[Korean Fan Fiction] Hey oppa! Look at Me! (3shoots) 2 of 3 (SongFic)

FF lama ~ terpaksa saya post karna ada yg minta ff HaeSica. Berhubung saya suka HaeSicanya dulu doang dan sekarang sudah berubah menjadi anti Haesica *tolong jgn tanya kenapa*, jadi saya post ff lama aja ye~ :p
yang pasti gaya tulisan beeeddddddddaaaaaaaaaaaaaaa banget ._. soalnya aku lagi males ngedit ulang ff u,u

Title : Hey oppa! Look at me! (Oh!)
Author : Lee Hyura
Genre : Romance, a bit humor, friendship, family, angst
Length : 3shoot
Shoot : 2 of 3
Cast :
– Jessica SNSD
– Donghae Super Junior
– Sunny SNSD
– Krystal f(x)
– Eunhyuk Super Junior
– Taeyeon SNSD
– Sooyoung SNSD
– Yesung Super Junior

Selamat membaca!

Donghae terbangun. Dia meregangkan badannya dan menoleh ke samping dengan mata yang malas terbuka.

“Eunhyuk-ah! aleuna! Kasihan Yesung yang mengurusi pos sendirian” ucap Donghae malas. Tapi orang disampingnya diam saja. Donghae membuka matanya dan memfokuskan pandangan ke orang itu.

“Eh! Ini bukan Eunhyuk. Siapa dia? Oh iya! Dia yeoja yang ditaksir Eunhyuk. Ngapain dia disini? tidur lagi! Ga sopan” batin Donghae.

“Ya! Bangun kau!” bentak Donghae. Jessica terbangun dan mengucek matanya.

“Hoam.. kok gelap sih? oh iya! Kan masih malam. Sunny!” Jessica menengok ke samping bermaksud memanggil Sunny.

“A~~~ neo!” teriak Jessica kaget. Donghae ikut kaget.

“Sst… diam!” bentak Donghae.

Jessica menutup mulutnya dan melirik ke segala penjuru. “Dimana kita?” Donghae melakukan hal yang sama dengan Jessica.

“Mungkin gudang” jawab Donghae santai. Donghae tersadar dengan omongannya. Mereka berdua membulatkan mata.

“Gudang?~~” pekik mereka.

~flash back~

“Sebelum kalian tidur, ada satu tugas untuk kalian” komando Eunhyuk. Eunhyuk menyuruh semuanya berkumpul dan membisikkan sesuatu.

“Kita kerjai mereka. Kalian bantu aku angkat mereka ke gudang. Eotteo?”

“Baiklah!” setuju Taeyeon, Yesung, Sunny, dan Sooyoung.

Mereka mengakat Donghae dan Jessica perlahan agar mereka tak bangun dan membawanya ke gudang. Eunhyuk mengunci pintu gudang saat Donghae dan Jessica selesai dipindahkan ke dalam gudang.

Dia ikat kunci itu dengan tali dan dia lemparkan ke dalam lewat ventilasi udara dengan ujung talinya dia pegang. Setelah itu dia ikatkan ujung tali itu pada sesuatu. Selesai melakukan itu, dia mengirim sms ke Donghae untuk memberitahu keberadaan kunci itu.

~flash back end!~

“Aish! Eunhyuk” geram Donghae sambil mengeluarkan hpnya.

“Kau mau ngapain?” tanya Jessica.

“Mau menelepon monyet sialan itu” jawab doghae sambil melihat layar hpnya.

“Ada sms! Dari si monyet sialan itu” batin Donghae.

Dia membaca sms itu. Selesai membaca, dia langsung bangkit dan berlari ke tempat yang diberitahukan oleh Eunhyuk. Jessica mengangkat salah satu alisnya dan mengikuti Donghae.

Sesampainya disana, Donghae mendongak mencari kunci.

“Itu dia!” seru Donghae. Donghae melompat. Hup! Dia berhasil menggapai kunci itu namun kunci itu tak bisa ditarik.

“Sunbae! Can I help you?” tawar Jessica. Donghae berhenti melompat dan menatap Jessica.

“Come here” perintah Donghae. Jessica menurut.

Setelah Jessica berdiri dihadapan Donghae, Donghae membungkuk dan memeluk paha Jessica.

“Kya~ apa yang kau lakukan?” teriak Jessica.

“Menggendongmu! Sudah! Buka saja ikatan kunci itu” Donghae mengangkat Jessica.

Jessica pasrah dan melakukan apa yang disuruh Donghae walaupun hatinya sedang berdebar. Sekarang kunci sudah didepan wajahnya. Dia buka ikatan itu.

“Sudah!” seru Jessica senang.

Donghae melonggarkan pelukannya perlahan hingga badan Jessica perlahan merosot ke bawah dengan perlahan. Saat kaki Jessica hampir menyetuh tanah, wajah Jessica dan Donghae sangat dekat. Mereka berdua menahan nafas.

Jessica menjadi lemas hingga tangannya merenggang dan kuncinya jatuh. Mereka berdua tersadar karena mendengar suara dentingan kunci jatuh. Donghae melepaskan pelukannya dan membungkuk mengambil kunci itu. Sedangkan Jessica menoleh ke samping dan menggigit jarinya.

dugeun dugeun gaseumi tteollyeowayo
Jakku jakku sangsangman haneun georyo
eotteohge hana kotdae nopdeon naega
malhago sipeo

(Buk berdebar, hati saya berdetak
Saya hanya melanjutkan membayangkan
Apa yang harus saya lakukan, yang telah begitu bangga
Saya hanya ingin memberitahu Anda)

“Dekat sekali! Jantungku serasa ingin meledak” desah Jessica dalam hati.

Donghae juga berdebar namun dia mencoba tenang. Dia melangkahkan kaki ke arah pintu dan membukannya. Dia menoleh ke Jessica yang masih sibuk dengan pikirannya sendiri.

“Ya! kau mau disana terus?” teriak Donghae. Jessica tersadar dan berlari menghampiri Donghae.

“Jam segini, acaranya sudah selesai? Aneh!” komentar Donghae saat menemukan sekolah sudah kosong walaupun waktu masih jam 08.00 AM.

“Jangan-jangan mereka sudah pulang! Aku juga harus pulang nih!” pikir Jessica sambil berlari ke ruangan tempat ia menyimpan tasnya.

“Ya! Kau mau kemana?” tanya Donghae sambil berlari mengikuti Jessica.

~~~

“Mau mengambil tasku” jawab Jessica saat sudah selesai mengambil tasnya. Donghae menarik tangan Jessica dan mengambil tasnya.

“Kau pulang denganku saja. Kaja~” ajak Donghae sambil menarik tangan Jessica ke tempat motornya terparkir. Jessica menurut saja karena dia sedang tidak bisa berpikir.

Sepanjang perjalanan pulang, mereka dia saja. Jessica juga tidak berpegangan.

“Ya! Neo! Hmm…” ucap Donghae sambil berpikir.

“Jessica!” Jessica mengerti pikiran Donghae.

“Jessica! berpeganganlah padaku! Kau mau jatuh ya?” omel Donghae.

“Bagaimana aku bisa berpegangan padamu kalau sedari tadi aku terus-menerus berdebar-debar?” gumam Jessica dalam hati. Jessica menurut dan melingkarkan tangannya ragu di pinggang Donghae.

Di rumah Jessica.

“Kita ngapain ya supaya ga bosan nunguin Jessica?” tanya Taeyeon sambil memakan cemilan diatas meja.

“Nonton film yuk!” seru Sooyoung. Sunny langsung mencari cd dan mengambil salah satunya.

Sunny melihat sinopsis filmnya. “Ini saja!” Sunny menyetelnya.

“Huft~ kalian beneran berani mengaku pada Jessica soal kemarin?” tanya Sunny pada Sooyoung dan Taeyeon yang sengaja bermain ke rumah Jessica sepulang LDKS.

“Ne! Sangat yakin” yakin Taeyeon sambil melahap snack yang tersedia di meja tamu.

Beberapa menit kemudian.

“Ya! Kenapa kalian ada disini?” tanya Jessica yang tahu-tahu sudah ada di ruang tamu.

“Kau sudah pulang?” tanya Sunny berbasa-basi.

“Ya iyalah! Kenapa mereka ada disini?” tanya Jessica lagi.

“Kami mau minta maaf karena sudah mengerjaimu” jawab Taeyeon.

“Oh! jadi kalian yang mengerjaiku? Aku maafkan kok!” balas Jessica sambil tersenyum.

“Kami hanya disuruh oleh Eunhyuk sunbae!” tambah Sooyoung.

“Iya! Gwencana!” tekan Jessica.

“Jeongmal?” tanya Sunny ragu. Jessica mengangguk mantap.

Taeyeon mengeluarkan hpnya dan menelepon seseorang.

“Appa~ jemput aku dong sekarang!” pintanya.

“Cepat sekali!” desah Jessica.

“Cepat apanya?” tanya Sunny.

“Taeyeon dan Sooyoung pulang”

“Mereka kan kesini cuma mau minta maaf doang”

“Oh! semuanya~ aku ambil Sunny ya!” Jessica menarik tangan Sunny ke kamarnya.

Dikamar Jessica.

“Waeyo Jess?” tanya Sunny yang sudah duduk di kasur.

“Tadi aku pulang dianterin Donghae sunbae” seru Jessica yang duduk disampingnya.

“Jinjja? Kok bisa?” tanya Sunny tak percaya.

“Ne! Karena tadi saat kami keluar dari gudang, kami tak menemukan siapa pun dan Donghae sunbae menawarkan diri untuk mengatarkanku. Ya aku terima” jawab Jessica dengan sedikit cerita yang dia ubah. Karena sebenarnya Jessica sama sekali tak menjawab saat Donghae menawarkan untuk mengantarnya pulang.

“Oh!”

“Tadi kenapa sekolah kosong?”

“Semalam ancur! Jung Soo sunbae dan beberapa anak OSIS lainnya diwajibkan pulang. Donghae sunbae hilang. Jadinya kami dipulangkan deh saat pagi-paginya”

“Haha.. Karma karena megerjai Donghae sunbae dan aku tuh!”

“Bodo!”

~~~~

Sejak saat itu, Jessica jadi berani mengobrol dengan Donghae dan akhirnya mereka menjadi sangat akrab. Mungkin karena mereka sesama penyuka sepak bola. Setiap bertemu, yang mereka omongan selalu saja tentang bola. Tak terasa Jessica sudah 3 bulan saja tinggal di Korea Selatan.

“Donghae-ya! Apa kau menyukai Jessica?” tanya Eunhyuk saat mereka sedang duduk di taman.

“Memang kenapa? Kau cemburu? Tenang saja! Aku hanya menganggapnya sebagai adikku” jawab Donghae santai.

“Bukan itu! Aku cuma tertarik doang bukan beneran suka atau cinta. Hanya saja… lebih baik kau jangan terlalu dekat dengannya dan memberikan harapan padanya” saran Eunhyuk.

“Kok begitu? Jessica itu tidak menyukaiku!” tegas Donghae.

Tanpa mereka sadari, Jessica mendengar semuanya. Setelah omongan tentang itu selesai, Jessica menghampiri mereka.

“Annyeong sunbae!” sapa Jessica ragu.

“Ah! Kau ini! Panggil kami dengan sebutan oppa saja. Kita kan sudah dekat. Iya kan Donghae?” ucap Eunhyuk. Donghae berpikir sejenak dan mengangguk.

“Iya deh! annyeong oppa~” Jessica menyapa mereka lagi.

“Annyeong Sica!” balas Donghae.

“Annyeong Jessica~” sahut Eunhyuk.

“Sic! Kau nonton pertandingan semalam tidak?” tanya Donghae bersemangat. Jessica mengangguk lemah.

“Seru ya!” Donghae meminta pendapat Jessica. Mereka jadi mengobrol tentang bola. Tapi dipikiran Jessica hanya petikan lagu Oh!

oppa jamkkanman jamkkanman deureobwa
jakkuhan yaegineun malgo
dongsaengeuroman saenggakhajineun mara
ilnyeondwimyeon huhoe halgeol

(Oppa, hanya mendengarkan saya
Berhentilah mengatakan hal-hal lain
Jangan berpikir saya hanya sebagai adik
Anda akan menyesal setelah satu tahun)

“Ah~ oppa! dongsaengeuroman saenggakhajineun mara! Aku bukan adikmu!” batin Jessica. Jessica mengeluarkan hpnya.

“Mau ngapain?” tanya Eunhyuk.

“Mau mengganti ringtoneku dengan lagu SNSD yang Oh!” jawab Jessica datar.

“Kau suka lagu aneh itu?” tanya Donghae.

“Sangat! Karena hanya lagu itu yang dapat melukiskan kisah cintaku” jawab Jessica dengan mata fokus ke hpnya.

“Hah? Ada namja yang memperlakukanmu seperti itu? Kasihan sekali kau!” ucap Donghae.

Eunhyuk mendengus. Eunhyuk mengerti maksud Jessica dan tahu siapa namja yang dimaksud.

“Hm? Ye. Aku kasihan sekali” lirih Jessica.

“Sabar ya!” Donghae mengelus rambut Jessica lembut.

“Oppa~ tolong lepaskan tanganmu” pinta Jessica. Donghae langsung menarik tangannya.

~~~~

“Gomawo oppa~ sudah diantarkan pulang lagi” ucap Jessica saat sudah turun dari motor Donghae.

“Cheonman Sica. Pretty Sica! Kan aku sangat mencintaimu. Kalau seperti ini saja sih biasa” candanya sambil terkekeh.

“Andaikan kata-kata itu nyata! Andai bukan hanya sebuah candaan belaka” lirih Jessica dalam hati.

molla molla nae mameun jeonhyeo molla
Nunchieoptge jangnanman chineungeoryo
eotteohge hana I cheoreoptneun sarama
deureobwa jeongmal

(Anda tidak tahu pikiran saya sama sekali
Anda tidak menyadari dan hanya bercanda
Apa yang harus saya lakukan, Anda orang dewasa
Hanya dengarkan aku)

“Nan ganda Sic” pamit Donghae sambil menyalakan motor dan pergi dari depan rumah Jessica.

“Oppa~” teriak Jessica. Motor Donghae berhenti. Donghae menoleh ke belakang.

“Oppa~ saranghae!” gumam Jessica pelan.

Jessica melambaikan tangan ke Donghae. Donghae membalas dan pergi. Jessica masuk ke rumah dengan lemas.

Jessica pov.

“Kau kenapa Jess?” tanya mom saat aku melewati ruang tengah.

“Anio mom!” jawabku lemas.

Aku melanjutkan langkahku. Saat aku hendak membuka pintu kamarku, Krystal memanggilku.

“Onnie~ kenapa kau lemas sekali?” tanya Krystal khawatir.

“Anio. Aku hanya capek saja. Biasa! Sekarang kan aku sudah jadi anak OSIS” jawabku becanda.

Dia terkekeh sebentar dan masuk ke dalam kamarnya. Aku juga masuk ke kamar dan meghempaskan tubuhku di kasur.

Donghae oppa~ kenapa kau tak mau mendengarkan omongan Eunhyuk oppa sih? Eunhyuk oppa benar! Harusnya kau jauh-jauh dariku. Kau hanya membuatku mengharapkan cintamu oppa!

Aku memejamkan mataku. Rasanya kepalaku pusing sekali. Terdengar bunyi pintu kamarku di buka. Aku membuka mataku.

“Oh! Neo, Sunny!” ucapku. Aku langsung bangkit dari tidurku tanpa bangkit dari kasur.

“Kau lemas sekali sih! Waeyo Sic?” tanyanya.

“Aku pasrah! Donghae oppa hanya menganggapku sebagai adiknya saja. Dia juga dengan santainya mengatakan cinta padaku hanya untuk becanda. Padahal kata-kata itu yang sangat aku harapkan meluncur dari mulutnya. Ah~ aku menyerah!” jawabku lirih.

“Ayo dong! Jangan menyerah dulu! Kau harus menyatakan cintamu dulu. Kalau di tolak, baru menyerah. Hwaiting!”

“Tanpa aku menyatakan cinta pun aku sudah di tolak!”

“Pokoknya nyatain dulu supaya dia tahu!” paksa Sunny. Aku mengangguk.

~~~~

“Oppa~ ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Ini privasi” tegasku.

“Ok!” sahutnya. Aku menarik tangannya ke belakang sekolah.

Di belakang sekolah.

“Oppa~ saranghae!” ucapku pelan.

“Mwo?” tanyanya.

“Saranghae!” aku menaikkan nada bicaraku.

“Nado. Jeongmal saranghaeyo Sic” balasnya sambil tertawa.

“Oppa~ aku serius!” ucapku lirih. Dia terkejut dan diam.

Oh Oh Oh Oppareul saranghae
Ah ah ah ah manhi manhihae
sujubeuni jebal utji mayo
jinsim ini nollijido marayo

tto geureomyeon nan uljido molla
(Oh! Oh! Oh! Oh! Oppa, aku mencintaimu
Ah! Ah! Ah! Ah! Banyak, banyak
Ini memalukan jadi jangan tertawa

Itu yang sebenarnya sehingga tidak membuat menyenangkan baik

Aku hanya mengatakan hal-hal bodoh lagi)

“Mianhae Sica” ucapnya.

“Aku sudah tahu jawabanmu. Aku hanya ingin menyatakannya kok. Biar aku bisa menyerah dengan mudah” aku mengaku.

“Hm!” tanggapnya.

“Oppa~ kita tetap teman kan? Kau tetap menganggapku sebagai adikmu kan? Kau tak akan menjauhiku kan?” tanyaku. Dia diam dan pergi meninggalkanku.

Tak terasa air mataku menetes. Kalau aku tahu ini yang akan terjadi, aku tak akan mengikuti saran Sunny. Sunny~ babo saram! Kau juga babo Sic! Jeongmal babo!

~~~

Aku tidak pulang dengan Donghae oppa lagi. Tadi dia pulang cepat. Aish! Oppa! Jangan menghindar! Aku jadi pulang bersama Sunny dan Krystal. Sunny tahu apa yang terjadi dan aku pikir dia cukup merasa bersalah.

Saat sampai rumah, aku langsung berlari ke kamar dan mengunci pintu. Aku lompat ke kasur dan membenamkan wajahku ke bantal. Aku menangis sejadi-jadinya. Tiba-tiba terdengar suara ketukan.

“Sica~ mwoyeyo?” tanya mom dari luar kamar.

“Anio. Gwencana!” jawabku. Mom malah masuk ke kamar.

“Ceritakanlah!” paksa mom.

Aku bangkit dan menceritakan yang terjadi di sekolah. “Ah~ babo! Babo Sica” teriakku untuk mengakhiri cerita.

“Bagaimana kalau kita pindah ke Amerika lagi?” saran mom.

Aku menoleh. “Mwo? Shirreoh~”

“Kau tahu? Tujuan mom dan dad membawa kalian kesini itu agar kalian juga bisa bersenang-senang dengan orang Korea Selatan. Kalau akhirnya kau hanya bersedih, lebih baik kita pindah lagi saja ke Amerika. Lagian kasihan dad pasti sudah kangen dengan kita” jelas mom.

“Mom~ jebal! Aku tak mau. Aku sudah mempunyai tanggung jawab disini. Aku sudah menjadi anggota OSIS. Lagian sepertinya Krystal sudah senang tinggal di sini” aku terus berusaha meyakinkan mom.

“Krystal pasti juga ikut sedih kalau tahu kakaknya seperti ini. Dia bukanlah anak egois seperti kau. Lagian juga kau hanya anggotanya saja bukan ketua, wakil, sekertaris, maupun bendahara. Pokoknya kita akan pindah!” tegas mom.

“Aku egois?”

“Ne! jeongmal!” tegas mom sambil berlalu dari kamarku.

“Aku egois ya? Baru sadar” gumamku dengan nada datar.

~Yo! TBC dulu!~

Ayo koment, like, atau kritik
Aku perlu semua itu
Ayolah~ jebal
Ok?

udh aku kasih artinya tuh! jd lebih gampang ngerti kan?

11 responses to “[Korean Fan Fiction] Hey oppa! Look at Me! (3shoots) 2 of 3 (SongFic)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s