[Korean Fanfiction] Whether I hate you or not (prolog)

Title                       : Whether I hate you or not

Author                  : Kim Sae na a.k.a Devi

Rating                   : PG13/NC17/Straight/Series/On Writing

Genre                   : Romance/Angst/Tragedy/Family/Life

Cast                       :

Main Cast            : Super junior – Lee Donghae

Kim Yoonmi

Kim Saena a.k.a Choi Saena

Kim Yoonhee

Other cast           : SHINee – Choi Minho

SS501 – Kim Hyun joong

Super junior – Cho Kyuhyun

Disclaimer           : Super junior and SHINee are belong to God,SM Entertaiment,and their parents

SS501 Kim Hyun joong is belong to God,DSP Entertaiment,and his parents

It’s just for fun. Please don’t sue me. This story is mine.

Don’t take this fanfic without permission from me. If you want to take this fanfic.

Please take with full credit.

Warning               : Lolicon,a little bit violence and NC

Prolog

 

            “ Apa-apaan kau ini? Huh?! Kau mau membuat malu keluarga?” suara berat dan dalam itu menggema ke seluruh ruangan yang terasa hening.

Di depannya terdapa seorang yeoja yang tengah berlutuh dan menundukkan wajahnya dalam-dalam. Ia takut pada ayahnya yang sedang marah akibat perbuatannya yang memalukan. Memalukan keluarga dan dirinya sendiri.

“Yoonmi,katakan,nak..Siapa..siapa namja itu? Siapa namja yang sudah menghamilimu?” Suara lembut dan teduh tetapi dari nada suaranya ia sedang bersedih. Merasa gagal menjadi orangtua.

“ Di…dia..dia sudah pergi ke Jerman,omma..” suara yeoja bernama Yoonmi itu terdengar lirih,karena sesak yang ditanggungnya. Perasaan kalut dan takut memenuhi benak yeoja itu.

“MWO??! Apa kau bilang? Siapa yang akan bertanggung jawab atas semua ini,Yoonmi?” Yeoja itu hanya terdiam menyesali perbuatannya di masa lalu yang berakibat fatal bagi masa depannya.

“ Tenanglah yeobo,jangan emosi.” ibu dari yeoja itu berusaha menenangkan suaminya yang sedang emosi. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk pada putrinya.

“ Bagaimana bisa aku tidak marah? Kau tahu anak ini.. anak yang telah mencoreng nama keluarga ini.. Baru berumur 13 tahun.. sekali lagi aku tegaskan! 13 TAHUN dan dia sudah hamil,dan ayah dari bayi itu tidak mempertanggung jawabkan hasil perbuatannya!! Masa depan Yoonmi sudah hancur karena ini!”

Air mata mengalir dari pipi mulus Yoonmi. Ia seakan-akan tertampar oleh perkataan ayahnya. Memang benar ia baru berumur 13 tahun. Masa seseorang baru merasakan namanya hidup sebagai remaja putri dan ia dengan suksesnya sudah menghancurkan semua itu dengan perbuatan bodohnya.

“ Mianhaeyo,appa..” Yoonmi berkata dengan suara bergetar ketakutan. Ia bahkan belum berani menatap wajah kedua orangtuanya yang mungkin sekarang memandangnya dengan tatapan jijik.

“ Yoonmi,kau ikuti perinta appa.. Gugurkan anak itu! Lalu appa akan mengirimmu sekolah ke luar negeri. Appa akan berusaha memperbaiki masa depanmu.” Namja paruh baya itu sudah bisa mengontrol emosinya. Bagaimanapun juga ia tidak akan tega menyakiti putri kandungnya sendiri.

Yeoja itu hanya diam dan mengangguk menuruti perintah ayahnya. Ia juga ingin memperbaiki masa depannya yang berada di ambang batas kehancuran. Dan anak dalam kandungannya hanya akan memperburuk keadaan.

***

          “ Berapa usianya? Ia terlihat sangat muda..” seorang dokter memperhatikan tubuh Yoonmi dari atas sampai bawah. Sama seperti yeoja berumur sama dengannya. Wajahnya masih terlihat polos dan tidak bisa dibayangkan kalau ia harus menjadi ibu dalam usianya yang seperti itu.

“ 13 tahun..” ibu dari yeoja itu yang menjawabnya,karena sepertinya Yoonmi enggan menjawab pertanyaan dokter yang berada tepat di hadapannya.

“ Mwo? Dia masih muda sekali. Bagaimana bisa dia..?” Dokter itu menghentikan ucapannya dan mengangguk seolah mengerti apa yang sesungguhnya terjadi pada Yoonmi.

“ Sejujurnya saya katakan,dalam usia yang seperti ini,sangat berbahaya kalau anda meminta melakukan tindakan aborsi. Walaupun kandungan Yoonmi baru berumur 1 bulan. Tetap saja itu sangat berbahaya bagi diri Yoonmi. Bisa-bisa tindakan ini malah membahayakan nyawa Yoonmi.” Dokter itu membentulkan letak kacamatanya.

“ Apa tidak ada jalan lain,uisa-nim? Kami tidak menginginkan anak ini.. Itu sama saja merusak masa depan Yoonmi.”

Dokter itu menggeleng tetap tidak menyetujui tindakan aborsi Yoonmi,karena sangat berbahaya bagi nyawa yeoja itu. Yoonmi hanya menatap dokter itu dengan padangan nanar,ia sudah tidak berniat dengan apapun yang berhubungan dengan bayi itu.

“ Lalu kami harus bagaimana,uisa-nim?”

“ Lahirkan saja bayi itu,jika kalian memang tidak mengiginkannya,kalian bisa menitipkan anak itu pada panti asuhan. Saya rasa itu lebih baik daripada melakukan aborsi.”

***

          “ Jadi Yoonmi tidak bisa melakukan aborsi?” Kali ini tidak ada nada marah dalam suara namja paruh baya ini.

“ Ne,itu akan berbahaya bagi Yoonmi.”

“ Hhhh… Anak itu hanya akan menghambat masa depan Yoonmi..Baiklah mungkin memang yang terbaik adalah melahirkan anak itu. Tapi anak itu tidak boleh memanggil Yoonmi dengan sebutan ‘omma’. Anak itu tidak boleh tahu siapa ibunya..”

“ Jadi?”

“ Kita buat saja seolah-olah anak itu adalah adiknya Yoonmi..”

“ Tapi orang-orang akan curiga,karena aku tidak hamil.”

“ Kalau tidak..seperti saran dokter itu.. Kita berikan anak yang dikandung Yoonmi pada orang lain.”

“ Aku rasa usul itu lebih baik.”

***

          “ Anak ini cantik sekali..” Yoonmi menggendong bayi yang baru berumur beberapa jam itu. Ia memandang anak itu lekat-lekat. Seperti mendapatkan mainan baru dan ia tidak ingin melepaskannya.Bayi perempuan yang cantik. Mewarisi kecantikan ibunya.

“Ne,ia mirip sepertimu..” omma Yoonmi ikut memandang cucunya itu. Walaupun ia tahu tidak lama lagi anak itu akan terbuang dari keluarganya.

“ Omma,nanti kalau aku pergi ke Paris.. Aku titip anak ini ya? Aku tahu appa tidak memperbolehkanku mengakui bahwa aku adalah ibunya. Tapi aku bisa menjadi kakaknya.” Yoonmi mencium bayi dalam dekapannya. Ia merasa sedih harus berpisah dengan anaknya. Memang awalnya ia tidak menginginkan anak itu,tapi setelah melihat anak yang selama ini dikandungnya. Kepolosan anak itu membuatnya tidak tega. Nalurinya sebagai seorang ibu di usia yang sangat muda,perlahan membuatnya tidak bisa membenci anak itu.

“ Ne,omma akan menjaganya..” Berbohong.. walaupun demi kebaikan,tetap saja salah dan akan menyakiti berbagai pihak yang tidak bersalah.

“Aku percaya,omma.. Suatu saat nanti,ia harus tahu kalau aku adalah ibunya.Walupun sekarang ia tidak mengenalku.”

***

six years later

Seorang yeoja berjalan sambil membawa sebuah koper berukuran sedang dan tas tangan merek Gucci keluaran terbaru. Rambutnya yang berwarna cokelat gelap dan bergelombang di bagian ujungnya dibiarkan tergerai.Sesekali matanya menyapu keadaan sekelilingnya yang terbilang cukup ramai.

Incheon airport memang tidak pernah mati.Ia mencari sosok yang dikirim ayahnya untuk menjemputnya di bandara.

“ Nona Kim Yoonmi?” seorang namja dengan jas hitam rapi dan kacamata hitam. Memanggil yeoja itu.

“ Ne,ada apa?”

“ Saya yang disuruh Tuan Kim untuk menjemput anda nona.”

“ Ahh ne.” Namja itu segera mengambil alih koper dari tangan Yoonmi dan membawanya ke lapangan parkir tempat mobilnya berada.

Saat di perjalanan perasaan Yoonmi campur aduk karena sebentar lagi ia akan bertemu dengan anaknya. Sudah 6 tahun ia tidak bertemu dengan anak itu. Bahkan ia tidak mengenal rupanya. Nama..

Ia belum memberikan nama saat pergi. Dan ia benar-benar ingin bertemu dengan putrinya yang ditinggalkan selama 6 tahun. Ia merasa sedih karena tidak bisa mengakui di depan anak itu bahwa ia adalah ibu kandungnya.

***

          “Ommaaaa……Bogoshippo..” Yoonmi segera memeluk ommanya. Ia sangat merindukan keluarganya itu.

“ Nado bogoshippo Yoonmi-ah..Ayo masuk dulu ke dalam.”Kedua orang itu masih berangkulan melapas rindu.

“ Di mana dia omma?”

Yeoja paruh baya itu sedikit tersentak saat putrinya menanyakan keberadaan anak yang ditinggalkannya. Tetapi beberapa saat kemudian,yeoja itu berhasil merubah raut wajahnya yang sedikit tegang menjadi tenang. Ia tersenyum,senyum keibuan yang dirindukan Yoonmi dari ibunya itu.

“ Yang kau maksud Yoonhee kan?”

“ Yoonhee? Jadi namanya Yoonhee? Waktu aku pergi aku belum sempat memberikan nama untuknya.” mata Yoonmi berbinar-binar.

“ Ne,Omma akan menunjukkan kamarnya..”

Setelah mereka naik ke atas. Omma Yoonmi menunjuk sebuah pintu yang terletak persis di sebelah kamar Yoonmi. Ruangan yang tadinya merupakan kamar belajar pribadi Yoonmi,kini sudah menjadi kamar putrinya.

Tangan Yoonmi bergetar saat memegang handle pintu.Perasaan senang campur haru memenuhi batinnya . Ia akan melihat sosok anak yang selama ini ditinggalkannya. Ia harus berusaha keras untuk mendekatkan dirinya pada anaknya,karena selama ini ia sudah menelantarkan anak yang harusnya dirawat dan ia besarkan sendiri.

“ Bukalah,Yoonmi,omma tahu kau ingin bertemu dengan anakmu kan?”

Yoonmi mengangguk sambil tersenyum. Ia menguatkan mental dan hatinya untuk bertemu dengan Yoonhee.

Krekk

Pintu kamar Yoonhee terbuka dan di depannya tampak kamar bernuansa cokelat susu dan penuh dengan berbagai mainan milik anak perempuan. Tampak seorang anak perempuan yang rambutnya dikuncir dua sedang asyik menggambar sesuatu dibukunya.

Yoonmi mendekati anak itu secara perlahan. Ia tersenyum dan mengelus lembut kepala anak itu. Anak itu menoleh dari keasikannya menggambar. Ia menatap Yoonmi dengan dua matanya yang besar. Anak itu terlihat heran dengan kehadiran Yoonmi.

“ Omma,ini siapa?” Yoonhee memalingkan wajahnya pada omma Yoonmi dan menunjuk Yoonmi dengan jari telunjuknya.

Hati Yoonmi hancur seketika saat melihat anaknya memanggil orang lain dengan sebutan ‘omma’. Sebutan yang harusnya ditujukan untuknya. Tetapi ia mengerti keadaannya. Sulit untuknya menjadi sosok seorang ibu. Apalagi ia sudah meninggalkan anaknya selama 6 tahun,dan ia kembali ke Seoul hanya sementara selama liburan. Dan ia akan kembali ke Paris tahun depan untuk melanjutkan kuliahnya.

“ Dia eonnimu,chagi..”

“ Eonni?” Anak itu bertanya dengan nada bingung.

“ Ne,aku adalah eonnimu,selama ini eonni sekolah di luar negeri,jadi kamu tidak pernah bertemu dengan eonni.”

Anak itu menatap Yoonmi lekat-lekat. Perlahan ia mulai tersenyum pada Yoonmi. Yoonmi sedikit tertegun dengan perlakuan anak itu. Senyum.. Senyum untuknya dari anaknya sendiri.

“ Eonni,ayo kita bermain..”

***

21 responses to “[Korean Fanfiction] Whether I hate you or not (prolog)

    • hehehehe
      sebenernya aku malah ga tau loh chingu kisahnya oprah
      soal inspirasi dalam ff ini
      aku dptnya pas ngomong2 ngaco gtu deh ma temen hehehe
      gomawo😀

  1. Ping-balik: Quicker Penyuka Akuntansi « seputar blora·

  2. Kepahitan harus ditelan Yoonmi ketika ia terpaksa diakui putrinya sendiri sebagai kakak. Ayah Yoonhee belum diketahui keberadaannya?
    Nice story. Lanjut!

    • Annyeong😀
      reader baru ya?
      penjelasan dikit nih
      sebenrnya prolog ini bukan bagian dri konflik utama chingu hehe
      jadi cerita ke depan2nya itu udah di luar konflik ini
      kalo konflik ini sendiri lebih jelasnya nanti ada di Side storynya😀

      makasih udah baca + komen ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s