[FREELANCE] Let’s Get Married-part 2 (END)

 

Author: minnieasmilkyway

Tittle: Let’s Get Married

Main Cast: Lee Donghae a.k.a Donghae — Jung Sooyeon a.k.a Jessica — Lee Hyukjae a.k.a Eunhyuk

Other Cast: Seo Rhinma a.k.a Rhin

Genre: Romance, Friendship

Rating: General

Lenght: 2 shoots

Cerita sebelumnya bisa dibaca di

<p style="text-align:justify;”>————————————————————————————————————

“Apa, kalian sudah saling kenal?” tanya Donghae menajamkan matanya ke hadapan kami.

*Eunhyuk PoV*

Apa ini bukan mimpiku bertemu dengannya lagi?, batinku dalam hati.

“Hei, jawab pertanyaanku” seru Donghae membangunkanku dari lamunan

“Ah, Donghae-yah. Aku…. Seperti pernah melihatnya” ucapku akhirnya.

“Dimana?”

“Aku tidak bisa mengingatnya dengan baik” jelasku.

*Jessica PoV*

Apa dia memang benar Eunhyuk yang itu?, pikirku bingung. Akupun mendengar pembicaraan mereka berdua.

“Ah, Donghae-yah. Aku…. Seperti pernah melihatnya” ujar Eunhyuk.

“Dimana?”

“Aku tidak bisa mengingatnya dengan baik”

Kebingungaku semakin menjadi-jadi. Kuharap Donghae tidak menanyakan hal apapun padaku.

“Chagi….” panggilnya

Baru aku berharap!

“Ne?” jawabku sedikit malas.

“Apa… Sebelumnya kamu pernah bertemu dengan Eunhyuk?” tanyanya

Yak! Benar saja, kenapa dia bertanya tentang hal itu sih?!

“Aku tidak yakin Donghae, dia seperti…. berada dalam masa laluku” jelasku.

“Tapi, aku benar-benar tidak yakin akan hal itu” lanjutku lagi.

“Eunhyuk!!!” sahut seseorang dari kejauhan.

“Kalin berdua, aku pergi dulu. Sica, mungkin suatu saat aku bisa mengingatmu lagi. Saengil chuka hamnida” ucapnya sambil melambaikan tangannya.

********************************************************************************************

Di perjalanan pulang, aku mengirim sms untuk Rhin -teman masa kecilku dulu.

To: Rhin

Bisa aku bertemu denganmu?

Sending….

Tak butuh waktu lama, aku sudah mendapat balasan.

From: Rhin

Ada apa?

——————

To: Rhin

Sudah, kita bertemu saja dulu. Besok ya, di tempat biasa kita bertemu sewaktu kecil.

—————–

Setelahnya, tidak ada lagi balasan dari Rhin. Aku sudah tahu kebiasaannya. Kalau dia mengiyakan sesuatu melalui sms, pasti tidak dibalas lagi.

********************************************************************************************

-Keesokan harinya-

Eunhyuk, hanya satu nama itu yang terus berkeliaran di kepalaku. Siapa dia sebenarnya?, andai aku mengingatnya! Mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini, batinku kesal.

Aku terus mempercepat langkahku. Aku akan bertemu dengan Rhin. Dia pasti bisa menjelaskan semuanya! Aku yakin.

Kriiiiing…. Kriiiing….

 

“Yeoboseyo”

“Dimana kau?” tanya suara di seberangsana.

“Ah, sebentar lagi sampai kok. Tunggu sebentar lagi ya”

“Ne, cepat sedikit. Ohya, aku punya kejutan untukmu!” serunya.

“Kejutan, apa itu?” tanyaku penasaran.

“Datang dulu baru kuberitahu”

“Yayaya, sebentar lagi!”

Akupun memutuskan telepon itu dan semakin mempercepat langkahku. Tinggal sebentar lagi.

“Sica-yah, sebelah sini!” sahut seorang yeoja.

Aku mencari asal suara itu dan mendapati seorang yeoja bersama dengan seorang rrrr….. Ia tertidur nampaknya, aku jadi tidak bisa melihat wajahnya. Akupun menghampiri mereka berdua

*Eunhyuk PoV*

“Eunhyuk-ah, bangun!” sahut seorang yeoja sambil menyenggol lenganku.

“Eunhyuk, cepat bangun! Ada Jessica, kau ingatkan?”

Jessica?, apa… dia yang waktu itu?, Batinku membangkitkan diri lalu menghadap ke arah yeoja yang dipanggil ‘Jessica’ tadi.

“KAU?!” lagi-lagi hal yang sama terulang.

“Yak! Kalian berdua kenapa sih?” tanya Rhin sambil memandang aneh kami berdua.

“Kami berdua….” lirihku

“Kami…. Tidak mengingat satu sama lain” sambung Jessica.

“Bagaimana mungkin, dulu kalian sahabat!” ujarnya tak percaya.

“Jinjja?” tanyaku dan Sica bersamaan.

“Aku tinggal dulu kalian berdua ya, siapa tau dengan begitu kalian bisa mengingat tentang masa lalu kalian?” ucap Rhin menawarkan.

Aku dan Sica hanya mengangguk.

*Jessica PoV*

Apa yang kuingat tentang masa lalu? Terlalu banyak moment yang telah kulalui, dan yang kuingat semuanya hanya berhubungan dengan Donghae oppa. Dia yang menjagaku selama ini. Dia, yang memberiku cinta dan kasih sayang setelah orang tuaku.

“Aku ingat sesuatu!” sahut Eunhyuk membangunkanku dari lamunan.

“Ceritakan padaku” pintaku

“Apa kau masih ingat janjiku padamu saat kecil?”

Aku hanya menggeleng pelan.

-Flashback-

“Aku akan menjadi orang hebat dan menikahimu suatu saat nanti!”ujar seorang namja.

Yeoja yang berada di sebelahnya hanya tersenyum mendengarnya.

“Benar kamu mau?”

Sekali lagi, yeoja itu hanya tersenyum dan mengangguk malu.

“Janji?” tanya namja itu sambil menyodorkan jari kelingkingnya ke arah yeoja.

“Ne” ucap yeoja itu pelan sambil mengaitkan kelingkingnya ke jari kelingking sang namja.

-Flashback end-

“Sudah ingat?”

“Aku tidak mengingatnya. Sama sekali! Bagaimana aku bisa percaya padamu tentang hal itu?” jelasku

“Tapi kau mempunyai bayang-bayang tentangku di masa lalu. Kamu merasa seperti pernah melihatku”

“Lalu, memang ada hubungannya dengan itu semua?”

“Ya, tentu saja. Kalau kamu belum pernah bertemu denganku SAMA SEKALI, kamu pasti tidak akan pernah merasakan hal seperti itu”

“Trust me” Lanjutnya lagi.

“Okay now, I believe in you Hyukjae” ucapku

“Bagaimana kalian berdua?” tanya Rhin yang sudah kembali dengan membawa tiga botol softdrink.

“Hyukjae akan memberikan ingatannya padaku, benarkan hyuk?” tanyaku menoleh ke arah Hyuk.

Hyuk hanya mengangguk.

Aku merasa handphoneku berdering lagi. Kali ini dari Donghae Oppa.

“Yeoboseyo, oppa”

“Kamu dimana?” tanyanya.

“Rrrr…. di coffee smith

“Aku kesana ya?”

“Mwo? Tidak usah, aku sebentar lagi pulang”

“Gwaenchana, aku hanya ingin bertemu denganmu”

“Oppa….” lirihku.

“Ne?”

“Tunggu aku di rumah saja” pintaku.

“Baiklah kalau itu maumu” ucapnya.

Aku menoleh ke arah mereka berdua,

“Rhin, Hyuk. Aku pulang dulu ya!”

“Kuantar, bagaimana?” ujar Eunhyuk menawarkan.

“Aku bisa sendiri” ucapke lekas meninggalkan mereka berdua.

*Eunhyuk PoV*

Bagaimana sekarang, Apa yang harus kulakukan?. Aku tidak mungkin berdiam diri seperti ini terus.

“Rhin, aku ke toilet sebentar”

Rhin haya mengangguk.

Sesampainya di toilet aku langsung menghubungi Donghae.

“Yeoboseyo” terdengar suara namja.

“Bisa bertemu?” tanyaku to the point.

“…..”

Setelahnya, aku kembali lagi ke tempat semula.

“Mau kemana?” tanya Rhin.

“Mianhae, aku ada urusan”

Rhin nampak bingung dengan tingkahku. Tapi, aku tidak memperdulikan hal itu.

********************************************************************************************

Waktu dan tempat sudah tepat. Tinggal menunggu kedatangan Donghae.

“Eunhyuk-ah!” seru seseorang yang suaranya sangat familiar di telingaku. Ya, benar saja. Dia adalah Donghae. Tunggu, dia bersama dengan…. JESSICA!.

“Donghae-yah, bias aku bicara berdua saja denganmu?” pintaku.

Donghae mengangguk mantap.

“Chagi, tunggu sebentar disini” ucap Donghae kepada Sica.

Kami -EunHae- berjalan lumayan jauh dari tempat semula. Aku hanya ingin menjaga jarak saja agar Sica tidak mendengar apa yang kami bicarakan.

*Donghae PoV*

“YANG BENAR SAJA?!” teriakku saat mendengar pernyataan Hyuk.

“Donghae, kumohon…”

“Tapi, bagaimana bisa? Dia itu satu-satunya orang yang telah memenuhi relung hatiku. Bagaimana aku bisa melepasnya begitu saja?!” amarah Donghae memuncak.

“Aku tidak memaksa hal itu”

*Jessica PoV*

“YANG BENAR SAJA?!”

Aku tahu sekali, itu suara Donghae. Aku berniat menghampiri mereka. Aku takut terjadi apa-apa diantara mereka berdua. Aku tidak peduli kata-kata Donghae tadi.

“Baik, tanyakan kepada Sica langsung” ujar Donghae saat aku datang.

“Kalian berdua, ada apa?”

“Aku ingin menepati janjiku!” seru Hyuk.

“Hyuk…” lirihku.

“Kalau kamu disuruh memilih antara aku dengan dirinya, siapa yang akan kamu pilih?” tanya Donghae.

“Itu sebuah pilihan yang sulit untukku”

“Jawab saja”

“Aku… Tidak mau menyakiti salah satu dari hati kalian. Aku, tidak tega”

“Jawab saja!” bentak Donghae.

“Jangan memaksaku! Kumohon, aku benar-benar tidak bisa memilih”

“Aku menyerah” ucap Hyuk pelan seakan berlalu dari kami berdua.

“HYUK!” seruku.

“Ne?”

“Jangan pergi…” ucapku.

“Aku memang harus pergi. Aku sudah tahu akhirnya akan seperti ini. Walau begitu, kita masih bisa bertemu” ujarnyanya sambil setenngah tersenyum.

Setelahnya, Eunhyukpun berlalu. Jauh, dan semakin jauh.

“Chagi-yah…” lirih Donghae yang berada di belakangku.

“Ne, oppa?” ucapku pelan.

“Aku belum pernah melihatmu seperti ini” ujarnya.

“Maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

“Kamu belum pernah berkata ‘Jangan pergi’ pada siapapun. Kecuali, Eunhyuk”

Aku hanya terdiam dan menyimak Donghae.

“Apa disaat aku pergi, kamu akan berkata seperti itu?” tanyanya kemudian.

“Tentu saja, oppa” jawabnya enteng.

“Dulu, sewaktu kubilang ada urusan dengan Super Junior kamu hanya berkata ‘Pergilah, jaga dirimu’ sambil tersenyum. Tapi, tidak mengucapkan ‘ aku akan menunggumu kembali’ apa aku dan Eunhyuk berbeda dimatamu?”

“Oppa, bukan maksudku…”

Belum selesai aku bicara, Donghae mencegahku dengan jari telunjuknya.

“Sudah, kejar dia”

“Tap, tapi…”

“Kejarlah, aku tidak apa-apa asal kamu bahagia. Asal kamu bahagia, aku akan bahagia. Kamu ingat janjikukan?”

-Flashback-

“Ne, chagi. Aku berjanji akan selalu membahagiakanmu” ucap Donghae lalu mencium keningku (lagi).

-Flashback End-

Tes… Tes…

 

Rasanya ada sesuatu yang keluar dari pelupuk mataku, cepat-cepat aku mengusapnya. Aku tidak mau Donghae melihat tangisanku.

“Cepat kejar dia” ucap Donghae lagi.

“Ne” jawabku mengangguki lalu berlari menyusul Eunhyuk.

*Donghae PoV*

Aku memang bodoh. Membiarkan pergi yeoja yang kusukai sendiri. Tapi, ini demi kebaikannya. Akuk tetap bahagia karena bisa membuatnya bahagia. Asal dia bahagia, itu sudah cukup bagiku.

 

*Eunhyuk PoV*

“Eunhyuk-ah! Eunhyuk-ah!” seru seorang yeoja.

Aku menoleh ke sumber suara. Jessica, apa aku tidak salah lihat? Ya benar, itu Jessica!. Aku memberhentikan langkahku.

Jessica yang baru datang, langsung memelukku. Pipinya basah dengan air mata.

“Eunhyuk-ah… Katakan sesuatu” lirihnya.

“M.. Mwo?” Aku terbelalak mendengar perkataannya.

“Katakan, apa yang ingin kamu katakana. Aku datang untukmu” jelasnya.

Aku melepas pelukannya dan menatap lurus ke matanya.

“Sica, dengar baik-baik. Aku tidak akan mengulangnya perkataan ini lagi”

Aku berlutut di hadapannya, tanganku menggapai telapak tangannya dan menciumnya.

“Will you marry me?” tanyaku.

“Hyuk…” lirihnya disertai dengan anggukan.

Aku bangkit dan memeluk yeoja yang berada di hadapanku dengan erat. Saat itu, aku melihat seorang namja berdiri dengan wajah tersenyum. Samar-samar aku melihatnya mengucapkan sesuatu.

“Chukkae”

Aku hanya mengangguk menandakan ucapan terima kasih kepada namja itu. Ya, siapa lagi. Namja itu, tidak lain tidak bukan adalah Lee Donghae.

24 responses to “[FREELANCE] Let’s Get Married-part 2 (END)

  1. bayangan masa lalunya kurang jelas… jujur nih gak rela sica ama hyuk… soalnya biasa kan sica ama hae, n hyuk sobat hae… begituu…. T_T

  2. Asstaagga….
    Nyeesseeek thor bca ff’a…haeppa mrelakan yeoja yg sngat di Cintai’a….aiiggoo….
    Kren thor, Hebat…
    Oh iya knl’kn aq new reader, tina…bangapseumnida…

  3. mian y bru komen di part 2 . . .
    Kirai endingx bakal HaeSica eh terxta HyukSica . . . .
    Tp bGus kok thor Q suka ff’x . . . .
    Like this . . .

  4. Kukira endingnya sica ama hae.. ternyata sicahyuk.. -___- .___.
    Gak rela sica ama hyuk.. Biasanya kan sica ama hae..😦 -____-😐
    Tumben nemu ff hyuksica..
    Feelnya Hae dapet bangett…😀😀
    bagus thor!! keren..

  5. Hmmmm,,,, kasihan Donghae.. tapi gak apa-apa deh… aku bangga sama Donghae rela berkorban demi orang yang dia cintai..

  6. Lho koq jdinya hyuksica,ak kra bkln haesica😀
    hae baik bner lu bang mau nyrhn ce yg lu cnta,
    #hiks hiks terharu bca nya😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s