[Korean Fan Fiction] Caramel #FFLive

“Maaf. Sepertinya kita memang tidak bisa bersama-sama lagi Hyewook ssi,” Laki-laki itu menyodorkan sebentuk benda berbahan platina kedalam genggamanmu. Kau menimangnya dengan hati tercabik. Itu benda pemberiannya saat kalian berlibur ke pulau Jeju 2 tahun lalu. Kau sangat terkejut hingga tidak sanggup bicara satu katapun. Ia beranjak dari kursi, menundukkan kepalanya sejenak lalu berlalu.

 “Jjong..” panggilmu. Namun sosok itu seolah menutup telinganya rapat-rapat dan tidak memberimu kesempatan bicara. Kau membenamkan kepalamu di meja dan menumpahkan bebanmu. Kau sudah menduga ini akan terjadi, hanya tidak mengira harus secepat ini. Kemudian sebuah tangan yang lebar dan hangat menyentuh bahumu.

“Juhgiyo, agasshi,” Kau mendongakkan kepala, menatap sosok jangkung berpakaian barista dengan mata sembabmu.

“Ne?”

“Mmm, aku hanya ingin menanyakan, kau mau memesan apa? Kulihat kau belum makan apa-apa dari tadi,”

“Oh,” Kau mengucek matamu kikuk, “Terserah, apa saja yang menurutmu enak,”  Laki-laki itu mengangguk kemudian beringsut ke mejanya. Entah mengapa, pandanganmu mengikuti setiap gerakannya. Kau melihatnya memanggang waffle, menghancurkan biji kopi dengan food processor. Kemudian memanaskan gula dengan api kecil. Laki-laki itu bekerja dengan cekatan. Sejenak, kau melupakan kesedihanmu dan larut dalam kesibukannya meracik makanan untukmu.

“Fortune waffel dan caramel macchiato, ini menu andalan kami,” katanya ramah seraya membawakan nampan makananmu.

Kau memandangnya heran, namun menggigit juga waffelmu dengan nikmat. Manis karamel bercampur krim lembut melumer dalam mulutmu. Saat sibuk mengunyah, kau menemukan selembar kertas di tengah-tengah wafflemu. Semacam fortune cookies? pikirmu heran.

Cinta itu seperti gula. Meski ia hangus terbakar, namun rasanya masih tetap manis. Ia hanya bertransformasi dari padat ke cair.

Kau tersedak membacanya. Kau menghirup froth caramel macchiato dengan latte art hati seraya membalik kertas fortune ditanganmu.

Temui aku seusai jam shiftku, Agasshi. Choi Minho.

Kau memandang barista tadi membuat latte art diatas froth cappucinno milik pria paruh baya yang sibuk membaca selembar koran. Untuk sepersekian detik kau merasa seperti ia sedang memandangmu balik sambil tersenyum sangat manis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s