[FREELANCE] Midnight Birthday

Title: Midnight Birthday

Author: Ai Lee

Cast(s): Lee Jin Ki (SHINee Onew), Lee Han (OC)

Length: Drabble [454 words]

Genre: Fluff, Family

Rating: General

Disclaimer: I OWN Lee Han and the storyline. But, I DO NOT own Lee Jin Ki or Onew. He belongs to himself. So, don’t sue me.

A/n: 생일 축하해 리더 온뉴!! I wrote it for dubu Onew’s birthday! Happy birthday!! Bisa dibilang ini sequel dari “Graze” karena emang agak nyambung. Tapi pas di post di AFFS udah lewat banget sama ultahnya Onew, padahal di blog sendiri pas loh ><” ß telat ngirim. As usual, enjoy~ ♥

Dua puluh menit sudah berlalu, tetapi Lee Han masih saja tidak mengeluarkan sepatah katapun. Ia terus memperhatikan cangkirnya yang berisi sisa-sisa teh yang ia minum. Asap putih keluar dari hidungnya setiap ia bernafas. Tapi dinginnya udara tidak membuat laki-laki disampingnya beranjak dari tempat mereka duduk sekarang.

Malam semakin larut dan perlahan pikiran Jin Ki semakin membaik. Ia mulai bisa berpikir lebih jernih. Jin Ki mencoba untuk tetap berpikir kedepan daripada memikirkan masa lalu yang hanya bisa membuat dadanya sesak.

Oppa,” setelah sekian lama, akhirnya Lee Han membuka suara. Jin Ki menoleh pada adik perempuannya. Bibir gadis itu sudah memucat, tanda bahwa ia benar-benar kedinginan. “oppa masih tidak mau cerita padaku?”

Jin Ki tersenyum tipis sambil mengacak lembut poni Lee Han. “Sebaiknya kita melupakan kenangan yang menyakitkan ‘kan?”

Lee Han mengangkat kepalanya, memandangi garis rahang Jin Ki yang terlihat menenangkan. Orang setenang ini, tetap saja memiliki masalah. “Ada hubungannya dengan… Eun Joo eonni?”

Raut wajah Jin Ki sekilas terlihat berubah, tapi pria itu kembali menenangkan dirinya sendiri. Ia melirik Lee Han sambil tersenyum untuk mengiyakan pertanyaan adiknya. Lee Han menggeser tempat duduknya, kemudian memeluk Jin Ki dari samping. Meskipun tangannya tidak bisa memeluk seluruh tubuh Jin Ki, tapi Lee Han tetap ingin memberikan kakaknya sedikit rasa tenang.

Oppa,” panggil Lee Han. Jin Ki terdiam, menunggu kata-kata Lee Han selanjutnya. “Seberat apapun masalah yang oppa alami, pasti ada jalan keluarnya. Aku tidak tahu apa masalah oppa dengan Eun Joo eonni, tapi aku yakin oppa pasti bisa menghadapinya.”

Lee Han melepas pelukannya lalu berlutut dihadapan Jin Ki. “Oppa harus tetap tersenyum saat menghadapi masalah. Bukankah itu yang oppa ajarkan padaku?”

Jin Ki tersontak. Ia lebih tua tujuh tahun dari Lee Han dan seharusnya ialah yang memberikan adiknya nasihat-nasihat. Sekarang, justru Lee Han-lah yang menyemangatinya disaat seperti ini. Lee Han benar, ia tidak bisa memikirkan Eun Joo terus menerus. Ia masih punya kewajiban sebagai kakak dan orangtua untuk adiknya. Kalau masih memikirkan masa lalu, bagaimana bisa ia terus menjalani hidupnya sendiri.

Akhirnya Jin Ki merentangkan tangannya sambil tersenyum lebar. Kali ini bukan senyum yang dipaksakan, melainkan senyum tulus untuk membalas kebaikan adiknya.

“Berikan aku pelukan sekali lagi,” kata Jin Ki.

Lee Han tersenyum dan segera memeluk Jin Ki. “Aku rindu oppa yang seperti ini.”

“Aku juga rindu diriku yang seperti ini,” Lee Han terkekeh mendengar celetuk dari Jin Ki.

Oppa,” gumam Lee Han.

“Hmm?”

Did you forget your birthday?”

Huh?”

Jin Ki melepaskan pelukannya sambil menatap Lee Han, bingung. Lee Han mendecak. Apa ini akibat menjadi orang yang terlalu banyak bekerja, jadi melupakan ulang tahunnya sendiri?

“Padahal aku sudah menyiapkan cake untukmu,” gerutu Lee Han. “Ingat, oppa harus menraktir berlipat ganda besok!”

Gadis itu segera menarik tangan Jin Ki untuk berdiri dan masuk ke dalam rumah.

Fin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s