[Korean Fan Fiction] Mirror Love (OneShoot)

Author : Lee Hyura

Genre : Fantasy, Romance, Family

Cast :

–         Reader as Kim Seona

–        2PM Junsu

–        2PM Nickhun

–        2PM Wooyoung

–        2PM Chansung

–        2PM Taecyeon

===MirrorLove===


Seragam sudah ia kenakan. Rambut sudah diikat kesamping untuk mempermanis penampilannya. Semua barang yang menurutnya perlu dibawa pun sudah ada didalam tasnya. Seo Na bercermin lagi.

“Sudah cantik kok! Sempurna~” batinnya sambil merapikan poninya.

“Seo Na-ya~ ayo sarapan! Ppali~” teriak Kim Junsu.

“Ok!” sahut Seo Na sambil tetap menatap cermin.

Tiba-tiba cermin itu bergetar. Dia yakin sekali kalau tak ada gempa karena saat dia melirik meja belajarnya, meja itu sama sekali tidak bergetar.

“Ige mwoyeyo?” tanyanya cemas.

Akhirnya cermin itu behenti bergetar. Namun cermin itu sudah tidak memantulkan bayangan dirinya lagi. Didalam cermin itu, ada seorang namja yang sedang terburu-buru memakai celana sekolahnya. Seo Na terdiam sejenak. Saat tersadar, ia langsung menutup wajahnya dan berteriak.

Junsu langsung berlari ke kamar Seo Na saat mendengar teriakkan Seo Na. Namja didalam cermin itu juga tersentak dan menoleh ke asal suara. Setelah menaikkan resletingnya, namja itu berjalan mendekati cermin.

“Seo Na-ya! Mwoyeyo?” tanya Junsu cemas sambil memeluk Seo Na.

“Cermin oppa~” jawab Seo Na dengan suara bergetar.

Junsu menatap cermin. Tepatnya menatap namja yang ada didalam cermin itu. Namja itu sudah ada di depan cermin.

“Ireumi mwoyeyo? Kenapa kau ada di dalam cermin?” tanya Junsu bingung.

“Ah? Hmm…. Naneun Nickhun imnida. Aku ga berada di dalam cermin tahu! Kalian tuh yang ada di dalam cermin!” sahut namja itu yang mengaku bernama Nickhun.

“Kami juga tidak ada di dalam cermin!” balas Junsu.

“Berarti cermin kita berhubungan”

“Kenapa harus berhubungan dengan cermin di kamar Seo Na?”

“Seo Na? Nugu?”

“Yeoja yang kupeluk! Dongsaengku!”

“Oh~ jal moreugesseumnida! Aku kan bukan tuhan. Ya~ Seo Na-ssi! Tak usah takut! Aku bukan hantu”

“Dia takut bukan karna mengiramu hantu!”

“Jadi?” Nickhun menaikkan salah satu alisnya.

“Lihatlah penampilanmu! Aku tak akan membiarkan Seo Na melihatmu saat kau berpenampilan seperti ini!” jawab Junsu.

Nickhun menatap dirinya. Setelah sadar, Nickhun langsung berlari menyambar kemeja seragamnya dan memakainya. Setelah Nickhun selesai memakai seragamnya, Junsu melepaskan pelukannya. Seo Na langsung merapikan poninya.

“Annyeong Seo Na-ssi~ bangapseumnida!” salam Nickhun ramah.

Seo Na menoleh ke Nickhun. “Kalau dilihat-lihat, kau tipe pretty boy ya?”

“Mwo? jeongmal? Aku ini tampan bukan imut!” bantah Nickhun.

Seo Na menghela nafas. “Percaya diri sekali kau! Terserahlah!”

“Seo Na-ya! Sudah jam segini! Cepat kita turun. Kau sarapan di mobil saja. Kalau tidak, kau akan terlambat mengikuti upacara penyambutan murid baru” seru Junsu.

Seo Na melirik jam tangannya. “Aish~ kau benar oppa!”

“Seo Na-ssi!” panggil Nickhun.

“Mwo?” sahut Seo Na.

“Hwaiting!”

“Ne! kau tidak berangkat ke sekolah?”

“Kos’anku disamping sekolah. Jadi aku tak berangkat jam segini pun takkan terlambat!”

“Oh! kalkayo Nickhun-ssi!” Seo Na menarik tangan Junsu menuju mobil Junsu.

“Umma~ aku mau sarapan di mobil saja! Tolong disiapkan ya!” teriak Seo Na saat kakinya mulai menginjak anak tangga.

Didepan mobil Junsu.

Seo Na melepaskan genggamannya. Junsu langsung menyalakan mobil dan berbalik badan menghadap Seo Na.

“Seenaknya menyuruh omoni! Berteriak lagi! Kenapa kau jadi tidak sopan seperti ini?” Junsu memulai ceramahnya.

“Aish~ oppa! Reflek! Aku kan kaget sudah jam segini saja. Hehe”

“Dasar~”

Akhirnya umma datang dengan tangan membawa sebuah tas kecil dan langkah tergesa-gesa.

“Gomaseumnida umma~ aku pergi dulu!” pamit Seo Na sambil mengecup pipi ummanya itu.

>>>

Di perjalanan.

“Seo Na-ya~ kau pikir kejadian tadi nyata ga ya?” tanya Junsu dengan mata fokus ke jalanan.

“Mollayo oppa~ aku rasa tadi kita mendapat mimpi sama saja!”

“Jinjja? Aish~ pokoknya jangan ceritakan hal ini pada siapapun! Dan saat kau pulang nanti ternyata cermin itu masih terhubung dengan cermin namja yang bernama Nickhun itu, kau minta ke Nickhun agar tidak menceritakan hal ini pada siapa pun! Biarkan hal ini menjadi rahasia kita dan dia”

“Ne~ cerewet sekali kau! Tumben sekali kau secerewet ini! Walaupun kau tak pelit kata juga sih”

“Diamlah! Kalau kau yang cerewet, aku malah tak bisa fokus ke jalanan nih!” bentak Junsu.

“Aish~ jahat sekali kau oppa! Kayak sepertinya aku cerewet sekali saja” gumam Seo Na.

“Emang kau cerewet sekali!” cibir Junsu.

“Oppa~”

-Nickhun-

Nickhun menampar pipinya pelan. Dia tak percaya yang terjadi tadi. Ada orang di dalam cerminnya. Pintu kamar kosnya dibuka oleh seseorang.

“Ya~ Nickhun! Kau mau berdiri mematung didepan kaca seperti itu atau mau berangkat ke sekolah sekarang? Kita bisa terlambat kalau harus menunggumu selesai termangu didepan cermin seperti itu!” teriak Wooyoung.

Nickhun berbalik badan. “Ah? ya berangkat ke sekolah lah!”

Nickhun menyambar tas sekolahnya dan berlari menuju wooyoung. Dia mencubit pipi Wooyoung keras-keras. Wooyoung meringis kesakitan.

“Aku masih normal! Jangan gemas denganku dong!” bentak Wooyoung.

“Aku hanya ingin memastikan apa aku masih tertidur atau sudah bangun” sahut Nickhun yang sudah berjalan menjauhi Wooyoung.

Wooyoung mengejar Nickhun. “Kalau begitu, harusnya kau mencubit pipimu sendiri!”

“Aku tak mau pipiku langsung tembem dan merah hanya untuk memastikan itu!”

“Kalau aku yang jadi objek penelitianmu, itu sama saja bohong! Lagian untuk apa kau mau memastikan kau sudah bangun atau masih tidur?”

“Ah~ sudahlah! Lupakan saja!”

>>>

Sepulang sekolah, Seo Na langsung pulang dan bergegas ke kamarnya. Ia sangat penasaran dengan cermin dikamarnya. Begitu pula Nickhun.

“Cklek! Bruk!” pintu kamar mereka terbuka bersamaan. Mereka berlari ke depan cermin mereka masing-masing.

“Ah? Masih ada?” pekik mereka berdua.

“Huh? Annyeong!” sapa mereka bersamaan.

“Ah!” lagi-lagi bersamaan. Mereka terdiam dan mengatur nafas masing-masing.

“Boleh aku ngomong duluan?” tanya Nickhun.

“Silahkan saja!” izin Seo Na sambil tersenyum manis.

“Ternyata cermin kita masih terhubung!”

“Ne! berarti kau harus membiasakan dirimu memakai pakaianmu dikamar mandi”

“Hah? Kok gitu?”

“Kau mau diintip oleh yeoja?”

“Kalau yeojanya semanis dirimu, tak apa kok! Aku rela malahan! Hehe”

“Berhenti becanda! Aku serius!”

“Aku juga serius kok!”

“Hah~ kau harus membiasakan dirimu memakai pakaianmu dikamar mandi. Jangan sampai kejadian tadi pagi terulang lagi. Jebal!”

“Hm!” sahut Nickhun yang mengiyakan.

>>>

“Tok.. Tok.. Tok..” Seo Na mengetok cerminnya.

Nickhun menoleh dan duduk didekat cerminnya. “Waeyo Seo Na-ya?”

“Ajarin aku matematika dong! Aku tak mengerti sunbae!” pinta Seo Na dengan puppy eyesnya.

Nickhun menghela nafas. “Ne! yang mana yang mau aku ajari?”

Seo Na mengambil buku matematikanya dan menunjukkannya pada Nickhun. Nickhun mulai mengajari Seo Na sekenanya. Maksudnya sesuai kemampuan otaknya.

“Selesai~” seru Seo Na riang.

Nickhun menghela nafas lagi. “Bukannya Junsu pintar ya?”

“Dia tidak sepintar penampilannya! Percayalah! Tapi setidaknya dia lebih pintar dibandingkanmu”

“Kenapa kau malah memintaku mengajarimu bukan minta oppamu saja?”

“Oppaku sudah bekerja disebuah perusahaan swasta dan kebetulan sedang dapat sebuah proyek besar. Proyek pembangunan. Jadi sekarang dia sibuk”

“Oh~ jadi aku hanya jadi guru cadangan saja ya?”

“Maybe! Nickhun-ah!”

“Waeyo?” sahut Nickhun.

“Tak terasa sudah 2 minggu saja ya cermin kita berhubungan. Apa cermin kita ini akan terus berhubungan ya?” tanya Seo Na ragu.

“Aku harap tidak!” tegas Nickhun.

Seo Na tersentak dan wajahnya tersirat kekecewaan. Lalu dia tersenyum malah tertawa.

“Pasti supaya kau tidak lagi berpakaian didalam kamar mandi ya?” tebak Seo Na.

“Ah? mungkin saja!” balas Nickhun tanpa nada seperti mau becanda. Mereka berdua saling terdiam.

“Aku ngantuk!” ucap Seo Na tiba-tiba.

“Huh? Nado! Have a nice dream!” salam Nickhun sebelum Seo Na beranjak ke kasurnya.

>>>

“Ngung~ bruk!” terdengar suara dari tempat Nickhun.

“Nickhun-ya~ itu suara apaan sih?” tanya Seo Na bingung saat mereka sedang asyik mengobrol.

“Didekat sini sedang ada pembangunan sebuah gedung. Aku tak tahu gedung apa yang ingin dibuat” jawab Nickhun.

“Oh~ berisik dong kalau lagi sekolah?”

“Ga terlalu sih! tempatnya kan tidak terlalu dekat dengan sekolah. Bisa dibilang, kos’anku berada diantara kedua gedung itu”

“Oh~”

“Cklek!” pintu kamar Nickhun dibuka. Wooyoung dengan seenaknya masuk ke kamar Nickhun.

“A~~~” Wooyoung teriak histeris melihat wajah Seo Na ada didalam cermin.

Nickhun dan Seo Na langsung menoleh ke Wooyoung. Nickhun bengkit dan berlari menuju Wooyoung.

“Tenanglah! Tak usah berlebihan!” bentak Nickhun.

“Itu~ kenapa ada orang di dalam cermin?” tanya Wooyoung sambil menonjok pipi Nickhun.

“Akh~” erang Nickhun.

“A~~” teriak Seo Na ketakutan melihat kejadian itu sambil menutup matanya.

“Sakit ya?” tanya Wooyoung tak nada merasa bersalah.

“Sakitlah! Babo!” bentak Nickhun sambil meringis memegang bekas tonjokan Wooyoung.

“Berarti aku tak mimpi!” pekik Wooyoung.

Nickhun melototi Wooyoung. “Jadi kau menonjokku hanya untuk itu?”

Wooyoung menyengir. “Gantianlah~”

“Sialan! Kenapa tidak ke pipimu sendiri?”

“Aku tak mau pipiku lebam hanya untuk memastikan ini!”

“Sepertinya aku pernah dengar kata semacam itu tuh!”

“Iya lah! Itukan kata-katamu waktu itu”

“Kenapa tidak menampar atau mencubit saja?”

“Itu hanya untuk yeoja! Masa namja mainnya seperti itu sih?”

“Aish~” Nickhun berjalan ke cermin dan duduk didepan cermin. “Seo Na-ya~ tak usah takut. Tadi hanya becanda antar namja”

Seo Na membuka matanya. “Babo namja!”

“Mwo?” tanya Nickhun dan Wooyoung serempak.

“Para namja itu babo! Becanda kok seperti itu sih? Aneh!” omel Seo Na.

“Itulah namja! Harus kuat!” elak Wooyoung. Nickhun mengangguk.

“Itu apa tak sakit, Nickhun-ah?” tanya Seo Na sambil menyentuh cermin di tempat yang memantulkan bayangan pipi Nickhun yang habis ditonjok.

Nickhun tersenyum. “Gwencana Seo Na-ya!”

“Ya~ kau Seo Na? aku Wooyoung!” pekik Wooyoung. Seo Na tersenyum.

Tiba-tiba cermin bergetar.

“Persis seperti waktu itu! Kotamu dimana Nickhun-ah?” teriak Seo Na.

“Sejong~” suara Nickhun terdengar samar-samar dan … cermin itu berhenti bergetar. Cermin itu sudah kembali seperti semula, memantulkan bayangan Seo Na. tanpa terasa Seo Na menitikkan air mata.

“Nan ganda Nickhun-ah~ Wooyoung-ssi!” ucap Seo Na pelan.

“Junsu pulang~” teriak Junsu dari bawah.

Seo Na langsung menghapus air matanya dan berlari menuju oppanya itu. Seo Na tak henti-hentinya meneriakkan nama Junsu sepanjang perjalanan menuju Junsu.

“Seo Na-ya~ berhentilah berteriak! Berisik tahu! Mwoyeyo Seo Na-ya?” sahut Junsu.

“Oppa~ cerminku kembali seperti semula!” teriak Seo Na.

“Memang cerminmu tadinya kenapa?” tanya umma yang sedang memberikan minuman hangat ke Junsu.

“Ah? Ini! Cerminnya kan aku tempelin apaan tau tuh! Terus saat aku lepas, cerminnya jadi kotor umma!” alasan Seo Na.

“Oh~” umma pergi meninggalkan kedua anaknya itu.

“Jeongmal? Kok bisa?” tanya Junsu berbisik.

“Molla oppa! Pokoknya cermin itu bergetar lagi seperti saat cermin itu mau bermasalah. Terus ya cermin itu sudah tak ada Nickhun lagi tapi pantulan bayanganku” jelas Seo Na.

“Oh~ untunglah!”

“Ne! untunglah!”

“Besok oppa mau ke sejog untuk proyek oppa itu. Berarti sekarang kau sendirian lagi Seo Na-ya!”

“Sejong?”

“Ne! sejong! Wae?”

“Anio! Aku ikut ya! jebal~ besok kan weekend! Aku tak mau sendirian di rumah. Umma pasti sibuk arisan besok. Appa pasti tetap sibuk bekerja sama sepertimu”

Junsu berpikir sejenak. “Baiklah!”

>>>

Keesokan harinya. Di perjalanan menuju sejong.

Seo Na memasang headphone dan mengedarkan pandangan keluar jendela. Junsu sesekali melirik Seo Na dan tersenyum kecil.

“Kenapa kau gugup?” tanya Junsu. Seo Na melepaskan headphonenya dan mengalungkannya dileher.

“Aku tidak gugup kok!” elak Seo Na.

“Oppa tau kalau kau bengong sambil mendengarkan lagu pasti karena kau gugup. Kau bengong pasti karena memikirkan apa yang akan terjadi” ucap Junsu.

“Aish~ oppa benar!”

“Biar oppa tebak! Pasti kau memohon ikut oppa ke Sejong karena ingin bertemu Nickhun kan? Kau tahu kota tempat tinggal Nickhun itu Sejong?” tebak Junsu.

“Oppa benar lagi!”

“Memang kau tahu tempat tinggal Nickhun?”

“Molla. Yang pasti tempatnya ada diantara sekolah dan sebuah proyek pembangunan”

“Sebenarnya oppa pernah kesana dan proyek oppa berada di tempat yang lumayan dekat dengan sebuah sekolah yang seragam sekolah namjanya mirip dengan seragam Nickhun”

“Jinjja? Kenapa oppa baru cerita? Berarti didekat itu ada tempat kos’an Nickhun!” seru Seo Na.

“Dan hanya satu tempat kos yang isinya khusus sekolah itu!” timpal Junsu.

>>>

Sesampainya disana, Junsu menurunkan Seo Na di tempat kos yang dimaksudnya. Junsu berjanji pasti akan bisa menjemput Seo Na kapan saja. Sepeninggalan Junsu, Seo Na mengetok pintu utama kos’an itu. Pintu itu dibuka.

“Annyeong haseyo agassi~ cari siapa ya?’ tanya seorang namja.

“Chansung-ah~ siapa yang datang?” tanya seorang namja didalam ruangan itu. Tampang namja yang berteriak dari dalam itu belum sempat dilihat oleh Seo Na.

“Seorang yeoja yeopo~ Wooyoung!” jawab namja yang dipanggil Chansung itu. Seo Na terdiam mendengar nama Wooyoung disebut.

“Ya~ agassi! Mwoyeyo?” tanya Chansung.

“Bolehkah aku bertemu dengan Wooyoung?” tanya Seo Na ramah.

“Yah~ yeoja manis ini sudah jadi milik Wooyoung! Wooyoung~ yeoja ini mencarimu!” teriak Chansung.

Wooyoung berteriak senang dan berlari ke depan. “Seo Na-ssi?”

“Annyeong Wooyoung-ssi!” sapa Seo Na.

“Kenapa kau ada disini?” tanya Wooyoung bingung.

Chansung menjitak kepala Wooyoung. “Babo~ harusnya kau senang didatangi oleh yeoja semanis dia!”

Wooyoung meringis. “Dia bukan mencariku! Pasti dia mencari Nickhun, bodoh!”

“Jeongmal? Namja itu lagi! Ckck..” Chansung menggelengkan kepala.

“Memang Nickhun kenapa?” tanya Seo Na bingung.

“Anio. Aku hanya bingung namja seperti dia ada yang mencarinya” jawab Chansung.

“Memang Nickhun kenapa? Dia tak pantas dicari oleh seorang yeoja gitu?” tebak Seo Na.

“Ani.. ani… hanya saja, daripada kau mencari namja seperti dia, lebih baik kau mencari namja imut sepertiku. Kenalkan! Chansung imnida. Namja terimut di kos’an ini!” bangga Chansung.

“Biarkan saja dia. Dia memang sedang lagi ada masalah hingga frustasi dan bersikap seperti itu” ucap Wooyoung agak keras sambil menarik tangan Seo Na masuk dan menaiki tangga.

“Sialan! Apa maksudmu?” geram Chansung.

>>>

Wooyoung dan Seo Na berhenti didepan sebuah pintu. Wooyoung mengetok pintu itu dengan keras.

“Kamar siapa ini? Bukan kamar Nickhun kan?” tanya Seo Na.

“Ini kamar Nickhun tau!” balas Wooyoung.

“Jinjja? Kok kau tak asal masuk lagi seperti kemarin?”

“Sudah tak dibolehkan lagi oleh Nickhun”

“Cklek!” akhirnya pintu kamar itu dibuka. Dari dalam, menyembul sebuah kepala.

“Ya~ Nickhun-ah~” teriak Wooyoung.

“Hm?” sahut Nickhun malas dengan mata mengerjap-ngerjap pelan. Dia seperti baru bangun tidur.

“Jangan bermalas-malasan seperti itu! Mentang-mentang sekarang weekend, kau jadi tidur seharian. Malu kalau sampai dilihat oleh Seo Na” bentak Wooyoung.

“Percuma! Seo Na juga tidak tahu kok” balas Nickhun.

“Aku tahu kok! Aku kan lihat sendiri” ucap Seo Na yang membuat Nickhun tersentak. Mata Nickhun langsung melek sempurna.

“Annyeong Seo Na-ya! kenapa kau ada disini?” tanya Nickhun bingung.

“Kebetulan gedung yang sedang dibangun itu itu adalah proyeknya Junsu oppa. Jadi aku bermain kesini deh! tak apa kan?” jelas Seo Na.

Nickhun menggeleng cepat. “Tentu saja boleh! Silahkan masuk. Maaf ya kalau berantakan”

“Aku sudah terbiasa melihat kamarmu tau! Tak usah sungkan seperti itu. Harusnya aku yang sungkan” ucap Seo Na.

“Oh iya! Lagian kan biasanya kita ngobrolnya lewat cermin. Tak pernah langsung” kata Nickhun.

>>>

“Sejak kapan cermin kalian berhubungan?” tanya Wooyoung sambil memberikan Seo Na sebuah soft drink.

Seo Na menerimanya. “Dari..”

“Biar aku tebak! Pasti dari 3 minggu yang lalu deh” tebak Wooyoung.

“Itu kau tahu! Kalau kau sudah tahu, ya tak usah nanya!” omel Nickhun.

“Darimana kau bisa tahu?” tanya Seo Na.

“Karena sejak 3 minggu yang lalu, Nickhun jadi betah dikamarnya sendiri dan selalu ingin pulang sekolah lebih cepat. Itu bukanlah sifat Nickhun yang ku kenal. Nickhun yang ku kenal itu paling malas lama-lama berdiam diri dikamar dan selalu pulang terakhir dari sekolah” jelas Wooyoung.

“Oh~ kau kangen denganku terus ya?” goda Seo Na.

Nickhun salah tingkah. “Ani.. anio~ sok tahu sekali kau!”

“Jeongmal? Aku tidak percaya” Wooyoung ikut menggoda Nickhun.

“Aish~ terserah kalian lah! Seo Na-ya! Kapan kau pulang?” Nickhun mengalihkan pembicaraan.

Seo Na membuka soft drinknya dan meneguknya. “Kau tak suka aku bermain kesini?”

Nickhun menggeleng cepat. “Ani~ aku hanya tidak mau kau dicariin oleh oppamu. Nanti oppamu marah-marah padaku lagi kalau kau telat menemuinya untuk pulang”

“Junsu oppa akan menjemputku kesini kalau dia sudah mau pulang” ucap Seo Na malas.

>>>

“Annyeong semuanya!” pamit Seo Na.

“Annyeong. Kalkayo Seo Na-ssi” balas Nickhun dan teman-teman kosnya.

“Jamkan~” teriak Nickhun sambil berlari mendekati jendela mobil di dekat Seo Na.

“Wae?” tanya Junsu dingin.

“Aku minta nomormu dong! Kita kan jadi bisa saling berkomunikasi” pinta Nickhun sambil menyerahkan hpnya pada Seo Na. Seo Na menerimanya dan menekan tombol-tombol itu.

Seo Na mengembalikan hp Nickhun. “Nih! Dengan begini, kita bisa tetap berteman kan?”

Nickhun tersenyum tipis. “Akan terus bersahabat”

“Ne! Itu maksudku. Bye~” ucap Seo Na pelan.

“Bye!” sahut Nickhun.

Mobil Junsu melaju pelan meninggalkan halaman tempat kos itu.

“Bye Nickhun!” lirih Seo Na pelan.

>>>

Keesokan harinya di kamar Seo Na.

“Kenapa kau bersedih begitu sih?” tanya Junsu yang tiba-tiba sudah didalam kamar Seo Na.

“Kau tidak kerja oppa?” Seo Na balik bertanya.

“Hari ini hari sabtu. Mana mungkin aku kerja? Tugasku kan sudah selesai kemarin”

“Jadi, kenapa kau bersedih seperti ini? Tumben sekali kau tidak bersemangat?”

“Kau pasti tahu oppa! Kau kan hatiku yang lain”

“Haha.. maksudmu aku pasti tahu apa pun yang kau rasakan walaupun kau tak bilang padaku?”

“Ne! semacam itulah”

“Tidak selamanya aku tahu apa isi hatimu kalau kau tak pernah bilang padaku. apa kau merindukan Nickhun? Habis~ sedari tadi oppa perhatikan, kau menatap kosong cermin itu”

“Menurutmu?”

“Itulah menurutku”

Seo Na menatap Junsu. “Tuh kan! Kau memang hatiku yang lain”

Junsu terkekeh dan membelai kepala Seo Na lembut. “Kau akan menemuinya sebentar lagi. Malah setiap hati sama seperti hari-hari kemarin”

“Huh? Kok bisa?”

“Oppa dimutasi ke sejong. Kau tahu? Gedung itu adalah calon kantor yang akan oppa pimpin”

“Kalau oppa pindah kesana, aku saja yang ikut atau yang lain juga ikut?”

“Kau saja! Obuji kan kerjanya disini. Omoni juga harus mengurusi obuji. Jadi omoni pasti tidak akan ikut denganku”

“Aku mau sekali ikut denganmu!” seru Seo Na semangat.

“Memang yang paling menari itu adalah yeoja yang sedang jatuh cinta ya?” sindir Junsu.

“Aku tidak sedang jatuh cinta, oppa~” bantah Seo Na.

“Iya deh! terserahmu”

>>>

Beberapa minggu kemudian.

Sebuah mobil pribadi didepan sebuah apartemen. Dari dalam mobil itu, terlihat Junsu dan Seo Na sedang tersenyum memandang kedepan dan keluar dari mobil. Junsu mengeluarkan semua koper mereka. Seo Na mengambil satu koper dan berjalan menuju beberapa namja yang sudah menunggunya di depan pintu masuk apartemen itu.

“Annyeong~ eosseo wesseo Seo Na di Sejong!” seru mereka.

Seo Na tersenyum. Nickhun berjalan mendekati Seo Na dan memeluknya erat. Seo Na tersentak. Dia langsung membalas pelukan Nickhun.

“Aku sudah menunggu hari ini sejak kau memberitahuku kalau kau akan pindah ke kota ini” bisik Nickhun.

“Aku juga!” balas Seo Na.

“Saranghae” bisik Nickhun lagi. Seo Na diam. Nickhun melepaskan pelukannya.

“Aku menahan perasaanku karena aku pikir percuma kalau aku mengatakannya padamu kalau kau tetap tinggal di kotamu sebelumnya. Tapi sejak kau pindah kesini, aku pikir itu tidak percuma lagi. Makanya aku menyatakan perasaanku. Kalau kau menolakku juga tak apa kok!” ucap Nickhun sambil tersenyum.

“Kata siapa aku akan menolakmu? Aku juga mencintaimu kok!” jawab Seo Na.

“Ya~ itu urusan nanti! Sekarang batulah oppamu ini Seo Na! kau kira aku Superman hingga bisa membawa semua koper ini?” teriak Junsu.

Seo Na tersenyum geli melihat Junsu dan menoleh ke Nickhun. Nickhun ikut tersenyum dan menarik tangan Seo Na menuju Junsu. Nickhun membantu Junsu membawa dua koper sedangkan Junsu membawa sisanya.

“Ya~ bantu aku bawa satu koper ini!” perintah Nickhun pada teman-temannya. Taecyeon mendekat dan merampas satu koper dari tangan Nickhun. Mereka semua berjalan berjalan menuju apartemen baru Junsu dan Seo Na.

“Biarkan aku bawa koper yang kau pegang ya Seo Na” tawar Wooyoung.

“Ahem!” Nickhun berdeham.

“Tenanglah Nickhun! Aku tak akan merampas yeojamu!”

Seo Na terkekeh sebentar. “Boleh saja!”

===MirrorLove===

ini ff lama banget! jadi emang gaya tulisan dan bahasa beda sama ff lain yg saya post disini~😀

5 responses to “[Korean Fan Fiction] Mirror Love (OneShoot)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s