[Korean Fan Fiction] Hey oppa! Look at Me! (3shoots) 1 of 3 (SongFic)

FF lama ~ terpaksa saya post karna ada yg minta ff HaeSica. Berhubung saya suka HaeSicanya dulu doang dan sekarang sudah berubah menjadi anti Haesica *tolong jgn tanya kenapa*, jadi saya post ff lama aja ye~ :p
yang pasti gaya tulisan beeeddddddddaaaaaaaaaaaaaaa banget ._. soalnya aku lagi males ngedit ulang ff u,u

Title : Hey oppa! Look at me! (Oh!)

Author : Lee Hyura

Genre : Romance, a bit humor, friendship

Length : 3shoot

Cast :

–         Jessica SNSD

–         Donghae Super Junior

–         Sunny SNSD

–         Krystal f(x)

–         Eunhyuk Super Junior

–         Taeyeon SNSD

–         Sooyoung SNSD

–         Leeteuk Super Junior

–         Heechul Super Junior

–         Yesung Super Junior

 

===Oh!===

 

Jessica pov.

“What? No! I can’t! Semua teman-temanku ada disini mom!” protesku.

“You can! You must go with me!” tegas mom.

“Mom~”

“No!”

“Sudahlah onn! Kau tidak akan menang melawan mom” ucap adikku, Krystal yang sedang dengan santainya duduk di sofa dan membaca majalah saat seperti ini. Dia seperti tak mau berjuang untuk mempertahankan hidupnya disini.

“Kenapa kau tak ikut protes?” tanyaku dengan suara menahan amarah.

“Karena aku tahu bahwa aku tidak akan menang debat dengan mom. Kalau sudah berkeinginan, pasti tidak akan ada yang bisa menghalangi keinginan mom” jawab Krystal tak menoleh padaku.

“Tuh! Adikmu saja tau itu. Kenapa kau tidak?” sindir mom. Itu kan tak penting?

“Mom! Jangan mengalihkan pembicaraan!” bentakku.

“Pintar sekali kau membentak ummamu sendiri!” mom balas membentak.

“I call you mom! Not umma!”

“Whatever!”

“Kenapa kita harus pindah ke Korea sih? Disini sarana dan prasarananya kan lebih baik daripada Korea”

“Kurang tepat! Yang benar Korea Selatan. Mom ingin kau dan Krystal fasih berbahasa hangul”

“Aku cukup fasih kok!”

“Kau memang ‘cukup’ fasih. Dan karena kau ‘cukup’ fasih, mom ingin kau memakainya sebagai bahasa percakapan sehari-hari” mom masih berusaha agar aku mati kutu sambil memberikan nada lain di kata ‘cukup’ di kalimat yang dia ucapkan tadi.

“Udah kok!”

“Di rumah doang. Disekolah dan likungan sekitar kan tidak”

“Teman-temanku tidak akan mengerti mom!”

“Sebodo amat! Weekend besok kita akan pindah tanpa Dad”

“Kok Dad ga ikut?” tanyaku.

“Pekerjaan Dad kan memang disini” jawab Mom sambil duduk di sofa karena dari tadi mom berdiri terus.

“Kalau begitu aku ikut Dad” putusku.

“Tidak boleh!” larang mom. Aku bangkit dari sofa dengan kasar dan berlari ke kamar. Aku benci mom!

~~~~

Mulai hari ini, aku akan meninggalkan Amerika. Meninggalkan teman-temanku hanya untuk memenuhi keegoisan sebuah makhluk menyeramkan tapi aku sayangi, Mom!

~~~~

Korea Selatan, 04.00 PM

Akhirnya taksiku sampai didepan sebuah rumah. Rumah yang akan kami tinggali selama kami tinggal di Korea Selatan ini. Aku, Krystal dan Mom turun dari taksi. Setelah keluar dari taksi, aku terdiam melihat rumah yang mempunyai halaman asri nan luas. Hanya ada 3 kata di hatiku yang ingin aku ucapkan dengan keras “INI BUKAN TEMPATKU!”

“Kaja! Ayo kita masuk” ajak mom sambil menepuk bahuku hingga aku tersadar.

“Keluarga kita yang ada di Korea, semuanya berkumpul di rumah kita?” tanyaku ragu.

“Tentu saja! Malah akan ada yang tinggal bersama kita” jelas mom.

“Nugu?”

“Sepupumu yang seumuran denganmu” jawab mom sambil menarik tanganku dan Krystal masuk ke rumah dan membiarkan koper-koper kami dibawakan oleh supir taksi.

~Di dalam rumah~

Aku sadar kalau ternyata keluarga besarku sebanyak ini? Jumlah mereka banyak! Sampai-sampai bisa dihitung oleh jari tangan dan kaki.

“Cuma segini keluarga kita?” tanyaku meremehkan.

“Anio. Masih banyak lagi cuma yang lain sedang sibuk dengan pekerjaan mereka” jawab Krystal.

Aku menoleh padanya. “Kok kau tahu?”

“Karena aku bukan tipe orang yang mudah ngambek. Jadi saat mom memberitahukan hari kepindahan kita, aku tidak lari ke kamar dan masih bisa mendengar kelanjutannya” jelas Krystal.

“Apa maksudmu dengan penjelasanmu tadi? Kau menyindirku?’ tanyaku kesal.

“Ani! Hanya perasaanmu saja kali” elaknya sambil pergi membantu mom membawa koper-koper yang sudah di bawakan oleh supir taksi ke kamar masing-masing.

Seorang yeoja datang menghampiriku. Dia tersenyum manis dan menurutku dia cukup aegyo. Aku tidak membalas senyumnya dan malah menatapnya bingung. Sepertinya dia terlihat sedikit tersinggung.

“Ini aku! Saat kau berlibur kesini waktu masih kecil, kau selalu bermain denganku” ucapnya.

Aku berpikir sejenak untuk mengingat. Aha! “Soonkyu?”

“BUKAN! Namaku Sunny bukan Soonkyu!”

“Berarti kau salah orang. Teman bermainku namanya Soonkyu bukan Sunny”

“Aish! Itu namaku tapi aku sudah berganti nama menjadi Sunny”

Aku menaikkan alis kananku. “Mengganti nama?”

“Yeah!”

“Dan kau lah yang aku tinggal bersama kami di rumah ini?” tebakku. Dia tersenyum dan mengangguk.

“Dan kau akan satu sekolah denganku” ucapnya.

~Malam harinya~

“Annyeong Jess!” sapa seseorang.

Aku menoleh. “Oh! Soonkyu! What’s up?”

Dia memanyunkan bibirnya. “Namaku Sunny! Aku kesini hanya ingin mengobrol denganmu”

“Oh!”

“Kenapa sepertinya kau sering sekali berkata ‘oh!’? itukan judul lagu”

“Jinjja?”

Sunny mengangguk mantap. “Ne! aku punya video rekaman saat mereka menyanyikan lagu Oh! live. Mau nonton?”

“Tentu saja!” seruku. Kami berlalu ke kamar Sunny dan menonton video itu.

~~~

“Aneh!” komentarku saat selesai menonton.

“Wae?”

“Ini kan lagu sedih. Kenapa dia bisa menyanyikan dan menarikan lagu ini dengan riang? SNSD itu aneh ya!”

“Molla. Ya suka-suka mereka dong! Tapi lagunya enak dan dancenya membuat orang ingin ikut menari”

“Ne! Jujur, aku cukup suka dengan lagu ini”

Aku tak tahu ternyata lagu itu lah yang bisa melukiskan kehidupan baruku di Korea Selatan.

Jessica pov end.

~~~~

Mom mengetuk pintu kamar Jessica dengan keras. Waktu sudah menunjukkan jam 06.15. Di dalam kamar, Jessica sudah terbangun dan menggeliat kecil.

“Yes mum!” Jessica bangkit dan menuju kamar mandi yang sudah ada didalam kamarnya.

Selesai mandi, Jessica memakai seragam barunya. Dia tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin. Baru pertama kalinya ia memakai seragam.

“Ternyata seru juga ya memakai seragam. Ada pitanya!” pekik Jessica.

Selesai berpakaian, dia menyisir rambutnya dan hanya memakai lipgloss.

“Untuk apa aku berdandan cantik? Disini kan tak ada namja ganteng atau manis. Disini tak ada yang mampu mengalahkan namja Amerika. Tak penting sekali” pikir Jessica. setelah itu dia keluar kamar untuk bersarapan dan berangkat sekolah bersama Sunny dan Krystal.

~di sekolah~

“seperti yang aku pikirkan! Tak ada namja yang mampu menarik hatiku. Apa lagi namja ini? Walaupun aku hanya memakai lipgloss saja, namja jelek ini sudah terkesima. Norak! Yang lain saja tidak seperti itu” batin Jessica saat sampai di gerbang sekolah.

Jessica akhirnya merasa tatapan namja jelek itu bukan menujunya tapi orang lain. Dia amati dan melirik ke Krystal dan Sunny. Ternyata Krystal yang dia perhatikan.

“Sial!” umpat Jessica dalam hati.

“Mau kemana kita?” tanya Krystal.

“Ke ruang kepala sekolah saja” saran Sunny. Yang lain mengikutinya.

Sesampainya mereka disana, mereka bertemu dengan wali kelas masing-masing tapi Sunny tidak karena dia bukanlah murid baru. Dan, wali kelas mereka mengantarkan mereka ke kelas masing-masing.

~Jessica’s side~

Saat dia dan wali kelasnya melewati taman, tak sengaja mata Jessica melihat sesosok namja yang membuatnya tertarik.

“OMG! Handsome~” pekiknya dalam hati.

Karena dia tidak melihat jalan dan hanya menatap namja itu, dia menabrak wali kelasnya.

Wali kelasnya berbalik badan. “Ya! Jessica! Kenapa kau menabrakku?” omel sansaenim.

“Sorry saem. Saya tak sengaja” ucap Jessica. wali kelasnya melotot namun langsung berbalik badan dan melanjutkan perjalanan. Sepanjang lorong menuju kelasnya, Jessica terus-menerus mengutuk dirinya sambil memukul kepalanya.

“Stupid! So stupid!” umpatnya dalam hati.

~istirahat~

Jessica bergegas ke kelas Sunny.

~kelas Sunny~

“Sunny-ah~ apa kau kenal hampir seluruh murid di sekolah ini?” tanya Jessica yang tiba-tiba sudah ada di samping Sunny yang sedang mengerjakan sesuatu.

Sunny mendongak. “Maybe! Wae?”

“Ikut aku sebentar yuk!” ajak Jessica. Sunny mengikuti Jessica.

Jessica mengajak Sunny ke lapangan bola. Disana ada namja yang menarik hati Jessica sedang bermain bola.

“Who is he?” tanya Jessica sambil menunjuk namja itu.

“Yang mana sih?” tanya Sunny balik pas saat Donghae berhasil gol.

“Yang tadi membuat gol?”

“Gol? Oh! Itu Donghae sunbae. Dia anggota OSIS” jawab Sunny.

“OSIS? Cool~” komentar Jessica.

“Kau menyukainya?” tanya Sunny.

“Ne! jeongmal!” tegas Jessica.

“Masuk OSIS saja supaya kau bisa dekat dengannya” saran Sunny.

Jessica mengalihkan matanya dari Donghae. “Pardon?”

“Masuk OSIS saja! OSIS sedang mengadakan pendaftaran bagi yang ingin jadi anggota OSIS yang baru. Kan sebentar lagi mereka akan ulangan masuk universitas”

“Oh! Aku ikut! Temani aku! Kaja” Jessica menarik tangan Sunny.

Akhirnya mereka sampai di pendaftaran.

“Sunbae~ persyaratan mendaftar itu apa saja ya?” tanya Sunny dengan anak OSIS yang ada disana.

“Kau lupa? Heu! Nih! Ambil saja ini supaya kau tak lupa” kata orang itu sambil menyerahkan selembar kertas.

“Gomawo sunbae” ucap Sunny sambil membungkukkan badan.

“Thanks a lot sunbae” tambah Jessica.

~keesokkan harinya~

“Ini sudah. Ini juga. Apa yang belum ya? Ah! Sudah semua kok!” gumam Jessica.

“Ok! I’m ready!” serunya.

“No! Aku harus berdandan walaupun tidak menor. Harus! Kali saja yang menjaganya sekarang Donghae oppa! Oh tidak! Donghae sunbae yang benar” serunya. Dia bergegas ke depan meja rias dan berias.

~~~

Di sekolah..

Hampir semua namja di sekolah terkesima dengan wajah Jessica yang sudah tidak polos lagi dan cantik. Jessica terseyum puas dan berlari ke tempat pendaftaran.

“Yah~ kok belum buka sih?” Jessica kecewa.

“Ya! agassi~ sedang apa kau disana?” tanya seseorang.

Jessica menoleh. “Aku mau mendaftar. Tapi belum buka”

“Ya tentu saja! Bukanya kan jam istirahat!” teriak namja itu.

“Oh!” Jessica berlalu ke kelasnya.

~istirahat~

Jessica langsung ke kelas Sunny dan menarik Sunny untuk menemaninya ke tempat pendaftaran. Ternyata benar! Yang menjaga kali ini adalah Donghae. Tapi Donghae terus saja sibuk dengan namja disebelahnya membicarakan tentang pertandingan bola semalam. Tapi namja itu sudah melirik ke Jessica dan memokuskan pikirannya untuk menyambut Jessica.

“Mau daftar ya? Sudah lengkap semuanya?” tanya namja itu.

“Ya! Eunhyuk-ah! Aku sedang bercerita! Dengarkanlah” bentak Donghae.

“Kita di sini untuk mencatat dan mengumpulkan semua persyaratan murid yang mendaftar untuk jadi calon ketua OSIS” ngeles namja yang bernama Eunhyuk itu.

“Terserahlah!” ucap Donghae sambil memasang headphone dan sibuk dengan PSP yang dia bawa.

“Mana?” tanya Eunhyuk. Jessica menyerahkan mapnya dengan mata menatap Donghae lirih.

“Ya! Kenapa kau malah sibuk sendiri? Masa hanya sunbae ini yang kerja sih?” bentak Jessica sebal. Donghae melirik Jessica sekilas dan sibuk dengan PSPnya lagi.

“Aish! Namja menyebalkan!” umpat Jessica dalam hati.

“Biarkan saja sih Eunhyuk. Dia sendiri yang mau fokus dengan tugasnya. Mentang-mentang yang daftar seorang yeoja cantik, dia jadi seperti itu. Lagian ngapain yeoja ini ngomong seperti itu? Seenaknya saja mengaturku. Baru juga kelas 2” batin Donghae.

“Biarkan saja dia. Nah sudah selesai. Kau boleh pergi” ucap Eunhyuk. Jessica tetap menatap Donghae sedih. Sunny melirik ke Jessica dan mengerti apa yang terjadi.

“Ne! Gomaseumnida sunbae” ucap Sunny sambil membungkukkan badan dan menarik tangan Jessica.

Drrt..

Hp Donghae bergetar.

“Aish! Ada telepon lagi!” serunya. Dia langsung membuka headphonenya dan mengambil hpnya. “Aish! Ternyata hanya sms” kesalnya.

“Donghae-ya!” panggil Eunhyuk.

“Wae?”

“Yeoja tadi yeopo!”

“So?”

“Dialah yang cocok menjadi princessku!”

“Mwo? Eunhyuk-ah! Kau sudah gila?”

“Anio. Oh my princess~”

~~~

Di lorong sekolah saat sudah agak menjauh dari tempat pendaftaran.

“Sunny!” panggil Jessica dengan tatapan kosong.

“Wae?” tanya Sunny.

“Pinjam hpmu dong! Kau simpan lagu SNSD yang Oh! kan? Aku ingin mendengarkannya” pinta Jessica.

Sunny kasihan melihat Jessica seperti itu. Dia langsung mengeluarkan hpnya dari kantong sakunya dan memberikan hpnya pada Jessica. Jessica menerima dan mengutak-atik hp itu lalu mendekatkan hp itu ke telinganya.

 

Oppa najom bwa nareul jom barabwa cheoeum iya ireon nae maltu Ha!

meorido hago hwajangdo haetneunde wae neoman nareul moreuni

 

~~~~

Jessica lolos seleksi pertama dan kedua. Namun dia tak berhasil lolos di seleksi ketiga. Tapi, dia sudah pasti masuk OSIS. Jessica memohon untuk membiarkannya membawa seorang teman masuk ke OSIS. Akhirnya dia diperbolehkan dan dia mengajak Sunny.

~hari LDKS(Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa)~ *mian! Saya tak tahu klo d Korea namanya apa*

“Sunny~ ppali! Sebentar lagi mau jam 5 sore nih! Bisa terlambat kita” teriak Jessica dari luar rumah. Sunny datang menyandang sebuah tas besar.

“Siap-siap dikerjain lagi deh!” gumam Sunny.

“Wae? Kau tak suka masuk OSIS?” selidik Jessica. Sunny menggeleng cepat. Mereka segera berangkat.

~~~

Di sekolah. 05.30 PM

Semua murid yang menjadi calon OSIS dan peserta LDKS, sudah berkumpul dan berbaris rapi.

“Ya~ sekarang penentuan anggota kelompok!” teriak ketua OSIS yang bernama Park Jung Soo. Wakil ketua OSIS mulai menyebutkan nama anggota dan ketua kelompok.

Akhirnya nama Jessica disebut. “Jung Jessica, Kim Taeyeon, Lee Soonkyu, Choi Sooyoung! Ketua kelompok ialah Kim Taeyeon!” teriak Heechul.

“Aish! Namaku bukan Lee Soonkyu! Ini yang paling tak aku suka” desah Sunny kesal.

“Nah! Selesai. Silahkan cari teman sekelompok kalian!” teriak Jung Soo.

Jessica, Sunny, Taeyeon, dan Sooyoung berkumpul.

“Siapa yang bernama Jung Jessica dan Lee Soonkyu?” tanya Taeyeon.

“Dia Jessica dan aku Lee Soonkyu tapi tolong jangan panggil aku Soonkyu. Panggil saja Sunny” jawab Sunny lemas.

“Baiklah!”

~~~

Mereka mendengarkan pembukaan dari ketua OSIS, wakil ketua OSIS, guru pembimbing, dan kepala sekolah. Selesai mendengarkan itu, semuanya makan malam dan istirahat sebentar. Barulah mulai berkeliling pos untuk di tes oleh setiap anggota OSIS. Kelompok Jessica sudah melewati beberapa pos.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 10.30 PM.

Di pos Eunhyuk dan Donghae.

“Ya! Aku ke kamar mandi dulu ya! Tak apa kan?” pamit Yesung saat sebuah kelompok telah selesai mereka tes.

“Gih! Sana” jawab Eunhyuk. Sedangkan Donghae malah asik dengan PSPnya.

“Eunhyuk-ah! Sekarang kan sudah waktunya jam tidur. Kenapa masih berlanjut saja sih?” tanya Donghae sambil sesekali menguap.

“Kau tidak lihat tampang anak kelas 2 tadi? Mereka itu sudah capek tapi tidak terlalu capek. Aku ingin mereka sangat amat letih. Jadi saat dibangunkan pas tengah malam nanti, mereka akan susah dibangunkan dan kita bisa mengerjai mereka lagi. Di guyur kek! Di apain kek!” jelas Eunhyuk.

“Ah? terserah pada otak jahil saja lah! Aku ngantuk! Aku mau tidur” ucap Donghae.

“Masa aku sendiri sih?” tanya Eunhyuk sebal.

“Biarin! Aku ngantuk” sahut Donghae sambil duduk dilantai dan bersandar di tembok. Tak berapa lama, dia sudah terlelap.

“Donghae-ya!” teriak Eunhyuk tepat saat kelompok Jessica datang.

“Waeyo sunbae?” tanya Jessica.

“Anio. Sekarang kelompokmu harus… hmm… tunjukan sajalah keahlian kalian. Tapi satu-satu ya! Kan disini OSISnya cuma aku saja” perintah Eunhyuk.

“Darimana?” tanya Taeyeon.

“Dari Jessica!” jawab Eunhyuk.

“Aku? Kok aku sih?” protes Jessica sambil menunjuk dirinya sendiri.

“Udah! Ppali!” tegas Taeyeon. Jessica menurut dan menunjukkan skillnya.

Selesai Jessica, giliran Taeyeon. Jessica bersandar di tembok dan merosot kebawah. Dia memeluk lututnya. Tiba-tiba ada yang bersandar dibahunya. Dia tersentak dan menoleh.

“Donghae sunbae!” gumamnya. Dia tersenyum dan memejamkan matanya.

“Ah~ lelah sekali” bisik Jessica sebelum terlelap.

Setelah semuaya selesai, Eunhyuk menghembuskan nafas.

“Ya! silahkan ke pos selanjutnya” perintah Eunhyuk.

“Ne sunbae. Gomaseumnida sunbae!” ucap Taeyeon, Sunny, dan Sooyoung.

“Ah~ kemana lagi sih Yesung? Dari tadi kok belum balik-balik ya?” gumam Eunhyuk pelan.

“Ya! Jessica! neo oedisseo?” teriak Taeyeon.

“Wae? Jessica hilang?” tanya Eunhyuk khawatir.

“Ani! Pasti dia sedang tidur deh sekarang” tebak Sunny sambil melirik kesana-kemari mencari sosok Jessica.

“Omona! Kenapa mereka berdua ada disini? tidur lagi!” pekik Sooyoung. Yang lain berlari menghampiri Sooyoung.

“Donghae~!” geram Eunhyuk.

Sunny menghampiri Jessica. “Jessica! Ireona!” Sunny mengguncang badan Jessica.

“Aish! Dia tak mau bangun lagi!” geram Sunny.

Semuanya menatap Donghae dan Jessica. akhirnya Yesung datang.

“Eunhyuk! Sudah waktunya mereka tidur” berita Yesung. Eunhyuk tersenyum.

“Sebelum kalian tidur, ada satu tugas untuk kalian” komando Eunhyuk. Eunhyuk menyuruh semuanya berkumpul dan membisikkan sesuatu.

“Sorry my princess and my best friend” ucap Eunhyuk sambil tersenyum licik.

===Oh!===

Kata-kata yang d miringin itu lirik lagu Oh!
Kalau ada yang mau tahu artinya, artiin sendiri aja ya!
Saya kasih lirik aslinya saja
Saya malas memberi lirik terjemahannya
Hehe..

Jalkkayo readers!!

3 responses to “[Korean Fan Fiction] Hey oppa! Look at Me! (3shoots) 1 of 3 (SongFic)

  1. Keren.. *.*
    gak sabar nunggu kelanjutannya..
    Nah loh sica eonni ama donghae oppa mau d apain tuh ama eunhyuk oppa.. Ckckck
    lanjutkan chingu..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s