[Korean Fan Fiction] Hope it wouldn’t be like this -Son Dongwoon’s BEAST- Part.1

Cast :

Kim Yoo Jin (OC)

Son Dongwoon BEAST

Ham Eunjung T-ara

Genre : Complicated romance , angst

Aku tidak mau menyakiti…

Aku tidak punya belati untuk menusuk seseorang dari belakang

Tidak sedikitpun keinginanku walaupun dadaku sesak tak tertahankan

Tapi bisakah aku egois sekali saja ? karena aku juga manusia, yang mempunyai perasaan untuk dianggap

Maafkan aku jika mencintaimu merupakan beban untukmu

‘’ wanita macam apa kau kim yoo jin ?! ‘’

‘’ apa yang membuatmu tega melakukan semua ini padaku ?!! ‘’

‘’ jawab aku kim yoo jin !! ’’

Ia sangat membenciku,pasti . tapi aku tidak tau harus berbuat apa. Buta, aku telah terbutakan oleh cinta.

Yah, wanita macam apa kau kim yoo jin ?? aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu, aku tidak berani bercermin melihat pantulan diriku yang penuh dendam dan rasa busuk dalam hatiku. Bahkan aku membenci diriku sendiri.

‘’  kau !! kau menusukku dari belakang !! kau mencintai dongwoon ! suamiku ,yang juga kakakmu ! kau tidak pantas ada di dalam keluarga ini !! ‘’

^^

Memandangi sekilas yeoja paruh baya yang sedari tadi tidak melepaskan cengkramannya dibahuku  yah, nyonya son, dan tuan son pun menatapku seolah-olah aku adalah peri penyelamatnya. Manik mataku bergantian mengitari tuan dan nyonya son bergantian. Berada di rumah ini senyum yang mereka lemparkankan padaku, seolah mencoba membuatku merasa nyaman. ‘’ yoo jin~aa kau tidak usah gugup begitu ne…. ‘’ ia mengusap bahuku lagi. Nyaman , aku merindukan belaian seperti ini, belaian dari sosok seorang ibu. Kupaksakan bibirku untuk membentuk sebuah senyuman agar mereka tidak merasa menyesal telah membawaku kesini. ‘’ kau tau, kau sangat mirip dengan putraku, Son Dongwoon ‘’ .

DEG !

Son Dongwoon ??!

Nama itu tidak asing bagiku, tapi…. Ah! Tidak hanya satu orang yang bernama Dongwoon. Ah tidak ! aku tidak boleh berpikir macam-macam, ini pasti dikarenakan aku gugup.

Perasaanku makin berkecamuk, entah kenapa aku merasa menyesal berada disini. Aku meremas bagian ujung rok-ku dan menghentakkan dengan amat pelan kaki kiriku dengan ritme yang lambat. Yah, aku berusaha untuk mengatasi rasa gugup dan bersikap seolah-olah aku relax didepan tuan dan nyonya Lee.

TAP !

TAP !

TAP !

‘’ ah ! ini dia, kakakmu telah datang yoo jin…. ‘’ walaupun aku tidak terlalu berminat dengan keluarga ini, tapi setidaknya ada rasa penasaran dihatiku, tentang orang yang akan kupanggil ‘oppa’ . aku berdiri perlahan mengikuti tuan dan nyonya Son.

‘’ ah ! akhirnya kau sampai dirumah ‘’ suara rendah tuan Son menyambut hangat putranya.

DEG !

DEG !

DEG !

 

Aku tidak percaya takdir

Terlalu naïf rasanya, aku menunggu nasib baik datang padaku

Aku tau tuhan itu adil

Tapi sepertinya ia tidak berpihak padaku

Untuk kali ini, aku berdo’a , ‘’ tuhan, kenapa tidak kau cabut saja nyawaku ?? ‘’

Sosok berperawakan tinggi dengan lukisan wajah yang dingin dan manik mata coklat. Aku mengenalinya, tidak ! sangat mengenalinya . ia terpaku pada sosokku yang ada dihadapannya saat ini, sosok yang amat AKU CINTAI. Aku tidak bisa menyembunyikan ekspresi terkejutku. Entahlah rasanya badai besar akan menimpaku.

‘’ dongwoon, diadalah anggota baru di keluarga kita, Son Yoo Jin….. ‘’

‘’ dia akan menjadi adik perempuanmu mulai saat ini tentunya ‘’

‘’ Yoo Jin, kau panggil dia ‘dongwoon oppa’ ne….. ‘’

‘’ Yoo Jin adalah anak yang baik ‘’

TIDAK ! tidak mungkin !

Hentikan semua ini ! aku ingin lari dari tempat ini sekarang juga, tapi lututku melemas, aku tidak sanggup lagi berdiri, pandanganku berputar, dan…….. semuanya gelap.

BRUGH !!

‘’ Yoo jin !! yoo jin ada apa denganmu ?! yoo jin sadarlah…… ‘’

^^

Hening, namun hangat yang kurasakan saat berada di ruang keluarga ini. Tentu saja ku merindukan suasana seperti ini. Dan sekarang aku mendapatkannya, tapi aku juga ingin melepaskannya.

Bahunya menegang dan tangan yang mengepal itu menyembulkan urat-urat nya seberkas. Dalam diam, aku merasakan tatapan intens sosok itu yang menekuk sedikit wajahnya hingga matanya tertutup poni. Kondisi yang tak beda jauh juga terjadi padaku, kurasakan bahuku bergetar karena dadaku bergemuruh kencang. Untung saja nyonya Son tidak sedang mencengkram bahuku seperti yang sering ia lakukan jika berada disebelahku. Kukencangkan kepalan tanganku hingga timbul rasa perih pada kulit telapak tanganku karena ditusuk kuku ku yang panjang. Sekedar melampiaskan rasa sakit dan rasa bersalahku terhadap keluarga ini.

Hangat, saat tangan lembut itu menggenggam kedua tanganku, membuat kepalanku melemah terkalahkan oleh rasa hangat. ‘’ yoo jin, maafkan kami yang tidak memberikanmu waktu istirahat tadi, hingga kau pingsan ‘’ . ‘’ tapi jika kau ada keluhan, sampaikan saja pada umma ne…. ‘’ .

Umma ??

‘’ hm, ne… umm…umma ‘’ menelan salivaku saat mengatakan kata itu, bukannya aku tidak mau mengatakannya, tapi rasanya terlalu cepat, entahlah aku merasa belum siap dengan semua ini, terlebih lagi entah bagaimana ekspresi namja  dihadapanku ini saat aku memanggil ibu nya dengan sebutan yang sama dengan yang ia panggil sehari-harinya.

‘’ hhhh…. ’’

Walaupun pelan, tapi helaan nafas beratnya itu mengusik pendengaranku.

‘’ dongwoon… ‘’

Ia mengangkat kepalanya yang sedari tadi ditekuk, tak ingin bertatapan denganku mungkin. ‘’ ne appa…. ‘’ . ‘’ mulai besok yoo jin akan bekerja di perusahaan kita, appa telah menyeleksinya dan meninjau dari nilai akademiknya, dan ia pantas mendapatkan posisi di perusahaan kita ‘’ .

‘’ mwo ?! ‘’

Semua mata memandang ke arahku akibat seruanku yang mungkin cukup keras mengejutkan mereka. Aku mencoba menenangkan diri. ‘’ mianhe….aku…aku hanya ‘’ , ‘’ gwenchana yoo jin , kau memang pantas terkejut, karena appa tidak memberitahumu sebelumnya ‘’ . bukan begitu, tapi rasanya ini sudah terlalu jauh….keberadaanku akan semakin membuat ia terluka. ‘’ anniyo…hanya saja, aku tidak mau berhutang terlalu banyak…. Aku takut tidak bisa membayarnya ‘’ yah, mengadopsiku saja sudah sangat beruntung bagiku, tapi entahlah dengan keadaan yang ternyata seperti ini. ‘’ hutang ?? ‘’ nyonya Son-ummaku- beringsut mendekat dan kembali menggenggam tangaku, ‘’ kau tidak pernah berhutang pada kami yoo jin….kau adalah bagian keluarga ini , tidak ada yang perlu kau bayar….benarkan dongwoon ?? ‘’ ia tersentak dan terpaku menatapku ‘’nn n ne…..’’ bergetar, kenapa suaramu bergetar ?? kenapa sorot matamu menatapku seolah-olah kau kecewa ?? . pandangganku mengabur dan kurasakan wajahku memerah. Aku tidak bisa menahan lagi, buliran air mata pun tak dapat ku elakkan.

^^

‘’ yoo jin aa…. ‘’

Samar-samar suara hyora-chingu-ku yang berada di counter seberang terdengar olehku. Aku masih disibukkan dengan pekerjaanku saat ini. Aku menoleh sekilas dan menaburkan bubuk moca di atas secangkir coffee float yang sedang kupengang ini. Dengan lekas aku menaruhnya di atas nampan dan meletakkannya diatas counter untuk diambil oleh para pelanggan yang sudah menunggu dibalik counter. Aku menekukkan sedikit kepalaku, ‘’ selamat menikmati ‘’ ujarku.

TAP !

‘’ ya… kim yoo jin aa , pelanggan setiamu sudah datang… ‘’ merasa bosan menyahutiku , hyora datang dan sedikit mendongakkan kepalanya seolah menunjukkan arah dimana orang yang dimaksud. Aku mengikuti arah pandangan hyora, dan mendapati namja berwajah cool itu melemparkan selepas senyuman manis untukku, seperti ia tahu bahwa aku sudah mengetahui keberadaannya disitu. Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan rona merah di kedua pipiku hingga hyora menyubit pelan lenganmu, ‘’ ayo, hampiri dia…aku akan menggantikanu disini ‘’ hyora mendelik genit padaku . aku hanya bisa menyerngit dan menertawakan wajah genitnya dan berlalu meninggalkannya menuju kea rah ‘pelanggan setiaku’ itu, ‘Son Dongwoon’ .

Sedikit mengusap lengan kiriku dengan tangan kananku tampak malu aku bertanya padanya, ‘’ tumben, kau sudah datang jam segini… ‘’  ia tertawa kecil. ‘’ Sift mu akan habis 20 menit lagi kan ?? ‘’ yah, seperti biasanya, ia akan datang kesini meminum coffee saat jam sift ku akan berakhir sebentar lagi, namun kali ini ia lebih cepat 10 menit kurasa. ‘’ yah… seperti biasa ‘’ jawabku sebisa mungkin terlihat relax, karena sebenarnya….entahlah, jantungku berdegup jika bertemu dengannya 2 bulan terakhir ini. ‘’ yah, dan aku akan mengantarkanmu pulang…. ‘’ itu adalah pernyataan yang tidak perlu aku jawab, karena tentu saja, ia akan mengantarkanku pulang seperti biasanya, layaknya sepasang kekasih. Ah bukan ! kami bukanlah sepasang kekasih….hanya saja…ah ! aku juga tidak tau menyebutnya apa.

Flashback

Café ini sudah sepi, hanya ada sepasang dan beberapa orang yang masih menikmati hidangan hot coffee nya. Tentu saja, café ini akan tutup 10 menit lagi, dan aku masih membereskan counter, karena kurasa tidak ada lagi yang akan datang untuk memesan minuman.

TAP !

TAP !

‘’ mianhe…. ‘’ aku mendongak mendapati suara rendah yang tiba-tiba saja muncul dihadapanku saat ini. Aku terpaku pada sosok itu, matanya yang coklat, tubuh tinggi tegap dan bibir yang sedikit tebal dan garis wajah yang eksotis. ‘’ ne tuan.. ada yang bisa kubantu ?? ‘’ jawabku seramah mungkin. ‘’ aku ingin memesan hot coffee ‘’ jawabnya datar dan manik matanya menangkap pandanganku yang mengitari wajahnya. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku mencoba untuk bangun dari lamunanku, yang menikmati suara rendahnya dan wajah –ice prince- nya. ‘’ ah ! mianhe, aku tau café ini akan segera tutup, tapi aku hanya ingin mencoba coffee yang terkenal disini, bisakah ?? ‘’. Hei ia tahu café ini akan tutup , namun tetap mengujunginya, aku mencoba berfikir sejenak, kupikir tidak ada salahnya, toh aku bias membuatkannya sebentar. ‘’ hem, baiklah tuan, mohon tunggu sebentar ‘’ ujarku dan berbalik meninggalkan counter untuk membuatkan secangkir hot coffee.

Mungkin ini kali pertamanya ia berkunjung kesini, hingga ia tidak tahu bahwa pelanggan sendirilah yang mengambil pesanan, bukan kami yang mengantarkan. Tapi yah, gwenchana….aku tetap mengantarkan pesanannya ke tempat dimana ia duduk sekarang, kulemparkan pandangan ke sekitar ruangan di café ini, sudah tidak ada siapapun, hanya ada kami berdua dan mungkin cleaning service di dapur belakang. ‘’ ini pesananmu tuan ‘’ ujarku dan sepertinya membuatnya tersentak dan sedikit mencengkram kedua belahan jas hitamnya. ‘’ ah… kamsahamnida ‘’ , aku hanya terdiam dan berpikir sejenak, tidak sopan rasanya jika aku mengatakan bahwa café ini akan tutup. Akupun membungkuk pelan dan melangkah pergi membiarkannya menikmati coffee nya sendiri ‘’ mianhe…. Bisakah…bisakah kau disini saja ? ‘’  aku segera menoleh mendengar sahutan darinya, sedikit menyerngitkan keningku heran, memintaku disini ?? . seolah tau maksud dari raut wajahku, ia terkikik pelan ‘’ aku memintamu menemaniku disni ‘’ ujarnya dan menyorot pandangannya ke sofa dihadapannya. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku . ia memintaku duduk ?? begitukah ?? ‘’tuan….. kau memintaku untuk duduk dihadapanmu ?? ‘’ aku berusaha memastikan pernyataannya. Ia hanya mengangguk kecil dan tersenyum hangat, sepertinya aku terkena hipnotis oleh mata coklatnya itu, hingga seperti anak anjing, aku menuruti permintaannya. Hey ! baru kali ini aku bertemu pelanggan sepertinya setelah satu tahun aku berkerja disini.

‘’ Son Dongwoon …. ‘’ ia memulai pembicaraan diantara kami. Aku mendongak dan mendapati tatapannya yang mengartikanku untuk berkenalan dengannya. ‘’ aku….aku, Kim Yoo Jin ‘’ jawabku pelan. ‘’ senang berkenalan denganmu Kim Yoo Jin…. ‘’. Aku  tidak tau kenapa kakiku melemas saat ia menyebut namaku, untung saja saat ini diriku tengah duduk di sofa ini, bagaimana kalau berdiri, mungkin aku sudah sempoyongan.

^^

Hyora bilang padaku, bahwa sejak aku mengenal dongwoon, aku menjadi lebih terbuka dan raut wajahku lebih ceria, mengingat sejak sepeninggal kedua orangtuaku, aku menjadi murung dan pendiam. Namun sepertinya kehadiran dongwoon mengubahnya secara perlahan, entahlah bagaimana aku menyebutkan posisi dongwoon dihatiku, ia tidak mempunyai seorang kekasih, begitu pula denganku. Ia selalu mengunjungiku sepulang bekerja dan mengantarkanku pulang jika aku tidak menolak.

Sedari tadi ia hanya menolah sekilas padaku dan tersenyum dan tak jauh berbeda denganku yang menyadari ia menoleh padaku sontak aku pun membalas senyumnya. ‘’ bagaimana kerjamu hari ini Yoo Jin ?? ‘’ aku suka, suka saat ia memanggil namaku dengan suara rendahnya itu. Aku tersenyum sekilas ‘’ yah, seperti biasa, pengunjung hari ini cukup ramai ‘’ ia tersenyum menanggapi jawabanku.

‘’ besok adalah akhir minggu, kau tidak punya acara kan ?? ‘’

Aku menoleh cepat ke arahnya dan berpikir sejenak, tentu saja aku tidak punya acara, karena besok jadwal sift ku tidak ada. ‘’ yah…. Aku tidak ada kegiatan ‘’

‘’ kau tidak keberatan jika kuajak keluar ?? ‘’ ia berbicara sambil memiringkan sedikit kepalanya dan pandangannya tetap fokus pada jalan yang kami lintasi. Aku hanya memandangnya penuh tanda tanya.

‘’ aku mendapatkan dua tiket pertunjukkan musical, aku ingin kau menemaniku kesana, kau bersedia Kim Yoo Jin ? ‘’

Aku membuka mulutku hendak mengatakan sesuatu, namun tertahankan. Kupikir tidak ada salahnya menerima ajakan dongwoon. ‘’ hmm baiklah, aku bersedia ‘’ jawabku sedikit malu dan mengangguk-anggukkan kepalaku pelan. Ia tersenyum lebar ‘’ bagus, aku akan menjemputmu besok ‘’

TAP !

TAP !

Aku membalikkan badanku mendapatinya mengatarkanku setelah turun dari mobilnya hingga di depan rumah kecil yang ku kontrak dari uang sisa peninggalan orang tuaku. ‘’ gomawoyo sudah mengantarkanku… ‘’ ujarku membungkuk pelan. Ia hanya tersenyum dengan tangan yang ia masukkan ke dalam saku celananya. Aku kembali melangkah menuju pintu rumah ‘’ Yoo Jin…. ‘’ aku kembali membalikkan badanku mendapati seruannya , ‘’ ne ?? ‘’ tanyaku . ia lagi-lagi tersenyum kecil ‘’ selamat malam….. ‘’ ah ! ‘’ ne….selamat malam ‘’ .

Entahlah bagaimana ia menganggapku yang menurut hyora-ia menyukaiku- tapi aku tidak mau mengambil kesimpulan seperti itu dulu. Yang kutahu hanya, jantungku berdebar dan kakiku melemas dihadapannya. Apa ia juga merasakan hal yang sama denganku ?? .

^^

DEG !

Sebuah liontin dengan bandul kelopak bunga lily, itulah yang kudapati saat dongwoon menyerahkan sebuah kotak persegi panjang berwarna merah.

‘’ aku membelinya sewaktu di Jepang kemarin…. ‘’

Aku menatapnya seolah tak percaya dengan apa yang ia berikan padaku. ‘’ kuharap kau memakainya ‘’. Ini berlebihan menurutku, ‘’ mianhe…. ‘’ ujarku lirih, entahlah rasanya dadaku sesak saat menerima ini. ‘’ waeyo Yoo Jin ?? kau tidak menyukainya ?? ‘’ dongwoon terdengan khawatir atas ucapanku. Aku menggeleng, ‘’ anni… anniyo.. ini, sangat bagus, tapi… ‘’ ia mengangkat alisnya pelan tidak mengerti dengan tanggapanku. ‘’ aku hanya merasa…. Tidak pantas menerima ini ‘’ kembali kututup kotak merah itu dan menyodorkannya kembali. Ia semakin terlihat bingung. ‘’ tidak pantas ?? apa maksudmu Yoo Jin ?? ‘’ aku kembali menggeleng, tidak ! ini seharusnya bukan untukku ! aku tidak mau tersanjung atas hadiah ini. Kurasakan mataku mulai berkaca-kaca dan dongwoon terkejut melihatku, sontak ia menggenggam kedua tanganku. ‘’ Yoo Jin aa…. Waeyo ?? aku tidak mengerti…. ‘’

TES !

TES !

‘’ hiks ! mianhe…. Aku…bukan akulah yang pantas menerimanya… ‘’ aku mencoba mengusap air mata yang jatuh dari pelupuk mataku, aku tidak boleh cengeng ! dongwoon menatapku jengah, aku tau ia pasti kesal mendengar jawabanku ‘’ lalu siapa yang pantas Kim Yoo Jin ?? ‘’ . ‘’ orang yang kau….kau cin…cintai…. ‘’ dongwoon terkejut dan melepaskan genggaman tangannya dari tanganku, mengusap tengkuknya dan menghela nafas pendek, aku hanya bisa menunduk menyebunyikan mataku yang sembab. ‘’ kaulah orangnya….’’ Eh ?! aku mendongak seketika dan sorot matanya yang sungguh-sungguh menatapku intens. ‘’ menurutku kaulah yang pantas menerimanya, karena kaulah orang yang aku cintai Kim Yoo Jin….. nan naega saranghae Kim Yoo Jin ‘’

TES !

TES !

TES !

To Be Continued

3 responses to “[Korean Fan Fiction] Hope it wouldn’t be like this -Son Dongwoon’s BEAST- Part.1

  1. Romantis :3
    dongwoo kau terlalu manis :*
    ff nya daebak ?!
    Sumpah, bikin aku nangis saking terharu nya (?) xD

    Ditunggu part selanjut nya~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s