[Korean Fan Fiction] Destiny (Series) Chapter 4

Author: Lee Hyura
Title: Destiny
Genre: Romance, Comedy(?) and.. Drama *cih -,-“*
Chapter : 4/?
Cast :
–          SNSD Jessica
–          Super Junior Kyuhyun
–          Another cast
===Destiny===
Jessica pov.


Kami berhenti di depan kamar. Dia berbalik badan dan, AIGO! Kenapa wajahnya seperti sedang marah? Memang aku salah apa lagi sekarang? Ya tuhan.. apa hidupku tak bisa setenang dulu lagi? Aduh..
“W-wae, Kyuhyun-sss… –engg maksudku, Kyu-ya?”

“Pernikahan kita sebentar lagi, Sic.. bisa tidak jaga perasaanku. Tolong jangan terlalu dekat dengan namja lain! Atau jangan-jangan mereka itu adalah selingkuhanmu, ya?” tebaknya yang membuatku terbelalak dan terpaku selama beberapa detik.

Saat sadar, aku langsung menginjak kakinya geram. “Apa maksudmu, hah? Aku tak tahu apa maksudmu! Dan aku juga benar-benar tak mengerti apa maksudnya ‘namja lain’ itu! Aku mahasisiwi baru di Kyunghee jadi mana mungkin aku sudah dekat dengan namja lain, bodoh! Lagipula, apa urusannya denganmu? Kau kan hanya…”

Kyuhyun langsung menutup mulutku dan menyeretku ke dalam sebuah kamar. Oh mungkin itu kamarnya. Eh, kamarnya??? Aku mau di apakan??? Aku benar-benar tak mengerti jalan pikirannya!

Author pov.

Kyuhyun melepaskan tangannya kasar dan mendesah kesal, “Apa kau tak bisa berakting, eh? Menyebalkan!”

“Akting? Maksudmu?” bingung Jessica.

“Aku membawamu kesini agar beberapa orang di rumahku menjadi saksi bahwa kita sedang ada masalah. Jadi kalau suatu saat aku bilang bahwa aku sudah putus darimu, itu akan terlihat masuk akal,” jelas Kyuhyun. “Dan lagi, injakkanmu sakit sekali,” tambahnya sambil meringis dan mengelus bagian kakinya yang diinjak.

Eh? Berakting? Michyeo saram! Argh~ pikirannya benar-benar susah di tebak!, batin Jessica kesal.

Jessica menoleh ke segala arah dan matanya tertuju pada guling yang ada di atas kasur. Jessica tersenyum sinis sambil memeluk guling itu. Kyuhyun mengerut melihatnya –penasaran dengan apa yang akan di lakukan oleh Jessica.

“Bertengkar?” Jessica melirik gulingnya, “Ne? Rasakan ini!” Jessica memukuli Kyuhyun berulang kali dengan guling itu. Kyuhyun berusaha menghindar dan meringis.

Kyuhyun akhirnya berhasil menghindar dan berlari untuk mengambil bantal. Perang bantal pun terjadi. Tanpa mereka sadari, seseorang sedang memperhatikan mereka. Menarik…, gumamnya.

>>>

Jessica menghela nafas dan menyibakkan rambutnya setelah menverifikasi password pintu apartemennya lalu membuka pintu. Dia duduk di sofa. Telinganya menangkap suara-suara yang aneh dari dapurnya. Ia berdoa agar itu bukanlah Kyuhyun.

Tapi memang bukan Kyuhyun-ssi, kan? Tak mungkin dia ada disini. Dia kan tak tahu passwordku yang baru dan dia pun sedang asyik bersantai di kamarnya sekarang.

Jessica meraih tongkat baseball yang sering ia pakai bermain dengan appa dan Krystal. Dia berjalan perlahan. Tongkat baseball itu meluncur jatuh dari tangan Jessica. Matanya terbelalak.

Orang yang membuat kebisingan itu menoleh, “Ah Sica-ya.. kau sudah pulang ternyata. Temani aku makan diluar yuk! Aku lapar dan seperti biasa dapurmu tak ada makanan.”

Jessica tersenyum dan mengangguk, “Kkaja!”

Next day.

Kyuhyun mengambil sumpit dan sendoknya –bersiap untuk menyantap sarapan paginya. Ah Ra –noonanya menepuk pundak adiknya itu hingga Kyuhyun tersentak.

“Ya, noona!” protes Kyuhyun.

Ah Ra tersenyum geli dan duduk di hadapan Kyuhyun, “Kapan kau bawa lagi pacarmu kesini. Noona kan belum sempat bertemu dengannya kemarin.”

“Tau darimana kalau kemarin aku mengajaknya kesini?” tanya Kyuhyun heran.

“Babo! Ya dari semua pekerja yang ada di rumah ini,” desis Ah Ra.

“Oh. Tunggu sampai dia tak sibuk lagi.”

“Lalu, apa yang kalian lakukan di dalam kamar? Aku belum siap untuk dipanggil imo, Kyu~”

Kyuhyun tersedak mendengarnya, “YA!! Sepertinya otakmu sudah sekotor Eunhyuk, noona!”

“Eunhyuk? Temanmu yang bodoh itu, ya? Sudah lama dia tidak bermain kesini. Sepertinya dia kapok karena aku kerjai,” gumam Ah Ra.

“Bukan.. itu karena dia sudah sibuk menjadi penari, babo,” ralat Kyuhyun.

Ah Ra memandang tajam Kyuhyun lalu mengangkat bahunya santai, “Sebodo amat dengannya. Yang penting kau tak melakukan hal yang membuatku akan segera dipanggil imo oleh anakmu.”

“YA, NOONA!!” geram Kyuhyun. Ah Ra menyeringai puas.

Seorang pembantu menghampiri Kyuhyun dan memberikan Kyuhyun sebuah amplop coklat. Setelah memberikan itu, dia dipersilahkan pergi. Amplop itu tak ada nama pengirim. Yang ada hanya tulisan yang sepertinya di ketik dengan computer bertuliskan ‘Khusus untuk Cho Kyuhyun’.

Kyuhyun tersenyum heran, kata-kata yang aneh. Kyuhyun meletakkannya di samping piringnya acuh tak acuh dan melanjutkan sarapannya. Ah Ra memperhatikan amplop itu penasaran. Sesaat kemudian, dia menghela nafas menyerah. Paling-paling dari penggemarnya lagi, pikirnya.

>>>

Kyuhyun masuk ke dalam mobilnya sambil bernyanyi pelan. Tiba-tiba ia teringat dengan amplop coklat tadi. Untung saja setelah makan tadi, ia membawa amplop itu dan memasukkannya ke dalam tasnya.

Kyuhyun mengambil amplop itu dan membukanya. Mata terbelalak melihatnya.

“Mungkin saja ini hanyalah kerjaan penggemarku. Yea,” gumamnya berusaha tenang.

Kyunghee University.

Jessica menghela nafas dan kembali mengeluarkan cermin kecilnya. “Tak ada yang aneh dengan wajahku,” gumamnya sambil bercermin.

Sejak ia menapakkan kaki di area universitas itu, semua mahasiswa Kyunghee meliriknya sambil berbisik –sama seperti saat Jessica baru masuk dan berjalan dengan posisi Kyuhyun merangkulnya mesra. Tapi sekarang sudah hampir 1 minggu dia kuliah di tempat ini dan sepertinya seluruh orang sudah bisa menerima posisi Jessica sebagai calon istri Kyuhyun. Jadi, apa masalah yang terjadi sekarang? Jessica menggaruk kepalanya frustasi.

“Wanita murahan!” teriak seseorang dengan keras yang membuat Jessica tersentak.

Beberapa orang menghampiri Jessica dan memaksanya bangkit. Jessica mengernyit tak mengerti. Yang pasti tubuhnya bergetar ketakutan melihat wajah-wajah yang sangat menyeramkan bak ingin menelan Jessica bulat-bulat. Ia menggenggam kalung yang pakai.

Orang yang di hadapan Jessica melirik kalung yang digenggamnya, “Jadi kau dibelikan kalung? Ya tuhan! Kau benar-benar mencorengkan nama Kyunghee! Tempat ini hanya untuk orang-orang berpendidikan dan bukan untuk orang rendahan sepertimu!”

Jessica berkeringat dingin. Ia sama sekali tak mengerti maksud orang-orang itu. Apa salahku?, hanya kalimat itu yang berputar di otak Jessica.

“Kau baru kuliah selama 1 minggu tapi sudah bertingkah. Kasihan sekali Kyuhyun oppa memiliki calon istri sepertimu!” geram seorang yeoja yang berdiri disamping Jessica. Untuk beberapa saat, telinga Jessica mendengung setelah yeoja itu berteriak di telinganya.

“S-se..” Jessica menelan ludahnya, “S-sebenarnya apa salahku?” akhirnya kalimat itu berhasil keluar dari mulutnya.

“Apa salahmu?” sahut yang lain.

Seorang yeoja segera menerobos dan berdiri dihadapan Jessica, “Itu benar-benar kalimat terbodoh yang pernah aku dengar! Kau benar-benar keterlaluan karena sudah mempermainkan Kyuhyun oppa!”

Yeoja itu segera melayangkan tangannya ke wajah Jessica. Jessica menutup matanya pasrah. 1.. 2.. 3.. ia menghitung dalam hati. Sudah 3 detik namun ia tetap tak merasakan apapun. Ia membuka matanya perlahan. Matanya membulat tak percaya. Tangan yang ingin mendarat dengan kasar di pipinya ditahan oleh sebuah tangan.

“Jangan mengganggunya atau kau akan berurusan denganku! Ara?” bentak seorang namja. Jessica benar-benar tak mengenalnya.

“Memang kau siapa seenaknya melarangku?” balas yeoja itu dengan nada menantang.

“Aku…” belum sempat namja itu menyelesaikan kalimatnya, seorang dosen masuk ke dalam kelas itu dan mengakibatkan gerombolan itu segera bubar.

“Urusan kita belum selesai!” tekan yeoja yang sepertinya pernah dilihat oleh Jessica. Tentu saja Jessica tak mengenalnya. Kemampuannya mengingat wajah seseorang kan sangatlah payah.

“Ummhh.. aku pergi dulu. Bye,” pamit namja yang menyelamatkan Jessica.

Jessica terdiam dan menjatuhkan tubuhnya ke kursinya kembali. Pandangannya kosong. Semuanya terjadi begitu cepat hingga otaknya sama sekali tak bisa mencernanya. Aduh…, runtuknya.

>>>

Jessica menggenggam erat tali tasnya –berusaha untuk tenang. Sedari tadi, orang-orang berjalan sambil membenturkan bahu mereka dengan bahunya dengan sengaja.

“Apa ini soal Kyuhyun-ssi? Tapi apa masalahnya? Mengapa dia begitu di agungkan oleh mereka semua? Ya tuhan..” batinnya.

Tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang. Jessica mendongak. Matanya membulat. ITU…!!

>>>

Jessica menghela nafas dan menoleh kesal, “Sebenarnya apa sih salahku padamu hingga semua orang memusuhiku? Ugh, benar-benar menyebalkan!”

Kyuhyun mengangkat bahunya santai, “Molla. Memang kau benar-benar tak merasa melakukan hal yang bisa membuatmu dicap jelek?”

“Eobseo. Sebenarnya sih ada…” Jessica sengaja menggantung kalimatnya.

Kyuhyun menoleh cepat, “Mworago?”

“Aku dijadikan calon istrimu. Karena itu,” jawab Jessica lalu meniup poninya.

“YA!!” protes Kyuhyun seraya menoyor kepala Jessica.

“Mianhae~” sesal Jessica sambil merengut dan mengelus kepalanya.

Kyuhyun menstater mobilnya lalu menoleh ke Jessica, “Kemarin kau sudah bermain ke rumahku. Sekarang giliranku bermain ke apartemenmu.”

“Mwo? SHIREO!! Kau kan sudah berkali-kali ke apartemenku. Untuk apa lagi sekarang kau ke apartemenku? Andwae!” tolak Jessica mentah-mentah.

“Pelit,” cibir Kyuhyun.

“Biar~”

“Lagipula, bukannya kau masih ada kelas setengah jam lagi?” tanya Kyuhyun.

Jessica terdiam beberapa saat lalu menggeleng. Air matanya meluncur jatuh, “Aku tak mau masuk! Aku hanya mau pulang.”

“Eh? Wae-waeyo?” Kyuhyun langsung kebingungan melihat Jessica menangis. “Ya, Sica-ya~ uljima..”

Jessica segera menoleh tajam, “Sejak kapan aku memperbolehkanmu memanggilku Sica, eh? Sica-ya lagi. Andwae!”

Kyuhyun langsung mendesis, “Jaa.. turun dan pergilah ke mobilmu!”

“Aku tak membawa mobil. Tadi aku diantarkan,” kata Jessica.

“Eh?” Kyuhyun menghela nafas dan menjalankan mobilnya.

>>>

Kyuhyun melempar sembarang tasnya dan menghempaskan tubuhnya ke kasur. Bayangan saat Jessica menangis melesat dipikirannya. Ia segera terduduk dan keningnya mengerut. Ia kembali teringat isi amplop coklat yang ia terima tadi pagi. Isinya adalah beberapa foto Jessica dengan seorang pria yang sedang merangkul Jessica dan ada pula saat pria itu memakaikan Jessica sebuah kalung. Kalung yang persis dengan kalung yang Jessica pakai hari itu.

“Benarkah?” gumamnya. “Tak mungkin dia… tapi aku baru saja mengenalnya sekitar 2 minggu! Mengapa sepertinya aku sok tahu sekali tentangnya. Tapi.. argh! Aku tak peduli! Apapun yang ia lakukan itu bukan urusanmu, Cho Kyuhyun!”

Kyuhyun terdiam dan berpikir. Dia menghela nafasnya. “Lebih baik aku mencari hiburan saja. Otakku penat sekali! Lebih baik aku ke apartemen baboneun yeoja itu dan mengerjainya.” Kyuhyun terkikik pelan mengingat wajah Jessica yang sedang marah.

Jessica’s side.

Jessica keluar dari mobilnya dan menunggu seorang pria untuk keluar dari mobilnya juga.

“Appa~ ppali..” rengek Jessica pada pria itu. Pria yang baru saja datang dari luar negeri kemarin khusus untuk bertemu anak kesayangannya itu.

“Jamkan, Sica.. makanannya banyak sekali. Kau yakin kau bisa menghabiskannya semuanya ini?” tanya appanya sambil menutup pintu mobil dan menenteng beberapa tas plastic berisi makanan.

“Itu mudah. Jika tak habis, aku akan mengajak Yuri untuk menghabiskannya,” seru Jessica.

Appanya menggeleng, “Kau ini..”

Jessica tersenyum kecil, “Itulah aku~” Ia menghadap ke appanya dan berjalan ke belakang sambil berbagi beberapa cerita dengan appanya.

“Sica aw…”

BRUK! Appanya telat memperingat Jessica kalau ada seseorang di belakangnya dan akhirnya Jessica menabrak orang itu. Jessica segera bangkit dan meminta maaf berulang kali.

“Aniya~ gwencana, agassi,” kata orang itu.

Jessica mengernyit menatap wajah orang itu, “Sepertinya aku pernah melihatmu.”

“Aku yang tadi pagi me..”

“Ah! Kau ayah dari anak yang hampir ku tabrak itu kan?” seru Jessica.

“Bukan… sudah ku bilang dia itu keponakanku,” ralat orang itu.

“Ah?” Jessica menggaruk kepalanya bersalah, “Mianhamnida. Bagaimana sebagai permintaan maaf, kau makan bersama kami di apartemenku. Kebetulan appaku membeli begitu banyak makanan.”

“Boleh,” setuju orang itu lalu menjulurkan tangannya ke arah Jessica. “Lee Donghae.”

Jessica segera menyambutnya, “Jessica. Bangapseumnida, Donghae-ssi.”

“Panggil aku Donghae oppa. Aku adalah seniormu,” ralat Donghae cepat.

“Oh kalau begitu Donghae sunbae,” kata Jessica.

“Ani~ oppa saja jangan sunbae,” paksa Donghae.

Kening Jessica mengerut, “Ok.” Jessica melirik appanya yang sibuk tersenyum penuh arti.

“Tapi aku harus kembali ke apartemen hyungku dulu sebelum ke apartemenmu. Beritahuku saja nomor apartemenmu dan di lantai berapa,” ujar Donghae.

“Ah baiklah,” Jessica segera mengeluarkan pulpen dari tas kecilnya dan meraih tangan Donghae untuk menjadikan telapak tangan Donghae sebagai pengganti kertas. “Sudah. Jangan sampai terhapus, ya.”

“Joha. Na ganda, Sica.. Annyeonghi gaseyo, ahjussi,” pamit Donghae.

“Ye,” balas Jessica dan appanya.

Jessica melirik appanya, “Appa, waeyo?”

“Ani..” appanya menggeleng cepat dengan senyum yang belum juga luntur.

>>>

Kyuhyun menekan bel apartemen Jessica dengan tidak sabar. Sudah setengah jam dia ada didepan pintu Jessica tapi belum ada tanda-tanda seseorang yang menjawab bel itu. Kyuhyun merogoh Hpnya kesal dan menelepon Jessica.

“Yoboseyo..” sapa Jessica.

Kyuhyun terdiam melihat pemandangan yang ia lihat sekarang. Jessica sedang merangkul tangan pria yang ada di foto itu sambil mengangkat telepon darinya.

Jessica segera menutup teleponnya saat melihat Kyuhyun ada di depan apartemennya. Dia segera menarik appanya mendekat ke arah Kyuhyun.

“Oh ternyata kau kesini, Kyuhyun-ssi. Kenalkan ini..” sebelum Jessica menyelesaikan kalimatnya, Kyuhyun sudah pergi dari hadapannya.

“Anak yang tak sopan!” cibir appa Jessica.

Jessica terdiam melihat kelakuan Kyuhyun lalu mengangkat bahunya tak peduli. Ia segera menverifikasi password dan menarik appanya masuk ke dalam rumahnya lalu menyiapkan segala makanan itu sebelum Donghae datang ke apartemennya.

===Destiny===

12 responses to “[Korean Fan Fiction] Destiny (Series) Chapter 4

  1. Hahaha kyknya kyuhyun salah sangka tuh, bagus dong kalo kyuhyun udh mulai cemburu😀 trus perannya donghae ntar jg org ke 3 bkn sih?? Aduuh mudah2an aja bokapnya sica gak ilfil duluan ya sama kyuhyun…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s