka responmu akan sangat lambat Tuan Cho Kyuhyun,” Sara dan Kyuhyun mengalihkan pandangannya kearah suara yang mereka dengar.

“Kukira seorang Cho Kyuhyun yang pintar dan ambisius akan melakukan gerakan cepat untuk menghentikan rencanaku,” Hechul berkata sambil berjalan mendekati ranjang Kyuhyun. Kyuhyun hanya menundukan kepalanya karena dia merasa telah kalah saat ini, sedangkan Sara gentian menatap Heechul dan Kyuhyun tidak mengerti.

“Undangan yang kukirim ke kantormu adalah sebagai pancingan untukmu bergerak dan kembali merebut Sara tapi ternyata itu malah membuatmu terpuruk. Prediksiku benar-benar meleset,”

“Hyung maksudmu?”

“Oppa. Ada apa sebenarnya?”

“Baiklah akan kujelaskan,,”

*****

“Jadi undangan itu hanya rekayasamu?” tanya Kyuhyun binging dan lega. Heechul hanya mengangguk sambil tersenyum.

“Jadi selama ini hyung mempermainkanku?” tanya Kyuhyun tidak terima setelah menyadari kalau selama ini dia terpuruk karena hal yang tida benar-benar terjadi. Heechul menggeleng.

“Aku hanya ingin menyadarkanmu kalau kau sangat mencintai dongsaengku dan aku ingin kau merubah sikapmu padanya. Aku hanya ingin kau sadar kalau Sara terlalu berharga untuk disia-siakan,” Kyuhyun bernapas lega sedangkan Sara masih menatap mereka berdua dengan tatapan bingung.

“Oh, sudahlah Sara-ya jangan menatapku seperti itu. Kau harusnya berterima kasih padaku karena sudah membuat bocah menyebalkan ini sadar akan kesalahannya,” belum sempat Sara menyuarakan protesnya tapi Heechul sudah memotong kata-katanya lagi.

“Selesaikanlah masalah kalian berdua dan aku harus segera kembali kepada istriku. Kalian bahkan mengacaukan malam pertamaku, menyebalkan,” ucap Heechul sambil meninggalkan ruang rawat Kyuhyun.

*****

“Mianhae. Seharusnya aku meyadari dari lama kalau semua yang kulakukan padamu adalah salah,” Kyuhyun mulai membuka suara karena setelah Heechul meninggalkan ruangan Sara dan Kyuhyun tidak melakukan apa-apa selain saling lirik dan membuang muka.

“Sudah sepantasnya,” jawab Sara sedikit sinis. Walau bagaimanapun Kyuhyun telah menyakiti hatinya dan Sara berhak bersikap seperti itu.

“Wanita itu,,” tubuh Sara menegang ketika mendengar Kyuhyun mulai mengungkit masalah wanit yang membuatnya cemburu setengah mati hingga akhirnya memutuskan untuk berpisah dari Kyuhyun.

“Dia seorang teman saat dulu aku Kuliah di Amerika. Dia dulu sempat mendekatiku tapi aku tidak menanggapinya dan dia datang kesini untuk memberikan undangan pernikahannya dan untuk masalah ciuman itu, aku sendiri juga tidak mengerti karena dia melakukannya begitu saja. Aku bahkan menolaknya,” ucap Kyuhyun serius dan terlihat kejujuran dimatanya saat dia menjelaskan semuanya.

Sara masih tetap terdiam karena sedang mencerna kata-kata yang barusan diucapkan oleh Kyuhyun. Berarti selama ini Sara memang salah paham. Bukan Kyuhyun yang mencium gadis itu tapi gadis itu yang mencium Kyuhyun dan yang lebih penting lagi adalah Kyuhyun tidak memiliki perasaan apapun pada gadis itu. Bukankah itu kabar baik.

“Hanya kau yang kucintai Sara-ya,” Sara mendongakkan kepalanya yang sedari tadi tertunduk untuk manatap Kyuhyun. Mencari kebohongan dari kata-kata yang baru saja didengarnya, tapi yang didapatinya adalah tatapan teduh dan bersungguh-sungguh dari seorang Cho Kyuhyun.

Melihat tidak ada respon dari gadis dihadapannya membuat Kyuhyun berbuat nekat. Dia turun dari ranjangnya dan berdiri dihadapan Sara yang mematung, mengabaikan rasa nyeri yang masih terasa. Menarik pinggang gadis itu hingga tubuh keduanyanya menempel, merengkuh tengkuk Sara hingga menatap kearahnya. Sebelum melakukan tugasnya bibir Kyuhyun terlebih dulu memamerkan senyum mempesonanya hingga akhirnya bibir itu mengecup lembut bibir gadis yang berada dipelukannya.

“Hanya kau satu-satunya gadis yang akan kucium. Saranghae Sara-ya,” ucap Kyuhyun sebelum kembali mendaratkan ciumannya dibibir Sara, sedangkan Sara hanya mampu tersenyum dan menikmati tiap sentuhan lembut bibir Kyuhyun dibibirnya.

END

5 responses to “[FREELANCE] I Hate the Way You Love Me – part 3 of 3 END (Cho Kyuhyun, Kim Heechul Super Junior)

  1. Ping-balik: [FREELANCE] I Hate the Way You Love Me – part 2 of 3 (Cho Kyuhyun, Kim Heechul Super Junior) | Asian Fan Fiction Story·

  2. heeppa jahat banget,, kasian kyu,,.sara sabar banget ya,, nice ff daebak thor prok prok prok.
    mian baru komen,, ada sekuel ga ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s