[Korean Fan Fiction] Destiny (Series) Chapter 3

Author: Faranisa Nadya
Title: Destiny? Cish~
Genre: Romance, Comedy(?)
Chapter : 3/?
Cast :
–          SNSD Jessica
–          Super Junior Kyuhyun

===Destiny? Cish~===

“Eotteo?” tanya Kyuhyun kepada Jessica saat mereka sedang ada di kantin.

Jessica yang sedari tadi sibuk dengan minumannya pun mendongak, “Huh?”

“Makanya dengerin semua hal yang ku ucapkan, bodoh!” desis Kyuhyun.

Jessica langsung memicingkan matanya tajam, “Jangan memanggilku bodoh!” Jessica menyentil kening Kyuhyun lumayan keras lalu menjulurkan lidahnya saat Kyuhyun meringis dan menatapnya tajam.

“Ya!” protes Kyuhyun mencubit hidung Jessica.

“Ah, tak sopan!” geram Jessica sambil menoyor Kyuhyun. Kyuhyun pun balas menoyor Jessica.

“Dasar ga mau mengalah!” cibir Jessica kesal.

“Biar!” sahut Kyuhyun sambil membenarkan letak duduknya dan kembali duduk dengan tenang.

“Namja macam apa yang tak mau mengalah pada yeoja. Dasar payah!” gumam Jessica pelan.

“Ya~ jadi bagaimana kelasmu tadi?” tanya Kyuhyun.

“Buruk! Karena aku harus mendengar semua orang berbisik tentang kita saat kelas berjalan dan mendengar teriakan para monster –maksudku seluruh yeoja kecuali aku saat kau menungguku di depan pintu kelas. Huh!” jawab Jessica jengah.

“Kau baru sadar ya kalau aku ini terkenal?” goda Kyuhyun.

“Yang ku sadari hanya satu. Banyak wanita yang matanya katarak karena menyukaimu,” tanggap Jessica kesal.

Kyuhyun terbelalak, “Mwo? Tapi tak apalah. Merekalah yang katarak bukan aku.” Jessica langsung tertawa sinis karenanya.

“Sica-ya!” sapa seseorang.

Jessica menoleh, “Ah, Taeyeon-ah! Kau kuliah disini?”

Taeyeon mengangguk, “Ye. Dan.. kau juga kuliah disini. Aku baru tahu. Bukannya kau satu kampus dengan Yuri? Ok, lupakan. Jadi.. kau kenal dengannya, Sic?” Taeyeon melirik Kyuhyun sekilas.

“Tentu saja. Dia mu –engg maksudku calon suamiku,” kata Jessica. Hampir saja Jessica memperkenalkan Kyuhyun sebagai musuh bukan calon suaminya.

“Ahh.. arayo,” Taeyeon mengangguk mengerti. “Na ganda, Sic. Temanku menungguku.”

“Maksudmu Junsu?” goda Jessica.

Pipi Taeyeon merona, “A-ani! Terserahlah. Aku pergi.”

“Nugu?” tanya Kyuhyun.

“Taeyeon,” jawab Jessica.

“Maksudku, siapamu?”

“Teman.”

“Oh my! Kau itu.. err.. sudahlah!”

Jessica menatap Kyuhyun sambil mengerutkan keningnya lalu mengangkat bahunya tak mau peduli.

“Changmin-ssi eoddiya?” tanya Jessica.

“Wae? Kenapa kau mencarinya? Kau sudah mulai suka dengannya?” Kyuhyun berbalik bertanya.

“Bodoh! Kau jelas tahu alasan sebenarnya aku bertanya,” desis Jessica.

Kyuhyun terkekeh sambil menepuk-nepuk kepala Jessica, “Ara.. ara.. entahlah dia kemana.”

“Kau membuatku terlihat seperti anakmu saja sih! Seenaknya menepuk kepalaku. Huh!” gerutu Jessica.

“Yang pasti aku tak mau punya anak sepertimu,” sahut Kyuhyun. Jessica kembali mendesis kesal mendengarnya.

>>>

Jessica mendesah bosan sambil sesekali melirik jam tangannya. Sudah satu jam ia menunggu di depan mobil Kyuhyun. Dia di suruh menunggu Kyuhyun sampai kelas Kyuhyun siang itu selesai. Jessica segera menegakkan badannya saat melihat sosok yang sedari ia tunggu datang. Dengan santainya Kyuhyun melangkah menuju Jessica dengan tangan dimasukkan ke dalam saku celananya.

“Annyeong,” sapa Kyuhyun.

“Lama!” gerutu Jessica.

“Ga nyambung,” cibir Kyuhyun.

Jessica langsung menghentakkan kakinya dengan wajah masam, “Ya tuhan!! Kau mau aku berdiri disini berapa lama lagi sih? Kau ingin menyiksaku, ya? Huh?”

“Ya~ ugh, kau berisik sekali. Aku lupa kalau suaramu mempunyai potensi untuk memecahkan jendela,” gerutu namja itu sambil menekan tombol autolock di kunci mobilnya untuk membuka kunci otomatis mobilnya dan masuk.

Jessica mendesah dan membuka pintu depan untuk penumpang dan duduk di samping Kyuhyun. Kyuhyun langsung membuka pintu disamping Jessica dan mendorong Jessica keluar. Jessica langsung merengut. Calm down. Don’t be angry, batinnya.

“Naik bus sana~ aku tak mau mengantarkanmu!” kata Kyuhyun sebelum menutup pintu lalu menjalankan mobil saat Jessica hendak membuka pintu belakang.

“Ya, CHO KYUHYUUNNN!!” geram Jessica. “Jadi untuk apa aku menunggumu kalau hanya untuk ditinggal??” gumam Jessica geram.

>>>

Jessica langsung menghembuskan nafas kesal saat melihat Kyuhyun sedang bersandar di pintu apartemennya. Dia langsung berbalik badan namun tangannya di tahan oleh Kyuhyun.

“Ya! Mau apa lagi kau, uh? Tak puaskah kau membuatku yang tak biasanya pulang dengan kendaraan umum jadi harus pulang dengan kendaraan umum?!” geram Jessica.

“Aku lupa kalau hari ini aku disuruh membeli cincin untuk pernikahan kita,” jawab Kyuhyun datar.

“CINCIN?? Argh! I must be crazy,” desis Jessica kesal.

“Yea, of course,” sahut Kyuhyun seraya menarik tangan Jessica menuju basement gedung itu.

“Yang pasti kalau aku gila, kau lah penyebabnya, Cho Kyuhyun-ssi!” batin Jessica geram.

>>>

Jessica hanya diam dan memperhatikan Kyuhyun yang sibuk memilih cincin yang menurutnya bagus sambil mengetukkan pelan jari-jarinya di lemari kaca tempat cincin itu disimpan dan dipajang.

“Menurutmu, apa ini keren?” tanya Kyuhyun sambil memperlihatkan sebuah cincin namun Jessica sama sekali tak mau melihatnya.

“Ye,” jawab Jessica asal. Mungkin, tambahnya dalam hati.

“Kalau ini?” tanya Kyuhyun lagi. Jessica mengangguk.

“Semua cincin juga kau bilang bagus, bodoh!” gerutu Kyuhyun.

“KARENA AKU TIDAK PEDULI, APA CINCIN ITU BAGUS ATAU TIDAK!” balas Jessica dengan suara pelan namun ditekan.

Kyuhyun tersenyum dan menepuk-nepuk kepala Jessica, “Untung saja Changmin pindah ke Jepang. Kalau tidak, kasian sekali dia harus berpura-pura menjadi selingkuhanmu.”

Mata Jessica membulat, “Jadi dia pindah ke Jepang?”

“Maja.”

“Kenapa kau tak bilang padaku??”

“Memang kau itu siapanya?”

“Umm.. bukan siapa-siapa tapi aku .. akh! Kau menyebalkan!” gumam Jessica.

Kyuhyun menampilkan smirknya dan menoleh ke penjaga toko itu, “Aku pilih ini.”

Next day.

Jessica mendesah lega saat tidak melihat sosok Kyuhyun di sekitar apartemennya. Itu berarti harinya tidak mulai dengan hal yang buruk selama paginya tidak di ganggu oleh makhluk yang bernama Cho Kyuhyun.

Jessica masuk ke dalam mobilnya dan menghirup wangi mobilnya. Rasanya sudah lama ia tidak menggunakan mobilnya itu dan harus mencium bau di mobil Kyuhyun yang membuatnya selalu frustasi –walaupun sesungguhnya bau mobil Kyuhyun bahkan jauh lebih menyegarkan dari bau mobil Jessica. Dia menstater mobilnya dan menjalankannya. Tak lama,

SKITTT..(?) ban mobil Jessica yang dipaksa untuk berhenti berputar menyebabkan sebuah suara. Didepan mobilnya, seorang anak kecil sedang bermain bola plastiknya.

“Omona~ orang tua macam apa yang meninggalkan anaknya bermain di basement? Orangtuanya pasti sudah gila!” umpat Jessica kesal.

“Eunhwa-ya~ jangan suka pergi sendiri, ya..!” sebuah suara membuat Jessica menoleh. Seorang namja yang beberapa tahun lebih tua darinya sedang berlari menghampiri anak kecil yang hampir di tabrak oleh Jessica.

Setelah namja itu menempatkan Eunhwa –anak kecil itu, namja itu menghampiri Jessica dan sedikit membungkukkan badannya.

“Ku yakin tadi anak ini merepotkanmu. Jwoisonghamnida, agassi,” katanya.

“Makanya kalau punya anak, dijaga sungguh-sungguh,” balas Jessica sinis.

“Uh? Anio.. dia keponakanku bukan anakku,” bantahnya.

“Terserahmulah.” Jessica menutup kaca mobilnya dan menggumal, “Ya tuhan~ aku memang sudah ditakdirkan mendapatkan pagi yang buruk semenjak aku bertemu dengan Kyuhyun-ssi!”

Jessica kembali menjalankan mobilnya. Sementara itu, namja itu tersenyum memperhatikan mobil Jessica yang akhirnya hilang di tingkungan menuju pintu keluar.

“Yeoja cantik dan menarik. Mirip denganmu,” gumamnya menerawang lalu mengecup kening Eunhwa yang sibuk menggumam tak jelas sambil memainkan bolanya.

>>>

Kyuhyun menatap sebuah foto ditangannya lalu menghela nafas panjang. Dia menengadah beberapa saat lalu membuka pintu mobilnya. Ia letakkan foto itu disaku celananya.

“Harusnya hari ini dia sudah kembali,” gumam Kyuhyun pelan. “Tidak.. tidak akan lagi aku jatuh cinta padamu! Lihat saja, aku akan bisa terbebas dari permainanku dan orangtuaku ini.”

Kyuhyun mengambil handphonenya yang tergeletak di jok belakang dan menelepon Jessica.

“Ku tunggu kau di basement apartemenmu,” kata Kyuhyun lalu mematikan teleponnya.

Jessica pov.

Drrt..

Aku langsung mengangkat teleponku saat hpku bergetar. Aku menunduk dan menutupi handphoneku dengan tanganku agar tidak ketahuan oleh dosen yang sedang mengajar.

“Ku tunggu kau di basement apartemenmu,” kata Kyuhyun lalu mematikan teleponnya.

Mwo? Basement apartemen?? Tapi kelasku belum selesai.. aish! Eotteokhe? Biarkan saja lah~ dia tak menyuruhku datang sekarang juga kan? Jadi aku datang kapan pun ya itu sesukaku. Kau cerdas, Sica!

Drrt..

Kali ini sms dari Kyuhyun. Ada apa lagi sih?? Bukannya sekalian saja tadi saat meneleponku. Huh payah!

Sekarang juga atau kau akan menyesal nantinya!

Ya tuhan~~ kenapa dia bisa membaca pikiranku? Ugh.. tanpa berpikir panjang lagi, aku mengangkat tanganku.

“Ye, Jessica-ssi?”

“A-aku ada keperluan mendadak. Adikku kecelakaan sedangkan orangtuaku sedang diluar negeri,” alasanku.

“Geurom. Kau boleh keluar lebih awal,” izin dosen itu.

Aku membungkukkan badanku sedikit dan merapikan barangku. Krystal~ mianhae.. bukan maksud onnie untuk mendoakanmu yang tidak-tidak. Hanya saja.. akh! Pokoknya salahkan saja manusia setengah iblis yang bernama Cho Kyuhyun itu!

>>>

Aku turun perlahan dari mobilku dan mengunci otomatis mobilku dengan autolock. Aku berjalan menghampiri Kyuhyun yang sedang bersandar di mobilnya.

“Masuklah,” kata Kyuhyun sambil kemudian masuk ke dalam mobilnya. JAku menurut.

“Jadi, ada apa lagi?” tanyaku.

“Hanya bermain ke rumahku dan membuat ‘sedikit’ kegaduhan,” jawab Kyuhyun sembari menstater mobilnya. Aku mengernyit mendengarnya.

Kyuhyun’s house.

Kyuhyun menarik tanganku entah kemana. Sesungguhnya aku ingin memberontak tapi … argh! Ini kandang musuh! Salah sedikit, 20.000.000 won melayang. Tenang saja~ aku masih ingat perjanjian itu dan vas itu kok jadi aku tak berani berbuat macam-macam disini. Hah~

Kami berhenti di depan kamar. Dia berbalik badan dan, AIGO! Kenapa wajahnya seperti sedang marah? Memang aku salah apa lagi sekarang? Ya tuhan.. apa hidupku tak bisa setenang dulu lagi? Aduh..

“W-wae, Kyuhyun-sss… –engg maksudku, kyu-ya?

===Destiny? Cish~===

Bakal dilanjut kalo yang koment banyak
Sekian dari saya. Wassalam ^^

8 responses to “[Korean Fan Fiction] Destiny (Series) Chapter 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s