[Korean Fan Fiction] Noona Neomu Yeoppeo Part.6

Cast :

lee taemin (SHINee)

cho seongmi (OC)

lee jinki = onew (SHINee)

Genre : Romance comedy

Length : 6 of 7 part

Rate : PG-15

Korean vocab :

Noona neomu yeoppo : kakak cantik sekali

Noona : kakak (perempuan)

Namja : pria

Yeoja : wanita

Noona : kakak perempuan

Yeojachingu : kekasih wanita

Namjachingu : kekasih pria

Anni/anniyo : tidak

Shireo : tidak mau

Gwenchana : baik-baik saja / tidak apa-apa

Omona : ya ampun / ya tuhan

Annyeong : hai

Ige mwoya : apa-apaan

Pabbo : bodoh

Jeongmal mianhe : (sungguh maaf sekali)

Mianhe : maaf

Ne : ya

Jeongmal paboya : benar-benar bodoh

Ottokhe : bagaimana ini

Imnida : perkenalkan

Gwenchana : tidak apa-apa

Aigoo : ya ampun

Gomawoyo : terima kasih

Seongmi POV.

” kau, terlihat sangat cantik seongmi….” hanya itu yang diucapkan onew sejak dari tadi ia menatapku lekat-lekat. Ada sedikit dentuman yang terdengar dari sudut hatiku, yah bagaimanapun juga sampai saat ini rasa cinta untuk onew masih kumiliki.

” gomawoyo…” jawabku. ia celingak-celinguk melihat kesekitar ke arah belakang bahuku lalu mendengus pelan  ” kemana namja-chingu mu tadi ?? ” ucapnya dengan manik mata yang jengah. ” dia…dia, ke toilet…” jawabku gugup . pandangan onew tidak lepas dariku, ia seperti menyorotku dari ujung rambut hingga mata kaki. Diperhatikan seperti itu tentu saja aku merasakan tatapan lekatnya itu. Sesekali aku meremas bagian rok gaunku dan menggerak-gerakkan kaki kiriku.

”hem ! kau terlihat gugup seongmi , apa karena bertemu denganku ?? ” sedikit melengahkan pandangannya dan kembali menatapku lekat, perkataan onew membuatku tersentak dan segera menyadari tingkahku. ” anni…aku baik-baik saja…”

” kau tau, aku bisa menangkap kebohonganmu..” seolah-olah membaca pikiranku, lagi-lagi onew membuatku terkejut. ” maksudmu ?? Kebohongan apa onew shii ?? ” aku berusah mengatur nafasku yang tercekat. ” kau masih berusaha menutupinya ?? Seongmi, dengar, aku tau semua yang telah kau lakukan akhir-akhir ini bersama namja chingu pura-pura mu itu, bahkan saat ia datang ke kampus kita, itu hanya rencana mu kan ?? ” onew membuatku terlihat seperti pesulap yang memakai trik yang bisa ditebak oleh penontonnya. kali ini pernyataan onew semakin memojokkanku, membuatku tak bisa berkutik.

” onew shii, kenapa kau bicara seperti itu ?? Kau marah padaku ?? ” sedikit mengangkat kepalaku, aku mencoba menantang perkataannya yang menyudutkanku. Ia mendengus kesal

” hah ! ” kembali menatapku seolah-olah ia tahu segalanya. lalu semakin mendekatiku dan memegang kedua bahuku. ” seongmi~aa….apa kau pernah mengerti perasaanku ?? Apa kau sebegitu naif nya ?? Kau pikir aku sebagai seorang namja tidak akan cemburu melihat mantan yeoja-chingu nya berduaan dengan namja lain ?? ” aku menepis tangannya dan menatapnya dengan tatapan tidak percaya mendengar semua ini.

” kau juga berpikir begitu ?? Asal kau tau, aku merasakan seakan dunia akan berakhir saat kau meninggalkanku dan berjalan dengan yeoja lain. Aku tidak bisa tenang jika dihadapanmu.”

jawabku. ” aku tau itu….dan aku sangat menyesal, aku melakukannya sebagai pelampiasan sakit hatiku . tapi yang membuatku kesal, kau tampil sangat berbeda malam ini, jujur aku sangat terpesona padamu. Tapi kau sadar tidak, kau tidak pernah berpenampilan seperti ini untuku, untukku seongmi, sementara dia, kau bisa merubah diri seperti ini. bagaimana bisa ?? ” onew terlihat sangat frustasi, ia melemparkan pandangan seolah-olah aku telah menyakitinya. Matanya berkaca-kaca dan ia juga mengepal kedua tangannya.

aku menarik nafas dan menghembuskannya pelan lalu menunduk. Kurasakan mataku mulai panas. Apa aku benar-benar jahat di hadapan onew ?? Apa tindakanku selama ini salah ??

Entah kenapa rasa bersalah menyelimutiku. Tiba-tiba ia menggenggam kedua tanganku sontak aku menatapnya, dan ia pun juga menatap jauh ke dalam mataku. ” aku masih mencintaimu….nan coahae seongmi~aa….” lirihnya pelan membuat darahku berdesir.

” apa bicaranya sudah selesai noona ?? ”

Taemin POV.

Aku kembali masuk ke dalam untuk mencari seongmi noona, cukup lama sekali ia bicara. Entah kenapa rasa cemas menyelimutiku, aku tidak bisa tenang. Rasanya aku menyesal menyarankan seongmi noona berbicara dengan namja bernama onew itu.

Langkahku terhenti saat melihat onew menggenggam tangan seongmi noona dan menatapnya lekat-lekat, dan mengatakan sesuatu dengan penuh perasaan, dan manik matanya seolah-olah ingin membuat seongmi noona mempercayainya. aku langsung menebak-nebak, apa dia mengatakan pada seongmi noona untuk kembali padanya ?? Entah kenapa rasanya aku ingin menarik seongmi noona dari hadapannya, kakiku melangkah tanpa sadar dan aku berdiri di belakangnya.

” apa bicaranya sudah selesai noona ?? ” tanyaku. Dengan tersentak seongmi noona langsung melepas tangan onew dan menghadapku dengan kaget karena aku datang tiba-tiba mungkin disaat momen yang ditunggunya. sepertinya tebakanku benar, pasti baru saja onew menyampaikan sesuatu yang membuat seongmi noona shock.

” mianhimnida…kami harus segera pulang..” ujarku pada mantan namja chingu seongmi noona itu dan segera pergi. Kami masuk kedalam mobil dan terdiam. Kulihat dari sudut mataku, buliran air mata mulai membasahi pipinya. Aku memegang bahunya dan memutar badannya menghadapku. Kuusap air matanya dengan jariku lembut. sepertinya aku membuat seongmi noona sedih, apa aku tadi mengganggunya ?? Aish ! Taemin pabbo ! Kau telah membuatnya sedih ! Umpatku. ” mianhe noona….aku tadi refleks menarikmu…Aku takut terjadi sesuatu padamu, aku takut onew itu menyakiti mu lagi….” aku berusaha meyakinkannya agar tidak marah padaku.

” anni…gwenchana taemin ~aa…kau tidak salah…ini semua salahku..” jawabnya dan ia berusaha mengusap air matanya dengan hati-hati menundukkan kepala. ” salah apa ?? ” desakku.  ” ya, ini semua salahku, seharusnya kita tidak berpura-pura begini, sepertinya aku menyakiti hati onew, ia terlihat sedih, dan lagi…aku memanfaatkanmu, semuanya merasa tersakiti karena ke-egoisanku taemin….mianhe…jeongmal mianhe, kita akhiri saja semua ini….” jawabnya dengan mengeluarkan buliran air mata lagi terisak dan mencengkram gaunnya.

Jangan kau berkata seperti itu, kau membuat hatiku sakit ! aku merasa beruntung seperti ini, aku bisa dekat denganmu, bisa melihat ekspresi merona mu, rasa malu dan kebodohan kecilmu, nan…nan jeongmal saranghaeyo. Rasanya hatiku seperti diremas dengan kuat, benar-benar perih rasanya. Dadaku bergemuruh hebat mendengar pengakuannya. Ia tak berhenti mengatakan kata maaf padaku, mengungkapkan semua rasa egois nya, aku benar-benar tidak tahan lagi mendengarnya. Kembali kucengkram bahunya, ia menunduk menahan tangis . Kuangkat dagunya sangat dekat dengan wajahku, mata itu, aku sangat ingin mata itu hanya menataku, menyiratkan wajahku. Wajah kami semakin dekat dan hembusan lembut nafasku menerpa wajahnya, perlahan tapi pasti kubungkam mulutnya dengan ciuman telakku. Ia benar-benar terkejut Kurasakan getaran di bibirnya yang hangat dan manis, dan hembusan nafas kecilnya saat kulumat dengan lembut. Aku memiringkan posisi wajahku dan mengulum bibir bawahnya.

Namun, ia melepas ciumanku dan mendorongku bahuku hingga badanku terhempas ke bangku kemudi . aku menarik nafasku dalam dan menghembuskannya pelan. Kulihat mukanya memerah dan nafas tersenggal-senggal lalu menatapku sangat tidak percaya dengan apa yang telah aku lakukan. ” jj  jeong…jeongmal mianhe noona…aku…”

” taemin…ada apa denganmu ??? Apa kau sadar dengan apa yang kau lakukan barusan ?? ‘’ tanyanya menatapku lekat namun segera melengahkan pandangan nya dari wajahku. ” noona, aku mohon maafkan aku….aku benar-benar tidak senga…”

” sudahlah taemin, lebih baik kau antar aku pulang sekarang….” tandasnya memotong perkataanku. Tidakkah ia tahu bahwa ciuman tadi sangat berarti untukku ??. Dengan perasaan kalut aku menancap gas mobilku membelah kesunyian malam dan hanya suasana diam dan sunyi selama diperjalannan pulang.

” taemin ! Kau gila ! Pabbo !! ” rutukku dalam hati. Sesampai dirumah setelah mengantar seongmi noona, aku masih memikirkan kejadian tadi. Rasanya aku takut sekali nanti seongmi noona membenciku dan menjauhiku, aku tidak mau ! Kuraih ponselku dan menelponnya, aku ingin dia memaafkanku, sekarang juga !

” yeobboseo….” jawabnya pelan dengan suara lembutnya namun tersirat kelirihan dalam getaran suaranya itu. ” noona….kau sudah tidur ?? ” aku lega ia mau mengangkat telepon dariku yang sudah kucoba berkali-kali menghubunginya. ” belum…wae ?? ” jawabnya datar. ” noona, kau marah padaku kan ?? ” yah, ia pasti marah padaku. Hanya desahan kecil yang terdengar diseberang sana. ” noona, aku mohon, jangan membenciku…mianhe….jebal…”

” sudahlah taemin….lupakan…”

” shireo !! Tidak akan, sampai kau memaafkanku…”

‘’kau tidak perlu meminta maaf lee taemin ‘’

‘’ aku…aku harus meminta maaf padamu, aku tidak ingin kau membenciku ‘’

” hhh….baiklah, aku memaafkanmu, semuanya akan baik-baik saja. Saat ini perasaanku sangat kalut taemin, aku tidak mau berpikir banyak sekarang…”

Aku lega sekali mendengarnya, ” jeongmal gomawoyo noona….jika kau ada masalah, katakan saja padaku, aku akan membantumu….”

” ne, gomawoyo taemin…”

” ne, noona, selamat istirahat…”

pip ! Sambungannya pun terputus dan aku segera melompat ke tempat tidurku dan merentang tubuhku. Entahlah mungkin seongmi noona masih kesal padaku. Tapi hari ini paling berkesan dalam hidupku, berawal dari pagi, kencanku dengan seongmi noona, dan pesta yang membuatku jengkel, hingga kejadian tak terduga. Aku mencium seongmi noona, ya ! Itu melambangkan perasaanku padanya. Tanpa sadar aku menyentuh permukaan bibrku dan membayangkan bagaiman aku menciumnya, bibirnya sangat lembut dan manis. Mianhe seongmi noona, aku merebut ciumanmu, tapi asal kau tahu, bahwa ini adalah ciuman pertamaku.

To Be Continued

One response to “[Korean Fan Fiction] Noona Neomu Yeoppeo Part.6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s