[FREELANCE] Finally, I Love You!

Author: minnieasmilkyway

Tittle: Finally, I Love You!

Cast: Kim Jongwoon a.k.a Yesung — Kim Ryeowook a.k.a Ryeowook — Park Haneul a.k.a Haneul (OC)

Genre: Romance

Lenght: Oneshot

Ini ff pertama yang aku kirim. Jangan lupa comment saran kritik author terima kok🙂 Happy reading chingu!^^

*Haneul PoV*

Di sekolahku untuk menghubungkan kegiatan klub, para murid mengelola sebuah toko. Ini bisa menjadi pengalaman berbisnis. Yang terkenal diantaranya adalah Sapphire Blue Cafe dengan pelayannya yang keren dan peramalnya yang berkharisma.

Seperti pagi ini bukan hanya untuk breakfast. Tapi, aku punya alasan lain datang kesini.

“Selamat datang” sambut seorang namja saat aku membuka pintu cafe itu. Namanya Kim Ryeowook, salah satu maskot Sapphire Blue Cafe. Singkat kata, aku menyukainya!.

Aku mencari tempat duduk dan mendapatinya tidak jauh dari pintu masuk. Ryeowook yang menyambutku tadi menghampiri mejaku dengan membawa daftar menu.

“Haneul-ah, hari ini mau pesan apa?”

“Satu set cake dan kopi” jawabku.

“Hari ini, hanya pesan itu juga?” tanyanya heran.

Aku tidak menjawab. Tiba-tiba, ia menarik tanganku menuju sudut ruangan.

“Lihat! Stand ramalan kami. Haneul-ah, kamu harus mencobanya juga. Selamat bersenang-senang!” sahutnya lalu meninggalkanku.

Akupun memasuki stand itu. Seorang peramal bertopeng?! Mencurigakan!

“Silahkan ke sebelah sini” sahutnya sembari menunjuk kursi yang berada di hadapannya.

Akupun menuruti kata-kata peramal itu, lalu duduk di kursi yang ia tunjuk tadi.

“Anda ingin diramal apa?” tanyanya.

“Hmmm…. Baiklah! Karena aku sedang menyukai seseorang, aku ingin diramal apakah cintaku ini akan berhasil?”

“Baiklah, peruntungan cinta ya…”

*Peramal PoV*

“Baiklah, peruntungan cinta ya…” ujarku akhirnya.

Akupun memainkan setumpuk kartu tarot yang berada dihadapanku.

Set… Set… Trek (suara kartu)

 

Aku mengambil kartu teratas dari tumpukan itu lalu membaca artinya.

“Matahari. Itu artinya, Happy Ending. Peruntungan cintamu sangat bagus” jelasku

“Benarkah?! Benar begitu?”

“Baiklah, terimakasih atas ramalannya!” sahutnya lagi lalu berlari keluar dari stand.

“Yeoja itu! Baru mau kulanjutkan isi ramalannya, sudah kabur duluan” geramku

*Haneul PoV*

Setelah selesai dengan ramalan itu, aku langsung berterima kasih kepada peramal itu lalu keluar dari stand. Aku harus mencari namja itu, Kim Ryeowook. Kalau peramal itu benar, Ryeowook pasti membalas perasaanku!.

Tapi, kemana dia? Aku terus berlari mencarinya hingga sekarang berada di taman sekolah. Aku tidak boleh menyerah! Aku ingin menyatakannya sekarang juga.

“Hosh… Hosh…” aku memberhentikan lariku karena capek.

Gwaenchana?” tanya seorang namja yang menoleh dari kursi taman yang berada di hadapanku.

“Ryeowook-ah, kucari kemana-mana ternyata disini” akupun berjalan mendekatinya.

“K… K.. Kau… Mencariku? Ada apa?” tanyanya bingung

“Ada yang mau kuutarakan”

Mwo?

“A… Ak… Aku suka denganmu” wajahku mulai memanas, kurasa pipiku memerah.

Namja itu berdiri dari dudukannya lalu berjalan ke arahku.

“Kau lucu sekali, Haneul-ah” katanya diiringi tawanya yang khas, tangannya mengusap rambutku lembut.

“Tapi… Maafkan aku. Aku tidak bisa membalas perasaanmu” kini nadanya berubah menjadi serius. Setelahnya, ia pergi meninggalkanku.

Aku sudah yakin dari awal, nampaknya memang tidak ada harapan, batinku.

Aku melihat sesuatu. Sepertinya tertinggal oleh Ryeowook. Photo album?, alisku terangkat heran. Aku membuka album itu dan mendapati banyak foto disana. Tapi…..

Aku memasukkan photo album itu ke dalam tas dan berniat mengembalikannya pada Ryeowook nanti. Setelah aku selesai membuat perhitungan dengan peramal itu!.

Dengan perasaan kesal, aku berjalan menuju Sapphire Blue Cafe. Harusnya, aku tidak langsung percaya dengan peramal itu!.

 

*Peramal PoV*

Akhirnya waktu istirahat tiba. Akupun melepas topeng yang sedari tadi melekat di wajahku. Gerah rasanya memakainya terus-menerus.

“Dasar peramal gad…..” teriak yeoja yang tiba-tiba masuk ke dalam stand lalu menyurutkan teriakannya.

“Ye…. Ye-sung? Jadi, selama ini… Hmhp”

Sebelum yeoja itu melanjutkan perkataannya, aku menghampiri dan membekap mulutnya.

“Jangan kamu bocorkan kalau aku peramal disini!. Selain pegawai disini, tidak ada yang tahu. Karena kamu telah mengetahui sosok asliku, kamu harus membayarnya” jelasku.

“M… Mwo? Apa maksudmu?” tanyanya heran

“Begini saja, malam ini temani aku melihat kembang api. Eotteoke?”

“Yesung-ah jangan macam-macam yah!. Kamu bukan berniat mengajakku ngedate kan?”

Yeoja yang polos sekali. Mendengar pertanyaannya yang spontan itu, aku hanya tersenyum.

*Haneul PoV*

   Kenapa dia begitu misterius sih?, itu yang ada di benakku sekarang. Karena gerakan yang tiba-tiba tadi, aku jadi tidak bisa membuat perhitungan dengannya!.

 

***

 

   Tenang Haneul-ah, hanya melihat kembang api. Hanya melihat kembang api, batinku.

Tak terasa sudah sore saja aku berada disini. Aku berencana menghabiskan sore ini di taman sambil menunggu malam.

 

***

“Perasaan apa ini? Aneh! Padahal hanya diajak melihat kembang api bersama. Tapi, kenapa jadi berdebar-debar seperti ini?” ujarku kesal. Aku teringat ajakan Yesung tadi. Argh, namja itu!.

“Itu namanya CINTA” ucap sebuah suara.

“Ryeowook-ah, sejak kapan?”

“Sejak istirahat tadi aku disini” ucapnya

“Ahya, ini…. Punyamu?” tanyaku sambil mengambil album yang tadi kumasukkan ke dalam tas dan menyodorkannya ke hadapan Ryeowook.

Dengan sigap, Ryeowook langsung mengambil album itu. Kalau aku tidak salah lihat, pipinya memerah. Tetapi, aku tidak merasakan sesuatu yang ganjil disana.

“Apa… Kamu melihat isi album ini?” tanyanya malu-malu.

“Ne, baru mau kutanya. Kenapa isinya foto YESUNG semua?” ucapku dengan menekankan nama Yesung disana.

“Ah, itu…. Itu…. Karena… Aku mengaguminya! Aku mengagumi Yesung!” akunya.

“Mwo? Aku nggak salah dengar kan?” tanyaku memastikan.

“Sudah, lupakan saja. Aku malu tahu mengakui hal ini padamu. Apalagi kamu pernah menyatakan perasaanmu padaku”

“Baiklah. Anggap saja kamu nggak pernah bicara itu semua padaku” ucapku tersenyum.

“Kamu memang lucu ya” ucapnya tersenyum.

“Ahya, apa yang kamu maksud cinta Ryeowook-ah?!. Aku tidak mungkin jatuh cinta pada Yesung! Lagipula, beda dengan rasa sukaku padamu” elakku.

“Nah, bukankah yang demikian baru bisa disebut cinta yang sebenarnya?

Cinta yang sebenarnya?, batinku.

“Lalu… Kapan kamu akan bilang padanya?”

“A… Aniyo! Kamu kan pengagumnya, kenapa malah bilang begitu?” tanyaku

“Aku kan hanya pengagum. Jadi, wajar saja kalau aku mendukungmu”

“Kalau mau diskusi denganku, kapan saja bisa. Aku pergi dulu, waktu istirahat telah usai” lanjutnya

*Yesung PoV*

Yeoja itu kemana sih?, masa sebegitu cepatnya menghilang. Padahal aku mau mengajaknya keluar sekarang.

“Akhirnya, ketemu juga!” gerutuku saat menemui seorang yeoja sendirian di taman sekolah.

“Yesung?”

“Ayo pergi!” ajakku

“Eodiseo?”

“Kamu kan sudah janji akan melihat kembang api bersamaku. Sudah ikut saja”

“Tap… Tapi… Bagaimana pekerjaanmu?”

“Gwaenchana, aku sudah izin. Bosan menghadapi tamu terus menerus. Sekali-kali aku juga butuh refreshing.

 

*Haneul PoV*

kruyuk~~ kruyuk kruyuk~~

Lapar sekali. Bunyinya saja bisa terdengar sampai ke telinga. Secara reflek, aku langsung memegangi perutku.

“Gwaenchana?, kamu lapar?” tanya Yesung yang berjalan di sebelahku.

Aku hanya mengangguk.

“Kubelikan bibimbap ya, kita mampir dulu ke toko itu” ujarnya

Sekali lagi, aku hanya mengangguk. Aku mengikuti langkahnya. Tangannya yang lembut, menuntunku menuju toko yang memang tidak jauh dari posisi kami sekarang.

***

 

-19.00 KST-

“Sudah kenyang?” tanyanya.

“Ne” jawabku sambil mengangguk.

“Kalau begitu, ayo!” ajaknya.

“Eodiseo?” tanyaku

“Sudah kenyang saja, lupa dengan tujuan ya?” tanyanya kesal.

“Ah, mianhae aku benar-benar lupa”

“Memangnya mau melihatnya dimana sih?” lanjutku menanyakan

Namsan gongwon

***

 

Sesampainya disana, Yesung langsung memilih tempat yang menurutnya strategis untuk melihat kembang api.

“Haneul-ah…” lirihnya.

“Hmmm?”

“Jujur ya, sebenarnya capek nggak sih jalan sama aku?” tanyanya kemudian.

“Nggak. Nggak sama sekali” jelasku.

“Aku juga mau menanyakan sesuatu” lanjutku.

“Mwo?”

“Kenapa kamu menyembunyikan identitasmu sebagai peramal? Padahal, kamu jadi terkenal karenanya”

“Ramalan kan kecewek-cewekan. Generasi keluargaku adalah keluarga peramal. Sejak kecil, aku sudah biasa meramal. Tapi, temanku selalu mengejekku!. Aku senang bisa meramal, tapi aku tidak suka dihina” jelasnya

“Ne, ne. I see”

“Sebelum kembang apinya mulai, mau kuramal lagi nggak?” tanyanya

“Ng… Nggak usah deh. Berapa kalipun kamu meramalnya, bukankah hasilnya akan sama saja?”

Perasaan ini kembali lagi, bahkan debarannyapun semakin kuat saja dirasakan. Sepertinya jantungku rusak. Kalau terus berduaan seperti ini, aku jadi ingin terus bersamanya.

“Ohya, sebenarnya ramalan waktu itu masih berlanjut lho”

“Jinjja?” tanyaku tak percaya.

“Ne. Aku baru mau bilang kalau pasanganmu nggak keluar dalam ramalan. Tapi, kamunya malah kabur duluan”

“He? Mianhae Yesung-ah, terus?”

“Benar mau tahu kelanjutannya?” tanyanya iseng.

“Ne!” jawabku antusias.

“Aku teringat segala sesuatu yang behubungan dengan diri sendiri tidak bisa diramal”

Alisku terangkat, berusaha mencerna kata-kata Yesung.

“Aku masih tidak mengerti maksudmu” ujarku akhirnya.

“Aku mau saja melanjutkannya, tapi…..”

“Wae?”

“Aku malu” ucapnya, nampaknya pipinya memerah.

“Sudah ucapkan saja,  aku akan mendengarkannya”

“Baiklah, bisa dibilang aku yang menjadi pasanganmu. Karena berapa kalipun aku meramal tentangmu, pasangannya tidak akan pernah muncul”

“Mungkin, aku mulai menyukaimu” lanjutnya

“M… Mwo?”

“Kamu belum pernah mendapat pengakuan secara tiba-tiba ya?” tanyanya

“Yesung-ah…” lirihku

“Hmmm?”

“Boleh aku jujur?”

“Tentu”

“Aku juga menyukaimu, Yesung-ah” ucapku akhirnya.

“Jinjja?” tanyanya seakan tak percaya dengan apa yang terjadi.

“Ne…. Op-pa?” ucapku malu.

“Kamu benar-benar lucu, chagi. Mulai sekarang, kamu memang harus memanggilku oppa!” ucapnya dengan nada meledek.

“Ah, lihat itu kembang apinya!” seruku.

Kembang api ini, cahayanya terang sekali. Semburat merah dari wajah kami jadi terlihat jelas. Ini pertama kalinya aku melihat kembang api seindah ini. Mungkin, karena aku melihatnya bersama Yesung makanya nampak berbeda.

Aku jadi ingin terus bersamanya, itulah harapanku dan Tuhan mengabulkannya. Tuhan, terimakasih telah mendengar perasaanku.

-THE  END-

————————————————————————————————————————————————————

Mian readers, kalau kurang bagus ff nya T.T comment, saran, kritik jangan lupa ya. Gomawo buat yang udah baca^^

9 responses to “[FREELANCE] Finally, I Love You!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s