[Korean Fan Fiction] Destiny (Series) Chapter 2

Author: Faranisa Nadya
Title: Destiny
Genre: Romance, Comedy(?)
Chapter : 2/7
Cast :
–          SNSD Jessica
–          Super Junior Kyuhyun
–          DBSK Changmin

 

===Destiny===

 

Jessica pov.

Aku membuka mataku perlahan saat merasa sebuah aura suram. Wajah seseorang dengan seringaian khasnya menyambutku. Aku langsung terduduk dengan badan yang tegak.

“KYA!!” aku berteriak dengan keras dan mata terpejam agar mulutku bisa terbuka lebih lebar dan teriakanku lebih kencang. Sebuah tangan langsung menutup mulutku.

“Aish! Kau berisik sekali sih? Tks,” gerutu sebuah suara.

Ok! Sekarang kesadaranku sudah pulih semua. Aku berusaha melepas tangan itu dan menoleh kesal padanya.

“Ya, Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan di apartemenku?” tanyaku berteriak. Aku bersumpah agar mengganti password apatemenku nanti agar raja iblis itu tidak bisa seenaknya masuk ke dalam apartemenku. Lihat saja nanti!

Dia mengusap telinganya kesal. “Sial sekali hidupku memiliki calon istri yang pintar memecahkan gendang telinga sepertimu.”

“Calon istrimu? Na? Oh tidak!” aku menggeleng-gelengkan kepala agar aku terbangun dari mimpi aneh ini.

Ini tidak berfungsi! Aku menggeleng-gelengkan kepala malah aku semakin ingat kalau namja di depanku ini adalah calon suamiku. Aish! Kenapa setiap aku bangun tidur, aku selalu menderita amnesia sejenak?

Dia mendesah, “Lebih baik kau mandi sekarang. Aku tunggu kau di luar.” Dia bangkit dari kasurku dan berjalan keluar kamar.

Aku menghela nafas lega. Akhirnya dia pergi juga dari kamarku. Tiba-tiba pintu kamarku terbuka lagi. Wajah Kyuhyun muncul dari balik pintu.

“Ppali! Atau harus ku temani mandi, huh?”

Aku langsung mengambil bantalku dan ku lemparkan padanya. Aish! Dia menutup pintu di waktu yang tepat! Bantalku jadi tidak berhasil mengenainya. Hah~

Aku bangkit dengan malas dan mengambil handukku. Lebih baik aku harus mandi sekarang sebelum dia berulah lagi. Aduh~ jadi teringat Seohyun. Salah apa malaikat itu dijodohkan dengan namja macam dia? Dan juga apa salahku sampai berurusan dengannya? Untuk pertanyaan tentangku, jawabannya karena memecahkan vas. Ck!

Author pov.

Jessica keluar dari kamarnya dengan t-shirt dan celana pendeknya lalu duduk di sofa single di depan Kyuhyun. Kyuhyun mengalihkan wajahnya dan mendesah kesal.

“Kau ini mau kuliah atau apa?”

“Huh?”

“Cepat ganti bajumu. Aku tahu hari ini kau ada kelas pagi,” perintah Kyuhyun kesal.

“Maksudmu, kau mau mengantarku ke kampus?”

“Yeah, dan ini untuk pertama dan terakhir. Ada yang ingin ku bicarakan padamu dan urus di kampusmu.”

“Urus apaan?”

“Sudah ganti bajumu atau kau ingin terlambat, huh?”

Jessica melirik jam dinding. Oh sial aku lupa!, runtuk Jessica dalam hati. Dia langsung berlari ke kamarnya dan mengganti pakaiannya.

On the way.

“Jadi, apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Jessica setelah beberapa waktu mereka berdiam diri.

“Kau akan di pindahkan ke Kyunghee. Orangtuaku memaksamu,” jawab Kyuhyun.

“Oh.. jadi karena aku sudah menjadi calon istrimu, orangtuamu berhak mengaturku?”

“Ani. Mereka hanya ingin agar kita lebih mudah di persatukan. Maksudku, kalau orangtuaku ingin kita pergi untuk apapun yang berkaitan dengan rencana pernikahan kita, aku hanya tinggal ke kelasmu atau apartemenmu.”

“Kyuhyun-ssi! Kenapa saat perjodohan, kau terlihat benar-benar ingin membatalkannya padahal kau dijodohkan dengan yeoja yang kau cinta. Sedang kau tak berbuat apapun untuk membatal rencana pernikahan kita?”

“Kau tak tahu apa yang ada di pikiranku. Dan ku kira, kepindahanmu ke kampusku bisa membantu rencanaku.”

“Maksudmu?”

“Kau harus selingkuh,” jawab Kyuhyun.

“Huh??”

>>>

Hp Jessica bergetar saat pelajaran Mr Kim. Jessica mendesah lalu mengangkat tangannya.

“Yeah, Jessica-ssi?”

“Hpku bergetar. Sepertinya dari keluargaku dan sangat penting. Boleh aku minta izin untuk mengangkatnya?”

“Sangat penting? Ye, silahkan.”

“Ah.. gamsahamnida, saem. Sillyehamnida.” Jessica segera berlari kecil keluar kelas.

“Yoboseyo. Mwoyeyo, Kyuhyun-ssi?” tanya Jessica langsung karena dia sudah tahu siapa yang meneleponnya.

“Bagaimana kau bisa tahu kalau aku yang meneleponmu? Kau punya nomorku?”

“Ani. Yuri sudah cerita padaku kalau ada seorang namja yang meminta nomorku dengan sebagai hadiah, ia akan diberikan tas dengan merk terkenal. Aku bisa menebaknya pasti namja itu kau.”

“Ah~ begitu rupanya.”

“Jadi sekarang ada apa? Kau sudah selesai mengurusi aplikasiku?”

“Ye, kau boleh pulang sekarang. Kau bukan mahasiswi kampus itu lagi. Dan besok hari pertamamu di Kyunghee,” jawab Kyuhyun dan langsung diputuskannya hubungan telepon itu.

Jessica mendesah. Dia masuk dan merapikan barangnya.

“Ya, Jessica-ssi! Kenapa kau merapikan barangmu? Kelasku belum selesai,” teriak Mr Kim.

“Ah.. jwoisonghamnida, saem. Aku sudah bukan mahasiswi disini lagi. Aku sudah dipindahkan oleh keluargaku ke Kyunghee. Sillyehamnida.” Jessica membungkukkan badan dan pulang ke apartemennya.

>>>

Jessica membuka pintu apartemennya. Dia menjatuhkan diri di sofa dan memejamkan matanya. Sebentar lagi waktunya dia beraksi di Kyunghee. Dia berdecak dan membuka matanya. Matanya terbelalak dan dia langsung melompat bangun dari sofanya. Seseorang yang familiar baginya baru saja keluar dari dapur sambil membawa sebuah mug dan meneguknya.

“Kyuhyun-ssi! Sudah ku bilang jangan masuk ke apartemenku seenaknya!” omel Jessica.

“Jagi-ya~ jangan galak seperti itu dong,” rajuk Kyuhyun yang membuat Jessica mengedikkan bahunya.

“Ya. Jangan seperti itu! Aku ilfeel~”

Kyuhyun langsung terkikik, “Aku hanya becanda.”

“Jadi, untuk apa kau ke sini?”

“Aish! Apakah aku tak boleh main ke apartemen calon istriku sendiri?”

“Kyuhyun-ssi!”

“Geure.” Kyuhyun berjalan mendekat dan duduk di tempat Jessica duduk tadi dan menarik tangan Jessica –memaksa duduk disampingnya.

“Aku sudah membawa namja itu,” kata Kyuhyun.

Jessica mengernyit. “Namja itu? Nugu?”

“Ah.. Kyuhyun-ah~ untunglah kamar mandinya bersih tidak seperti kamarnya yang berantakan,” seru seseorang yang baru saja keluar dari kamar Jessica dan membuat dua manusia lainnya menoleh.

Mata Jessica membulat dan menoleh geram ke Kyuhyun. “CHO KYUHYUN!!!”

Dua namja itu pun langsung menutup telinga mereka.

>>>

“Ya, Changmin-ah. Jessica ssiyeyo” kata Kyuhyun memperkenalkan Jessica. “Dia calon istriku,” tambah Kyuhyun lalu terkekeh. Sedangkan Jessica hanya mendesis.

“Jadi dia yang akan menjadi selingkuhanku?” tanya Jessica.

“Ye, maja. Tenang saja. Aku yakin kau pasti bisa jatuh cinta dengannya kalau kau tak bisa berakting berpacaran dengannya. Dia orang yang romantis dan sopan. Pandai memperlakukan wanita dengan baik,” yakin Kyuhyun.

“Yeah, terlihat dari wajahnya. Tidak sepertimu” tanggap Jessica.

“Apa maksudmu?”

Jessica langsung menggeleng cepat. “Ani~”

“Bangapseumnida, Jessica-ssi” sapa Changmin.

“Min.. panggil Sica-ya agar lebih akrab. Jangan lupa,” ralat Kyuhyun sambil meneguk tehnya.

“Ah.. maksudku, Sica-ya. Tak apa aku memanggilmu begitu?” ralat Changmin.

Jessica mengangguk, “Ye, tak apa jika itu bisa membantu. Kalau bisa kau cari panggilan yang lebih akrab lagi agar orang-orang menyadari bahwa kau itu selingkuhanku. Dengan begitu, pernikahan kami akan lebih cepat dibatalkan dan aku bisa hidup bebas dari makhluk yang bernama Cho Kyuhyun itu.”

Changmin tertawa sedangkan Kyuhyun mendesis mendengarnya.

“Apa maksudmu dengan ‘makhluk yang bernama Cho Kyuhyun itu’?”

“Apa aku salah? Kau kan makhluk juga. Aku pun makhluk,” sahut Jessica.

“Heh? Maksudnya? Aku tak mengerti,” bingung Kyuhyun.

“Sudahlah. Lupakan saja”

Next day.

Jessica berjalan lemas menuju basement. Dia menghela nafas.

“Kalau aku berhasil membatalkan pernikahanku, berarti aku tidak akan di Kyunghee lagi? Aish! Masuk ke Kyunghee kan tidak mudah. Huh~” pikir Jessica sambil memanyunkan bibirnya.

Saat sudah sampai di basement, dia mengeluarkan kunci mobilnya namun kuncinya terjatuh. Matanya terbelalak. Lagi-lagi Kyuhyun muncul di hadapannya.

“Kenapa kau ganti pin apartemenmu?” tanya Kyuhyun sambil memandang Jessica lurus. Jessica tersenyum menang saat mengingat ia sudah mengganti pin apartemennya semalam.

“Itu apartemenku jadi terserahku. Lagipula aku melakukan itu agar tidak ada orang yang bisa masuk seenaknya ke dalam apartemenku,” jawab Jessica dengan senyum merendahkan.

Kyuhyun mendesah, “Kau membuatku harus menunggumu disini selama berjam-jam!”

“Boe? Jinjjayo?”

“Ani. Hanya sekitar 10 menit.”

Jessica mendesis, “Jadi apa tujuanmu ke sini?”

“Masuk ke mobilku,” titah Kyuhyun. Jessica terdiam hingga Kyuhyun mengulang perintahnya kesal.

“Katamu, kemarin itu adalah pertama dan terakhirnya kau mengantarkanku?” bingung Jessica.

Kyuhyun berdecak dan menarik tangan Jessica –mendorong tubuh Jessica masuk ke dalam mobil Kyuhyun dengan paksa. Jessica pasrah dan menuruti Kyuhyun.

>>>

Jessica keluar dari mobil Kyuhyun dan bersandar disana menunggu Kyuhyun. Kyuhyun keluar dari mobil dan mengunci mobilnya dengan tombol autolock.

“Turawa,” perintah Kyuhyun.

Jessica mengernyit namun segera menurut. Ia menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun segera merangkul pundak Jessica. Tentu saja Jessica segera memberontak.

“Kau diam saja atau aku akan menciummu,” ancam Kyuhyun. Bingo! Jessica langsung terdiam karenanya.

“Apalagi rencanamu sekarang?” tanya Jessica dingin.

“Hanya ingin memperkenalkan secara tak langsung kepada seluruh penghuni tempat ini bahwa kau calon istriku,” jawab Kyuhyun santai. Jessica menarik nafas dalam-dalam agar hatinya yang sudah jengkel kembali tenang.

“Entah apa yang sebenarnya kau inginkan. Tapi semua perlakuanmu ini cukup membuatku semakin ingin cepat-cepat menendangmu dari kehidupanku,” desis Jessica.

“Gomaseumnida,” balas Kyuhyun dengan senyuman lebar.

“Omona!!” geram Jessica.

>>>

BRUK! Punggung Jessica menghantam dinding kelas dengan kasar.

“Apa hubunganmu dengan Kyuhyun sunbae?!” tanya seorang yeoja yang satu kelas dengan Jessica di pagi itu.

“Ku lihat Kyuhyun sunbae merangkulmu mesra pagi ini. Kau juga datang dengannya, kan?” kesal yeoja lain.

“Kau anak baru tapi sudah berlagak saja! Yeoja kurus seperti tengkorak berjalan seperti mana mungkin disukai oleh Kyuhyun sunbae!” hardik yeoja berbadan tambun.

Jessica menghela nafas jengah, “Aku calon istrinya. Dan kenapa aku newbie tapi sudah bisa dekat dengannya ya karena aku calon istrinya! Kyuhyun sendiri yang menyuruhku pindah ke universitas ini.”

“Gotjimal!” bentak semua yeoja serentak.

Jessica mengerutkan kening lalu tergelak, “God! Why are you so funny, girls? I’m not lying. Yeah, I know it’s unbelievable. But, it’s the truth.”

“Kau pikir ini lucu?” tanya yeoja yang ada di depan Jessica.

“Yeah, you’re so funny. Are you all  Kyuhyun’s fans? Do you love him, a devil?” tanya Jessica merendahkan.

“He’s handsome,” gumam seorang yeoja.

“He’s the most handsome in this university, I guess,” tambah temannya.

“Oh ya tuhan! Ini akan jadi salah satu alasan yang kuat mengapa aku tak akan betah di tempat ini,” pikir Jessica sambil tetap tertawa. Apa yang dilakukan namja itu hingga mempunyai fans sebanyak ini? Konyol!, tambahnya dalam hati.

 

===Destiny===

 

Puas dengan part ini? komentarnya ditunggu ^^

5 responses to “[Korean Fan Fiction] Destiny (Series) Chapter 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s