[Korean Fan Fiction] Destiny (Series) Chapter 6

 

Author: Lee Hyura

Title: Destiny

Genre: Romance, Angst

Chapter : 6/7

Cast :

–          SNSD Jessica

–          Super Junior Kyuhyun

–          Super Junior Donghae

–          SNSD Yuri

–          Super Junior Eunhyuk

–          Super Junior Ryeowook

 

===Destiny===

 

Yuri menepuk pundak Jessica beberapa kali sampai akhirnya Jessica kembali dari dunia melamunnya.

“Ye?”

“Aish.. Wae geure, Sic? Kalau aku bercerita lalu kau tidur sih aku sudah terbiasa. Tapi kalau kau melamun selama aku berbicara, itu tidak biasanya. Marhae ppaliwa~”

“Gwencana, Yul. Jeongmal..” Jessica berusaha meyakinkan Yuri.

Yuri langsung menggeleng, “Gotjimal. Aku sahabatmu dan aku kenal denganmu bukan setahun dua tahun tapi 10 tahun, Sic.”

Jessica menghela nafas, “Nanti saja aku cerita. Aku sedang malas membahasnya.”

Yuri menatap lirih sahabatnya. Dia meminta izin pada Jessica ke toilet. Saat di toilet, dia menelepon seseorang setelah itu kembali ke tempat Jessica melamun.

>>>

“Aku sayang oppa..”

“Mianhae, oppa.. kau terlambat. Aku sudah bersamanya.”

“Maaf, kami sama sekali tak bisa menyelematkan nyawanya. Kalian terlambat membawanya ke rumah sakit.”

“Ya! Kenapa kau melamun di bawah pohon begini, Kyu?” tanya Eunhyuk sembari menepuk pundak Kyuhyun hingga Kyuhyun tersentak.

Kyuhyun menggeleng pelan, “Aniya.”

Eunhyuk menghela nafas menyerah. Sulit baginya membuat seorang Cho Kyuhyun terbuka dengannya. Dia memilih untuk duduk disamping Kyuhyun dan menemaninya.

“Wae, Hyuk?” tanya Kyuhyun akhirnya.

“Appamu meneleponku. Katanya kau tak mengangkat teleponnya dari tadi. Beliau juga memintamu untuk datang ke kantornya setelah kelas terakhirmu hari ini,” jawab Eunhyuk.

Kyuhyun langsung meraih HPnya yang di letakkan disamping kakinya dan melihat begitu banyak miscall dari kantor dan Hp appanya. Kyuhyun menghela nafas dan bangkit.

“Eoddiga?” tanya Eunhyuk.

“Ah, Hyuk! Kau bodoh sekali sih.. ya tentu saja ke kantor,” jawab Kyuhyun sinis.

“Tapi kan kau masih ada kelas nanti.”

“Aku sedang ga mood belajar. Bye.”

“Ya! Aish jinjja..”

 

>>>

 

“Annyeonghaseyo, appa. Waeyo?” sapa Kyuhyun malas saat setelah duduk di hadapan appanya.

“Igo,” ujar tuan Cho seraya menyerahkan amplop coklat yang di terima oleh Kyuhyun beberapa waktu lalu. Kyuhyun langsung membeku.

“Ini..”

“Aku ingin kau mengajak orang yang bersama Jessica itu ke rumah kita besok malam. Kita akan menjamunya sekaligus membicarakan tentang pernikahanmu dengan Jessica,” perintah tuan Cho.

“Tapi..”

“Apa salahnya kau mengajak calon mertuamu itu ke rumahku?”

“Eh?”

“Jangan-jangan kau belum tahu kalau orang di foto itu tuan Jung? Dia teman appa. Masa kau lupa? Saat kecil kau kan pernah bertemu dengannya dan bermain dengan Jessica. Masa kau hanya mengingat Jessica?”

Kyuhyun terdiam –sibuk berpikir. “Sica adalah teman kecil? Jadi aku salah sangka. Dan apa yang kemarin ku lakukan? Ah bodoh!! Kau bodoh, Kyu! Ya tuhan.. ya tuhan.. Jessica pasti sangat sakit hati dengan ucapanku kemarin. Jeongmal baboya!!” runtuk Kyuhyun dalam hati.

“Aku berjanji akan membawa teman appa kesini. Sekarang aku ada urusan penting. Aku pergi!” ucap Kyuhyun cepat lalu berlari pergi.

“Ya! Semangat sekali dia,” cibir tuan Cho lalu berdecak.

 

>>>

 

Mobil Kyuhyun berhenti tepat di depan Jessica dan Yuri yang sedang berjalan pulang sambil mengobrol –atau tepatnya hanya Yuri yang bercerita karena sedari tadi Jessica hanya diam dan menyimak cerita Yuri tak sungguh-sungguh. Kyuhyun keluar dan berdiri tepat dihadapan Jessica. Jessica mendongak karenanya.

“Mianhae..” desah Kyuhyun menyesal.

“Untuk? Perasaan kau tak salah apapun padaku. Aku lah yang bersalah. Yea, itulah yang dikatakan para penggemarmu,” cibir Jessica ketus.

“Aku bersungguh-sungguh, Sic!”

“Nado,” balas Jessica tak niat.

“Aku tahu aku salah. Maafkan aku soal ucapanku kemarin,” kata Kyuhyun pelan.

“Aku maafkan kau. Sudahkan? Kau meminta maaf padaku juga tak apa kok. Kan rencana kita sudah berhasil dan artinya aku sudah terbebas darimu. Aku sudah melakukan perintahmu berarti hutangku lunas. Sillyehamnida, Kyuhyun-ssi. Uri ganda. Kkaja, Yuri-ya.” Jessica menarik tangan Yuri meninggalkan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya diam dan menatap kepergian Jessica. Ye, neo jeongmal baboya, kyu!

Kyuhyun berbalik badan dan masuk ke dalam mobilnya. Dia menampilkan smirk khasnya saat ia mendapatkan ide.

 

>>>

 

Jessica tersentak melihat Donghae berdiri di depan pintu apartemennya. Untunglah tak ada Yuri. Jessica tak mau menjadi bahan godaan Yuri setiap harinya.

“Annyeong, oppa. Waeyo?” tanya Jessica.

“Ah, Sica-ya.. annyeong,” seru Donghae riang.

Kening Jessica mengerut heran, “Wae, oppa? Sepertinya senang sekali?”

“Sebenarnya..”

“Hm?” tagih Jessica.

“Aku tahu pasti Kyuhyun tadi datang ke kampusmu, kan?”

“Maja. Kenapa kau tahu?”

“Itu tak penting. Yang penting, aku bisa membuatmu agar kau tak diganggu olehnya.”

“Bagaimana caranya?”

“Dengan kau menjadi pacarku. Apa kau mau menjadi pacarku?” kata Donghae yang membuat Jessica terbelalak kaget.

 

Kyuhyun Pov.

 

Aku berjalan menyusuri lorong menuju apartemen Jessica. Bukan.. aku bukan ingin bertemu dengan Jessica tapi aku ingin bertemu dengan appanya untuk meminta maaf dan menyampaikan pesan dari appa. Hanya itu.

“Dengan kau menjadi pacarku. Apa kau mau menjadi pacarku?” aku mendengar suara yang tidak asing di telingaku. Ini suara Donghae! Tepat beberapa meter di depan, dia dan Jessica.

“Aku mau menjadi kekasihmu.”

Seperti déjà vu bagiku. Hari itu seperti terulang kembali. Dan kenapa hatiku sakit? Apa aku menyukainya? Argh! Kau benar-benar sudah gila, Cho Kyuhyun! Kau jatuh cinta padanya kembali! Aniya.. orang yang mirip dengannya…

Jessica menoleh dan tak sengaja melihatku. Dia langsung menatap Donghae lagi dan mengangguk cepat.

“A..”

“Andwae!” teriakku cepat.

Aku langsung berlari dan menarik tangannya menjauh dari Donghae, “Kalau kau bersamanya hanya karena dia mirip dengan Hyomin? Lebih baik tak usah! Karena dia bukanlah Hyomin! Hanya wajahnya yang mirip dengan Hyomin bukan hatinya! Tak ku biarkan kau menyakitinya!” aku melirik Jessica sekilas. Dari wajahnya ketahuan sekali kalau dia kebingungan.

“Aku tak pernah mengiranya Hyomin, Kyu..” bantah Donghae tenang.

“Gotjimal.. jangan kira aku tak tahu. Selama kau bersamanya, dalam hati kau sibuk menyamai Jessica dengannya!”

“Terserahmu.. Sica~ na ganda. Pikirkan baik-baik. Aku takkan menerima isyarat anggukan kepala saja,” kata Donghae seraya berlalu pergi.

Jessica segera menghentakkan tangannya agar terlepas dariku dan segera menverifikasi password. Setelah itu ia membuka pintu dan menutupnya. Untung dengan cepat aku menahannya dan masuk ke dalam apartemennya.

“Tak ada yang berubah dari sejak terakhir aku kesini,” gumamku becanda.

Dia menatapku tajam, “Keluar atau ku panggil security?”

“Gogjongha, jagi~ aku hanya ingin bertemu aboji –maksudku appamu.”

“Untuk apa? Appaku tak ada. Yang ada yang pria yang membeliku persis seperti yang kau katakan,” sinisnya.

Aku menghela nafas pelan, “Aku kan sudah minta maaf. Kau boleh minta apapun asal kau memaafkanku. Sungguh.”

“Aku hanya ingin kau jangan pernah menemuiku lagi. Dengan begitu, aku pasti akan memaafkanmu,”

Aku langsung menggeleng cepat, “Asal jangan itu. Selain itu, aku pasti lakukan. Jebal, Sica-ya~”

“Sudah ku bilang jangan panggil aku dengan akrab seperti itu!” omelnya.

“Geure, Jessica-ssi. Aku sudah mengabulkannya jadi kau tak boleh marah padaku lagi,” seruku usil sambil mengalungkan tanganku di lehernya dan mendekatkan wajah kami.

“Ya!! Kau menyebalkan!” pekiknya seraya mendorong wajahku kasar dan memukuliku bertubi-tubi.

“Ya~ hentikan!!” teriakku memohon. Ugh, pukulannya menyakitkan!

Akhirnya dia berhenti memukuliku, “Habis sifat menyebalkanmu tetap saja tak hilang.”

“Ye, mianhae~ jadi, kapan aku bisa bertemu dengan mertuaku itu?” tanyaku main-main.

“Siapa mertuamu? Aku tak kenal!” katanya. Nada ketusnya belum juga hilang. Hah~

“Aduh.. Jung Jessica memang selalu bodoh ya? Naui babo yeoja.. mertuaku ya orangtuamu lah..” cibirku.

“Aku bingung denganmu. Kenapa kata-katamu seperti menggambarkan kalau aku ini kekasihmu? Hubungan kita kan sudah selesai,” bingungnya.

Aku mendekatkan wajahku ke wajahnya. “Memang kenapa kalau aku ingin memulainya dari awal dengan perasaan tulus dari hati bukan dari vas mahal yang pecah?” tanyaku. Ku lihat wajahnya memerah. Ah lucunya~

“Pokoknya jangan sampai lupa mengajak aboji ke rumahku besok malam. Arasso?” peringatku.

Jessica mendorong wajahku dan menjauh, “Lihat saja besok!” aduh.. kenapa nada ketusnya belum juga hilang? Ck!

 

Next day.

Author pov.

 

Jessica menekan bel apartemen tempat Donghae tinggal. Akhirnya pintu itu terbuka dan memperlihatkan seorang pria yang wajahnya agak mirip dengan Donghae. Mungkin itu adalah hyungnya Donghae.

“Annyeonghaseyo,” sapa Jessica sopan seraya membungkukkan badan.

“Annyeonghaseyo, agassi. Mencari Donghae?” tanyanya. Jessica mengangguk.

“Hyung! Siapa yang… ah ternyata kau yang datang, Sica,” seru Donghae senang. Donghae melirik hyungnya, “Hyung~ tolong tinggalkan kami ya..”

“Ye~” hyungnya segera masuk ke dalam.

“Jadi?” tanya Donghae saat sosok hyungnya sudah tak terlihat.

“Mianhamnida, oppa. Aku tak bisa,” kata Jessica hampir berbisik.

“Karena Kyuhyun?”

Jessica menggeleng, “Bukan karenanya. Aku tak memilihmu dan dia. Aku tak memilih siapapun.”

“Kenapa harus dia?” tanya Donghae agak berteriak. Donghae langsung menutup pintu apartemen hyungnya itu dengan keras. Sedangkan Jessica masih diam karena shock.

 

Kyunghee University.

 

Donghae menghampiri Kyuhyun dan teman-temannya yang asik mengobrol di kantin lalu menggebraknya dengan lumayan keras. Eunhyuk dan Ryeowook tersentak karenanya. Kyuhyun langsung bangkit dan memandang Donghae menantang.

“Apa kau belum puas merebut dia dariku dan sekarang kau mau merebut Jessica dariku?” tanya Donghae kesal.

“Aku tak pernah merebut mereka darimu! Tapi kau lah yang berniat merebut mereka dariku. Terima saja kalau kau selalu kalah dariku, Lee Donghae.”

“Kau yakin soal itu?” tanya Donghae dengan nada menantang.

“Ok, soal Hyomin aku tak yakin. Tapi kalau soal Jessica, aku yakin!” jawab Kyuhyun mantap. “Asal kau tahu. Dia milikku dan akan tetap menjadi milikku,” tambah Kyuhyun angkuh.

“Kita lihat saja nanti siapa yang akan menang,” tekan Donghae seraya berbalik dan pergi.

“Donghae-ya~” panggil Eunhyuk sembari bangkit.

“Kau mau mengejarnya? Jadi kau mau pindah ke pihaknya?” tanya Kyuhyun sambil menatap tajam Eunhyuk. Bahkan Eunhyuk bisa melihat kilatan-kilatan yang keluar dari mata Kyuhyun dan ingin merusak kornea matanya.

Eunhyuk langsung terduduk lemas dan menggeleng pelan. Kyuhyun tersenyum sinis dan kembali duduk. Sedangkan Ryeowook hanya diam saja tak berani berkata apapun.

“Tenang saja. Aku pasti menang. Bahkan nanti malam keluargaku akan menjamu Jessica dan appanya,” ujar Kyuhyun angkuh.

“Kau tetap ingin bersamanya walaupun dia itu…” Ryeowook tak menyelesaikan kalimatnya karena mata tajam Kyuhyun sudah membidiknya.

“Itu appanya dan dia itu wanita baik-baik! Ara?”

“Ye..”

 

>>>

 

Kyuhyun tersenyum seraya menghampiri kedua orangtuanya. Appanya sepertinya sudah tak sabar lagi untuk bertemu sahabat lamanya sedangkan ummanya berwajah masam karena ia belum tahu hal yang sebenarnya. Aku benar-benar tak rela rumahku ini diinjak oleh wanita murahan sepertinya, batin ummanya geram. Dan Ah Ra sudah duduk santai di sofa ruang tamu dengan majalah di tangannya.

“Tuan.. tamu anda sudah datang,” beritahu seorang pelayan.

Semuanya menoleh. Mata nyonya Cho membulat melihat sosok tuan Jung –pria yang dikiranya dijadikan selingkuhan oleh Jessica. Dia bahkan tak bisa berkata apapun saat melihat suaminya berpelukan akrab dengan tuan Jung.

“Yeobo~ kau masih ingat tidak dengannya? Tak ku kira ternyata anaknya itu adalah Jessica. Jessica-ya~ appamu hebat sekali bisa mempunyai anak secantikmu,” seru tuan Cho yang membuat nyonya merasa kecil dihadapan Jessica dan Kyuhyun.

“Ah, ye.. aku.. aku ingat kok,” sahut nyonya Cho pelan.

“Ah kau bisa saja. Tak ku kira anakmu itu adalah pacar anakku. Saat pertama kali bertemu dengannya, dia sangat tak sopan denganku. Eh ternyata alasannya karena mengira aku adalah kekasih lainnya Jessica. Apa wajahku begitu muda sampai dikira selingkuhan Jessica?” sindir tuan Jung.

“Jwoisonghae, ahjussi. Namanya juga cemburu,” balas Kyuhyun main-main.

Jessica langsung berpura-pura muntah karena mendengarnya. “Menjijikan!” desisnya.

“Geurom. Silahkan kalian habiskan waktu kalian berdua, Kyu, Sic,” suruh tuan Cho.

Jessica membungkukkan badan lalu tak sampai satu detik kemudian, tubuhnya sudah dibawa lari oleh Kyuhyun.

 

>>>

 

Jessica hanya diam saja sejak sedari tadi ia dibawa oleh Kyuhyun ke taman belakang. Jessica benar-benar sedang tak ingin bertemu dengan Kyuhyun. Dia menghela nafas lalu bangkit.

“Aku ke dalam saja,” pamit Jessica.

Kyuhyun langsung menahan tangan Jessica, “Jamkan. Wae geure, Jessica-ssi? Sepertinya kau masih marah padaku. Bukannya aku sudah mengabulkan permintaanmu?”

“Aku mohon kabulkan 1 permintaanku lagi,” mohon Jessica tiba-tiba.

“Mworago?”

“Jangan berbuat sesuatu agar rencana pernikahan kita tetap di jalankan. Aku ingin rencana ini batal. Setelah itu kau jangan pernah ganggu aku lagi.”

“Geundae.. wae?”

“Aku sudah capek jadi bonekamu, Kyuhyun-ssi! Aku bukan Hyomin! Kau harus terima itu!” teriak Jessica.

“Geundae… aku tak pernah menganggapmu Hyomin,” bantah Kyuhyun.

“Aku benci kau! Aku benci kau! AKU BENCI KAU!! Aku mohon jangan ganggu hidupku lagi! Sudah cukup kau selalu mengganggu pagiku! Sudah cukup kau mencoreng nama baikku! Sudah cukup kau merusak hidupku! Aku muak!” Jessica berlari masuk ke rumah Kyuhyun meninggalkan Kyuhyun yang terdiam seperti patung.

“Pasti semuanya karena Donghae!” tebaknya geram.

 

Next day.

 

“Aku mencari Jung Jessica,” teriak seorang pria.

Jessica yang sibuk mendengarkan cerita Yuri pun menoleh, “E-Eunhyuk?”

“Ah, Sica. Annyeong,” serunya seraya melambaikan tangan dan menghampiri Jessica. “Aku ingin menjelaskan semuanya. Semua tentang Kyuhyun dan Donghae karena mereka berdua itu sahabatku.”

Sica mengernyit lalu meminta izin pada Yuri. Yuri mengangguk. Jessica menarik tangan Eunhyuk keluar dan segera menagihnya.

 

===Destiny===

 

Hou~ sebentar lagi ending!! Yes.. yes.. yes..

Sebenernya bukan apa-apa saya pake nama Hyomin. Abis pas dapet cerita macam ini tuh pas saya lagi ngeliat news tentang Hyomin onnie sih. Hehe ^^v

Dan saya peringatkan kalo ending mungkin akan mengecewakan ._.v

4 responses to “[Korean Fan Fiction] Destiny (Series) Chapter 6

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s